AROMATERAPI
A. Definisi
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan minyak esensial dari tanaman
untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Aomatrapi dapat membantu
mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti mengurangi kecemasan, meningkatkan
kalitas tidur, meredakan peredangan dan nyeri, serta mengurangi mual.
Aromaterapi adalah terapi alternatif untuk menjaga kesehatan dengan
memanfaatkan aroma minyak esensial. Minyak aromaterapi berasal dari berbagai
ekstrak tumbuhan, seperti bunga jeruk pahit, bunga mawar, melati, kenanga, lavender,
chamomile, rosemary, mint, tea tree oil, jahe, lemon, kayu putih, sereh, cendana,
kencur, dan kayu manis.
Asosiasi Nasional Aromaterapi Holistik (NAHA) mendefinisikan aromaterapi sebagai
praktik penggunaan ekstrak tanaman alami, seperti minyak esensial, dalam berbagai
cara “untuk menyembuhkan tubuh, pikiran, dan jiwa, mengembalikan tubuh ke
keadaan seimbang.”
Aromaterapi lavender adalah terapi yang menggunakan hasil olahan bunga
lavender sebagai aromanya. Lavender mengandung senyawa linalool yang dapat
memberikan efek relaksasi dan anti cemas. Minyak lavender umnya tidak beracun
bagi orang dewasa, tetapi dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit anak-anak.
B. Manfaat Aromaterapi
1. Menjaga kestabilan ataupun keseimbanagan sistem kekebalan yang terdapat dalam
tubuh
2. Memperlancar pencernaan
3. Meredakan sakit kepala dan migrain
4. Menghindari gigitan nyamuk dan serangga
5. Relaksasi
Manfaat aromaterapi paling utama yaitu membantu relaksasi. Beberapa
jenisnya, termasuk chamomile dan lavender membantu memberikan efek
menenangkan ketika sedang merasa stres atau cemas berlebihan. Aroma yang
dikeluarkan diyakini tak hanya memberikan efek relaksasi, tetapi juga dapat
mengontrol sistem saraf simpatis. Sistem saraf ini memiliki tanggung jawab untuk
meresponsperlawanan terhadap stres dan semua gejala fisik yang muncul.
Misalnya jantung berdegup kencang dan tangan berkeringat berlebihan.
6. Membuat tidur lebih berkualitas
Manfaatnya sebagai relaksasi dan mengurangi stres serta kecemasan,
minyak aromaterapi juga diyakini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Seseorang yang memiliki kondisi seperti cemas, sindrom kaki gelisah, dan
insomnia serta gatal pada malam hari, dapat memanfaatkan minyak aromaterapi
untuk membuat tidur lebih nyenyak. Salah satu varian aromaterapi yang bisa
dipakai adalah lavender. Gunakan bantuan diffuser setidaknya satu jam sebelum
tidur sehingga uapnya terasa memenuhi kamar.
7. Obat gangguan pernapasan
Beberapa jenis minyak aromaterapi juga memiliki efek antiseptik yang bisa
membantu membersihkan udara dari paparan jamur, kuman, dan bakteri.
Mikroorganisme ini dipercaya berperan dalam masalah pernapasan, termasuk
bersin, batuk, dan hidung tersumbat. Manfaatkan minyak pohon teh atau tea tree
oil yang diyakini mempunyai manfaat dan sifat antimikroba dan antiseptik. Atau
minyak eukaliptus yang dapat membantu melegakan saluran napas ketika kamu
sedang terserang flu.
8. Meredakan peradangan dan nyeri
Untuk membantu meringankan rasa nyeri pada sendi, jaringan yang
meradang, atau otot tegang, bisa menggunakan minyak aromaterapi dari gabungan
kunyit, jahe dan jeruk. Sementara itu, keluhan sakit kepala bisa dikurangi dengan
menggunakan minyak aromaterapi yang mengandung aroma rosemary, spearmint,
dan daun mint.
9. Mengurangi mual
Selain itu, minyak aromaterapi yang memiliki kandungan daun mint,
chamomile, jahe, lemon, eukaliptus, dan anggur bisa membantu meringankan
gejala yang berhubungan dengan gangguan saluran pencernaan. Misalnya mual,
kram perut karena PMS, asam lambung, dan mual saat kehamilan. Minyak
aromaterapi dari jahe dan kunyit memiliki sifat antioksidan yang dapat
mengurangi erosi, nekrosis, dan perdarahan yang terjadi pada dinding lambung.
Selanjutnya, hal ini akan secara drastis mengurangi rasa nyeri pada perut.
Meski demikian, aromaterapi tidak bisa dijadikan pengobatan utama untuk
menangani penyakit. Berbagai manfaat aromaterapi yang disebutkan di atas adalah
sebagai perawatan tambahan atau alternatif. Selain itu, efektivitas dan keamanan
penggunaan aromaterapi masih perlu dibuktikan dan diteliti lebih lanjut.
C. Mekanisme kerja aromaterapi
Mekanisme kerja aromaterapi didalam tubuh berlangsung melalui dua sistem
fisiologis yaitu sistem sirkulasi tubuh dan sistem penciuman. Bau merupakan suatu
molekul yang mudah menguap ke udara dan akan masuk ke rongga hidung melalui
penghirupan sehingga akan direkam oleh otak sebagai proses penciuman. Proses
penciuman terbagi dalam tiga tingkatan, dimulai dengan penerimaan molekul bau
pada epitallium olfaktori yang merupakan suatu reseptor berisi 20 juta ujung saraf.
Selanjutnya bau tersebut akan ditramisikan sebagai suatu pesan ke pusat penciuman
yang terleltak pada bagian belakang hidung. Pada tempat ini, sel neuron
menginterpretasikan bau tersebut dan mengantarkannya ke sistem limbik . Sistem
limbik merupakan pusat nyeri, senang, marah, takut, depresi, dan berbagai emosi
lainnya. selanjutnya respon dikirim ke hipotalamus untuk diolah.
Melalui penghantaran respons yang dilakukan oleh hipotalamus seluruh sistem
minyak essensial tersebut akan diantar oleh sistem sirkulasi dan agen kimia kepeda
organ yang tubuh. Secara fisiologis, kandungan unsur-unsur terapeutik dari bahan
aromatic akan memperbaiki ketidakseimbangan yang terjadi didalam system tubuh.
Bau yang menimbulkan rasa tenang akan merangsang daerah otak yang disebut
nuklues rafe untuk mengeluarkan sekresi serotonin (Setyoadi & Kushariyadi, 2011).
Sekresi serotonin berguna untuk menimbulkan efek rileks sebagai akibat inhibisi
eksitasi sel (Rujito dkk 2016).
D. Cara Pemberian Aromaterapi
1. Menghirup uap aromaterapi
Menghirup uap aromaterapi, khususnya minyak kayu putih, dapat
meringankan gejala pilek dan hidung tersumbat. Caranya, campurkan 3–7 tetes
minyak aromaterapi ke dalam sebaskom air hangat lalu tundukkan kepala ke atas
baskom dan tutup kepala dengan handuk. Hirup uap yang keluar dari air hangat
tersebut selama 2 menit. Jika tidak ingin repot, bisa menghirup cotton bud yang
sudah diberi 1 tetes minyak kayu putih.
2. Menggunakan diffuser
Diffuser aromaterapi adalah alat yang digunakan untuk mengubah minyak
aromaterapi menjadi uap dan menyebarkannya ke seluruh ruangan. Terdapat
beragam jenis diffuser, baik diffuser dari keramik (tungku) dengan lilin atau
diffuser yang memakai tenaga listrik. Pastikan diffuser aromaterapi ini tidak
digunakan dalam jangka waktu lama di rumah, terlebih jika salah satu penghuni
rumah sedang hamil atau memiliki kondisi medis tertentu.
3. Berendam air hangat
Berendam dalam air hangat yang ditambahkan beberapa tetes minyak
aromaterapi dapat meredakan stres. Bisa juga menggunakan minyak esensial
lavender, bergamot, sereh, kenanga, lemon, atau jeruk. Selain itu, bisa
menambahkan beberapa tetes minyak esensial ke waslap yang telah direndam air
hangat lalu menggunakan waslap tersebut untuk membasuh tubuh dengan
perlahan.
4. Memijat
Campurkan minyak aromaterapi dengan minyak pijat. Selain membuat
tubuh menjadi relaks, campuran minyak ini juga dapat mengurangi otot yang
tegang atau nyeri.
Namun, pada sebagian orang, minyak aromaterapi dapat menyebabkan alergi dan
iritasi pada kulit. Jadi, hindari penggunaan minyak aromaterapi secara berlebihan
dan pastikan minyak tersebut sudah diencerkan dengan minyak pembawa atau
carrier oil, seperti minyak jojoba, minyak zaitun, atau minyak kelapa. Perlu
diingat, jangan mengoleskan minyak aromaterapi pada bagian kulit yang sedang
luka atau pada jaringan kulit yang rusak.
5. Menggunakan produk perawatan tubuh
Ada berbagai produk perawatan tubuh, seperti losion atau scrub, yang
mengandung minyak esensial. Beberapa minyak esensial juga diproduksi khusus
untuk dioleskan langsung pada kulit guna mengharumkan tubuh dan
meningkatkan relaksasi.
Meskipun memiliki banyak manfaat, aromaterapi juga memiliki risiko.
Penggunaan minyak aromaterapi, khususnya secara oles, terkadang juga bisa
menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif.