Penyuluhan Diet Diabetes Mellitus
Penyuluhan Diet Diabetes Mellitus
Disususn Oleh :
1. Sholikul Imam [Link].044
2. Nadiya Khoirina [Link].024
3. Siska Muta Alimah [Link].134
4. Selly Nursyamsyiar H. [Link].037
5. Winarsih [Link].095
Satuan acara penyuluhan dengan judul “Mengenal dan Diit Diabetes Mellitus”
diajukan oleh nama-nama berikut :
No Nama NIM
1 Sholikul Imam [Link].044
2 Nadiya Khoirina [Link].024
3 Siska Muta Alimah [Link].134
4 Selly Nursyamsyiar Hidayati [Link].037
5 Winarsih [Link].095
1. Latar Belakang
Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang sering dijumpai baik di
daerah perkotaan maupn pedesaan. Masalah penyakit DM ini penting untuk
mendapat perhatian petugas kesehatan karena insidensi penyakit DM tinggi
dan terus meningkat di masyarakat, selain itu komplikasi akibat penyakit DM
dapat berakibat fatal bagi penderita jika tidak mendapatkan pengobatan dan
perawatan yang adekuat. Diet pada DM merupakan hal utama untuk
mengontrol gula darah, oleh karena itu masyarakat diharapkan mengetahui
tentang diet DM, perawatan DM dirumah, pencegahan dan perawatan kaki
diabetik sehingga mencegah terjadinya komplikasi.
2. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengikuti penyuluhan yang diberikan, peserta diharapkan dapat
memahami apa itu Penyakit Diabetes Mellitus, Penyebab, Tanda dan
Gejala, Komplikasi dan Diet DM, .
2. Tujuan Khusus Instruksional (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang mengenal dan Diet Diabetes
Mellitus, peserta penyuluhan dapat mengetahui mengenai diabetes mellitus
seperti :
a. Apa itu Diabetes Mellitus ?
b. Apa Penyebab Diabetes Mellitus ?
c. Apa tanda dan gejala Diabetes Mellitus?
d. Apa saja komplikasi Diabetes Mellitus?
e. Bagaimana cara diet Diabetes Mellitus?
3. Sasaran
Keluarga pasien di ruang tunggu Teratai
4. Materi
(Terlampir)
5. Metode
a. Memberikan Penyuluhan
b. Diskusi / Tanya Jawab
6. Media
Leaflet
7. Strategi Pelaksanaan
Hari,tanggal : Sabtu, 26 Oktober 2024
Waktu : 11.00-11.30 WIB
Tempat : Ruang Tunggu Teratai
Penyaji : Nadiya Khoirina dan Selly
Nursyamsyiar H.
Moderator : Winarsih
Notulen : Siska Muta Alimah
Fasilitator : Winny Ariyanti,[Link].,Ns
Observer : Sholikul Imam
8. Pengorganisasian dan Uraian Tuga
a. Moderator
1. Membuka Kegiatan Penyuluhan.
2. Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim
3. Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan
4. Mengarahkan dan memimpin jalannya penyuluhan
5. Menetralisir keadaan jika terjadi masalah
6. Menutup kegiatan penyuluhan
b. Penyaji
1. Menjelaskan materi
2. Menjawab pertanyaan
3. Mengevaluasi pengetahuan dan pemahaman
c. Notulen
Mencatat dan menyimpulkan hasil diskusi / Tanya jawab
d. Fasilitator
Membimbing dan mengoreksi sesuatu yang kurang tepat baik saat
penyuluhan maupun sebelum penyuluhan
e. Observer
Mengobservasi catatan tentang hal-hal penting yang terjadi selama
acara berlangsung
9. Denah
11. Evaluasi
a. Evaluasi struktur
a) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan sudah disusun
b) Program sudah direncanakan sebelumnya
c) Semua peserta yang memenuhi kriteria dapat mengikuti
penyuluhan.
b. Evaluasi proses
a) Peserta antusias mengikuti penyuluhan mengenal dan diet
Diabetes Mellitus
b) Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan
penyuluhan selesai
c) Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
c. Evaluasi hasil
Peserta sudah mampu menjelaskan:
a) Peserta dapat mengerti pengertian Diabetes Mellitus
b) Peserta dapat mengerti penyebab Diabetes Mellitus
c) Peserta dapat mengerti tanda dan gejala Diabetes Mellitus
d) Peserta dapat mengerti komplikasi Diabetes Mellitus
e) Peserta dapat memahami tata cara diet Diabetes Mellitus
LAMPIRAN MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus (DM) atau penyakit gula atau kencing manis adalah penyakit
menahun yang ditandai kadar gula dalam darah melebihi nilai normal, yaitu
hasil pemeriksaan gula darah vena sewaktu (GDS) >126 mg/dl
(Kemenkes,2015). Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang
ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada
sekresi insulin didalam tubuh. Jika kadar gula darah tidak terkontrol, maka
akan menyebabkan komplikasi jangka panjang pada penderita. Bahkan,
parahnya lagi bisa menyebabkan kematian (Krisnatuti, dkk, 2014). Penyakit
kronis yang menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik
hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak
adekuat (Smeltzer & Bare, 2019). Menurut American Diabetes Associated
(ADA) tahun 2015, bahwa klasifikasi DM dikelompokkan sebagai berikut :
Diabetes Mellitus Tipe 1 disebabkan akibat dari kerusakan sel beta pankreas,
sehingga dapat menyebabkan defisiensi insulin. Diabetes Mellitus Tipe 1
tergantung insulin (IDDM) atau disebut insulin dependent insulin, atau diabetes
dicirikan diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil
insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan
insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat di derita oleh anak-anak maupun
orang dewasa. Sampai saat ini, Diabetes Mellitus Tipe 1 tidak dapat dicegah.
Diet dan olahraga tidak bisa menyembuhkan ataupun mencegah Diabetes
Mellitus Tipe 1. Kebanyakan penderita Diabetes Mellitus Tipe 1 memiliki
kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain
itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umunya normal pada
penderita diabetes ini, terutama pada tahap awal. Penyebab terbanyak dari
kehilangan sel beta pada diabetes tipe ini adalah kesalahan reaksi autoimunitas
yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat
dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh. Saat ini, Diabetes Mellitus Tipe 1 hanya
dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti
terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah.
Pengobatan dasar Diabetes Mellitus Tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal
sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic
ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga).
Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian
dosis melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24
jam sehari pada tingkat dosis dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan.
Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui “inhaled
powder”.
Diabetes Mellitus Tipe 2 atau diabetes mellitus tidak tergantung insulin yang
disebabkan akibat gangguan sekresi insulin yang dapat menyebabkan
resistensi insulin. Diabetes Mellitus Tipe 2 dulu disebut no insulin dependent
diabetes mellitus atau “diabetes yang tidak bergantung pada insulin” (adanya
efek respon jaringan terhadap insulin) yang melibatkan reseptor insulin di
membran sel. Pada tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah
berkurangnya sensitivitas terhadap insulin, yang ditandai dengan
meningkatnya kadar insulin didalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia
dapat diatas dengan berbagai cara dan obat anti diabetes yang dapat
meningkatkan sensitifitas terhadap insulin “atau mengurangi produksi glukosa
dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulinpun semakin
berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan. Ada beberapa teori
yang menyebutkan penyebab dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun
obesitas sentral (fat concentrated around the waist in relation to abdominal
organs, not it seems, subcutaneous fat) diketahui sebagai faktor predisposisi
terjadinya resistensi terhadap insulin, mungkin dalam kaitan dengan
pengeluaran dari adipokines (suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi
glukosa. Abdominal gemuk adalah terutama aktif hormonally. Kegendutan
ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan mendiagnose
dengan jenis 2 kencing manis. Diabetes Mellitus Tipe 2 biasanya awalnya
diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (biasanya peningkatan), diet
(umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat
badan.
B. Penyebab Diabetes Mellitus
1. Faktor Internal
Menurut Kemenkes (2013), faktor risiko DM dibagi menjadi :
a. Usia
Di negara berkembang penderita diabetes mellitus berumur antara 45-64 tahun
dimana usia tergolong masih sangat produktif. Umur merupakan salah satu
faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan (Soegondo, 2011)
b. Riwayat Keluarga
Menurut Hugeng dan Santos (2017), riwayat keluarga atau faktor keturunan
merupakan unit informasi pembawa sifat yang berada di dalam kromosom
sehingga mempengaruhi perilaku. Adanya kemiripan tentang penyakit DM
yang di derita keluarga dan kecenderungan pertimbangan dalam pengambilan
keputusan adalah contoh pengaruh genetik. Responden yang memiliki keluarga
dengan DM harus waspada. Resiko menderita DM bila salah satu orang tuanya
menderita DM adalah sebesar 15%. Jika kedua orang-tuanya memiliki DM
adalah 75% (Diabetes UK, 2010).
c. Riwayat melahirkan bayi >4000 gram atau riwayat DM saat kehamilan
Pengaruh tidak langsung dimana pengaruh emosi dianggap penting karena
dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan pengobatan. Aturan diit,
pengobatan dan pemeriksaan sehingga sulit dalam mengontrol kadarbula
darahnya dapat memengaruhi emosi penderita (Nabil, 2012)
2. Faktor Eksternal
Menurut Kemenkes (2013), faktor risiko DM dibagi menjadi :
a. Overweight atau berat badan berlebih (IMT >23)
Salah satu cara untuk mengetahui kriteria berat badan adalah dengan
menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT). Berdasarkan dari BMI atau kita
kenal dengan Body Mass Indeks diatas, maka jika berada diantara 25-30, maka
sudah kelebihan berat badan dan jika berada diatas 30 sudah termasuk obesitas
b. Aktivitas Fisik Kurang
Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur sangat bermanfaat bagi
setiap orang karena dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat
badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses
penuaan. Olahraga harus dilakkan secara teratur. Macam dan takaran olahraga
berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan.
Jika pekerjaan sehari-hari seseorang kurang memungkinkan gerak fisik,
upayakan berolahraga secara teratur atau melakukan kegiatan lain yang setara.
Kurang gerakatau hidup santai merupakan faktor pencetus diabetes (Nabil,
2012)
c. Merokok
Penyakit dan tingginya angka kematian (Hariadi S, 2008). Hasil uji statistik
menunjukkan ada hubungan antara merokok dengan kejadian DM tipe (p =
0,000). Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Houston yang juga mendapatkan
bahwa perokok aktif memiliki risiko 76% lebih tinggi terserang DM Tipe 2
dibanding dengan yang tidak (Irawan, 2010). Dalam asap rokok terdapat 4.000
zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang
bersifat adiktif dan yang bersifat karsinogenik
d. Hipertensi (TD>140/90 mmHg)
Jika tekanan darah tinggi, maka jantung akan bekerja lebih keras dan resiko
untuk penyakit jantung dan diabetes pun lebih tinggi. Seseorang dikatakan
memiliki tekanan darah tinggi apabila berada dalam kisaran > 140/90 mmHg.
Karena tekanan darah tinggi sering kali tidak disadari, sebaiknya selalu
memeriksakan tekanan darah setiap kali melakukan pemeriksaan rutin (Nabil,
2012).
2. Jumlah
Waktu Makan
20% Makan Pagi
10% Selingan I
30% Makan Siang
10% Selingan II
20% Makan Malam
10% Selingan III
Sumber: (Yasa Boga, Menu 30 Hari & Resep Untuk Diabetasi, 2011)
(Optional)
Pada dasarnya penyandang diabetes boleh menyantap semua jenis bahan
makanan penghasil energi, asalkan jumlahnya seimbang sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Dari keseluruhan kalori sehari, untuk setiap kali makan
penyandang diabetes dianjurkan mengkonsumsi.
Tabel 2.3 Asupan Kalori Untuk Setiap Porsi Makan Pada Pasien Diabetes
Mellitus
3. Jenis
Protein hewani tinggi protein yaitu daging ayam dan sapi. Daging ayam
bagian dada lebih tinggi daripada daging sapi, namun jika dilihat dari nilai
gizi keseluruhan, daging sapi memiliki zat gizi yang lebih beragam.
(Annisa Indah, 2023)
Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang mudah dijangkau
oleh Masyarakat. Tahu dan tempe memiliki aktivitas hipoglikemik yang
memiliki efek positif terhadap peningkatan Kesehatan terutama dalam
pengendalian dan pencegahan diabetes mellitus. Mengkonsumsi tahu atau
tempe 100 gram per hari dapat membantu menurunkan kadar gula dalam
darah dan mencukupi asupan protein harian (Bintang Pradewo, 2022)
Bahan makanan
Bayam Bayam Melinjo
Buncis Daun Nangka
Caisim Daun Tauge
Kangkung Daun Daun
Jagung Daun Daun
Nangka Kacang Jantung
Kacang Kluwih Sawi
Sumber: (Yasa Boga, Menu 30 Hari & Resep Untuk Diabetasi, 2011)
Mellitus
Mellitus