0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan3 halaman

Strategi Pemasaran Produk Pertanian

Diunggah oleh

Yudikat Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan3 halaman

Strategi Pemasaran Produk Pertanian

Diunggah oleh

Yudikat Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tujuan

Mengenalkan dan mengembangkan produk pertanian kepada petani dan kios memiliki beberapa
tujuan penting:

1. Peningkatan Produktivitas: Dengan mengenalkan teknologi atau produk baru, petani


dapat meningkatkan hasil pertanian mereka, yang berdampak positif pada pendapatan.
2. Diversifikasi Produk: Memperkenalkan berbagai jenis produk pertanian memungkinkan
petani untuk diversifikasi, mengurangi risiko kegagalan panen dari satu jenis komoditas.
Mengenalkan Profil Perusahaan, Mengenalkan Produk DGW Fertilizer Ke Petani
(Manfaat, benefit/keuntungan, dimana produk dapat ditemukan) karena petani tidak akan
sembarangan memakai suatu produk pertanian tanpa adanya pengenalan produk.
3. Peningkatan Kualitas: Produk baru sering kali dirancang untuk meningkatkan kualitas
hasil pertanian, yang dapat meningkatkan daya saing di pasar.
4. Akses ke Pasar yang Lebih Luas: Dengan kerjasama dengan kios, petani dapat lebih
mudah menjangkau konsumen dan meningkatkan saluran distribusi mereka.
5. Edukasi dan Pelatihan: Memberikan pelatihan tentang cara menggunakan produk baru
dan teknik pertanian yang lebih baik, sehingga petani bisa lebih berpengetahuan.
6. Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan: Memperkenalkan produk yang lebih ramah
lingkungan membantu petani berkontribusi pada keberlanjutan pertanian.
7. Peningkatan Pendapatan: Dengan mengadopsi produk dan teknologi baru, diharapkan
pendapatan petani dan kios meningkat, yang pada gilirannya memperkuat ekonomi lokal.
8. Membangun Jaringan dan Komunitas: Menciptakan jaringan antara petani, kios, dan
penyedia produk, yang dapat memfasilitasi pertukaran informasi dan dukungan.
1. Analisis Kebutuhan

 Survei Awal: Lakukan survei untuk memahami kebutuhan dan masalah yang dihadapi
petani dan kios.
 Identifikasi Potensi: Tentukan produk pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal dan
potensi pasar. Mengetahui Potensi Area Lombok Tengah (tanaman apa saja? Kendala
apa? Luas nya didaerah mana?, sertifikasi) bisa dengan berkunjung ke berbagai daerah
sasaran survei secara langsung dilapangan. Mengetahui seberapa jauh intensifitas petani
dalam memelihara usaha tanaman/perkebunannya. Sehingga dapat menemukan target atau
sasaran tokoh petani.

2. Pengembangan Produk

 Riset dan Pengembangan: Kembangkan produk yang inovatif dan sesuai dengan
kebutuhan petani. Menjelaskan dan memberikan saran/arahan mengenai produk DGW
Fertilizer, cara pemakian,dosis dll dengan menyesuaikan kebutuhan petani/kios yang ada di
daerah Lombok Tengah. Melakukan demo plot pengujian agar petani lebih percaya akan produk.
 Uji Coba Produk: Lakukan uji coba produk di lapangan dengan beberapa petani untuk
mendapatkan umpan balik.

3. Pelatihan dan Edukasi

 Workshop dan Seminar: Selenggarakan acara pelatihan untuk memperkenalkan produk


dan teknik penggunaannya. Memanfaatkan program event untuk sarana edukasi dan promosi
ke petani. Serta menjalin silaturahmi dengan petani/[Link] bisnis akan tercipta.
 Bahan Edukasi: Siapkan materi edukasi, seperti brosur dan video, untuk memudahkan
pemahaman.

4. Pemasaran dan Promosi

 Strategi Pemasaran: Rancang kampanye pemasaran yang menarik untuk menjangkau


petani dan kios.
 Demo Produk: Lakukan demonstrasi langsung untuk menunjukkan cara penggunaan
produk.

5. Kemitraan dan Kolaborasi

 Kerjasama dengan Kios: Bangun kemitraan dengan kios untuk mendistribusikan produk
secara efektif. Mencari informasi jika terjadi penolakan oleh petani/kios yang menjadi
target/sasaran kita dengan melakukan komunikasi,negosiasi serta evaluasi dengan berfikir
dinamis untuk mencari jalan keluar.
 Jaringan dengan Petani: Bentuk kelompok atau asosiasi petani untuk memudahkan
komunikasi dan dukungan.

6. Sistem Pendukung

 Layanan Purna Jual: Sediakan layanan purna jual yang baik untuk membantu petani
setelah pembelian produk.
 Sistem Umpan Balik: Buat sistem umpan balik agar petani dapat menyampaikan
pengalaman dan saran.

7. Monitoring dan Evaluasi

 Pengumpulan Data: Pantau hasil penggunaan produk dan dampaknya terhadap hasil
pertanian.
 Evaluasi Program: Lakukan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas pendekatan dan
perbaikan yang diperlukan.

8. Peningkatan Berkelanjutan

 Inovasi Produk: Terus kembangkan dan sesuaikan produk berdasarkan umpan balik dari
petani.
 Edukasi Berkelanjutan: Selenggarakan pelatihan lanjutan untuk memperkenalkan
teknologi atau produk baru secara berkala.

Anda mungkin juga menyukai