PT. Trakindo Utama Training Center Cileungsi: Next Step Ahead For Human Resources Development
PT. Trakindo Utama Training Center Cileungsi: Next Step Ahead For Human Resources Development
Trakindo Utama
Training Center Cileungsi
PENJELASAN MODUL
Judul Modul
CAT 320D Hex
Uraian Modul
Training ini membahas masalah improvment yang dilakukan untuk CAT 320D Hydraulic Excavator
serta system operation untuk engine 3066TA, hydraulic, electronic & monitoring.
Pra-Syarat
Module berikut ini merupakan prasyarat yang harus diikuti sebelum pelaksanaan dari modul ini:
Sumber Referensi
• Training Center PT Trakindo Utama
Metode Penilaian
Kelas dan Practical
Untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan dari modul ini, anda harus menunjukkan bahwa anda
sudah mampu dalam semua materi pelajaran. Sebagai konsekwensinya, setiap hasil pekerjaan dan
penilaian akan menjadi ukuran dari penilaian modul tersebut.
Dalam modul ini, anda diharuskan untuk berpartisipasi di dalam kelas dan tempat kerja.
DAFTAR I SI
TOPIK 1
Perbandingan Machine 320C & 320D
Caterpillar telah memperkenalkan 320D dan 320 RR sebagai pengganti 320C dan
320C U.
Sejak pengenalan 300 family excavator, mereka menjadi standart industri untuk
beberapa variasi aplikasi yang besar. 320 D dan 320 D RR adalah pengembangan
lebih lanjut pada pembuatan excavator yang telah ada.
Economy mode
Perpanjangan interval service untuk main hydraulic return filter
Kenaikan tekanan system pressure 2 % pada 320D/320D RR dari 34300 kPa (4,975
psi) menjadi 35000 kPa (5,076 psi). Kenaikan ini memberi keuntungan pada
320D/320D RR melebihi 320C/320C U antara lain :
Valve stem yang ada pada main hydraulic series-D system telah di diperbaharui.
Generasi terbaru valve stem adalah pengembangan dari C-series dan peningkatan
itu al :
Service Interval
Jarak interval untuk hydraulic return filter ditingkatkan dari 1000 jam menjadi 2000
jam untuk D-series, ini yang pertama dikembangkan dalam filtration untuk filter.
Kenyamanan Operator
320D/320D RR – Improved 320C/320C U – Improved Layout
Layout
Kabin 320D/320D RR di buat dengan Kelebihan 320C dengan kabin yang telah
standart class dunia diatas 320C/320C U dirubah dan tata ruang dengan
dengan semua perawatan disetiap kenyamanan yang lebih maksimum dan
bagian yang telah dikembangkan terdiri beberapa keuntungan al:
atas :
Eksterior cabin terbuat dari tabung
Penggunaan switch yang sering asymmetrical untuk mengurangi
kali , ditempatkan lebih ke depan kelelahan dan getaran
pada bagian dinding sebelah Pemindahan tempat switch dan
kanan dan pemindahan tempat control air conditioning di sebelah
untuk radio di bawah sebelah kanan untuk memudahkan
kanan tempat pijakan tangan mengakses dan mengurangi
Perbaikan tempat aliran udara pencahayaan oleh unsur cuaca
untuk Air conditioning, pemanas pada komponen electrical di
dan ventilasi bagian sebelah (pintu) kiri.
Pijakan tangan yang ditempel Memperluas jarak pandang
pada console yang sesuai ukuran disebelah kanan dengan jendela
tangan dan dapat di stel secara yang lebih besar.
menyudut Memperluas jarak pandang di
Pilihan tempat duduk yang terbaru bagian atas dengan polycarbonate
telah tersedia untuk kenyamanan pop-up skylight lebih besar.
operator yang lebih maksimum. Memperluas jarak pandang pada
bagian belakang sebelah kiri
machine dan jendela yang lebih
besar
Tambahan tempat duduk model yang
terbaru sebagai tambahan kenyamanan.
Sistem spring recoil mengurangi tegangan yang tidak wajar pada track. Yang dapat
mengakibatkan material akan menempel antara track dan sprocket. Tegangaan
track yang nampak pada saat recoil spring pada maksimum yang mana akan
membuat final drive, idler mengalami kerusakan atau frame undercarriage menjadi
rusak. Spring recoil system stroke pada 320D/320D RR meningkat menjadi 26 % (
45 mm menjadi 57 mm atau 1.8 in menjadi 2.2 in, yang memungkinkan jarak yang
cukup antara track dan sprocket, dan melindungi dan menjaga komponen frame dan
undercarriage.
Pilihan untuk front linkage pada 320D/320D RR sama dengan 320C/320C U yang
telah disediakan. Untuk B –family tidak ada perubahan diameter pin dan lebar boss,
juga pemakaian work tool pada 320C/320C U masih cocok. Diameter pin pada mass
stick meningkat menjadi 90mm (3.5 in) dari 80 mm( 3.1 in). Ini di sediakan untuk
design yang lebih kuat untuk menaikkan kebutuhan force dan power.
Mampu menjalankan fungsi tool secara single atau double, satu pompa atau
dua pompa, pressure tinggi.
Hammer, compactor, thumbs, dan tool non rotating
Mampu ditambahkan medium pressure.
Kemampuan memprogram flow dan pressure dengan menggunakan monitor.
Akumulasi panjang waktu untuk setiap tool
10 jenis tool yang sudah tersedia. (flow dan pressure)
Pilihan nama tool caterpillar.
Pemilihan tool ditampilkan pada monitor.
Penyetelan work tool yang terbaru dapat direcord.
Tombol shortcut ( dinding sebelah kanan)
Perakitan 320D/320D RR dengan model Model dan warna dari 320 C/320C U
yang ditawarkan sama dengan yang sangat baik yang sudah terbiasa di
320C/320C U, tetapi beberapa kelebihan terima di pangsa pasar. Ini memberikan
yang nampak pada kita al : bentuk yang halus dan kelihatan modern.
Topic 2 - Engine
Pre Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
Selamat bekerja
1. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity
2. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.
B. Caterpillar Hose.
C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.
6. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.
7. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.
8. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.
10. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.
=========================
Topic 2 - Engine
Kunci Jawaban Pre Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
Selamat bekerja
11. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity
12. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.
13. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?
A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.
15. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance
pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.
B. Caterpillar Hose.
C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.
16. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.
17. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.
18. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.
19. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed
control dial:
A. Betul.
B. Salah.
20. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.
=========================
TOPIK 2
3066TA Cat Engine
CATERPILLAR 3066TA ENGINES
PENDAHULUAN
Power untuk 320D Hydraulic Excavator dihasilkan oleh engine Caterpillar 3066
ATAAC. Presentasi berikut ini akan memberikan penjelasan mengenai inlet &
exhaust system, lubrication system, cooling system dan fuel system pada engine
3066.
Engine tersebut memiliki konfigurasi water cooled, 4 langkah, turbocharged, enam
silinder in-line diesel engine. Untuk 320D hydraulic excavator engine ini
menghasilkan tenaga sebesar 103 kW (140 horsepower) pada 1800 rpm.
Udara mengalir melalui air filter kering type canister sebelum tiba di turbocharger.
Filter udara berada di belakang pintu akses bagian sebelah kiri dari engine.
Kotoran yang menyumbat elemen filter dapat menurunkan unjuk kerja dari engine.
Air filter restriction switch akan memberi tahu apabila air filter membutuhkan
perawatan. Apabila diperlukan penggantian dari air filter maka air filter indicator akan
menyala pada monitor unit di kabin.
Setelah melalui air filter selanjutnya udara memasuki sisi inlet (impeller) dari
turbocharger. Turbocharger selanjutnya mendorong udara menuju inlet manifold dan
masing-masing ruang silinder pada saat intake stroke.
Setelah proses penyalaan, exhaust valve membuka dan piston akan mendorong gas
sisa sisa pembakaran keluar dari ruang bakar melalui exhaust manifold kemudian
menuju sisi exhaust (turbine) dari turbocharger. Momentum yang dimiliki oleh gas
buang saat langkah exhaust akan memutarkan turbin sekaligus juga menyebabkan
impeller akan mendorong lebih banyak lagi udara ke inlet manifold.
Besarnya tekanan udara yang berada di intake manifold dikenal dengan sebutan
“boost” pressure. Boost pressure bisa memberikan indikator dari unjuk kerja engine.
Apabila boost pressure rendah maka engine tidak akan mampu menghasilkan rated
horsepower saat kondisi full load. Demikian juga apabila engine tidak menghasilkan
rated horsepower saat kondisi full load maka boost pressurenya juga akan rendah
(walaupun problem yang ada tidak terjadi pada intake & exhaust system.
Saat musim dingin, terkadang diesel engine sulit untuk dihidupkan karena proses
langkah kompresi tidak mampu memanaskan udara dingin guna menghasilkan
pembakaran. Untuk memudahkan engine engine start pada saat musim dingin
engine 3066 dapat dilengkapi dengan inlet manifold air heater. Jika alat tersebut
dipasang maka heater akan memanaskan inlet manifold dan udara yang
melewatinya sebelum udara tersebut memasuki cylinder.
Jangan menggunakan ether pada komponen ini. Penggunaan ether pada inlet
manifold heater akan menyebabkan kerusakan pada engine, cidera pada
manusia atau bahkan kematian.
WARNING
Memutar key switch ke arah kiri akan mengaktifkan inlet manifold heater. Setelah
memanaskan udara di inlet manifold selama kurang lebih 30 detik maka lampu
indikator di control panel akan menyala. Setelah lampu tersebut menyala operator
hendaknya menghidupkan engine. Inlet manifold heater hanya bekerja saat key
switch di posisi kiri
LUBRICATION SYSTEM
Timing gear memutarkan gear type oil pump (tanda panah). Oil pump selanjutnya
mengsirkulasikan oli ke seluruh bagian engine untuk menyediakan pendinginan,
membersihkan, melindungi, melakukan sealing dan melumasi. Perawatan yang
benar pada lubrication system sangat penting untuk kelangsungan kerja engine .
Dari pompa oil selanjutnya oli mengalir menuju spin-on oil filter. Sama seperti air
filter maka oil filter harus dirawat dengan baik. Oil filter yang tersumbat dapat
menaikan tekanan di ruang antara pompa dan filter. Saat tekanan oli diantara pompa
dan oil filter naik sampai mencapai batas tertentu yang telah ditentukan maka
bypass valve yang terdapat didalam oil filter (bypass valve tidak berada di filter
manifold) akan mengijinkan oli untuk mengalir tanpa melalui filter elemen untuk
menuju komponen berikutnya. Apabila oli mem-bypass filter maka artinya oil pump
mengirimkan oli yang tidak disaring ke engine component.
10
Dari oil filter selanjutnya oli mengalir menuju oil cooler. Engine coolant menyediakan
pendinginan yang diperlukan untuk mendinginkan oli pada oil cooler.
11
Apabila tekanan pada lubrication system mencapai 343 kPa (50 psi), relief valve
(panah) akan terbuka dan mengalirkan kelebihan aliran oli tersebut kembali ke oil
pan.
Valve ini berperan sebagai main relief valve untuk lubrication system, dan untuk
melakukan penyetelan pada valve ini dipergunakan shim dengan ketebalan tertentu.
12
Apabila main relief valve pada lubrication system tidak berfungsi maka peningkatan
tekanan operasi pada oli dapat merusak komponen. Untuk meminimalkan
kemungkinan kerusakan komponen akibat main relief valve yang tidak berfungsi
tersebut maka engine 3066 memiliki back up relief valve. Protective valve (panah)
terletak didalam oil pan pada bagian bawah engine [Link] valve membuka
apabila tekanan oli dalam lubrication system meningkat sampai 981 ± 98 kPa (142 ±
14 psi).
13
Engine 3066 memiliki pressure tap (panah) yang dapat digunakan untuk mengukur
tekanan oli engine. Pressure tap ini terdapat di samping engine bagian belakang.
Tekanan oli normal untuk lubrication system berkisar antara 196 dan 392 kPa (28
and 57 psi) dengan engine berputar pada 1500 rpm.
14
Pressure sensor (panah) berfungsi untuk memonitor tekanan oli. Apabila tekanan oli
tidak sesuai dengan spesifikasi, pressure sensor akan mengirimkan signal ke
machine monitoring system agar memberikan peringatan kepada operator.
15
16
Saat dipstick menunjukan bahwa level oli kurang maka tuangkan oli tambahan
melalui oil fill port yang terdapat di bagian atas dari engine.
17
COOLING SYSTEM
Sama seperti untuk lubrication system, perawatan yang baik untuk cooling system
sangat penting untuk mendapatkan usia engine yang optimal. Kerusakan pada
engine paling banyak disebabkan masalah pada cooling system. Radiator berfungsi
sebagai reservoir dan heat exchanger untuk engine coolant. 320 Hydraulic
Excavator menggunakan conventional radiator yang dilengkapi eengan overflow
bottle. Jangan pernah membuka pressurized cap pada saat engine masih panas.
Pada saat operating temperature engine coolant berada dalam kondisi panas
dan bertekanan. Radiator dan semua saluran yang menuju heater ataupun
engine mengandung air atau uap panas yang apabila tersentuh akan
mengakibatkan luka bakar.
Uap panas dapat menyebabkan cidera parah. Pemeriksaan level pada engine
coolant hanya boleh dilakukan pada saat engine mati dan filler cap telah cukup
dingin untuk disentuh dengan tangan. Longgarkan cooling system filler cap
untuk mengeluarkan tekanan secara perlahan.
Cooling system conditioner mengandung zat alkalis yang juga dapat
menyebabkan cidera. Hindari kontak langsung dengan kulit, mata dan jangan
sampai terminum. Dinginkan terlebih dahulu cooling system sebelum di drain.
Saat megosongkan cooling system, tampung coolant yang keluar dengan
wadah dan buang coolant di tempat yang aman bagi lingkungan sekitar.
18
Botol radiator overflow menampung engine coolant saat suhu engine melebihi titik
didih coolant. Garis pada botol menunjukan apakah coolant dalam kondisi penuh
atau membutuhkan penambahan.
19
Belt dan pulley menggerakan centrifugal-type water pump (panah) and fan. Water
pump mengalirkan coolant ke seluruh bagian engine.
20
Saat suhu coolant dibawah 71 ± 2° C (160 ± 3.6° F), coolant temperature regulator
(panah) mencegah coolant mengalir menuju radiator.
21
FUEL SYSTEM
Lokasi Komponen
Piston-type fuel transfer pump (1) mengalirkan fuel dari tank ke main fuel pump. Fuel
camshaft menggerakan fuel transfer pump. Apabila machine mengalami habis fuel
atau setelah penggantian filter maka fuel priming pump (2) dapat digunakan untuk
memancing fuel.
Untuk mempriming fuel, buka pengunci dari priming pump dengan cara memutarkan
pump knob berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam. Setelah melepaskan
kunci knob selanjutnya operasikan pompa. Longgarkan air vent plug pada fuel filter
manifold untuk mengalirkan fuel ke filter dan pada governor untuk mengalirkan fuel
ke main pump dan fuel lines (akan didiskusikan kemudian).
1
22
Fuel mengalir melalui filter sebelum masuk ke main fuel pump. Spin-on fuel filter
harus selalu dirawat setiap interval waktu tertentu. Jika terdapat kotoran yang
menyumbat fuel filter maka filter bypass valve akan terbuka sehingga fuel transfer
pump akan mengalirkan fuel yang tidak disaring ke fuel main pump.
PERHATIAN
Jangan pernah menuangkan fuel ke dalam filter pada saat memasang filter
baru. Untuk memastikan bahwa tidak terdapat fuel kotor yang masuk ke dalam
fuel system saat penggantian filter maka gunakanlah fuel priming pump untuk
memancing fuel. Pada saat memompa untuk memancing, bukalah air vent plug
(panah) agar udara dapat mengalir keluar dari system. Pemompaan dihentikan
saat fuel mengalir tanpa disertai dengan gelembung udara dari vent plug.
Yakinkan untuk menampung fuel yang keluar dari air vent. Air vent plug dapat
diganti dengan pressure gauge untuk mengukur tekanan fuel antara transfer
pump dan filter.
23
Main fuel pump (1) adalah in-line cam-type pump yang terdiri dari enam buah scroll-
type fuel pumps (2) yang terpasang secara individual. Gear yang telah di-timing
dengan engine crankshaft merupakan penggerak dari main fuel pump. Governor (3)
melalui perantaraan fuel control rack mengontrol jumlah fuel yang akan dikirimkan
oleh masing-masing fuel pump ke dalam cylinder.
Governor digerakan secara electro-mechanically melalui system cable (4). Pada
saat energized, shutoff solenoid (5) menggerakan fuel rack ke posisi FUEL OFF
position tanpa dipengaruhi oleh throttle position.
CATATAN: Saat mem-priming fuel pump dan fuel lines longgarkanlah air vent
plug (6). Hentikan Proses priming apabila fuel yang mengalir dari air vent plug
sudah tidak mengandung gelembung udara. Yakinkan untuk selalu
menampung fuel yang keluar dari air vent dengan menggunakan wadah dan
buanglah di tempat yang telah ditentukan.
24
Gambar di atas menunjukan aliran di sepanjang fuel system. Fuel transfer pump
mengalirkan fuel dari tank ke fuel filter, fuel filter akan membersihkan fuel sebelum
fuel tersebut memasuki main pump. Main pump terdiri enam buah fuel pump.
Masing-masing individu fuel pump selanjutnya akan memasok fuel bertekanan tinggi
ke fuel injection nozzle melalui high pressure fuel lines. Tiap fuel injection nozzle
selanjutnya akan menyemprotkan fuel dalam bentuk kabut (atomize) ke dalam
cylinder yang sesuai.
Dalam operasinya fuel transfer pump memasok fuel lebih banyak dari yang
dibutuhkan oleh engine. Kelebihan fuel yang tidak di gunakan oleh main pump akan
melakukan fungsi lubrication, cooling dan cleaning sebelum akhirnya fuel sisa tadi
kembali mengalir menuju tank melalui fuel return line.
25
26
Saat cam lobe mendorong tappet ke atas, piston akan mendorong piston chamber
spring. Dengan gerakan piston ke atas maka akan timbul kenaikan tekanan di ruang
piston chamber spring. Akibat kenaikan tekanan ini maka suction check valve
menutup tetapi discharge check valve justru akan membuka. Fuel mengalir melewati
discharge check valve sehingga mengalir juga menuju chamber di bawah piston
(sebagian fuel juga akan fuel injection pump supply line). Ketika tappet telah
mencapai mencapai puncak dari cam lobe dan mengikuti permukaan cam lobe yang
bergerak turun piston spring akan mengembalikan posisi piston ke bawah chamber
dan memaksa fuel di dalam chamber untuk keluar dari discharge port untuk menuju
fuel injection pump supply line.
27
Jika fuel discharge pressure meningkat secara abnormal, fuel pressure di dalam
chamber bawah piston akan beradu kuat dengan gaya piston chamber spring. Ketika
fuel pressure didalam chamber di bawah piston dan gaya spring mencapai titik
kesetimbangan maka piston tidak akan mendorong tappet dan cam lobe. Fuel
pressure didalam spring chamber akan menutup suction check valve dan fuel
discharge pressure akan membuat discharge valve menutup. Pada kondisi ini fuel
transfer pump sedang menjalankan fungsi regulating.
28
Fuel dari fuel transfer pump mengalir melalui filter menuju main fuel injection pump.
Gambar di atas menunjukan gambar irisan dari satu fuel pump yang berada di dalam
main fuel injection pump. Pluger spring dan tapet memaksa plunger untuk mengikuti
bentuk dari camshaft lobe yang berputar. Saat camshaft berputar maka tapet akan
didorong naik oleh cam lobe dan melawan gaya spring sehingga plunger juga
terdorong naik. Saat plunger naik maka fuel pressure di dalam chamber diatas
plunger akan melawan gaya dari delivery valve spring dimana akhirnya spring tadi
akan terdorong dan membiarkan fuel untuk mengalir menuju fuel injection nozzle.
Posisi dari control rack menentukan jumlah dari fuel yang akan dialirkan ke injection
nozzle. Control rack diatur oleh governor (akan dijelaskan kemudian). Masing-
masing kompinen fuel pump terhubung dengan control rack melalui control pinion,
dimana control pinion tersebut di-clamp dengan control sleeve. Slot di dalam control
sleeve memungkinkan plunger untuk meluncur naik dan turun di dalam sleeve dan
didalam plunger barrel. Selanjutnya plunger selalu berputar bersama-sama dengan
sleeve. Gerakan dari control rack akan mengakibatkan juga gerakan dari plunger
yang berputar bersama dengan control sleeve sementara plunger barrel selalu
dalam kondisi tetap tidak bergerak.
29
30
Main fuel injection pump memasok high pressure fuel ke fuel injection nozzle melalui
injection lines. Apabila tekanan di dalam injection lines mencapai 22065 sampai
23046 kPa (3200 sampai 3342 psi), nozzle akan menginjeksikan fuel ke dalam
ruang bakar. Besarnya injection pressure dapat dirubah dengan cara merubah
ketebalan dari shim dibalik pressure spring di dalam fuel injection nozzle.
Perubahan ketebalan sebesar 0.1 mm (0.004 in.) dari shim akan menyebabkan
perubahan injection pressure sebesar 1373 kPa (200 psi).
31
Penjelasan kali ini akan memberikan informasi bagaimana governor bekerja ketika
kecepatan engine mulai melebihi dari kecepatan yang ditentukan oleh throttle control
lever. Saat engine mulai mengalami overspeed maka gaya sentrifugal pada flyweight
akan menyebabkan flyweight mekar & membuka keluar, shifter dan sleeve juga
bergerak ke kanan sampai menyentuh dan menekan torque control spring. Setelah
itu berikutnya yang terjadi adalah tension lever bergerak juga ke arah kanan dan
menarik governor spring. Pada saat gaya dari spring dan gaya sentrifugal yang
dimiliki flyweight mencapai kesetimbangan maka tension lever akan berhenti
bergerak.
Pada saat yang bersamaan ketika flyweight, shifter dan sleeve bersama-sama
menggerakan tension lever maka komponen-komponen tersebut juga menggerakan
floating lever ke arah kanan. Mekanisme lever menghubungkan floating lever ke
control rack sehingga control rack juga bergerak ke kanan untuk mengurangi jumlah
bahan bakar yang akan dipasok oleh fuel injection pump ke fuel injection nozzle.
Control rack akan terus bergerak ke kanan sampai governor spring dan flyweight
mencapai kesetimbangan. Jika kecepatan engine terus meningkat akibatnya adalah
tension lever akan terus bergerak ke akan sampai menyentuh idling-sub spring yang
akan membawa kecepatan putaran engine ke kondisi NO LOAD MAXIMUM SPEED.
Fungsi dari torque control spring adalah untuk membatasi jumlah asap hitam yang
dihasilkan oleh engine saat mengalami akselerasi. Saat kecepatan engine rendah
maka gaya dari torque control spring lebih besar dibandingkan gaya sentrifugal dari
flyweight. Gaya dari spring akan menggerakan shifter dan sleeve kearah kiri
sehingga guide dan floating lever pun terdorong kearah kiri dan menyebabkan
control rack bergerak juga ke arah FUEL ON. Pada saat kecepatan engine
meningkat, gaya sentrifugal dari flyweight akan menekan torque control spring.
Shifter selanjutnya akan menyentuh dan mendorong tension lever untuk mengurangi
fuel yang akan di injeksikan. Pada governor ini, mendorong fuel rack ke dalam akan
mengurangi fuel dan menarik rack keluar akan menambah fuel.
CATATAN: Control lever dan shutoff lever pada illustrasi diatas bukanlah
mekanisme sebetulnya yang terdapat pada engine 3066 di 320D Hex.
Mekanisme control untuk throttle yang aktual bukanlah menggunakan lever
melainkan system kabel. Shutoff lever juga dioperasikan oleh solenoid.
32
Semua input komponen elektronik untuk engine speed control akan menuju ke
controller. Controller tersebut berada di sisi kiri machine di bagian belakang pintu
akses bersebelahan dengan air filter canister.
33
Skematik yang telah disederhanakan untuk machine control system seperti tampak
pada gambar di atas menampilkan komponen input yang mengontrol governor
motor. Input komponen itu adalah automatic engine speed control (AEC) dan power
mode function di control panel, engine speed dial, implements/swing, travel dan
attachment pressure switch, one touch low idel switch pada implement control lever
sebelah kanan, back up switch untuk throttle control dan position feedback sensor
pada governor actuator motor.
Controller akan membandingkan input signal dari engine sped dial dengan input
signal yang diterima dari position feedback sensor. Jika posisi dari dari feedback
sensor dan engine speed dial tidak sama maka controller akan mengirimkan signal
ke governor motor untuk menggerakan governor control lever ke posisi yang benar.
34
Governor actuator motor (didalam kotak besi) berada di bagian bawah dari machine
& untuk mengaksesnya harus membuka bottom cover. Governor actuator motor
menerima signal electronic dari controller.
35
36
Engine speed control dial di dalam operator station adalah salah satu komponen
input untuk mengontrol engine speed. Engine speed control dial memiliki sepuluh
pilihan posisi. Masing-masing posisi merujuk pada suatu harga rpm yang spesifik.
Posisi 1 adalah LOW IDLE dan posisi 10 adalah HIGH IDLE.
37
Rangkaian engine speed control memiliki backup switch (berlokasi didalam operator
staion, dibawah cover di bagian belakang dari arm rest bagian kanan). Back up
switch ini memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed dial. Untuk
mengoperasikan engine pada LOW IDLE posisikan manual/auto switch ke posisi
“MAN” dan tahan spring-centered speed toggle switch ke gambar kura-kura sampai
engine speed berhenti melambat. Untuk beroperasi pada HIGH IDLE, tahan speed
switch (2) di posisi gambar kelinci sampai engine speed berhenti naik. Untuk
mengoperasikan engine pada operasi kecepatan menengah, lepaskan speed toggle
switch sebelum engine mencapai high atau low idle.
38
Untuk bisa meningkatkan effesiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi noise
level maka AEC akan mengurangi engine speed pada saat tidak ada beban. Level
pertama beroperasi saat AEC switch dalam kondisi OFF. Level pertama terjadi pada
saat kurang lebih tiga detik setelah kebutuhan engine untuk menanggung beban
hilang. Pressure switch untuk swing, travel & attachment mengirimkan signal ke
controller untuk memberitahu controller bahwa tidak ada beban yang diberikan ke
[Link] tidak ada kebutuhan beban maka controller akan mengirimkan signal ke
governor motor untuk menurunkan engine speed sebanyak 100 rpm.
Level AEC yang kedua terjadi ketika switch AEC dalam kondisi ON dan posisi
engine speed dial berada di 5 atau lebih. Level kedua ini otomatis akan mengurangi
engine speed menjadi sebesar 1300 rpm jika setelah 3 detik engine tidak menerima
beban. Apabila ada pressure switch yang berubah menjadi ON (kondisi berbeban)
maka engine speed akan kembali ke kecapatan yang sesuai dengan yang tertera di
speed dial.
Power Mode selector terletak di monitor unit Level dari Power Mode menentukan
maximum engine speed secara terpisah tidak tergantung dari posisi engine speed
dial. Power Mode III menijinkan rentang maksimum dari operasi throttle (posisi
engine speed dial 1-10). Power Mode II mambatasi maximum engine speed sampai
posisi 9 saja dan Power Mode I membatasi posisi maximum engine speed sampai
posisi 7 saja tanpa tanpa menghiraukan posisi dari engine speed dial. Machine
memiliki nilai default Power Mode II pada saat start-up.
39
Grafik diatas menunjukan rpm engine pada berbagai macam kondisi dari operasi
implement dengan machine berada pada Power Mode III dan engine speed dial
pada posisi 10. Lima detik pertama di grafik menunjukan rpm engine saat implement
sedang dioperasikan. Pada saat tersebut engine berada dalam kondisi beban yang
berubah-ubah karena itu akibatnya maka rpm engine juga berfluktuasi. Saat
operator menghilangkan beban dari engine untuk sekejap rpm engine akan naik
sampai HIGH IDLE. Jika AEC switch dalam posisi OFF, dalam waktu tiga detik
setelah setelah engine speed mencapai high idle maka fungsi level pertama dari
AEC akan menurunkan engine rpm sebanyak 100 rpm. Apabila switch AEC ada di
posisi ON maka 3 detik setelah engine mencapai HIGH IDLE, level kedua AEC akan
menurunkan rpm engine dari high idle ke 1300 rpm.
Selama operator tidak menggerakan implement atau travel motor maka engine
speed tetap berada 100 rpm dibawah high idle rpm (AEC switch dalam posisi OFF)
atau pada 1300 rpm (AEC switch dalam posisi ON).
Apabila operator memberikan beban pada engine maka controller akan
mengembalikan engine speed ke engine speed dial setting atau ke maximum speed
yang diperbolehkan oleh power mode level (tergantung mana yang paling rendah).
40
Pada implever control lever sisi kanan terdapat one-touch low idle switch. Saat
operator mengaktifkan one-touch low idle switch maka controller mengirimkan signal
ke governor motor agar mengurangi engine speed menjadi 940 rpm. Saat operator
menekan swich tersebut untuk yang kedua kalinya maka engine speed akan naik
lagi ke level yang di set pada engine speed dial, power mode level atau AEC level
(tergantung mana yang paling rendah). Jika operator mengaktifkan fungsi maka one-
touch low idle control switch secara otomatis akan OFF dan engine speed akan
kembali ke level operating normal.
PERHATIAN
41
High idle (1) dan low idle (2) screws digunakan untuk menyetel maximum and
minimum engine speed. Spesifikasi high idle speed untuk 320 Hydraulic Excavator
dengan engine 3066 adalah sebesar 1970 + 30 -20 rpm dan spesifikasi low idle
adalah sebesar 800 ± 50 rpm. Apabila high idle screw diputar searah dengan
putaran jarum jam maka HIGH IDLE rpm akan turun demikian juga sebaliknya.
Apabila memutarkan low idle screw searah dengan arah putaran jam maka akan
menaikkan rpm LOW IDLE dari engine.
PERHATIAN
21
42
PERHATIAN
21
43
Apabila unjuk kerja engine mengalami penurunan maka hal tersebut mungkin
disebabkan oleh fuel injection nozzle yang tidak berfungsi dengan baik. Untuk
menguji fuel injection nozzle operasikan engine pada HIGH IDLE (dengan
menggunakan switch engine speed dial bypass) dan ukurlah speednya. Setelah
melakukan pengukuran HIGH IDLE rpm selanjutkan longgarkan fuel supply line (1)
pada injector yang dicurigai dan arahkan aliran fuel ke wadah yang telah disiapkan
sebelumnya. Dengan fuel supply yang telah dilonggarkan operasikan engine pada
kondisi HIGH IDLE dan ukurlah engine rpm. Jika engine speed lebih rendah dari nilai
pengukuran HIGH IDLE speed sebelumnya maka problem yang terjadi tidak
berkaitan dengan injector tersebut. Apabila HIGH IDLE speed tetap sama dengan
kondisi sebelumnya maka lepaskanlah injector tersebut dan uji dengan
menggunakan injector test stand. Apabila injector tersebut rusak maka gantilah
injector tersebut. Selanjutnya periksa kembali unjuk kerja engine.
Untuk melepaskan fuel injection nozzle, longgarkan fuel return line (2) dari masing-
masing injector dan lepaskanlah salurannya. Setelah melepas return line,
longgarkan bolt (3) dan lepaskan clam nya. Injector harus ditarik lurus untuk bisa
keluar dari head. Apabila injector tidak dapat meluncur dengan mudah gunakanlah
wrench untuk memutarkan injector saat menaik injector keluar.
Jangan pernah membiarkan fuel untuk tumpah mengenai engine yang panas
atau ke permukaan tanah. Panas dari engine kemungkinan cukup untuk
menyebabkan fuel menyala yang berakibat pada cidera pada pelaksana
pekerjaan dan kerusakan pada peralatan. Diesel fuel adalah cairan yang
berbahaya sehingga tidak boleh mencemari lingkungan.
WARNING
44
Fuel Timing
Fuel injection timing yang tidak tepat juga dapat menyebabkan engine mengalami
penurunan kemampuan. Engine timing gears memiliki tanda referensi (1 and 2) yang
berhubungan dengan cylinder no 1 pada kondisi top dead center. Fuel timing gear
(3) menggerakan fuel camshaft. Merubah posisi main fuel pump relative terhadap
fuel timing gear akan merubah fuel injection timing
1
45
Skala (1) pada injection pump menunjukan posisi dari main fuel pump relative
terhadap timing gear. Masing-masing tanda pada skala merepresentasikan
perubahan timing sebesar 6°. Dengan melonggarkan retaining bolts (2) dan
memutar bagian atas dari pompa kearah engine akan memajukan (advance)
injection timing. Sedangkan memutarkan bagian atas dari pompa menjauh dari
engine akan memundurkan injection timing.
1
46
Untuk memeriksa fuel injection timing, lepaskan fuel line (1) dari No. 1 fuel pump.
Longgarkan clamp (2) dan lepaskan penahan delivery valve. Lepaskan valve &
spring dari delivery valve holder; kemudian ganti hanya holdernya saja (lihat slide no
28). Pasangkan injection line yang tersisa ke fuel pump no 1 dan arahkan ujung
satunya ke wadah untuk menampung diesel fuel.
1
47
Setelah menyiapkan No. 1 fuel pump, gunakan socket wrench untuk memutarkan
nut (panah) dan putarlah crankshaft sampai No. 1 piston berada di posisi 60°
sebelum top dead center pada compression stroke.
48
Pulley contains memiliki skala yang dimulai dari rentang 0° sampai 40° dan pointer
(panah). Masing-masing tanda pada skala menunjukan 5° putaran crankshaft. Saat
memompa fuel priming pump, putarlah engine crankshaft sampai fuel berhenti
mengalir dan bacalah angka yang ditunjukan pointer pada skala.
Nomor yang ditunjukan adalah fuel timing advance. Fuel injection timing
specification untuk 3066 engine in pada 320 Hydraulic Excavator adalah 16°
sebelum top dead center. Jika fuel injection timing tidak menunjukan 16° sebelum
top dead center, putarlah fuel pump (seperti telah dijelaskan sebelumnya) untuk
merubah injection timing.
49
Cara yang paling akurat untuk menguji dan menyetel pump dan governor adalah
dengan menggunakan test bench. Setelah memutuskan hubungan antara main fuel
supply line, fuel injector supply lines, fuel overflow line, lubrication line, dan semua
governor control linkage maka pompa dan governor dapat dilepaskan.
Pompa dan governor dapat dilepas dengan atau tanpa fuel timing gear. Untuk
melepaskan pompa dan governor tanpa timing gear, longgarkan empat buah bolt
bolts (1) dari the timing gear housing. Untuk melepaskan pompa dan governor
dengan timing gear, lepaskan lima buah bolts (2) dari timing gear housing cover dan
longgarkan tiga retaining bolts (3).
50
Taper dan slot pada bagian ujung fuel camshaft memungkinkan pompa dan
governor untuk terpasang pada fuel timing gear hanya pada satu posisi saja.
51
Taper dan key slot pada timing gear akan cocok dengan taper dan key slot dari fuel
camshaft.
52
CONCLUSION
SLIDE LIST
1. Model view
2. Hydraulic pumps
3. Air filter
4. Air filter indicator
5. Turbocharger
6. Inlet manifold heater
7. Key switch
8. Engine oil pump
9. Engine oil filter
10. Engine oil cooler
11. Lubrication system main relief valve
12. Lubrication system backup relief valve
13. Lubrication system oil pressure tap
14. Lubrication system oil pressure sensor
15. Engine oil dipstick
16. Engine oil fill port
17. Radiator
18. Radiator overflow bottle
19. Water pump
20. Temperature regulator
21. Fuel transfer and priming pump
22. Fuel filter
23. Fuel pump and governor
24. Fuel system diagram
25. Fuel transfer and priming pumps illustration - SUCTION
26. Fuel transfer and priming pumps illustration - DISCHARGE
27. Fuel transfer and priming pumps illustration - REGULATING
28. Fuel injection pump illustration
29. Effective stroke illustration
30. Fuel injection nozzle illustration
31. Governor operation illustration -NO LOAD MAXIMUM SPEED
32. Controller
33. Engine speed input components schematic
34. Governor actuator motor
35. Position feedback sensor and full load adjustment screw
36. Engine speed control dial
37. Engine speed control backup switches
38. Electronic control unit
39. AEC operation graph
40. One-touch low idle switch
41. High and low idle adjustment screws
42. Idling sub-spring, torque control spring,
43. Fuel injection nozzle
44. Engine timing gears
45. Fuel timing reference scale
46. No. 1 injection pump
47. Crankshaft rotation nut
Topic 2 - Engine
Post Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
Selamat bekerja
21. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity
22. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.
23. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?
A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.
25. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance
pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.
B. Caterpillar Hose.
C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.
26. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.
27. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.
28. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.
29. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed
control dial:
A. Betul.
B. Salah.
30. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.
=========================
Topic I - Engine
Kunci Jawaban Post Test
Nama : ………………………………………… Nilai
S/N : …………………………………………
Cabang : …………………………………………
Tanggal : …………………………………………
Selamat bekerja
31. Parameter yang dapat digunakan dalam menentukan power yang dihasilkan oleh
diesel engine adalah:
A. Boost Pressure.
B. Cranking Speed.
C. Full Load RPM.
D. Fuel API Gravity
32. Untuk memudahkan engine 3066 pada Hex 320D untuk start saat kondisi udara
dingin maka digunakan ?
A. Heat Plug.
B. Fuel Heater.
C. Battery dengan CCA tinggi.
D. Inlet Manifold Air Heater.
33. Coolant apa yang paling direkomendasikan digunakan pada engine 3066 ?
A. Air hujan.
B. Air mineral.
C. Extended Life Coolant.
D. Air destilasi.
35. Elemen dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan preventive maintenance
pada engine adalah:
A. Caterpillar Fluid.
B. Caterpillar Hose.
C. Caterpillar Filter.
D. Caterpillar SOS.
36. Dust cups harus terus terpasang saat pengambilan oli engine menggunakan
metoda sampling valve, karena:
A. Mencegah jangan sampai oli atau coolant tumpah.
B. Untuk memastikan safety.
C. Melindungi dari kontaminan.
37. Engine mendapat informasi mengenai RPM yang harus dicapai langsung dari
engine speed control dial.
A. Betul.
B. Salah.
38. Fungsi dari PRV adalah untuk menyeimbangkan tenaga engine dengan tenaga
yang dibutuhkan oleh system hydraulic.
A. Betul.
B. Salah.
39. Back up switch memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed
control dial:
A. Betul.
B. Salah.
40. High idle dan low idle screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum
engine speed.
A. Betul.
B. Salah.
=========================
hydraulic system
Contoh: S 1. Adalah engine Session.
_____ 2. Jika implement atau travel digunakan, tekanan implement atau travel
diatur oleh relief valve NFC
_____ 3 Kontrol engine dan pompa, menerima sinyal elektrik dari sensor
tekanan pompa sebelah kiri selama swing digerakkan.
_____ 6 Variable swing priority valve dikontrol oleh swing priority pressure
reducing valve.
_____ 7. Tekanan pilot boom mengontrol tekanan swing priority reducing valve.
_____ 8. Sinyal pilot untuk stick in pada stick 2 dikontrol oleh sinyal pilot boom
down yang akan ke boom priority pressure reducing valve.
_____ 9. System NFC relief valve membuat implement pumps upstroke atau
destroke tergantung dari pergerakkan control valve pilot.
_____ 10. Tekanan maksimum system travel selama travel diatur oleh the travel
crossover relief valve.
_____ [Link] yang keluar dari port G berasal dari pilot manifold.
_____ 13. Implement pumps upstroke jika sinyal yang diterima solenoid PRV
dari module engine and pump control berkurang.
_____ 14. Underspeed System mengatur tekanan NFC menuju implement pumps
untuk menjaga engine dari stall.
_____ 16. Boom 1 and Boom 2 control valves bergerak bersama-sama jika
Fungsi Boom Up diaktifkan
_____ 17. Stick regeneration circuit tidak berfungsi selama operasi stick in
_____ 18. Jika implement pump dalam keadaan standby, tekanan sinyal NFC
rendah.
_____ 19. Stick unloading valve bergerak selama operasi stick in oleh tekanan
pilot stick in
_____ 20. Aliran pompa implement dikontrol oleh tiga sinyal tekanan yang
berbeda yang dikirim ke regulator pompa.
_____ 21. Pada 320D, salah satu sinyal tekanan yang mengatur aliran pompa
adalah tekanan NFC
_____ 22. Boom down regeneration tidak berfungsi selama operasi boom down
_____ 23. Jika kontrol digerakkan secara bersamaan, tekanan system tertinggi
datang dari bagian tengah kanan atau kiri dari implement control
valve diatur oleh main relief valve.
_____ 25. Informasi diagnostic tersedia pada panel monitor atau software ET
TEST 2.
3. Berapa tekanan boom head end dan stick rod end line relief valves pada saat
diadjust?
_____________________
7. Berapa tekanan swing motor relief valve kiri dan kanan di adjust?
_____________________
11. Berapa tekanan yag dibutuhkan travel and swing parking brakes untuk
release?
_____________________
12. Berapa tekanan dari return rod end yang dibutuhkan stick unloading
valve untuk shift?
_____________________
Test 3.
______ Boom Drift Reduction Valve D. Bagian dalam spool pada tengah-
tengah control valve. [Link]
______ Swing Anti-reaction Valves diaktifkan, mengirim aliran pompa
kanan ke kedua travel motors dan aliran
______ Hydraulic Actuation Valve pompa kiri ke implement and swing .
______ Negative Flow Control H. Jika switch ini closed, the EPC
Signals mengenergize Hydraulic Actuation
Solenoid Valve.
______ Straight Travel Valve
I. Terletak dibagian atas implement
______ Engine and Pump Control pump
TesTe
TT
[Link]
Kunci jawaban
Test 1.
1. B 14. S (NFC >powershift)
2. S (NFC > Main ) 15. B
3. B 16. B (bersama-sama > berbeda )
4. B 17. B
5. B 18. S ( rendah > tinggi)
6. B 19. S (pilot > rod end)
7. S ( boom > swing ) 20. B
8. B ( boom down > boom up ) 21. B
9. B 22. B/S
10.S (travel crossover > main) 23. B
11.S (monitor > ECM) 24. S (service ET > monitor )
12.S (manifold > pump) 25. B
13. B
TEST 2.
1. 5450 ± 220 psi 8. 5450±220 psi
2. 340 psi 9. 595±30 psi
3. 5500±145 psi 10.70 psi
4. 5350±145 psi 362 psi
5. C 11.
6. 5100±73 psi 12.
7. 3750±145 psi
TEST 3
1. E 9. K
2. I 10.H
3. A 11.L
4. N 12.B
5. J 13.D
6. G 14.C
7. M 15.F
8. O 16.P
TOPIK 3
Hydraulic System
Pendahuluan
Contents
Module ini didesain untuk memperkenalkan kepada siswa tentang hydraulic sistem
yang ada di Hydraulic Excavator 320 D series.
Dalam module ini juga berisi tentang sistim operasi dari masing - masing komponen
hydraulic sistem serta cara pendiagnosaan dan pengetesan dilapangan dalam
kaitannya mencari trouble shooting.
Setelah mengikuti training ini siswa diharapkan akan lebih memahami serta mampu
menjelaskan fungsi-fungsi komponen didalam sistim hydraulic, mengkalibrasi serta
menyetel tekanan pada valve-valve yang terdapat didalam 320D ini sesuai dengan
spesifikasi teknisnya
Prerequisite
Technician yang sering berkecimpung pada hydraulic sistem di Caterpillar, dan
mempunyai basic yang kuat terhadap hydraulic, electric serta pengoperasian sebuah
computer (ET).
HYDRAULIC SCHEMATIC
HYDRAULIC PUMP
Tipe pompa yang digunakan kembali menggunakan tipe “Swash Plate Design”.
Hanya letaknya saja yang berbeda yaitu pompa kiri dan kanan. Pada pompa ini juga
dipasangi pompa pilot yang mempunyai maksimum flow 8,4 GPM dengan tipe gear.
Juga terpasang solenoid PRV pada bagian kirinya serta sensor tekanan delivery
pump pada masing-masing pompa nya. Sensor ini berguna selain sebagai
pembacaan tekanan actual pada monitor juga dipakai sebagai referensi oleh
controller dalam mengatur flow dari pompa .
NFC
Seperti tipe sebelumnya line NFC masih terpasang pada masing-masing pompa kiri
dan kanan, masih berfungsi sama dengan tipe sebelumnya.
CONTROL VALVE
Pada control valve ini terbagi dua bagian yaitu kiri dan kanan, masing-masing control
valve mendapat suplay pompa dari masing-masing posisinya yaitu untuk control
valve sebelah kiri mendapat suplay dari pompa sebelah kiri sedangkan control valve
sebelah kanan mendapat suplay dari pompa kanan. Pada control valve ini juga
terdapat komponen yang tidak terdapat pada tipe sebelumnya yaitu:
Fungsi dari pilot valve ini adalah mengarahkan aliran dari pompa pilot ke masing-
masing spool pada control valve sesuai dengan fungsinya. Pilot valve ini juga me
Dalam hal pengaturan aliran pompa serta aliran dalam mode operasinya hydraulic
sistem dibantu oleh electronic control untuk melakukan fungsinya Electronic control
mempunyai tiga tugas penting yaitu:
1. Mengontrol flow rate dari pompa, yang memungkinkan pompa mensuplay output
yang optimum yang sesuai antara beban dan kecepatan engine.
2. Mengontrol AEC (Automatic Engine Control), yang akan menurunkan kecepatan
engine jika tidak ada beban yang diaplikasikan sehingga mengurangi konsumsi
bahan bakar dan mengurangi kebisingan.
3. Mengontrol output-output yang bervariasi sesuai dengan funginya. Electronic
control ini selanjutnya disebut controller juga bisa di down load dengan
menggunakan service tool (ET)
Electronic control sistem terdiri dari monitor yang letaknya di dalam kabin dan ECM
machine yang lokasinya berada dibelakang kabin compartment. Electronic control
sistem mengontrol kecepatan engine dan pompa melalaui ECM machine.
Performance Monitor
Fungsi utama dari monitor ini adalah untuk memantau status aktual kondisi dari
machine dan engine. Selain itu juga monitor dapat melakukan fungsi lainnya seperti
mengkalibrasi, melakukan diagnostic test serta melakukan pemrograman controller
pada saat memilih tool yang sesuai. Monitor ini hanya berisi layar LCD dan tombol
navigasi untuk semua keperluan Pemahaman mengenai fungsi tombol ini sangat
penting dalam melakukan fungsi-fungsi dari monitor tersebut diatas. Controller
menggunakan CAT data Link dalam berkomunikasi
dengan monitor ini. Monitor ini dapat disetel arahnya untuk mendapatkan posisi
pembacaan yang bagus.
Pilot Manifold
Fungsi pilot manifold adalah tempat pembagian aliran pilot sesuai dengan sistemnya
dan juga tempat solenoid-solenoid yang banyak dipakai pada 320D ini. Letak pilot
manifold ini ada di bagian bawah dari pada control valve, sehingga kita harus
membuka cover bagian bawah untuk melihat manifold valvenya.
Sirkuit pilot dapat diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya yaitu:
10
PRV Solenoid
Dari input-input tadi controller mengatur arus yang menuju solenoid PRV, dari
solenoid PRV ini tekanan oli dari pompa pilot di atur untuk dirubah menjadi “Power
Shift Pressure” yang selanjutnya dikirim ke regulator pada pompa kiri dan kanan.
Dari input-input tadi controller mengatur arus yang menuju solenoid PRV, dari
solenoid PRV ini tekanan oli dari pompa pilot diatur untuk dirubah menjadi “Power
Shift Pressure” yang selanjutnya dikirim ke regulator pada pompa kiri dan kanan.
Jika kecepatan engine berkurang maka tekanan power shift akan naik dan pompa
akan “destroke”. Begitu juga sebaliknya jika kecepatan engine naik kembali maka
tekanan power shift akan turun yang akibatnya pompa menjadi “upstroke”.
Catatan
11
PRV Solenoid
Gambar diatas menunjukan letak dari solenoid PRV yang menyatu dengan pompa
hydraulic serta pompa pilot yang terpasang dan dihubungkan dengan pompa bagian
kanan dari pompa hydraulic.
12
Oli dari pompa pilot sebelum menuju ke pilot manifold harus melewati filter dahulu
agar kotorannya yang masih ada akan tersaring. Pada filter tersebut terdapat bypass
valve yang akan membypass aliran oli jika dihidupkan pada suhu terlalu dingin atau
filter nya blok.
Hex 320 D ini relief valve untuk pilot sistemnya terpasang pada housing filternya
sehingga memudahkan untuk penyetelannya
13
Return line
Setelah oli terpakai oleh sistem maka oli tersebut akan mengalir ke tanki hydraulic
untuk didinginkan dan disaring oleh filter capsule yang terdapat pada gambar diatas.
Sedangkan oli yang terdapat pada case drain dari pompa sebelum menuju ke tangki
harus melewati case drain filter yang ada di sebelah filter capsule agar kotoran yang
terjadi karena keausan normal dari pompa akan tersaring pada filter ini. Apabila
capsule filter ini blok maka tekanan oli yang terjadi akan bypass ke tangki hydraulic
dan tekanan tersebut akan mengaktifkan switch yang akan melaporakan status nya
14
Accumulator
Fungsi dari accumulator adalah menyimpan tekanan oli pilot pada saat engine sudah
dimatikan. Serta membantu kekurangan aliran dari pompa pilot pada saat implement
dioperasikan secara bersama sama atau kombinasi. Tipe dari accumulator yang
dipakai adalah “nitrogen charge”. Yaitu didalam tabung accumulator itu terdapat
tekanan dari gas nitrogen dan dipisah kan oleh diapraghma sehingga pada saat
engine hidup tekanan oli pilot akan menekan diaphragma tersebut dan menyimpan
tekanan tersebut seperti yang sudah dikatakan diatas. Letak dari accumulator ini ada
tepat dibawah pilot manifold pada control valve hydraulic.
15
Solenoid Valves
Pada pilot manifold terdapat beberapa solenoid valve diantaranya adalah berurutan
dari bawah keatas:
Hydraulic activation
Swing Parking Brake
Travel Speed Solenoid
Fungsi dari solenoid hydraulic activation adalah memblok dan mengarah kan aliran
dari pompa pilot ke joy stick, pedal travel dan sirkuit parking brake swing, sesuai
posisi dari lever control hydraulic activation pada cabin. Pada saat lever posisi
“locked” solenoid tidak energized sehingga aliran dari pompa pilot terputus dan limit
switch pada box di control lever tidak tertekan sehingga engine bisa untuk distart.
Pada posisi “unlocked”solenoid akan energized sehingga aliran dari pompa pilot
dapat bebas mengalir ke sirkuit sistim pilot, tetapi limit switchnya tertekan dan
engine tidak bisa untuk distart.
16
PRV Solenoid menerima suplay oli dari pompa pilot, dan solenoid ini menerima
sinyal PWM dari controller untuk mengatur tekanan oli dari pompa tersebut menjadi
tekanan”power shift”.
Tekanan power shift tadi dikirimkan keregulator masing-masing pompa hydraulic
untuk mengatur outputnya. Ketika engine sedang dalam keadaan running dan
hydraulik system sedang dipakai untuk melakukan kerja, maka jika beban yang
terpakai sampai membuat kecepatan engine turun pada “target speed”nya maka
controller akan menaikkan sinyal PWM ke solenoid. Yang akibatnya tekanan power
shift menjadi naik pula dan membuat pompa menjadi “destroke”, sehingga beban
engine menjadi berkurang dan kecepatan engine tidak akan turun lebih jauh lagi dari
target speed.
Sewaktu sinyal PWM dari controller yang menuju solenoid naik gaya magnet yang
terdapat pada coil solenoid menjadi besar yang akibatnya spool bergerak kebawah,
dan membuat aliran oli dari pompa pilot menjadi lebih banyak dan tekanan power
shift yang menuju regulator pompa juga ikut naik.
17
Sementara jika kecepatan engine sudah naik lagi yang berarti beban yang terpakai
oleh hydraulic sistem berkurang, maka controller mulai mengurangi sinyal PWM
yang menuju ke solenoid PRV. Jika sinyal PWM nya berkurang maka gaya magnet
yang terdapat pada coil solenoid juga berkurang sehingga gaya spring nya mampu
melawan gaya magnet pada coil dan membuat spool bergerak ke atas. Sehingga
memblok aliran dari pompa pilot yang menuju ke regulator pompa dan membuka
aliran dari regulator pompa ke drain sehingga tekanan power shift menjadi turun,
dan pompa menjadi “upstroke”.Lalu output pompa mejadi naik lagi.
Port Powershift
Right Pump
Port Powershift
Left Pump
Hydraulic Pump
Konstruksi pompa utama hydraulik terdiri dari pompa kiri dan kanan dilihat dari
depan engine untuk posisinya, serta pompa pilot yang menempel pada pompa
kanan. Masing-masing pompa mempunyai regulator sendiri-sendiri dan mendapat
suplay line NFC dari masing-masing control [Link] terdapat line”cross sensing”
yang membuat respon pompa menjadi lebih baik lagi pada saat operasi kombinasi
dan operasi dari constant horse power control. Setiap pompa terdiri dari 9 piston
yang menempel secara slippery diatas swash plate, sehingga pada saat swash plate
membentuk sudut piston-piston tadi merubah “displacement”nya. Kedua pompa
tersebut mendapat suplay tekanan power shift dari satu solenoid PRV, tetapi
pengaturan outputnya sendiri-sendiri.
19
Fungsi dari Negative Flow Control adalah untuk men”destroke”kan pompa pada saat
control valve dalam keadaan neutral sehingga induksi panas dari aliran yang banyak
bisa dikurangi dan umur pompa menjadi lebih lama. Masing-masing pompa
mendapat suplay NFC dari masing-masing control valve yang disuplaynya.
Contohnya control valve sebelah kiri akan mensuplay NFC ke pompa sebelah kiri,
begitu juga sebaliknya untuk yang kanan.
20
Pump regulator
Regulator untuk pompa kiri dan kanan adalah sama baik dari cara kerja maupun
fisiknya. Pengaturan dari regulator pompa dikontrol oleh beberapa cara yaitu:
Power Shift
Controller secara kontinyu memantau kecepatan dan beban yang diterima oleh
engine dengan mengatur tekanan sinyal power shift yang diberikan ke regulator
Cross Sensing
Dalam tujuannya menjaga keseimbangan antara tenaga dari engine untuk dipakai
oleh pompa, regulator pompa menerima tekanan delivery dari pompa kiri dan kanan
secara rata-rata melalui control cross [Link] disebut dengan “constant horse
power control”.
Ketika joystick atau pedal travel dalam keadaan neutral, regulator pompa menerima
tekanan NFC dari control valve. Tekanan NFC ini terbentuk oleh orifice pada spool
stick 2 dan boom 2 .Apabila salah satu spool digerakan tekanan NFC akan
berkurang dan semakin hilang jika pergerakannya cukup banyak.
21
Stand By
Pada saat joy stick atau pedal travel dalam keadaan neutral, regulator pompa
dikontrol oleh tekanan NFC yang masuk menekan control piston. Dan controller
memerintahkan solenoid PRV untuk mengirim tekanan power shift yang rendah
sehingga masuk dan menekan bagian ujung pada pilot piston. Cross sensing control
akan membagi rata tekanan dari kedua pompa dan akan bekerja pada shoulder dari
pilot piston. Dalam keadaan neutral aliran oli dari kedua pompa yang melewati
center bypass cukup banyak, yang akibatnya aliran tersebut ketika dihambat oleh
orifice NFC akan membuat tekanan NFC yang ke pompa menjadi maksimum dan
mampu melawan gaya spring pada control piston dan guide sehingga horse power
control spool terdorong ke kiri, dan membuka hubungan ruangan dari area yang
besar pada spool servo ke drain . Maka tekanan delivery dari pompa yang bekerja
pada area yang lebih kecil dari spool servo akan mampu mendorong spool servo ke
kanan, yang akibatnya sudut swash plate akan mengecil karena terhubung oleh
control linkage pada servo. Dengan kejadian tersebut output pompa akan kecil juga.
Sehingga akan mengurangi panas dari pada aliran yang cukup besar pada saat
neutral dan usia pompa menjadi lebih awet, dan suara dari aliran oli akan berkurang.
22
Upstroke
Jika joystick digerakkan maka spool pada control valve akan menghambat tekanan
NFC sehingga tekanan NFC tersebut menjadi berkurang. Tekanan rata-rata dari
kedua pompa yang ada di line cross sensing serta tekanan power shift yang
berkurang dan bekerja pada shoulder di pilot piston tidak mampu melawan gaya dari
spring yang terdapat pada ruangan guide dan control piston, sehingga horse power
control spool akan bergerak kekanan. Pergerakan ini memblok ruangan dari area
yang besar pada servo ke drain sebaliknya menghubungkan ruangan tersebut ke
delivery pompa, yang akibatnya tekanan pompa akan bekerja pada kedua ujung dari
servo. Tetapi karena effective area servo sebelah kanan lebih besar, maka spool
servo akan bergerak ke kiri. Dan membuat sudut swash plate pada pompa
membesar sehingga aliran output pompa menjadi besar pula.
23
Destroke
Gambar diatas adalah destroke nya pompa karena kenaikan tekanan pada sistem.
Tekanan NFC rendah, sehingga control piston bergerak kekanan. Sedangkan
tekanan rata-rata dari kedua pompa naik karena tekanan sistimnya naik, dan akan
bekerja pada shoulder dari pilot piston yang akibatnya pilot piston mendorong horse
power control spool ke kiri dan memblok hubungan aliran dari pompa ke area servo
spool sebaliknya malah membuka hubungan aliran area spool servo tersebut ke
drain. Pergerakan tadi membuat aliran oli dari pompa bekerja menekan area yang
lebih kecil dari spool servo dan mendorong spool ke kanan sehingga sudut swash
plate dari pompa mengecil lalu output pompa juga menjadi kecil pula.
24
Main control valve terdiri dari body sebelah kiri dan kanan dilihat dari belakang
machine untuk penentuan posisinya.
Pada body sebelah kanan terdapat valve: right travel, attachment, bucket, boom I
dan stick II serta mendapat suplay dari pompa sebelah kanan. Juga terdapat valve
pendukung antara lain: line relief valve untuk bucket dan boom, boom drift reduction
valve dan boom regeneration valve. Pada body sebelah kiri terdapat valve: straight
travel, left travel, swing, stick I dan boom II serta mendapat suplay langsung dari
pompa [Link] terdapat valve pendukung antara lain: stick drift reduction valve,
stick regeneration valve, stick unloading valve dan main relief valve.
25
Neutral
Pada saat joystick tidak digerakan maka posisi spool seperti ditunjukan gambar
diatas. Sehingga aliran dari pompa kiri dan kanan yang menuju parallel feeder
diblok, tetapi yang menuju ke center bypass terbuka sehingga aliran ini akan menuju
drain yang sebelumnya dihambat oleh orifice NFC maka akan terbentuk tekanan
NFC yang menuju ke regulator pompa masing-masing.
26
Ilustrasi mengenai control valve bucket dipakai untuk mewakili dari operasi –operasi
valve lainnya secara individual, karena cara kerjanya sama dengan valve-valve
individual lainnya. Ketika joystick dalam keadaan neutral tidak ada tekanan oli pilot
yang menekan spool bucket tersebut sehingga spool tetap pada posisi tengah-
tengah dan memblok aliran pompa ke parallel feeder serta membuka aliran pompa
ke center bypass dan menuju hydraulik tank.
27
Ketika joystick digerakkan ke posisi “bucket close” tekanan oli pilot menuju bagian
kanan dari spool dan membuat spool bergerak ke kiri. Passage center bypass
tertutup dan passage yang menuju ke head end dari silinder bucket terbuka serta
passage dari rod end terhubung ke drain line. Oli dari parallel feeder mengalir
menuju head end yang sebelumnya menekan load check valve [Link]
membuat silinder menjadi extend, dan sisanya oli dari rod end kembali ke tangki
hydraulic.
28
Fungsi dari main relief valve adalah untuk membatasi tekanan maksimum pada
sistem hydraulic, ketika machine sedang terbebani. Oli dari kedua pompa akan
terjaga tekanan maksimumnya ketika melewati check valve dan menuju bagian
bawah dari main relief valve. Check valve berfungsi agar tekanan yang tertinggi dari
kedua pompa yang akan di jaga.
Refer ke testing and adjusting untuk melakukan penyetelan pada main relief valve
ini.
29
Dalam keadaan normal poppet selalu terdorong ke kiri memblok orifice oleh gaya
dari [Link] dalam sistem mengalir melalui orifice masuk kebagian dalam
ruangan spring.
Selama tekanan sistem tidak melebihi gaya dari spring dibelakang poppet
kedudukan poppet seperti ditunjukkan dalam gambar dan main relief valve dalam
keadaan tertutup.
30
Jika tekanan sistem hydraulic sudah sama dan lebih besar dari gaya pada spring di
belakang poppet, maka tekanan tersebut akan mendorong poppet ke arah kanan
dan membuka hubungan antara ruangan spring ke drain. Pada saat oli yang ada di
ruangan spring mengalir ke drain maka tekanannya akan turun, sehingga tekanan oli
dari sistem yang ada di depan orifice akan mendorong unloading spool untuk
bergerak kearah kanan dan membuka hubungan oli sistem ke drain. Dikarenakan
sudah terbuang kedrain maka tekanan sistem akan turun dan membuat gaya pada
spring di poppet menjadi lebih kuat lagi lalu mendorong poppet ke arah kiri untuk
menutup [Link] tekanan oli pada ruangan spring ditambah gaya dari
spring akan membuat unloading spool bergerak ke kiri untuk menutup kembali dan
tekanan sistem akan terjaga pada tekanan maksimum.
31
Masing-masing line relief valve selalu dilengkapi oleh make up valve dan terletak
antara control valve dan silinder / motor yang berhubungan. Fungsi line relief valve
adalah melindungi silinder dan motor pada saat control valve dalam keadaan
neutral. Yaitu jika silinder atau motor mendapat gaya yang besar dari luar, maka
pada sisi head end atau rod end dari silinder akan terjadi tekanan yang cukup tinggi
sesaat dan sisi yang berlawanan akan terjadi kevacuuman. Oleh sebab itu line relief
valve ini akan menjaga tekanana kejut yang tiba-tiba ini. Cara kerjanya yaitu: Oli
yang menuju head end atau rod end dari control valve akan masuk menuju ruangan
spring melalui orifice didalam inner [Link] tekanan tersebut dibawah nilai
settingnya maka tekanan tersebut tidak mampu untuk mendorong poppet valve ke
kanan dan valve tetap dalam keadaan tertutup.
32
Jika tekanan diantara silinder dan control valve naik secara tiba-tiba diatas setting
dari valvenya, maka tekanan tersebut membuat poppet terbuka dan oli pada
ruangan spring mengalir ke tangki/drain yang akibatnya tekanan didalam ruangan
spring menjadi turun dan membuat piston bergerak ke kanan sampai kontak dengan
poppet. Setelah itu tekanan pada sisi kiri piston tersebut akan mampu mendorong
inner spool ke kanan dikarenakan effective areanya besar, sehingga membuat olinya
mengalir menuju drain dan tekanannya akan turun. Silider dan motor nya menjadi
aman Oleh sebab itu line relief valve ini sering disebut juga safety valve. Nilai
settingnya tergantung dari tempatnya ada yang lebih tinggi dari setting main relief
valve dan ada yang lebih rendah. Selalulah merefer ke service manual untuk lebih
detailnya.
33
Jika pada sisi silinder head end atau rod end terjadi kenaikan tekanan yang tinggi
dan cepat, maka sisi sebelahnya rod end atau head end akan terjadi kevacuuman
yang cepat pula. Dikarenakan control valve dalam keadaan neutral maka suplay oli
yang berasal dari tangki hydraulik akan mengalir melalui valve tersebut. Pada saat
tekanan pada bagian kiri piston lebih rendah dari tekanan tangki hydraulik, maka
tekanan pada spring chamber juga rendah sehingga tekanan dari tangki akan
mampu mendorong bahu/shoulder dari outer spool ke kanan. Yang akibatnya oli
dapat mengalir dari tangki ke silinder (Make Up) dan mencegah ke vacuuman.
34
Jika joystick digerakkan perlahan-lahan maka tekanan oli pilot yang rendah akan
mengalir melalui bagian kiri dari spool dan mendorong valve bergerak kearah kanan.
Pergerakan ini menghambat oli pada center bypass yang menuju ke regulator
pompa sehingga tekanan NFC berkurang, maka pompa kanan mulai upstroke.
Karena pergerakan spool nya perlahan-lahan maka oli dari rod end akan mengalir ke
tangki dan oli dari parallel feeder akan sedikit juga mengalir ke head end.
Dikarenakan tekanan dari head end lebih besar dari pompa maka load check valve
akan kembali tertutup dan tekanan tersebut tidak bisa menuju pompa.
35
Jika pergerakan dari joystick diteruskan lebih jauh lagi,maka tekanan pilot yang
menggerakan spool akan lebih kuat sehingga spool akan makin jauh bergerak ke
[Link] line center by pass akan terblok sehingga tekanan NFC menjadi lebih
rendah lagi yang akibatnya pompa menjadi lebih upstroke lagi. Load check valve
tidak akan terbuka jika tekanan dari pompa lebih rendah dari kombinasi tekanan
workload dan gaya dari spring. Sehingga boom tidak sempat trurun dahulu sewaktu
digerakkan naik. Load check valve jug amencegah mengalirnya tekanan yang lebih
tinggi ke tekanan yang lebih rendah pada saat kerja kombinasi.
36
Pompa kiri dan kanan menerima tekanan sinyal dari masing-masing center bypass
pada control valve. Tekanan sinyal ini disebut dengan negative flow control.
Tekanan NFC ini akan terjadi jika:
37
Jika control valve bucket digerakkan secara perlahan maka oli yang mengalir melalui
center bypass menjadi terhambat dan tekanan NFC menjadi berkurang, lalu output
pompa menjadi naik perlahan. Kenaikan delivery output pompa akan proporsional
sesuai dengan pergerakan dari spool yang menutup center bypass sehingga
dimungkinkan untuk opersai dari fine control.
38
Fungsi dari NFC relief valve ini adalah membatasi tekanan maksimum pada sistim
NFC yang menuju regulator pompa. Jika salah satu spool atau lebih digerakkan
maksimum, maka oli yang menuju center bypass terblok dan NFC relief valve tidak
akan bekerja. Sewaktu joystick digerakkan kearah neutral dengan tiba-tiba maka
aliran yang besar dari pompa yang melewati center bypass akan membuat tekanan
yang lebih tinggi dari sistim NFC. Karena tekanan yang tinggi itu akan mampu
mendorong spring relief valve ini maka tekanan oli yang berlebihan tadi akan
direlease ke tangki, sehingga tekanan maksimum dari sistim NFC terjaga.
39
High Speed
Operasi dari Boom raise kecepatan tinggi adalah pada saat output dari kedua
pompa dipakai untuk menggerakkan silinder boom melalui control valve boom 1 dan
boom [Link] operasi low speed hanya control valve boom 1 saja yang bekerja.
Ketika joystick untuk boom raise digerakkan maka aliran oli pilot mengalir dari
bagian bawah spool boom 1 pada control [Link] ada juga oli pilot yang mengalir
ke pressure reducing untuk boom priority valve, sehingga pada saat opersai “boom
raise dan stick in” silinder boom tetap mendapat priority dari kedua pompa sehingga
kecepatannya menjadi lebih cepat dibandingkan dengan stick.
40
Oli pilot masuk mengalir dari bagian kiri spool dan menggerakkan spool boom 1
control valve ke kanan melawan gaya dari spring. Oli delivery dari pompa kanan
pada parallel feeder mengalir melalui load check valve dan menuju ke head end
melalui valve boom drift reduction. Saluran center bypass tertutup rapat sehingga
tekanan NFC menjadi 0 dan pompa menjadi upstroke.
41
Oli pilot mengalir melalui saluran sebelah kanan dari spool boom 2- dan mendorong
spool ke kiri melawan gaya dari spring. Oli delivery dari pompa kiri pada parallel
feeder mengalir ke bagian head end silinder boom yang sebelumnya melewati check
valve dahulu. Oli delivery dari pompa kiri bersatu dengan oli delivery dari pompa
kanan pada boom drift reduction valve. Dan bersama-sama menuju ke bagian head
end dari silinder boom maka kecepatan silinder boom menjadi lebih cepat karena
disuplay oleh dua pompa. Oli kembalinya mengalir dari rod end menuju ke hydraulic
tank.
42
Boom Priority
Selama operasi kombinasi dari BOOM RAISE dan STICK IN tekanan oli pilot dari
control valve pilot yang menuju boom menggerakkan pressure reducing valve untuk
boom [Link] reducing valve untuk boom priority menyebabkan oli mengalir
secara prioritas ke head end dari silinder boom selama opersai kombinasi. Ketika
joystick digerakkan untuk operasi STICK IN bagian dari oli pilot dari control valve
pilot untuk stick mengalir melalui pressure reducing valve untuk boom priority ke
control valve stick 2.
Sebagian oli pilot yang mengalir ke control valve stick2 dari pilot control valve
mengalir juga ke tangki [Link] tekanan oli yang menekan control valve
stick 2 berkurang dan membuat valve bergerak kearah neutral. Akibatnya jumlah oli
yang mengalir ke sirkuit hydraulic stick berkurang dan yang mengalir ke head end
dari silinder boom menjadi bertambah. Boom priority dikontrol oleh posisi dari
joystick untuk boom dan secara otomatis jika pergerakan joy stick boom makin jauh
dari posisi neutral.
43
Boom Regeneration
Selama operasi BOOM LOWER hanya oli delivery dari pompa kanan disuplay ke
silinder boom melalui control valve boom [Link] valve boom 2 tidak bekerja pada
saat operasi boom lower. Pada operasi BOOM LOWER terdapat sirkuit regeneration
yang [Link] ketika joystick untuk boom digerakkan ke posisi lower, orifice
pada control valve boom 1 dan boom regeneration valve bekerja pada sirkuit boom.
Oli return dari head end pada silinder boom mengalir melalui valve boom
regeneration ke rod end dari silinder boom itu juga sehingga aliran dari pompa
kanan tidak mensuplay secara maksimal ke rod end, tetapi pergerakan boom sudah
cukup cepat karena beratnya sendiri. Ketika joystick digerakkan ke poisis lower oli
pilot masuk dari bagian atas valve (high boom down pilot pressure), sehingga
spoolnya bergerak turun.
Oli kembali dari head end silinder boom mengalir melalui spool bagian bawah
menuju keatas selanjutnya mengalir ke rod end melalui check valve .
44
Boom lower
Ketika joystick digerakkan ke posisi lower maka aliran dari pompa pilot mengalir ke
control valve boom 1 melalui sebelah kanan mendorong spool kearah kiri untuk
melawan gaya dari spring. Oli delivery dari pompa kanan pada parallel feeder
mengalir melalui load check valve menuju rod end dari silinder boom. Oli sisa
kembaloinya dari head end akan mengalir melalui boom drift reduction
[Link] ada tekanan dari pompa pilot yang mendorong valve drift tadi
maka passage dibelakang spoolnya berhubungan dengan drain, dan oli kembali dari
head end mampu mendorong spool ke kanan dan oli tersebut menuju hydraulic tank.
45
Fungsinya mencegah kebocoran dari head end silinder boom pada saat joystick
dalam keadaan neutral. Jika joystick di posisikan RAISE tidak ada oli pilot yang
dikirimkan dari control valve pilot ke boom drift valve, sehingga shuttle valve tidak
bergerak.
Oli dari control valve boom 2 dan boom 1 masuk dari bagian atas check valve pada
boom drift [Link] oli pada ruangan spring dibelakang check valve
terhubung juga ke head end maka check valve tersebut terdorong oleh kombinasi
tekanan dari boom 1 dan 2 selanjutnya oli dari boom ½ tersebut mengalir ke head
end dari silinder boom membuat silinder tersebut menjadi extend.
46
Ketika joystick digerakkan keposisi lower, ada oli pilot dari control valve pilot yang
dikirmkan ke boom drift reduction valve melalui bagian atas dari shuttle valve
sehingga membuat valve tersebut bergerak turun sampai menyentuh plug. Oli yang
ada pada ruangan spring di belakang check valve mengalir menuju manual bleed
valve selanjutnya mengalir ke drain line. Sehingga pada saat oli yang kembali dari
head end silinder boom mampu mendorong check valve ke bawah dan oli tersebut
mengalir menuju tangki hydraulik.
47
Stick Out
Jika sirkuit hydraulik stick dioperasikan secara individual tanpa menggerakkan sirkuit
yang lain, maka control valve stick 1 dan stick 2 akan bekerja bersama sama
menyuplai silinder stick pada saat operasi stick in maupun out. Oli delivery dari
pompa kanan akan melewati parallel feeder menuju control valve stick 2, dan oli
delivery dari pompa kiri melalui center bypass akan masuk ke control valve stick 1
yang selanjutnya akan bergabung menuju silinder stick. Sewaktu joystick digerakkan
untuk posisi STICK OUT oli pilot mengalir menuju dua arah yaitu ada yang menuju
bagian bawah control valve stick 1 sehingga menggerakkan spool stick 1 keatas,
dan ada yang menuju bagaian bawah control valve stick 2 untuk menggerakkan
spool keatas. Oli delivery dari pompa kiri mengalir melalui center bypass melewati
load check valve dan stick drift reduction valve yang selanjutnya menuju rod end dari
silinder stick. Sedangkan untuk aliran dari pompa kanan tidak bisa melewati center
bypass karena terblok oleh spool stick 2 pada saat spool itu bergerak keatas,
sehingga mengalir melalui parallel feeder terus menuju spool stick 2 dan melewati
load check valve yang akhirnya bergabung dengan aliran dari pompa kiri pada valve
stick drift reduction menuju rod end dari silinder stick. Sehingga pergerakan silinder
untuk retract menjadi lebih cepat.
48
Stick In
49
Operasi ini memungkinkan oli kembali dari rod end disuplay kembali ke head end.
Jika joystick digerakkan ke posisi STICK IN oli pilot akan menggerakkan valve stick
regeneratin ke bawah. Oli sisa kembali dari rod end akan mengalir dari bawah valve
tersebut menuju check valve yang seterusnya bergabun dengan olidelivery yang
akan menuju ke head end silinder stick.
50
untuk menggerakkan valve tersebut [Link] kembali dari rod end pada silinder
stick akan mengalir melalui throttling slot pada valve regeneration menuju check
valve dan bergabung bersama – sama oli delivery dari pompa kanan yang menuju
head end. Jika volume dari oli yang akan menuju head end mempunyai tekanan
cukup tinggi, maka tekanan tersebut akan mendorong spool unloading ke bawah
melawan [Link] membuat oli kembali dari rod end yang melewati valve
regeneration utnuk menuju ke head end akan melewati valve unloading spool
menuju ke return line / tangki sehingga tekanannya terjaga. Dan sirkuit regeneration
tidak bekerja.
Sewaktu tekanan pada head end turun maka tekanan yang menekan spool
unloading juga turun, menyebabkan springnya mendorong spool keatas dan sirkuit
regeneration kembali bekerja.
51
Fungsinya adalah jika joystick di posisikan neutral maka valve ini mencegah oli yang
bocor dari rod end pada silinder stick. Jika joystick diposisikan STICK OUT tidak ada
tekanan dari oli pilot yang dikirimkan ke valve stick drift sehingga spool tidak bisa
bergerak. Oli mengalir dari control valve stick 1 dan 2 menuju valve stick [Link]
tekanan oli delivery pompa tersebut makijn meningkat maka oli tersebut akan
mampu mendorong valve kekanan yangselanjutnya mengalir ke rod end dari silinder
stick. Dan membuat silinder menjadi retract.
52
Jika joystick untuk stick digerakkan STICK IN oli pilot dikirimkan menuju valve stick
drift reduction dan membuat spoolnya bergerak kebawah sampai kontak dengan
plugnya.
Oli pada ruangan spring dibelakang check valve akan mengalir ke tangki hydraulik.
Oli kembali dari rod end silinder stick akan masuk dari samping check valve dari
stick drift tersebut, dikarenakan tekanan oli pada ruangan spring rendah maka valve
akan bergerak kekiri dan menuju ke control valve stick 1 yang selanjutnya akan
menuju ke tangki hydraulik.
53
Travel Sistem
Output dari pompa kiri dan kanan akan mengalir ke motor travel kiri dan kanan
melalui swivel. Aliran pompa tersebut akan membuat motor bergerak dan memutar
finaldrive untuk menggerakkan sprocket dan track link. Kecepatan travel dapat
disetel dengan cara menggerakkan travel lever atau pedal secara perlahan-lahan
atau dengan menekan switch auto speed pada console. Ketika travel speed control
switch di set pada poisi LOW maka pada monitor akan tampak karakter kura-kura,
jika dipilih untuk posisi HIGH maka pada display akan tampak karakter kelinci. Jika
switch untuk travel dipilh HIGH sensor pump delivery akan memonitor tekanan
deliverynya yang berhubungan dengan beban, sewaktu bebannya mulai berat atau
tekanan deliverynya naik maka secara otomatis controller akan merubah menjadi
low speed lagi. Tetapi jika tekanan atau bebannya mulai berkurang maka controller
akan merubah menjadi kecepatan high kembali secara otomatis.
54
Jika switch travel control di set pada posisi low maka sinyal listrik dikirim ke
controller dan controller tersebut tidak akan mengenergized solenoid travel valve.
Dan oli pilot tidak akan mengalir ke valve displacement change, sehingga spool dari
valve tersebut tidak akan [Link] oli delivery dari pompa akan mengalir
melalui valve displacement change menuju control piston pada swash plate,
sehingga bergerak kearah maksimum displacement. Dan oli yang ada pada kontrol
piston sebelahnya mengalir menuju case drain. Posisi maksimum dari swash plate
membuat pergerakan dari motor menjadi lambat tetapi tenaga yang dihasilkannya
menjadi besar.
55
Large Displacement
Sewaktu controller tidak mengenergized solenoid travel speed, maka tidak ada oli
pilot yang menekan valve displacement change. Sehingga oli pilot tidak bisa menuju
pilot port pada valve displacement [Link] valve displacement change tadi
bergerak terdorong oleh gaya dari spring ke kiri samapai kontak ke konektornya.
Pergerakan spool tadi membuka aliran dari oli delivery pompa menuju piston
chamber sebelah kanan dan membuat swash plate menjadi maksimum. Sehingga
membuat kecepatan motor menjadi rendah dan torsinya
menjadi naik
56
Ketika travel speed control switch di posisikan HIGH sinyal listrik dikirim oleh
controller menuju solenoid [Link] sensor memonitor tekanan jika tekanan
pada sistim hydraulik mulai naik ke nilai tertentu maka controller akan menstop
sinyal yang menuju solenoid.
Ketika solenoidny energized maka valvenya bergerak kekiri dan aliran dari pompa
pilot menuju valve displacement mendorong kearah kanan spoolnya untuk melawan
spring. Oli delivery dari pompa mengalir melalui valve displacement change menuju
kebagian kanan piston control swash plate dan membuat sudut swash plate menjadi
[Link] kecepatan motor travel menjadi naik tetapi torsinya berkurang.
57
Jika travel speed control di posisikan HIGH maka ada oli pilot yang menuju valve
displacement change dan membuat valvenya bergerak kearah kanan melawan gaya
spring sampai stop pada housingnya. Maka oli delivery dari pompa akan mengalir ke
piston chamber sebelah kiri dan membuat sudut swash platenya menjadi minimum,
sehingga kecepatan motor menjadi naik tetapi torsi dari motor tersebut menjadi
berkurang. Sensor tekanan pada masing-masing pompa akan memonitor kenaikan
tekanan pada sistim , jika tekana nya melewati batas yang sudah diprogram oleh
controller maka controller akan menstop aliran yang menuju solenoid [Link]
sudut swash plate menjadi maksimum lagi.
58
Letak solenoidnya adalah pada pilot manifod di bagian paling atas dari solenoi-
solenoid yang ada. Pilot manifold ini terletak dibagian bawah control valve group.
59
Fungsi dari travel parking brake ini adalah untuk menahan motor dari berputar jika
tidak ada oli yang menuju ke motor tersrebut Jika travel lever/pedal diposisikan ke
neutral oli delivery dari pompa tertahan atau terblok pada control valve travel di main
control valve. Valve yang ada didepan retainer bergerak kekanan karena dorongan
dari spring Tekanan oli yang terdapat disebelah kiri brake piston rendah sehingga
brake spring mampu mendorong piston kekiri dan oli yang ada disebelah kiri
tersebut terdorong keluar kearah case drain, Sehingga friction plate dan separator
plate ENGAGED dan menahan putaran sisa dari motor. Orifice yang terdapat pada
valve retainer adalah sebagai delay timer untuk menahan oli yang keluar menuju
case drain secara perlahan dan engaged nya parking brake menjadi lebih halus.
60
Ketika travel lever/pedal diposisikan maju atau mundur, maka oli delivery dari pompa
masuk ke inlet dari motor. Sebagian oli itu ada yang mengalir menuju valve yang
ada pada retainer dan mendorongnya kearah kiri melawan spring yang selanjutnya
menuju bagian kiri dari brake [Link] brake piston bergerak kekanan
melawan brake spring. Dikarenakan brake piston bergerak kekanan maka friction
plate dan separator plate menjadi slip sehingga motor dapat berputar dengan bebas.
61
Valve travel brake terdiri dari: counter balance dan crossover relief untuk maju atau
mundur. Fungsi dari valve travel brake adalah :
62
Counter Balance
Selama travel motor bergerak maju di jalan yang datar oli delivery dari pompa
disuplay menuju rotary motor melalui valve counter balance. Oli masuk kebagian
dalam cunter balance valve melalui orifice mendorong check valve ke kiri, sehingga
membuat counter balance valve bergerak kekanan untuk membuka lebih lebar lagi
serta membuka saluran yang menuju parking brake. Sebelum menuju ke rotary
motor oli melewati cross over relief valve dan akan dijaga tekanan maksimumnya
jangan sampai melebihi settingnya releief valve tersebut. Oli sisa kembalinya dari
motor lewat counter balance valve saluran sebelahnya menuju ke valve travel dan
tangki hydraulic.
63
Stopping
Jika travel pedal/lever diposisikan neutral secara tiba-tiba sewaktu unit sedang
berjalan, maka oli delivery dari pompa terhenti. Maka tekanan oli yang masuk ke
counter balance berkurang akibatnya spoolnya terdorong kekiri menuju posisi
neutral. Karena berat dari unitnya maka membuat motor masih [Link]
spoolnya sudah bergerak ke posisi neutral hal ini membuat tekanan oli kembali dari
motor menjadi naik, sehingga tekanan oli yang tinggi tersebut mampu untuk
mendorong poppet valve dari cross over relief valve dan membuat oli mengalir ke
sisi yang vacuum dari motor. Cross over mempunyai sistim”two stage relief” yang
berfungsi untuk menghilangkan beban kejut secara bertahap dengan bekerjanya
piston shock reducing.
64
Valve straight travel menjaga kelurusan travel sewaktu berjalan sementara swing
atau implement lainnya dioperasikan. Jika hanya travel pedal/lever yang
dioperasikan maka solenoid straight travel tidak energized, akibatnya aliran oli pilot
yang mengalir ke staright valve tertahan pada solenoid. Dan tekanan oli pilot pada
bagian kanan valve rendah akibatnya valve bergerak kekanan oleh gaya dari spring.
Oli delivery dari pompa kanan mengalir ke center bypass dan parallel feeder sebelah
kanan menuju control valve sebelah kanan.
Oli delivery dari pompa kiri akan mengalir ke straight valve dan menuju center
bypass dan parallel feeder sebelah kiri dan menuju control valve sebelah kiri.
65
1. Oli delivery dari pompa kanan mengalir melalui straight travel valve terbagi
dua yaitu ada yang menuju center bypass menuju control valve sebelah kiri,
dan ada yang menuju center bypass menuju control valve sebelah kanan.
2. Oli delivery dari pompa kiri mengalir menuju valve straight travel dan terbagi
dua aliran. Ada yang menuju parallel feeder ke control valve sebelah kanan
dan satunya lagi mengalir ke parallel feeder menuju control valve sebelah kiri.
Selain itu ada juga aliran dari pompa kiri yang menuju check valve pada
straight travel dan bergabung dengan aliaran dari pompa kanan untuk
membantu peregrakan kedua motor.
66
Swing priority untuk 320D sama dengan boom prioriy yaitu jika gerakan joystick
makin jauh dari posisi neutral maka secara otomatis pergerakan swing menjadi lebih
cepat karena mendapat prioritas oli dari pompa kiri. Dikarenakan oli dari pompa kiri
tidak ada yang menuju ke stick 1 control valve.
67
Apabila joystick untuk swing digerakkan secara perlahan baik untuk arah kiri
ataupun kanan, maka aliran oli pilot yang rendah akan mengalir dari control valve
pilot untuk swing terbagi dua yaitu ada yang menuju kebagian bawah control valve
swing untuk mendorong spool keatas. Dan sebagian lagi ada yang menuju pressure
reducing valve dan mendorong nya ke arah kanan melawan [Link] ad yang
menuju ke valve variable swing priority untuk mendorong valve tersebut keatas,
yang akibatnya aliran oli delivery pompa yang menuju ke control valve stick 1 tidak
terhambat dan swing priority tidak aktif.
68
Sewaktu joystick untuk swing digerakkan maksimum dari posisinya maka suplay dari
pompa kir diberikan seluruhnya untuk sirkuit swing dan stick1 tidak mendapat suplay
dari pompa kiri.
69
Apabila joystick untuk swing digerakkan FULL STOKE, maka tekanan oli pilot yang
bekerja pada bagian bawah control valve swing naik dan valve bergerak sejauh
mungkin keatas sampai stop di stoppernya. Aliran oli pilot yang tinggi tadi ada juga
yang menuju valve pressure reducing untuk menekan valvenya ke kanan melawan
springnya. Sehingga oli pilot yang menuju valve variable swing priority terblok, dan
valve variable swing priority tersebut terdorong kebawah oleh gaya dari springnya.
Maka aliran oli delivery dari pompa kiri yang menuju control valve stick 1 terhambat
oleh orifice yang ada di valve variable swing priority. Akibatnya oli delivery dari
pompa kiri dipakai sebagian besar oleh sirkuit swing, dan pergerakkan swing
menjadi lebih cepat.
70
Swing Motor
Rotary group = cylinder barrel, piston, shoe, retainer plate dan drive shaft.
Parking brake = brake spring, brake piston, separator plate dan friction plate.
Oli delivery dari pompa kiri yang menuju swing motor masuk melalui port pada head
motor tersebut. Selanjutnya oli tersebut melewati check valve dan menuju piston
rotary group untuk membuat gerakan berputar sesuai dengan posisi masuknya oli
tersebut. Case drain oli dari motor swing keluar lewat linenya yang terdapat pada
head motor tersebut menuju hydraulic tank.
71
Solenoid parking brake valve terletak dimanifold pilot. Jika salah satu joystick baik
swing maupun implement lainnya digerakkan dari posisi neutral, solenoid parking
brake valve ini akan energized yang berguna untuk merelease parking brake. Tetapi
jika travel pedal/lever digerakkan solenoid ini tidak akan energized. Jika joystick
untuk swing digerakkan maka switch implement/swing pada control valve menjadi
close karena tertekan oleh tekanan oli pilot. Posisi switch ini memberikan sinyal ke
controller untuk mengenergized solenoid parking brake. Ketika solenoid ini
energized maka spoolnya terdorong kebawah melawan gaya dari spring, maka oli
pilot akan mengalir menuju swing motor untuk merelease brake.
Catatan : jika solenoidnya rusak maka terdapat temporary release screw yang bila
diputar searah jarum jam akan merelease brake swing.
72
Sewaktu joystick untuk swing dikembalikan ke posisi neutral, oli delivery dari pompa
kiri stop mensuplay motor swing dan tekanan oli pilot mejadi berkurang yang
akibatnya switch implement/swing menjadi open [Link] controller merasakan
posisi ini untuk meng deenergized solenoid, sehingga spool solenoid bergerak
keatas and oli pilot yang menekan parking brake swing motor terdorong ke luar
menuju drain. Sejak solenoid tidak energized lagi maka sekitar 6,5 detik parking
brake akan bekerja menstop upper structure
73
Pada saat swing berputar sangat sulit untuk menghentikan upper structure sesuai
dengan keinginan. Ini dikarenakan gaya berat dari upper structure tersebut yang
masih mempunyai inertia. Dan control valve dari swing sudah menutup sehingga
aliran dari dan menuju swing terblok. Hal ini dapat membuat kejutan yang tibatiba
pada saat berhenti. Anti reaction valve mencegah kejutan yang berlebihan pada saat
swing berhenti. Valve ini terletak dibagian head dari motor swing tersebut. Selama
operasi swing oli delivery dari pompa kiri mengalir melalui port pad ahead motor
menuju rotary group. Jika joystick diposisikan neutral control valve swing kembali ke
posisi neutral [Link] plunger anti reaction valve bergerak turun oleh gaya dari
spring sampai menyentuh [Link] kedua valve seat juga bergerak turun oleh
gaya dari springnya sampai kontak dengan plunger.
74
Sewaktu joystick diposisikan kearah swing kiri atau kanan oli delivery dari pompa kiri
akan mengalir menuju rotary group pada swing motor. Dan sisanya kembali ke
return line pada control valve swing. Pada valve anti reaction tekanan pada pompa
kiri dan gaya dari spring menkan valve seat ke bawah menghadap plunger, plunger
juga bergerak turun terhadap terhadap pistonnya. Oli delivery dari pompa kir juga
mengalir ke chamber piston dari kedua valve anti reaction, membuat plunger
terdorong keatas melawan gaya spring. Begitu juga valve seat akan terdorong
keatas melawan gaya spring saat ini fungsi anti reaction valve belum ada.
75
Jika joystick di gerakkan secara tiba-tiba ke posisi neutral, maka oli delivery dari
pompa kiri serta oli kembali dari motor akan terhenti pada control valve swing.
Akibatnya jika upper structure masih berputar karena beratnya maka pada port
tempat oli masuk menjadi vacuum dan tempat oli keluar tekanannya menjadi tinggi
serta swing akan berhenti secara kejut.
Anti reaction ini akan bekerja mengurangi kejut tersebut dengan cara. Pada port
yang tekanannay tinggi oli akan mengalir pada bagian dalam plunger menuju
chamber piston dibawah mendorong plunger dan seat keatas melawan spring. Dan
sebagian oli itu ada yang menyebrang ke anti reaction sebelahnya untuk
mengurangi ke vacuuman. Pada tekanan yang tinggi oli akan di drain secara
perlahan melalui orifice pada valve seat sehingga tekanan oli tersebut akan secara
perlahan menahan lajunya pergerakan inertia dari upper structure.
76
Ketika rotary motor group berputar secara perlahan dikarenakan backlash dari gear
tekana oli pada port yang tadinya vacuum mejadi tinggi, sedangkan tekanan oli
pada port yang tadinya tinggi menjadi rendah. Kedua valve anti reaction akan
mengehentikan upper structure secara perlahan dengan cara. Pada port yang
tekanannay tinggi akan menahan lajunya upper structure sedangakan yang
tekananya rendah akan mengalirkan oli dari yang tekanannay tinggi sesudah
menahan lajunya upper structure ke tangki hydraulic.
hydraulic system
Contoh: S 1. Adalah engine Session.
_____ 2. Jika implement atau travel digunakan, tekanan implement atau travel
diatur oleh relief valve NFC
_____ 3 Kontrol engine dan pompa, menerima sinyal elektrik dari sensor
tekanan pompa sebelah kiri selama swing digerakkan.
_____ 6 Variable swing priority valve dikontrol oleh swing priority pressure
reducing valve.
_____ 7. Tekanan pilot boom mengontrol tekanan swing priority reducing valve.
_____ 8. Sinyal pilot untuk stick in pada stick 2 dikontrol oleh sinyal pilot boom
down yang akan ke boom priority pressure reducing valve.
_____ 9. System NFC relief valve membuat implement pumps upstroke atau
destroke tergantung dari pergerakkan control valve pilot.
_____ 10. Tekanan maksimum system travel selama travel diatur oleh the travel
crossover relief valve.
_____ [Link] yang keluar dari port G berasal dari pilot manifold.
_____ 13. Implement pumps upstroke jika sinyal yang diterima solenoid PRV
dari module engine and pump control berkurang.
_____ 14. Underspeed System mengatur tekanan NFC menuju implement pumps
untuk menjaga engine dari stall.
_____ 16. Boom 1 and Boom 2 control valves bergerak bersama-sama jika
Fungsi Boom Up diaktifkan
_____ 17. Stick regeneration circuit tidak berfungsi selama operasi stick in
_____ 18. Jika implement pump dalam keadaan standby, tekanan sinyal NFC
rendah.
_____ 19. Stick unloading valve bergerak selama operasi stick in oleh tekanan
pilot stick in
_____ 20. Aliran pompa implement dikontrol oleh tiga sinyal tekanan yang
berbeda yang dikirim ke regulator pompa.
_____ 21. Pada 320D, salah satu sinyal tekanan yang mengatur aliran pompa
adalah tekanan NFC
_____ 22. Boom down regeneration tidak berfungsi selama operasi boom down
_____ 23. Jika kontrol digerakkan secara bersamaan, tekanan system tertinggi
datang dari bagian tengah kanan atau kiri dari implement control
valve diatur oleh main relief valve.
_____ 25. Informasi diagnostic tersedia pada panel monitor atau software ET
TEST 2.
3. Berapa tekanan boom head end dan stick rod end line relief valves pada saat
diadjust?
_____________________
7. Berapa tekanan swing motor relief valve kiri dan kanan di adjust?
_____________________
11. Berapa tekanan yag dibutuhkan travel and swing parking brakes untuk
release?
_____________________
12. Berapa tekanan dari return rod end yang dibutuhkan stick unloading
valve untuk shift?
_____________________
Test 3.
______ Boom Drift Reduction Valve D. Bagian dalam spool pada tengah-
tengah control valve. [Link]
______ Swing Anti-reaction Valves diaktifkan, mengirim aliran pompa
kanan ke kedua travel motors dan aliran
______ Hydraulic Actuation Valve pompa kiri ke implement and swing .
______ Negative Flow Control H. Jika switch ini closed, the EPC
Signals mengenergize Hydraulic Actuation
Solenoid Valve.
______ Straight Travel Valve
I. Terletak dibagian atas implement
______ Engine and Pump Control pump
TesTe
TT
[Link]
Kunci jawaban
Test 1.
1. B 14. S (NFC >powershift)
2. S (NFC > Main ) 15. B
3. B 16. B (bersama-sama > berbeda )
4. B 17. B
5. B 18. S ( rendah > tinggi)
6. B 19. S (pilot > rod end)
7. S ( boom > swing ) 20. B
8. B ( boom down > boom up ) 21. B
9. B 22. B/S
10.S (travel crossover > main) 23. B
11.S (monitor > ECM) 24. S (service ET > monitor )
12.S (manifold > pump) 25. B
13. B
TEST 2.
1. 5450 ± 220 psi 8. 5450±220 psi
2. 340 psi 9. 595±30 psi
3. 5500±145 psi 10.70 psi
4. 5350±145 psi 362 psi
5. C 11.
6. 5100±73 psi 12.
7. 3750±145 psi
TEST 3
9. E 9. K
10.I 10.H
11.A 11.L
12.N 12.B
13.J 13.D
14.G 14.C
15.M 15.F
16.O 16.P
implement
1. Pada engine yang pengoperasian pada kecepatan dial 10 pada beban full load,
mengakibatkan kenaikan aliran hydraulic terhambat dan tekanan powershift akan :
2. Bila signal electric yang menuju ke solenoid powershift turun powershift akan :
A. Kecepatan engine akan konstan secara automatic, dan powershift pressure akan
bervariasi dengan cara mengaktifkan toggle switch
B. Power hydraulic akan naik diatas operasi normal.
C. Performance machine menjadi buruk
D. Powershift pressure akan diset pada nilai konstan dan kecepatan engine akan
bervariasi dengan mengaktifkan toggle switch.
4. Jika powershift solenoid di kalibrasi pada nilai yang lebih diatas specification maka :
TOPIK 4
Electronic System
Engine Speed Control
ECM machine merubah signal dari engine speed dial kedalam signal PWM.
Informasi kemudian dikirim ke Governor actuator untuk mengontrol kecepatan
engine. Engine speed dial terbagi dalam 10 posisi. Posisi dial setiap karacter akan
ditampilkan di monitor. Kecepatan engine dengan tidak ada beban dapat dilihat pada
daftar
1 1000 20
2 1100 40
3 1200 60
4 1300 81.2
5 1470 86.4
6 1590 86.4
7 1700 86.4
8 1800 86.4
9 1900 86.4
10 1980 100
AEC akan menurunkan kecepatan engine jika tidak ada beban yang berkelanjutan
kurang lebih 5 detik atau beban yang ringan kurang lebih 10 detik pada saat dial
speed di set pada posisi 5 sampai 10. Proses ini dirancang untuk mengurangi noise
dan fuel consumption. AEC mempunyai setting dalam 2 stages. AEC diset dengan
meng On kan switch yang terletak disebelah kanan console. Indicator akan menyala
sesudah engine start dan switch dalam posisi ON . AEC dapat diset dalan stage
pertama dan stage kedua secara bergantian dengan menekan switch.
Pada setting pertama AEC akan menurunkan kecepatan engine kurang lebih 100
Rpm pada saat tidak ada beban atau mendapat beban yang ringan.
Pada setting yang kedua AEC akan mengurangi kecepatan engine kurang lebih 1300
rpm dalam keadaan tidak ada beban.
Note: Pada saat backup switch diposisi on (manual , AEC tidak dapat berfungsi )
Pada saat one touch low idle switch ditekan dan machine dalam kondisi tidak ada
beban, kecepatan engine dapat turun lebih jauh dibanding dengan setting stage
kedua AEC. Pada saat normal operasi kecepatan engine akan kembali pada setting
dial RPM yang disesuaikan.
One touch idle akan aktif selama implement, swing, travel dan tools dalam kondisi
stop atau tidak bekerja. Ketika one touch low idle switch ditekan, control akan
menurunkan kecepatan engine menjadi setting stage kedua pada engine speed kira-
kira 1020 rpm.
One touch idle akan dilepas ketika pada beberapa kondisi yang terjadi :
Kecepatan engine akan berbeda sesudah switch di lepas tergantung pada saat
kondisi al :
1. Kecepatan engine akan diposisikan sesuai dial speed engine pada saat one touch
idle di release karena pengoperasian implement, swing, dsb.
2. Engine speed akan di posisikan oleh AEC . Kecepatan akan disesuaikan pada
saat one touch low idle di lepas. Kecepatan engine akan terpengaruh karena
beberapa kondisi al :
Pada saat set pertama AEC dipilih, engine speed akan diset pada stage
pertama AEC. Kecepatan akan turun kira-kira 100 Rpm dari setting speed
dial.
Pada saat AEC yang kedua dipilih, engine speed akan diset pada setting
kedua AEC. Kira-kira kecepatannya 1300 Rpm.
Engine speed akan di set pada kecepatan engine dial speed jika kecepatan
engine turun pada setting kedua AEC. Setting kecepatan engine bukan
berdasar pada setting AEC
Fungsi ini dirancang untuk mencegah engine start pada kecepatan tinggi selama
kondisi engine oil pressure masih rendah . Sesudah engine oil filter diganti,
dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai level yang specific . Akan terjadi
kerusakan pada jika engine berputar pada kecepatan dial speed 10.
Engine speed akan dibatasi pada posisi dial 5, jika engine oil pressure switch open.
Engine akan start pada kecepatan posisi dial 5.
Fungsi ini dirancang untuk mencegah kerusakan pada engine yang diakibatkan
overspeed selama kondisi overheating. Pekerjaan yang membutuhkan tekanan
tinggi akan mengalami hambatan selama kondisi ini. Engine dan beberapa
component akan dilindungi selama kondisi ini. Engine speed akan turun pada setting
Pada kondisi cuaca yang sangat dingin dan temperature oli hydraulic rendah,
machine tidak dapat bekerja dengan halus. Output pump akan turun dalam jumlah
yang kecil. Ini memungkinkan pekerjaan menjadi pelan sampai temperature oil
menjadi naik. Pada saat hydraulic oil temperature sensor merasakan oil temperature
dibawah 15 0 C (59 0 C) sistem membatasi output hydraulic pump untuk maksimum
horsepower menjadi 80 %. Ketika sensor hydraulic temperature merasakan naik
diatas 200C ( 680F), control normal oli hydraulic akan dimulai kembali.
Pump Regulation
Ketika PS pressure tinggi, output pump turun, Pada saat PS pressure rendah, output
pump naik. Pump control dalam keadaan control mode “ Constant Horsepower “
ketika engine speed dial berada pada position “1” sampai “9”.
Pump control dalam keadaan mode underspeed control ketika engine speed dial
pada set position “10”
Constant horse power berhubungan dengan dial speed engine 1 sampai 9 . Aliran
pompa dikontrol oleh PS pressure ,ketika engine speed dial pada posisi 1 sampai 9.
Pada saat yang sama pump delivery pada maximum flow. Output hydraulic akan
diset sesuai dengan posisi dial speed engine. ECM akan memerintahkan secara
tepat Power Shift pressure untuk menjaga maximum besarnya flow. Selama
delivery oil dalam keadaan middle pressure dan high pressure, horse power pada
main pump mengontrol untuk mencegah horsepower yang terlalu tinggi pada pump
dan horsepower yang rendah pada engine.
ECM machine akan menerima feedback dari engine speed sensor. Powershift
pressure akan secara proportional menuju ke target flow. Target flow akan
mengkalkulasi setting speed engine dan pressure yang berasal dari pressure
sensor pump delivery. Demikian juga powershift pressure akan secara bervariasi
secara tepat mengikuti posisi dial speed engine dan pressure delivery pump.
Keutamaan Antistall untuk engine digunakan untuk mencegah engine dari kondisi
stall. Anti stall akan aktif, jika kecepatan engine turun 250 rpm dibawah posisi dial
yang di bandingkan dengan setting engine speed dial.
Powershift pressure akan tetap untuk posisi dial 1 sampai 9 . Posisi 1 sampai 4
engine speed dial mempunyai perbedaan tekanan powershift untuk setiap setting .
Engine speed dial akan di posisikan sesuai yang diinginkan rpm, yang mana juga
menghasilkan aliran yang diinginkan.
Posisi engine speed dial 7 sampai 9 tekanan powershift akan menjadi tetap seperti
keadaan biasanya. Posisi engine speed dial 1 sampai 9 pressure pompa pada posisi
fix output. Output menjadi tetap sampai kecepatan turun 250 Rpm dibawah target
Rpm. Pada kecepatan 250 Rpm dibawah target Rpm, ECM engine akan mengadjust
powershift pressure untuk menjaga Rpm engine tidak turun lebih jauh dari 250 Rpm
pada target speednya.
Underspeed Control
Kondisi underspeed terhubung dengan posisi engine speed dial 10. Ini digunakan
ketika horsepower yang dibutuhkan dalam jumlah besar atau pada saat melakukan
high speed travel. Pada kondisi ini maka dibutuhkan engine beroperasi pada
maximum horsepower. Underspeed control akan menjaga kecepatan engine kira-
kira pada maximum power. ECM machine akan akan membaca kecepatan engine
dan akan meng adjust powershift pressure unuk mengatur engine speed. ECM
machine akan mengontrol powershift pressure pada kondisi underspeed. Engine
akan menjaga kecepatan kira–kira 1800 Rpm untuk mencapai maximum
horsepower. Bagaimanapun juga, ketika engine speed lebih tinggi dibanding dengan
full load speed, output pump akan naik dan powershift pressure akan turun. Juga
pada saat engine speed turun dibawah target speed, output pompa akan turun dan
powershift akan naik.
.
ECM machine akan menurunkan output pump dan akan menaikkan powershift
pressure untuk mengurangi beban pada engine tanpa mengurangi kecepatan
engine. Kondisi ini terjadi jika kecepatan engine turun dibawah full load speed.
Cooling fan speed dikontrol oleh ECM machine . ECM akan merasakan temperature
hydraulic oil, engine coolant temperature dan ambeient temperature. Target speed
untuk cooling fan akan ditentukan untuk setiap kecepatan engine yang sesuai
dengan temperature hydraulic oil dan engine coolant. Target speed yang dirujuk oleh
ECM merupakan kondisi engine tanpa beban.
Ada dua mode untuk travel speed . LOW speed (tortoise) dan high speed (Rabbit).
Pada saat memilih mode tortoise travel speed akan dibatasi pada low travel speed,
dan pada saat memilih mode rabbit , travel speed akan berubah secara outomatic
antara low ke high. Perubahan pada travel speed tergantung pada delivery pressure
pada pump.
Travel mode selector switch dan travel mode indicator (tortoise dan rabbit) letaknya
berada pada switch panel. Ketika travel mode switch ditekan, travel mode dapat
dipilih rabbit mode atau tortoise mode . Indikator akan menyala untuk menunjukkan
pemilihan travel mode.
Travel speed akan secara outomatic dapat di set pada LOW (tortoise) speed ketika
pertama kali machine di hidupkan. Untuk memilih High (rabbit) speed mode, dengan
cara menekan switch selector travel mode. Saat circuit pressure menujukkan di
bawah range tertentu, machine akan berjalan dalam keadaan HIGH (rabbit) speed.
Output pump pressure naik juga beban pada machine juga naik
Ketika output pressure naik menujukkan level yang tinggi, machine akan secara
outomatic berpindah untuk berjalan pada LOW (tortoise) speed mode.. Machine
akan secara outomatic kembali ke HIGH (rabbit) speed mode ketika pump output
pressure turun pada range sebelumnya.
Fungsi Automatic Travel Speed Change memungkinkan speed pada machine di
adjust tanpa input lansung dari operator. Machine akan berjalan pada HIGH (rabbit)
speed pada beban yang ringan . machine akan berjalan pada LOW (tortoise) pada
beban yang berat. Ini meyakinkan machine mempunyai high mobility dan high
drawbar pull.
Travel speed akan menunjukkan LOW (tortoise) speed ketika machine dalam posisi
mode heavy lift. Pada saat travel di set pada tortoise mode, travel di set pada low
speed dan tidak dapat dirubah.
Machine dilengkapi dengan sistem swing lock hydraulic control. Swing lock sistem
menyediakan control untuk swing motor, swing brake, fine swing dan backup sistem
pada machine .
Swing brake release dikontrol oleh hydraulic activation lever. Ketika Hydraulic
Actvation Control Lever di gerakkan pada posisi Lock, swing brake akan berfungsi.
Swing brake solenoid diberi arus untuk merelease swing brake. Swing brake
solenoid tidak diberi arus listrik kurang lebih 6.5 detik sesudah semua lever dan
pedal kembali pada neutral position. Swing brake release dengan segera untuk
mengoperasikan: boom, stick, bucket, swing dan perlengkapan lainnya.
Jika main backup ditempatkan pada posisi manual, maka swing brake secara
electrical akan release.
Fungsi fine swing (optional) di design untuk membuka hydraulic circuit antara port A
dan Port B pada swing motor untuk start yang halus dan untuk menghentikan
pengoperasian pergerakkan swing .
ECM machine akan merasakan pengoperasian fine swing switch untuk merelease
swing brake.
10
Menekan switch heavy lift pada switch panel akan mengaktifkan mode heavy lift ON
atau OFF. Ketika switch heavy lift diaktifkan, indicator akan menyala, main relief
pressure naik dari 35 Mpa (5100 psi) menjadi 36 Mpa ( 5200 psi).Akibatnya juga
aliran oli akan terhambat, maximum speed engine dibatasi pada kecepatan yang
sama dengan posisi dial 6 kira-kira 1600 rpm. Output hydraulic oil akan terhambat
64 %
Tool Control
Pada saat tool tambahan dioperasikan , engine speed dan pump flow dikontrol
sesuai dengan jenis tool.
Selection Of A Tool
Terdapat 5 program untuk tool . Operator yang akan memilih tool. Monitor digunakan
untuk melakukan pemilihan. Beberapa contoh parameter yang mana akan di adjust
untuk memenuhi kebutuhan tsb :
Pada saat pedal dioperasikan, actual setting pada dial speed akan dibandingkan
dengan posisi engine speed dial yang telah diset oleh parameter.. Engine speed
control akan menurunkan kecepatan engine untuk memilih kecepatan engine yang
di set yang ada di dalam parameter.
Ketika tool tidak diaktifkan, engine speed akan kembali pada actual kecepatan
sesuai penyetelan dial speed.
Pada saat tool tambahan di operasikan AEC dan one touch low idle akan release.
Note: Jika nilai programer lebih tinggi dibandingkan engine speed dial indicator,
engine speed tidak akan naik.
Beberapa tool mengunakan aliran dari main pump. . Pressure switch akan
merasakan perubahan pressure. PRV akan akan menghambat aliran main pump.
Resolver valve memilih tekanan yang paling tinggi antara tekanan di dalam control
valve dengan tekanan dari PRV. Signal akan menghambat aliran membuat tekanan
menjadi rendah. Aliran main pump akan dikurangi . Proses ini mengakibatkan
pengoperasian tool dan impement yang baik secara bersamaan.
11
Backup Sistem
Ketika “ Pump Torque Control “ dipilih, engine output kurang lebih 60 % sampai 80%
rated output untuk engine. Tekanan powershift akan tetap. Ketika speed dial engine
di set pada lower position , output engine turun secara signifikan . Kepedulian harus
dilakukan agar engine tidak stall.
Dalam keadaan normal operasi , swing brake akan di release. Bagaimanapun juga,
jika sistem hydraulic tidak diaktifkan atau hydraulic activation control lever di
gerakkan pada posisi lock, swing brake akan di fungsikan.
12
Electronic control sistem terdiri atas monitor di dalam kabin dan ECM machine yang
letaknya di dalam compartement di belakang kabin. Eletronic control sistem
mengontrol speed engine dan pump melalui ECM machine.
ECM machine mengirim input signal dari berbagai komponen pada machine. ECM
melanjutkan untuk memonitor input signal dalam melakukan control output flow rate
main pump, engine speed dan variasi komponen machine hydraulic sistem.
Electronic control sistem mengontrol output flow rate main pump. ECM
mengirim electric signal ke powershift solenoid sebagai dasar pada engine
speed dan posisi engine speed dial. Ini memungkinkan main pump menyuplai
optimum output yang disesuaikan beban hydraulic pada machine dan engine
speed. Ketika beban yang besar diterima pada machine, memungkinkan
pump akan destroke. Sistem akan meng utilize menyediakan maksimum
engine horsepower
Sistem electronic control mengontrol engine speed. In disebut Engine Speed
Control (AEC). Ketika kondisi beban sangat kecil atau tidak ada beban,
sistem secara outomatic menurunkan engine speed. AEC sistem di design
untuk mengurangi fuel consumption dan noise.
Sistem electronic mengontrol variasi sistem component machine hydraulic.
ECM machine mengirim signal output ke swing brake solenoid valve, travel
speed solenoid valve dan straight travel solenoid.
Note: Jika problem terjadi pada sistem electronic control untuk temporary operasi
memungkinkan menggunakan backup switch yang letaknya didalam kabin.
13
Cat datalink adalah input dan output ECM machine Yang terhubung pada conector
J1-33 dan J1-43. Data link didesign untuk melakukan komunikasi antara controller
dan monitor. Data link adalah component yang tidak dapat dilihat dengan mata. Data
link terdiri dari internal control circuit dan wiring harness dan dua arah. Controller
dapat menerima dan mengirim informasi melalui data link. Controller mengirim
informasi tentang fuel level, engine coolant temperature dan beberapa signal yang
14
Can data link digunakan untuk komunikasi antara beberapa module : ECM, switch
panel dan monitor. Dua terminating resistor 120 ohm harus di pasang pada wiring
harness untuk dapat mengfungsikan secara baik CAN data link.
Action Alarm
Action alarm berbunyi pada saat operator merasakan kondisi high emergency.
Contoh engine oil pressure turun dibawah nilai yang telat di set.
Travel Alarm
15
Pump pressure solenoid adalah output dai ECM machine. Solenoid mempunyai
3 port pressure reducing valve. Tipenya adala proportional. ECM menggunakan
signal PWM untuk arus yang dikirim ke solenoid. Posisi valve akan terbuka atau
valve menutup aliran yang menuju ke pompa. Pada saat solenoid de- energized
aliran oli tertahan. Ini menyebabkan pompa menjadi destroke.
16
Sensors
dengan terjadinya perubahan kondisi. ECM akan mengetahui beberapa tipe signal
sensor yang terdiri dari :
17
Lokasi berada pada housing flywheel . Menghasilkan voltage AC melalui roda gigi
pada flywheel pada saat melewati ujung sensor. Frequency dari voltage adalah
proportional dengan kecepatan dari roda gigi saat melewati ujung sensor. Controller
menggunakan signal dalam menentukan keputusan pada pompa dan engine
18
Pressure Sensor
• Penyetelan horsepower
• Perubahan travel speed
• Menentukan beban ringan dan ”AEC” level 1
SWITCHES
19
ECM machine merubah signal Engine speed dial ke dalam signal PWM. ECM
engine menerimaignal PWM untuk mengontrol kecepatan engine pada 10 stages.
Posisi engine speed ditandai dengan memunculkan dilayar system monitor.
20
PRESSURE SWITCH
Pressure switch akan memonitor sistem hydraulic. Tipenya normally open. Switch ini
akan menginformasikan ke controller tentang status kebutuhan hydraulic sistem.
Ketika permintaan hydraulic tidak ada switch akan terbuka Engine speed controller
(ECM) akan menggunakan switch ini untuk menentukan pengontrolan engine speed
dan pump.
21
Key start switch adalah input dari engine dan pump controller. Key start switch
memberikan informasi ke ECM untuk melakukan start pada engine. Kemudian ECM
memulaai start secara procedure. Selama normal operasi, start terminal pada switch
terbuka. Jika ky start switch di tempatkan pada posisi start, start terminal akan
menutup. Voltage battery akan di suplay menuju ke terminal start. Pada saat kondisi
start sudah terpenuhi, ECM mengirim signal battery menuju ke relay dan engine
mulai di cranking.
Note: Sesudah key start switch awalnya ke posisi START, switch tidak akan kembali
ke posisi start dari posisi ON. Switch harus kembali ke posisi awal terlebih dulu,
kemudian ke posisi START.
22
Hydraulic level switch memonitor level hydraulic sesudah starter key switch ditahan
dalam posisi ON untuk 2 detik atau lebih. Controller akan memeriksa level hydraulic
dengan switch. Switch akan tertutup ketika level oil hydraulic masih rendah pada
normal operasi. Switch adalah normally posisi open, ketika switch tidak terpasang
pada machine.
Engine coolant level switch merupakan electronic switch dan diaktifkan oleh coolant.
Coolant level switch close pada ground selama normal operasi. Switch akan terbuka
pada saat level coolant rendah. Dengan membukanya switch maka akan meng
informasikan ke controller bahwa level coolant sangat rendah didalam cooling
sistem.
INPUT COMPONENT
23
Temperature sender untuk oil hydraulic terhubung dengan monitor pada pin no.3
Hambatan sender bervariasi terhadap perubahan temperature.
Sama dengan sender yang lain maka sender temperature ini merubah nilai
tahanannya pada saat temperaturenya juga mengalami perubahan. Controller akan
menghitung perbedaan nilai tegangan yang diakibatkan dari perubahan tahanan
yang diberikan oleh sender ini. Dan menginformasikan ke monitor tentang
temperature yang sedang terjadi di engine coolant atau oli hydraulik. Untuk
mendiagnosanya dengan mengukur sinyal dari sender ini pada saat temperaturenya
berubah maka akan terbaca nilai tahanan antara 0 sampai 800 ohm Sender ini
sering disebut juga resistive sender dan menggunakan sistim NTC atau negative
temperature coeficient. Dengan kata lain tahanan akan berubah berbanding terbalik
dengan perubahan nilai temperature.
24
25
Action Alarm
Action alarm tersedia bagi operator dengan bunyi warning. Warning akan berbunyi
ketika kondisi machine dalam keadaan abnormal.
26
Sistem monitoring merupakan input dan output dari machine control sistem. Sistem
control berkomunikasi bolak – balik melalui CAN Data link. Monitoring sytem terdiri
dari beberapa komponen : Display dengan screen yang lebar dan beberapa menu,
keypad, indicator dan gauge. Monitor akan memberikan informasi pada operator
tentang status pada machine. Sistem monitoring termasuk display graphic yang
memungkinkan operator melihat informasi yang menyangkut fungsi machine yang
lain.
Display pada monitoring system akan menampilkan beberapa warning dan informasi
tentang kondisi machine. Monitoring system akan menampilkan tiga gauge dan
sinyal nomor indicator. Setiap gauge memantau parameter dalam machine system.
System monitor memungkinkan untuk digunakan :
Fuel level, engine coolant temperature dan hydraulic temperature. Gauge akan
menerima informasi dari sensor dan sender yang terhubung dengan controller.
Controller mendapat informasi dari setiap input sensor yang diperhitungkan lalu
ditampilkan pada gauges. Sinyal indikator akan memberitahu pada operator
keadaan kondisi abnormal pada machine.
Controller mendapat informasi dari pressure switch, sensor dan beberapa input
untuk menentukan kapan kondisi abnormal terjadi. Controller akan mengirim pesan
ke monitoring system. Kemudian monitoring akan menampilkan tanda sinyal
indikator untuk machine dengan kondisi abnormal.
Nyalakan engine start switch pada posisi ON. Setelah kira-kira satu detik, CAT logo
akan nampak pada layar dan indikator akan menyala. Coolant temperature,
hydraulic oil temperature, fuel level dan posisi speed dial akan terlihat.
Monitor system akan memeriksa level engine coolant, engine oil dan oil hydraulic
sebelum engine start. Jika fluid level ditemukan rendah, pesan akan secara cepat
akan menampilkan dan pictograph akan ditunjukkan untuk menunjukkan level fluid
dalam keadaan low.
Jika engine di start selama fluid level di periksa, monitor akan meng cancel
pemeriksaan.
Service hours untuk filter akan diperiksa pertama kali, Selanjutnya service hour
untuk fluid. Jika filter atau fluid melebihi interval penggantian yang
direkomendasikan, “ CHECK FLTR/FLUID INFO “ akan ditampilkan. Refer ke ” MAIN
MENU ” untuk informasi lebih lanjut.
Warning Indicator
Area
27
Warning Operation
Monitor ECM akan aktif, menampilkan log event untuk kondisi parameter machine
yang tidak dalam normal operasi. Monitor ECM akan memeriksa beberapa event.
Monitor ECM akan menerima data kejadian dari beberapa control module melalui
CAN data Link dan akan memutuskan peringatan apa yang akan direspon
tergantung problem yang sangat besar [Link] peringatan dapat diklasifikasikan
atas tiga level. Level warning menetukan tanggapan apa yang dibutuhkan oleh
operator. Warning level 1 menampilkan peringatan yang paling ringan . Dan warning
level tiga menampilkan peringatan yang paling berat.
Ketika warning meningkat dalam system, maka yang pertama akan ditampilkan
adalah peringatan level yang tertinggi terlebih dahulu. Tekanlah tombol up dan
tombol down untuk menampilkan semua peringatan. Jika tidak ada tombol yang
ditekan selama lima detik maka layar tampilan akan kembali ke peringatan level
yang tertinggi.
28
Password Entry
Note : User password ” 0001 ” dan service password ” FFF2 ”. Password ini
memungkinkan menampilkan semua menu . Tekan kunci left dan right untuk
melakukan perubahan posisi atau membersihkan character. Pada saat character
yang ditemukan disorot, tekan OK. Sesudah menekan OK, monitor akan secara
cepat menunjukkan character selanjutnya.
29
Setting Mode
Display Setup
Work Tool Select
Econo Mode Select
Power Mode Select
Video Mode Setting
Display Setup
CLOCK ADJUSTMENT
LANGUAGE SELECT
INDICATED ITEM
CONTRAST
BRIGHTNESS
Untuk melakukan penyetelan seperti item diatas, tekan UP key atau DOWN key
sampai kategori yang dicari di sorot. Kemudian tekan OK untuk melakukan acces
parameter pada category tesebut.
30
Dari menu setting, gunakan tombol UP atau DOWN yang tepat untuk menyorot
menu WORK TOOL SELECT. Kemudian tekan OK. Layar monitor akan
menampilkan WORK TOOL SELECT. Nama-nama tool yang ditampilkan dari pabrik
adalah TOOL #01 sampai TOOL#06. Untuk memilih work tool, tekan tombol UP atau
DOWN sampai work tool disorot. Kemudian tekan OK. Jika tidak tampak ada
lingkaran dibelah kiri, tool harus dipilih.
31
Dari menu SETTING. Gunakan tombol UP atau DOWN untuk menyorot menu
ECONOMY MODE SELECT. Kemudian tekan OK. Tekan tombol UP dan DOWN
untuk memilih ECONO MODE ON atau sorot ECONO MODE OFF. Tekan OK untuk
konfirmasi yang dipilih.
Ketika memilih ECONO MODE ON, maka symbol economy mode akan kelihatan
pada bagian atas pada screen monitor.
Note : Jika STD HYD POWER dipilih dari menu : MAIN MENU / SETTING/POWER
MODE SELECT, maka symbol standart power akan kelihatan pada screen monitor
bagian atas dan ECONO MODE SELECT tidak akan tersedia.
Note : Jika ECONOMY MODE FIX dipilih dari menu MAIN MENU / SETTING /
DISPLAY SETUP/ INDICATED ITEM, maka ECONO MODE SELECT tidak akan
tersedia.
32
Dari menu setting, gunakan tombol UP atau DOWN untuk menyorot menu POWER
MODE SELECT. Kemudian tekan OK. Tekan tombol UP atau DOWN untuk memilih
STD HYD POWER atau sorot HIGH HYD POWER. Tekan OK utuk konfirmasi yang
dipilih.
Note : Ketika STD HYD POWER dipilih, maka sismbol standart power mode akan
kelihatan di layar monitor bagian atas.
33
34
Performance Mode
35
Service Mode
Tombol pada keypad digunakan untuk masuk ke mode service dan merubah mode.
Tekan tombol yang sesuai sampai mode ditemukan tampil pada message center.
Ikuti langkah-langkah untuk masuk ke service mode.
Ada dua cara untuk mampu menghentikan service mode. Yang pertama memutar
key start switch keposisi OFF. Service mode akan berhenti selama 10 detik setelah
start switch di putar ke posisi OFF.
Cara yang kedua dengan menekan tombol HOME. Pada saat tombol HOME ditekan,
monitor akan berhenti berfungsi pada service mode. Tombol HOME tersedia di
setiap menu.
Note : Pada saat tombol HOME ditekan selama proses berlangsung, monitor
membutuhkan 1 sampai 2 detik untuk kembali ke default screen.
36
Maintenance Mode
Pada saat mode MAINTENANCE dipilih, pengguna dapat me- rest kembali
akumulasi jam pada filter, dan jam kerja komponen. Menyarankan jarak penggatian.
Dan pemakai dapat juga mengoperasikan reversing fan system.
Note : MAIN MENU dapat ditampilkan dari screen dengan menekan tombol main
menu.
Menu MAINTENANCE terdiri atas :
REVERSE FAN
FLTR/FLUID INFO
RECOMMEND INTERVAL
WORK HOUR INFO
37
38
Diagnostic Mode
Active Error
Logged Error
Logged Even
39
Machine ECM
Engine ECM
Monitor
ATT ECM
Product ID
ECM Part Number
ECM Serial Number
Software Group Number
Software Group Release Date
40
Status Mode
Digital In Status
Analog In Status
Output Status
Misc Status
41
Calibration Mode
42
Pemilihan menu DEVICE TEST dengan memilih DEVICE TEST dari menu
SERVICE. Tekan tombol UP atau DOWN sampai DEVICE TEST disorot untuk
dipilih. Kemudian tekan OK.
Device test yang tersedia terdiri atas :
43
Override Mode
44
Configuration Mode
45
SYSTEM SCHEMATIC
46
47
implement
1. Pada engine yang pengoperasian pada kecepatan dial 10 pada beban full load,
mengakibatkan kenaikan aliran hydraulic terhambat dan tekanan powershift akan :
2. Bila signal electric yang menuju ke solenoid powershift turun powershift akan :
A. Kecepatan engine akan konstan secara automatic, dan powershift pressure akan
bervariasi dengan cara mengaktifkan toggle switch
B. Power hydraulic akan naik diatas operasi normal.
C. Performance machine menjadi buruk
D. Powershift pressure akan diset pada nilai konstan dan kecepatan engine akan
bervariasi dengan mengaktifkan toggle switch.
4. Jika powershift solenoid di kalibrasi pada nilai yang lebih diatas specification maka :
TOPIK 5
Troubleshooting Method
8 Langkah Melakukan Troubleshooting
1 Yakinkan Problem Benar-benar Terjadi
1. Menghimpun/mengumpulkan informasi
2. Mendengarkan keluhan customer:
• Apa yang terjadi
• Apa yang dilakukan customer saat timbul problem
• Sebelum problem terjadi, apakah machine/engine
beroperasi dengan baik
7 Perbaiki Kerusakan
1. Lakukan prosedur yang diperlukan untuk
memperbaiki/menghilangkan problem pada machine/engine
2. Catatlah hasil pengujian, parts yang digunakan dan penyetelan
yang dilakukan
3. Patuhi aturan-aturan keselamatan selama melakukan proses
perbaikan
8 Analisa Mengapa Problem Terjadi
1. Periksa setiap solusi yang didapat dengan beberapa pengujian
2. Bila kerusakan masih muncul setelah melakukan pengujian
pada solusi (atau muncul problem baru) lakukan prosedur
troubleshooting lagi.
3. Isi Fault Analysis paperwork dan buatkan Service Report.
Jika tekanan pada sistem NFC tidak terkontrol dengan baik, dapat menyebabkan aliran oli yang terlalu besar atau kecil melewati pompa, yang akhirnya dapat mengganggu operasi pergerakan bagian-bagian dari ekskavator, seperti boom dan stick. Ini bisa menyebabkan operasi menjadi tidak efisien dan tidak akurat, karena tekanan tinggi yang tidak di-release bisa memaksa relief valve untuk mengeluarkan tekanan secara berlebihan dan membuang energi yang seharusnya produktif ke tangki alih-alih digunakan .
Saat joystick digerakkan ke STICK IN, oli pilot dikirim ke valve stick drift reduction, membuat spool bergerak ke bawah hingga menyentuh plug. Oli dalam ruangan spring di belakang check valve mengalir ke tangki hydraulik. Oli kembali dari rod end silinder stick akan melewati valve stick drift ke arah control valve stick 1 menuju tangki, mencegah kebocoran dan menjamin retraksi silinder dengan efisiensi .
Ketika tekanan oil delivery meningkat, tekanan tinggi di head end mampu memindahkan valve ke kanan dan oli mengalir ke rod end dari silinder stick. Tekanan ini mencegah bocornya oli dari stick selama posisi netral, ketika joystick berada di posisi STICK OUT, oli bertekanan tersebut terdesak dan memastikan bahwa silinder dapat retract secara stabil dengan bantuan pressure dari kontrol hidrolik. Mekanisme ini memungkinkan kontrol lebih pada operasi sirkuit stick .
Mengembalikan engine speed dial ke posisi 1 sebelum mematikan engine penting untuk mencegah akselerasi tiba-tiba pada saat dihidupkan kembali. Jika tidak, mesin akan segera berakselerasi ke kecepatan sesuai setting engine speed dial atau power mode yang terendah begitu dinyalakan lagi, yang bisa meningkatkan stres pada komponen mesin dan mengurangi umur siklus hidup. Selain itu, menghindari potensi untuk memulai kembali mesin dalam keadaan power mode yang tidak sesuai dapat membantu menghindari konsumsi bahan bakar yang tidak perlu .
Penggunaan AEC bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi tingkat kebisingan dengan cara secara otomatis menurunkan kecepatan mesin saat tidak ada beban. Pada Level pertama AEC, akan mengurangi kecepatan mesin sebanyak 100 rpm ketika tidak ada beban. Jika AEC dalam posisi ON dan engine speed dial berada di posisi 5 atau lebih, Level kedua akan menurunkan kecepatan menjadi 1300 rpm setelah 3 detik saat tidak ada beban, menghemat penggunaan bahan bakar dan mengurangi kebisingan .
Pada Power Mode III, mesin beroperasi dalam kapasitas maksimum dengan potensi pengoperasian throttle secara penuh, meningkatkan efektivitas operasional di saat kebutuhan tenaga maksimum. Sebaliknya, Power Mode II dan I membatasi kecepatan maksimum, yang mengurangi konsumsi hidrolik maksimum sesuai batasan yang diterapkan, di mana Mode I mempunyai batas yang lebih rendah dibandingkan Mode II. Hal ini mengoptimalkan efisiensi bahan bakar serta memungkinkan pengontrolan yang lebih baik pada berbagai tingkat operasi, terutama saat permintaan tenaga tidak tinggi .
Negative Flow Control (NFC) berfungsi untuk mengatur output delivery pompa berdasarkan pergerakan joystick atau pedal, terutama selama operasi fine control. NFC mengurangi tekanan sinyal ke pompa saat joystick atau pedal berada di posisi netral. Ketika joystick digerakkan perlahan, penghambatan oli yang melalui center bypass meningkat, menyebabkan pengurangan tekanan NFC sehingga output pompa dapat naik perlahan, memberikan kontrol yang halus dan presisi .
Sakelar backup memungkinkan operator untuk mem-bypass engine speed dial. Untuk mengoperasikan di posisi LOW IDLE, sakelar manual/auto diposisikan ke "MAN" dan speed toggle switch ditahan pada gambar kura-kura sampai kecepatan mesin berhenti melambat. Untuk operasi HIGH IDLE, speed toggle switch ditahan pada posisi gambar kelinci sampai kecepatan mesin berhenti naik. Sakelar ini penting untuk mengatur kecepatan mesin secara manual pada saat tertentu .
Boom Drift Reduction Valve berfungsi untuk mencegah kebocoran oli dari head end silinder boom saat joystick di posisi netral, menjaga boom agar tidak turun ketika tidak dioperasikan. Ketika joystick diposisikan ke LOWER, oli pilot dari control valve pilot menggerakkan boom drift reduction valve, memfasilitasi aliran oli menuju tangki hydrolik. Dengan ini, silinder boom bisa ditahan di posisinya, memberikan efisiensi dan stabilitas pada sistem hidrolik .
Power Mode III memungkinkan rentang maksimum operasi throttle dari posisi 1 hingga 10. Power Mode II membatasi kecepatan maksimum hingga posisi 9, dan Power Mode I membatasi kecepatan maksimum hingga posisi 7. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa Power Mode yang lebih tinggi (III) memiliki potensi dan fleksibilitas mesin yang lebih besar dibandingkan mode lainnya, secara langsung mempengaruhi performa mesin dalam berbagai kondisi operasional .