Fulan Fulana
2022-71-XXX
MODUL II
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI OVER CURRENT RELAY(OCR)
PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV
I. TUJUAN
1. Mempelajari sistem proteksi dan koordinasinya pada sistem tenaga listrik
2. Dapat memahami prinsip kerja over current relay pada sistem tenaga listrik.
3. Dapat mengetahui macam-macam karakteristik kerja over current relay.
4. Dapat memahami cara setting OCR dan mensimulasikan OCR pada saluran transmisi
melalui software ETAP.
II. ALAT DAN PERLENGKAPAN
1. 1 Unit PC
2. Software ETAP 19.0.1
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
III. TEORI MODUL
Sistem proteksi adalah cara untuk mencegah atau mendeteksi kerusakan peralatan
terhadap gangguan, sehingga dapat mempertahankan kelangsungan penyaluran sistem
tenaga listrik. Proteksi pada suatu sistem tenaga listrik didesain untuk melindungi dan
mengisolasi gangguan dengan cepat serta untuk mencegah hilangnya produksi listrik
dalam jumlah besar.
Adapun beberapa syarat perencanaan sistem proteksi yang efektif :
1. Selektivitas
2. Sensitivitas
3. Kecepatan
4. Kehandalan
SALURAN TRANSMISI
Saluran transmisi berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkit ke pusat
beban, agar rugi-rugi energi listrik (losses) berkurang, maka energi listrik tersebut
ditransmisikan dengan saluran transmisi tegangan tinggi (150 kV) maupun tegangan ekstra
tinggi (500 kV). Saluran transmisi ada yang berupa saluran udara dan ada yang berupa kabel
tanah, atau kabel laut. Klasifikasi saluran transmisi berdasarkan panjang saluran :
1. Saluran pendek ( < 80 km)
2. Saluran menengah ( 80 – 250 km)
3. Saluran panjang ( > 250 km)
Gambar 2.1 Jaringan Transmisi
Sistem transmisi merupakan bagian sistem tenaga listrik sangat dinamis yang parameter dan
keadaannya berubah secara terus menerus terhadap waktu operasionalnya. Akibat dari
perubahan karakteristik tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan.. Oleh karena itu
sangat penting untuk melindungi peralatan transmisi dari kerusakan yang dapat
menyebabkan pemadaman listrik atau kerusakan permanen pada peralatan.
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
RELAI ARUS LEBIH / OVER CURRENT RELAY ( OCR )
Relai adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan pada
sistem tenaga listrik, relai arus lebih merupakan peralatan yang mensinyalir adanya arus
lebih, yang disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat antar fasa. Relay ini bekerja
berdasarkan adanya kenaikan arus yang melebihi dari nilai arus dan waktu settingnya.
Macam-Macam Karakteristik Waktu Kerja Relay
Relai arus lebih (Over Current Relay/OCR) memiliki karateristik sebagai berikut:
A. Relay Arus Lebih Waktu Kerja Seketika (Instantaneous Relay)
Relai ini akan bekerja dengan seketika tanpa adanya delay waktu jika arus yang
mengalir melebihi nilai settingnya. Relai akan bekerja dalam waktu beberapa milidetik
(10-20 ms).
Gambar 2.2 Kurva Instantaneous
B. Relay Waktu Tunda Tertentu (Definite Time)
Relai bekerja bila arus yang mengalir pada rele tersebut melebihi besarnya arus setting
( Is ) yang telah ditentukan. Dan lamanya selang waktu rele bekerja untuk memberikan
perintah tripping sesuai dengan waktu setting ( Ts ) yang diinginkan.
Gambar 2.3 Kurva Definite Time
C. Relay waktu inverse
Relai memiliki sifat berbanding terbalik antara waktu operasi relay dengan
besarnya arus gangguan, makin besar arus makin kecil waktu tundanya. Karakteristik
relai arus lebih waktu inverse dibedakan menjadi standard inverse, very inverse, ultra
inverse, dan extremely inverse.
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Gambar 2.4 Kurva Invers
Gambar 2.5
Setelan Current Transformator
Speralatan
Rasio CT =
√ 3 ×V
Setting Arus
I Set = k x I FLA
I set
I Pick Up =
Rasio CT Primer
Setelan Waktu
I SC min
(( ) ¿ ¿ a−1)
TMS = I Set
tx ¿
b
b
x TMS
( )
a
TD = I SC min
−1
I set
Keterangan :
I set = Arus Setting (A)
I FLA = Arus Nominal (A)
I Pick Up = Arus Minimum Relay Bekerja (A)
TMS = Time Multiple Setting / Setting Waktu Relay
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Relay Characteristic a b
Standard Inverse (SI) 0,02 0,14
Very Inverse (VI) 1 13,5
Extremely Inverse (EI) 2 80
Long Time Inverse 1 120
TD = Delay Waktu Kerja Relay (S)
If = Arus Hubung Singkat Terbesar Antar Fasa (A)
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
IV. TEORI TAMBAHAN
Pengertian Rele Proteksi
Pengertian rele proteksi secara umum adalah suatu rele yang di gunakan untuk
mengamankan peralatan-peralatan listrik terhadap kondisi abnormal (adanya gangguan).
Rele proteksi adalah sebuah alat yang bekerja secara otomatis untuk mengatur atau
menghubungkan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya
perubahan rangkaian yang lain. Istilah rele paling sering dipakai pada rangkaian listrik,
oleh karena itu sering disebut juga dengan rele listrik.
Pembagian lokasi Rele
Menurut pembagian lokasi pengaman rele proteksi dibagi atas dua kelompok yaitu :
1. Rele proteksi pembangkit
2. Rele proteksi jala-jala atau distribusi
Bentuk Rele Proteksi
Ada dua bentuk rele proteksi yang pokok yaitu elektromagnetik dan semi
konduktor (solid state). Untuk tujuan-tujuan khusus misalnya proteksi over load di
gunakan suatu proteksi termal bimetal. Bentuk-bentuk dasar tipe elektromagnetik antara
lain piringan induksi, mangkok industri, armatur berengsel dan aksi plunger. Armatur
berengsel dan tipe plunger adalah tipe yang paling sederhana dan bersandar pada
penarikan armatur atau plunger akibat suatu gaya elektromagnetik yang dapat di aliri
tegangan AC dan DC.
Over Current Relay (OCR)
Over current relay atau relai arus lebih bekerja ketika ada hubung singkat yang
berdampak pada kenaikan arus, oleh karena itu disebut relai arus lebih. Relai arus lebih
yang ada sekarang memiliki 2 kemampuan yaitu sebagai relai arus lebih (Over Current
Relay, OCR) dan relai gangguan tanah (Ground Fault Relay, GFR). Relai arus lebih
dapat dikoordinasikan dengan relai lain atau dengan GFR dengan memberikan tunda
waktu yang sebenarnya merupakan inti dari setelan relai selain juga perhitungan setelan
arus.
Relay
Relai merupakan suatu peralatan yang direncanakan untuk merasakan atau
mendeteksi, mengukur adanya gangguan dan mulai merasakan adanya ketidaknormalan
peralatan listrik dan segera secara otomatis membuka pemutus tenaga untuk
memisahkan peralatan atau bagian dari sistem yang terganggu dan memberi isyarat
berupa bel atau lampu.
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Relai pada sistem tenaga listrik mempunyai fungsi sebagai berikut :
Merasakan, mengukur, dan menentukan bagian sistem yang terganggu serta
memisahkan secepatnya sehingga sistem lainnya yang tidak terganggu dapat
beroperasi secara normal.
Mengurangi kerusakan yang lebih parah dari peralatan yang terganggu.
Mengurangi pengaruh gangguan bagian sistem yang lain yang tidak terganggu
didalam sistem tersebut. Di samping itu mencegah meluasnya gangguan serta
memperkecil bahaya bagi manusia
Standar Inverse
Standard Inverse adalah jenis relai arus lebih yang sangat baik untuk dikoordinasikan
karena selain memiliki tunda waktu yang statis dan juga memiliki setelan kurva arus
dan waktu sehingga relai arus lebih jenis ini dapat memberikan tunda waktu tergantung
dari arus yang terukur. Makin besar arus, maka semakin kecil waktu tundanya.
Gambar 4.1 Karakteristik Relay Arus Lebih Waktu Terbalik (Standard Inverse)
Prinsip Kerja OCR
Prinsip kerja over current relay adalah berdasarkan adanya arus lebih yang dirasakan
relai, baik disebabkan adanya gangguan hubung singkat atau overload (beban lebih)
untuk kemudian memberikan perintah trip ke PMT sesuai dengan karakteristik
waktunya.(Dermawan & Nugroho, 2021)(Yani & Putra, 2019)
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Sumber
Dermawan, E., & Nugroho, D. (2021). Analisa Koordinasi Over Current Relay Dan
Ground Fault Relay Di Sistem Proteksi Feeder Gardu Induk 20 kV Jababeka.
Jurnal Elektum, 14(2), 43–48.
[Link]
Yani, R. A., & Putra, D. E. (2019). Analisis Proteksi Gangguan Arus Lebih Pada
Transformator Daya di PT. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Palembang. Jurnal
Unpal, 8(1), 35–42.
Dermawan, E., & Nugroho, D. (2021). Analisa Koordinasi Over Current Relay
Dan Ground Fault Relay Di Sistem Proteksi Feeder Gardu Induk 20 kV
Jababeka. Jurnal Elektum, 14(2), 43–48.
[Link]
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Buatlah project dan folder sesuai dengan nama praktikan masing -masing. Pada modul
ini, rangkaian melanjutkan dari modul sebelumnya.
2. Pilih Short Circuit , lalu cari nilai arus maksimum dan arus
minimum .
3. Setelah berhasil, pilih Star – Protection & Coordinasion , lalu edit
study case , pilih fault type 2 phase ( line- to- line) .
4. Lalu berikan gangguan pada Bus 33 di bagian Transmisi 150kV.
5. Catatlah nilai arus hubung singkat (if) yang terdapat pada
sequence viewer .
6. Cetak waktu kerja relay dengan cara block keempat relay lalu klik Create Star
View .
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
VI. GAMBAR RANGKAIAN
Rangkaian ketika cb trip semua
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Grafik normalized TCC dan unnormalized TCC
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
VII. HASIL DAN ANALISA
Tabel 5.1 Perhitungan Setting Over Current Relay
Inom Rasio CT (Ampere) Time
ISET IPick UP
Pengaman Beban Delay
Primer Sekunder (Ampere) (Ampere)
(Ampere) (s)
OCR 1 5,77 25 1 0,189 7,5 0,3
Pada tabel 5.1 berisi tentang perhitungan setting over current relay (OCR) yang dimana tabel
5.1 ini kita mengisi arus beban, rasio ct, time delay, Iset dan arus pickup. Dari tabel ini dapat
diketahui bahwa arus bebannya adalah 5,77 A dan set arus adalah 7,5 Ampere yang dimana
relay akan memproteksi arus dengan waktu delay 0,189 s dengan rasio CT 25 banding 1. Untuk
arus pickup pada OCR 1 ini adalah 0,3 Ampere.
Tabel 5.2 Perhitungan Setting Over Current Relay 2
Inom Rasio CT (Ampere) Time
ISET IPick UP
Pengaman Beban Delay
Primer Sekunder (Ampere) (Ampere)
(Ampere) (s)
OCR 2 19,25 25 1 0,277 10,57 0,423
Pada tabel 5.2 berisi tentang perhitungan setting over current relay (OCR) yang dimana tabel
5.2 ini kita mengisi arus beban, rasio ct, time delay, Iset dan arus pickup. Dari tabel ini dapat
diketahui bahwa arus bebannya adalah 19,25 A dan set arus adalah 10,57 Ampere yang dimana
relay akan memproteksi arus dengan waktu delay 0,277 s dengan rasio CT 25 banding 1. Untuk
arus pickup pada OCR 1 ini adalah 0,423 Ampere.
Tabel 5.3 Koordinasi Over Current Relay
Nama Relay If (Ampere) Waktu Kerja Relay (ms)
Relay 1 0,054 189
Relay 2 0,054 277
Tabel 5.3 berisi tentang koordinasi Over Current Relay (OCR) yang dimana pada tabel ini kita
mengisi arus dan waktu kerja relay. Disini terdapat dua relay yaitu relay 1 dan relay 2, yang
dimana relay 1 dan relay 2 memiliki nilai arus yang sama walaupun waktu kerja relay yang
berbeda. Relay 1 memiliki waktu kerja relay sebesar 189 ms, sedangkan relay 2 memiliki
waktu kerja relay sebesar 277 ms.
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
VIII. PERTANYAAN
1. Apa yang dimaksud dengan main protection dan backup protection pada sistem
proteksi?
Jawab:
Main protection adalah sistem proteksi utama yang dirancang untuk mendeteksi
dan memutuskan arus gangguan dengan cepat dan akurat.
Backup protection adalah sistem proteksi tambahan yang berfungsi sebagai
cadangan jika main protection gagal beroperasi.
2. Analisa jika CB Backup bekerja terlebih dahulu daripada CB Main pada sistem
proteksi!
Jawab:
Operasi circuit breaker (CB) cadangan sebelum CB utama menandakan adanya
masalah dalam desain atau pengaturan sistem perlindungan. Kondisi ini dapat
mengakibatkan pemadaman yang lebih lama, potensi kerusakan pada peralatan, serta
penurunan keandalan sistem. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh
terhadap pengaturan dan desain sistem perlindungan untuk memastikan bahwa
gangguan dapat dikelola dengan efisien dan efektif.
3. Mengapa saat percobaan, kita mencari nilai arus minimum gangguan 2 fasa dan nilai
arus maksimum gangguan 3 fasa?
Jawab:
Untuk memahami karakteristik gangguan, yang dimana arus minimum dua fasa
penting untuk merancang proteksi yang sensitif terhadap gangguan kecil, sedangkan
arus maksimum tiga fasa memastikan perangkat proteksi dapat menangani kondisi
ekstra.
4. Apa itu Inrush Current Trafo, dan apa yang terjadi jika mengatur time delay dibawah
waktu Inrush Current Trafo?
Jawab:
Inrush current pada transformator adalah arus tinggi yang muncul saat transformator
pertama kali dinyalakan atau terhubung ke sumber daya. Jika pengaturan waktu tunda
terlalu pendek dibandingkan durasi inrush current, hal ini dapat menyebabkan trip
prematur pada sistem perlindungan, yang mengganggu operasi dan meningkatkan
risiko kerusakan peralatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengatur waktu
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
penundaan dengan tepat guna menghindari masalah tersebut.
5. Gambarkan kurva dengan (X = waktu ; Y= arus) dengan menggunakan data
pengamatan 5.3!
Jawab:
RELAY2
RELAY1
ms
189 227
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
IX. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari modul ini adalah sebagai berikut.
1. Sistem proteksi dan koordinasinya pada sistem tenaga listrik bertujuan untuk
mendeteksi adanya gangguan pada sistem tenaga listrik.
2. Prinsip kerja overcurrent relay pada sistem tenaga listrik adalah mendeteksi arus
berlebih dan memutus aliran listrik untuk melindungi alat-alat listrik.
3. Berbagai jenis karakteristik kerja overcurrent relay termasuk karakteristik waktu-
invers, waktu-lebih, dan waktu-instan. Karakteristik ini memungkinkan relay untuk
memberikan respons yang berbeda berdasarkan besarnya arus gangguan, sehingga
meningkatkan fleksibilitas dan keandalan perlindungan dalam sistem.
4. Pengaturan dan simulasi OCR pada software ETAP dilakukan dengan
menyesuaikan nilai arus pickup dan karakteristik waktu.
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
X. REPORT
Complete
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN
Fulan Fulana
2022-71-XXX
Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
Institut Teknologi PLN