LAPORAN PRAKTIKUM
PEMBUATAN PETA IUP
RISKA MATTA
093 2019 0085
C2
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2022
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) merupakan
suatu sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan juga
menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989). Sistem Informasi Geografis
atau SIG atau yang lebih dikenal dengan GIS ini mulai dikenal pada awal 1980-an.
Sejalan dengan berkembangnya perangkat komputer, baik perangkat lunak maupun
juga perangkat keras, SIG berkembang dengan sangat pesat pada era 1990-an dan saat
ini juga SIG semakin berkembang (tampilannya lebih lengkap dalam kegiatan
menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisi geoprosesing).
Software ArcGIS pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh ESRI pada
tahun 1999, yaitu dengan kode versi 8.0 (ArcGIS 8.0). ArcGIS merupakan
penggabungan, modifikasi dan peningkatan dari 2 software ESRI yang sudah terkenal
sebelumnya yaitu ArcView GIS 3.3 (ArcView 3.3) dan Arc/INFO Workstation 7.2
(terutama untuk tampilannya).
ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI
(Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi
dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS
berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama
Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop merupakan software
GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu :
ArcView (komponen yang fokus ke penggunaan data yang komprehensif, pemetaan
dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih
lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisi
geoprosesing).
Praktikum ini bertujuan untuk membuat lokasi penambangan yang telah
mendapatkan izin untuk melaksanakan penambangan di wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umun eksplorasi,
studi kelayakan dan untuk mengetahui batas wilayah izin usaha penambangan (IUP).
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
1.2 Maksud Dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Praktikum pembuatan peta izin pertambagan (IUP) yang di aplikasikan
menggunaan softwrae ArcGIS.
1.2.2 Tujuan
1. Membuat peta lokasi penambangan;
2. Untuk mengetahui batas wilayah izin usaha penambangan.
1.3 Alat Dan Bahan
1.3.1 Alat
1. Laptop
2. Mouse
3. Terminal Cas/ Colokan
1.3.2 Bahan
1. Software ArcGis 10.8
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
BAB II
PENDAHULUAN
2.1 Izin Usaha Petambangan
Izin Usaha Pertambangan adalah izin untuk melaksanakan usaha
pertambangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi tahapan
kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan,
pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pascatambang.
Terdapat 3 bentuk usaha pertambangan di Indonesia, yaitu:
1 Izin Usaha Pertambangan (IUP);
2 Izin Pertambangan Rakyat (IPR); dan
3 Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
IUP dikelompokkan sesuai dengan komoditasnya, yaitu pertambangan mineral
dan pertambangan batubara. Pertambangan mineral digolongkan menjadi 4, yaitu,
pertambangan mineral radioaktif, logam, bukan logam, dan pertambangan batuan.
Sebagaimana diatur dalam Pasal 1 (7) UU No. 4 Tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan Batubara (“UU Minerba”), Izin Usaha Pertambangan
(IUP) adalah izin yang diberikan untuk melaksanakan usaha pertambangan.
Merupakan kewenangan Pemerintah, dalam pengelolaan pertambangan mineral dan
batubara, untuk memberikan IUP. Pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (“PP
23/2010”) mengatur bahwa IUP diberikan oleh Menteri, gubernur, atau
Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya. IUP diberikan kepada:
1. Badan usaha, yang dapat berupa badan usaha swasta, Badan Usaha Milik
Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah;
2. Koperasi; dan
3. Perseorangan, yang dapat berupa orang perseorangan yang merupakan warga
Negara Indonesia, perusahaan firma, atau perusahaan komanditer.
Pemberian IUP akan dilakukan setelah diperolehnya WIUP (Wilayah Izin
Usaha Pertambangan). Dalam satu WIUP dimungkinkan untuk diberikan 1 IUP
maupun beberapa IUP.
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
Pasal 36 UU Minerba membagi IUP ke dalam dua tahap, yakni:
1. IUP eksplorasi, yang meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan
studi kelayakan; dan
2. IUP Operasi Produksi, yang meliputi kegiatan konstruksi, penambangan,
pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan.
Pasal 39 UU Minerba mengatur bahwa IUP Eksplorasi wajib memuat ketentuan
sekurang-kurangnya:
a. nama perusahaan;
b. lokasi dan luas wilayah;
c. rencana umum tata ruang;
d. jaminan kesungguhan;
e. modal investasi;
f. perpanjangan waktu tahap kegiatan;
g. hak dan kewajiban pemegang IUP;
h. jangka waktu berlakunya tahap kegiatan;
i. jenis usaha yang diberikan;
j. rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah
pertambangan;
k. perpajakan;
l. penyelesaian perselisihan;
m. iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan
n. amdal.
Sedangkan untuk IUP Operasi Produksi wajib memuat ketentuan sekurang-kurangnya:
a. nama perusahaan;
b. luas wilayah;
c. lokasi penambangan;
d. lokasi pengolahan dan pemurnian;
e. pengangkutan dan penjualan;
f. modal investasi;
g. jangka waktu berlakunya IUP;
h. jangka waktu tahap kegiatan;
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
i. penyelesaian masalah pertanahan;
j. lingkungan hidup termasuk reklamasi dan pascatambang;
k. dana jaminan reklamasi dan pascatambang;
l. perpanjangan IUP;
m. hak dan kewajiban pemegang IUP;
n. rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah
pertambangan;
o. perpajakan;
p. penerimaan negara bukan pajak yang terdiri atas iuran tetap dan iuran produksi;
q. penyelesaian perselisihan;
r. keselamatan dan kesehatan kerja;
s. konservasi mineral atau batubara;
t. pemanfaatan barang, jasa, dan teknologi dalam negeri;
u. penerapan kaidah keekonomian dan keteknikan pertambangan yang baik;
v. pengembangan tenaga kerja Indonesia;
w. pengelolaan data mineral atau batubara; dan
x. penguasaan, pengembangan, dan penerapan teknologi pertambangan mineral atau
batubara.
Dalam Pasal 40 UU Minerba diatur bahwa IUP diberikan terbatas pada 1 jenis
mineral atau batubara. Dalam hal pemegang IUP menemukan mineral lain dalam
WIUP yang dikelolanya, maka pemegang IUP tersebut mendapatkan prioritas untuk
mengusahakan mineral yang ditemukannya. Sebelum pemegang IUP tersebut
mengusahakan mineral lain yang ditemukannya, diatur bahwa pemegang IUP tersebut
wajib mengajukan permohonan IUP baru kepada Menteri, gubernur, bupati/walikota
sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Dalam hal pemegang IUP tersebut
tidak berminat untuk mengusahakan mineral lain yang ditemukannya, maka pemegang
IUP tersebut memiliki kewajiban untuk menjaga mineral tersebut agar tidak
dimanfaatkan pihak lainnya yang tidak berwenang.
2.2 Izin Usaha Pertambangan Khusus
IUPK merupakan singkatan dari Izin Usaha Pertambangan Khusus adalah
izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di Wilayah Izin Usaha
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
Perambangan Khusus (WIUPK). Pemberian IUPK dilakukan melalui
pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 UU Minerba.
IUPK ini diberikan kepada BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta. Tetapi yang
mendapatkan prioritas utama adalah BUMN dan BUMD dalam mendapatkan
IUPK. Untuk badan usaha swasta dapat mendapatkan IUPK dengan cara lelang
WIUPK.
Pasal 77 UU Minerba menyebutkan bagi pemegang IUPK Eksplorasi dipastikan
akan untuk mendapatkan IUPK Operasi Produksi sebagai kelanjutan usaha
pertambangannya. IUPK Operasi Produksi dapat didapatkan oleh badan usaha
berbadan hukum jika mereka memiliki data hasil kajian studi kelayakan.
IUPK secara harfiahnya merupakan izin usaha yang diberikan sebagai
perpanjangan setelah pelaksanaan Kontrak Karya atau Perjanjian Karya
Pengusahaan Pertambangan Indonesia.
Secara ringkas, IUP dan IUPK adalah izin usaha pertambangan yang diberikan
oleh pemerintah. Letak perbedaan antara IUP dan IUPK ada pada pemberian izin,
luas wilayah, kepentingan daerah, dan pelaku usaha yang berhak melakukan
kegiatan usaha pertambangan.
2.3 Proses Izin Usaha Pertambangan
Untuk dapat mengusahakan suatu kegiatan pertambangan di Indonesia,
pemohon dapat diberikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada badan
usaha, koperasi, dan perseorangan oleh Pemerintah sesuai dengan kewenangannya
dengan cara lelang ataupun melalui permohonan sesuai dengan komoditasnya. WIUP
mineral logam diberikan dengan cara lelang dan WIUP mineral bukan logam dan
batuan diberikan dengan cara permohonan wilayah kepada Pemerintah sesuai dengan
kewenangannya yang telah di tetapkan.
Pedoman Pelaksanaan Permohonan, Evaluasi, serta Penerbitan Izin Usaha
Pertambangan (IUP) Eksplorasi Mineral Logam dan Batubara, yaitu sebagai berikut:
1. Pengajuan Permohonan
a. Badan usaha atau koperasi ataupun juga perusahaan firma/perusahaan
komanditer/orang perseorangan yang telah ditetapkan sebagai pemenang
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
lelang, mengajukan permohonan kepada Menteri atau Gubernur sesuai
dengan kewenangannya yang sesuai tersebut.
b. Atas permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a, petugas penerima
permohonan melakukan verifikasi terhadap dokumen kelengkapan.
1. dalam hal terdapat kekurangan persyaratan, maka permohonan
dikembalikan kepada pemohon dengancatatan hasil verifikasi untuk
dilengkapi.
2. untuk permohonan yang dikembalikan, dapat diajukan kembali
permohonan setelah melengkapi persyaratan sesuai hasil verifikasi
dengan nomor dan tanggal surat permohonan yang baru.
3. permohonan yang telah memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen,
akan diberikan tanda terima.
4. dokumen permohonan yang diterima diserahkan kepada Unit Teknis
untuk dilakukan evaluasi.
2. Evaluasi dan Konsep Persetujuan
a. Berdasarkan dokumen permohonan yang diterima, Unit Teknis melakukan
evaluasi atas aspek administratif, teknis, lingkungan dan finansial. Dalam hal
terdapat kekurangan, pemohon diberikan jangka waktu 5 (lima) hari kerja
untuk melengkapi atau memperbaiki dokumen persyaratan. Apabila jangka
waktu terlampaui atau dokumen persyaratan yang disampaikan masih
terdapat kekurangan maka permohonan dikembalikan.
b. Pemohon menyampaikan perbaikan. Setelah berdasarkan evaluasi dokumen
telah memenuhi persyaratan, Unit Teknis menyiapkan konsep Surat
Keputusan pemberian IUP Eksplorasi oleh Menteri atau Gubernur sesuai
dengan kewenangannya.
3. Penerbitan Izin
a. Surat Keputusan IUP Eksplorasi mineral atau batubara ditandatangani oleh
Menteri atau Gubernur, sesuai dengan kewenangannya. Surat Keputusan
yang telah ditandatangani dilakukan penomoran dan penanggalan sesuai
dengan tata naskah dinas masing-masing, asli untuk pemohon dan salinan
untuk arsip dan tembusan,
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
b. Surat Keputusan disampaikan kepada pemohon.
2.4 Persyaratan Izin
Persyaratan Administratif, Teknis, Lingkungan dan Finansial Pemberian IUP
Eksplorasi Mineral Logam dan Batubara[3], yaitu:
1. Persyaratan Administratif
a. Surat permohonan yang ditandatangani di atas materai;
b. Data kontak resmi pemohon, sebagai berikut:
1. nomor telepon;
2. nomor telepon seluler (handphone); dan
3. alamat surat elektronik (e-mail).
c. Salinan seluruh kelengkapan dokumen dalam bentuk data digital.
2. Persyaratan Teknis Peta WIUP yang dilengkapi dengan batas koordinat geografis
lintang dan bujur sesuai Sistem Informasi Geografis (SIG) nasional.
3. Persyaratan Lingkungan Surat pernyataan dari pimpinan perusahaan yang
ditandatangani di atas materai untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-
undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
4. Persyaratan Finansial
a. Bukti penempatan jaminan kesungguhan eksplorasi; dan
b. Bukti pelunasan nilai kompensasi data informasi WIUP.
2.5 ArcGIS
ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI
(Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi
dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server dan GIS
berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama
Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana ArcGIS desktop merupakan software
GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu,
ArcView (komponen yang fokus ke penggunaan data yang komprehensif, pemetaan
dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisis
geoprosesing).
Gambar 2.1 Tampilan Startup ArcGIS 10.8
Software ArcGIS pertama kepada publik oleh ESRI pada tahun 1999, yaitu
dengan kode versi 8.0 (ArcGIS 8.0). ArcGIS merupakan penggabungan, modifikasi
dan peningkatan dari 2 software ESRI yang sudah terkenal sebelumnya yaitu ArcView
GIS 3.3 (ArcView 3.3) dan Arc/INFO Workstation 7.2. Setelah itu berkembang dan
ditingkatkan terus kemampuan si ArcGIS ini oleh ESRI yaitu berturut turut ArcGIS
8.1, 8.2, 9.0, 9.1, 9.2, dan terakhir saat ini ArcGIS 9.3 (9.3.1) dan sekarang ArcGIS
10.8.
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
Gambar 2.2 Halaman Utama ArcGIS 10.8
ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows sebagai berikut:
1. ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta yang dibuat
menggunakan produk ArcGIS lainnya;
2. ArcGIS Desktop, memiliki lima tingkat lisensi:
a. ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan data spasial, membuat
peta berlapis, serta melakukan analisis spasial dasar;
b. ArcMap adalah aplikasi utama untuk kebanyakan proses GIS dan pemetaan
dengan komputer. ArcMap memiliki kemampuan utama untuk visualisasi,
membangun database spasial yang baru, memilih (query), editing,
menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan tampilan akhir dalam
laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ArcMap
diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig (analyzing),
presenting result, customizing data dan programming
c. ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView dengan tambahan
peralatan untuk memanipulasi berkas shapefile dab geodatabase;
d. ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor dengan tambahan
fungsi manipulasi data, penyuntingan, dan analisis.
e. ArcCatalog, tool untuk menjelajah (browsing), mengatur (organizing),
membagi (distribution) mendokumentasikan data spasial maupun metadata
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
dan menyimpan (documentation) data-data SIG. ArcCatalog membantu dalam
proses eksplorasi dan pengelolaan data spasial. Setelah data terhubung,
ArcCatalog dapat digunakan untuk melihat data. Bila ada data yang akan
digunakan, dapat langsung ditambahkan pada peta. Sering kali, saat
memperoleh data dari pihak lain, data tidak dapat langsung digunakan. Data
tersebut mungkin masih perlu diubah sistem koordinat atau proyeksinya,
dimodifikasi atributnya, atau dihubungkan antara data geografis dengan atribut
yang tersimpan pada tabel terpisah. Pada saat data siap, isi dan struktur data
sebagaimana halnya perubahan-perubahan yang dilakukan, harus di
dokumentasikan. Berbagai aktivitas pengelolaan data ini dapat dilakukan
menggunakan fasilitas yang tersedia pada ArcCatalog yang dapat membantu
dalam proses eksplorasi untuk melihat data.
2.6 Kegunaan ArcGIS
ESRI (Environmental System Research Institute) yang berpusat di Redlands,
California, adalah salah satu perusahaan yang mapan dalam pengembangan perangkat
lunak untuk GIS. Memulai debutnya dengan produk ArcInfo 2.0 pada awal 1990 an,
ESRI terus memperbaiki produknya untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dalam
pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Produk yang paling terkenal dan
hingga saat ini masih banyak digunakan oleh pengguna GIS adalah Arc/Info 3.51 dan
ArcView 3.3. Kedua produk ini masih digunakan karena sifatnya yang ringan, tidak
haus memory dan kelengkapan fasilitasnya cukup memadai. Saat ini, produk terakhir
ESRI adalah ArcGIS versi 10 yang dirilis pada 28 Juni 2010 yang lalu. Dengan
bervariasinya kalangan pengguna GIS, software ArcGIS yang diproduksi oleh ESRI
mencakup penggunaan GIS pada berbagai skala:
1. ArcGIS Desktop, ditujukan untuk pengguna GIS profesional (perorangan maupun
institusi)
2. ArcObjects, dibuat untuk para developer yang selalu ingin membuat inovasi dan
pengembangan
3. Server GIS (ArcIMS, ArcSDE, lokal), dibuat bagi pengguna awam yang
mengumpulkan data spasial melalui aplikasi di internet
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
4. Mobile GIS, diciptakan bagi pengguna GIS yang dinamis, software ini
mengumpulkan data lapangan.
Pengaturan pada data frame sangat penting untuk diketahui, pengaturan tersebut
terutama adalah meliputi:
a. Pengaturan Unit Peta Yang Kita Buat (Tab General)
b. Penentuan Skala Tampilan (Tab Data Frame)
c. Penentuan Sistem Koordinat (Tab Coordinate System)
d. Pengaturan Grid Koordinat Pada Layout (Tab Grid)
2.7 Keunggulan Dan Kelemahan ArcGIS
ArcGIS itu sangat berguna dalam berbagai bidang kehidupan dan lebih unggul
daripada sistem informasi biasa. Misalnya :
1. Pelayanan kesehatan contohnya dapat mengembangkan sebentuk peta ilustrasi
sehingga dapat memudahkan user untuk membuat peta dalam suatu wilayah yang
mengilustrasikan distribusi atau penyebaran terhadap suatu penyakit, kematian
bayi, dsb.
2. Dalam bidang agriculture: user dapat mengetahui bagaimana cara untuk
meningkatakan suatu produksi berdasarkan data yang ada.
3. Dalam bidang marketing sehingga kita dapat cara meningkatakan/
mengoptimalisasikan pemasaran.
4. Dalam bidang Geografi: Misalnya kita dapat mengetahui lokasi rawan yang terjadi
dari bencana alam.
5. Dengan adanya GIS maka akan mempermudah user untuk menganalisis, mencari
suatu informasi sehingga dapat membantu user untuk mengambil suatu keputusan
berdasarkan data/ fakta yang terjadi.
6. GIS juga dapat mengahsilkan data spasial yang susunan geometrinya mendekati
keadaan sebenarnya dengan cepat dan dalam.
Kelemahan Software ArcGis:
1. ArcGIS perlu spek hardware yang lebih tinggi. Dalam bahasa yang simple, ArcGIS
lebih berat.
2. ArcGIS secara default tidak support multi View dan multi layout. Ini sangat
menyulitkan pembuatan peta masal seperti Peta kegiatan GNRHL
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085
PRAKTIKUM PERENCANAAN TAMBANG
LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PEMBUATAN PETA IUP
3. Penggunaan ArcGIS tidak akan efisien jika tidak menggunakan beberapa software
yang lain selain ArcMap yang dibuka bersama, misalnya ArcCatalog, Windows
Explorer, dan Notepad.
4. ArcGIS tidak 100% persen kompatible dengan ArcView 3x. Proses migrasi akan
sangat revolusioner, seperti migrasi dari MS Word 2003 ke MS Word 2007.
5. Di ArcGIS terdapat Xtool dan ET tetapi berbayar.
SUMANTRIMAN RISKA MATTA
09320190085