0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan21 halaman

Ukuran Katup dan Pengaruhnya pada Daya Motor

Diunggah oleh

animaghfiroh07
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan21 halaman

Ukuran Katup dan Pengaruhnya pada Daya Motor

Diunggah oleh

animaghfiroh07
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

VARIASI UKURAN DIAMETER KATUP UNTUK PENINGKATAN

TORSI DAN DAYA PADA MOTOR DENGAN MESIN BERKAPASITAS


97,1 CC

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat kelulusan


Program Diploma IV

Oleh

Muhammad Abdul Latif


NPM 224303013

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI REKAYASA OTOMOTIF


JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI MADIUN
OKTOBER 2024
RINGKASAN

Latif, Muhammad A., [Link] Ukuran Diameter Katup Terhadap Daya dan
Torsi pada Sepeda Motor Honda Fit X, Program Studi D4 Teknologi
Rekayasa Otomotif, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Madiun. Dosen
Pembimbing: (I) Nama, (II) Nama, dan (III) Nama.

Katup merupakan suatu komponen pada mesin yang berfungsi untuk


membuka saluran intake agar udara dapat masuk ke dalam mesin saat langkah hisap
dan juga untuk membuka saluran exhaust agar gas sisa pembakaran dapat keluar
dari mesin saat langkah buang. Modifikasi pada ukuran diameter daun katup
diharapkan mampu mendongkrak tenaga dan torsi dari motor, karena pasokan
udara yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih banyak dari standar. Selain
tenaga dan torsi yang dihasilkan, juga perlu memperhatikan konsumsi bahan bakar
setelah mengubah ukuran katup dan pengaruh paling signifikan terhadap kinerja
mesin setelah mengubah ukuran katup.
Objek pada penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan daya dan torsi pada
sepeda motor Honda Supra Fit X dengan mesin berkapasitas 97,1cc ketika
menggunakan katup standar dan katup variasi. Pengetesan menggunakan alat uji
Dynotest, sehingga didapatkan data berupa putaran mesin, daya dan torsi.
Perbedaan katup standar dengan katup variasi yaitu ukuran diameter daun katup
yang berbeda tetapi ukuran batang katup yang tetap [Link] diameter daun
katup yang standar dalam penelitian ini adalah 22,5 mm untuk katup hisap dan 19,5
mm untuk katup buang ,sedangkan katup variasi berukuran 24 mm untuk katup
hisap dan 21 mm untuk katup buang.

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
tidak lupa mengucapkan Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan
atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada
penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi tentang
pengaruh ukuran diameter katup terhadap daya dan torsi.
Perjalanan yang panjang disertai perjuangan yang tidak mudah telah penulis
lalui dalam penyelesaian penyusunan skripsi ini. Banyak rintangan yang dihadapi
dalam penyusunannya, namun berkat doa dan dukungan dari banyak pihak,
akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini, Oleh karena itu
penulis ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada :
1. Pembimbing 1…………..
2. Pembimbing 2…………..
3. Pembimbing 3………………….
4. Direktur Politeknik Negeri Madiun ……………….
5. Dst

Penulis yakin bahwa penyusunan laporan tugas akhir ini masih jauh dari
sempurna, mengingat keterbatasan kemampuan saya, oleh sebab itu saran dan
masukan sangat diharapkan dari semua pihak untuk perbaikan laporan tugas akhir.

Madiun, 25 Oktober 2024

Muhammad Abdul Latif

ii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
RINGKASAN .................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ v
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ................................................................................... 3
1.3. Tujuan ..................................................................................................... 3
1.4. Manfaat Tugas Akhir ............................................................................... 3
1.5. Batasan Masalah ..................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................................... 5
Penelitian Terdahulu ............................................................................... 5
Tinjauan Teoritis ..................................................................................... 6
Kerangka Pemikiran ................................................................................ 7
BAB III METODE DAN RANCANGAN PENELITIAN ............................................... 8
3.1. Metode.................................................................................................... 8
3.2. Lokasi Penelitian ..................................................................................... 8
3.3. Tahap penelitian ..................................................................................... 8
3.4. Rancangan penelitian............................................................................ 10
BAB IV RENCANA JADWAL PENGERJAAN TUGAS AKHIR............................... 11
4.1. Jadwal Pengerjaan Tugas Akhir............................................................. 11
4.2. Rencana Anggaran Biaya....................................................................... 12
DAFTAR RUJUKAN ..................................................................................................... 13
LAMPIRAN ................................................................................................................... 14

iii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 4.1 (Jadwal pengerjaan tugas akhir) ................................................... 11
Tabel 4.2 (Rencana anggaran belanja) ......................................................... 12

iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman

Gambar 2.1 (Dynamometer) ........................................................................ 6


Gambar 2.2 (Katup hisap dan katup buang)................................................. 7

v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman

vi
BAB I
PENDAHULUAN

Pada bagian ini disajikan beberapa poin terkait dengan rasionalisasi dan
orientasi penelitian, antara lain: (a) latar belakang; (b) rumusan masalah; (c) tujuan;
(d) manfaat; dan (e) batasan masalah.
1.1. Latar Belakang
Perkembangan industri otomotif di Indonesia beberapa tahun terakhir
mengalami peningkatan yang signifikan. Meningkatnya minat konsumen menjadi
salah satu penyebab berkembangnya dunia industri otomotif di Indonesia. Bahkan
transportasi pribadi telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat sebagai
penunjang dalam melakukakan aktivitas sehari-hari maupun untuk bekerja. Hal ini
berdampak pada perusahaan otomotif yang ada di Indonesia semakin banyak,
sehingga menambah lapangan kerja bagi masyarakat. Tercatat pada tahun 2022
terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor dengan kapasitas produksi
sebesar 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak
38.000 orang dan 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri (Hafiyyan
2022). Mengutip data Gaikindo, Indonesia mengekspor kendaraan bermotor hingga
lebih dari 470.000 unit dan meliputi 93 negara tujuan. Informasi ini menunjukkan
betapa besarnya industri otomotif di Indonesia dan tentu akan terus berkembang.
Hal ini juga tak luput dari dukungan pemerintah dalam menerapkan kebijakan-
kebijakan yang mendorong pertumbuhan industri otomotif.
Ada berbagai macam transportasi pribadi di Indonesia seperti pesawat,
mobil, dan sepeda motor. Sepeda motor merupakan salah satu transportasi pribadi
yang sangat diminati masyarakat. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor
Indonesia (AISI), penjualan motor nasional tercatat sebanyak 4.872.496 unit pada
Januari-September 2024. Angka ini meningkat 3,19% dibandingkan penjualan
motor nasional pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni 4.721.683 unit.
Mengutip buku Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XI. Program
Keahlian Teknik Otomotif. Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
(Edisi Revisi), Z. Furqon, S.T. , Drs. Joko Pramono (2021), sepeda motor adalah
kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Di Indonesia sendiri
terdapat berbagai jenis sepeda motor seperti skuter,motor sport, dan motor bebek.

1
Sepeda motor jenis motor bebek termasuk salah satu yang paling diminati. Sepeda
motor jenis ini memeliki karakteristik seperti desain yang sederhana dan fungsional,
konsumsi bahan bakar yang efisien serta akselerasi yang lebih mudah dengan
adanya perpindahan transmisi secara manual. Akan tetapi peminat sepeda motor
bebek mulai menurun seiring dengan meningkatnya popularitas motor skuter matik.
Meski begitu ada beberapa yang tetap setia menggunakan sepeda motor bebek
karena ketangguhannya serta biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan
motor jenis lain.
Salah satu contoh sepeda motor bebek yang memiliki banyak
penggemar adalah Honda Fit X. PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim Honda
Supra Fit X sebagai produk unggulan yang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari
yang tangguh serta irit bahan bakar. Honda membekali motor bebek ini dengan
mesin tipe 4-stroke, SOHC, berkapasitas 97,1cc, berpendingin udara, karburator.
Dengan modal tersebut, Supra Fit X diklaim mampu menyemburkan tenaga
maksimal 7,3 PS pada putaran 8.000 rpm dan torsi puncak 0,74 kg/m pada putaran
6.000 rpm melalui sistem transmisi manual empat percepatan. Akan tetapi sepeda
motor yang sudah berumur memiliki kekurangan yaitu semakin bertambahnya usia
mesin, umumnya mesin akan mengalami penurunan tenaga dan torsinya, sehingga
banyak dari penggunanya melakukan berbagai modifikasi pada mesin, salah
satunya adalah modifikasi pada ukuran diameter katup hisap dan katup buang.
Katup merupakan suatu komponen pada mesin yang berfungsi untuk
membuka saluran intake agar udara dapat masuk ke dalam mesin saat langkah hisap
dan juga untuk membuka saluran exhaust agar gas sisa pembakaran dapat keluar
dari mesin saat langkah buang. Modifikasi pada ukuran diameter daun katup
diharapkan mampu mendongkrak tenaga dan torsi dari motor, karena pasokan
udara yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih banyak dari standar. Selain
tenaga dan torsi yang dihasilkan, juga perlu memperhatikan konsumsi bahan bakar
setelah mengubah ukuran katup dan pengaruh paling signifikan terhadap kinerja
mesin setelah mengubah ukuran katup.
Objek pada penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan daya dan torsi pada
sepeda motor Honda Supra Fit X ketika menggunakan katup standar dan katup
variasi. Pengetesan menggunakan alat uji Dynotest, sehingga didapatkan data

2
berupa putaran mesin, daya dan torsi. Perbedaan katup standar dengan katup variasi
yaitu ukuran diameter daun katup yang berbeda tetapi ukuran batang katup yang
tetap [Link] diameter daun katup yang standar dalam penelitian ini adalah
22,5 mm untuk katup hisap dan 19,5 mm untuk katup buang ,sedangkan katup
variasi berukuran 24 mm untuk katup hisap dan 21 mm untuk katup buang.
Berdasarkan uraian di atas, sepeda motor standar dapat dimodifikasi
sedemikian rupa dengan harapan performa kerjanya dapat meningkat. Penelusuran
penelitian terdahulu belum pernah dijumpai informasi tentang modifikasi sepeda
motor Honda Fit X 91,7cc dengan mengubah ukuran katup. Hipotesis penelitian
adalah semakin besar ukuran katup maka daya dan torsi mesin dapat meningkat.
Penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab hipotesis tersebut.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang
akan diteliti didalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana modifikasi sepeda motor dengan metode peningkatan ukuran


diameter pada katup mesin menjadi metode yang cukup efektif bagi
masyarakat yang ingin memperoleh peningkatan daya dan torsi ?
2. Bagaimana pengaruh peningkatan ukuran diameter terhadap konsumsi bahan
bakar ?

1.3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Mengetahui seberapa banyak daya dan torsi mesin yang mampu dicapai
dengan menggunakan metode peningkatkan ukuran diameter daun katup.
2. Membandingkan pengaruh perubahan ukuran diameter daun katup terhadap
borosnya konsumsi bahan bakar.
3. Menyelidiki pengaruh paling signifikan terhadap kinerja motor setelah
dilakukan perubahan diameter katup.

1.4. Manfaat Tugas Akhir


Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, dari penelitian ini
diharapkan dapat diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut :

3
1. Bagi perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini dapat digunakan
sebagai informasi tambahan mengenai modifikasi ukuran katup pada motor
bakar 4 langkah.
2. Bagi komunitas penelitian sejenis, penelitian ini dapat menyediakan data
primer untuk kelanjutan penelitian dibidang motor bakar 4 langkah.
3. Sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat dan bagi para peminat
modifikasi kendaraan bermotor.

1.5. Batasan Masalah


Didalam penelitian ini, peneliti ingin membatasi masalah yang akan diteliti
seputar permasalahan yang berkaitan dengan perubahan ukuran diameter katup
terhadap daya dan torsi pada sepeda motor Honda Fit X yang meliputi unsur-
unsur sebagai berikut :
1. Suhu mesin ketika pengujian pada katup standar dan pengujian pada katup
variasi dianggap sama.
2. Hasil yang diperoleh melalui penilitian ini meliputi torsi, daya dan
konsumsi bahan bakar.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pada Bab ini sebagai bahan kajian pembahasan akan disajikan secara singkat

Penelitian Terdahulu
Sebelumnya, telah ada beberapa penelitian yang berkaitan dengan
peningkatan daya dan torsi. Penelitian terdahulu tentang peningkatan torsi dan daya
menjadi referensi penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat
memperbanyak teori yang sangat bermanfaat dalam mengerjakan penelitian ini.
Ada berbagai macam cara untuk meningkatkan torsi dan daya sepeda motor, seperti
merubah diameter piston, merubah diameter katup, merubah bahan bakar, dll.
Namun pada penelitian ini saya akan menggunakan metode variasi diameter katup
untuk meningkatkan torsi dan daya mesin.

Daya suatu kendaraan dapat berubah dengan salah satu faktornya yaitu pada
perubahan ukuran diameter katupnya, pada hasil pengujian katup dengan ukuran
katup hisap 21mm dan katup buang 19mm terhadap daya tersebut menunjukkan
hasil rata-rata sesuai dengan standar motor 110 cc. Hasil pengujian katup dengan
ukuran katup hisap 23mm dan katup buang 21mm terhadap dayamengalami
perubahan yang cukup besar dari yang standarnyadikarenakan ukuran katup yang
sudah diubah melebihi ukuran katup standarnya. (Rofi’I, 2021)

Katup variasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran campuran bahan bakar
ke ruang pembakaran. Tujuan yang melatar belakangi dipilihnya variasi katup ini
supaya pemasukan udara dan campuran bahan bakar lebih banyak masuk ke ruang
pembakaran agar mendapatkan efisiensi volumetrik yang ideal, dimana katup
(valve) berperan sebagai pintu masuk campuran bahan bakar ke ruang bakar. Hal
ini tentunya memiliki pengaruh besar terhadap daya mesin dan konsumsi bahan
bakar pada kendaraan tersebut (Widayana, 2018).

Konsumsi bahan bakar dengan variasi diameter katup hisap dan katup buang
mempunyai tingkat konsumsi bahan bakar yang tinggi dibandingkan katup
sebelum divariasi dikarenakan katup yang sudah divariasi akan memperlancar
aliran campuran bahan bakar ke ruang pembakaran lebih banyak sehingga bahan

5
bakar yang digunakan juga bertambah sesuai dengan kebutuhan pada saat proses
pembakaran, dan konsumsi bahan bakar juga akan menambah tingginya putaran
mesin dan kecepatan serta daya karena gerak piston yang semakin cepat yang di
akibatkan oleh aliran udara dan bahan bakar yang banyak (Susila,2019).

Tinjauan Teoritis
1. Daya

Daya adalah besarnya kerja motor persatuan waktu. (Arends dan Berenschot,
1980:18). Satuan daya yaitu hp (horse power). Daya pada sepeda motor dapat
diukur dengan menggunakan alat dynotest.

2. Torsi

Gaya tekan putar pada bagian yang berputar disebut torsi, sepeda motor
digerakkan oleh torsi dari crankshaft. (Jama, 2008 : 23). Torsi adalah ukuran
kemampuan mesin untuk melakukan kerja. Besaran torsi adalah besaran turunan
yang biasa digunakan untuk menghitung energi yang dihasilkan dari benda yang
berputar pada porosnya. (Raharjo dan Karnowo, 2008 : 98). Satuan torsi biasanya
dinyatakan dalam N.m (Newton meter).

3. Dynotest

Dynotest, atau dynamometer test, adalah proses pengujian yang digunakan


untuk mengukur performa dan tenaga mesin kendaraan secara real-time. Ada
beberapa tujuan dynotest, seperti mengukur tenaga masksimal dan mengukur torsi
yang dihasilkan dalam satuan Newton-metre (Nm) (Rizki 2022)

Gambar 2.1 (Dynamometer)

6
4. Katup

Katup adalah komponen dalam mesin pembakaran dalam yang berfungsi


untuk membuka saluran intake agar udara dapat masuk ke dalam mesin saat langkah
hisap dan juga untuk membuka saluran exhaust agar gas sisa pembakaran dapat
keluar dari mesin saat langkah buang.

Gambar 2.2 (Katup hisap dan katup buang)

Kerangka Pemikiran
Peningkatan performa sepeda motor dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya yaitu bore up, stroke up, dan variasi diameter katup. Perbedaan ukuran
diameter dapat berpengaruh pada besarnya daya, torsi dan konsumsi bahan bakar.
Ukuran katup yang sudah divariasi akan memperlancar aliran campuran bahan
bakar ke ruang pembakaran lebih banyak sehingga bahan bakar yang digunakan
juga bertambah sesuai dengan kebutuhan pada saat proses pembakaran. Hal tersebut
mempengaruhi performa motor karena hal ini berhubungan dengan proses
pembakaran di dalam silinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana perbedaan daya dan torsi pada motor Honda Fit X (97,1cc) yang
menggunakan katup standar dibandingkan dengan menggunakan katup variasi.

7
BAB III
METODE DAN RANCANGAN PENELITIAN

3.1. Metode
Metode penelitian adalah cara utama yang digunakan peneliti untuk
mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan (Arikunto,
2019). Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Penelitian
eksperimen disebut juga percobaan yang berasal dari bahasa Latin “ex-periri”
yang berarti menguji coba. Penelitian eksperimen adalah suatu tindakan dan
pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap variabel tertentu untuk mencari
akibat dari sesuatu yang dilakukan secara sengaja sehingga peneliti dapat
mengetahui hubungan sebab akibat dari tindakan tersebut.
Pada penelitian ini ada beberapa perubahan yang dilakukan pada mesin
Honda Fit X, sehingga perlu dilakukan penelitian. Perubahan tersebut yaitu untuk
mengetahui data pengujian pengaruh variasi diameter katup hisap dan buang
terhadap performa mesin.
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Madiun kampus II Jl. Ring
Road Barat, Winongo, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. kampus II
sendiri memiliki banyak workshop mulai dari laboratorium teknologi pengujian
motor pembakaran dalam, lab. performa mesin, lab. ototronik, lab. chasis dan
sistem penggerak dll. Pengujian pengaruh diameter katup hisap dan katup buang
terhadap performa daya dan torsi mesin Honda Fit X dilakukan tepatnya di bengkel
performa yang mana bengkel tersebut menyediakan alat uji Dynotest. dengan
menggunakan Dynotest kita bisa mengetahui perbandingan daya dan torsi mesin
yang menggunakan katup standar dibandingkan dengan katup variasi.

3.3. Tahap penelitian


Tahap penelitian mencakup langkah-langkah pelaksanaan dari awal sampai akhir,adapun
langkahnya sebagai berikut :
1. Identifikasi Masalah
Langkah pertama dalam setiap penelitian adalah mengidentifikasi masalah yang
akan ditangani. Masalah penelitian adalah pernyataan tentang gap antara kondisi
saat ini dan kondisi yang diinginkan. Dalam penelitian ini, peneliti menguji coba

8
modifikasi diameter katup standar dengan katup variasi yang lebih besar dengan
harapan modifikasi tersebut mampu meningkatkan daya dan torsi pada mesin Honda
Fit X
2. Studi Pustaka
Studi pustaka adalah proses pengumpulan, membaca, dan menganalisis literatur
yang relevan dengan topik penelitian yang akan dilakukan. Dalam penelitian ini,
Peneliti telah mengumpulkan, membaca, dan menganalisis beberapa literatur yang
relevan. Sumber literatur bisa didapat dari publikasi akademik seperti jurnal, buku,
tesis, serta sumber online. Studi pustaka bertujuan untuk memahami perkembangan
penelitian sebelumnya, menemukan celah penelitian, dan membangun dasar teori
untuk penelitian yang akan dilakukan.
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui proses
penelitian. Tujuan penelitian menetapkan apa yang ingin dicapai oleh peneliti dengan
studi yang dilakukan. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui seberapa banyak daya dan torsi mesin yang mampu dicapai dengan
menggunakan metode peningkatkan ukuran diameter daun katup.
2. Membandingkan pengaruh perubahan ukuran diameter daun katup terhadap
borosnya konsumsi bahan bakar.
3. Menyelidiki pengaruh paling signifikan terhadap kinerja motor setelah dilakukan
perubahan diameter katup.
4. Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk
menguji hipotesis dengan cara yang sistematis dan terkontrol. Penelitian eksperimen
melibatkan manipulasi variabel independen dan pengukuran efeknya terhadap variabel
dependen dalam kondisi yang terkontrol.
5. Analisis dan Penyajian Data
Analisis data adalah proses pengolahan dan pemeriksaan data yang telah
dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis. Analisis
data melibatkan berbagai teknik dan metode untuk menemukan pola, hubungan, dan
makna dalam data.

9
Penyajian data adalah proses menyusun dan menyajikan hasil analisis data dalam
bentuk yang mudah dipahami oleh pembaca atau audiens. Penyajian data bertujuan
untuk mengomunikasikan temuan penelitian dengan cara yang jelas dan menarik.

3.4. Rancangan penelitian


Rancangan penelitian dirumuskan dengan tujuan adanya arah yang jelas dan target
yang hendak dicapai dalam penelitian. Jika tujuan penelitian jelas dan terumuskan
dengan baik, maka penelitian dan pemecahan masalah akan berjalan dengan baik pula.
Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen. Penelitian
eksperimen merupakan kegiatan penelitian untuk mengontrol, memanipulasi dan
mengobservasi subjek penelitian. Penelitian eksperimen ini menggunakan 1 mesin uji
coba yang memiliki variasi diameter katup. Pengujian torsi dan daya mesin
menggunakan alat uji Dynotest.

10
BAB IV
RENCANA JADWAL PENGERJAAN TUGAS AKHIR

4.1. Jadwal Pengerjaan Tugas Akhir

No. Kegiatan Januari Februari Maret April Mei

Persiapan

1 Penyusunan Proposal x
Pembelian Katup
2
Variasi x

3 Penyiapan Mesin Uji x

Pelaksanaan

Pengujian Performa
4
Menggunakan Dynotest x x

5 Pengumpulan Data x

Analisis Data

Pengolahan dan
6
Analisis Data x

Penyusunan Laporan

Penulisan Laporan
7
Akhir x x

8 Pencetakan Laporan x
Seminar dan Presentasi
9
Hasil x
Tabel 4.1 (Jadwal pengerjaan tugas akhir)
Catatan:
• X menunjukkan waktu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal.
• Jadwal ini fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian serta
sumber daya yang tersedia.

11
4.2. Rencana Anggaran Biaya

No Uraian Kegiatan Volume Harga Satuan (IDR) Jumlah (IDR)

Penyusunan
1 1 100.000 100.000
Proposal Skripsi

Penyiapan Mesin
2 1 5.000.000 5.000.000
Uji

3 Pembelian Katup 2 70.000 140.000

4 Porting Polish 1 300.000 300.000

Penulisan dan
5 Penyusunan 1 50.000 50.000
Laporan Akhir

Pencetakan
6 1 100.000 100.000
Laporan

Biaya Konsumsi
7 1 100.000 100.000
dan Transportasi

JUMLAH 5.790.000

Tabel 4.2 (Rencana Anggaran Biaya)

12
DAFTAR RUJUKAN

Sunandar, Amir. (2021). Analisis Hasil Modifikasi Mesin Sepeda Motor 4 Langkah 100
CC Menjadi 107 CC Dengan Merubah Diameter Piston Dan Diameter Katup.
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore, 1(2), 24-28.
[Link]
Hidayat, Taufiq. (2018). Karakteristik Sifat Mekanik Dan Struktur Mikro Valve (Katup)
Sepeda Motor Roda Dua Tipe Ori Dan Tipe Kw. Journal Of Mechanical
Engineering, 2 (1). [Link]
9191-7d87d9a03799
Rofi’i, Angga Dihar. (2021). Variasi Diameter Katup Hisap Dan Katup Buang Terhadap
Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor 110CC.
[Link]
Utama, Khanif Sunu. (2022). Pengaruh Ukuran Katup Terhadap Kinerja Mesin Motor
Honda Astrea Grand 145 CC. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
[Link]
Taufik, Moch. (2017). Pengaruh Diameter Porting Polish Terhadap Unjuk Kerja Motor
Bakar 4 Langkah. 1 (2) eJurnal UNMUH JEMBER.
[Link]
Wahyu, Pangeran Musa. (2020). Pengaruh Intake Dan Exhaust Lobe Lift Serta Celah
Katup Terhadap Konsumsi Bahan Bakar. Steam Engineering, 1(2), 44-49. [Link]
[Link]/[Link]/JPTM/article/view/683

13
LAMPIRAN

Lampiran 1 surat ijin penelitian

14

Anda mungkin juga menyukai