0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
591 tayangan198 halaman

PT. Trakindo Utama Training Center Cileungsi: Next Step Ahead For Human Resources Development

Diunggah oleh

pram
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
591 tayangan198 halaman

PT. Trakindo Utama Training Center Cileungsi: Next Step Ahead For Human Resources Development

Diunggah oleh

pram
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

Trakindo Utama
Training Center Cileungsi

Next Step Ahead for Human Resources Development

Training Center Cileungsi

Jl. Raya Narogong KM. 19 Cileungsi – Bogor 16820


Phone: +62218233361
Fax: +62218233360
Trakindo Utama Training Center Service Technician Module

CAT 320D Hex – Buku Panduan Fasilitator

Diterbitkan oleh Training Center Dept. PT Trakindo Utama


Jl. Narogong Raya Km. 19
Cileungsi
Kab. Bogor 16820
Indonesia
Versi 1.0, 2007

Ucapan Terima Kasih


Terimakasih kepada semua fihak untuk kontribusi yang telah diberikan untuk program ini,
khususnya:
• Para staf dan Instructor Training Center Dept. Trakindo Utama, Indonesia
• Caterpillar Inc USA

Training Center Cileungsi


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

PENJELASAN MODUL

Judul Modul
CAT 320D Hex

Uraian Modul
Training ini membahas masalah improvment yang dilakukan untuk CAT 320D Hydraulic Excavator
serta system operation untuk engine 3066TA, hydraulic, electronic & monitoring.

Pra-Syarat
Module berikut ini merupakan prasyarat yang harus diikuti sebelum pelaksanaan dari modul ini:

• Basic Mechanic Training


• Electronic Engine
• AFA I
• Electric & Electronic
• Internediate Hydraulic
• Lebih disukai yang memiliki pengalaman bekerja pada unit 320 Hex

Pembelajaran & Pengembangan


Untuk memudahkan penyampaian modul ini, siswa perlu dilengkapi dengan dolumen pendukung
berupa publikasi resmi dari PT Trakindo Utama, tempat kerja yang relevan atau simulasi lingkungan
kerja dan peralatan untuk pengembangan/ mempraktekkan ketrampilan tersebut.

Referensi yang di perlukan


• Caterpillar literature

Sumber Referensi
• Training Center PT Trakindo Utama

Metode Penilaian
Kelas dan Practical
Untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan dari modul ini, anda harus menunjukkan bahwa anda
sudah mampu dalam semua materi pelajaran. Sebagai konsekwensinya, setiap hasil pekerjaan dan
penilaian akan menjadi ukuran dari penilaian modul tersebut.
Dalam modul ini, anda diharuskan untuk berpartisipasi di dalam kelas dan tempat kerja.

Hasil Pembelajaran : • Mampu menjelaskan system operation & melakukan testing


adjusting pada engine 3066.
• Mampu melakukan troubleshooting pada engine.
• Mampu mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan
prosedur kerja saat bekerja pada engine.
• Mampu menjelaskan system operation & melakukan testing
adjusting pada system hydraulic 320D.
• Mampu melakukan Custom Hydraulic Service (CHS) pada
Hex.

Training Center Cileungsi A


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

• Mampu membaca hydraulic schematic untuk machine


320D.
• Mampu menjelaskan G.E.T and U.C systemuntuk 320D
product support services.
• Mampu mengakses informasi mengenai hydraulic system
pada hex dengan menggunakan diagnostic tools (ET).
• Mampu melakukan troubleshooting pada hydraulic system.
• Mampu mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan
prosedur kerja saat bekerja pada hydraulic system.
• Mampu menjelaskan system operation & melakukan testing
adjusting pada electronic system 320D.
• Mampu melakukan troubleshooting pada electronic system
320D.
• Mampu membaca electronic schematic untuk machine
320D.
• Mampu mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan
prosedur kerja saat bekerja pada electronic system.
• Mampu melakukan prosedur monitoring, diagnostic,
kalibrasi & programming menggunakan hex monitoring
unit.

Training Center Cileungsi B


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

DAFTAR I SI

TOPIK 1: Perbandingan Machine 320C & 320D


............................................................................................................................ 1

TOPIK 2: 3066TA CAT Engine


............................................................................................................................ 17

TOPIK 3: Hydraulic System


............................................................................................................................ 71

TOPIK 4: Electronic System


............................................................................................................................ 147

TOPIK 5: Troubleshooting Method


............................................................................................................................ 191

Training Center Cileungsi I


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TOPIK 1
Perbandingan Machine 320C & 320D

Cat® 320D/320D L and


320C/320C L

Cat 320D RR/320D LRR


and 320C U/320C LU

Caterpillar telah memperkenalkan 320D dan 320 RR sebagai pengganti 320C dan
320C U.
Sejak pengenalan 300 family excavator, mereka menjadi standart industri untuk
beberapa variasi aplikasi yang besar. 320 D dan 320 D RR adalah pengembangan
lebih lanjut pada pembuatan excavator yang telah ada.

Training Center Cileungsi 1


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Kelebihan 320D/ 320D RR:


Kemampuan Kinerja :

Kemampuan kapasitas pengangkutan


Kemampuan dari drawbarpull
Kemampuan breakout force
Kemampuan system kontrol yang telah ditingkatkan

Pengurangan biaya untuk pemakaian dan pengoperasian

Economy mode
Perpanjangan interval service untuk main hydraulic return filter

Kenyamanan operator yang terbaik

Pengembangan layout untuk aliran udara dan ventilasi yang


baik
Pemilihan seat yang banyak
Pengembangan area tempat duduk yang lebih efektif
Monitor yang terbaru dengan memperbanyak fungsinya.

Peningkatan Daya tahan

Perubahan power link


Sistem recoil spring
Perubahan front lingkage

Kemampuan yang lebih dengan pengembangan sistem tool control


Model terbaru memberikan D-series tampilan yang kelihatan berbeda
Anti skid plate yang terbaru pada deck atas

Training Center Cileungsi 2


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Kenaikan tekanan system pressure 2 % pada 320D/320D RR dari 34300 kPa (4,975
psi) menjadi 35000 kPa (5,076 psi). Kenaikan ini memberi keuntungan pada
320D/320D RR melebihi 320C/320C U antara lain :

Kelebihan Drawbar Pull

Kenaikan 2% untuk Drawbar pull pada 320D/320D RR 4 kN (900 lb) melebihi


320C/320C U.
Tambahan drawbar pull akan menaikkan kemampuan machine dalam melakukan
fungsinya al :

Kemampuan menanjak dalam kemiringan


Mudah berbelok.
Kemampuan berjalan yang baik pada kondisi tanah yang buruk

Peningkatan Breakout Force

Peningkatan Kapasitas Pengangkatan

Peningkatan breakout force 4-5 % pada 320D/320D RR untuk kebutuhan stick/


bucket dengan menaikkan sistem pressure. Lubang cylinder bucket Mass Stick
(M2.4) ditingkatkan menjadi 5 mm ( 0.2 in ) dan mempunyai pin bucket yang besar
yang mana menjadi 90 mm ( 3.5 in) setiap pin.

Training Center Cileungsi 3


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Secara keseluruhan kemampuan pengangkatan 320D/320D RR rata-rata naik 2 %


melebihi 320C/320C U. Dibagian depan, excavator secara umum dibatasi pada
kapasitas hydraulicnya, juga menaikkan tekanan yang bekerja pada daerah pekerjaan
dengan tambahan kapasitas pengangkatan.
Di bagian samping stabiltas dibatasi ( dengan perubahan track roller ), juga
peningkatan pressure yang sedikit berpengaruh secara minimal.

Pengembangan Sistem Kontrol

Training Center Cileungsi 4


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Valve stem yang ada pada main hydraulic series-D system telah di diperbaharui.
Generasi terbaru valve stem adalah pengembangan dari C-series dan peningkatan
itu al :

Kemampuan meratakan yang mudah untuk fine grading


Kombinasi pergerakkan yang cepat
Pengembangan joystick yang sangat responsive.

Biaya Kepemilikan dan Pengoperasian (O & O) yang Lebih Rendah

Kelebihan dan Keuntungan Economy Mode ;

Tampilan yang standart pada 320D/320D RR


Untuk applikasi yang ringan ( ~12 % produksi yang sedikit)
Menghemat pemakaian fuel 15-20%
Menjaga breakout force dan kapasitas pengangkatan sebagai standart mode
Dapat mengakses dengan monitor dan dapat diaktifkan dan tidak diaftifkan
oleh operator.
Economy aktif ketika icon tank warna hijau tampak pada monitor.

Training Center Cileungsi 5


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Service Interval

Jarak interval untuk hydraulic return filter ditingkatkan dari 1000 jam menjadi 2000
jam untuk D-series, ini yang pertama dikembangkan dalam filtration untuk filter.

Training Center Cileungsi 6


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Kenyamanan Operator
320D/320D RR – Improved 320C/320C U – Improved Layout
Layout

Kabin 320D/320D RR di buat dengan Kelebihan 320C dengan kabin yang telah
standart class dunia diatas 320C/320C U dirubah dan tata ruang dengan
dengan semua perawatan disetiap kenyamanan yang lebih maksimum dan
bagian yang telah dikembangkan terdiri beberapa keuntungan al:
atas :
Eksterior cabin terbuat dari tabung
Penggunaan switch yang sering asymmetrical untuk mengurangi
kali , ditempatkan lebih ke depan kelelahan dan getaran
pada bagian dinding sebelah Pemindahan tempat switch dan
kanan dan pemindahan tempat control air conditioning di sebelah
untuk radio di bawah sebelah kanan untuk memudahkan
kanan tempat pijakan tangan mengakses dan mengurangi
Perbaikan tempat aliran udara pencahayaan oleh unsur cuaca
untuk Air conditioning, pemanas pada komponen electrical di
dan ventilasi bagian sebelah (pintu) kiri.
Pijakan tangan yang ditempel Memperluas jarak pandang
pada console yang sesuai ukuran disebelah kanan dengan jendela
tangan dan dapat di stel secara yang lebih besar.
menyudut Memperluas jarak pandang di
Pilihan tempat duduk yang terbaru bagian atas dengan polycarbonate
telah tersedia untuk kenyamanan pop-up skylight lebih besar.
operator yang lebih maksimum. Memperluas jarak pandang pada
bagian belakang sebelah kiri
machine dan jendela yang lebih
besar
Tambahan tempat duduk model yang
terbaru sebagai tambahan kenyamanan.

Training Center Cileungsi 7


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

320D/320D RR – More Seat 320C/320C U – More Seat


Options Options

Kursi pada 320D/320D RR yang tersedia 320C/320C U disediakan dengan


adalah pengembangan dari C-series mekanikal suspensi standart yang
yang ditawarkan dan memberikan terbaru yang tersedia dengan tingkat
beberapa pilihan yang berbeda antara kekuatan yang berbeda didalam
lain : bantalan.
Daerah warna abu-abu gelap lebih kokoh
Suspensi mekanik ( high atau low dan menjadi pendukung pada operator
back ) sama dengan kursi yang Daerah warna abu-abu muda kurang
ada pada 320 C yang sangat baik kokoh dan dapat menyesuaikan pada
untuk kenyamanan operator. bentuk operator. Kombinasi kedua jenis
Suspensi udara – untuk lebih bantalan untuk menyediakan
meningkatkan kenyamanan kenyamanan secara maksimum pada
operator. operator.
Suspensi udara dengan pemanas
– untuk kebutuhan iklim yang
dingin, pemanas disediakan
sebagai tambahan panas untuk
operator

Note : tidak semua kursi disediakan di


semua pasar

Training Center Cileungsi 8


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

320D/320D RR – Console Model 320C/320C U – Console Model


Terbaru Terbaru

/320D RR menawarkan model terbaru Armrest/console 320C/320C U terletak


pada armrest dan console, yang mana lebih tinggi dari tempat duduk dan sedikit
jaraknya lebih rendah dengan bantalan menjadi penghalang pada operator
tempat duduk bagian bawah .Model
terbaru ini mungkinkan untuk lebih efektif
pada tempat duduknya sehingga
kenyamanan operator lebih potential

Training Center Cileungsi 9


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

320D/320D RR – Monitor Terbaru 320C/320C U – Monitor Terbaru

Keutamaan dari monitor terbaru dari Keuntungan monitor 320C/320C U yang


320D/320D RR adalah pengembangan terbaru dan telah dikembangkan dimana
dari monitor C-series yang terdiri al : area tampilannya lebih simple.
Disamping itu merupakan menjadi
Bentuknya lebih padat serta lurus tingkatan fungsi yang terbaik dengan
dan lebih kontras keuntungan :
tampilannya,yang memungkinkan
mudah untuk dilihat Pesan peringatan dalam format
27 perbedaan jenis bahasa yang text ataupun symbol yang dapat
tersedia untuk dipilih. dipahami.
Service hour meter dapat
ditampilkan di monitor. Kemampuan berbagai bahasa –
Jarak interval service dapat diatur perbedaan diatas tujuh bahasa
dengan interval yang dibutuhkan yang terprogram dalam monitor.
oleh pelanggan.
Tombol memudahkan untuk Jarak service untuk service yang
mengatur penyetelan 4 menu utama telah tersusun dan akan
yang tersedia : Setting, diberikan indikasi peringatan pada
Maintenance, Performance dan saat jarak interval harus
Service dilakukan.
Disediakan Kamera/video –
memungkinkan dipasang untuk Kemampuan untuk menampilkan
pilihan buat dealer/pelanggan. kecepatan engine, tekanan pompa
Sama dengan monitor 324D- dan tekanan powershift.
385C

Training Center Cileungsi 10


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

320D/320D RR – Perubahan 320C/320C U – Perubahan


Power Link Power Link

Powerlink 320D/320D RR yang Powerlink 320C/320C U menyediakan


ditawarkan lebih kuat dengan bar dengan model H. Powerlink ini
penggabungan lift eye. sangat menyulitkan customer untuk
pemasangan clevis pada cross bar.
Lift eye fungsinya lebih banyak dan
memungkinkan untuk dipasang sebuah
clevis agar memudahkan pemasangan
powerlink. 320 C/320C U. Alat angkat
dari powerlink dibanding lift eye bucket
memberikan keuntungan mekanikal
dengan mengurangi titik beban dan
memungkinkan penggunaan boom
cylinder.

Training Center Cileungsi 11


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Spring Recoil System

Sistem spring recoil mengurangi tegangan yang tidak wajar pada track. Yang dapat
mengakibatkan material akan menempel antara track dan sprocket. Tegangaan
track yang nampak pada saat recoil spring pada maksimum yang mana akan
membuat final drive, idler mengalami kerusakan atau frame undercarriage menjadi
rusak. Spring recoil system stroke pada 320D/320D RR meningkat menjadi 26 % (
45 mm menjadi 57 mm atau 1.8 in menjadi 2.2 in, yang memungkinkan jarak yang
cukup antara track dan sprocket, dan melindungi dan menjaga komponen frame dan
undercarriage.

Front Linkage Changes

Pilihan untuk front linkage pada 320D/320D RR sama dengan 320C/320C U yang
telah disediakan. Untuk B –family tidak ada perubahan diameter pin dan lebar boss,
juga pemakaian work tool pada 320C/320C U masih cocok. Diameter pin pada mass
stick meningkat menjadi 90mm (3.5 in) dari 80 mm( 3.1 in). Ini di sediakan untuk
design yang lebih kuat untuk menaikkan kebutuhan force dan power.

Training Center Cileungsi 12


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Enhanced Tool Control

Mampu menjalankan fungsi tool secara single atau double, satu pompa atau
dua pompa, pressure tinggi.
Hammer, compactor, thumbs, dan tool non rotating
Mampu ditambahkan medium pressure.
Kemampuan memprogram flow dan pressure dengan menggunakan monitor.
Akumulasi panjang waktu untuk setiap tool
10 jenis tool yang sudah tersedia. (flow dan pressure)
Pilihan nama tool caterpillar.
Pemilihan tool ditampilkan pada monitor.
Penyetelan work tool yang terbaru dapat direcord.
Tombol shortcut ( dinding sebelah kanan)

Sistem pengontrolan tool pada 320D/320D RR lebih ditingkatkan dengan


menyediakan 10 jenis macam tool yang tersedia di dalam monitor. Juga telah
tersedia pilihan yang bukan medium pressure untuk kebutuhan customer yang tidak
membutuhkan medium pressure. Terdapat shortcut untuk memilih tool yang ada
pada soft switch terdapat disebelah kanan.

Training Center Cileungsi 13


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

320D/320D RR – Penampilan 320C/320C U – Penampilan


Terbaru Terbaru

Perakitan 320D/320D RR dengan model Model dan warna dari 320 C/320C U
yang ditawarkan sama dengan yang sangat baik yang sudah terbiasa di
320C/320C U, tetapi beberapa kelebihan terima di pangsa pasar. Ini memberikan
yang nampak pada kita al : bentuk yang halus dan kelihatan modern.

Counterweight yang telah di


mendapat perubahan model
termasuk logo cat yang diperbesar
yang dapat memberikan
indentifikasi merek yang terbaik
yang juga memperlihatkan
kelebihan dibanding Caterpillar C-
series excavator.

Kabin operator terlihat lebih halus


dengan perubahan skirt dengan
warna kuning dan cab post/cab
belakang dirubah menjadi warna
hitam. Perubahan besar ini juga
yang membedakan dengan C-
series

Boom mempunyai shark fin decal


yang besar untuk kemampuan
indentifikasi dan penampilan yang
terbaik.

Training Center Cileungsi 14


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

320D/320D RR – Anti Skid Plating 320C/320C U – Anti-Skid Plating

Kelebihan 320D/320D RR yang Kelebihan plate anti slip berbentuk


mengembangkan plate anti slip berbentuk bintang pada 320C/320C U yang
bintang dengan kerataan yang sama untuk menyediakan anti slip yang baik selama
anti slip pada saat musim hujan , dan juga kondisi musim hujan.
mencegah kotoran jatuh dari rangka atas
compartment. Ini juga lebih aman bagi
technician berlutut saat melakukan serice dan
maintenance.

Training Center Cileungsi 15


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 16


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Print

Topic 2 - Engine
Pre Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………

Beri tanda silang (X) pada jawaban yang benar.

Selamat bekerja

1. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity

2. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.

3. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?


A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.

4. Apakah fungsi dari water temperature regulator ?


A. Mempercepat engine untuk mencapai suhu kerjanya.
B. Menjaga suhu engine agar selalu berada dalam suhu kerjanya.
C. Menurunkan suhu engine.
D. Memudahkan engine untuk start.

5. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance


pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.

Training Center Cileungsi 17


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

B. Caterpillar Hose.
C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.

6. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.

7. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.

8. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.

9. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed


control dial:
A. Betul.
B. Salah.

10. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.

=========================

Training Center Cileungsi 18


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Topic 2 - Engine
Kunci Jawaban Pre Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………

Beri tanda silang (X) pada jawaban yang benar.

Selamat bekerja

11. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity

12. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.

13. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?
A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.

14. Apakah fungsi dari water temperature regulator ?


A. Mempercepat engine untuk mencapai suhu kerjanya.
B. Menjaga suhu engine agar selalu berada dalam suhu kerjanya.
C. Menurunkan suhu engine.
D. Memudahkan engine untuk start.

15. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance
pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.
B. Caterpillar Hose.

Training Center Cileungsi 19


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.

16. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.

17. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.

18. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.

19. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed
control dial:
A. Betul.
B. Salah.

20. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.

=========================

Training Center Cileungsi 20


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TOPIK 2
3066TA Cat Engine
CATERPILLAR 3066TA ENGINES

PENDAHULUAN

Power untuk 320D Hydraulic Excavator dihasilkan oleh engine Caterpillar 3066
ATAAC. Presentasi berikut ini akan memberikan penjelasan mengenai inlet &
exhaust system, lubrication system, cooling system dan fuel system pada engine
3066.
Engine tersebut memiliki konfigurasi water cooled, 4 langkah, turbocharged, enam
silinder in-line diesel engine. Untuk 320D hydraulic excavator engine ini
menghasilkan tenaga sebesar 103 kW (140 horsepower) pada 1800 rpm.

Training Center Cileungsi 21


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Engine tersebut menggerakan variable displacements axial piston pump.

AIR INDUCTION AND EXHAUST SYSTEM

Udara mengalir melalui air filter kering type canister sebelum tiba di turbocharger.
Filter udara berada di belakang pintu akses bagian sebelah kiri dari engine.

Training Center Cileungsi 22


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Kotoran yang menyumbat elemen filter dapat menurunkan unjuk kerja dari engine.
Air filter restriction switch akan memberi tahu apabila air filter membutuhkan
perawatan. Apabila diperlukan penggantian dari air filter maka air filter indicator akan
menyala pada monitor unit di kabin.

Setelah melalui air filter selanjutnya udara memasuki sisi inlet (impeller) dari
turbocharger. Turbocharger selanjutnya mendorong udara menuju inlet manifold dan
masing-masing ruang silinder pada saat intake stroke.
Setelah proses penyalaan, exhaust valve membuka dan piston akan mendorong gas
sisa sisa pembakaran keluar dari ruang bakar melalui exhaust manifold kemudian
menuju sisi exhaust (turbine) dari turbocharger. Momentum yang dimiliki oleh gas
buang saat langkah exhaust akan memutarkan turbin sekaligus juga menyebabkan
impeller akan mendorong lebih banyak lagi udara ke inlet manifold.
Besarnya tekanan udara yang berada di intake manifold dikenal dengan sebutan
“boost” pressure. Boost pressure bisa memberikan indikator dari unjuk kerja engine.

Training Center Cileungsi 23


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Apabila boost pressure rendah maka engine tidak akan mampu menghasilkan rated
horsepower saat kondisi full load. Demikian juga apabila engine tidak menghasilkan
rated horsepower saat kondisi full load maka boost pressurenya juga akan rendah
(walaupun problem yang ada tidak terjadi pada intake & exhaust system.

Saat musim dingin, terkadang diesel engine sulit untuk dihidupkan karena proses
langkah kompresi tidak mampu memanaskan udara dingin guna menghasilkan
pembakaran. Untuk memudahkan engine engine start pada saat musim dingin
engine 3066 dapat dilengkapi dengan inlet manifold air heater. Jika alat tersebut
dipasang maka heater akan memanaskan inlet manifold dan udara yang
melewatinya sebelum udara tersebut memasuki cylinder.

Jangan menggunakan ether pada komponen ini. Penggunaan ether pada inlet
manifold heater akan menyebabkan kerusakan pada engine, cidera pada
manusia atau bahkan kematian.
WARNING

Training Center Cileungsi 24


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Memutar key switch ke arah kiri akan mengaktifkan inlet manifold heater. Setelah
memanaskan udara di inlet manifold selama kurang lebih 30 detik maka lampu
indikator di control panel akan menyala. Setelah lampu tersebut menyala operator
hendaknya menghidupkan engine. Inlet manifold heater hanya bekerja saat key
switch di posisi kiri

LUBRICATION SYSTEM

Timing gear memutarkan gear type oil pump (tanda panah). Oil pump selanjutnya
mengsirkulasikan oli ke seluruh bagian engine untuk menyediakan pendinginan,
membersihkan, melindungi, melakukan sealing dan melumasi. Perawatan yang
benar pada lubrication system sangat penting untuk kelangsungan kerja engine .

Training Center Cileungsi 25


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Dari pompa oil selanjutnya oli mengalir menuju spin-on oil filter. Sama seperti air
filter maka oil filter harus dirawat dengan baik. Oil filter yang tersumbat dapat
menaikan tekanan di ruang antara pompa dan filter. Saat tekanan oli diantara pompa
dan oil filter naik sampai mencapai batas tertentu yang telah ditentukan maka
bypass valve yang terdapat didalam oil filter (bypass valve tidak berada di filter
manifold) akan mengijinkan oli untuk mengalir tanpa melalui filter elemen untuk
menuju komponen berikutnya. Apabila oli mem-bypass filter maka artinya oil pump
mengirimkan oli yang tidak disaring ke engine component.

10

Dari oil filter selanjutnya oli mengalir menuju oil cooler. Engine coolant menyediakan
pendinginan yang diperlukan untuk mendinginkan oli pada oil cooler.

Training Center Cileungsi 26


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

11

Apabila tekanan pada lubrication system mencapai 343 kPa (50 psi), relief valve
(panah) akan terbuka dan mengalirkan kelebihan aliran oli tersebut kembali ke oil
pan.
Valve ini berperan sebagai main relief valve untuk lubrication system, dan untuk
melakukan penyetelan pada valve ini dipergunakan shim dengan ketebalan tertentu.

12

Apabila main relief valve pada lubrication system tidak berfungsi maka peningkatan
tekanan operasi pada oli dapat merusak komponen. Untuk meminimalkan
kemungkinan kerusakan komponen akibat main relief valve yang tidak berfungsi
tersebut maka engine 3066 memiliki back up relief valve. Protective valve (panah)
terletak didalam oil pan pada bagian bawah engine [Link] valve membuka
apabila tekanan oli dalam lubrication system meningkat sampai 981 ± 98 kPa (142 ±
14 psi).

Training Center Cileungsi 27


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

13

Engine 3066 memiliki pressure tap (panah) yang dapat digunakan untuk mengukur
tekanan oli engine. Pressure tap ini terdapat di samping engine bagian belakang.
Tekanan oli normal untuk lubrication system berkisar antara 196 dan 392 kPa (28
and 57 psi) dengan engine berputar pada 1500 rpm.

14

Pressure sensor (panah) berfungsi untuk memonitor tekanan oli. Apabila tekanan oli
tidak sesuai dengan spesifikasi, pressure sensor akan mengirimkan signal ke
machine monitoring system agar memberikan peringatan kepada operator.

Training Center Cileungsi 28


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

15

Dipstick berfungsi sebagai indikator untuk engine oil level.

16

Saat dipstick menunjukan bahwa level oli kurang maka tuangkan oli tambahan
melalui oil fill port yang terdapat di bagian atas dari engine.

Training Center Cileungsi 29


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

17

COOLING SYSTEM

Sama seperti untuk lubrication system, perawatan yang baik untuk cooling system
sangat penting untuk mendapatkan usia engine yang optimal. Kerusakan pada
engine paling banyak disebabkan masalah pada cooling system. Radiator berfungsi
sebagai reservoir dan heat exchanger untuk engine coolant. 320 Hydraulic
Excavator menggunakan conventional radiator yang dilengkapi eengan overflow
bottle. Jangan pernah membuka pressurized cap pada saat engine masih panas.

Pada saat operating temperature engine coolant berada dalam kondisi panas
dan bertekanan. Radiator dan semua saluran yang menuju heater ataupun
engine mengandung air atau uap panas yang apabila tersentuh akan
mengakibatkan luka bakar.
Uap panas dapat menyebabkan cidera parah. Pemeriksaan level pada engine
coolant hanya boleh dilakukan pada saat engine mati dan filler cap telah cukup
dingin untuk disentuh dengan tangan. Longgarkan cooling system filler cap
untuk mengeluarkan tekanan secara perlahan.
Cooling system conditioner mengandung zat alkalis yang juga dapat
menyebabkan cidera. Hindari kontak langsung dengan kulit, mata dan jangan
sampai terminum. Dinginkan terlebih dahulu cooling system sebelum di drain.
Saat megosongkan cooling system, tampung coolant yang keluar dengan
wadah dan buang coolant di tempat yang aman bagi lingkungan sekitar.

Training Center Cileungsi 30


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

18

Botol radiator overflow menampung engine coolant saat suhu engine melebihi titik
didih coolant. Garis pada botol menunjukan apakah coolant dalam kondisi penuh
atau membutuhkan penambahan.

19

Belt dan pulley menggerakan centrifugal-type water pump (panah) and fan. Water
pump mengalirkan coolant ke seluruh bagian engine.

Training Center Cileungsi 31


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

20

Saat suhu coolant dibawah 71 ± 2° C (160 ± 3.6° F), coolant temperature regulator
(panah) mencegah coolant mengalir menuju radiator.

21

FUEL SYSTEM

Lokasi Komponen

Piston-type fuel transfer pump (1) mengalirkan fuel dari tank ke main fuel pump. Fuel
camshaft menggerakan fuel transfer pump. Apabila machine mengalami habis fuel
atau setelah penggantian filter maka fuel priming pump (2) dapat digunakan untuk
memancing fuel.
Untuk mempriming fuel, buka pengunci dari priming pump dengan cara memutarkan
pump knob berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam. Setelah melepaskan
kunci knob selanjutnya operasikan pompa. Longgarkan air vent plug pada fuel filter
manifold untuk mengalirkan fuel ke filter dan pada governor untuk mengalirkan fuel
ke main pump dan fuel lines (akan didiskusikan kemudian).
1

Training Center Cileungsi 32


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

22

Fuel mengalir melalui filter sebelum masuk ke main fuel pump. Spin-on fuel filter
harus selalu dirawat setiap interval waktu tertentu. Jika terdapat kotoran yang
menyumbat fuel filter maka filter bypass valve akan terbuka sehingga fuel transfer
pump akan mengalirkan fuel yang tidak disaring ke fuel main pump.

PERHATIAN

Jangan pernah menuangkan fuel ke dalam filter pada saat memasang filter
baru. Untuk memastikan bahwa tidak terdapat fuel kotor yang masuk ke dalam
fuel system saat penggantian filter maka gunakanlah fuel priming pump untuk
memancing fuel. Pada saat memompa untuk memancing, bukalah air vent plug
(panah) agar udara dapat mengalir keluar dari system. Pemompaan dihentikan
saat fuel mengalir tanpa disertai dengan gelembung udara dari vent plug.
Yakinkan untuk menampung fuel yang keluar dari air vent. Air vent plug dapat
diganti dengan pressure gauge untuk mengukur tekanan fuel antara transfer
pump dan filter.

Training Center Cileungsi 33


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

23

Main fuel pump (1) adalah in-line cam-type pump yang terdiri dari enam buah scroll-
type fuel pumps (2) yang terpasang secara individual. Gear yang telah di-timing
dengan engine crankshaft merupakan penggerak dari main fuel pump. Governor (3)
melalui perantaraan fuel control rack mengontrol jumlah fuel yang akan dikirimkan
oleh masing-masing fuel pump ke dalam cylinder.
Governor digerakan secara electro-mechanically melalui system cable (4). Pada
saat energized, shutoff solenoid (5) menggerakan fuel rack ke posisi FUEL OFF
position tanpa dipengaruhi oleh throttle position.

CATATAN: Saat mem-priming fuel pump dan fuel lines longgarkanlah air vent
plug (6). Hentikan Proses priming apabila fuel yang mengalir dari air vent plug
sudah tidak mengandung gelembung udara. Yakinkan untuk selalu
menampung fuel yang keluar dari air vent dengan menggunakan wadah dan
buanglah di tempat yang telah ditentukan.

Training Center Cileungsi 34


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

24

Fuel Pump Operation

Gambar di atas menunjukan aliran di sepanjang fuel system. Fuel transfer pump
mengalirkan fuel dari tank ke fuel filter, fuel filter akan membersihkan fuel sebelum
fuel tersebut memasuki main pump. Main pump terdiri enam buah fuel pump.
Masing-masing individu fuel pump selanjutnya akan memasok fuel bertekanan tinggi
ke fuel injection nozzle melalui high pressure fuel lines. Tiap fuel injection nozzle
selanjutnya akan menyemprotkan fuel dalam bentuk kabut (atomize) ke dalam
cylinder yang sesuai.
Dalam operasinya fuel transfer pump memasok fuel lebih banyak dari yang
dibutuhkan oleh engine. Kelebihan fuel yang tidak di gunakan oleh main pump akan
melakukan fungsi lubrication, cooling dan cleaning sebelum akhirnya fuel sisa tadi
kembali mengalir menuju tank melalui fuel return line.

Training Center Cileungsi 35


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

25

Camshaft merupakan sumber tenaga yang menggerakan fuel transfer pump.


Komponen tappet dan push rod merubah gerakan berputar dari camshaft menjadi
gerakan reciprocating (gerakan lurus bolak-balik). Push rod selanjutnya akan
menggerakan piston. Gerakan reciprocating dari piston menghasilkan siklus suction
dan discharge secara bergantian. Pada saat tappet bergerak turun kebagian bawah
cam lobe, piston camber spring mengembalikan piston ke posisi bawah. Gerakan
piston ke bawah ini akan memaksa fuel yang berada di bawah piston chamber untuk
mengalir menuju fuel injection pump supply line sehingga mengurangi hambatan
untuk piston spring chamber. Tekanan di daerah discharge sekarang menjadi lebih
tinggi dibandingkan dengan tekanan di ruang piston spring chamber sehingga
discharge check valve akan menutup. Penurunan tekanan di ruang piston spring
chamber juga akan membuka suction check valve sehingga fuel bisa mengalir dari
tank untuk mengisi chamber.

26

Saat cam lobe mendorong tappet ke atas, piston akan mendorong piston chamber
spring. Dengan gerakan piston ke atas maka akan timbul kenaikan tekanan di ruang
piston chamber spring. Akibat kenaikan tekanan ini maka suction check valve
menutup tetapi discharge check valve justru akan membuka. Fuel mengalir melewati
discharge check valve sehingga mengalir juga menuju chamber di bawah piston

Training Center Cileungsi 36


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

(sebagian fuel juga akan fuel injection pump supply line). Ketika tappet telah
mencapai mencapai puncak dari cam lobe dan mengikuti permukaan cam lobe yang
bergerak turun piston spring akan mengembalikan posisi piston ke bawah chamber
dan memaksa fuel di dalam chamber untuk keluar dari discharge port untuk menuju
fuel injection pump supply line.

27

Jika fuel discharge pressure meningkat secara abnormal, fuel pressure di dalam
chamber bawah piston akan beradu kuat dengan gaya piston chamber spring. Ketika
fuel pressure didalam chamber di bawah piston dan gaya spring mencapai titik
kesetimbangan maka piston tidak akan mendorong tappet dan cam lobe. Fuel
pressure didalam spring chamber akan menutup suction check valve dan fuel
discharge pressure akan membuat discharge valve menutup. Pada kondisi ini fuel
transfer pump sedang menjalankan fungsi regulating.

Training Center Cileungsi 37


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

28

Fuel dari fuel transfer pump mengalir melalui filter menuju main fuel injection pump.
Gambar di atas menunjukan gambar irisan dari satu fuel pump yang berada di dalam
main fuel injection pump. Pluger spring dan tapet memaksa plunger untuk mengikuti
bentuk dari camshaft lobe yang berputar. Saat camshaft berputar maka tapet akan
didorong naik oleh cam lobe dan melawan gaya spring sehingga plunger juga
terdorong naik. Saat plunger naik maka fuel pressure di dalam chamber diatas
plunger akan melawan gaya dari delivery valve spring dimana akhirnya spring tadi
akan terdorong dan membiarkan fuel untuk mengalir menuju fuel injection nozzle.
Posisi dari control rack menentukan jumlah dari fuel yang akan dialirkan ke injection
nozzle. Control rack diatur oleh governor (akan dijelaskan kemudian). Masing-
masing kompinen fuel pump terhubung dengan control rack melalui control pinion,
dimana control pinion tersebut di-clamp dengan control sleeve. Slot di dalam control
sleeve memungkinkan plunger untuk meluncur naik dan turun di dalam sleeve dan
didalam plunger barrel. Selanjutnya plunger selalu berputar bersama-sama dengan
sleeve. Gerakan dari control rack akan mengakibatkan juga gerakan dari plunger
yang berputar bersama dengan control sleeve sementara plunger barrel selalu
dalam kondisi tetap tidak bergerak.

Training Center Cileungsi 38


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

29

Governor adalah komponen yang mengontrol control rack, cara mengontrolnya


adalah dengan merubah effektif stroke dari plunger yang artinya juga merubah
jumlah fuel yang diinjeksikan. Effektif stroke adalah jarak yang ditempuh saat
plunger naik ke atas dimulai dari titik dimana ujung atas plunger menutup suction
dan discharge port sampai ke posisi dimana scroll membuka suction dan discharge
port. Setelah scroll membuka suction dan discharge port maka tekanan diatas
plunger akan turun. Penurunan tekanan diatas plunger akan mengakibatkan
tertutupnya delivery valve oleh delivery valve spring sehingga fuel injection proses
akan berakhir walaupun plunger masih meneruskan gerakannya ke atas.

Training Center Cileungsi 39


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

30

Main fuel injection pump memasok high pressure fuel ke fuel injection nozzle melalui
injection lines. Apabila tekanan di dalam injection lines mencapai 22065 sampai
23046 kPa (3200 sampai 3342 psi), nozzle akan menginjeksikan fuel ke dalam
ruang bakar. Besarnya injection pressure dapat dirubah dengan cara merubah
ketebalan dari shim dibalik pressure spring di dalam fuel injection nozzle.
Perubahan ketebalan sebesar 0.1 mm (0.004 in.) dari shim akan menyebabkan
perubahan injection pressure sebesar 1373 kPa (200 psi).

Training Center Cileungsi 40


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

31

Governor Control System Operation

Penjelasan kali ini akan memberikan informasi bagaimana governor bekerja ketika
kecepatan engine mulai melebihi dari kecepatan yang ditentukan oleh throttle control
lever. Saat engine mulai mengalami overspeed maka gaya sentrifugal pada flyweight
akan menyebabkan flyweight mekar & membuka keluar, shifter dan sleeve juga
bergerak ke kanan sampai menyentuh dan menekan torque control spring. Setelah
itu berikutnya yang terjadi adalah tension lever bergerak juga ke arah kanan dan
menarik governor spring. Pada saat gaya dari spring dan gaya sentrifugal yang
dimiliki flyweight mencapai kesetimbangan maka tension lever akan berhenti
bergerak.
Pada saat yang bersamaan ketika flyweight, shifter dan sleeve bersama-sama
menggerakan tension lever maka komponen-komponen tersebut juga menggerakan
floating lever ke arah kanan. Mekanisme lever menghubungkan floating lever ke
control rack sehingga control rack juga bergerak ke kanan untuk mengurangi jumlah
bahan bakar yang akan dipasok oleh fuel injection pump ke fuel injection nozzle.
Control rack akan terus bergerak ke kanan sampai governor spring dan flyweight
mencapai kesetimbangan. Jika kecepatan engine terus meningkat akibatnya adalah
tension lever akan terus bergerak ke akan sampai menyentuh idling-sub spring yang
akan membawa kecepatan putaran engine ke kondisi NO LOAD MAXIMUM SPEED.
Fungsi dari torque control spring adalah untuk membatasi jumlah asap hitam yang
dihasilkan oleh engine saat mengalami akselerasi. Saat kecepatan engine rendah
maka gaya dari torque control spring lebih besar dibandingkan gaya sentrifugal dari
flyweight. Gaya dari spring akan menggerakan shifter dan sleeve kearah kiri
sehingga guide dan floating lever pun terdorong kearah kiri dan menyebabkan
control rack bergerak juga ke arah FUEL ON. Pada saat kecepatan engine

Training Center Cileungsi 41


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

meningkat, gaya sentrifugal dari flyweight akan menekan torque control spring.
Shifter selanjutnya akan menyentuh dan mendorong tension lever untuk mengurangi
fuel yang akan di injeksikan. Pada governor ini, mendorong fuel rack ke dalam akan
mengurangi fuel dan menarik rack keluar akan menambah fuel.

CATATAN: Control lever dan shutoff lever pada illustrasi diatas bukanlah
mekanisme sebetulnya yang terdapat pada engine 3066 di 320D Hex.
Mekanisme control untuk throttle yang aktual bukanlah menggunakan lever
melainkan system kabel. Shutoff lever juga dioperasikan oleh solenoid.

32

Semua input komponen elektronik untuk engine speed control akan menuju ke
controller. Controller tersebut berada di sisi kiri machine di bagian belakang pintu
akses bersebelahan dengan air filter canister.

Training Center Cileungsi 42


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

33

Skematik yang telah disederhanakan untuk machine control system seperti tampak
pada gambar di atas menampilkan komponen input yang mengontrol governor
motor. Input komponen itu adalah automatic engine speed control (AEC) dan power
mode function di control panel, engine speed dial, implements/swing, travel dan
attachment pressure switch, one touch low idel switch pada implement control lever
sebelah kanan, back up switch untuk throttle control dan position feedback sensor
pada governor actuator motor.
Controller akan membandingkan input signal dari engine sped dial dengan input
signal yang diterima dari position feedback sensor. Jika posisi dari dari feedback
sensor dan engine speed dial tidak sama maka controller akan mengirimkan signal
ke governor motor untuk menggerakan governor control lever ke posisi yang benar.

Training Center Cileungsi 43


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

34

Governor actuator motor (didalam kotak besi) berada di bagian bawah dari machine
& untuk mengaksesnya harus membuka bottom cover. Governor actuator motor
menerima signal electronic dari controller.

35

Governor control cables dibungkus mengelilingi pulley yang terhubung ke position


feedback sensor didalam governor actuator motor.
Signal electronic yang sampai ke governor actuator motor menyebabkan feedback
sensor dan pulley berputar. Putaran dari pulley menggerakan cable yang akan
menggerakan governor throttle control lever.

Training Center Cileungsi 44


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

36

Engine speed control dial di dalam operator station adalah salah satu komponen
input untuk mengontrol engine speed. Engine speed control dial memiliki sepuluh
pilihan posisi. Masing-masing posisi merujuk pada suatu harga rpm yang spesifik.
Posisi 1 adalah LOW IDLE dan posisi 10 adalah HIGH IDLE.

37

Rangkaian engine speed control memiliki backup switch (berlokasi didalam operator
staion, dibawah cover di bagian belakang dari arm rest bagian kanan). Back up
switch ini memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed dial. Untuk
mengoperasikan engine pada LOW IDLE posisikan manual/auto switch ke posisi
“MAN” dan tahan spring-centered speed toggle switch ke gambar kura-kura sampai
engine speed berhenti melambat. Untuk beroperasi pada HIGH IDLE, tahan speed
switch (2) di posisi gambar kelinci sampai engine speed berhenti naik. Untuk
mengoperasikan engine pada operasi kecepatan menengah, lepaskan speed toggle
switch sebelum engine mencapai high atau low idle.

Training Center Cileungsi 45


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

38

Untuk bisa meningkatkan effesiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi noise
level maka AEC akan mengurangi engine speed pada saat tidak ada beban. Level
pertama beroperasi saat AEC switch dalam kondisi OFF. Level pertama terjadi pada
saat kurang lebih tiga detik setelah kebutuhan engine untuk menanggung beban
hilang. Pressure switch untuk swing, travel & attachment mengirimkan signal ke
controller untuk memberitahu controller bahwa tidak ada beban yang diberikan ke
[Link] tidak ada kebutuhan beban maka controller akan mengirimkan signal ke
governor motor untuk menurunkan engine speed sebanyak 100 rpm.
Level AEC yang kedua terjadi ketika switch AEC dalam kondisi ON dan posisi
engine speed dial berada di 5 atau lebih. Level kedua ini otomatis akan mengurangi
engine speed menjadi sebesar 1300 rpm jika setelah 3 detik engine tidak menerima
beban. Apabila ada pressure switch yang berubah menjadi ON (kondisi berbeban)
maka engine speed akan kembali ke kecapatan yang sesuai dengan yang tertera di
speed dial.
Power Mode selector terletak di monitor unit Level dari Power Mode menentukan
maximum engine speed secara terpisah tidak tergantung dari posisi engine speed
dial. Power Mode III menijinkan rentang maksimum dari operasi throttle (posisi
engine speed dial 1-10). Power Mode II mambatasi maximum engine speed sampai
posisi 9 saja dan Power Mode I membatasi posisi maximum engine speed sampai
posisi 7 saja tanpa tanpa menghiraukan posisi dari engine speed dial. Machine
memiliki nilai default Power Mode II pada saat start-up.

Training Center Cileungsi 46


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

39

Grafik diatas menunjukan rpm engine pada berbagai macam kondisi dari operasi
implement dengan machine berada pada Power Mode III dan engine speed dial
pada posisi 10. Lima detik pertama di grafik menunjukan rpm engine saat implement
sedang dioperasikan. Pada saat tersebut engine berada dalam kondisi beban yang
berubah-ubah karena itu akibatnya maka rpm engine juga berfluktuasi. Saat
operator menghilangkan beban dari engine untuk sekejap rpm engine akan naik
sampai HIGH IDLE. Jika AEC switch dalam posisi OFF, dalam waktu tiga detik
setelah setelah engine speed mencapai high idle maka fungsi level pertama dari
AEC akan menurunkan engine rpm sebanyak 100 rpm. Apabila switch AEC ada di
posisi ON maka 3 detik setelah engine mencapai HIGH IDLE, level kedua AEC akan
menurunkan rpm engine dari high idle ke 1300 rpm.
Selama operator tidak menggerakan implement atau travel motor maka engine
speed tetap berada 100 rpm dibawah high idle rpm (AEC switch dalam posisi OFF)
atau pada 1300 rpm (AEC switch dalam posisi ON).
Apabila operator memberikan beban pada engine maka controller akan
mengembalikan engine speed ke engine speed dial setting atau ke maximum speed
yang diperbolehkan oleh power mode level (tergantung mana yang paling rendah).

Training Center Cileungsi 47


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

40

Pada implever control lever sisi kanan terdapat one-touch low idle switch. Saat
operator mengaktifkan one-touch low idle switch maka controller mengirimkan signal
ke governor motor agar mengurangi engine speed menjadi 940 rpm. Saat operator
menekan swich tersebut untuk yang kedua kalinya maka engine speed akan naik
lagi ke level yang di set pada engine speed dial, power mode level atau AEC level
(tergantung mana yang paling rendah). Jika operator mengaktifkan fungsi maka one-
touch low idle control switch secara otomatis akan OFF dan engine speed akan
kembali ke level operating normal.

PERHATIAN

Engine speed dial sebaiknya berada di posisi 1 sebelum engine dimatikan.


Apabila operator mematikan machine dengan one-touch level idle switch
dalam keadaan aktif (rpm engine sebesar 940 rpm) dan operator tidak
mengembalikan speed dial ke posisi 1 sebelum menghidupkan engine
kembali, maka saat engine hidup speed engine akan langsung berakselerasi
ke kecepatan engine speed dial setting atau ke level power mode II –
tegantung mana yang paling rendah. Controller tidak menyimpan di momory
informasi mengenai one-touchlow idle swith yang masih dalam kondisi aktif
pada saat engine dimatikan.

Training Center Cileungsi 48


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

41

IN-CHASSIS FUEL SYSTEM TESTS AND ADJUSTMENTS


High and Low Idle

High idle (1) dan low idle (2) screws digunakan untuk menyetel maximum and
minimum engine speed. Spesifikasi high idle speed untuk 320 Hydraulic Excavator
dengan engine 3066 adalah sebesar 1970 + 30 -20 rpm dan spesifikasi low idle
adalah sebesar 800 ± 50 rpm. Apabila high idle screw diputar searah dengan
putaran jarum jam maka HIGH IDLE rpm akan turun demikian juga sebaliknya.
Apabila memutarkan low idle screw searah dengan arah putaran jam maka akan
menaikkan rpm LOW IDLE dari engine.

PERHATIAN

Fungsi level pertama AEC akan menimbulkan kesulitan saat melakukan


pengujian engine HIGH IDLE speed pada machine selama controller
mengirimkan signal ke governor actuator motor. Level pertama AEC akan
selalu mengurangi engine speed sebanyak 100 rpm dibawah HIGH IDLE tanpa
memperdulikan AEC switch dalam kondisi ON ataupun OFF. Oleh karena itu,
jangan pernah melakukan penyetelah HIGH IDLE speed saat engine masih
terhubung ke controller. Untuk memeriksa HIGH IDLE gunakanlah back up
switch (akan didiskusikan nanti).

21

Training Center Cileungsi 49


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

42

Idling Sub-spring and Full Load

Gambar governor diatas menunjukan bagaimana mengakses idling sub-spring (1),


torque control spring (2, dibelakang cover) dan full load adjustment screw (3).
Fungsi dari idling sub-spring adalah untuk menjaga agar rpm engine dalam kondisi
konstan saat LOW IDLE. Jika rpm engine berfluktuasi dengan tidak normal pada
saat LOW IDLE maka hal tersebut bisa disebabkan oleh idling sub-spring yang tidak
menempel pada governor tension lever sehingga control rack berada dalam posisi
floating. Dengan mengencangkan idling sub-spring adjusting screw sampai spring
menempel pada tension lever dapat mencegah posisi control rack berada dalam
kondisi floating. Ketika idling sub-spring memberikan sejumlah gaya pada tension
lever maka LOW IDLE speed akan sedikit bertambah tapi akan menghentikan
fluktuasinya.
Saat bekerja pada machine engine mungkin akan mengalami over speed setelah
beban menghilang jika gaya idling sub-spring terlalu kuat menekan tension lever.
Karena itu ketika melakukan penyetelan idling sub-spring tension kencangkanlah
adjusting screw secukupnya hanya untuk menghilangkan kondisi LOW IDLE speed
yang tidak stabil.
Fungsi dari full load adjustment screw adalah untuk membatasi travel dari rack pada
saat kondisi FULL LOAD. Full load adjustment screw menyediakan positive stop
untuk floating lever pada governor. Dengan memutar full load adjustment screw
searah putaran jarum jam maka akan menambah jumlah fuel yang diinjeksikan
sedangkan putaran sebaliknya pada full load adjustment screw akan mengurangi
jumlah fuel yang diinjeksikan.
Engine menghasilkan horsepower maksimum ketika floating lever menyentuh full
load adjustment screw (dengan engine pada full load rpm), Penyetelan yang salah
pada full load adjustment screw akan mengakibatkan engine horsepower tidak
sesuai dengan spesifikasinya. Bagaimanapun juga output engine tidak dapat diukur
dalam kondisi FULL LOAD dengan standar 3066 pada machine 320 Hex
dikarenakan engine tersebut tidak memiliki boost pressure tap dan controller akan
men-destroke hydraulic pump sebelum engine mencapai kondisi full load. Jika
engine memiliki masalah dengan power yang dihasilkannya dan setelah memeriksa
kemungkinan penyebab masalah tersebut ( seperti kualitas fuel, fungsi governor
control mechanism, altitude duration, kondisi air & fuel filter, kondisi fuel nozzle,
injection timing) maka engine selanjutnya harus di uji diatas dynamometer.

Training Center Cileungsi 50


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

CATATAN: Dengan melakukan sedikit modifikasi maka dapat dimungkinkan


untuk memeriksa engine horsepower dengan engine masih berada di atas
chasis. Prosedure ini mengharuskan untuk membuat lobang guna tempat
pemasangan boost pressure tap pada air intake system. Memutuskan
hubungan signal dari controller ke hydraulic pump dan (dengan cara
memutuskan hubungan proportional reducing valve harness ataupun
memutuskan dan menutup powershift pressure hose), kemudian membebani
engine dengan beban hydraulic swing dan bucket pada saat mengukur
besarnya boost pressure dan rpm.
Untuk melakukan prosedur ini, operasikan swing motor dengan melawan
swing lock pin. Kemudian perlahan-lahan bebani dengan bucket sambil
mengukur engine speed. Saat rpm engine turun sampai 1700 rpm (100 rpm
dibawah full load speed) secara bertahap kurangi beban pada bucket. Dengan
pengurangan pada beban bucket maka akan terjadi peningkatan pada rpm
engine dan boost pressure. Boost pressure akan meningkat sampai mencapai
harga maximum kemudian akan mulai turun kembali. Catat nilai rpm dan boost
pressure saat boost pressure mencapai nilai tertingginya. Engine akan
menghasilkan maximum horsepower pada saat kondisi maximum boost
pressure, perbandingan antara hasil dari pengukuran tersebut dengan nilai
spesifikasi akan menginformasikan apakah menghasilkan rated horsepower.
Boost pressure pada 1800 rpm adalah sebesar 500 ± 50 mm Hg (9.7 ± 1 psi).
Jika engine tidak menghasilkan boost pressure yang memadai saat kondisi
FULL LOAD rpm maka artinya engine tersebut juga tidak akan menghasilkan
rated horsepower. Pengujian ini hanya boleh dilakukan untuk mengetahui
unjuk kerja engine pada saat melakukan troubleshooting. Pengujian ini tidak
akurat untuk digunakan dalam melakukan full load screw adjustment.

PERHATIAN

Timing gear housing mempengaruhi pengukuran rack travel di atas chasis.


Pada saat tersebut tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui
apakah penyetelan full liad adjustment screw telah merubah jarak rack travel
sehingga melenceng dari nilai spesifikasi. Engine dynamometer dan fuel test
bench merupakan metoda yang paling aman dan akurat dalam melakukan
penyetelan engine horsepower.

21

Training Center Cileungsi 51


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

43

Fuel Nozzle Test

Apabila unjuk kerja engine mengalami penurunan maka hal tersebut mungkin
disebabkan oleh fuel injection nozzle yang tidak berfungsi dengan baik. Untuk
menguji fuel injection nozzle operasikan engine pada HIGH IDLE (dengan
menggunakan switch engine speed dial bypass) dan ukurlah speednya. Setelah
melakukan pengukuran HIGH IDLE rpm selanjutkan longgarkan fuel supply line (1)
pada injector yang dicurigai dan arahkan aliran fuel ke wadah yang telah disiapkan
sebelumnya. Dengan fuel supply yang telah dilonggarkan operasikan engine pada
kondisi HIGH IDLE dan ukurlah engine rpm. Jika engine speed lebih rendah dari nilai
pengukuran HIGH IDLE speed sebelumnya maka problem yang terjadi tidak
berkaitan dengan injector tersebut. Apabila HIGH IDLE speed tetap sama dengan
kondisi sebelumnya maka lepaskanlah injector tersebut dan uji dengan
menggunakan injector test stand. Apabila injector tersebut rusak maka gantilah
injector tersebut. Selanjutnya periksa kembali unjuk kerja engine.
Untuk melepaskan fuel injection nozzle, longgarkan fuel return line (2) dari masing-
masing injector dan lepaskanlah salurannya. Setelah melepas return line,
longgarkan bolt (3) dan lepaskan clam nya. Injector harus ditarik lurus untuk bisa
keluar dari head. Apabila injector tidak dapat meluncur dengan mudah gunakanlah
wrench untuk memutarkan injector saat menaik injector keluar.

Jangan pernah membiarkan fuel untuk tumpah mengenai engine yang panas
atau ke permukaan tanah. Panas dari engine kemungkinan cukup untuk
menyebabkan fuel menyala yang berakibat pada cidera pada pelaksana
pekerjaan dan kerusakan pada peralatan. Diesel fuel adalah cairan yang
berbahaya sehingga tidak boleh mencemari lingkungan.
WARNING

Training Center Cileungsi 52


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

44

Fuel Timing

Fuel injection timing yang tidak tepat juga dapat menyebabkan engine mengalami
penurunan kemampuan. Engine timing gears memiliki tanda referensi (1 and 2) yang
berhubungan dengan cylinder no 1 pada kondisi top dead center. Fuel timing gear
(3) menggerakan fuel camshaft. Merubah posisi main fuel pump relative terhadap
fuel timing gear akan merubah fuel injection timing
1

45

Skala (1) pada injection pump menunjukan posisi dari main fuel pump relative
terhadap timing gear. Masing-masing tanda pada skala merepresentasikan
perubahan timing sebesar 6°. Dengan melonggarkan retaining bolts (2) dan
memutar bagian atas dari pompa kearah engine akan memajukan (advance)

Training Center Cileungsi 53


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

injection timing. Sedangkan memutarkan bagian atas dari pompa menjauh dari
engine akan memundurkan injection timing.
1

46

Untuk memeriksa fuel injection timing, lepaskan fuel line (1) dari No. 1 fuel pump.
Longgarkan clamp (2) dan lepaskan penahan delivery valve. Lepaskan valve &
spring dari delivery valve holder; kemudian ganti hanya holdernya saja (lihat slide no
28). Pasangkan injection line yang tersisa ke fuel pump no 1 dan arahkan ujung
satunya ke wadah untuk menampung diesel fuel.
1

47

Setelah menyiapkan No. 1 fuel pump, gunakan socket wrench untuk memutarkan
nut (panah) dan putarlah crankshaft sampai No. 1 piston berada di posisi 60°
sebelum top dead center pada compression stroke.

CATATAN: Periksa valve clearances pada cylinder no 1 untuk memastikan


bahwa cylinder berada di posisi compression stroke dan bukan exhaust
stroke.

Training Center Cileungsi 54


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

48

Pulley contains memiliki skala yang dimulai dari rentang 0° sampai 40° dan pointer
(panah). Masing-masing tanda pada skala menunjukan 5° putaran crankshaft. Saat
memompa fuel priming pump, putarlah engine crankshaft sampai fuel berhenti
mengalir dan bacalah angka yang ditunjukan pointer pada skala.
Nomor yang ditunjukan adalah fuel timing advance. Fuel injection timing
specification untuk 3066 engine in pada 320 Hydraulic Excavator adalah 16°
sebelum top dead center. Jika fuel injection timing tidak menunjukan 16° sebelum
top dead center, putarlah fuel pump (seperti telah dijelaskan sebelumnya) untuk
merubah injection timing.

49

Fuel Pump and Governor Removal

Cara yang paling akurat untuk menguji dan menyetel pump dan governor adalah
dengan menggunakan test bench. Setelah memutuskan hubungan antara main fuel
supply line, fuel injector supply lines, fuel overflow line, lubrication line, dan semua
governor control linkage maka pompa dan governor dapat dilepaskan.
Pompa dan governor dapat dilepas dengan atau tanpa fuel timing gear. Untuk

Training Center Cileungsi 55


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

melepaskan pompa dan governor tanpa timing gear, longgarkan empat buah bolt
bolts (1) dari the timing gear housing. Untuk melepaskan pompa dan governor
dengan timing gear, lepaskan lima buah bolts (2) dari timing gear housing cover dan
longgarkan tiga retaining bolts (3).

50

Taper dan slot pada bagian ujung fuel camshaft memungkinkan pompa dan
governor untuk terpasang pada fuel timing gear hanya pada satu posisi saja.

51

Taper dan key slot pada timing gear akan cocok dengan taper dan key slot dari fuel
camshaft.

Training Center Cileungsi 56


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

52

CONCLUSION

Presentasi ini mendiskusikan 3066 engine yang dikonfigurasikan untuk dipasang


pada 320D Hydraulic Excavator. Informasi pada presentasi ini dapat membantu
personal service di dealer untuk memahami engine dan bagaimana hubungannya
dengan machine.

Training Center Cileungsi 57


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

SLIDE LIST

1. Model view
2. Hydraulic pumps
3. Air filter
4. Air filter indicator
5. Turbocharger
6. Inlet manifold heater
7. Key switch
8. Engine oil pump
9. Engine oil filter
10. Engine oil cooler
11. Lubrication system main relief valve
12. Lubrication system backup relief valve
13. Lubrication system oil pressure tap
14. Lubrication system oil pressure sensor
15. Engine oil dipstick
16. Engine oil fill port
17. Radiator
18. Radiator overflow bottle
19. Water pump
20. Temperature regulator
21. Fuel transfer and priming pump
22. Fuel filter
23. Fuel pump and governor
24. Fuel system diagram
25. Fuel transfer and priming pumps illustration - SUCTION
26. Fuel transfer and priming pumps illustration - DISCHARGE
27. Fuel transfer and priming pumps illustration - REGULATING
28. Fuel injection pump illustration
29. Effective stroke illustration
30. Fuel injection nozzle illustration
31. Governor operation illustration -NO LOAD MAXIMUM SPEED
32. Controller
33. Engine speed input components schematic
34. Governor actuator motor
35. Position feedback sensor and full load adjustment screw
36. Engine speed control dial
37. Engine speed control backup switches
38. Electronic control unit
39. AEC operation graph
40. One-touch low idle switch
41. High and low idle adjustment screws
42. Idling sub-spring, torque control spring,
43. Fuel injection nozzle
44. Engine timing gears
45. Fuel timing reference scale
46. No. 1 injection pump
47. Crankshaft rotation nut

Training Center Cileungsi 58


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

48. Timing reference scale


49. Fuel pump and governor removal screws
50. Taper and slot in fuel camshaft
51. Taper and slot in fuel timing gear
52. Model view

Training Center Cileungsi 59


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 60


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 61


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 62


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 63


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 64


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 65


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Print

Topic 2 - Engine
Post Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………

Beri tanda silang (X) pada jawaban yang benar.

Selamat bekerja

21. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity

22. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.

23. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?
A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.

24. Apakah fungsi dari water temperature regulator ?


A. Mempercepat engine untuk mencapai suhu kerjanya.
B. Menjaga suhu engine agar selalu berada dalam suhu kerjanya.
C. Menurunkan suhu engine.
D. Memudahkan engine untuk start.

25. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance
pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.

Training Center Cileungsi 66


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

B. Caterpillar Hose.
C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.

26. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.

27. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.

28. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.

29. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed
control dial:
A. Betul.
B. Salah.

30. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.

=========================

Training Center Cileungsi 67


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Topic I - Engine
Kunci Jawaban Post Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………

Beri tanda silang (X) pada jawaban yang benar.

Selamat bekerja

31. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity

32. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.

33. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?
A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.

34. Apakah fungsi dari water temperature regulator ?


A. Mempercepat engine untuk mencapai suhu kerjanya.
B. Menjaga suhu engine agar selalu berada dalam suhu kerjanya.
C. Menurunkan suhu engine.
D. Memudahkan engine untuk start.

35. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance
pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.
B. Caterpillar Hose.

Training Center Cileungsi 68


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.

36. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.

37. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.

38. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.

39. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed
control dial:
A. Betul.
B. Salah.

40. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.

=========================

Training Center Cileungsi 69


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 70


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Topic 3 – Hydraulic System


Pre Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
eekasi Componen Hydraulic Syste
Test 1.

Petunjuk: Modified Benar/Salah. Jika pertanyaannya salah, garis bawahi kata


yang salah tersebut dan ganti dengan pernyataan yang benar

hydraulic system
Contoh: S 1. Adalah engine Session.

______1. Ketika mencurigai masalah power, Pertama-tama tentukan


masalahnya dari hydraulic atau dari engine

_____ 2. Jika implement atau travel digunakan, tekanan implement atau travel
diatur oleh relief valve NFC

_____ 3 Kontrol engine dan pompa, menerima sinyal elektrik dari sensor
tekanan pompa sebelah kiri selama swing digerakkan.

_____ 4. Tekanan system travel dapat dicheck dengan menstall implement.

_____ 5. Jika tekanan powershift yang menuju ke regulator pompa implement


naik, pompa destroke.

_____ 6 Variable swing priority valve dikontrol oleh swing priority pressure
reducing valve.

_____ 7. Tekanan pilot boom mengontrol tekanan swing priority reducing valve.

_____ 8. Sinyal pilot untuk stick in pada stick 2 dikontrol oleh sinyal pilot boom
down yang akan ke boom priority pressure reducing valve.

_____ 9. System NFC relief valve membuat implement pumps upstroke atau
destroke tergantung dari pergerakkan control valve pilot.
_____ 10. Tekanan maksimum system travel selama travel diatur oleh the travel
crossover relief valve.

_____ 11. Sinyal tekanan power shift dikontrol oleh monitor.

Training Center Cileungsi 71


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

_____ [Link] yang keluar dari port G berasal dari pilot manifold.

_____ 13. Implement pumps upstroke jika sinyal yang diterima solenoid PRV
dari module engine and pump control berkurang.

_____ 14. Underspeed System mengatur tekanan NFC menuju implement pumps
untuk menjaga engine dari stall.

_____ 15. Horsepower adjustment pada implement pump regulator mengontrol


tekanan pump destroke

_____ 16. Boom 1 and Boom 2 control valves bergerak bersama-sama jika
Fungsi Boom Up diaktifkan

_____ 17. Stick regeneration circuit tidak berfungsi selama operasi stick in

_____ 18. Jika implement pump dalam keadaan standby, tekanan sinyal NFC
rendah.

_____ 19. Stick unloading valve bergerak selama operasi stick in oleh tekanan
pilot stick in

_____ 20. Aliran pompa implement dikontrol oleh tiga sinyal tekanan yang
berbeda yang dikirim ke regulator pompa.

_____ 21. Pada 320D, salah satu sinyal tekanan yang mengatur aliran pompa
adalah tekanan NFC

_____ 22. Boom down regeneration tidak berfungsi selama operasi boom down

_____ 23. Jika kontrol digerakkan secara bersamaan, tekanan system tertinggi
datang dari bagian tengah kanan atau kiri dari implement control
valve diatur oleh main relief valve.

_____ 24 Tekanan powershift dikalibrasi dengan service tool dan software ET

_____ 25. Informasi diagnostic tersedia pada panel monitor atau software ET

Training Center Cileungsi 72


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TEST 2.

Petujuk: Isilah Essay dan Multiple Choice.

1. Berapa tekanan dari travel crossover relief valves ketika diadjust?


_____________________

2. Berapa nilai constan tekanan power shift di set selama flowtest?


_____________________

3. Berapa tekanan boom head end dan stick rod end line relief valves pada saat
diadjust?
_____________________

4. Berapa tekanan implement line relief valves yang lainnya?


_____________________

5. Kontrol engine dan pump tidak menerima sinyal dari _____________ .

A. Pressure switch travel kiri dan kanan


B. Implement dan swing pressure switch
C. Sensor tekanan sistim pilot
D. Sensor tekanan pompa kanan
E. Sensor tekanan pompa kiri
F. Switch tekanan straight travel
G. Switch tekanan attachment
H. Switch hydraulic activation
6. Berapa tekanan main relief di adjust untuk fungsi implement?
_____________________

7. Berapa tekanan swing motor relief valve kiri dan kanan di adjust?
_____________________

8. Berapa tekanan travel motor crossover relief valve di adjust?


_____________________

9. Berapa tekanan pilot system di adjust?


_____________________

10. Berapa tekanan power shift diadjust selama prosese kalibrasi?


_____________________
_____________________

11. Berapa tekanan yag dibutuhkan travel and swing parking brakes untuk
release?
_____________________

12. Berapa tekanan dari return rod end yang dibutuhkan stick unloading
valve untuk shift?
_____________________

Training Center Cileungsi 73


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Test 3.

Petunjuk: Jodohkan component dengan lokasi yang benar

______ Pilot Pump A. Dibawah implement control valve


berlawanan pilot manifold
______ Power Shift Pressure
Solenoid B. Mengontrol sinyal dari secsion sebelah
kiri dan kanan dari implement control
______ Boom and Swing Priority valve
Pressure Reducing Valves
C. Menerima sinyal dari pressure switch
______ Implement/Swing Pressure dan sensor dan mengirim sinyal PWM ke
Switch solenoid powershift

______ Boom Drift Reduction Valve D. Bagian dalam spool pada tengah-
tengah control valve. [Link]
______ Swing Anti-reaction Valves diaktifkan, mengirim aliran pompa
kanan ke kedua travel motors dan aliran
______ Hydraulic Actuation Valve pompa kiri ke implement and swing .

______ Slow Return Check Valve E. Terpasang pada implement pump


bagian kanan
______ Swing Brake Solenoid Valve
F Mendestroke kan pompa berdasarkan
______ Hydraulic Actuation Lever kecepatan engine
Switch
G. Terletak dibagian depan daripada
______ Travel Pressure Switches swing motor

______ Negative Flow Control H. Jika switch ini closed, the EPC
Signals mengenergize Hydraulic Actuation
Solenoid Valve.
______ Straight Travel Valve
I. Terletak dibagian atas implement
______ Engine and Pump Control pump

______ Underspeed System J. Mencegah boom cylinders dari drift


selama membawa beban
______ Stick Unloading Valve
K. Pada pilot manifold. Menerima sinyal
EPC dan mengirim oli pilot system untuk
merelease swing brake.

L. Terletak dibawah cab pada Travel


Control Valve. Memberi sinyal ke EPC
jika travel kiri/kanan bekerja

M. Dikontrol oleh Hydraulic Activation


Solenoid pada pilot manifold

Training Center Cileungsi 74


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

N. Terletak dibawah cab pada resolver


block

O. Menyediakan tekanan back pressure


sebesar 42 PSI pada swing control valve
return oil lines.

P. Stelah tekanan return "stick in"


mencapai 1510 PSI valve ini bergerak
membuka saluran return yang lain
untuk "Stick In return oil".

TesTe
TT

[Link]

Training Center Cileungsi 75


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Kunci jawaban
Test 1.
1. B 14. S (NFC >powershift)
2. S (NFC > Main ) 15. B
3. B 16. B (bersama-sama > berbeda )
4. B 17. B
5. B 18. S ( rendah > tinggi)
6. B 19. S (pilot > rod end)
7. S ( boom > swing ) 20. B
8. B ( boom down > boom up ) 21. B
9. B 22. B/S
10.S (travel crossover > main) 23. B
11.S (monitor > ECM) 24. S (service ET > monitor )
12.S (manifold > pump) 25. B
13. B

TEST 2.
1. 5450 ± 220 psi 8. 5450±220 psi
2. 340 psi 9. 595±30 psi
3. 5500±145 psi 10.70 psi
4. 5350±145 psi 362 psi
5. C 11.
6. 5100±73 psi 12.
7. 3750±145 psi

TEST 3
1. E 9. K
2. I 10.H
3. A 11.L
4. N 12.B
5. J 13.D
6. G 14.C
7. M 15.F
8. O 16.P

Training Center Cileungsi 76


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TOPIK 3
Hydraulic System

Pendahuluan

Contents

Module ini didesain untuk memperkenalkan kepada siswa tentang hydraulic sistem
yang ada di Hydraulic Excavator 320 D series.
Dalam module ini juga berisi tentang sistim operasi dari masing - masing komponen
hydraulic sistem serta cara pendiagnosaan dan pengetesan dilapangan dalam
kaitannya mencari trouble shooting.
Setelah mengikuti training ini siswa diharapkan akan lebih memahami serta mampu
menjelaskan fungsi-fungsi komponen didalam sistim hydraulic, mengkalibrasi serta
menyetel tekanan pada valve-valve yang terdapat didalam 320D ini sesuai dengan
spesifikasi teknisnya

Prerequisite
Technician yang sering berkecimpung pada hydraulic sistem di Caterpillar, dan
mempunyai basic yang kuat terhadap hydraulic, electric serta pengoperasian sebuah
computer (ET).

Training Center Cileungsi 77


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

HYDRAULIC SCHEMATIC

Pemahaman mengenai skematik hydraulik sangat penting dalam kaitannya saat


mencari problem pada sistim hydraulik Gambar skematik yang digunakan pada hex
320D tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya. Hanya ada beberapa komponen
yang tidak dipakai lagi pada sistim ini. Selalulah merujuk ke literature yang baru dan
sesuai dengan arrangement dan serial number machine yang bersangkutan.
Pemahaman mengenai symbol-simbol hydraulik yang dipakai pada skematik ini
sangat diperlukan untuk mempercepat pembacaannya.

Training Center Cileungsi 78


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

HYDRAULIC PUMP

Swash plate Design

Tipe pompa yang digunakan kembali menggunakan tipe “Swash Plate Design”.
Hanya letaknya saja yang berbeda yaitu pompa kiri dan kanan. Pada pompa ini juga
dipasangi pompa pilot yang mempunyai maksimum flow 8,4 GPM dengan tipe gear.

PRV Solenoid & Delivery pump pressure Sensor

Juga terpasang solenoid PRV pada bagian kirinya serta sensor tekanan delivery
pump pada masing-masing pompa nya. Sensor ini berguna selain sebagai
pembacaan tekanan actual pada monitor juga dipakai sebagai referensi oleh
controller dalam mengatur flow dari pompa .

NFC

Seperti tipe sebelumnya line NFC masih terpasang pada masing-masing pompa kiri
dan kanan, masih berfungsi sama dengan tipe sebelumnya.

Training Center Cileungsi 79


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

CONTROL VALVE

Pada control valve ini terbagi dua bagian yaitu kiri dan kanan, masing-masing control
valve mendapat suplay pompa dari masing-masing posisinya yaitu untuk control
valve sebelah kiri mendapat suplay dari pompa sebelah kiri sedangkan control valve
sebelah kanan mendapat suplay dari pompa kanan. Pada control valve ini juga
terdapat komponen yang tidak terdapat pada tipe sebelumnya yaitu:

Solenoid Straight Travel


Boom Regeneration Valve
Variable Swing Priority valve

Penjelasaan masing-masing komponen akan dijelaskan lebih lanjut.

Pilot Valve (Joy Stick )

Fungsi dari pilot valve ini adalah mengarahkan aliran dari pompa pilot ke masing-
masing spool pada control valve sesuai dengan fungsinya. Pilot valve ini juga me

Training Center Cileungsi 80


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

“metering” (menjatah) aliran sesuai dengan pergerakan dari sticknya sehingga


didapatkan gerakan yang halus dari masing-masing posisi. Untuk 320 D switch-
switch “Work Mode” sudah ditiadakan sebagai gantinya dari pilihan work mode
tersebut adalah pergerakan dari pilot valve ini.
Contohnya jika kita ingin melakukan”swing priority”kita tinggal menggerakan pilot
valve untuk swing lebih cepat/jauh sehingga valve-valve akan secara otomatis
melakukan pengaturan priority tersendiri.

Electronic Control Sistem

Dalam hal pengaturan aliran pompa serta aliran dalam mode operasinya hydraulic
sistem dibantu oleh electronic control untuk melakukan fungsinya Electronic control
mempunyai tiga tugas penting yaitu:

1. Mengontrol flow rate dari pompa, yang memungkinkan pompa mensuplay output
yang optimum yang sesuai antara beban dan kecepatan engine.
2. Mengontrol AEC (Automatic Engine Control), yang akan menurunkan kecepatan
engine jika tidak ada beban yang diaplikasikan sehingga mengurangi konsumsi
bahan bakar dan mengurangi kebisingan.
3. Mengontrol output-output yang bervariasi sesuai dengan funginya. Electronic
control ini selanjutnya disebut controller juga bisa di down load dengan
menggunakan service tool (ET)

Training Center Cileungsi 81


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Electronic Control Module

Electronic control sistem terdiri dari monitor yang letaknya di dalam kabin dan ECM
machine yang lokasinya berada dibelakang kabin compartment. Electronic control
sistem mengontrol kecepatan engine dan pompa melalaui ECM machine.

Performance Monitor

Fungsi utama dari monitor ini adalah untuk memantau status aktual kondisi dari
machine dan engine. Selain itu juga monitor dapat melakukan fungsi lainnya seperti
mengkalibrasi, melakukan diagnostic test serta melakukan pemrograman controller
pada saat memilih tool yang sesuai. Monitor ini hanya berisi layar LCD dan tombol
navigasi untuk semua keperluan Pemahaman mengenai fungsi tombol ini sangat
penting dalam melakukan fungsi-fungsi dari monitor tersebut diatas. Controller
menggunakan CAT data Link dalam berkomunikasi
dengan monitor ini. Monitor ini dapat disetel arahnya untuk mendapatkan posisi
pembacaan yang bagus.

Training Center Cileungsi 82


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Pilot Manifold

Fungsi pilot manifold adalah tempat pembagian aliran pilot sesuai dengan sistemnya
dan juga tempat solenoid-solenoid yang banyak dipakai pada 320D ini. Letak pilot
manifold ini ada di bagian bawah dari pada control valve, sehingga kita harus
membuka cover bagian bawah untuk melihat manifold valvenya.
Sirkuit pilot dapat diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya yaitu:

Sistem power shift pressure


Sirkuit pilot control valve
Sirkuit straight travel valve
Swing parking brake
Boom priority
Swing priority
Automatic travel speed change

Training Center Cileungsi 83


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

POWER SHIFT PRESSURE SYSTEM

10

PRV Solenoid

Selama machine beroperasi controller menerima input-input signal dari beberapa


komponen diantaranya:

Engine speed dial


Engine speed sensor (MPU)
Pump pressure sensor kiri dan kanan
Monitor pada kabin
Feed Back sensor pada governor actuator motor

Dari input-input tadi controller mengatur arus yang menuju solenoid PRV, dari
solenoid PRV ini tekanan oli dari pompa pilot di atur untuk dirubah menjadi “Power
Shift Pressure” yang selanjutnya dikirim ke regulator pada pompa kiri dan kanan.

Upstroke & Destroke

Selama machine beroperasi controller menerima input-input sinyal dari beberapa


komponen diantaranya:

Engine speed dial


Engine speed sensor (MPU)
Pump pressure sensor kiri dan kanan
Monitor pada kabin
Feed Back sensor pada governor actuator motor

Dari input-input tadi controller mengatur arus yang menuju solenoid PRV, dari

Training Center Cileungsi 84


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

solenoid PRV ini tekanan oli dari pompa pilot diatur untuk dirubah menjadi “Power
Shift Pressure” yang selanjutnya dikirim ke regulator pada pompa kiri dan kanan.
Jika kecepatan engine berkurang maka tekanan power shift akan naik dan pompa
akan “destroke”. Begitu juga sebaliknya jika kecepatan engine naik kembali maka
tekanan power shift akan turun yang akibatnya pompa menjadi “upstroke”.

Catatan

Destroke = sudut pompa mengecil dan output pompa sedikit / berkurang


Upstroke = sudut pompa membesar sehingga output pompa menjadi lebih banyak

11

PRV Solenoid

Gambar diatas menunjukan letak dari solenoid PRV yang menyatu dengan pompa
hydraulic serta pompa pilot yang terpasang dan dihubungkan dengan pompa bagian
kanan dari pompa hydraulic.

Training Center Cileungsi 85


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

12

Pilot Oil Filter

Oli dari pompa pilot sebelum menuju ke pilot manifold harus melewati filter dahulu
agar kotorannya yang masih ada akan tersaring. Pada filter tersebut terdapat bypass
valve yang akan membypass aliran oli jika dihidupkan pada suhu terlalu dingin atau
filter nya blok.
Hex 320 D ini relief valve untuk pilot sistemnya terpasang pada housing filternya
sehingga memudahkan untuk penyetelannya

13

Return line

Setelah oli terpakai oleh sistem maka oli tersebut akan mengalir ke tanki hydraulic
untuk didinginkan dan disaring oleh filter capsule yang terdapat pada gambar diatas.
Sedangkan oli yang terdapat pada case drain dari pompa sebelum menuju ke tangki
harus melewati case drain filter yang ada di sebelah filter capsule agar kotoran yang
terjadi karena keausan normal dari pompa akan tersaring pada filter ini. Apabila
capsule filter ini blok maka tekanan oli yang terjadi akan bypass ke tangki hydraulic
dan tekanan tersebut akan mengaktifkan switch yang akan melaporakan status nya

Training Center Cileungsi 86


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

ke controller dan monitor.

14

Accumulator

Fungsi dari accumulator adalah menyimpan tekanan oli pilot pada saat engine sudah
dimatikan. Serta membantu kekurangan aliran dari pompa pilot pada saat implement
dioperasikan secara bersama sama atau kombinasi. Tipe dari accumulator yang
dipakai adalah “nitrogen charge”. Yaitu didalam tabung accumulator itu terdapat
tekanan dari gas nitrogen dan dipisah kan oleh diapraghma sehingga pada saat
engine hidup tekanan oli pilot akan menekan diaphragma tersebut dan menyimpan
tekanan tersebut seperti yang sudah dikatakan diatas. Letak dari accumulator ini ada
tepat dibawah pilot manifold pada control valve hydraulic.

Training Center Cileungsi 87


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

15

Solenoid Valves

Pada pilot manifold terdapat beberapa solenoid valve diantaranya adalah berurutan
dari bawah keatas:

Hydraulic activation
Swing Parking Brake
Travel Speed Solenoid

Fungsi dari solenoid hydraulic activation adalah memblok dan mengarah kan aliran
dari pompa pilot ke joy stick, pedal travel dan sirkuit parking brake swing, sesuai
posisi dari lever control hydraulic activation pada cabin. Pada saat lever posisi
“locked” solenoid tidak energized sehingga aliran dari pompa pilot terputus dan limit
switch pada box di control lever tidak tertekan sehingga engine bisa untuk distart.
Pada posisi “unlocked”solenoid akan energized sehingga aliran dari pompa pilot
dapat bebas mengalir ke sirkuit sistim pilot, tetapi limit switchnya tertekan dan
engine tidak bisa untuk distart.

Training Center Cileungsi 88


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

16

Proportional reducing valve Solenoid

PRV Solenoid menerima suplay oli dari pompa pilot, dan solenoid ini menerima
sinyal PWM dari controller untuk mengatur tekanan oli dari pompa tersebut menjadi
tekanan”power shift”.
Tekanan power shift tadi dikirimkan keregulator masing-masing pompa hydraulic
untuk mengatur outputnya. Ketika engine sedang dalam keadaan running dan
hydraulik system sedang dipakai untuk melakukan kerja, maka jika beban yang
terpakai sampai membuat kecepatan engine turun pada “target speed”nya maka
controller akan menaikkan sinyal PWM ke solenoid. Yang akibatnya tekanan power
shift menjadi naik pula dan membuat pompa menjadi “destroke”, sehingga beban
engine menjadi berkurang dan kecepatan engine tidak akan turun lebih jauh lagi dari
target speed.
Sewaktu sinyal PWM dari controller yang menuju solenoid naik gaya magnet yang
terdapat pada coil solenoid menjadi besar yang akibatnya spool bergerak kebawah,
dan membuat aliran oli dari pompa pilot menjadi lebih banyak dan tekanan power
shift yang menuju regulator pompa juga ikut naik.

Training Center Cileungsi 89


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

17

Proportional Reducing Valve Solenoid (cont’d)

Sementara jika kecepatan engine sudah naik lagi yang berarti beban yang terpakai
oleh hydraulic sistem berkurang, maka controller mulai mengurangi sinyal PWM
yang menuju ke solenoid PRV. Jika sinyal PWM nya berkurang maka gaya magnet
yang terdapat pada coil solenoid juga berkurang sehingga gaya spring nya mampu
melawan gaya magnet pada coil dan membuat spool bergerak ke atas. Sehingga
memblok aliran dari pompa pilot yang menuju ke regulator pompa dan membuka
aliran dari regulator pompa ke drain sehingga tekanan power shift menjadi turun,
dan pompa menjadi “upstroke”.Lalu output pompa mejadi naik lagi.

Port Powershift
Right Pump

Port Powershift
Left Pump

Port NFC Right


Pump Port NFC Right
Pump
18

Hydraulic Pump

Konstruksi pompa utama hydraulik terdiri dari pompa kiri dan kanan dilihat dari
depan engine untuk posisinya, serta pompa pilot yang menempel pada pompa
kanan. Masing-masing pompa mempunyai regulator sendiri-sendiri dan mendapat
suplay line NFC dari masing-masing control [Link] terdapat line”cross sensing”
yang membuat respon pompa menjadi lebih baik lagi pada saat operasi kombinasi
dan operasi dari constant horse power control. Setiap pompa terdiri dari 9 piston

Training Center Cileungsi 90


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

yang menempel secara slippery diatas swash plate, sehingga pada saat swash plate
membentuk sudut piston-piston tadi merubah “displacement”nya. Kedua pompa
tersebut mendapat suplay tekanan power shift dari satu solenoid PRV, tetapi
pengaturan outputnya sendiri-sendiri.

19

Negative Flow Control

Fungsi dari Negative Flow Control adalah untuk men”destroke”kan pompa pada saat
control valve dalam keadaan neutral sehingga induksi panas dari aliran yang banyak
bisa dikurangi dan umur pompa menjadi lebih lama. Masing-masing pompa
mendapat suplay NFC dari masing-masing control valve yang disuplaynya.
Contohnya control valve sebelah kiri akan mensuplay NFC ke pompa sebelah kiri,
begitu juga sebaliknya untuk yang kanan.

Training Center Cileungsi 91


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

20

Pump regulator

Regulator untuk pompa kiri dan kanan adalah sama baik dari cara kerja maupun
fisiknya. Pengaturan dari regulator pompa dikontrol oleh beberapa cara yaitu:

Power Shift
Controller secara kontinyu memantau kecepatan dan beban yang diterima oleh
engine dengan mengatur tekanan sinyal power shift yang diberikan ke regulator

Cross Sensing

Dalam tujuannya menjaga keseimbangan antara tenaga dari engine untuk dipakai
oleh pompa, regulator pompa menerima tekanan delivery dari pompa kiri dan kanan
secara rata-rata melalui control cross [Link] disebut dengan “constant horse
power control”.

Negative Flow Control

Ketika joystick atau pedal travel dalam keadaan neutral, regulator pompa menerima
tekanan NFC dari control valve. Tekanan NFC ini terbentuk oleh orifice pada spool
stick 2 dan boom 2 .Apabila salah satu spool digerakan tekanan NFC akan
berkurang dan semakin hilang jika pergerakannya cukup banyak.

Training Center Cileungsi 92


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

21

Stand By

Pada saat joy stick atau pedal travel dalam keadaan neutral, regulator pompa
dikontrol oleh tekanan NFC yang masuk menekan control piston. Dan controller
memerintahkan solenoid PRV untuk mengirim tekanan power shift yang rendah
sehingga masuk dan menekan bagian ujung pada pilot piston. Cross sensing control
akan membagi rata tekanan dari kedua pompa dan akan bekerja pada shoulder dari
pilot piston. Dalam keadaan neutral aliran oli dari kedua pompa yang melewati
center bypass cukup banyak, yang akibatnya aliran tersebut ketika dihambat oleh
orifice NFC akan membuat tekanan NFC yang ke pompa menjadi maksimum dan
mampu melawan gaya spring pada control piston dan guide sehingga horse power
control spool terdorong ke kiri, dan membuka hubungan ruangan dari area yang
besar pada spool servo ke drain . Maka tekanan delivery dari pompa yang bekerja
pada area yang lebih kecil dari spool servo akan mampu mendorong spool servo ke
kanan, yang akibatnya sudut swash plate akan mengecil karena terhubung oleh
control linkage pada servo. Dengan kejadian tersebut output pompa akan kecil juga.
Sehingga akan mengurangi panas dari pada aliran yang cukup besar pada saat
neutral dan usia pompa menjadi lebih awet, dan suara dari aliran oli akan berkurang.

Training Center Cileungsi 93


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

22

Upstroke

Ada tiga kondisi yang membuat pompa upstroke yaitu:

1. Berkurangnya tekanan sistim atau tekanan cross sensing


2. Berkurangnya tekanan power shift
3. Berkurangnya tekanan NFC

Jika joystick digerakkan maka spool pada control valve akan menghambat tekanan
NFC sehingga tekanan NFC tersebut menjadi berkurang. Tekanan rata-rata dari
kedua pompa yang ada di line cross sensing serta tekanan power shift yang
berkurang dan bekerja pada shoulder di pilot piston tidak mampu melawan gaya dari
spring yang terdapat pada ruangan guide dan control piston, sehingga horse power
control spool akan bergerak kekanan. Pergerakan ini memblok ruangan dari area
yang besar pada servo ke drain sebaliknya menghubungkan ruangan tersebut ke
delivery pompa, yang akibatnya tekanan pompa akan bekerja pada kedua ujung dari
servo. Tetapi karena effective area servo sebelah kanan lebih besar, maka spool
servo akan bergerak ke kiri. Dan membuat sudut swash plate pada pompa
membesar sehingga aliran output pompa menjadi besar pula.

Training Center Cileungsi 94


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

23

Destroke

Ada tiga kondisi yang membuat pompa destroke yaitu:

1. Kenaikan tekanan pada sistem atau cross sensing


2. Kenaikan tekanan power shift
3. Kenaikan tekanan NFC

Gambar diatas adalah destroke nya pompa karena kenaikan tekanan pada sistem.
Tekanan NFC rendah, sehingga control piston bergerak kekanan. Sedangkan
tekanan rata-rata dari kedua pompa naik karena tekanan sistimnya naik, dan akan
bekerja pada shoulder dari pilot piston yang akibatnya pilot piston mendorong horse
power control spool ke kiri dan memblok hubungan aliran dari pompa ke area servo
spool sebaliknya malah membuka hubungan aliran area spool servo tersebut ke
drain. Pergerakan tadi membuat aliran oli dari pompa bekerja menekan area yang
lebih kecil dari spool servo dan mendorong spool ke kanan sehingga sudut swash
plate dari pompa mengecil lalu output pompa juga menjadi kecil pula.

Training Center Cileungsi 95


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

24

Main Control Valve

Main control valve terdiri dari body sebelah kiri dan kanan dilihat dari belakang
machine untuk penentuan posisinya.
Pada body sebelah kanan terdapat valve: right travel, attachment, bucket, boom I
dan stick II serta mendapat suplay dari pompa sebelah kanan. Juga terdapat valve
pendukung antara lain: line relief valve untuk bucket dan boom, boom drift reduction
valve dan boom regeneration valve. Pada body sebelah kiri terdapat valve: straight
travel, left travel, swing, stick I dan boom II serta mendapat suplay langsung dari
pompa [Link] terdapat valve pendukung antara lain: stick drift reduction valve,
stick regeneration valve, stick unloading valve dan main relief valve.

Training Center Cileungsi 96


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

25

Neutral

Pada saat joystick tidak digerakan maka posisi spool seperti ditunjukan gambar
diatas. Sehingga aliran dari pompa kiri dan kanan yang menuju parallel feeder
diblok, tetapi yang menuju ke center bypass terbuka sehingga aliran ini akan menuju
drain yang sebelumnya dihambat oleh orifice NFC maka akan terbentuk tekanan
NFC yang menuju ke regulator pompa masing-masing.

26

Bucket Control Valve

Ilustrasi mengenai control valve bucket dipakai untuk mewakili dari operasi –operasi

Training Center Cileungsi 97


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

valve lainnya secara individual, karena cara kerjanya sama dengan valve-valve
individual lainnya. Ketika joystick dalam keadaan neutral tidak ada tekanan oli pilot
yang menekan spool bucket tersebut sehingga spool tetap pada posisi tengah-
tengah dan memblok aliran pompa ke parallel feeder serta membuka aliran pompa
ke center bypass dan menuju hydraulik tank.

27

Bucket Control Valve (cont’d)

Ketika joystick digerakkan ke posisi “bucket close” tekanan oli pilot menuju bagian
kanan dari spool dan membuat spool bergerak ke kiri. Passage center bypass
tertutup dan passage yang menuju ke head end dari silinder bucket terbuka serta
passage dari rod end terhubung ke drain line. Oli dari parallel feeder mengalir
menuju head end yang sebelumnya menekan load check valve [Link]
membuat silinder menjadi extend, dan sisanya oli dari rod end kembali ke tangki
hydraulic.

Training Center Cileungsi 98


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

28

Main Relief Valve

Fungsi dari main relief valve adalah untuk membatasi tekanan maksimum pada
sistem hydraulic, ketika machine sedang terbebani. Oli dari kedua pompa akan
terjaga tekanan maksimumnya ketika melewati check valve dan menuju bagian
bawah dari main relief valve. Check valve berfungsi agar tekanan yang tertinggi dari
kedua pompa yang akan di jaga.
Refer ke testing and adjusting untuk melakukan penyetelan pada main relief valve
ini.

Training Center Cileungsi 99


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

29

Closed Position Main Relief Valve (cont’d)

Dalam keadaan normal poppet selalu terdorong ke kiri memblok orifice oleh gaya
dari [Link] dalam sistem mengalir melalui orifice masuk kebagian dalam
ruangan spring.
Selama tekanan sistem tidak melebihi gaya dari spring dibelakang poppet
kedudukan poppet seperti ditunjukkan dalam gambar dan main relief valve dalam
keadaan tertutup.

30

Open Position Main Relief Valve (cont’d)

Jika tekanan sistem hydraulic sudah sama dan lebih besar dari gaya pada spring di
belakang poppet, maka tekanan tersebut akan mendorong poppet ke arah kanan
dan membuka hubungan antara ruangan spring ke drain. Pada saat oli yang ada di

Training Center Cileungsi 100


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

ruangan spring mengalir ke drain maka tekanannya akan turun, sehingga tekanan oli
dari sistem yang ada di depan orifice akan mendorong unloading spool untuk
bergerak kearah kanan dan membuka hubungan oli sistem ke drain. Dikarenakan
sudah terbuang kedrain maka tekanan sistem akan turun dan membuat gaya pada
spring di poppet menjadi lebih kuat lagi lalu mendorong poppet ke arah kiri untuk
menutup [Link] tekanan oli pada ruangan spring ditambah gaya dari
spring akan membuat unloading spool bergerak ke kiri untuk menutup kembali dan
tekanan sistem akan terjaga pada tekanan maksimum.

31

Line Relief Valve

Masing-masing line relief valve selalu dilengkapi oleh make up valve dan terletak
antara control valve dan silinder / motor yang berhubungan. Fungsi line relief valve
adalah melindungi silinder dan motor pada saat control valve dalam keadaan
neutral. Yaitu jika silinder atau motor mendapat gaya yang besar dari luar, maka
pada sisi head end atau rod end dari silinder akan terjadi tekanan yang cukup tinggi
sesaat dan sisi yang berlawanan akan terjadi kevacuuman. Oleh sebab itu line relief
valve ini akan menjaga tekanana kejut yang tiba-tiba ini. Cara kerjanya yaitu: Oli
yang menuju head end atau rod end dari control valve akan masuk menuju ruangan
spring melalui orifice didalam inner [Link] tekanan tersebut dibawah nilai
settingnya maka tekanan tersebut tidak mampu untuk mendorong poppet valve ke
kanan dan valve tetap dalam keadaan tertutup.

Training Center Cileungsi 101


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

32

Line relief valve (cont’d) )

Jika tekanan diantara silinder dan control valve naik secara tiba-tiba diatas setting
dari valvenya, maka tekanan tersebut membuat poppet terbuka dan oli pada
ruangan spring mengalir ke tangki/drain yang akibatnya tekanan didalam ruangan
spring menjadi turun dan membuat piston bergerak ke kanan sampai kontak dengan
poppet. Setelah itu tekanan pada sisi kiri piston tersebut akan mampu mendorong
inner spool ke kanan dikarenakan effective areanya besar, sehingga membuat olinya
mengalir menuju drain dan tekanannya akan turun. Silider dan motor nya menjadi
aman Oleh sebab itu line relief valve ini sering disebut juga safety valve. Nilai
settingnya tergantung dari tempatnya ada yang lebih tinggi dari setting main relief
valve dan ada yang lebih rendah. Selalulah merefer ke service manual untuk lebih
detailnya.

Training Center Cileungsi 102


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

33

Line relief valve (cont’d)

Jika pada sisi silinder head end atau rod end terjadi kenaikan tekanan yang tinggi
dan cepat, maka sisi sebelahnya rod end atau head end akan terjadi kevacuuman
yang cepat pula. Dikarenakan control valve dalam keadaan neutral maka suplay oli
yang berasal dari tangki hydraulik akan mengalir melalui valve tersebut. Pada saat
tekanan pada bagian kiri piston lebih rendah dari tekanan tangki hydraulik, maka
tekanan pada spring chamber juga rendah sehingga tekanan dari tangki akan
mampu mendorong bahu/shoulder dari outer spool ke kanan. Yang akibatnya oli
dapat mengalir dari tangki ke silinder (Make Up) dan mencegah ke vacuuman.

34

Boom 1 Control valve

Jika joystick digerakkan perlahan-lahan maka tekanan oli pilot yang rendah akan

Training Center Cileungsi 103


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

mengalir melalui bagian kiri dari spool dan mendorong valve bergerak kearah kanan.
Pergerakan ini menghambat oli pada center bypass yang menuju ke regulator
pompa sehingga tekanan NFC berkurang, maka pompa kanan mulai upstroke.
Karena pergerakan spool nya perlahan-lahan maka oli dari rod end akan mengalir ke
tangki dan oli dari parallel feeder akan sedikit juga mengalir ke head end.
Dikarenakan tekanan dari head end lebih besar dari pompa maka load check valve
akan kembali tertutup dan tekanan tersebut tidak bisa menuju pompa.

35

Boom 1 Control valve (cont’d)

Jika pergerakan dari joystick diteruskan lebih jauh lagi,maka tekanan pilot yang
menggerakan spool akan lebih kuat sehingga spool akan makin jauh bergerak ke
[Link] line center by pass akan terblok sehingga tekanan NFC menjadi lebih
rendah lagi yang akibatnya pompa menjadi lebih upstroke lagi. Load check valve
tidak akan terbuka jika tekanan dari pompa lebih rendah dari kombinasi tekanan
workload dan gaya dari spring. Sehingga boom tidak sempat trurun dahulu sewaktu
digerakkan naik. Load check valve jug amencegah mengalirnya tekanan yang lebih
tinggi ke tekanan yang lebih rendah pada saat kerja kombinasi.

Training Center Cileungsi 104


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

36

Negative Flow Control

Pompa kiri dan kanan menerima tekanan sinyal dari masing-masing center bypass
pada control valve. Tekanan sinyal ini disebut dengan negative flow control.
Tekanan NFC ini akan terjadi jika:

• Semua joystick dan pedal dalam keadaan neutral


• Pergerakan dari joystick dan pedal secara perlahan biasanya pada saat
melakukan operasi fine control operasi boom lower secara individual.

Training Center Cileungsi 105


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

37

Negative Flow Control (cont’d)

Jika control valve bucket digerakkan secara perlahan maka oli yang mengalir melalui
center bypass menjadi terhambat dan tekanan NFC menjadi berkurang, lalu output
pompa menjadi naik perlahan. Kenaikan delivery output pompa akan proporsional
sesuai dengan pergerakan dari spool yang menutup center bypass sehingga
dimungkinkan untuk opersai dari fine control.

Training Center Cileungsi 106


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

38

Negative Flow Control (cont’d)

Fungsi dari NFC relief valve ini adalah membatasi tekanan maksimum pada sistim
NFC yang menuju regulator pompa. Jika salah satu spool atau lebih digerakkan
maksimum, maka oli yang menuju center bypass terblok dan NFC relief valve tidak
akan bekerja. Sewaktu joystick digerakkan kearah neutral dengan tiba-tiba maka
aliran yang besar dari pompa yang melewati center bypass akan membuat tekanan
yang lebih tinggi dari sistim NFC. Karena tekanan yang tinggi itu akan mampu
mendorong spring relief valve ini maka tekanan oli yang berlebihan tadi akan
direlease ke tangki, sehingga tekanan maksimum dari sistim NFC terjaga.

Training Center Cileungsi 107


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

39

BOOM CONTROL VALVE

High Speed

Operasi dari Boom raise kecepatan tinggi adalah pada saat output dari kedua
pompa dipakai untuk menggerakkan silinder boom melalui control valve boom 1 dan
boom [Link] operasi low speed hanya control valve boom 1 saja yang bekerja.
Ketika joystick untuk boom raise digerakkan maka aliran oli pilot mengalir dari
bagian bawah spool boom 1 pada control [Link] ada juga oli pilot yang mengalir
ke pressure reducing untuk boom priority valve, sehingga pada saat opersai “boom
raise dan stick in” silinder boom tetap mendapat priority dari kedua pompa sehingga
kecepatannya menjadi lebih cepat dibandingkan dengan stick.

Training Center Cileungsi 108


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

40

Boom Control Valve

Oli pilot masuk mengalir dari bagian kiri spool dan menggerakkan spool boom 1
control valve ke kanan melawan gaya dari spring. Oli delivery dari pompa kanan
pada parallel feeder mengalir melalui load check valve dan menuju ke head end
melalui valve boom drift reduction. Saluran center bypass tertutup rapat sehingga
tekanan NFC menjadi 0 dan pompa menjadi upstroke.

41

Boom Control Valve (cont’d)

Oli pilot mengalir melalui saluran sebelah kanan dari spool boom 2- dan mendorong
spool ke kiri melawan gaya dari spring. Oli delivery dari pompa kiri pada parallel
feeder mengalir ke bagian head end silinder boom yang sebelumnya melewati check

Training Center Cileungsi 109


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

valve dahulu. Oli delivery dari pompa kiri bersatu dengan oli delivery dari pompa
kanan pada boom drift reduction valve. Dan bersama-sama menuju ke bagian head
end dari silinder boom maka kecepatan silinder boom menjadi lebih cepat karena
disuplay oleh dua pompa. Oli kembalinya mengalir dari rod end menuju ke hydraulic
tank.

42

Boom Priority

Selama operasi kombinasi dari BOOM RAISE dan STICK IN tekanan oli pilot dari
control valve pilot yang menuju boom menggerakkan pressure reducing valve untuk
boom [Link] reducing valve untuk boom priority menyebabkan oli mengalir
secara prioritas ke head end dari silinder boom selama opersai kombinasi. Ketika
joystick digerakkan untuk operasi STICK IN bagian dari oli pilot dari control valve
pilot untuk stick mengalir melalui pressure reducing valve untuk boom priority ke
control valve stick 2.
Sebagian oli pilot yang mengalir ke control valve stick2 dari pilot control valve
mengalir juga ke tangki [Link] tekanan oli yang menekan control valve
stick 2 berkurang dan membuat valve bergerak kearah neutral. Akibatnya jumlah oli
yang mengalir ke sirkuit hydraulic stick berkurang dan yang mengalir ke head end
dari silinder boom menjadi bertambah. Boom priority dikontrol oleh posisi dari
joystick untuk boom dan secara otomatis jika pergerakan joy stick boom makin jauh
dari posisi neutral.

Training Center Cileungsi 110


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

43

Boom Regeneration

Selama operasi BOOM LOWER hanya oli delivery dari pompa kanan disuplay ke
silinder boom melalui control valve boom [Link] valve boom 2 tidak bekerja pada
saat operasi boom lower. Pada operasi BOOM LOWER terdapat sirkuit regeneration
yang [Link] ketika joystick untuk boom digerakkan ke posisi lower, orifice
pada control valve boom 1 dan boom regeneration valve bekerja pada sirkuit boom.
Oli return dari head end pada silinder boom mengalir melalui valve boom
regeneration ke rod end dari silinder boom itu juga sehingga aliran dari pompa
kanan tidak mensuplay secara maksimal ke rod end, tetapi pergerakan boom sudah
cukup cepat karena beratnya sendiri. Ketika joystick digerakkan ke poisis lower oli
pilot masuk dari bagian atas valve (high boom down pilot pressure), sehingga
spoolnya bergerak turun.
Oli kembali dari head end silinder boom mengalir melalui spool bagian bawah
menuju keatas selanjutnya mengalir ke rod end melalui check valve .

Training Center Cileungsi 111


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

44

Boom lower

Ketika joystick digerakkan ke posisi lower maka aliran dari pompa pilot mengalir ke
control valve boom 1 melalui sebelah kanan mendorong spool kearah kiri untuk
melawan gaya dari spring. Oli delivery dari pompa kanan pada parallel feeder
mengalir melalui load check valve menuju rod end dari silinder boom. Oli sisa
kembaloinya dari head end akan mengalir melalui boom drift reduction
[Link] ada tekanan dari pompa pilot yang mendorong valve drift tadi
maka passage dibelakang spoolnya berhubungan dengan drain, dan oli kembali dari
head end mampu mendorong spool ke kanan dan oli tersebut menuju hydraulic tank.

Training Center Cileungsi 112


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

45

Boom Drift Reduction Valve

Fungsinya mencegah kebocoran dari head end silinder boom pada saat joystick
dalam keadaan neutral. Jika joystick di posisikan RAISE tidak ada oli pilot yang
dikirimkan dari control valve pilot ke boom drift valve, sehingga shuttle valve tidak
bergerak.
Oli dari control valve boom 2 dan boom 1 masuk dari bagian atas check valve pada
boom drift [Link] oli pada ruangan spring dibelakang check valve
terhubung juga ke head end maka check valve tersebut terdorong oleh kombinasi
tekanan dari boom 1 dan 2 selanjutnya oli dari boom ½ tersebut mengalir ke head
end dari silinder boom membuat silinder tersebut menjadi extend.

Training Center Cileungsi 113


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

46

Boom Drift Reduction Valve (cont’d)

Ketika joystick digerakkan keposisi lower, ada oli pilot dari control valve pilot yang
dikirmkan ke boom drift reduction valve melalui bagian atas dari shuttle valve
sehingga membuat valve tersebut bergerak turun sampai menyentuh plug. Oli yang
ada pada ruangan spring di belakang check valve mengalir menuju manual bleed
valve selanjutnya mengalir ke drain line. Sehingga pada saat oli yang kembali dari
head end silinder boom mampu mendorong check valve ke bawah dan oli tersebut
mengalir menuju tangki hydraulik.

Training Center Cileungsi 114


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

47

Stick Out

Jika sirkuit hydraulik stick dioperasikan secara individual tanpa menggerakkan sirkuit
yang lain, maka control valve stick 1 dan stick 2 akan bekerja bersama sama
menyuplai silinder stick pada saat operasi stick in maupun out. Oli delivery dari
pompa kanan akan melewati parallel feeder menuju control valve stick 2, dan oli
delivery dari pompa kiri melalui center bypass akan masuk ke control valve stick 1
yang selanjutnya akan bergabung menuju silinder stick. Sewaktu joystick digerakkan
untuk posisi STICK OUT oli pilot mengalir menuju dua arah yaitu ada yang menuju
bagian bawah control valve stick 1 sehingga menggerakkan spool stick 1 keatas,
dan ada yang menuju bagaian bawah control valve stick 2 untuk menggerakkan
spool keatas. Oli delivery dari pompa kiri mengalir melalui center bypass melewati
load check valve dan stick drift reduction valve yang selanjutnya menuju rod end dari
silinder stick. Sedangkan untuk aliran dari pompa kanan tidak bisa melewati center
bypass karena terblok oleh spool stick 2 pada saat spool itu bergerak keatas,
sehingga mengalir melalui parallel feeder terus menuju spool stick 2 dan melewati
load check valve yang akhirnya bergabung dengan aliran dari pompa kiri pada valve
stick drift reduction menuju rod end dari silinder stick. Sehingga pergerakan silinder
untuk retract menjadi lebih cepat.

Training Center Cileungsi 115


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

48

Stick In

Operasi STICK IN terdapat sirkuit regeneration. Sewaktu joystick untuk stick


digerakkan ke posisi stick in, valve stick regeneration dan valve unloading bekerja
bersama. Yaitu sisa oli yang kembali dari rod end disuplay kembali ke bagian head
end sehingga oli delivery dari kedua pompa bisa lebih effektif untuk dipakai sirkuit
lain sewaktu opersai stick in.
Jika joystick digerakkan ke poisi STICK IN oli pilot menuju ke control valve stick 1
dan sebagian ada yang menuju valve stick drift reduction dan sebagian lagi ada
yang menuju valve stick regeneration. Sisa dari oli pilot tadi menuju valve pressure
reducing untuk boom priority dan control valve stick 2. Karena control valve stick 1
bergerak turun oleh tekanan oli pilot, maka oli delivery dari pompa kiri mengalir
melewati center by pass, load check valve, stick 1 menuju ke head end adri silinder
stick. Sedangkan pergerakkan turunnya stick 2 menyebabkan oli delivery dari pompa
kanan melewati center bypass menuju stick 2, dan sisanya ada yang melewati
parallel feeder menuju stick 2 yang seterusnya bergabung dengan oli delivery dari
pompa kiri menuju head end dari silinder stick.
Oli kembalinya dari rod end mengalir ke valve stick drift reduction menuju ke tangki
sisanya ada yang menuju sirkuit regeneration menuju head end.

Training Center Cileungsi 116


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

49

Stick Regeneration Valve

Operasi ini memungkinkan oli kembali dari rod end disuplay kembali ke head end.
Jika joystick digerakkan ke posisi STICK IN oli pilot akan menggerakkan valve stick
regeneratin ke bawah. Oli sisa kembali dari rod end akan mengalir dari bawah valve
tersebut menuju check valve yang seterusnya bergabun dengan olidelivery yang
akan menuju ke head end silinder stick.

50

Stick Unloading Valve

Valve unloading stick in bekerja bersama – sama valve regeneration untuk


merelease tekanan yang tinggi dari head pada operasi STICK IN. Ketika joystick
digerakkan ke posisi STICK IN ol pilot akan mengalir ke valve stick regeneration

Training Center Cileungsi 117


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

untuk menggerakkan valve tersebut [Link] kembali dari rod end pada silinder
stick akan mengalir melalui throttling slot pada valve regeneration menuju check
valve dan bergabung bersama – sama oli delivery dari pompa kanan yang menuju
head end. Jika volume dari oli yang akan menuju head end mempunyai tekanan
cukup tinggi, maka tekanan tersebut akan mendorong spool unloading ke bawah
melawan [Link] membuat oli kembali dari rod end yang melewati valve
regeneration utnuk menuju ke head end akan melewati valve unloading spool
menuju ke return line / tangki sehingga tekanannya terjaga. Dan sirkuit regeneration
tidak bekerja.
Sewaktu tekanan pada head end turun maka tekanan yang menekan spool
unloading juga turun, menyebabkan springnya mendorong spool keatas dan sirkuit
regeneration kembali bekerja.

51

Stick Drift Reduction Valve

Fungsinya adalah jika joystick di posisikan neutral maka valve ini mencegah oli yang
bocor dari rod end pada silinder stick. Jika joystick diposisikan STICK OUT tidak ada
tekanan dari oli pilot yang dikirimkan ke valve stick drift sehingga spool tidak bisa
bergerak. Oli mengalir dari control valve stick 1 dan 2 menuju valve stick [Link]
tekanan oli delivery pompa tersebut makijn meningkat maka oli tersebut akan
mampu mendorong valve kekanan yangselanjutnya mengalir ke rod end dari silinder
stick. Dan membuat silinder menjadi retract.

Training Center Cileungsi 118


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

52

Stick Drift Reduction Valve (cont’d)

Jika joystick untuk stick digerakkan STICK IN oli pilot dikirimkan menuju valve stick
drift reduction dan membuat spoolnya bergerak kebawah sampai kontak dengan
plugnya.
Oli pada ruangan spring dibelakang check valve akan mengalir ke tangki hydraulik.
Oli kembali dari rod end silinder stick akan masuk dari samping check valve dari
stick drift tersebut, dikarenakan tekanan oli pada ruangan spring rendah maka valve
akan bergerak kekiri dan menuju ke control valve stick 1 yang selanjutnya akan
menuju ke tangki hydraulik.

53

Travel Sistem

Output dari pompa kiri dan kanan akan mengalir ke motor travel kiri dan kanan
melalui swivel. Aliran pompa tersebut akan membuat motor bergerak dan memutar

Training Center Cileungsi 119


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

finaldrive untuk menggerakkan sprocket dan track link. Kecepatan travel dapat
disetel dengan cara menggerakkan travel lever atau pedal secara perlahan-lahan
atau dengan menekan switch auto speed pada console. Ketika travel speed control
switch di set pada poisi LOW maka pada monitor akan tampak karakter kura-kura,
jika dipilih untuk posisi HIGH maka pada display akan tampak karakter kelinci. Jika
switch untuk travel dipilh HIGH sensor pump delivery akan memonitor tekanan
deliverynya yang berhubungan dengan beban, sewaktu bebannya mulai berat atau
tekanan deliverynya naik maka secara otomatis controller akan merubah menjadi
low speed lagi. Tetapi jika tekanan atau bebannya mulai berkurang maka controller
akan merubah menjadi kecepatan high kembali secara otomatis.

54

Low Speed Travel

Jika switch travel control di set pada posisi low maka sinyal listrik dikirim ke
controller dan controller tersebut tidak akan mengenergized solenoid travel valve.
Dan oli pilot tidak akan mengalir ke valve displacement change, sehingga spool dari
valve tersebut tidak akan [Link] oli delivery dari pompa akan mengalir
melalui valve displacement change menuju control piston pada swash plate,
sehingga bergerak kearah maksimum displacement. Dan oli yang ada pada kontrol
piston sebelahnya mengalir menuju case drain. Posisi maksimum dari swash plate
membuat pergerakan dari motor menjadi lambat tetapi tenaga yang dihasilkannya
menjadi besar.

Training Center Cileungsi 120


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

55

Large Displacement

Sewaktu controller tidak mengenergized solenoid travel speed, maka tidak ada oli
pilot yang menekan valve displacement change. Sehingga oli pilot tidak bisa menuju
pilot port pada valve displacement [Link] valve displacement change tadi
bergerak terdorong oleh gaya dari spring ke kiri samapai kontak ke konektornya.
Pergerakan spool tadi membuka aliran dari oli delivery pompa menuju piston
chamber sebelah kanan dan membuat swash plate menjadi maksimum. Sehingga
membuat kecepatan motor menjadi rendah dan torsinya
menjadi naik

56

High Speed Travel

Ketika travel speed control switch di posisikan HIGH sinyal listrik dikirim oleh
controller menuju solenoid [Link] sensor memonitor tekanan jika tekanan

Training Center Cileungsi 121


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

pada sistim hydraulik mulai naik ke nilai tertentu maka controller akan menstop
sinyal yang menuju solenoid.
Ketika solenoidny energized maka valvenya bergerak kekiri dan aliran dari pompa
pilot menuju valve displacement mendorong kearah kanan spoolnya untuk melawan
spring. Oli delivery dari pompa mengalir melalui valve displacement change menuju
kebagian kanan piston control swash plate dan membuat sudut swash plate menjadi
[Link] kecepatan motor travel menjadi naik tetapi torsinya berkurang.

57

Small Displacement Change

Jika travel speed control di posisikan HIGH maka ada oli pilot yang menuju valve
displacement change dan membuat valvenya bergerak kearah kanan melawan gaya
spring sampai stop pada housingnya. Maka oli delivery dari pompa akan mengalir ke
piston chamber sebelah kiri dan membuat sudut swash platenya menjadi minimum,
sehingga kecepatan motor menjadi naik tetapi torsi dari motor tersebut menjadi
berkurang. Sensor tekanan pada masing-masing pompa akan memonitor kenaikan
tekanan pada sistim , jika tekana nya melewati batas yang sudah diprogram oleh
controller maka controller akan menstop aliran yang menuju solenoid [Link]
sudut swash plate menjadi maksimum lagi.

Training Center Cileungsi 122


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Travel Speed Solenoid


Valve

58

Travel Speed Solenoid Valve

Letak solenoidnya adalah pada pilot manifod di bagian paling atas dari solenoi-
solenoid yang ada. Pilot manifold ini terletak dibagian bawah control valve group.

59

Travel Parking Brake

Fungsi dari travel parking brake ini adalah untuk menahan motor dari berputar jika
tidak ada oli yang menuju ke motor tersrebut Jika travel lever/pedal diposisikan ke
neutral oli delivery dari pompa tertahan atau terblok pada control valve travel di main
control valve. Valve yang ada didepan retainer bergerak kekanan karena dorongan

Training Center Cileungsi 123


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

dari spring Tekanan oli yang terdapat disebelah kiri brake piston rendah sehingga
brake spring mampu mendorong piston kekiri dan oli yang ada disebelah kiri
tersebut terdorong keluar kearah case drain, Sehingga friction plate dan separator
plate ENGAGED dan menahan putaran sisa dari motor. Orifice yang terdapat pada
valve retainer adalah sebagai delay timer untuk menahan oli yang keluar menuju
case drain secara perlahan dan engaged nya parking brake menjadi lebih halus.

60

Travel Parking Brake ((cont’d))

Ketika travel lever/pedal diposisikan maju atau mundur, maka oli delivery dari pompa
masuk ke inlet dari motor. Sebagian oli itu ada yang mengalir menuju valve yang
ada pada retainer dan mendorongnya kearah kiri melawan spring yang selanjutnya
menuju bagian kiri dari brake [Link] brake piston bergerak kekanan
melawan brake spring. Dikarenakan brake piston bergerak kekanan maka friction
plate dan separator plate menjadi slip sehingga motor dapat berputar dengan bebas.

Training Center Cileungsi 124


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

61

Travel Brake Valve

Valve travel brake terdiri dari: counter balance dan crossover relief untuk maju atau
mundur. Fungsi dari valve travel brake adalah :

1. Meredam kejutan sewaktu berhenti tiba-tiba


2. Mencegah over speed sewaktu berjalan menuruni bukit
3. Mencegah kavitasi
4. Mengalirkan oli menuju parking brake untuk start pertama berjalan

Valve travel ini terpasang pada masing-masing motor travel.

Training Center Cileungsi 125


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

62

Counter Balance

Selama travel motor bergerak maju di jalan yang datar oli delivery dari pompa
disuplay menuju rotary motor melalui valve counter balance. Oli masuk kebagian
dalam cunter balance valve melalui orifice mendorong check valve ke kiri, sehingga
membuat counter balance valve bergerak kekanan untuk membuka lebih lebar lagi
serta membuka saluran yang menuju parking brake. Sebelum menuju ke rotary
motor oli melewati cross over relief valve dan akan dijaga tekanan maksimumnya
jangan sampai melebihi settingnya releief valve tersebut. Oli sisa kembalinya dari
motor lewat counter balance valve saluran sebelahnya menuju ke valve travel dan
tangki hydraulic.

Training Center Cileungsi 126


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

63

Stopping

Jika travel pedal/lever diposisikan neutral secara tiba-tiba sewaktu unit sedang
berjalan, maka oli delivery dari pompa terhenti. Maka tekanan oli yang masuk ke
counter balance berkurang akibatnya spoolnya terdorong kekiri menuju posisi
neutral. Karena berat dari unitnya maka membuat motor masih [Link]
spoolnya sudah bergerak ke posisi neutral hal ini membuat tekanan oli kembali dari
motor menjadi naik, sehingga tekanan oli yang tinggi tersebut mampu untuk
mendorong poppet valve dari cross over relief valve dan membuat oli mengalir ke
sisi yang vacuum dari motor. Cross over mempunyai sistim”two stage relief” yang
berfungsi untuk menghilangkan beban kejut secara bertahap dengan bekerjanya
piston shock reducing.

Training Center Cileungsi 127


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

64

Straight Travel Control Valve

Valve straight travel menjaga kelurusan travel sewaktu berjalan sementara swing
atau implement lainnya dioperasikan. Jika hanya travel pedal/lever yang
dioperasikan maka solenoid straight travel tidak energized, akibatnya aliran oli pilot
yang mengalir ke staright valve tertahan pada solenoid. Dan tekanan oli pilot pada
bagian kanan valve rendah akibatnya valve bergerak kekanan oleh gaya dari spring.
Oli delivery dari pompa kanan mengalir ke center bypass dan parallel feeder sebelah
kanan menuju control valve sebelah kanan.
Oli delivery dari pompa kiri akan mengalir ke straight valve dan menuju center
bypass dan parallel feeder sebelah kiri dan menuju control valve sebelah kiri.

Training Center Cileungsi 128


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

65

Straight Travel Control Valve( cont’d)

Sewaktu travel pedal/lever dioperasikan sementara joystick untuk swing atau


implement lain juga diopersaikan dalam waktu bersamaan, maka solenoid straight
travel energized.
Aliran oli pilot mengalir menekan valve straight travel ke arah kiri melawan gaya dari
spring. Sehingga aliran oli delivery dari pompa akan terbagi sebagai berikut:

1. Oli delivery dari pompa kanan mengalir melalui straight travel valve terbagi
dua yaitu ada yang menuju center bypass menuju control valve sebelah kiri,
dan ada yang menuju center bypass menuju control valve sebelah kanan.
2. Oli delivery dari pompa kiri mengalir menuju valve straight travel dan terbagi
dua aliran. Ada yang menuju parallel feeder ke control valve sebelah kanan
dan satunya lagi mengalir ke parallel feeder menuju control valve sebelah kiri.
Selain itu ada juga aliran dari pompa kiri yang menuju check valve pada
straight travel dan bergabung dengan aliaran dari pompa kanan untuk
membantu peregrakan kedua motor.

Training Center Cileungsi 129


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

66

Swing Priority Reducing Valve

Swing priority untuk 320D sama dengan boom prioriy yaitu jika gerakan joystick
makin jauh dari posisi neutral maka secara otomatis pergerakan swing menjadi lebih
cepat karena mendapat prioritas oli dari pompa kiri. Dikarenakan oli dari pompa kiri
tidak ada yang menuju ke stick 1 control valve.

Training Center Cileungsi 130


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

67

Swing Priority Reducing Valve ((cont’d))

Apabila joystick untuk swing digerakkan secara perlahan baik untuk arah kiri
ataupun kanan, maka aliran oli pilot yang rendah akan mengalir dari control valve
pilot untuk swing terbagi dua yaitu ada yang menuju kebagian bawah control valve
swing untuk mendorong spool keatas. Dan sebagian lagi ada yang menuju pressure
reducing valve dan mendorong nya ke arah kanan melawan [Link] ad yang
menuju ke valve variable swing priority untuk mendorong valve tersebut keatas,
yang akibatnya aliran oli delivery pompa yang menuju ke control valve stick 1 tidak
terhambat dan swing priority tidak aktif.

Training Center Cileungsi 131


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

68

Swing Priority Reducing Valve ((cont’d))

Sewaktu joystick untuk swing digerakkan maksimum dari posisinya maka suplay dari
pompa kir diberikan seluruhnya untuk sirkuit swing dan stick1 tidak mendapat suplay
dari pompa kiri.

Training Center Cileungsi 132


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

69

Swing Priority Reducing Valve ((cont’d))

Apabila joystick untuk swing digerakkan FULL STOKE, maka tekanan oli pilot yang
bekerja pada bagian bawah control valve swing naik dan valve bergerak sejauh
mungkin keatas sampai stop di stoppernya. Aliran oli pilot yang tinggi tadi ada juga
yang menuju valve pressure reducing untuk menekan valvenya ke kanan melawan
springnya. Sehingga oli pilot yang menuju valve variable swing priority terblok, dan
valve variable swing priority tersebut terdorong kebawah oleh gaya dari springnya.
Maka aliran oli delivery dari pompa kiri yang menuju control valve stick 1 terhambat
oleh orifice yang ada di valve variable swing priority. Akibatnya oli delivery dari
pompa kiri dipakai sebagian besar oleh sirkuit swing, dan pergerakkan swing
menjadi lebih cepat.

Training Center Cileungsi 133


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

70

Swing Motor

Swing motor dapat dibagi dengan beberapa bagian yaitu:

Rotary group = cylinder barrel, piston, shoe, retainer plate dan drive shaft.
Parking brake = brake spring, brake piston, separator plate dan friction plate.

Relief Valve dan Make up Valve

Oli delivery dari pompa kiri yang menuju swing motor masuk melalui port pada head
motor tersebut. Selanjutnya oli tersebut melewati check valve dan menuju piston
rotary group untuk membuat gerakan berputar sesuai dengan posisi masuknya oli
tersebut. Case drain oli dari motor swing keluar lewat linenya yang terdapat pada
head motor tersebut menuju hydraulic tank.

Training Center Cileungsi 134


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

71

Swing Parking Brake

Solenoid parking brake valve terletak dimanifold pilot. Jika salah satu joystick baik
swing maupun implement lainnya digerakkan dari posisi neutral, solenoid parking
brake valve ini akan energized yang berguna untuk merelease parking brake. Tetapi
jika travel pedal/lever digerakkan solenoid ini tidak akan energized. Jika joystick
untuk swing digerakkan maka switch implement/swing pada control valve menjadi
close karena tertekan oleh tekanan oli pilot. Posisi switch ini memberikan sinyal ke
controller untuk mengenergized solenoid parking brake. Ketika solenoid ini
energized maka spoolnya terdorong kebawah melawan gaya dari spring, maka oli
pilot akan mengalir menuju swing motor untuk merelease brake.
Catatan : jika solenoidnya rusak maka terdapat temporary release screw yang bila
diputar searah jarum jam akan merelease brake swing.

72

Swing Parking Brake ((cont’d))

Sewaktu joystick untuk swing dikembalikan ke posisi neutral, oli delivery dari pompa
kiri stop mensuplay motor swing dan tekanan oli pilot mejadi berkurang yang
akibatnya switch implement/swing menjadi open [Link] controller merasakan

Training Center Cileungsi 135


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

posisi ini untuk meng deenergized solenoid, sehingga spool solenoid bergerak
keatas and oli pilot yang menekan parking brake swing motor terdorong ke luar
menuju drain. Sejak solenoid tidak energized lagi maka sekitar 6,5 detik parking
brake akan bekerja menstop upper structure

73

Anti Reaction Valve (neutral)

Pada saat swing berputar sangat sulit untuk menghentikan upper structure sesuai
dengan keinginan. Ini dikarenakan gaya berat dari upper structure tersebut yang
masih mempunyai inertia. Dan control valve dari swing sudah menutup sehingga
aliran dari dan menuju swing terblok. Hal ini dapat membuat kejutan yang tibatiba
pada saat berhenti. Anti reaction valve mencegah kejutan yang berlebihan pada saat
swing berhenti. Valve ini terletak dibagian head dari motor swing tersebut. Selama
operasi swing oli delivery dari pompa kiri mengalir melalui port pad ahead motor
menuju rotary group. Jika joystick diposisikan neutral control valve swing kembali ke
posisi neutral [Link] plunger anti reaction valve bergerak turun oleh gaya dari
spring sampai menyentuh [Link] kedua valve seat juga bergerak turun oleh
gaya dari springnya sampai kontak dengan plunger.

Training Center Cileungsi 136


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

74

Anti Reaction Valve (swing berputar)

Sewaktu joystick diposisikan kearah swing kiri atau kanan oli delivery dari pompa kiri
akan mengalir menuju rotary group pada swing motor. Dan sisanya kembali ke
return line pada control valve swing. Pada valve anti reaction tekanan pada pompa
kiri dan gaya dari spring menkan valve seat ke bawah menghadap plunger, plunger
juga bergerak turun terhadap terhadap pistonnya. Oli delivery dari pompa kir juga
mengalir ke chamber piston dari kedua valve anti reaction, membuat plunger
terdorong keatas melawan gaya spring. Begitu juga valve seat akan terdorong
keatas melawan gaya spring saat ini fungsi anti reaction valve belum ada.

Training Center Cileungsi 137


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

75

Anti Reaction Valve (swing stop)

Jika joystick di gerakkan secara tiba-tiba ke posisi neutral, maka oli delivery dari
pompa kiri serta oli kembali dari motor akan terhenti pada control valve swing.
Akibatnya jika upper structure masih berputar karena beratnya maka pada port
tempat oli masuk menjadi vacuum dan tempat oli keluar tekanannya menjadi tinggi
serta swing akan berhenti secara kejut.
Anti reaction ini akan bekerja mengurangi kejut tersebut dengan cara. Pada port
yang tekanannay tinggi oli akan mengalir pada bagian dalam plunger menuju
chamber piston dibawah mendorong plunger dan seat keatas melawan spring. Dan
sebagian oli itu ada yang menyebrang ke anti reaction sebelahnya untuk
mengurangi ke vacuuman. Pada tekanan yang tinggi oli akan di drain secara
perlahan melalui orifice pada valve seat sehingga tekanan oli tersebut akan secara
perlahan menahan lajunya pergerakan inertia dari upper structure.

Training Center Cileungsi 138


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

76

Anti Reaction Valve(reverse)

Ketika rotary motor group berputar secara perlahan dikarenakan backlash dari gear
tekana oli pada port yang tadinya vacuum mejadi tinggi, sedangkan tekanan oli
pada port yang tadinya tinggi menjadi rendah. Kedua valve anti reaction akan
mengehentikan upper structure secara perlahan dengan cara. Pada port yang
tekanannay tinggi akan menahan lajunya upper structure sedangakan yang
tekananya rendah akan mengalirkan oli dari yang tekanannay tinggi sesudah
menahan lajunya upper structure ke tangki hydraulic.

Training Center Cileungsi 139


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Topic 3 – Hydraulic System


Post Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
eekasi Componen Hydraulic Syste
Test 1.

Petunjuk: Modified Benar/Salah. Jika pertanyaannya salah, garis bawahi kata


yang salah tersebut dan ganti dengan pernyataan yang benar

hydraulic system
Contoh: S 1. Adalah engine Session.

______1. Ketika mencurigai masalah power, Pertama-tama tentukan


masalahnya dari hydraulic atau dari engine

_____ 2. Jika implement atau travel digunakan, tekanan implement atau travel
diatur oleh relief valve NFC

_____ 3 Kontrol engine dan pompa, menerima sinyal elektrik dari sensor
tekanan pompa sebelah kiri selama swing digerakkan.

_____ 4. Tekanan system travel dapat dicheck dengan menstall implement.

_____ 5. Jika tekanan powershift yang menuju ke regulator pompa implement


naik, pompa destroke.

_____ 6 Variable swing priority valve dikontrol oleh swing priority pressure
reducing valve.

_____ 7. Tekanan pilot boom mengontrol tekanan swing priority reducing valve.

_____ 8. Sinyal pilot untuk stick in pada stick 2 dikontrol oleh sinyal pilot boom
down yang akan ke boom priority pressure reducing valve.

_____ 9. System NFC relief valve membuat implement pumps upstroke atau
destroke tergantung dari pergerakkan control valve pilot.
_____ 10. Tekanan maksimum system travel selama travel diatur oleh the travel
crossover relief valve.

_____ 11. Sinyal tekanan power shift dikontrol oleh monitor.

Training Center Cileungsi 140


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

_____ [Link] yang keluar dari port G berasal dari pilot manifold.

_____ 13. Implement pumps upstroke jika sinyal yang diterima solenoid PRV
dari module engine and pump control berkurang.

_____ 14. Underspeed System mengatur tekanan NFC menuju implement pumps
untuk menjaga engine dari stall.

_____ 15. Horsepower adjustment pada implement pump regulator mengontrol


tekanan pump destroke

_____ 16. Boom 1 and Boom 2 control valves bergerak bersama-sama jika
Fungsi Boom Up diaktifkan

_____ 17. Stick regeneration circuit tidak berfungsi selama operasi stick in

_____ 18. Jika implement pump dalam keadaan standby, tekanan sinyal NFC
rendah.

_____ 19. Stick unloading valve bergerak selama operasi stick in oleh tekanan
pilot stick in

_____ 20. Aliran pompa implement dikontrol oleh tiga sinyal tekanan yang
berbeda yang dikirim ke regulator pompa.

_____ 21. Pada 320D, salah satu sinyal tekanan yang mengatur aliran pompa
adalah tekanan NFC

_____ 22. Boom down regeneration tidak berfungsi selama operasi boom down

_____ 23. Jika kontrol digerakkan secara bersamaan, tekanan system tertinggi
datang dari bagian tengah kanan atau kiri dari implement control
valve diatur oleh main relief valve.

_____ 24 Tekanan powershift dikalibrasi dengan service tool dan software ET

_____ 25. Informasi diagnostic tersedia pada panel monitor atau software ET

Training Center Cileungsi 141


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TEST 2.

Petujuk: Isilah Essay dan Multiple Choice.

1. Berapa tekanan dari travel crossover relief valves ketika diadjust?


_____________________

2. Berapa nilai constan tekanan power shift di set selama flowtest?


_____________________

3. Berapa tekanan boom head end dan stick rod end line relief valves pada saat
diadjust?
_____________________

4. Berapa tekanan implement line relief valves yang lainnya?


_____________________

5. Kontrol engine dan pump tidak menerima sinyal dari _____________ .

A. Pressure switch travel kiri dan kanan


B. Implement dan swing pressure switch
C. Sensor tekanan sistim pilot
D. Sensor tekanan pompa kanan
E. Sensor tekanan pompa kiri
F. Switch tekanan straight travel
G. Switch tekanan attachment
H. Switch hydraulic activation
6. Berapa tekanan main relief di adjust untuk fungsi implement?
_____________________

7. Berapa tekanan swing motor relief valve kiri dan kanan di adjust?
_____________________

8. Berapa tekanan travel motor crossover relief valve di adjust?


_____________________

9. Berapa tekanan pilot system di adjust?


_____________________

10. Berapa tekanan power shift diadjust selama prosese kalibrasi?


_____________________
_____________________

11. Berapa tekanan yag dibutuhkan travel and swing parking brakes untuk
release?
_____________________

12. Berapa tekanan dari return rod end yang dibutuhkan stick unloading
valve untuk shift?
_____________________

Training Center Cileungsi 142


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Test 3.

Petunjuk: Jodohkan component dengan lokasi yang benar

______ Pilot Pump A. Dibawah implement control valve


berlawanan pilot manifold
______ Power Shift Pressure
Solenoid B. Mengontrol sinyal dari secsion sebelah
kiri dan kanan dari implement control
______ Boom and Swing Priority valve
Pressure Reducing Valves
C. Menerima sinyal dari pressure switch
______ Implement/Swing Pressure dan sensor dan mengirim sinyal PWM ke
Switch solenoid powershift

______ Boom Drift Reduction Valve D. Bagian dalam spool pada tengah-
tengah control valve. [Link]
______ Swing Anti-reaction Valves diaktifkan, mengirim aliran pompa
kanan ke kedua travel motors dan aliran
______ Hydraulic Actuation Valve pompa kiri ke implement and swing .

______ Slow Return Check Valve E. Terpasang pada implement pump


bagian kanan
______ Swing Brake Solenoid Valve
F Mendestroke kan pompa berdasarkan
______ Hydraulic Actuation Lever kecepatan engine
Switch
G. Terletak dibagian depan daripada
______ Travel Pressure Switches swing motor

______ Negative Flow Control H. Jika switch ini closed, the EPC
Signals mengenergize Hydraulic Actuation
Solenoid Valve.
______ Straight Travel Valve
I. Terletak dibagian atas implement
______ Engine and Pump Control pump

______ Underspeed System J. Mencegah boom cylinders dari drift


selama membawa beban
______ Stick Unloading Valve
K. Pada pilot manifold. Menerima sinyal
EPC dan mengirim oli pilot system untuk
merelease swing brake.

L. Terletak dibawah cab pada Travel


Control Valve. Memberi sinyal ke EPC
jika travel kiri/kanan bekerja

M. Dikontrol oleh Hydraulic Activation


Solenoid pada pilot manifold

Training Center Cileungsi 143


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

N. Terletak dibawah cab pada resolver


block

O. Menyediakan tekanan back pressure


sebesar 42 PSI pada swing control valve
return oil lines.

P. Stelah tekanan return "stick in"


mencapai 1510 PSI valve ini bergerak
membuka saluran return yang lain
untuk "Stick In return oil".

TesTe
TT

[Link]

Training Center Cileungsi 144


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Kunci jawaban
Test 1.
1. B 14. S (NFC >powershift)
2. S (NFC > Main ) 15. B
3. B 16. B (bersama-sama > berbeda )
4. B 17. B
5. B 18. S ( rendah > tinggi)
6. B 19. S (pilot > rod end)
7. S ( boom > swing ) 20. B
8. B ( boom down > boom up ) 21. B
9. B 22. B/S
10.S (travel crossover > main) 23. B
11.S (monitor > ECM) 24. S (service ET > monitor )
12.S (manifold > pump) 25. B
13. B

TEST 2.
1. 5450 ± 220 psi 8. 5450±220 psi
2. 340 psi 9. 595±30 psi
3. 5500±145 psi 10.70 psi
4. 5350±145 psi 362 psi
5. C 11.
6. 5100±73 psi 12.
7. 3750±145 psi

TEST 3
9. E 9. K
10.I 10.H
11.A 11.L
12.N 12.B
13.J 13.D
14.G 14.C
15.M 15.F
16.O 16.P

Training Center Cileungsi 145


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 146


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Print

Topic 4 – Electronic System


Pre Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
eekasi Componen Hydraulic Syste

Petunjuk : Cocokkan komponen dibawah ini dengan fungsinya.


Fungsi Nama Component Definisi komponen

A. Berisi program logic yang berguna untuk


-------- AEC Button mengontrol output yang bervariasi pada
_ machine.
Implement/Swing
--------
PressureSwitches B. Digunakan untuk mengeset atau reset nilai
pada monitor
-------- Monitor Setting Key
C. Digunakan untuk menggerakkan kursor pada
-------- Governor Actuator display atau untuk menaik turunkan nilai pada
display
Power Shift Pressure Tap
--------
D. Digunakan untuk memilih entri yang tersedia
Power Shift Solenoid dalam pilihan di monitor.
-------- Valve
E. Digunakkan untuk mengakses menu utama
Engine Pump Control pada display, dan untuk pindah ke pilihan
--------
Module (ECM) lainnya pada monitor

-------- Monitor Cancel Key F. Digunakan untuk mengcancel menu yang


dipilih atau kembali ke display awal.
Service Tool Connector
--------
(ET Connector) G. Menyetel kecepatan engine

-------- Monitor Directional Keys H. Digunakan untuk merubah kontrol speed


engine secara otomatis dari on ke off atau
-------- Monitor Menu Key sebaliknya.
I. Dipakai sebagai konektor untuk dihubungkan
-------- Travel Pressure Switches ke communication adapter dari Electronic
Technician.
-------- Monitor OK Key
J. Menerima sinyal elektrik dari ECM
berdasarkan kecepatan engine dan posisi dial
switch serta mengirim tekanan pilot system
yang termodulasi ke kontrol pompa implement
untuk membantu mengatur aliran pompa

Training Center Cileungsi 147


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

implement

K. Sebagai tempat untuk memasang pressure


gauge untuk power shift pressure. Sebagai input
dari output pressure dari individual pumps ke
ECM.
L. sebagai input untuk ECM ketika pedal travel
digunakan
M. Sebagai input untuk ECM ketika fungsi
implement dan swing digunakan.

Pililah jawaban yang paling tepat.

1. Pada engine yang pengoperasian pada kecepatan dial 10 pada beban full load,
mengakibatkan kenaikan aliran hydraulic terhambat dan tekanan powershift akan :

A. Turun C. Tidak ada perubahan


B. Naik D. Tidak mengikuti apapun

2. Bila signal electric yang menuju ke solenoid powershift turun powershift akan :

A. Turun C. Tidak ada perubahan


B. Naik D . Salah semua

3. Jika backup switch diposisikan pada “ back upmode “

A. Kecepatan engine akan konstan secara automatic, dan powershift pressure akan
bervariasi dengan cara mengaktifkan toggle switch
B. Power hydraulic akan naik diatas operasi normal.
C. Performance machine menjadi buruk
D. Powershift pressure akan diset pada nilai konstan dan kecepatan engine akan
bervariasi dengan mengaktifkan toggle switch.

4. Jika powershift solenoid di kalibrasi pada nilai yang lebih diatas specification maka :

A. Hydraulic horsepower machine akan naik


B. Hydraulic horsepower machine tidak ada perubahan
C. Hydraulic horsepower machine akan dibatasi.
D. Hydraulic horse power machine dapat sepenuhnya digunakan.

Training Center Cileungsi 148


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TOPIK 4
Electronic System
Engine Speed Control

ECM machine merubah signal dari engine speed dial kedalam signal PWM.
Informasi kemudian dikirim ke Governor actuator untuk mengontrol kecepatan
engine. Engine speed dial terbagi dalam 10 posisi. Posisi dial setiap karacter akan
ditampilkan di monitor. Kecepatan engine dengan tidak ada beban dapat dilihat pada
daftar

RPM For The Engine Speed Dial Switch


320D, 323D

"Dial Position" Engine RPM Hyd Torque (%)

1 1000 20

2 1100 40

3 1200 60

4 1300 81.2

5 1470 86.4

6 1590 86.4

7 1700 86.4

8 1800 86.4

9 1900 86.4

10 1980 100

Training Center Cileungsi 149


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Automatic Engine Control (AEC)

AEC akan menurunkan kecepatan engine jika tidak ada beban yang berkelanjutan
kurang lebih 5 detik atau beban yang ringan kurang lebih 10 detik pada saat dial
speed di set pada posisi 5 sampai 10. Proses ini dirancang untuk mengurangi noise
dan fuel consumption. AEC mempunyai setting dalam 2 stages. AEC diset dengan
meng On kan switch yang terletak disebelah kanan console. Indicator akan menyala
sesudah engine start dan switch dalam posisi ON . AEC dapat diset dalan stage
pertama dan stage kedua secara bergantian dengan menekan switch.

First Setting Of The AEC

Pada setting pertama AEC akan menurunkan kecepatan engine kurang lebih 100
Rpm pada saat tidak ada beban atau mendapat beban yang ringan.

Second Setting Of The AEC

Pada setting yang kedua AEC akan mengurangi kecepatan engine kurang lebih 1300
rpm dalam keadaan tidak ada beban.

Note: Pada saat backup switch diposisi on (manual , AEC tidak dapat berfungsi )

Training Center Cileungsi 150


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

One Touch Low Idle

Pada saat one touch low idle switch ditekan dan machine dalam kondisi tidak ada
beban, kecepatan engine dapat turun lebih jauh dibanding dengan setting stage
kedua AEC. Pada saat normal operasi kecepatan engine akan kembali pada setting
dial RPM yang disesuaikan.

Start-up Of The One Touch Low Idle

One touch idle akan aktif selama implement, swing, travel dan tools dalam kondisi
stop atau tidak bekerja. Ketika one touch low idle switch ditekan, control akan
menurunkan kecepatan engine menjadi setting stage kedua pada engine speed kira-
kira 1020 rpm.

Release Of The One Touch Low Idle

One touch idle akan dilepas ketika pada beberapa kondisi yang terjadi :

One low idle switch ditekan


Implement swing pressure switch di set pada posisi ON
Travel pressure switch di posisi ON
Pressure switch yang berhubungan pada tool di set pada posisi ON

Kecepatan engine akan berbeda sesudah switch di lepas tergantung pada saat
kondisi al :

1. Kecepatan engine akan diposisikan sesuai dial speed engine pada saat one touch
idle di release karena pengoperasian implement, swing, dsb.

Training Center Cileungsi 151


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

2. Engine speed akan di posisikan oleh AEC . Kecepatan akan disesuaikan pada
saat one touch low idle di lepas. Kecepatan engine akan terpengaruh karena
beberapa kondisi al :

Pada saat set pertama AEC dipilih, engine speed akan diset pada stage
pertama AEC. Kecepatan akan turun kira-kira 100 Rpm dari setting speed
dial.
Pada saat AEC yang kedua dipilih, engine speed akan diset pada setting
kedua AEC. Kira-kira kecepatannya 1300 Rpm.
Engine speed akan di set pada kecepatan engine dial speed jika kecepatan
engine turun pada setting kedua AEC. Setting kecepatan engine bukan
berdasar pada setting AEC

ENGINE SPEED PROTECTION

Prevention Of Overspeed During Low Engine Oil Pressure

Fungsi ini dirancang untuk mencegah engine start pada kecepatan tinggi selama
kondisi engine oil pressure masih rendah . Sesudah engine oil filter diganti,
dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai level yang specific . Akan terjadi
kerusakan pada jika engine berputar pada kecepatan dial speed 10.
Engine speed akan dibatasi pada posisi dial 5, jika engine oil pressure switch open.
Engine akan start pada kecepatan posisi dial 5.

Prevention Of Overspeed During Overheating Condition

Fungsi ini dirancang untuk mencegah kerusakan pada engine yang diakibatkan
overspeed selama kondisi overheating. Pekerjaan yang membutuhkan tekanan
tinggi akan mengalami hambatan selama kondisi ini. Engine dan beberapa
component akan dilindungi selama kondisi ini. Engine speed akan turun pada setting

Training Center Cileungsi 152


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

kedua pada AEC (1300 Rpm)

Control Of The Hydraulic Oil At Low Temperatures

Pada kondisi cuaca yang sangat dingin dan temperature oli hydraulic rendah,
machine tidak dapat bekerja dengan halus. Output pump akan turun dalam jumlah
yang kecil. Ini memungkinkan pekerjaan menjadi pelan sampai temperature oil
menjadi naik. Pada saat hydraulic oil temperature sensor merasakan oil temperature
dibawah 15 0 C (59 0 C) sistem membatasi output hydraulic pump untuk maksimum
horsepower menjadi 80 %. Ketika sensor hydraulic temperature merasakan naik
diatas 200C ( 680F), control normal oli hydraulic akan dimulai kembali.

Pump Regulation

ECM akan menetukan PS pressure untuk pengaturan pompa dengan berdasarkan :

Engine speed dial,


Pump delivery pressure
Engine speed.

Ketika PS pressure tinggi, output pump turun, Pada saat PS pressure rendah, output
pump naik. Pump control dalam keadaan control mode “ Constant Horsepower “
ketika engine speed dial berada pada position “1” sampai “9”.
Pump control dalam keadaan mode underspeed control ketika engine speed dial
pada set position “10”

Training Center Cileungsi 153


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Constant Horsepower Control

Constant horse power berhubungan dengan dial speed engine 1 sampai 9 . Aliran
pompa dikontrol oleh PS pressure ,ketika engine speed dial pada posisi 1 sampai 9.
Pada saat yang sama pump delivery pada maximum flow. Output hydraulic akan
diset sesuai dengan posisi dial speed engine. ECM akan memerintahkan secara
tepat Power Shift pressure untuk menjaga maximum besarnya flow. Selama
delivery oil dalam keadaan middle pressure dan high pressure, horse power pada
main pump mengontrol untuk mencegah horsepower yang terlalu tinggi pada pump
dan horsepower yang rendah pada engine.
ECM machine akan menerima feedback dari engine speed sensor. Powershift
pressure akan secara proportional menuju ke target flow. Target flow akan
mengkalkulasi setting speed engine dan pressure yang berasal dari pressure
sensor pump delivery. Demikian juga powershift pressure akan secara bervariasi
secara tepat mengikuti posisi dial speed engine dan pressure delivery pump.
Keutamaan Antistall untuk engine digunakan untuk mencegah engine dari kondisi
stall. Anti stall akan aktif, jika kecepatan engine turun 250 rpm dibawah posisi dial
yang di bandingkan dengan setting engine speed dial.
Powershift pressure akan tetap untuk posisi dial 1 sampai 9 . Posisi 1 sampai 4
engine speed dial mempunyai perbedaan tekanan powershift untuk setiap setting .
Engine speed dial akan di posisikan sesuai yang diinginkan rpm, yang mana juga
menghasilkan aliran yang diinginkan.
Posisi engine speed dial 7 sampai 9 tekanan powershift akan menjadi tetap seperti
keadaan biasanya. Posisi engine speed dial 1 sampai 9 pressure pompa pada posisi
fix output. Output menjadi tetap sampai kecepatan turun 250 Rpm dibawah target
Rpm. Pada kecepatan 250 Rpm dibawah target Rpm, ECM engine akan mengadjust
powershift pressure untuk menjaga Rpm engine tidak turun lebih jauh dari 250 Rpm
pada target speednya.

Underspeed Control

Kondisi underspeed terhubung dengan posisi engine speed dial 10. Ini digunakan
ketika horsepower yang dibutuhkan dalam jumlah besar atau pada saat melakukan
high speed travel. Pada kondisi ini maka dibutuhkan engine beroperasi pada
maximum horsepower. Underspeed control akan menjaga kecepatan engine kira-
kira pada maximum power. ECM machine akan akan membaca kecepatan engine
dan akan meng adjust powershift pressure unuk mengatur engine speed. ECM
machine akan mengontrol powershift pressure pada kondisi underspeed. Engine
akan menjaga kecepatan kira–kira 1800 Rpm untuk mencapai maximum
horsepower. Bagaimanapun juga, ketika engine speed lebih tinggi dibanding dengan
full load speed, output pump akan naik dan powershift pressure akan turun. Juga
pada saat engine speed turun dibawah target speed, output pompa akan turun dan
powershift akan naik.

Horsepower engine bisa menjadi turun karena beberapa kondisi, yaitu:

Engine sudah worn


Kwalitas fuel yang buruk
Engine beroperasi pada daerah ketinggian.

Training Center Cileungsi 154


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

.
ECM machine akan menurunkan output pump dan akan menaikkan powershift
pressure untuk mengurangi beban pada engine tanpa mengurangi kecepatan
engine. Kondisi ini terjadi jika kecepatan engine turun dibawah full load speed.

Cooling Fan Control

Cooling fan speed dikontrol oleh ECM machine . ECM akan merasakan temperature
hydraulic oil, engine coolant temperature dan ambeient temperature. Target speed
untuk cooling fan akan ditentukan untuk setiap kecepatan engine yang sesuai
dengan temperature hydraulic oil dan engine coolant. Target speed yang dirujuk oleh
ECM merupakan kondisi engine tanpa beban.

Training Center Cileungsi 155


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TRAVEL SPEED – HYDRAULIC CIRCUIT CHANGE CONTROL

Automatic Travel Speed Change

Ada dua mode untuk travel speed . LOW speed (tortoise) dan high speed (Rabbit).
Pada saat memilih mode tortoise travel speed akan dibatasi pada low travel speed,
dan pada saat memilih mode rabbit , travel speed akan berubah secara outomatic
antara low ke high. Perubahan pada travel speed tergantung pada delivery pressure
pada pump.

Travel Mode Selector Switch

Travel mode selector switch dan travel mode indicator (tortoise dan rabbit) letaknya
berada pada switch panel. Ketika travel mode switch ditekan, travel mode dapat
dipilih rabbit mode atau tortoise mode . Indikator akan menyala untuk menunjukkan
pemilihan travel mode.

Training Center Cileungsi 156


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Fungsi Perubahan Kecepatan Otomatis

Travel speed akan secara outomatic dapat di set pada LOW (tortoise) speed ketika
pertama kali machine di hidupkan. Untuk memilih High (rabbit) speed mode, dengan
cara menekan switch selector travel mode. Saat circuit pressure menujukkan di
bawah range tertentu, machine akan berjalan dalam keadaan HIGH (rabbit) speed.
Output pump pressure naik juga beban pada machine juga naik
Ketika output pressure naik menujukkan level yang tinggi, machine akan secara
outomatic berpindah untuk berjalan pada LOW (tortoise) speed mode.. Machine
akan secara outomatic kembali ke HIGH (rabbit) speed mode ketika pump output
pressure turun pada range sebelumnya.
Fungsi Automatic Travel Speed Change memungkinkan speed pada machine di
adjust tanpa input lansung dari operator. Machine akan berjalan pada HIGH (rabbit)
speed pada beban yang ringan . machine akan berjalan pada LOW (tortoise) pada
beban yang berat. Ini meyakinkan machine mempunyai high mobility dan high
drawbar pull.
Travel speed akan menunjukkan LOW (tortoise) speed ketika machine dalam posisi
mode heavy lift. Pada saat travel di set pada tortoise mode, travel di set pada low
speed dan tidak dapat dirubah.

Swing Brake Operation

Machine dilengkapi dengan sistem swing lock hydraulic control. Swing lock sistem
menyediakan control untuk swing motor, swing brake, fine swing dan backup sistem
pada machine .
Swing brake release dikontrol oleh hydraulic activation lever. Ketika Hydraulic
Actvation Control Lever di gerakkan pada posisi Lock, swing brake akan berfungsi.
Swing brake solenoid diberi arus untuk merelease swing brake. Swing brake

Training Center Cileungsi 157


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

solenoid tidak diberi arus listrik kurang lebih 6.5 detik sesudah semua lever dan
pedal kembali pada neutral position. Swing brake release dengan segera untuk
mengoperasikan: boom, stick, bucket, swing dan perlengkapan lainnya.
Jika main backup ditempatkan pada posisi manual, maka swing brake secara
electrical akan release.
Fungsi fine swing (optional) di design untuk membuka hydraulic circuit antara port A
dan Port B pada swing motor untuk start yang halus dan untuk menghentikan
pengoperasian pergerakkan swing .
ECM machine akan merasakan pengoperasian fine swing switch untuk merelease
swing brake.

10

Heavy Lift Mode (Optional)

Menekan switch heavy lift pada switch panel akan mengaktifkan mode heavy lift ON
atau OFF. Ketika switch heavy lift diaktifkan, indicator akan menyala, main relief
pressure naik dari 35 Mpa (5100 psi) menjadi 36 Mpa ( 5200 psi).Akibatnya juga
aliran oli akan terhambat, maximum speed engine dibatasi pada kecepatan yang

Training Center Cileungsi 158


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

sama dengan posisi dial 6 kira-kira 1600 rpm. Output hydraulic oil akan terhambat
64 %

Tool Control
Pada saat tool tambahan dioperasikan , engine speed dan pump flow dikontrol
sesuai dengan jenis tool.

Selection Of A Tool

Terdapat 5 program untuk tool . Operator yang akan memilih tool. Monitor digunakan
untuk melakukan pemilihan. Beberapa contoh parameter yang mana akan di adjust
untuk memenuhi kebutuhan tsb :

Setting engine speed dial


Pump flow untuk satu pompa atau dua pompa
Pump flow untuk searah atau dua arah
Setting Horsepower untuk tambahan pompa

Engine Speed Control

Pada saat pedal dioperasikan, actual setting pada dial speed akan dibandingkan
dengan posisi engine speed dial yang telah diset oleh parameter.. Engine speed
control akan menurunkan kecepatan engine untuk memilih kecepatan engine yang
di set yang ada di dalam parameter.
Ketika tool tidak diaktifkan, engine speed akan kembali pada actual kecepatan
sesuai penyetelan dial speed.
Pada saat tool tambahan di operasikan AEC dan one touch low idle akan release.

Note: Jika nilai programer lebih tinggi dibandingkan engine speed dial indicator,
engine speed tidak akan naik.

Main Pump Flow Control

Beberapa tool mengunakan aliran dari main pump. . Pressure switch akan
merasakan perubahan pressure. PRV akan akan menghambat aliran main pump.
Resolver valve memilih tekanan yang paling tinggi antara tekanan di dalam control
valve dengan tekanan dari PRV. Signal akan menghambat aliran membuat tekanan
menjadi rendah. Aliran main pump akan dikurangi . Proses ini mengakibatkan
pengoperasian tool dan impement yang baik secara bersamaan.

Main Pump Control During Use Auxiliary Pump

ECM akan memantau pengoperasian pompa tambahan. Ini akan mengimbangi


beban pompa tambahan. Proses ini juga mencegah penurunan kecepatan engine.
Jika tambahan pump beroperasi dengan rate load 50 % dan main pump beroperasi
pada saat yang sama, penurunan pada kecepatan engine akan tetap terjaga.

Training Center Cileungsi 159


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

11

Backup Sistem

Backup sistem yang terpasang memungkinkan operator secara control manual


membatasi fungsi-fungsi dari machine dan untuk menggerakkan machine pada
saat fungsi- fungsi machine yang lain mengalami kerusakan.
Main backup switch letaknya berada di sebelah kanan belakang dari console. Pada
saat main backup switch diposisikan pada MAN, viscous fan speed di posisikan
pada maximum, power menuju ECM machine diputuskan dan LIMITED MOBILITY
MODE di aktifkan. Pada saat ini, joy stick dan travel pedal tidak di fungsikan. Engine
speed dial pada switch panel tidak dapat difungsikan. Kecepatan engine dapat di
adjust melalui speed switch yang letaknya berada dibelakang sebelah kanan
console.
Pada saat itu tidak ada satupun AEC yang low idle switch yang berfungsi. Sistem
monitoring akan menampilkan pesan ” LIMITED MOBLITY MODE” dan akan
membunyikan alarm.
Backup switch menyediakan fungsi machine yang minimum. Limited mobility
memungkinkan operator melakukan maneuver menuju ke shop pada saat ECM
machine dalam keadaan rusak. Pengopersian Excavating tidak mungkin dilakukan
jika machine dalam keadaan Limited Mobilty Mode .

Training Center Cileungsi 160


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Pump Torque Control

Ketika “ Pump Torque Control “ dipilih, engine output kurang lebih 60 % sampai 80%
rated output untuk engine. Tekanan powershift akan tetap. Ketika speed dial engine
di set pada lower position , output engine turun secara signifikan . Kepedulian harus
dilakukan agar engine tidak stall.

Release Function of Swing Brake

Dalam keadaan normal operasi , swing brake akan di release. Bagaimanapun juga,
jika sistem hydraulic tidak diaktifkan atau hydraulic activation control lever di
gerakkan pada posisi lock, swing brake akan di fungsikan.

Training Center Cileungsi 161


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

12

Electronic Control Sistem

Electronic control sistem terdiri atas monitor di dalam kabin dan ECM machine yang
letaknya di dalam compartement di belakang kabin. Eletronic control sistem
mengontrol speed engine dan pump melalui ECM machine.
ECM machine mengirim input signal dari berbagai komponen pada machine. ECM
melanjutkan untuk memonitor input signal dalam melakukan control output flow rate
main pump, engine speed dan variasi komponen machine hydraulic sistem.

Training Center Cileungsi 162


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

ECM machine mempunyai 3 fungsi utama :

Electronic control sistem mengontrol output flow rate main pump. ECM
mengirim electric signal ke powershift solenoid sebagai dasar pada engine
speed dan posisi engine speed dial. Ini memungkinkan main pump menyuplai
optimum output yang disesuaikan beban hydraulic pada machine dan engine
speed. Ketika beban yang besar diterima pada machine, memungkinkan
pump akan destroke. Sistem akan meng utilize menyediakan maksimum
engine horsepower
Sistem electronic control mengontrol engine speed. In disebut Engine Speed
Control (AEC). Ketika kondisi beban sangat kecil atau tidak ada beban,
sistem secara outomatic menurunkan engine speed. AEC sistem di design
untuk mengurangi fuel consumption dan noise.
Sistem electronic mengontrol variasi sistem component machine hydraulic.
ECM machine mengirim signal output ke swing brake solenoid valve, travel
speed solenoid valve dan straight travel solenoid.

Note: Jika problem terjadi pada sistem electronic control untuk temporary operasi
memungkinkan menggunakan backup switch yang letaknya didalam kabin.

13

Cat Data Link

Cat datalink adalah input dan output ECM machine Yang terhubung pada conector
J1-33 dan J1-43. Data link didesign untuk melakukan komunikasi antara controller
dan monitor. Data link adalah component yang tidak dapat dilihat dengan mata. Data
link terdiri dari internal control circuit dan wiring harness dan dua arah. Controller
dapat menerima dan mengirim informasi melalui data link. Controller mengirim
informasi tentang fuel level, engine coolant temperature dan beberapa signal yang

Training Center Cileungsi 163


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

lain ang dikirim ke panel monitor.

14

CAN Data Link

Can data link digunakan untuk komunikasi antara beberapa module : ECM, switch
panel dan monitor. Dua terminating resistor 120 ohm harus di pasang pada wiring
harness untuk dapat mengfungsikan secara baik CAN data link.

Action Alarm

Action alarm berbunyi pada saat operator merasakan kondisi high emergency.
Contoh engine oil pressure turun dibawah nilai yang telat di set.

Travel Alarm

Travel alarm berbunyi pada saat machine sedang berjalan.

Training Center Cileungsi 164


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

15

Pump Pressure Solenoid

Pump pressure solenoid adalah output dai ECM machine. Solenoid mempunyai
3 port pressure reducing valve. Tipenya adala proportional. ECM menggunakan
signal PWM untuk arus yang dikirim ke solenoid. Posisi valve akan terbuka atau
valve menutup aliran yang menuju ke pompa. Pada saat solenoid de- energized
aliran oli tertahan. Ini menyebabkan pompa menjadi destroke.

16

Sensors

Sensor menyediakan informasi menuju ke controller tentang perubahan kondisi.


Beberapa tipe informasi yang terdiri : speed, temperature, dan fluid level. Signal
sensor merubah secara proportional yang seimbang. Perubahan ini akan ada

Training Center Cileungsi 165


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

dengan terjadinya perubahan kondisi. ECM akan mengetahui beberapa tipe signal
sensor yang terdiri dari :

Frequency :Sensor akan menghasilkan signal AC ( gelombang sinus atau


gelombang persegi yang ada dalam variasi frequency (Hz) sebagai
perubahan kondisi.

Pulse Width Modulated : Sensor akan menghasilkan signal digital (PWM)


dengan variasi duty cycle sebagai perubahan kondisi. Signal frequency akan
tetap.

17

Engine Speed Sensor

Lokasi berada pada housing flywheel . Menghasilkan voltage AC melalui roda gigi
pada flywheel pada saat melewati ujung sensor. Frequency dari voltage adalah
proportional dengan kecepatan dari roda gigi saat melewati ujung sensor. Controller
menggunakan signal dalam menentukan keputusan pada pompa dan engine

18

Pressure Sensor

Sensor mengirim signal menuju ke controller. Controller akan menggunakan signal


untuk memodifikasi al :

Training Center Cileungsi 166


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

• Penyetelan horsepower
• Perubahan travel speed
• Menentukan beban ringan dan ”AEC” level 1

SWITCHES

19

Engine Speed Dial Switch

ECM machine merubah signal Engine speed dial ke dalam signal PWM. ECM
engine menerimaignal PWM untuk mengontrol kecepatan engine pada 10 stages.
Posisi engine speed ditandai dengan memunculkan dilayar system monitor.

20

PRESSURE SWITCH

Travel Pressure Switch, Implement Pressure Switch, Medium Pressure


Switch, Joystick Pressure Switch, and Attachment Pedal Pressure
Switch (Hammer).

Pressure switch akan memonitor sistem hydraulic. Tipenya normally open. Switch ini
akan menginformasikan ke controller tentang status kebutuhan hydraulic sistem.
Ketika permintaan hydraulic tidak ada switch akan terbuka Engine speed controller

Training Center Cileungsi 167


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

(ECM) akan menggunakan switch ini untuk menentukan pengontrolan engine speed
dan pump.

21

Key Start Switch

Key start switch adalah input dari engine dan pump controller. Key start switch
memberikan informasi ke ECM untuk melakukan start pada engine. Kemudian ECM
memulaai start secara procedure. Selama normal operasi, start terminal pada switch
terbuka. Jika ky start switch di tempatkan pada posisi start, start terminal akan
menutup. Voltage battery akan di suplay menuju ke terminal start. Pada saat kondisi
start sudah terpenuhi, ECM mengirim signal battery menuju ke relay dan engine
mulai di cranking.

Note: Sesudah key start switch awalnya ke posisi START, switch tidak akan kembali
ke posisi start dari posisi ON. Switch harus kembali ke posisi awal terlebih dulu,
kemudian ke posisi START.

Training Center Cileungsi 168


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

22

Hydraulic Level Switch and Engine Oil Level Switch

Hydraulic level switch memonitor level hydraulic sesudah starter key switch ditahan
dalam posisi ON untuk 2 detik atau lebih. Controller akan memeriksa level hydraulic
dengan switch. Switch akan tertutup ketika level oil hydraulic masih rendah pada
normal operasi. Switch adalah normally posisi open, ketika switch tidak terpasang
pada machine.

Engine Coolant Level Switch

Engine coolant level switch merupakan electronic switch dan diaktifkan oleh coolant.
Coolant level switch close pada ground selama normal operasi. Switch akan terbuka
pada saat level coolant rendah. Dengan membukanya switch maka akan meng
informasikan ke controller bahwa level coolant sangat rendah didalam cooling
sistem.

Training Center Cileungsi 169


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

INPUT COMPONENT

23

Temperature Sender (Hydraulic Oil)

Temperature sender untuk oil hydraulic terhubung dengan monitor pada pin no.3
Hambatan sender bervariasi terhadap perubahan temperature.
Sama dengan sender yang lain maka sender temperature ini merubah nilai
tahanannya pada saat temperaturenya juga mengalami perubahan. Controller akan
menghitung perbedaan nilai tegangan yang diakibatkan dari perubahan tahanan
yang diberikan oleh sender ini. Dan menginformasikan ke monitor tentang
temperature yang sedang terjadi di engine coolant atau oli hydraulik. Untuk
mendiagnosanya dengan mengukur sinyal dari sender ini pada saat temperaturenya
berubah maka akan terbaca nilai tahanan antara 0 sampai 800 ohm Sender ini
sering disebut juga resistive sender dan menggunakan sistim NTC atau negative
temperature coeficient. Dengan kata lain tahanan akan berubah berbanding terbalik
dengan perubahan nilai temperature.

Training Center Cileungsi 170


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

24

Fuel Level Sender

Sender ini berfungsi untuk menginformasikan ketinggian dari bahan bakar ke


controller yaitu dengan cara merubah nilai resistancenya. Controller akan
mengetahui nilai tersebut dengan menghitung perubahan tegangan yang masuk ke
sistim level fuel ini pada controller dan membandingkannya sesuai dengan settingan
dari factory. Untuk mendiagnosa sender ini dengan mengukur sinyalnya yaitu akan
terbaca nilai tahanan yang berubah-ubah sewaktu ( 0 sampai 240 ohm) lever
digerakkan.

25

Action Alarm

Action alarm tersedia bagi operator dengan bunyi warning. Warning akan berbunyi
ketika kondisi machine dalam keadaan abnormal.

Training Center Cileungsi 171


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

26

Hydraulic Power Units Monitoring System

Sistem monitoring merupakan input dan output dari machine control sistem. Sistem
control berkomunikasi bolak – balik melalui CAN Data link. Monitoring sytem terdiri
dari beberapa komponen : Display dengan screen yang lebar dan beberapa menu,
keypad, indicator dan gauge. Monitor akan memberikan informasi pada operator
tentang status pada machine. Sistem monitoring termasuk display graphic yang
memungkinkan operator melihat informasi yang menyangkut fungsi machine yang
lain.
Display pada monitoring system akan menampilkan beberapa warning dan informasi
tentang kondisi machine. Monitoring system akan menampilkan tiga gauge dan
sinyal nomor indicator. Setiap gauge memantau parameter dalam machine system.
System monitor memungkinkan untuk digunakan :

Menampilkan infomasi status system


Menampilkan parameter
Menampilkan interval service
Melakukan kalibrasi
Sistem troubleshoot machine.

Beberapa parameter yang terdapat pada machine system al:

Fuel level, engine coolant temperature dan hydraulic temperature. Gauge akan
menerima informasi dari sensor dan sender yang terhubung dengan controller.
Controller mendapat informasi dari setiap input sensor yang diperhitungkan lalu
ditampilkan pada gauges. Sinyal indikator akan memberitahu pada operator
keadaan kondisi abnormal pada machine.

Training Center Cileungsi 172


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Controller mendapat informasi dari pressure switch, sensor dan beberapa input
untuk menentukan kapan kondisi abnormal terjadi. Controller akan mengirim pesan
ke monitoring system. Kemudian monitoring akan menampilkan tanda sinyal
indikator untuk machine dengan kondisi abnormal.

Prestart Monitoring Function

Nyalakan engine start switch pada posisi ON. Setelah kira-kira satu detik, CAT logo
akan nampak pada layar dan indikator akan menyala. Coolant temperature,
hydraulic oil temperature, fuel level dan posisi speed dial akan terlihat.

Monitor system akan memeriksa level engine coolant, engine oil dan oil hydraulic
sebelum engine start. Jika fluid level ditemukan rendah, pesan akan secara cepat
akan menampilkan dan pictograph akan ditunjukkan untuk menunjukkan level fluid
dalam keadaan low.

Jika engine di start selama fluid level di periksa, monitor akan meng cancel
pemeriksaan.

Service hours untuk filter akan diperiksa pertama kali, Selanjutnya service hour
untuk fluid. Jika filter atau fluid melebihi interval penggantian yang
direkomendasikan, “ CHECK FLTR/FLUID INFO “ akan ditampilkan. Refer ke ” MAIN
MENU ” untuk informasi lebih lanjut.

Warning Indicator
Area

27

Warning Operation

Monitor ECM akan aktif, menampilkan log event untuk kondisi parameter machine
yang tidak dalam normal operasi. Monitor ECM akan memeriksa beberapa event.
Monitor ECM akan menerima data kejadian dari beberapa control module melalui
CAN data Link dan akan memutuskan peringatan apa yang akan direspon
tergantung problem yang sangat besar [Link] peringatan dapat diklasifikasikan
atas tiga level. Level warning menetukan tanggapan apa yang dibutuhkan oleh

Training Center Cileungsi 173


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

operator. Warning level 1 menampilkan peringatan yang paling ringan . Dan warning
level tiga menampilkan peringatan yang paling berat.

Tingkatan peringatan, respon monitor, dan membutuhkan operator action terdiri


atas:

Warning Level 1 : Graphic ditampilkan – harus mendapat perhatian operator


Warning Level 2 : Graphic dan Action indicator ditampilkan – membutuhkan
perubahan pengoperasion machine atau perubahan maintenance machine
untuk kondisi yang seharusnya.
Warning Level 3 : Graphic, Action Indicator dan Action alarm – dibutuhkan
shutdown dengan segera pada machine untuk menghindari kerusakan pada
machine atau cedera pada manusia.

Ketika warning meningkat dalam system, maka yang pertama akan ditampilkan
adalah peringatan level yang tertinggi terlebih dahulu. Tekanlah tombol up dan
tombol down untuk menampilkan semua peringatan. Jika tidak ada tombol yang
ditekan selama lima detik maka layar tampilan akan kembali ke peringatan level
yang tertinggi.

28

Password Entry

Enter Password adalah menu pilihan yang memungkinkan penggunan memasukan


4 digit password machine. Password ini memungkinkan menampilkan dan meng
access pilihan menu SERVICE. Pilihan menu ENTER PASSWORD dapat masuk
dengan memilih SERVICE dari MAIN menu
Pada saat 4 character dimasukkan, monitoring system akan memeriksa password.
Jika password benar, memungkinkan user dapat masuk ke MENU. Jika password
salah INVALID PASSWORD akan ditampilkan. Tekan OK untuk mencoba password
masuk kembali pada layar sebelumnya.

Training Center Cileungsi 174


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Note : User password ” 0001 ” dan service password ” FFF2 ”. Password ini
memungkinkan menampilkan semua menu . Tekan kunci left dan right untuk
melakukan perubahan posisi atau membersihkan character. Pada saat character
yang ditemukan disorot, tekan OK. Sesudah menekan OK, monitor akan secara
cepat menunjukkan character selanjutnya.

29

Setting Mode

Setting menu memungkinkan pemakai melakukan penyetelan parameter, memilih


work tool, memilih power mode dan memilih video mode. Berikut beberapa menu
yang tersedia :

Display Setup
Work Tool Select
Econo Mode Select
Power Mode Select
Video Mode Setting

Display Setup

Dari “ DISPLAY SETUP “ menu yang dapat ditampilkan terdiri ;

CLOCK ADJUSTMENT
LANGUAGE SELECT
INDICATED ITEM
CONTRAST
BRIGHTNESS

Untuk melakukan penyetelan seperti item diatas, tekan UP key atau DOWN key
sampai kategori yang dicari di sorot. Kemudian tekan OK untuk melakukan acces
parameter pada category tesebut.

Training Center Cileungsi 175


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

30

Work Tool Select

Dari menu setting, gunakan tombol UP atau DOWN yang tepat untuk menyorot
menu WORK TOOL SELECT. Kemudian tekan OK. Layar monitor akan
menampilkan WORK TOOL SELECT. Nama-nama tool yang ditampilkan dari pabrik
adalah TOOL #01 sampai TOOL#06. Untuk memilih work tool, tekan tombol UP atau
DOWN sampai work tool disorot. Kemudian tekan OK. Jika tidak tampak ada
lingkaran dibelah kiri, tool harus dipilih.

31

Economy Mode Select

Dari menu SETTING. Gunakan tombol UP atau DOWN untuk menyorot menu
ECONOMY MODE SELECT. Kemudian tekan OK. Tekan tombol UP dan DOWN
untuk memilih ECONO MODE ON atau sorot ECONO MODE OFF. Tekan OK untuk
konfirmasi yang dipilih.
Ketika memilih ECONO MODE ON, maka symbol economy mode akan kelihatan
pada bagian atas pada screen monitor.

Training Center Cileungsi 176


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Note : Jika STD HYD POWER dipilih dari menu : MAIN MENU / SETTING/POWER
MODE SELECT, maka symbol standart power akan kelihatan pada screen monitor
bagian atas dan ECONO MODE SELECT tidak akan tersedia.
Note : Jika ECONOMY MODE FIX dipilih dari menu MAIN MENU / SETTING /
DISPLAY SETUP/ INDICATED ITEM, maka ECONO MODE SELECT tidak akan
tersedia.

32

Power Mode Select

Dari menu setting, gunakan tombol UP atau DOWN untuk menyorot menu POWER
MODE SELECT. Kemudian tekan OK. Tekan tombol UP atau DOWN untuk memilih
STD HYD POWER atau sorot HIGH HYD POWER. Tekan OK utuk konfirmasi yang
dipilih.

Note : Ketika STD HYD POWER dipilih, maka sismbol standart power mode akan
kelihatan di layar monitor bagian atas.

Training Center Cileungsi 177


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

33

Maintenance Information Mode

Menu MAINTENANCE INFO memungkinkan pemakai menampilkan akumulasi jam


dam menganjurkan jarak waktu perawatan dari daftar system komponen.
Pemilihan menu MAINTENANCE INFO dapat masuk dengan memilih
MAINTENANCE INFO dari MAIN MENU. Tekan tombol kiri atau kanan sampai
menemukan MAINTENANCE [Link] tekan OK.

34

Performance Mode

Menu PERFORMANCE memungkinkan pemakai menampilkan data dari daftar


sistem paramenter. Data ini memungkinkan pemakai memonitor data pada machine
selama mesin beroperasi. Pilihan menu PERFORMANCE dapat masuk dengan
memilih performance dari MAIN MENU. Tekan tombol Left atau Right sampai
PERFORMACE disorot untuk menentukan pilihan. Kemudian tekan OK.

Training Center Cileungsi 178


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

35

Service Mode

Program service dan fungsi fungsi yang tersedia dari controller :

• Controller memberikan informasi ke system monitoring tentang kondisi


machine contohnya : hydraulic temperature, engine coolant temperature dan
fuel level.
• Controller memberikan informasi tentang kerusakan pada electronic control
system yang sedang terjadi atau yang sudah terjadi.
• Controller dapat melakukan variasi setting untuk pekerjaan
• Electronic controller dapat melakukan penyetelan dan pengetesan.

Tombol pada keypad digunakan untuk masuk ke mode service dan merubah mode.
Tekan tombol yang sesuai sampai mode ditemukan tampil pada message center.
Ikuti langkah-langkah untuk masuk ke service mode.

Exiting The Service Mode

Ada dua cara untuk mampu menghentikan service mode. Yang pertama memutar
key start switch keposisi OFF. Service mode akan berhenti selama 10 detik setelah
start switch di putar ke posisi OFF.

Training Center Cileungsi 179


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Cara yang kedua dengan menekan tombol HOME. Pada saat tombol HOME ditekan,
monitor akan berhenti berfungsi pada service mode. Tombol HOME tersedia di
setiap menu.

Note : Pada saat tombol HOME ditekan selama proses berlangsung, monitor
membutuhkan 1 sampai 2 detik untuk kembali ke default screen.

36

Maintenance Mode

Pada saat mode MAINTENANCE dipilih, pengguna dapat me- rest kembali
akumulasi jam pada filter, dan jam kerja komponen. Menyarankan jarak penggatian.
Dan pemakai dapat juga mengoperasikan reversing fan system.

Note : MAIN MENU dapat ditampilkan dari screen dengan menekan tombol main
menu.
Menu MAINTENANCE terdiri atas :

REVERSE FAN
FLTR/FLUID INFO
RECOMMEND INTERVAL
WORK HOUR INFO

Training Center Cileungsi 180


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

37

Password Change Mode

Menu PASSWORD CHANGE memungkinkan pemakai dapat merubah password


yang dibutuhkan untuk masuk ke pilihan menu SERVICE. Menu ini dapat masuk
dengan memilih PASSWORD CHANGE dari SERVICE MENU. Tekan tombol UP
atau DOWN sampai PASSWORD CANGE disorot sebagai pilihan. Kemudian tekan
OK.

38

Diagnostic Mode

Menu DIAGNOSTIC memungkinkan pemakai memerika informasi diagnostik. Pilhan


menu DIAGNOSTIC masuk dengan memilih diagnostic dari menu SERVICE. Tekan
tombol UP atau DOWN sampai DIAGNOSTIC di sorot sebagai pilihan. Kemudian
tekan OK.
Ketika DIAGNOSTIC dipilih, informasi diagnostic dapat diperiksa. Menu
DIAGNOSTIC terdiri atas :

Training Center Cileungsi 181


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Active Error
Logged Error
Logged Even

39

ECM Information Mode

Menu ECM INFO memungkinkan pemakai untuk menampilkan informasi tentang


ECM mesin yang tersedia. Pilihan menu ECM INFO dapat masuk dengan memilih
ECM INFO dari menu SERVICE . Tekan UP atau DOWN sampai ECM INFO di sorot
sebagai pilihan. Kemudian tekan OK.
Pada saat ECM INFO dipilih,informasi ECM dapat ditampilkan :

Machine ECM
Engine ECM
Monitor
ATT ECM

Tekan tombol UP atau DOWN untuk memilih Machine ECM


Ketika MACHINE ECM dipilih, Informasi ECM yang tersedia terdiri :

Product ID
ECM Part Number
ECM Serial Number
Software Group Number
Software Group Release Date

Training Center Cileungsi 182


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

40

Status Mode

Menu status memungkinkan pemakai menampilkan informasi status input, output


dan miscellaneous untuk mesin.
Pilihan menu STATUS masuk dengan memilih STATUS dari menu SERVICE. Tekan
tombol UP atau DOWN sampai STATUS di sorot untuk dipilih. Kemudian tekan OK.
Pada saat STATUS dipilih , informasi status dapat ditampilkan :

Digital In Status
Analog In Status
Output Status
Misc Status

41

Calibration Mode

Menu CALIBRATION memungkinkan pemakai melakukan pekerjaan [Link]


masuk ke menu pilihan dengan memilih CALIBRATION dari menu SERVICE. Tekan

Training Center Cileungsi 183


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

tombol UP atau DOWN sampai CALIBRATION disorot sebagai [Link]


tekan OK

42

Device Test Mode

Pemilihan menu DEVICE TEST dengan memilih DEVICE TEST dari menu
SERVICE. Tekan tombol UP atau DOWN sampai DEVICE TEST disorot untuk
dipilih. Kemudian tekan OK.
Device test yang tersedia terdiri atas :

Desired Eng Speed


Powershift Pres
Flow Limit Pres
A1 Extend Valve
A1 Retract Valve
A1 Rlf Valve
A2 Rlf valve
2Pump Flow Limit
1Pump Flow Limit.

Training Center Cileungsi 184


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

43

Override Mode

Menu OVERRIDE memungkinkan pemakai melakukan override system component


untuk membantu dalam proses trouble shooting. Untuk masuk ke menu pilihan
OVERRIDE dengan memilih OVERRIDE dari menu SERVICE . Tekan tombol UP
atau DOWN sampai OVERRIDE disorot untuk dipilih. Kemudian tekan OK.

44

Configuration Mode

Menu CONFIGURATION memungkinkan pemakai melakukan configure pada


komponen system yang tersedia. Untuk masuk ke menu pilihan CONFIGURATION
dengan memilih CONFIGURATION melalui menu SERVICE. Tekan tombol UP atau
DOWN sampai CONFIGURATION disorot untuk dipilh. Kemudian tekan OK.

Training Center Cileungsi 185


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Work Mode Config

Langkah langkah untuk melakukan menu WORK MODE CONFIG


1. "MAIN MENU"
2. "SERVICE"
3. Enter the "SERVICE" password.
4. "CONFIGURATIONS"
5. "WORK MODE CONFIG"

45

Tool Program Mode

Menu TOOL PROGRAM memungknkan pemakai dapat malakukan perubahan untuk


memilih tool. Untuk masuk ke menu pilihan TOOL PROGRAM , dari menu
SERVICE. Teakan tombol UP atau DOWN sampai TOOL PROGRAM di sorot untuk
dipilh. Kemudian tekan tombol OK.

Training Center Cileungsi 186


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

SYSTEM SCHEMATIC

345C Monitoring System Schematic

46

Training Center Cileungsi 187


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

365C / 385C Monitoring System Schematic

47

Training Center Cileungsi 188


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Print

Topic 4 – Electronic System


Post Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
eekasi Componen Hydraulic Syste

Petunjuk : Cocokkan komponen dibawah ini dengan fungsinya.


Fungsi Nama Component Definisi komponen

A. Berisi program logic yang berguna untuk


-------- AEC Button mengontrol output yang bervariasi pada
_ machine.
Implement/Swing
--------
PressureSwitches B. Digunakan untuk mengeset atau reset nilai
pada monitor
-------- Monitor Setting Key
C. Digunakan untuk menggerakkan kursor pada
-------- Governor Actuator display atau untuk menaik turunkan nilai pada
display
Power Shift Pressure Tap
--------
D. Digunakan untuk memilih entri yang tersedia
Power Shift Solenoid dalam pilihan di monitor.
-------- Valve
E. Digunakkan untuk mengakses menu utama
Engine Pump Control pada display, dan untuk pindah ke pilihan
--------
Module (ECM) lainnya pada monitor

-------- Monitor Cancel Key F. Digunakan untuk mengcancel menu yang


dipilih atau kembali ke display awal.
Service Tool Connector
--------
(ET Connector) G. Menyetel kecepatan engine

-------- Monitor Directional Keys H. Digunakan untuk merubah kontrol speed


engine secara otomatis dari on ke off atau
-------- Monitor Menu Key sebaliknya.
I. Dipakai sebagai konektor untuk dihubungkan
-------- Travel Pressure Switches ke communication adapter dari Electronic
Technician.
-------- Monitor OK Key
J. Menerima sinyal elektrik dari ECM
berdasarkan kecepatan engine dan posisi dial
switch serta mengirim tekanan pilot system
yang termodulasi ke kontrol pompa implement
untuk membantu mengatur aliran pompa

Training Center Cileungsi 189


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

implement

K. Sebagai tempat untuk memasang pressure


gauge untuk power shift pressure. Sebagai input
dari output pressure dari individual pumps ke
ECM.
L. sebagai input untuk ECM ketika pedal travel
digunakan
M. Sebagai input untuk ECM ketika fungsi
implement dan swing digunakan.

Pililah jawaban yang paling tepat.

1. Pada engine yang pengoperasian pada kecepatan dial 10 pada beban full load,
mengakibatkan kenaikan aliran hydraulic terhambat dan tekanan powershift akan :

A. Turun C. Tidak ada perubahan


B. Naik D. Tidak mengikuti apapun

2. Bila signal electric yang menuju ke solenoid powershift turun powershift akan :

A. Turun C. Tidak ada perubahan


B. Naik D . Salah semua

3. Jika backup switch diposisikan pada “ back upmode “

A. Kecepatan engine akan konstan secara automatic, dan powershift pressure akan
bervariasi dengan cara mengaktifkan toggle switch
B. Power hydraulic akan naik diatas operasi normal.
C. Performance machine menjadi buruk
D. Powershift pressure akan diset pada nilai konstan dan kecepatan engine akan
bervariasi dengan mengaktifkan toggle switch.

4. Jika powershift solenoid di kalibrasi pada nilai yang lebih diatas specification maka :

A. Hydraulic horsepower machine akan naik


B. Hydraulic horsepower machine tidak ada perubahan
C. Hydraulic horsepower machine akan dibatasi.
D. Hydraulic horse power machine dapat sepenuhnya digunakan.

Training Center Cileungsi 190


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

TOPIK 5
Troubleshooting Method
8 Langkah Melakukan Troubleshooting
1 Yakinkan Problem Benar-benar Terjadi
1. Menghimpun/mengumpulkan informasi
2. Mendengarkan keluhan customer:
• Apa yang terjadi
• Apa yang dilakukan customer saat timbul problem
• Sebelum problem terjadi, apakah machine/engine
beroperasi dengan baik

2 Tentukan Problem Dengan Mencatat


1. Menyusun fakta yang dikumpulkan
2. Menafsirkan informasi yang didapat
3. Kondisi operasi:
• Kondisi geografis (berbatu, berpasir, ketinggian operasi)
• Cuaca (sangat dingin, sangat panas, kelembaban tinggi
dll.)
• Saat problem muncul, apakah operator berpengalaman
yang mengoperasikan?
4. Sejarah machine/engine:
• Preventive maintenance apa yang telah dilakukan?
• Perbaikan apa yang telah dilakukan sebelumnya?
5. Periksa SIRS dan SIS terkini

3 Periksa Engine/Machine Secara Visual


1. Kumpulkan informasi tambahan yang diperlukan
• Pemeriksaan dengan indera (lihat, dengar, raba, cium)
• Pengetesan secara teknis seperti operational
adjustment, standard operation procedure dan prosedur
teknis.
• Lihat service manual, bulletin dan diagram skematik
• Tanya pada technical support seperti supplier, pabrik
dan orang yang sudah ahli
2. Verifikasi problem operasional
3. Kumpulkan bukti

4 Tuliskan Semua Kemungkinan Penyebab


1. Identifikasi kemungkinan kerusakan:
• Identifikasi sebanyak mungkin kemungkinan penyebab
problem yang anda ketahui.
• Bila problem tidak memiliki penyebab yang jelas,
persempit problem menjadi sub-sistem dan coba lagi
untuk mengidentifikasi penyebab

Training Center Cileungsi 191


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

• Kumpulkan informasi sebanyak mungkin bila


kemungkinan penyebab sulit untuk diidentifikasi.

5 Lakukan Test Dan Catat Hasilnya


1. Periksa kemungkinan-kemungkinan kerusakan:
• Kumpulkan informasi tambahan untuk kemungkinan-
kemungkinan kerusakan
• Variasikan pengujian suatu komponen dalam waktu yang
bersamaan untuk menguji kemungkinan penyebab bila
anda tidak terbiasa dengan sistem atau komponen
tersebut
• Bila pengujian memakan waktu atau mahal, cobalah
untuk melakukan test untuk menyingkirkan beberapa
kemungkinan penyebab sekaligus setiap kali melakukan
test
• Jangan berasumsi bahwa semua parts baru selalu
beroperasi dengan baik
• Kurangi jumlah kemungkinan penyebab dengan
pendekatan yang sistematis.
• Kembalikan konfigurasi sistem ke semula setelah
mengganti komponen atau melakukan test
2. Simulasikan problem:
• Test komponen/sistem yang dicurigai untuk memastikan
hal itu merupakan penyebabnya
• Minta operator untuk mensimulasikan kondisi pada saat
problem muncul
3. Catat semua hasil test, parts yang diganti dan penyetelan yang
dilakukan.
4. Patuhi peraturan keselamatan kerja saat melakukan pengujian

Temukan Akar Masalah


6
(hilangkan segala hal yang tidak menyebabkan problem)
1. Persempit penyebab terjadinya masalah
2. Tentukan akar penyebab masalah

7 Perbaiki Kerusakan
1. Lakukan prosedur yang diperlukan untuk
memperbaiki/menghilangkan problem pada machine/engine
2. Catatlah hasil pengujian, parts yang digunakan dan penyetelan
yang dilakukan
3. Patuhi aturan-aturan keselamatan selama melakukan proses
perbaikan
8 Analisa Mengapa Problem Terjadi
1. Periksa setiap solusi yang didapat dengan beberapa pengujian
2. Bila kerusakan masih muncul setelah melakukan pengujian
pada solusi (atau muncul problem baru) lakukan prosedur
troubleshooting lagi.
3. Isi Fault Analysis paperwork dan buatkan Service Report.

Training Center Cileungsi 192


Caterpillar 320D Hydraulic Excavator

Training Center Cileungsi 193

Common questions

Didukung oleh AI

Jika tekanan pada sistem NFC tidak terkontrol dengan baik, dapat menyebabkan aliran oli yang terlalu besar atau kecil melewati pompa, yang akhirnya dapat mengganggu operasi pergerakan bagian-bagian dari ekskavator, seperti boom dan stick. Ini bisa menyebabkan operasi menjadi tidak efisien dan tidak akurat, karena tekanan tinggi yang tidak di-release bisa memaksa relief valve untuk mengeluarkan tekanan secara berlebihan dan membuang energi yang seharusnya produktif ke tangki alih-alih digunakan .

Saat joystick digerakkan ke STICK IN, oli pilot dikirim ke valve stick drift reduction, membuat spool bergerak ke bawah hingga menyentuh plug. Oli dalam ruangan spring di belakang check valve mengalir ke tangki hydraulik. Oli kembali dari rod end silinder stick akan melewati valve stick drift ke arah control valve stick 1 menuju tangki, mencegah kebocoran dan menjamin retraksi silinder dengan efisiensi .

Ketika tekanan oil delivery meningkat, tekanan tinggi di head end mampu memindahkan valve ke kanan dan oli mengalir ke rod end dari silinder stick. Tekanan ini mencegah bocornya oli dari stick selama posisi netral, ketika joystick berada di posisi STICK OUT, oli bertekanan tersebut terdesak dan memastikan bahwa silinder dapat retract secara stabil dengan bantuan pressure dari kontrol hidrolik. Mekanisme ini memungkinkan kontrol lebih pada operasi sirkuit stick .

Mengembalikan engine speed dial ke posisi 1 sebelum mematikan engine penting untuk mencegah akselerasi tiba-tiba pada saat dihidupkan kembali. Jika tidak, mesin akan segera berakselerasi ke kecepatan sesuai setting engine speed dial atau power mode yang terendah begitu dinyalakan lagi, yang bisa meningkatkan stres pada komponen mesin dan mengurangi umur siklus hidup. Selain itu, menghindari potensi untuk memulai kembali mesin dalam keadaan power mode yang tidak sesuai dapat membantu menghindari konsumsi bahan bakar yang tidak perlu .

Penggunaan AEC bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi tingkat kebisingan dengan cara secara otomatis menurunkan kecepatan mesin saat tidak ada beban. Pada Level pertama AEC, akan mengurangi kecepatan mesin sebanyak 100 rpm ketika tidak ada beban. Jika AEC dalam posisi ON dan engine speed dial berada di posisi 5 atau lebih, Level kedua akan menurunkan kecepatan menjadi 1300 rpm setelah 3 detik saat tidak ada beban, menghemat penggunaan bahan bakar dan mengurangi kebisingan .

Pada Power Mode III, mesin beroperasi dalam kapasitas maksimum dengan potensi pengoperasian throttle secara penuh, meningkatkan efektivitas operasional di saat kebutuhan tenaga maksimum. Sebaliknya, Power Mode II dan I membatasi kecepatan maksimum, yang mengurangi konsumsi hidrolik maksimum sesuai batasan yang diterapkan, di mana Mode I mempunyai batas yang lebih rendah dibandingkan Mode II. Hal ini mengoptimalkan efisiensi bahan bakar serta memungkinkan pengontrolan yang lebih baik pada berbagai tingkat operasi, terutama saat permintaan tenaga tidak tinggi .

Negative Flow Control (NFC) berfungsi untuk mengatur output delivery pompa berdasarkan pergerakan joystick atau pedal, terutama selama operasi fine control. NFC mengurangi tekanan sinyal ke pompa saat joystick atau pedal berada di posisi netral. Ketika joystick digerakkan perlahan, penghambatan oli yang melalui center bypass meningkat, menyebabkan pengurangan tekanan NFC sehingga output pompa dapat naik perlahan, memberikan kontrol yang halus dan presisi .

Sakelar backup memungkinkan operator untuk mem-bypass engine speed dial. Untuk mengoperasikan di posisi LOW IDLE, sakelar manual/auto diposisikan ke "MAN" dan speed toggle switch ditahan pada gambar kura-kura sampai kecepatan mesin berhenti melambat. Untuk operasi HIGH IDLE, speed toggle switch ditahan pada posisi gambar kelinci sampai kecepatan mesin berhenti naik. Sakelar ini penting untuk mengatur kecepatan mesin secara manual pada saat tertentu .

Boom Drift Reduction Valve berfungsi untuk mencegah kebocoran oli dari head end silinder boom saat joystick di posisi netral, menjaga boom agar tidak turun ketika tidak dioperasikan. Ketika joystick diposisikan ke LOWER, oli pilot dari control valve pilot menggerakkan boom drift reduction valve, memfasilitasi aliran oli menuju tangki hydrolik. Dengan ini, silinder boom bisa ditahan di posisinya, memberikan efisiensi dan stabilitas pada sistem hidrolik .

Power Mode III memungkinkan rentang maksimum operasi throttle dari posisi 1 hingga 10. Power Mode II membatasi kecepatan maksimum hingga posisi 9, dan Power Mode I membatasi kecepatan maksimum hingga posisi 7. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa Power Mode yang lebih tinggi (III) memiliki potensi dan fleksibilitas mesin yang lebih besar dibandingkan mode lainnya, secara langsung mempengaruhi performa mesin dalam berbagai kondisi operasional .

Anda mungkin juga menyukai