KEMATANGAN SOSIAL (VSMS)
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok Instumen Konseling Tes
Dosen Pengampu : Ade Chita Putri Harahap, [Link], Kons
Disusun Oleh :
Kelompok 9
Nurmawaty Hasugian (0303222120)
Intan Fazira (0303222092)
Tengku Annisa Saroya (0303222154)
BKPI 4 Semester V
PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga Makalah “Kematangan Sosial (VSMS)” dapat
diselesaikan dengan tepat waktu sebagai salah satu tugas mata kuliah Instrumen Konseling Tes.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi
Muhammad saw, pemimpin para Nabi dan panutan bagi umat Islam di dunia yang beriman dan
bertaqwa, begitu juga dengan para keluarga dan sahabat yang telah membawa kita dari zaman
kegelapan menuju zaman terang-benderang ‘Ila Dzulumati Ilannur serta kepada pengemban
risalah mulia yang selalu mengikuti metode serta langkah beliau yang menjadikan Al-Qur’an
sebagai pedoman sekaligus sumber hukum.
Penyusun sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran yang membangun sangat kami harapkan, demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Semoga
amal kebaikan dan aktivitas yang kita lakukan selalu ada dalam rahmat dan ampunannya,
Aamiin.
Medan, 07 Desember 2024
Kelompok 9
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................. 1
C. Tujuan ................................................................................................................................ 1
BAB II ....................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 2
A. Sejarah VSMS ................................................................................................................... 2
C. Jenis Tes VSMS ................................................................................................................ 4
D. Tujuan dan Manfaat Tes VSMS ........................................................................................ 5
E. Kategori Nilai VSMS ........................................................................................................ 6
BAB III...................................................................................................................................... 7
PENUTUP................................................................................................................................. 7
A. Kesimpulan ....................................................................................................................... 7
B. Saran .................................................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 8
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan sosial merupakan aspek fundamental dalam pertumbuhan individu
yang menentukan kemampuan seseorang untuk berinteraksi, beradaptasi, dan berfungsi
secara efektif dalam lingkungan sosialnya. Dalam konteks ini, kemampuan untuk
memahami dan menerapkan keterampilan sosial menjadi indikator penting dalam
menilai tingkat kematangan individu, terutama pada anak-anak dan remaja. Salah satu
instrumen yang sangat signifikan dalam mengukur kematangan sosial adalah Vineland
Social Maturity Scale (VSMS), yang dikembangkan oleh Edgar A. Doll
pada tahun 1935.
VSMS memiliki peran penting dalam bidang psikologi perkembangan dan
pendidikan khusus, khususnya dalam mengidentifikasi dan memahami tingkat
keterampilan adaptif pada individu dengan kebutuhan berbeda. Skala ini tidak hanya
sekadar alat ukur, melainkan juga merupakan jendela untuk memahami kompleksitas
perkembangan sosial yang dialami oleh setiap individu.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah Tes VSMS?
2. Apa saja jenis Tes VSMS?
3. Apa tujuan dan manfaat Tes VSMS?
4. Apa saja kategori nilai dalam Tes VSMS?
C. Tujuan
1. Mengetahui sejarah Tes VSMS.
2. Mengetahui jenis Tes VSMS.
3. Mengetahui tujuan dan manfaat Tes VSMS.
4. Mengetahui kategori nilai dalam Tes VSMS.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah VSMS
VSMS (Vineland Social Maturity Scale) adalah instrumen penilaian psikometrik
yang dirancang untuk membantu dalam penilaian kompentisi sosial. Skala ini
dikembangkan oleh psikolog Amerika, Edgar Arnold Doll pada tahun 1935. Doll
menamakannya berdasarkan sekolah pelatihan Vineland untuk Tunagrahita, tempat dia
mengembangkan skala ini. Doll menyadari bahwa banyak orang dengan
keterbelakangan mental (disabilitas intelektual) dapat berfungsi secara sosial meskipun
memiliki IQ rendah. Oleh karena itu, ia menciptakan alat untuk menilai social maturity
(kematangan sosial), yang mencakup kemampuan berinteraksi dengan lingkungan
secara adaptif.1
Vineland Social Maturity Scale merupakan suatu alat ukur berbentuk inventory
yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan sosial anak. Inventory, yaitu
berupa sejumlah pernyataan yang sudah disediakan beberapa alternatif jawaban,
dimana subyek harus memilih salah satu dari jawaban yang tersedia. Skala ini juga
dapat dipakai sebagai pengganti pemeriksaan psikometrik ketika sesuatu hal
pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan (misalnya: adanya kesukaran bicara,
kerusakan koordinasi syaraf otot, karena budaya yang berbeda, atau karena
individu yang diperiksa tidak dapat didatangkan). Dari beberapa penelitian
diungkapkan bahwa ada hubungan antara umur sosial (Social Age=SA) dan umur
mental (Mental Age= MA). Hasil pengukuran SA ini valid bila tidak ada pengaruh
lain di luar kecerdasan (seperti kelumpuhan, gangguan emosi, faktor-faktor
situasi).2
B. Aspek Yang Diukur
Pada tes ini, diperlukan jawaban/informasi yang dapat dipercaya dari orang tua atau
pengasuh utama anak mengenai perkembangannya mulai dari tahun pertama sampai
pada saat tes dilakukan. VSMS terdiri dari 117 item yang terbagi dalam delapan
1
Bangalore N Roopesh, Vineland Social Maturity Scale: An Update on Administration and Scoring,
Indian Journal of Clinical Psychology, 46(2), 2019, hlm 91
2
Uswatun Hasanah, Sikap Over Proteksi Orang Tua Dan Kematangan Sosial Anak, Journal An-Nafs:
Kajian Penelitian Psikologi, 1(1), 2016, hlm 136
2
dindikator dan terbagi dalam beberapa periode usia hitungan tahun. Delapan indikator
dalam VSMS adalah sebagai berikut:
1. Self-help general (SHG) : Kemampuan menolong dirinya sendiri
Contoh :
Anak-anak: Membersihkan mainan setelah bermain, menggosok gigi atau mencuci
tangan tanpa bantuan.
Dewasa: Mengatur jadwal tidur dan bangun sendiri, membersihkan rumah atau
kamar tanpa diingatkan.
2. Self-help eating (SHE) : Kemampuan untuk makan sendiri
Contoh :
Anak-anak: Menggunakan sendok dan garpu untuk makan, menuangkan air ke
gelas tanpa bantuan.
Dewasa: Menyiapkan makanan sederhana untuk dirinya sendiri, mengatur pola
makan dan memilih makanan sehat.
3. Self-help Dressing (SHD) : Kemampuan untuk berpakaian sendiri
Contoh :
Anak-anak: Memakai baju atau sepatu sendiri tanpa bantuan orang tua,
mengancingkan kemeja atau ritsleting jaket.
Dewasa: Memilih pakaian yang sesuai untuk acara tertentu, merawat pakaian
seperti mencuci dan menyetrika.
4. Self-direction (SD) : Kemampuan untuk memimpin dirinya sendiri
Contoh :
Anak-anak: Mengikuti rutinitas sehari-hari seperti mandi dan tidur tepat waktu,
mematuhi aturan sederhana, seperti menyelesaikan pekerjaan rumah.
Dewasa: Mengatur keuangan pribadi, seperti membayar tagihan tepat waktu,
membuat keputusan mandiri tentang pekerjaan atau pendidikan.
5. Ocuppation (O) : Kemampuan bekerja untuk dirinya sendiri
Contoh :
Anak-anak: Melakukan tugas sederhana seperti membantu membereskan meja
makan, mengikuti aktivitas belajar atau tugas sekolah dengan fokus.
Dewasa: Mengelola pekerjaan sehari-hari di kantor atau tempat kerja, melakukan
pekerjaan rumah tangga seperti memasak atau mencuci piring.
3
6. Communication (C) : Kemampuan komunikasi
Contoh :
Anak-anak: Mengucapkan salam atau berbicara dengan teman sebaya,
mengungkapkan kebutuhan, seperti meminta minum ketika haus.
Dewasa: Berkomunikasi secara profesional di tempat kerja, menyampaikan
pendapat atau gagasan dengan jelas dalam diskusi.
7. Locomotion (L) : Kemampuan begerak
Contoh :
Anak-anak: Berjalan, berlari, atau melompat dengan koordinasi yang baik,
mengendarai sepeda roda tiga atau bermain di taman bermain.
Dewasa: Mengendarai kendaraan untuk bepergian, berjalan cepat atau menaiki
tangga tanpa kesulitan.
8. Socialization (S) : Kemampuan bersosialisasi
Contoh :
Anak-anak: Bermain bersama teman tanpa konflik, mengikuti kegiatan kelompok,
seperti lomba atau permainan tim.
Dewasa: Membina hubungan sosial dengan teman, keluarga, atau rekan kerja,
menghadiri acara sosial seperti pesta atau rapat dengan percaya diri.3
C. Jenis Tes VSMS
VSMS terdiri dari daftar pertanyaan yang masing-masing terdiri dari beberapa
indikator yang menggambarkan perkembangan sosial individu , yaitu :
1. Self-help general (SHG): eating, and dressing oneself , yaitu kemampuan untuk
menolong dirinya sendiri, menyeimbangkan kepala, tengkurap, menjangkau
benda-benda dekat, duduk, berdiri dan sebagainya.
2. Self-help eating (SHE): the child can feed himself yaitu mampu untuk makan
sendiri.
3. Self-help dressing (SHD): the child can dress himself yaitu mampu untuk
berpakaian sendiri.
4. Self-direction (SD): the child can spend money and assume responsibilities
yaitu mampu untuk memimpin dirinya sendiri, misalnya mampu mengatur
keuangannya sendiri dan memikul tanggung jawab sendiri.
3
Muh Heriyanto, AKU BISA. Temukan Potensi dan Kehebatan Diri, Moeh Media Digital, 2020, hlm 75
4
5. Occupation (O): the child does things for himself, cuts things, uses a pencil and
transfer objects yaitu mampu melakukan pekerjaan untuk dirinya,
menggunting, menggunakan pensil, memindahkan benda-benda.
6. Communication (C): the child talks, laughs and reads yaitu mampu melakukan
komunikasi seperti berbicara, tertawa, dan membaca.
7. Locomotion (L): the child can move about where he wants to go yaitu mampu
melakukan gerakan motorik misalnya anak mampu bergerak ke manapun yang
ia inginkan.
8. Socialization (S): the child seeks the company of others, engages in play and
competes yaitu mampu bersosialisasi misalnya berteman, terlibat dalam
permainan dan berkompetensi.
Dari 8 aspek tersebut, kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi sangat penting
agar anak mempunyai kematangan sosial yang normal. Kemampuan bersosialisasi pada
satu tahun pertama tersebut adalah mendekati orang-orang yang dikenal dan minta
diperhatikan, sedangkan kemampuan berkomunikasinya adalah mendekat/tertawa,
bicara/meniru suara-suaга dan mengikuti petunjuk/perintah yang sederhana.4
D. Tujuan dan Manfaat Tes VSMS
Tujuan dari tes VSMS (Vineland Social Maturity Scale) adalah untuk mengukur
tingkat kematangan sosial seseorang. Kematangan sosial mencerminkan kemampuan
individu untuk berfungsi secara mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya
sesuai dengan usianya. Tes ini sangat berguna untuk memetakan kemampuan sosial
individu dan memberikan wawasan tentang bagaimana mereka dapat dibantu untuk
berkembang lebih baik.
Adapun manfaat dari tes VSMS adalah:
1. Membantu mengidentifikasi tingkat kematangan sosial seseorang, sehingga
dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan khusus individu dalam aspek
sosial, pendidikan, atau kehidupan sehari-hari.
2. VSMS digunakan untuk mendukung diagnosis gangguan perkembangan
atau intelektual, seperti: keterbelakangan mental, gangguan spektrum
autisme (ASD), gangguan belajar atau masalah perilaku.
4
M. Askar, Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, (Makassar : Unit Penelitian Politeknik Kesehatan
Makassar), 2018, hlm 114
5
3. VSMS membantu menilai sejauh mana individu mampu menjalani
kehidupan secara mandiri, seperti mengurus kebutuhan sehari-hari,
berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.
4. Hasil VSMS membantu orang tua, pengasuh, atau profesional memahami
bagaimana seseorang berfungsi dalam lingkungan sosial mereka, sehingga
mereka dapat memberikan dukungan yang lebih baik.5
E. Kategori Nilai VSMS
Adapun kategori nilai dari tes VSMS terdapat pada tabel berikut6:
Score Social Age Kategori Nilai VSMS Keterangan Hasil Tes VSMS
Total
<61.0 <6,0 Tahun Kurang sesuai usia Kematangan sosial yang
dimiliki oleh anak kurang
sesuai dengan usia yang
dimiliki saat ini.
61.5-64.5 6,1-6,5 Sesuai usia Kematangan sosial yang
Tahun dimiliki oleh anak sesuai
dengan usia yang dimiliki saat
ini.
65.0-76.0 7,0-9,5 Diatas rata-rata Kematangan sosial yang
Tahun dimiliki oleh anak berada
diatas rata-rata usia yang
dimiliki saat ini.
>77.0 >9,5 Tahun Tinggi Kematangan sosial yang
dimiliki oleh anak melampaui
usia rata-rata yang dimilki
oleh anak seusianya.
5
Bangalore N Roopesh, Advanced scoring and interpretation of Vineland Social Maturity Scale:
Procedure to obtain 'Impairment Adjusted - Social Quotient'. Indian Journal of Applied Research, 12, 2022, hlm
2
6
Dinda Permatasari Harahap dan Ade Chita Putri Harahap, Instrumentasi Tes dalam Bimbingan dan
Konseling, Medan, 2024, hlm 140-141
6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
7
DAFTAR PUSTAKA
Askar, M. (2018). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Makassar: Unit Penelitian Politeknik
Kesehatan Makassar.
Dinda Permatasari Harahap. Ade Chita Putri Harahap. (2024). Instrumentasi Tes dalam
Bimbingan dan Konseling.
Harahap, D. P. (2024). Instrumentasi Tes dalam Bimbingan dan Konseling. Medan.
Hasanah, U. (2016). Sikap Over Proteksi Orang Tua Dan Kematangan Sosial Anak. Journal
An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 1(1).
Heriyanto, M. (2020). AKU BISA. Temukan Potensi dan Kehebatan Diri. Moeh Media Digital.