POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
POLICY BRIEF
Provinsi DKI Jakarta
RENCANA PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN
KAWASAN PERMUKIMAN (RP3KP) PROVINSI DKI JAKARTA
1
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
A. RINGKASAN EKSEKUTIF
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan
Permukiman serta Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016, Rencana Pembangunan
dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) menjadi sebuah
skenario penyelenggaraan pengelolaan bidang perumahan dan kawasan permukiman
yang terkoordinasi dan terpadu baik secara lintas sektoral maupun wilayah administratif.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman Provinsi DKI Jakarta telah menyusun Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D) Tingkat Provinsi dan
disempurnakan melalui kegiatan Pemantapan RP4D Tingkat Provinsi pada tahun 2011
yang dilanjutkan pada tahun 2013 dengan kajian RP4D di 6 Wilayah Kota Administrasi dan
Kabupaten.
Sementara itu pada tahun 2016 dokumen Kajian RP4D di 5 Wilayah Kota Administrasi dan
Kabupaten disempurnakan menjadi dokumen RP3KP serta menghasilkan draft peraturan
gubernur terkait perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi DKI Jakarta. Namun
sampai saat ini draft peraturan gubernur tersebut belum ditetapkan dan disahkan menjadi
sebuah produk hukum. Pada tahun 2023 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali
melakukan kajian untuk mereview berbagai rencana pengembangan perumahan dan
kawasan permukiman dengan melakukan penyusunan dokumen RP3KP.
Berbagai kendala muncul dalam upaya penyelenggaraan urusan perumahan dan kawasan
permukiman akibat belum adanya satu acuan bersama yang telah disahkan secara legal
dan dapat diacu oleh semua stakeholders. Hal tersebut memberikan gambaran mengenai
urgensi untuk melakukan proses legalisasi dokumen RP3KP, sehingga diharapkan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memiliki acuan bersama berupa dokumen RP3KP
yang telah disahkan dalam bentuk peraturan gubernur.
Diantara muatan yang perlu diatur dalam peraturan gubernur tentang RP3KP mencakup
beberapa hal yaitu : 1) Sistematika; 2) Muatan Substansi dan Ruang Lingkup; 3) Jangka
Waktu; 4) Kerjasama; 5) Pembinaan dan Pengawasan; 6) Pembiayaan; serta 7) Insentif
dan Disinsentif/ Sanksi.
2
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
B. PENDAHULUAN
Indonesia sebagai bagian tatanan masyarakat global saat ini optimis untuk terus maju
dengan slogan Indonesia Emas di 2045. Indonesia yang Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur
menjadi visi Indonesia menuju genap 100 tahun merdeka. Dalam RPJPN 2025-2045
tertuang 8 (delapan) misi (agenda) pembangunan, diantaranya 1) Mewujudkan
Transformasi Sosial; 2) Mewujudkan Transformasi Ekonomi; 3) Mewujudkan Transformasi
Tata Kelola; 4) Memantapkan Supremasi Hukum, Stabilitas dan Kepemimpinan Indonesia;
5) Memantapkan Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi; 6) Pembangunan Kewilayahan;
7) Dukungan Sarana dan Prasarana yang Berkualitas dan Ramah Lingkungan; dan 8)
Kesinambungan Pembangunan untuk Mengawal Pencapaian Indonesia Emas. Dalam
pencapaian visi dan misi tersebut, dilakukan berbagai upaya transformatif untuk
transformasi Indonesia secara menyeluruh di berbagai bidang pembangunan, baik dari
sosial, ekonomi maupun tata kelola. Transformasi ini penting untuk mewujudkan
pembangunan yang kompetitif, dengan didorong oleh peningkatan produktivitas yang
inklusif dan berkelanjutan.1
Pembangunan ekonomi Indonesia dalam 20 tahun kedepan akan mengalami perubahan
besar yang menuntut dilakukannya transformasi ekonomi. Salah satu bentuk transformasi
ekonomi yang diterapkan diseluruh perkotaan di Indonesia yaitu dengan menguatkan
perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Pengembangan wilayah DKI Jakarta
khususnya sebagai Wilayah Metropolitan yang merupakan pusat jasa dan perdagangan
perlu dikuatkan sehingga dapat menjadi hub ekonomi nasional maupun global. Ditambah
dengan adanya pemindahan Ibukota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, dapat
memfokuskan Jakarta sebagai Kota Global. Sehingga, Jakarta perlu lebih giat
bertransformasi mulai dari aksesibilitas, perbaikan lingkungan, perumahan dan liveability.
Sektor perumahan ini menjadi fokus penting yang perlu dibenahi agar seluruh rumah
tangga dapat memiliki hunian yang layak, terjangkau dan berkelanjutan, sesuai dengan
arah tujuan pembangunan Indonesia.
Perwujudan hal tersebut tidak lepas dari pengembangan kebijakan pembangunan daerah,
pelaksanaan yang efektif, serta pembiayaan pembangunan yang inovatif. Rencana
Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
menjadi sebuah skenario penyelenggaraan pengelolaan bidang perumahan dan kawasan
1
Bappenas, Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, Jakarta, 2023.
3
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
permukiman yang terkoordinasi dan terpadu baik secara lintas sektoral maupun wilayah
administratif. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP) pada Pasal 15, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan dan pengembangan PKP, salah
satunya melalui penyusunan RP3KP.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan bagian dari pemerintah yang tentu memiliki
tugas, kewenangan dan tanggung jawab pada penyelenggaraan urusan pemerintahan
yang mencakup 5 Kota Administrasi dan 1 Kabupaten. Dengan demikian keselarasan
kebijakan dan Tindakan merupakan suatu keharusan untuk mengemban amanat Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia sebagai dasar hukum tertinggi dan sebagai
bagian dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
C. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan dalam menangani permasalahan perumahan
dan kawasan permukiman sebagai salah satu prioritas pembangunan. Jakarta Kota Maju,
Lestari dan Berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan
dan kesejahteraan bagi semua yang merupakan visi RPJMD DKI Jakarta Tahun 2017-2022
dengan strategi meningkatkan jumlah perumahan rakyat yang layak huni tertata rapi dan
berkelanjutan, serta meningkatkan jumlah perumahan, dan kawasan permukiman yang
lengkap dengan sarana prasarananya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta memerlukan dokumen RP3KP yang telah dilegalisasi dan memiliki
kekuatan hukum untuk menjadi acuan dalam penyelenggaraan aspek perumahan dan
permukiman yang selaras dengan visi dan misi pembangunan dari tingkat nasional hingga
Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan beberapa pokok masalah sebagai berikut.
1. Apa urgensi legalisasi dokumen RP3KP Provinsi DKI Jakarta?
2. Apa produk hukum yang sesuai untuk legalisasi dokumen RP3KP Provinsi DKI Jakarta?
3. Apa saja muatan yang diatur dalam produk hukum dalam rangka legalisasi dokumen
RP3KP Provinsi DKI Jakarta?
4
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
D. TEMUAN DAN TELAAH
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2014 tentang
Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan
Permukiman Daerah atau yang saat ini dikenal dengan nama Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) merupakan skenario
penyelenggaraan pengelolaan bidang perumahan dan permukiman yang terkoordinasi dan
terpadu secara lintas sektoral dan lintas wilayah administratif.
Pada tahun 2010 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan
Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta telah menyusun Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D) Tingkat Provinsi dan
disempurnakan melalui kegiatan Pemantapan RP4D Tingkat Provinsi pada tahun 2011
yang dilanjutkan pada tahun 2013 dengan kajian RP4D di 6 Wilayah Kota Administrasi dan
Kabupaten. Sementara itu pada tahun 2016 dokumen Kajian RP4D di 5 Wilayah Kota
Administrasi dan Kabupaten disempurnakan menjadi dokumen RP3KP serta menghasilkan
draft peraturan gubernur terkait perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi DKI
Jakarta. Namun sampai saat ini draft peraturan gubernur tersebut belum ditetapkan dan
disahkan menjadi sebuah produk hukum.
Meskipun Provinsi DKI Jakarta belum memiliki dokumen RP3KP yang telah disahkan, hal
tersebut tidak mengambat penyelenggaraan perumahan dan permukiman, program-
program terkait penataan, pengembangan, pembangunan dan pengelolaan perumahan
dan kawasan permukiman tetap berjalan sesuai rencana strategis daerah yang ditetapkan.
Namun demikian, berdasarkan hasil diskusi dan wawancara dengan para stakeholders
terutama dalam internal Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI
Jakarta, terdapat beberapa kendala yang dialami akibat belum adanya dokumen RP3KP
yang telah disahkan, diantaranya sebagai berikut :
No Permasalahan Kaitan Permasalahan Terhadap
Urgensi RP3KP
1 Terjadi tumpang tindih penerapan tupoksi Terjadi akibat belum adanya acuan
(tugas, pokok dan fungsi) antar SKPD bersama dalam program
dalam melakukan penanganan kawasan penanganan permukiman kumuh,
permukiman kumuh. dalam hal ini RP3KP yang telah
disahkan.
5
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
No Permasalahan Kaitan Permasalahan Terhadap
Urgensi RP3KP
2 Proses pengadaan tanah yang tidak Terjadi akibat belum adanya rencana
terarah dengan baik sehingga cenderung secara spasial dan bertahap untuk
sporadis persebarannya. proses pengadaan tanah, dalam hal
ini RP3KP yang telah disahkan.
3 Belum adanya upaya penanganan Regulasi terkait yang mengatur
lanjutan bagi para penghuni rusunawa kepenghunian para penghuni
(masyarakat terdampak program), akibat rusunawa seharusnya menjadi
belum adanya rencana program turunan aturan yang ditetapkan
pemberdayaan untuk peningkatan setelah RP3KP disahkan.
kualitas hidup penghuni rusunawa serta
regulasi yang mengatur secara detail
mengenai kepenghunian para penghuni
rusunawa.
4 Upaya pendataan basis data perumahan Kerjasama antar SKPD dalam proses
dan permukiman yang kurang optimal pendataan dapat ditetapkan dalam
karena hanya dilakukan oleh internal RP3KP yang sudah disahkan agar
DPRKP Provinsi DKI Jakarta, padahal menjadi acuan bersama yang harus
upaya pendataan dapat menjadi kegiatan dipatuhi oleh SKPD terkait.
bersama antar SKPD.
5 Pembangunan rusunawa di beberapa Kerjasama antar SKPD dalam proses
wilayah yang belum memiliki kesiapan Pembangunan infrastruktur dapat
infrastruktur dasar yang memadai, akibat ditetapkan dalam RP3KP yang sudah
tidak adanya acuan bersama antara disahkan agar menjadi acuan
DPRKP dengan SKPD lain yang bersama yang harus dipatuhi oleh
berwenang melakukan Pembangunan SKPD terkait
infrastruktur.
Sumber : Hasil Analisis, 2023
Berdasarkan beberapa uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Provinsi DKI Jakarta
memiliki urgensi untuk segera memiliki dan menetapkan dokumen RP3KP. Adapun pilihan
produk hukum yang dapat digunakan adalah untuk legalisasi RP3KP adalah berupa
Peraturan Gubernur, beberapa pertimbangan yang melandasinya adalah sebagai berikut :
6
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
1. Amanat penyusunan RP3KP diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011,
dimana dalam Pasal 14 disebutkan bahwa kewenangan untuk menyusun perencanaan
pengembandan dan pembangunan bidang perumahan dan kawasan permukiman
merupakan tugas dan wewenang pemerintah provinsi.
2. Dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 juga disebutkan bahwa
pemerintah provinsi memiliki tugas untuk melakukan pembinaan, diantaranya
menyusun dan menyempurnakan peraturan perundang-undangan bidang perumahan
dan kawasan permukiman.
3. Kewenangan pemerintah provinsi sebagaimana disebutkan dalam poin 1 dan 2 diatas
dipahami dengan penafsiran pada Pasal 5, dimana disebutkan dalam melaksanakan
pembinaan di tingkat provinsi dilakukan oleh Gubernur.
4. RP3KP merupakan turunan dari aturan rencana tata ruang, dalam hal ini Provinsi DKI
Jakarta telah memiliki aturan rencana tata ruang berupa RDTR yang disahkan dalam
bentuk peraturan gubernur, sehingga RP3KP sebagai aturan turunan minimal memiliki
aturan yang setara secara hukum yaitu peraturan gubernur.
Berdasarkan beberapa pertimbangan diatas, maka dokumen RP3KP dapat disahkan
melalui produk hukum peraturan gubernur.
E. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil telaah yang dilakukan maka sebagai upaya penyelenggaraan aspek
perumahan dan permukiman yang selaras dengan visi dan misi pembangunan di Provinsi
DKI Jakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan legalisasi dokumen RP3KP Provinsi DKI Jakarta perlu dilakukan agar
memiliki kekuatan hukum serta menjadi acuan berbagai stakeholder yang terlibat dalam
penyelenggaraan perumahan dan permukiman sebagaimana yang diamanatkan dalam
peraturan perundang-undangan terkait.
2. Dokumen RP3KP yang telah disusun dapat ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta dalam bentuk Peraturan Gubernur.
3. Rekomendai muatan subtansi dalam Peraturan Gubernur tentang RP3KP yaitu sebagai
berikut :
7
POLICY BRIEF
Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Provinsi DKI Jakarta
No. Sub Bagian Batang Tubuh Materi Muatan
1 Ketentuan Umum 1. Pengertian
2. Tujuan
3. Fungsi
4. Pertimbangan
5. Kedudukan
6. Ruang Lingkup
2 Materi Pokok yang Diatur 1. Sistematika
2. Muatan Substansi/Ruang Lingkup/
Penyelenggaraan RP3KP/Bentuk
RP3KP
3. Jangka Waktu
4. Kerjasama
5. Pembinaan dan Pengawasan
6. Pembiayaan
7. Insentif dan Disinsentif/
F. DAFTAR PUSTAKA
Buku
Bappenas. 2005. Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
2025-2045. Jakarta.
Mungkasa, Oswar. 2023. Mewujudkan Jakarta Kota Global, Tantangan dan Agenda
Strategis. Jakarta.
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan