Deteksi Penyakit Jantung dengan MLP dan Blockchain
Deteksi Penyakit Jantung dengan MLP dan Blockchain
Kata Kunci : Artificial Intelligence, Blockchain, IoT, Multilayer Perceptron, Penyakit Jantung.
Pendahuluan
memfasilitasi lebih banyak masyarakat dalam penyakit jantung [8], dengan integrasi neural
mengadopsi gaya hidup sehat. Selain itu, network, blockchain, dan IoT, faktor risiko seperti
diperlukan penyediaan akses yang lebih baik usia, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan
terhadap layanan kesehatan yang terjangkau dan kadar kolesterol dapat dianalisis secara lebih akurat
merata di seluruh Indonesia. Salah satu upaya untuk mendukung upaya pencegahan yang efektif,
untuk menurunkan angka penderita penyakit dengan memahami dan mengelola faktor risiko
jantung di Indonesia adalah dengan menganalisis tersebut, langkah proaktif dapat diambil untuk
faktor-faktor signifikan dalam mendeteksi gejala mencegah penyakit jantung dan meningkatkan
penyakit jantung [5]. Analisis ini dapat dilakukan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi yang kuat
menggunakan metode jaringan saraf tiruan (neural antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan
network) dengan model MLP [6]. masyarakat sangat diperlukan untuk menekan
beban penyakit kardiovaskular di Indonesia,
Neural network adalah salah satu program sekaligus meningkatkan kesehatan jantung
Machine Learning yang bekerja menyerupai otak masyarakat secara signifikan.
manusia melalui model Multilayer Perceptron [2].
Teknologi ini dapat diintegrasikan dengan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
blockchain dan Internet of Things (IoT) untuk menganalisis keakuratan algoritma MLP [6] dalam
menciptakan solusi yang aman dan efisien di mengklasifikasikan data pasien penyakit jantung
bidang kesehatan. Neural network memiliki yang tersimpan dalam sistem blockchain, dengan
kemampuan untuk menganalisis data pasien yang menganalisis data yang relevan, penelitian ini
dikumpulkan melalui perangkat IoT, seperti diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan
wearable devices [2]. Menurut situs Statisa dan pengendalian penyakit jantung melalui deteksi
diperkirakan akan mencapai 29,4 miliar perangkat dini yang lebih akurat, sehingga dapat membantu
pada tahun 2030. Data tersebut dapat disimpan menurunkan angka kematian akibat penyakit
dengan aman di blockchain guna memastikan kardiovaskular, khususnya di Indonesia. Penelitian
akurasi, transparansi, dan perlindungan terhadap ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan
manipulasi, sehingga memungkinkan deteksi dini Berkelanjutan (Sustainable Development
penyakit secara real-time. Teknologi ini sangat Goals/SDGs) [9], khususnya SDG 3: Kehidupan
relevan dalam mengatasi penyakit kardiovaskular, yang Sehat dan Kesejahteraan, dengan menurunkan
yang merupakan penyebab utama kematian di angka kematian akibat penyakit tidak menular
seluruh dunia dengan 9,4 juta kasus per tahun melalui pencegahan dan deteksi dini berbasis
menurut WHO. Di Indonesia, prevalensi penyakit teknologi, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan
jantung mencapai 1,5% dari populasi, berdasarkan Infrastruktur, dengan mendorong inovasi di bidang
Riskesdas 2018, dengan risiko yang meningkat kesehatan melalui penerapan teknologi digital
pada usia 65 tahun ke atas [7]. Selain itu, tekanan seperti IoT, blockchain, dan jaringan syaraf tiruan
darah tinggi, yang memengaruhi 1,28 miliar orang [7].
di dunia, menjadi salah satu faktor utama risiko
Metode penelitian
Penyakit
Jantung
C. Model MLP
B. Preprocessing Data
proses pelatihan model dilakukan menggunakan Pada model MLP pelatihan dilakukan dengan
data testing dengan metode optimisasi Adam dan membandingkan nilai epoch, besar kecilnya nilai
fungsi loss. epoch yang ditentukan mempengaruhi proses
pembelajaran dan akan berhenti tepat pada nilai
Setelah pelatihan, model dievaluasi menggunakan epoch yang ditentukan, yaitu dengan akurasi di atas
data training dengan ya itu nilai accuracy, 90%. Berdasarkan hasil pelatihan yang dilakukan,
precision, dan recall dihitung untuk mengukur hasil perbandingan nilai akurasi dan loss accuracy
performa model. Hasil evaluasi ini digunakan adalah sebagai berikut:
untuk memastikan model mampu Tabel 7. Perbandingan Nilai Epoch menggunakan
mengklasifikasikan pasien dengan risiko penyakit Optimizer Adam
jantung secara akurat. Hasil Model Sequential yang Data Training Data Testing
Epoch
digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada
Val Val
tabel. Accuracy Loss Acc Loss
Berdasarkan Gambar.3 dapat dilihat arsitektur ini Gambar.4 Hasil confussion matrix
menampilkan beberapa lapisan, yaitu lapisan input,
lapisan tersembunyi, dan lapisan output. Tujuan Tabel confusion matrix diatas menampilkan hasil
dari visualisasi ini adalah memberikan pemahaman evaluasi kinerja model klasifikasi untuk
tentang bagaimana data diproses melalui lapisan- memprediksi apakah seorang pasien beresiko yang
lapisan tersebut untuk menghasilkan prediksi risiko mempunyai penyakit jantung.
penyakit jantung. Setiap neuron dalam lapisan
berhubungan dengan neuron pada lapisan Tabel 8. Hasil Evaluasi Model
berikutnya melalui koneksi berbobot yang Precision Recall F1- Support
diperbarui selama proses pelatihan model. score
0 (Tidak 0.89 0.86 0.88 29
Model ini menggunakan 13 neuron pada Penyakit
Jantung)
lapisan input, yang sesuai dengan jumlah fitur 1 (Penyakit 0.89 0.91 0.89 32
dalam dataset penyakit jantung. Pemilihan jumlah Jantung)
input ini didasarkan pada fitur-fitur relevan yang
tersedia dalam dataset, seperti usia, jenis kelamin, Accuracy 0.89 61
tekanan darah, kolesterol, kadar gula darah, dan Macro avg 0.89 0.88 0.88 61
hasil uji medis lainnya. Fitur-fitur tersebut
Weighted avg 0.89 0.89 0.89 61
merupakan variabel yang penting dan memiliki
korelasi dengan risiko penyakit jantung, sehingga
semuanya dimasukkan sebagai input ke dalam Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model
model. klasifikasi biner yang digunakan untuk
memprediksi penyakit jantung memiliki kinerja
Lapisan tersembunyi terdiri dari sejumlah yang baik dan seimbang di kedua kelas. Model ini
neuron yang dirancang untuk menangkap pola non- mencapai akurasi keseluruhan sebesar 89%, yang
linear dalam data. Fungsi aktivasi seperti ReLU berarti 89% dari total prediksi, baik untuk kelas
digunakan pada lapisan ini untuk memastikan “Tidak Berpenyakit Jantung” (kelas 0) maupun
model dapat belajar representasi kompleks dari “Berpenyakit Jantung” (kelas 1), adalah benar.
data. Lapisan output memiliki 1 neuron dengan Pada metrik precision, kedua kelas memiliki nilai
fungsi aktivasi sigmoid, yang bertujuan yang sama, yaitu 0.89. Hal ini menunjukkan bahwa
menghasilkan probabilitas biner untuk dari semua prediksi positif yang dibuat oleh model,
mengklasifikasikan apakah seorang pasien 89% benar untuk kedua kelas. Metrik recall
memiliki risiko penyakit jantung (1) atau tidak (0). menunjukkan kemampuan model untuk
mengidentifikasi sampel positif dengan benar.
Model ini cukup handal dan dapat diandalkan Untuk kelas 0 (tidak ada penyakit), recall tercatat
untuk aplikasi klasifikasi penyakit jantung dengan sebesar 0,86, menunjukkan bahwa 86% dari semua
tingkat kesalahan yang relatif rendah. Visualisasi sampel aktual tanpa penyakit jantung diidentifikasi
ini menunjukkan bagaimana setiap fitur input dengan benar. Sementara untuk kelas 1 (penyakit),
berkontribusi melalui jaringan untuk menghasilkan recall lebih tinggi, yaitu 0.91, yang berarti 91%
klasifikasi, sementara jumlah input ditentukan oleh dari seluruh sampel aktual dengan penyakit jantung
relevansi fitur yang tersedia dalam dataset medis. dapat terdeteksi dengan benar.
perbedaan jumlah sampel pada kedua kelas. Secara yang tinggi, terbukti dari hasil evaluasi dengan
keseluruhan, model ini memiliki performa yang nilai precision, recall, dan f1-score yang
sangat baik untuk tugas klasifikasi penyakit memuaskan. Selain itu, penggunaan teknologi
jantung, terutama pada kelas penyakit (kelas 1)
blockchain menjamin keamanan, transparansi, dan
yang memiliki recall yang lebih tinggi. Namun,
model ini masih memiliki ruang untuk perbaikan, keandalan dalam menyimpan data pasien. Data
terutama pada recall kelas 0 (tidak ada penyakit) yang dihasilkan oleh perangkat IoT dan prediksi
untuk meningkatkan sensitivitas terhadap sampel model MLP disimpan di blockchain untuk
negatif. Dengan akurasi yang tinggi dan metrik mencegah manipulasi data, sekaligus memberikan
yang konsisten, model ini cukup handal dan dapat akses yang aman dan terbatas hanya kepada pihak
diandalkan untuk aplikasi prediksi penyakit yang berwenang seperti dokter atau keluarga
jantung, dengan tingkat kesalahan yang relatif
pasien. Penerapan smart contract pada blockchain
rendah.
juga mendukung otomatisasi tindakan darurat,
Kesimpulan seperti notifikasi berisiko tinggi kepada tenaga
medis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai bahwa integrasi blockchain dan IoT,
integrasi metode blockchain untuk aplikasi berbasis dikombinasikan dengan model MLP, memberikan
IoT untuk pencegahan penyakit jantung solusi yang inovatif dan efektif untuk mendukung
menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan model pencegahan penyakit jantung. Dengan pendekatan
MLP [5], [12]. Penelitian ini berhasil ini, sistem tidak hanya me mberikan klasifikasi
mengembangkan sebuah sistem yang mampu yang akurat tetapi juga menjaga privasi dan
memanfaatkan perangkat IoT untuk keamanan data pasien, yang sangat penting dalam
mengumpulkan data kesehatan pasien secara real perawatan kesehatan berbasis teknologi. Penelitian
time, seperti detak jantung, tekanan darah, dan ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
parameter vital lainnya. Data tersebut dianalisis pengembangan teknologi perawatan kesehatan
dengan model MLP yang dirancang untuk pintar yang lebih aman dan dapat diandalkan.
mendeteksi risiko penyakit jantung dengan akurasi
9
Daftar Pustaka
[1] M. Vaduganathan, G. A. Mensah, J. V. Turco, V. Fuster, and G. A. Roth, “The Global Burden of
Cardiovascular Diseases and Risk,” Journal of the American College of Cardiology, vol. 80, no. 25, pp.
2361–2371, Dec. 2022, doi: 10.1016/[Link].2022.11.005.
[2] Irpanudin, Reka, R. Nur Anggraeni, P. Pratama, A. Sujjada, and A. Fergina, “Prediksi Penyakit Jantung
Menggunakan Metode Deep Neural network dengan Memanfaatkan Internet of Things,” jidt, pp. 45–55,
Jun. 2023, doi: 10.37034/jidt.v5i2.330.
[3] Kemenkes, “Penyakit Jantung - Penyakit Tidak Menular Indonesia.” Accessed: Dec. 23, 2024. [Online].
Available: [Link]
[4] Kemenkes, “Perkuat Intervensi Pencegahan Penyakit, Kemenkes Luncurkan Laboratorium Kesehatan
Masyarakat,” Aug. 27, 2024. Accessed: Dec. 23, 2024. [Online]. Available:
[Link]
kesehatan-masyarakat?utm_source
[5] Irpanudin, Reka, R. Nur Anggraeni, P. Pratama, A. Sujjada, and A. Fergina, “Prediksi Penyakit Jantung
Menggunakan Metode Deep Neural network dengan Memanfaatkan Internet of Things,” jidt, pp. 45–55,
Jun. 2023, doi: 10.37034/jidt.v5i2.330.
[6] R. Firdaus, D. Mualfah, and J. S. Hasanah, “Klasifikasi Multi-Class Penyakit Jantung Dengan SMOTE dan
Pearson’s Correlation menggunakan MLP,” CoSciTech, vol. 4, no. 1, pp. 262–271, Apr. 2023, doi:
10.37859/coscitech.v4i1.4769.
[7] L. Marleni and A. Alhabib, “Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner di RSI SITI Khadijah Palembang,”
JK, vol. 8, no. 3, p. 478, Nov. 2017, doi: 10.26630/jk.v8i3.663.
[8] WHO, “Hypertension.” Accessed: Dec. 23, 2024. [Online]. Available:
[Link]
[9] U. Nation, “THE 17 GOALS | Sustainable Development.” Accessed: Dec. 23, 2024. [Online]. Available:
[Link]
[10] D. Halim Susilo, “Klasifikasi Penyakit Jantung.” Accessed: Dec. 23, 2024. [Online]. Available:
[Link]
[11] Revina Rahmadani, Yenni Kurniawati, Dony Permana, and Dina Fitria, “Classification of Harvest - Non
Harvest in Rice Plant Image Using Convolutional Neural network Algorithm,” ujsds, vol. 2, no. 3, pp. 249–
256, Aug. 2024, doi: 10.24036/ujsds/vol2-iss3/181.
[12] J. Singh and R. Banerjee, “A Study on Single and Multi-layer Perceptron Neural network,” in 2019 3rd
International Conference on Computing Methodologies and Communication (ICCMC), Erode, India: IEEE,
Mar. 2019, pp. 35–40. doi: 10.1109/ICCMC.2019.8819775.
[13] Y. Wu and J. Feng, “Development and Application of Artificial Neural network,” Wireless Pers Commun,
vol. 102, no. 2, pp. 1645–1656, Sep. 2018, doi: 10.1007/s11277-017-5224-x.