0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Karakteristik Beton dengan Bambu Ampel

Diunggah oleh

7jyqby8xtb
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Karakteristik Beton dengan Bambu Ampel

Diunggah oleh

7jyqby8xtb
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link]

php/SIKLUS

sIKLUs : Jurnal Teknik Sipil


p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973 Vol 9 , No. 1, April 2023, pp 95-102

Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai Pengganti


Sebagian Agregat Kasar

Athaya Zhafirah*1, Wildan Taufik Nugraha2


1,2
Program Studi Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No.1, Jayaraga, Kabupaten Garut, 44151

Submited : 30, November, 2023; Accepted: 06, Maret, 2023

Abstrak

Teknologi material konstruksi semakin berkembang sehingga muncul berbagai macam


inovasi, salah satunya penggunaan bambu sebagai pengganti bahan campuran beton.
Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana pengaruh potongan bambu yang
menggantikan sebagian agregat kasar pada karakteristik beton. Eksperimental di
laboratorium dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan pengujian kuat tekan dan
kuat tarik belah. Bambu yang digunakan berjenis ampel dengan variasi 10%; 15%; dan
20%. Kuat tekan beton normal 25,37 MPa, sedangkan campuran 10%; 15%; dan 20%
berturut-turut 15,34 MPa; 13,33 MPa; dan 12,59 MPa. Kuat tarik belah beton normal 2,37
MPa, sedangkan campuran 10%; 15%; dan 20% berturut-turut 2,23 MPa; 1,83 MPa; dan
1,65 MPa. Potongan bambu mengakibatkan berkurangnya pengikatan antara semen
dengan agregat kasar, karena tingkat penyerapan air dan tingkat keausan pada bambu
tinggi, serta kecenderungan penyusutan bambu saat pengerasan beton.

Kata Kunci : bambu ampel; beton; kuat tarik belah; kuat tekan

Abstract

Construction material technology is growing so that various innovations have emerged,


one of which is using bamboo as a substitute for concrete mixtures. The study sought to
ascertain how the qualities of the concrete would change if bamboo bits were used in
place of part of the coarse aggregates. Laboratory experiments were carried out in this
study by testing compressive strength and split tensile strength. The bamboo used is ampel
type with a variation of 10%; 15%; and 20%. Normal concrete compressive strength is
25.37 MPa, while the mixture is 10%; 15%; and 20%, respectively 15.34 MPa; 13.33
MPa; and 12.59 MPa. Concrete's standard split tensile strength is 2.37 MPa, while the
mixture is 10%; 15%; and 20%, respectively 2.23 MPa; 1.83 MPa; and 1.65 MPa.
Bamboo pieces result in reduced bonding between cement and coarse aggregate due to
the high level of water absorption and wear rates in bamboo, as well as the tendency of
bamboo to shrink when the concrete hardens.

Keywords : ampel bamboo; compressive strength; concrete; split tensile strength


*Corresponding author e-mail : athaya@[Link]
Anotherauthor 1811035@[Link]
doi : 10.31849/siklus.v9i1.12053, 95
Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

A. PENDAHULUAN penambahan 2% dan 3% serat bambu


menurunkan kuat tekan dan kuat tarik
Teknologi untuk modifikasi
yang disebabkan oleh terciptanya rongga
material konstruksi semakin berkembang,
sehingga mengganggu ikatan antara pasta
salah satunya beton. Banyak alternatif
semen dengan agregat (Trimurtiningrum,
material pengganti sebagian bahan
2018). Penelitian lain yang menggunakan
campuran beton dengan menggunakan
serat bambu sebagai pengganti sebagian
bahan lain, seperti bambu. Bambu sudah
semen menghasilkan penurunan kekuatan
banyak digunakan untuk dikombinasikan
tekan beton, namun perilaku keruntuhan
dengan beton, di antaranya bambu utuh
tergolong baik, yaitu menjadi lebih keras
sebagai konstruksi utama yang dilapisi
dibandingkan tanpa serat bambu
dengan beton untuk menambah
(Junnaidy et al., 2017).
kekakuan, tulangan pada konstruksi
beton bertulang yang digantikan dengan Penelitian mengenai penggunaan
bambu, dan bambu bagian serat bambu sebagai tulangan atau sebagai
digunakan untuk memperbaiki kekuatan bahan tambah dan bahan pengganti
tarik beton. sebagian bahan pada campuran beton
sudah banyak dilakukan. Kebaruan
Tulangan baja pada beton bertulang
penggunaan bambu pada beton di
yang digantikan dengan bambu
penelitian ini yaitu bentuk, ukuran, dan
menghasilkan hubungan jarak sengkang
jenis bambu yang digunakan. Bentuk dan
pada kapasitas lentur balok, yaitu jarak
ukuran bambu pada penelitian ini dibuat
sengkang yang semakin pendek, semakin
sama dengan ukuran agregat kasar, yaitu
besar kapasitas lentur balok (Kurniawan,
1 cm dan 1,5 cm dengan maksud agar
2016). Selain itu, tulangan kulit bambu
bambu dapat menggantikan sebagian
dapat menghasilkan kuat lentur yang
susunan agregat kasar. Bambu ampel
lebih tinggi (Cahya et al., 2019; Hidayat
yang banyak tersedia di daerah
et al., 2017). Tulangan bambu petung
Kabupaten Garut digunakan pada
dapat digunakan karena menghasilkan
penelitian ini.
kuat lekat yang tinggi dengan variasi
bentuk pilinan, persegi divernis, persegi Tujuan dari penelitian ini adalah
dililit kawat, bulat divernis, dan bulat mengetahui bagaimana pengaruh
dililit kawat (Mulyati & A, 2016). Beton penggunaan potongan bambu ampel
bertulang bambu berpotensi berukuran 1 cm dan 1,5 cm dengan
menggantikan beton bertulang baja, variasi 0%, 15%, dan 20% terhadap
karena sifat bambu yang mendekati sifat agregat kasar berdasarkan karakteristik
baja mutu sedang (Nurmayadi, 2017). beton, yaitu kuat tarik belah dan kuat
tekan.
Penggunaan bambu sebagai agregat
hanya dapat digunakan pada beton non
B. TINJAUAN PUSTAKA
struktural dikarenakan daya serap bambu
terhadap air tinggi (Darmansyah & 1. Beton
Rosyad, 2019; Kapita & Mulya, 2021).
Semen, agregat halus, agregat kasar,
Serat bambu 3 cm pada beton dapat
air, dan/atau aditif tambahan semuanya
meningkatkan kuat lekat beton sampai
dicampur bersama untuk membentuk
28% (Nurhidayati, 2019). Studi lain
beton. Kualitas beton sangat bergantung
menunjukkan bahwa penambahan 1%
pada kualitas masing-masing bahan
serat bambu pada beton meningkatkan
campuran. Kekuatan tekan dan tarik
kuat tarik dan kuat tekan, namun
belah beton merupakan karakteristik

96 doi : 10.31849/siklus.v9i1.12053, p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973


Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

beton. Sifat dan jenis agregat, jenis dalam penelitian ini adalah melakukan
campuran, perawatan, dan umur beton studi literatur mengenai penggunaan
merupakan beberapa variabel yang bambu pada campuran beton, kemudian
mempengaruhi kekuatan beton. Kuat pengujian bahan campuran beton, yaitu
tarik berdampak juga pada kapasitas agregat kasar dan halus. Perencanaan
beton, yaitu kemampuan beton dalam campuran beton dilakukan untuk
mengatasi retakan pertama sebelum menentukan komposisi setiap bahan yang
dibebani. digunakan. Setelah komposisi bahan
didapatkan, selanjutnya pembuatan benda
2. Bambu Ampel
uji beton tanpa potongan bambu dan
Bambu ampel (bambusa vulgaris) dengan potongan bambu. Benda uji
paling banyak dibudidayakan di kawasan selanjutnya dilakukan perawatan selama
sub-tropis dan tropis. Habitat bambusa 28 hari. Tahap akhir eksperimental adalah
vulgaris dapat ditemukan pada ketinggian dengan melakukan pengujian kuat tarik
1200 mdpl di wilayah pantropical. belah dan kuat tekan. Laboratorium
Kondisi dataran rendah dengan cuaca Teknik Sipil Institut Teknologi Garut
lembab merupakan tempat yang baik bagi berfungsi sebagai tempat untuk
bambu ampel untuk tumbuh subur. dilakukannya pengujian. Selanjutnya
Batang berwarna hijau cerah, daging dilakukan pengolahan data dan
cukup tebal, ruas banyak dan tidak terlalu melakukan pembahasan hasil pengujian
panjang, serta batang yang semakin yang didapatkan.
melengkung merupakan ciri-ciri bambu Potongan bambu yang digunakan
ampel. Bambu ampel berwarna hijau berjenis bambu ampel yang berasal dari
terang bergaris kuning, bersilia, dan daerah Kabupaten Garut. Ukuran
berumpun tegak. Batang bambu ampel potongan bambu pada penelitian ini
memiliki panjang 5,8 m; diameter 4 cm; adalah 1,0 cm dan 1,5 cm, terlihat pada
tebal daging 1 cm; lebar rongga 3 cm; dan Gambar 2. Variasi potongan bambu
panjang keseluruhan 24 cm. adalah 0%; 10%; 15%; dan 20% dari
volume agregat kasar, juga ditambahkan
C. METODE PENELITIAN superplasticizer. Beton tanpa potongan
Metode eksperimental di bambu selanjutnya disebut dengan BU0;
laboratorium digunakan karena dapat beton normal dengan potongan bambu
dijadikan metode yang efektif untuk 10% selanjutnya disebut dengan BU10;
mengetahui pengaruh bambu pada kuat beton normal dengan potongan bambu
tarik dan kuat tekan beton (Zhafirah et al., 15% selanjutnya disebut dengan BU15;
2020). Gambar 1 menujukkan diagram dan beton normal dengan potongan
alir yang menggambarkan tahapan bambu 20% selanjutnya disebut dengan
penelitian. Tahapan yang dilakukan BU20. Penamaan benda uji dapat dilihat
pada Tabel 1.

p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973, doi : 10.31849/siklus. v9i1.12053 97


Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

Mulai

Studi literatur

Pengujian bahan campuran beton

Pengujian agregat halus:


Pengujian agregat kasar:
 Berat volume
 Berat volume
 Analisis saringan
 Analisis saringan
 Berat jenis
 Berat jenis
 Penyerapan
 Penyerapan
 Kadar lumpur
 Keausan
 Kadar zat organik
 Kadar air
 Kadar air

Perencanaan campuran beton

Pembuatan benda uji:


 Beton normal + superplasticizer
 Beton normal + potongan bambu + superplasticizer

Perawatan benda uji selama 28 hari

Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah

Pengolahan data

Hasil dan pembahasan

Selesai

Gambar 1. Tahapan penelitian

Bambu ampel

Ukuran 1,0 cm Ukuran 1,5 cm


Gambar 2. Bambu ampel

98 doi : 10.31849/siklus.v9i1.12053, p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973


Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

Tabel 1. Penamaan benda uji


Benda uji Simbol
Beton normal + superplasticizer BU0
Beton normal + potongan bambu 10% + superplasticizer BU10
Beton normal + potongan bambu 15% + superplasticizer BU15
Beton normal + potongan bambu 20% + superplasticizer BU20

Tabel 2. Hasil pengujian agregat kasar dan agregat halus


Jenis pengujian ASTM C.33 Hasil Keterangan
Agregat kasar
Berat volume gembur 1,4-1,9 kg/lt 1,28 kg/lt Memenuhi
Berat volume padat 1,4-1,9 kg/lt 1,53 kg/lt Memenuhi
BJ bulk 1,6-3,2 2,50 Memenuhi
BJ SSD 1,6-3,2 2,61 Memenuhi
BJ apparent 1,6-3,2 2,83 Memenuhi
Absorpsi 0,2-4% 4% Memenuhi
Keausan < 50% 3,04% Memenuhi
Agregat halus
Kadar lumpur < 5% 2,22%
Berat volume gembur 1,4-1,9 kg/lt 1,55 kg/lt Memenuhi
Berat volume padat 1,4-1,9 kg/lt 1,73 kg/lt Memenuhi
BJ bulk 1,6-3,3 2,54 Memenuhi
BJ SSD 1,6-3,3 2,56 Memenuhi
BJ apparent 1,6-3,3 2,61 Memenuhi
Absorpsi < 2% 1,01% Memenuhi
Modulus kehalusan 2,3-3,1 3,08 Memenuhi

D. HASIL DAN PEMBAHASAN


2. Hasil Pengujian Beton
1. Hasil Pengujian Bahan
Tabel 4 dan Gambar 3 keduanya
Pemenuhan spesifikasi bahan untuk menunjukkan hasil uji kuat tekan dan
campuran beton berdasarkan ASTM kuat tarik belah untuk masing-masing
C.33. Tabel 2 menunjukkan hasil benda uji. Keruntuhan beton akibat uji
pengujian agregat kasar dan agregat tekan dan uji tarik belah terlihat pada
halus. Agregat kasar dan agregat halus Gambar 4.
lolos uji dan dapat digunakan karena
memenuhi persyaratan.
Tabel 4. Hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah
Kuat tekan Kuat tarik belah
Benda uji
(MPa) (MPa)
BU0 25,37 2,37
BU1 15,34 2,23
BU3 13,33 1,83
BU5 12,59 1,65

p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973, doi : 10.31849/siklus. v9i1.12053 99


Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

Kuat tekan Kuat tarik belah


30
BU0; 25,37

25

20 BU10; 15,34
BU15; 13,33
BU20; 12,59
MPa

15

10

BU0; 2,37 BU10; 2,23 BU15; 1,83


5 BU20; 1,65

0
BU0 BU10 BU15 BU20
Gambar 3. Grafik kuat tekan dan kuat tarik belah

Kuat tekan Kuat tarik belah


Gambar 4. Bentuk keruntuhan benda uji
Nilai kuat tekan beton tanpa
Nilai kuat tarik belah beton tanpa
potongan bambu adalah 25,37 MPa dan
potongan bambu adalah 2,37 MPa dan
beton dengan campuran 10%; 15%; dan
beton dengan campuran 10%; 15%; dan
25% potongan bambu berturut-turut
25% potongan bambu berturut-turut 2,23
15,34 MPa; 13,33 MPa; dan 12,59 MPa.
MPa; 1,83 MPa; dan 1,65 MPa. Gambar
Gambar 3 menunjukkan bahwa kuat
3 menunjukkan bahwa kuat tarik belah
tekan beton menurun seiring dengan
beton menurun seiring dengan
bertambahnya persentase potongan
bertambahnya persentase potongan
bambu. Hal tersebut dikarenakan bambu
bambu. Hal tersebut dikarenakan
memiliki tingkat keausan yang tinggi
kecenderungan penyusutan bambu
dibandingkan dengan agregat kasar
setelah beton mengeras, sehingga
(Kapita & Mulya, 2021; Pujianto &
membentuk ruang antara agregat dengan
Tajuddin, 2016).
pasta semen (Kapita & Mulya, 2021;
Pujianto & Tajuddin, 2016)

100 doi : 10.31849/siklus.v9i1.12053, p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973


Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

E. KESIMPULAN Untuk Meningkatkan Daktalitas


Pada Keruntuhan Beton.
Berdasarkan hasil pengujian kuat
Https://[Link]/10.21063/Spi3.101
tekan dan kuat tarik belah beton dapat
7.131-135
disimpulkan bahwa nilai kuat tekan
Kapita, H., & Mulya, E. R. (2021).
beton dengan persentase potongan
Pemanfaatan Bambu Tabadiku
bambu 10%; 15%; dan 25% berturut-
Sebagai Agregat Kasar Pada
turut menurun 39%; 47%; dan 50%
Pengujian Kuat Tekan Beton. Jurnal
dibandingkan dengan beton tanpa
Serambi Engineering.
potongan bambu. Nilai kuat tarik belah
Https://[Link]/10.32672/Jse.V6i1.
beton dengan persentase potongan
2646
bambu 10%; 15%; dan 25% berturut-
Kurniawan, A. M. (2016). Pengaruh
turut menurun 6%; 23%; dan 30%
Variasi Jarak Sengkang Terhadap
dibandingkan dengan beton tanpa
Kapasitas Lentur Balok Beton
potongan bambu.
Bertulang Bambu Yang Terkang
Hal tersebut dikarenakan keausan Pada Jalur Tekannya. Jurnal Qua
bambu yang tinggi sehingga menurunkan Teknika.
kuat tekan beton dan kecenderungan Https://[Link]/10.35457/Quatekni
menyusutnya bambu yang ka.V6i2.332
mengakibatkan terbentuknya celah di Mulyati, M., & A, A. (2016). Tinjauan
antara agregat dan pasta semen sehingga Kuat Lekat Tulangan Bambu
menurunkan kuat tarik belah beton. Dengan Beton. Jurnal Momentum.
Https://[Link]/10.21063/Jm.2016.
DAFTAR PUSTAKA V18.2.1-5
Cahya, A. D., Setianto Poernomo, Y. C., Nurhidayati, A. (2019). Studi
& Ridwan, A. (2019). Perbandingan Eksperimental Pengaruh
Kapasitas Kuat Lentur Pada Beton Penambahan Bambu Petung Sebagai
Balok Tulangan Bambu Pilin Fiber Terhadap Kuat Lekat Beton
Dengan Kulit Dan Tanpa Kulit. Serat Pasca Bakar. Jurnal Ilmiah
Jurnal Manajemen Teknologi & Pendidikan Teknik Dan Kejuruan.
Teknik Sipil. Https://[Link]/10.20961/Jiptek.V1
Https://[Link]/10.30737/Jurmatek 2i1.28250
s.V2i2.528 Nurmayadi, M. S. A.-H. (2017).
Darmansyah, Y. P., & Rosyad, F. (2019). Pemanfaatan Material Bambu
Pengaruh Variasi Bentuk Potongan Sebagai Alternatif Pengganti Besi
Agregat Bambu Petung Terhadap Pada Konstruksi Beton Bertulang.
Berat Jenis Dan Kuat Tekan Beton Jurnal Teknik Sipil.
Ringan. FORUM MEKANIKA. Pujianto, A., & Tajuddin, M. (2016).
Https://[Link]/10.33322/Forumme Pengaruh Penggunaan Bambu
kanika.V8i2.656 Sebagai Pengganti Agregat Split
Hidayat, A. K., Ramdani, Y., & Bambu, Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan.
K. K. (2017). Analisis Efektivitas Semesta Teknika.
Beton Bertulang Bambu Dengan Https://[Link]/10.18196/St.V15i2.
Strand Bamboo Woven ( Sbw ) Pada 1357
Bangunan Air. Jurnal Siliwangi. Trimurtiningrum, R. (2018). Pengaruh
Junnaidy, R., Masdar, A. ., Marta, R., & Penambahan Serat Bambu Terhadap
Masdar, A. (2017). Penggunaan Kuat Tarik Dan Kuat Tekan Beton.
Serat Bambu Pada Campuran Beton Jurnal Hasil Penelitian LPPM

p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973, doi : 10.31849/siklus. v9i1.12053 101
Zhafirah, A,. Nugraha, W,T,./ Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai
Pengganti Sebagian Agregat Kasar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No. 1, April 2023 pp 95 – 102

Untag Surabaya Januari. 899X/732/1/012019


Zhafirah, A., Syahril, S., & Somantri, A.
K. (2020). Experimental Test Of
Concrete Plate Deflection On Soft © 2023 Siklus Jurnal Teknik
Soil Improved By Prefabricated Sipil All rights reserved. This
Vertical Drain. IOP Conference is an open access article
distributed under the terms of the CC BY Licens
Series: Materials Science And
([Link]
Engineering.
Https://[Link]/10.1088/1757-

102 doi : 10.31849/siklus.v9i1.12053, p- ISSN 2443- 1729 e- ISSN 2549- 3973

Anda mungkin juga menyukai