0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan6 halaman

Capaian Pembelajaran PKK SMK

Diunggah oleh

Nita Hardika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan6 halaman

Capaian Pembelajaran PKK SMK

Diunggah oleh

Nita Hardika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN PROJEK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN (PKK)


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Bidang Keahlian : Bisnis dan Manajemen


Program Keahlian : Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
Mata Pelajaran : Projek Kreatif dan Kewirausahaan
Waktu : 200 Jam Pelajaran

A. Rasional

Mata Pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) merupakan


wahana pembelajaran bagi peserta didik melalui pendekatan
pembelajaran berbasis projek untuk mengaktualisasikan dan
mengekspresikan kompetensi yang dikuasai pada kegiatan pembuatan
produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis
(Kepmendikbudristek nomor 165/M/2021). Mata pelajaran ini
dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi peserta didik untuk
menumbuhkembangkan jiwa wirausaha (entrepreneur) dengan
memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan internal dan eksternal
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan secara umum


memperkuat 2 (dua) kelompok elemen: (1) kelompok elemen yang
diperlukan untuk mengembangkan kemampuan dalam membuat
perencanaan usaha dan pemasaran; (2) kelompok elemen yang
diperlukan untuk mengembangkan produk (barang/jasa). Kedua
kelompok elemen tersebut melingkupi:

1. desain/rencana produk, proses kerja pembuatan prototipe/contoh produk,


biaya produksi, kesesuaian fungsi, desain kemasan produk, proses
produksi, dan produksi massal;
2. kewirausahaan, peluang usaha, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI),
bisnis plan,pemasaran produk,laporan keuangan.
Strategi utama pembelajaran yang digunakan untuk dapat
menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha secara produktif dan
kreatif adalah:

1. menetapkan target kompetensi minimal sesuai dengan elemen


mata pelajaran dan pendekataan pembelajaran.
2. pembelajaran menggunakan pendekatan STEAM yang
mengintegrasikan antara Science, Technology, Enginering, Art
and Math, untuk mengembangkan kreatifitas peserta didik melalui
proses pemecahan masalah dalam kegiatan berwirausaha dan
atau melaksanakan proses produksi untuk menghasilkan
produk/layanan jasa.
3. mengatualkan kompetensi dan mengekspresikan ketertarikan
yang kuat (passion) dan visi dalam kegiatan projek dan atau
kewirausahaan.

Mata pelajaran PKK melalui materi dan strategi pembelajarannya


dirancang agar dapat menguatkan karakter dimensi Profil Pelajar
Pancasila dalam berbagai aspek di antaranya sebagai berikut.

1. Mandiri
Kemandirian peserta didik dibentuk dan dikembangkan melalui
kegiatan: (1) mempelajari Standar Prosedur Operasional (SPO)
proses produksi; (2) penyusunan Instruksi Kerja (IK) pekerjaan
terkait dengan proses produksi; (3) membuat desain produk; (4)
penyusunan proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proses
produksi; (5) melaksanakan kegiatan produksi sesuai dengan
spesifikasi yang dipersyaratkan konsumen; (6) melakukan penilaian
kesesuaian dengan spesifikasi produk; (7) mengevaluasi kesesuaian
kegiatan pembelajaran dengan rancangan, dan (8) melakukan
peningkatan berkelanjutan dalam kegiatan produksi.
2. Bernalar kritis
Bernalar kritis dibentuk dan dikembangkan melalui kegiatan
(1) mempelajari SPO kegiatan produksi; (2) penyusunan IK pekerjaan
terkait dengan proses produksi; (3) penyusunan desain produk, dan
(4) penyusunan proposal dan RAB produksi.
3. Kreatif
Kreativitas dikembangkan melalui kegiatan (1) membuat desain
produk; (2) penyusunan proposal dan RAB produksi; (3) pelaksanaan
kegiatan produksi, terutama dalam memecahkan masalah yang
terjadi dalam kegiatan produksi, dan (4) melakukan peningkatan
berkelanjutan dalam kegiatan produksi.

4. Gotong royong
Perilaku bergotong royong dikembangkan melalui kegiatan (1)
membuat desain produk; (2) melaksanakan kegiatan menghasilkan
produk/layanan jasa; (3) penyusunan proposal dan RAB produksi; (4)
pelaksanaan kegiatan produksi, dan (5) melakukan peningkatan
berkelanjutan dalam kegiatan produksi.
5. Kebhinekaan Global
Perilaku berkebinekaan global dibentuk melalui (1) kegiatan
menyusun desain dan rancangan produk (barang/jasa),
memanfaatkan potensi lokal, menggunakan standar proses dan
produk internasional, dan (2) melaksanakan tindak lanjut untuk
meningkatkan mutu berkelanjutan.

B. Tujuan
Mata pelajaran PKK bertujuan membentuk dan menumbuhkembangkan
kemampuan peserta didik dalam menggunakan kompetensi soft skills
dan hard skills melalui pengalaman nyata, yaitu:
1. menghasilkan produk (barang/jasa) yang terstandar sesuai dengan
program keahlian.
2. terbentuknya pelaku bisnis/berwirausaha sesuai dengan potensi dan
peluang pasar baik secara individu maupun kelompok.
3. terbentuknya profil lulusan SMK yang profesional dilandasi/didukung
kemampuan soft skills dan hard skills yang kuat dan seimbang.

C. Karakteristik
Mata pelajaran PKK memiliki karakteristik antara lain:
1. dikembangkan berdasarkan order/kegiatan produksi barang/jasa
yang sifatnya cepat tanggap (Responsive), melakukan
pembaharuan/modifikasi (Innovative) , dan mencipta atau
merancang sesuatu yang baru (Inventive) sesuai potensi internal
SMK (peserta didik, sumber daya SMK), dan masyarakat;
2. dikembangkan dengan memanfaatkan potensi yang ada di
lingkungan internal dan eksternal SMK, untuk melakukan kegiatan
wirausaha berbasis daring maupun luring. Model daring diutamakan
karena relatif murah dan mudah bagi pemula. Target yang
ditetapkan adalah omzet per semester per peserta didik atau per
kelompok peserta didik;
3. menggunakan pendekatan projek melalui integrasi berbagai
kompetensi dan kolaborasi peserta didik pada satu program
keahlian atau lebih sesuai kompleksitas produk (barang/jasa) yang
akan dihasilkan;
4. diorganisasikan dalam sistem blok berdasarkan karakteristik projek;
5. penilaian hasil belajar didasarkan pada kinerja, kesesuaian
spesifikasi produk (barang/jasa), ketepatan waktu, dan omzet yang
ditetapkan.

Mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan terdiri atas elemen-


elemen sebagai berikut.

Elemen Deskripsi
Desain/rencana produk, Meliputi penerapan desain/rencana produk,
proses kerja pembuatan proses kerja pembuatan prototipe/contoh
prototipe/contoh produk, produk, perencanaan biaya produksi, analisis
biaya produksi, kesesuaian kesesuaian fungsi, desain kemasan dan
fungsi, desain kemasan pengemasan produk, proses produksi, dan
dan pengemasan produk, produksi massal.
proses produksi, dan
produksi massal.
Kewirausahaan, peluang Meliputi penerapan kemampuan
usaha, Hak Atas Kekayaan berwirausaha, membaca peluang usaha,
Intelektual (HAKI), rencana memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual
usaha (business plan), (HAKI), menyusun rencana usaha (business
teknik pemasaran, laporan plan), menerapkan teknik pemasaran, dan
keuangan. membuat laporan keuangan.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengaktualkan
kompetensinya, mengekspresikan ketertarikan yang kuat (passion)
dan visi dalam kegiatan Projek dan atau berbisnis. Capaian
pembelajaran pada elemen-elemen mata pelajaran Projek Kreatif dan
Kewirausahaan dideskripsikan sebagai berikut.

Elemen Capaian Pembelajaran


Desain/rencana produk, Pada fase F, peserta didik mampu
proses kerja pembuatan melaksanakan pembuatan desain/rencana
prototipe/contoh produk, produk, proses kerja pembuatan
biaya produksi, kesesuaian prototipe/contoh produk, perencanaan biaya
fungsi, desain kemasan produksi, analisis kesesuaian fungsi, desain
dan pengemasan produk, kemasan dan pengemasan produk, proses
proses produksi, dan produksi, dan produksi massal.
produksi massal.
Kewirausahaan, peluang Pada fase F, peserta didik mampu
usaha, Hak Atas Kekayaan berwirausaha, membaca peluang usaha,
Intelektual (HAKI), rencana memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual
usaha (business plan), (HAKI), menyusun rencana usaha (business
teknik pemasaran, laporan plan), menerapkan teknik pemasaran, dan
keuangan. membuat laporan keuangan.

Strategi pembelajaran diatur sebagai berikut:


1. peserta didik mengerjakan bagian-bagian sederhana dari sebuah projek
(Level1), didampingi oleh pendidik dan atau instruktur dari dunia kerja;
2. peserta didik mengerjakan bagian-bagian pekerjaan yang lebih kompleks
(level 2) dari sebuah projek, menggunakan berbagai peralatan dan
teknologi yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Intensitas
pendampingan pendidik dan atau instruktur dunia kerja mulai berkurang;
3. peserta didik mengerjakan bagian-bagian pekerjaan yang lebih kompleks
dari sebuah projek yang memerlukan kreativitas (level 3) dengan
mengkolaborasikan berbagai kompetensi yang dipelajari pada mata
pelajaran lain di bawah supervisi pendidik dan atau instruktur dunia
kerja;
4. peserta didik melaksanakan projek dan/ berbisnis secara mandiri (level
4) dengan supervisor pendidik atau instruktur dari dunia kerja.

E. Referensi
1. Iman Firmansyah, [Link], Hj. Yoeningsih,[Link].,M.M, Dra, Hj. Sri Wiarti,MM, Cetakan Pertama, Produk
Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit : Pendidikan – Anggota Ikapi Berkhimad Untuk Ilmu
2. Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan,[Link] Setyowati, DKK, [Link] Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud,2017
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]
7. [Link]
8. [Link]
9. [Link]
10. [Link]
11. [Link]
12. [Link]
13. [Link]
14. [Link]
15. [Link]
16. [Link]
17. [Link]
18. [Link]
19. [Link]
20. [Link]
21. [Link]
22. [Link]
23. [Link]
24. [Link]

Anda mungkin juga menyukai