Multi Journal Review
Judul : 1. Indeks Pencemaran Air Laut Pantai Utara Kabupaten Tuban
dengan Parameter Logam
2. Water Pollution and its Impact on the Human Health
Nama Jurnal : 1. JURNAL TEKNIK POMITS
2. JOURNAL OF ENVIRONMENT AND HUMAN
Volume : 1. Vol. 3, No. 1
2. Volume 2, Number 1
Tahun : 1. 2014
2. 2015
Penulis : 1. Bridiatama Damaianto dan Ali Masduqi
2. Joshua Nizel Halder, M. Nazrul Islam
Reviewer : Krisna Hadi Sunjaya (332210016)
Tanggal Review : 23 Oktober 2023
Summary Kedua artikel tersebut berfokus pada isu pencemaran air dan
dampak signifikan yang ditimbulkannya baik pada lingkungan
maupun kesehatan manusia. Artikel pertama, "Water Pollution
and its Impact on the Human Health" menyoroti masalah khusus
di Bangladesh, mencerminkan bagaimana pencemaran air dapat
mempengaruhi kesehatan manusia. Intervensi di tingkat nasional
dan lokal diperlukan untuk mengendalikan pencemaran ini,
yang dipicu sebagian besar oleh industri yang melanggar
Undang-Undang Konservasi Lingkungan. Lebih jauh, artikel ini
membahas tujuan dan metode penelitian, hadir dengan misi
untuk memahami variasi parameter kualitas air sepanjang sungai
dan mengevaluasi masalah kesehatan yang timbul akibat polusi.
Sementara itu, artikel kedua, "Indeks Pencemaran Air Laut
Pantai Utara" mencoba mengidentifikasi tingkat polusi air laut
di Pantai Utara melalui pengukuran kandungan logam, pH, dan
parameter lainnya. Hasilnya mengindikasikan bahwa sebagian
besar area yang diteliti menghadapi tingkat polusi yang ringan
hingga sedang, yang diyakini disebabkan oleh aktivitas manusia
seperti pelayaran dan operasi pelabuhan.
Dalam konteks yang lebih luas, kedua penelitian menunjukkan
pentingnya memahami dan mengendalikan pencemaran air,
karena dapat berdampak signifikan pada kesehatan manusia dan
bisa disebabkan oleh berbagai sumber, baik itu industri darat
maupun aktivitas maritim. Mereka juga menunjukkan bahwa
penegakan hukum dan regulasi adalah kunci dalam
mengendalikan dan mengurangi tingkat polusi ini.
Kedua penelitian tersebut menyoroti kesamaan dalam metode
mereka, yakni pengumpulan dan analisis data primer dan
sekunder, serta pengukuran berbagai parameter untuk
menentukan tingkat polusi. Namun, mereka berbeda dalam hal
fokus geografis dan sumber polusi yang diteliti.
Review Jurnal ini menggambarkan akar masalah pencemaran air
dan urgensi untuk mengatasinya. Mereka menyoroti bahwa
pencemaran air merupakan permasalahan global yang
mempengaruhi berbagai ekosistem dan memerlukan solusi
multi-disiplin dan kerjasama lintas perbatasan.
Comparison Parameter Berikut adalah tabel "Table 1. Limiting Values of Different
Water Quality Parameters" pada Jurnal "Water Pollution and
its Impact on the Human Health".
Table 1. Limiting Values of Different Water Quality
Parameters
Parameter Standard
DO 6 mg/L
pH 6.5-8.5
Color 15 ptcu
Turbidity 10 NTU
BOD 0.2 mg/L
Hardness 200-500 mg/L
TDS 1000 mg/L
Cl− 0.2 mg/L
CO2 -
COD 4 mg/L
berikut ini adalah tabel parameter dari Jurnal Indeks
Pencemaran Air Laut Pantai Tabel 1. Hasil uji lab pada titik 1-
14
Zat Logam Nilai (mg/L)
Cu Tidak Terdeteksi
Cr 0,006
Cd 0,037
Hg (Titik 5) 42 x 10^(-4)
Hg (Titik 7) 270 x 10^(4)
Hg (Titik 8) 910 x 10^(5)
Hg (Titik 10) 1,375 x 10^(4)
Hg (Titik 11) 6,410 x 10^(5)
Hg (Titik 12) 1,15% x 10^(-4)
Hg (Titik 13) 30 x 10^(5)
Hg (Titik 14) 247 x 10^(4)
Ni 0,070
Berikut ini adalah perbandingan antara parameter pencemaran
air pada Indeks Pencemaran Air Laut Pantai Utara (Tabel 1) dan
Water Pollution and its Impact on the Human Health (Table 1):
Parameter Tabel 1 (Indeks Table 1 (Water
Pencemaran Air Pollution and Its
Laut Pantai Utara) Impact on the
Human Health)
Cu Tidak Terdeteksi -
Cr 0,006 mg/L -
Cd 0,037 mg/L -
Hg 42 x 10^(-4) - 247 x -
10^(4) mg/L (beragam
nilai)
Ni 0,070 mg/L -
DO - 6 mg/L
pH - 6.5-8.5
Color - 15 ptcu
Turbidity - 10 NTU
BOD - 0.2 mg/L
Hardness - 200-500 mg/L
TDS - 1000 mg/L
Cl - 0.2 mg/L
CO2 - -
COD - 4 mg/L
Dari perbandingan ini, kita dapat melihat bahwa parameter yang
diuji pada kedua tabel tersebut berbeda. Tabel 1 (Indeks
Pencemaran Air Laut Pantai Utara) lebih fokus pada parameter
logam (Cu, Cr, Cd, Hg, Ni), sementara Table 1 (Water Pollution
and its Impact on the Human Health) lebih fokus pada
parameter yang berhubungan dengan kualitas air seperti DO,
pH, Color, Turbidity, BOD, Hardness, TDS, Cl, dan COD.
Menilai perbandingan ini, lebih banyak parameter yang tidak
tumpang tindih dan tidak mungkin untuk membandingkan
beberapa parameter secara langsung karena fokus yang berbeda
pada setiap tabel.
Berdasarkan perbandingan parameter pencemaran air pada
kedua belasah tersebut, dapat dilihat bahwa bahaya pencemaran
air yang mungkin terjadi sangat beragam dan bergantung pada
jenis kontaminan atau polutan yang ada. Berikut beberapa
rekomendasi opini mengenai bahaya pencemaran air tersebut:
1. Logam Berat
Parameter seperti Cu, Cr, Cd, Hg, dan Ni (yang
ditemukan pada Indeks Pencemaran Air Laut Pantai
Utara), adalah beberapa jenis logam berat yang dapat
menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika
mencemari sumber air minum. Misalnya saja, merkuri
(Hg) mempunyai potensi untuk merusak sistem saraf,
khususnya pada bayi dan anak-anak. Cadmium (Cd)
dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan paru-paru,
sementara Nikel (Ni) dan Kromium (Cr) bisa
menyebabkan kanker. Untuk mengurangi risiko ini,
perusahaan harus memiliki unit pengolahan limbah
logam berat dan menerapkan sistem pengecekan berkala
terhadap kualitas air.
2. Kualitas Air
Parameter pada studi Water Pollution and its Impact on
the Human Health seperti DO, pH, Color, Turbidity,
BOD, Hardness, TDS, Cl, dan COD memperlihatkan
kualitas air yang baik untuk kesehatan manusia.
Misalnya, tingkat DO yang rendah dapat menunjukkan
bahwa air tersebut kurang dapat mendukung kehidupan
akuatik. Sedangkan, nilai pH, turbidity, dan color yang
tinggi dapat menunjukkan adanya kemungkinan polutan
lainnya dalam air seperti mikroorganisme atau bahan
kimia berbahaya. Standar BOD, Hardness, TDS, dan Cl
saat ini dapat digunakan sebagai indikator adanya
aktivitas manusia yang berpotensi mencemari air seperti
pembuangan limbah industri dan limbah rumah tangga.
Adanya pencemaran air dapat berdampak luas, bukan hanya
pada kesehatan manusia tetapi juga pada ekosistem air dan
kehidupan akuatik. Oleh karena itu, berbagai upaya harus
dilakukan untuk menjaga kualitas air, melalui pengendalian dan
pengawasan pencemaran air yang ketat serta kesadaran
masyarakat untuk menjaga lingkungan.