0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan23 halaman

Pelatihan Intensif Olimpiade Matematika

3

Diunggah oleh

tata chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan23 halaman

Pelatihan Intensif Olimpiade Matematika

3

Diunggah oleh

tata chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

RANCANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Tentang:
Program Olimpiade

Oleh :

Alya Zalpa Ulhakhi : 2214040118


Nur Hafizah : 2214040122

Izzatu Rafiqah : 2214040126


Asma Yora Oktika : 2214040130

Junda Sasri Malia : 2214040134


Miftahur Rahmi Pertama : 2214040136

Dosen Pengampu Mata Kuliah

Nita Putri Utami, M. Pd.

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
IMAM BONJOL PADANG
2024 M/ 1445 H
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikanrahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Program
Olimpade ini pada waktunya. Penulisan makalah ini merupakan salah satu
tugas dan persyaratan untuk memenuhi tugas mata kuliah Rancangan
Pembelajaran Matematika.

Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari bahwa tulisan ini


tidak luput dari kekurangan-kekurangan. Hal ini disebabkan oleh
keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki. Oleh karena
itu, semua kritik dansaran pembaca akan kami terima dengan senang hati
demi perbaikan makalah lebih lanjut. Tulisan ini dapat sepenuh diselesaikan
berkat adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya pada kesempatan ini kami


menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada
Ibu NITA PUTRI UTAMI, [Link] selaku dosen Pengampu mata kuliah
Rancangan Pembelajaran Matematika. Semoga tulisan yang jauh dari
sempurna ini ada manfaatnya bagi kami maupun kepada pembaca umumnya.

Padang, 24 November 2024

Penulis, Kelompok III

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I ...........................................................................................................3
PENDAHULUAN .......................................................................................3
B. Rumusan Masalah ................................................................................4
C. Tujuan Masalah ....................................................................................4
BAB II ..........................................................................................................5
PEMBAHASAN ..........................................................................................5
A. Pengertian Program Olimpiade.............................................................5
B. Kompone – Komponen dalam Program Olimpiade .............................8
C. Faktor – faktor dalam Program Olimpiade ..........................................9
D. Contoh Program Olimpiade ...............................................................10
Program Olimpiade ..................................................................................11
BAB III ......................................................................................................21
PENUTUP .................................................................................................21
A. Kesimpulan.........................................................................................21
B. Saran ...................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembentukan
sumber daya manusia yang unggul. Dalam konteks global, kemampuan
intelektual dan keterampilan siswa menjadi aspek penting yang dapat
menentukan daya saing suatu bangsa. Oleh karena itu, berbagai program dan
inisiatif dirancang untuk memfasilitasi pengembangan potensi siswa, salah
satunya adalah melalui program olimpiade. Program olimpiade, baik di tingkat
nasional maupun internasional, memiliki peran strategis dalam meningkatkan
kualitas pendidikan. Olimpiade akademik seperti Matematika, Sains,
Teknologi, dan Bahasa dirancang untuk menjaring siswa-siswa berbakat serta
memberikan mereka kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis,
analitis, dan kreatif. Program ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai
kompetisi sehat dan semangat juang yang tinggi.
Di Indonesia, program olimpiade telah menjadi agenda rutin yang
diinisiasi oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan. Program ini tidak
hanya menjadi ajang pengakuan terhadap prestasi siswa tetapi juga menjadi
alat untuk membangun budaya ilmiah di kalangan pelajar. Dengan berbagai
pelatihan intensif dan seleksi ketat, program olimpiade membuka peluang bagi
siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
baik di dalam maupun luar negeri.
Namun, pelaksanaan program olimpiade tidak terlepas dari
berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah ketimpangan akses
pendidikan di berbagai daerah, kurangnya dukungan fasilitas, dan minimnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya kompetisi akademik. Oleh karena itu,
diperlukan kajian dan strategi yang matang untuk memastikan bahwa program
olimpiade dapat berjalan secara efektif dan inklusif.
Makalah ini disusun untuk menggali lebih dalam tentang
pelaksanaan program olimpiade, manfaatnya dalam dunia pendidikan, serta
berbagai tantangan yang dihadapinya. Dengan memahami dinamika program

3
olimpiade, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang mendukung
penguatan pelaksanaan program ini sebagai bagian integral dari sistem
pendidikan nasional.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan program olimpiade?
2. Apa saja komponen yang terdapat dalam program olimpiade?
3. Apa faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun program olimpiade?
4. Bagaimana contoh program olimpiade?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Pengertian Mengetahui program olimpiade
2. Mengetahui komponen yang terdapat dalam program olimpiade
3. Mengetahui faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun program
olimpiade
4. Mengetahui contoh program olimpiade

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Program Olimpiade


Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah memfasilitasi kegiatan-
kegiatan yang mengarah pada kreativitas siswa dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui berbagai lomba, festival, dan olimpiade
(Wesnawa dkk., 2019). Salah satu olimpiade bergengsi di tanah air adalah
Olimpiade Sains Nasional (OSN). OSN merupakan ajang kompetisi dalam
bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia.
OSN juga merupakan wadah bagi siswa dalam mengimplementasikan
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui bidang sains. Peserta
Olimpiade Sains Nasional adalah siswa terbaik dari provinsinya masing-
masing yang telah lolos seleksi di tingkat kabupaten dan provinsi.
Olimpiade matematika merupakan salah satu sarana peningkatan
mutu pendidikan dan merupakan ajang untuk mencari bibit-bibit peserta didik
berprestasi dalam bidang matematika. Di samping itu, olimpiade matematika
juga merupakan salah satu wahana bagi peserta didik guna
menumbuhkembangkan semangat kompetisi akademik untuk mendorong
keberanian bersaing secara sehat sekaligus meningkatkan kemampuan dalam
bidang matematika. Olimpiade matematika merupakan salah satu wadah
dalam mengembangkan bakat dan minat matematika siswa sehingga dapat
berkreasi dan berinovasi sesuai potensinya (Chandra, Irawati, Susanto, &
Hasanah, 2019).
Beberapa tujuan pelaksanaan olimpiade matematika yang
dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan adalah: (1) Memetakan
kemampuan peserta didik dalam bidang matematika, (2) Mengidentifikasi
para peserta didik berprestasi di setiap kabupaten/ kota, provinsi, dan nasional
dalam bidang matematika, (3) Memberikan penghargaan kepada peserta didik
yang berprestasi dalam bidang matematika, (4) Menumbuhkembangkan

5
kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, sistematis, kreatif, dan
inovatif sebagai bekal dalam kehidupan, (5) Membangkitkan minat peserta
didik untuk mencintai dan memupuk kegemaran terhadap mata pelajaran
matematika, (6) Menanamkan sifat kompetitif yang sehat sejak dini, dan (7)
Menanamkan kesadaran dan keberanian mencoba, belajar menerapkan secara
langsung dan sekaligus bisa berprestasi secara optimal (Prawoto, Sulaiman,
Savitri, & Fardah, 2014)
Berdasarkan tujuan pelaksanaan olimpiade matematika sebagaimana
diuraikan di atas, banyak hal positif yang dapat diperoleh peserta didik
sebagai peserta olimpiade matematika. Oleh karena itu, sekolah perlu
berupaya untuk dapat mengikutsertakan peserta didiknya dalam olimpiade
matematika tersebut. Hal positif lain yang diperoleh sekolah jika peserta
didiknya lolos mengikuti olimpiade matematika di tingkat kabupaten,
provinsi, dan nasional adalah menjadi pendorong, motivator bagi peserta
didiknya untuk berprestasi, serta menjadi ajang promosi bahwa sekolah itu
patut diperhitungkan dalam prestasi akademik. Pelaksanaan Olimpiade Sains
Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah
Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang
diselenggarakan di Bali pada tahun 2002. Sejak tahun 2002 telah dimulai
kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk siswa SMA/ MA yang
terdiri dari berbagai kompetisi, salah satunya di bidang matematika.
Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahuan dasar atau basic
science berperan dalam meningkatkan kemampuan generasi penerus bangsa
melalui pengembangan pola pikir dan daya nalar. Salah satu untuk
mengembangkan pola pikir dan daya nalar tersebut dapat berupa sebuah
lomba atau olimpiade. Bagi para siswa yang mulai menyukai matematika,
mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai event kompetisi, baik
yang diselenggarakan di tingkat kota, wilayah, sampai nasional. Kegiatan ini
bertujuan untuk menjajal kemampuan para siswa selain pencarian bibit
unggul untuk dipilih menjadi duta pada jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Salah satu event yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para siswa

6
penggemar matematika dan sains adalah diselenggarakannya program
Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Matematika, merupakan salah satu bidang dalam OSN, dianggap
sulit karena menyajikan permasalahan-permasalahan yang memerlukan
analisis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Menurut penelitian yang
telah dilakukan oleh Sanapiah, dkk (Sanapiah, Kurniawan, Yuntawati, 2020)
menyajikan data jumlah peserta OSN 6 kabupaten di Nusa Tenggara Barat
yang mampu menjawab lebih dari 40 soal dengan benar hanya 6 orang dari 68
peserta. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang diikutsertakan OSN harus
mendapatkan pembinaan khusus OSN. Program kegiatan pembinaan OSN
sejalan dengan upaya pengarahan kemampuan daya saing dan kreativitas pada
penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi yang dimiliki siswa (Suhendar,
Ekayanti, & Merona, 2020).
Menurut Wayan dalam (Mohammad Fatkur Rohim & Sari, 2019),
kegiatan OSN diharapkan akan terjadi persaingan yang positif dan sehat di
antara siswa dalam bidang matematika. Materi olimpiade pada dasarnya
sudah terintegrasi dengan Kurikulum Nasional yang berlaku untuk mata
pelajaran matematika dan bahan lain yang relevan. Topik yang diuji
merupakan soal-soal yang memuat tentang eksplorasi, penalaran, kreativitas
serta pemahaman konsep.
Menurut Wiworo (Tohir, 2019), soal-soal dalam olimpiade
matematika memiliki karakteristik tidak rutin, diperlukan pengetahuan
matematika tingkat sekolah menengah tetapi juga diperlukan kematangan
matematika lanjut (wawasan, kecermatan, kejelian, kecerdikan, dan
pengalaman).
Dalam rangka menyiapkan peserta yang unggul dalam ajang
olimpiade matematika, diperlukan pembinaan dan bimbingan yang masif dan
matang. Pola bimbingan, pembinaan yang baik dan terarah diharapkan akan
menghasilkan peserta yang unggul dan tangguh, baik dari sisi materi
olimpiade maupun mental bertanding (Patmala, 2023).

7
B. Kompone – Komponen dalam Program Olimpiade
Komponen dalam program Olimpiade Matematika (kusnandi, 2012),
seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau kompetisi matematika
lainnya, biasanya mencakup berbagai aspek yang dirancang untuk mengasah
keterampilan peserta dalam matematika. Berikut adalah beberapa komponen
utama:
1. Materi/Subtopik Kompetisi

Olimpiade matematika mencakup berbagai cabang matematika


yang lebih mendalam daripada kurikulum sekolah umum, seperti:
- Aljabar: Persamaan, pertidaksamaan, fungsi, dan polinomial.
- Geometri: Geometri Euclides, geometri analitik, lingkaran, dan segitiga.
- Kombinatorika: Prinsip pencacahan, permutasi, kombinasi, dan teori
graf.
- Teori Bilangan: Bilangan prima, kongruensi, dan teori divisibilitas.
Subtopik ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis,
logika, dan kreativitas peserta.
2. Jenis Tes

Kompetisi matematika biasanya memiliki berbagai jenis soal, seperti:


- Pilihan Ganda (Multiple Choice Questions): Menguji kemampuan dasar
dalam menyelesaikan masalah cepat.
- Esai Terstruktur: Menguji kemampuan peserta untuk menunjukkan
langkah penyelesaian yang logis dan terstruktur.
- Soal Terbuka: Mengharuskan peserta menyusun solusi kreatif untuk
masalah yang tidak biasa.
3. Tahapan Kompetisi

- Seleksi Awal: Biasanya dilakukan di tingkat sekolah atau wilayah untuk


menyaring peserta.
- Tahap Regional/Provinsi: Kompetisi di tingkat yang lebih luas dengan
soal yang lebih menantang.

8
- Tahap Nasional: Seleksi terakhir dengan tingkat kesulitan tertinggi.
- Tahap Internasional: Peserta yang lolos pada tahap nasional dapat
mewakili negaranya di kompetisi internasional seperti International
Mathematical Olympiad (IMO).
4. Program Pembinaan

Program pembinaan bertujuan untuk melatih peserta terpilih agar


siap menghadapi tingkat kompetisi yang lebih tinggi, dengan kegiatan
seperti:
- Pelatihan Intesif: Penyelesaian soal-soal tingkat lanjut dan pembahasan
mendalam tentang teori matematika.
- Simulasi Kompetisi: Memberikan pengalaman kompetisi nyata dalam
kondisi waktu yang terbatas.
- Diskusi Kelompok: Mengasah kemampuan pemecahan masalah secara
kolaboratif.
5. Aspek Non-Teknis

Olimpiade matematika juga melibatkan aspek lain yang memengaruhi


keberhasilan peserta:
- Manajemen Waktu: Kemampuan menyelesaikan soal dalam waktu yang
terbatas.
- Ketekunan dan Fokus: Dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang
sulit dan kompleks.
- Mental dan Motivasi: Dukungan psikologis untuk menjaga semangat
peserta.
C. Faktor – faktor dalam Program Olimpiade
Dalam menyusun program olimpiade, baik untuk tingkat sekolah
maupun lebih tinggi, memerlukan perhatian terhadap berbagai faktor untuk
memastikan keberhasilan acara tersebut. Berikut adalah beberapa faktor yang
perlu diperhatikan:
1. Tujuan dan Sasaran: Menentukan tujuan dari program olimpiade, apakah
untuk meningkatkan minat siswa dalam sains, mengasah keterampilan,
atau menjaring bakat.
2. Kurikulum dan Standar: Memastikan bahwa program sesuai dengan
kurikulum yang berlaku dan standar pendidikan yang ditetapkan.

9
3. Pemilihan Mata Pelajaran: Menentukan mata pelajaran atau bidang studi
yang akan dilombakan, seperti matematika, fisika, kimia, atau biologi.
4. Format Kompetisi: Memilih format kompetisi yang tepat, seperti individu
atau tim, tingkat kesulitan soal, dan jenis penilaian.
5. Sumber Daya Manusia: Menyiapkan panitia, juri, dan mentor yang
kompeten untuk mendukung pelaksanaan program.
6. Fasilitas dan Infrastruktur: Memastikan lokasi dan fasilitas yang memadai
untuk pelaksanaan kompetisi, termasuk peralatan yang diperlukan.
7. Promosi dan Sosialisasi: Melakukan promosi untuk menarik peserta dan
memberikan informasi yang jelas tentang program kepada siswa dan guru.
8. Pendanaan: Mengatur anggaran dan sumber dana untuk mendukung
kegiatan, termasuk sponsor jika diperlukan.
9. Evaluasi dan Umpan Balik: Menyusun mekanisme untuk mengevaluasi
hasil kompetisi dan mendapatkan umpan balik untuk perbaikan di masa
depan.
10. Keselamatan dan Kesehatan: Memastikan bahwa semua aspek
keselamatan dan kesehatan peserta diperhatikan selama acara
berlangsung. (Andreescu, 2003)

D. Contoh Program Olimpiade

10
Program Olimpiade

Satuan Pendidikan : MTs Negeri Sibolga


Bidang Olimpiade : Matematika
Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 13.00-15.00 WIB
Kelas : VII dan VIII
Guru Pembina : Nurul Oktaviani, [Link]
Nurlela, [Link]
Nopriyanti , [Link]

Materi Pokok Indikator Contoh Soal Waktu Metode Sumber Narasumber


Bilangan Pecahan: 1. Nilai dariPertemuan 1Diskusi, 1. Muslimin. 2017. Top Nurul Oktaviani,
✓ Menentukan nilai pecahan 22 −1 32 −1 42 −1 52 −1 62 −1 Latihan [Link]
. . . . adalah… Master Olimpiade
22 +1 32 +1 4 2 +1 52 +1 62 +1
Soal dan Matematika SMP/MTs
2. Jika A679B adalah bilangan 5 angka
Keterbagian: Presentasi
yang habis dibagi 72 maka nilai Nasional dan Internasional.
✓ Menentukan nilai dari
bilangan tersebut adalah… Jakarta. Gramedia
Bilangan bilangan yang ditanya
3. Digit-digit 𝑎, 𝑏, 𝑐 membetuk Widiasarana Indonesia.
Persamaan Diphantine:
bilangan tiga digit 𝑎𝑏𝑐 yang 2. Wirodikromo, Bambang.
✓ Menentukan nilai dari digit
memenuhi persamaan 49𝑎 + 7𝑏 + 2006. Olimpiade
bilangan yang diketahui
𝑐 = 286. Tentukan bilangan tiga Matematika dengan Proses
digit tersebut!
Berfikir: Aljabar dan
Biangan. Jakarta: Grasindo.
3. Budhi, Wono Setya. 2006.
Langkah Awal Menuju ke

11
Olimpiade Matematika.
Jakarta: Ricardo
Suku Tunggal dan Suku Banyak: 1. Jika (𝑥 2 − 𝑥 − 1) = 𝑎2𝑛 𝑥 2𝑛 +Pertemuan 2Diskusi, 1. Tim Pustaka Cerdas. 2016. Nurlela, [Link]
✓ Menyelesaikan masalah 𝑎2𝑛−1 𝑥 2𝑛 + ⋯ + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥+𝑎0 , Latihan Siap Jadi Juara OSN
yang berkaitan dengan tentukan nilai dari 𝑎0 + 𝑎2 + 𝑎4 + Soal dan (Olimpiau Sains Nasional
bentuk-bentuk aljabar ⋯ + 𝑎2𝑛 Presentasi
Matematika). Jakarta.
Persamaan Linier:
Pustaka Baru Press.
✓ Menyelesaikan masalah 2. Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah
2. Sukino Suparmin, dkk.
yang berkaitan dengan 2
kali umur ayah pada c tahun yang
3 2018. Buku Pena Emas
bentuk-bentuk persamaan
akan datang, (c adalah bilangan Olimpiade Sains Nasional
linier
bulat positif). Sekarang umur ayah
Matematika Untuk SMP
1
adalah 27 tahun lebihnya dari 5 seri Kinomatika 2. Jakarta.
Aljabar
umurnya pada 7 tahun yang lalu. Yrama Widya.
Sistem Persamaan Linier: Tentukan nilai c 3. Kuswidi Iwan. 2015.
✓ Menyelesaikan masalah 3. Diketahui 𝑥 dan 𝑦 merupakan
Master Juara Olimpiade
yang berkaitan dengan bilangan real positif yang
Sains Nasional (OSN)
bentuk-bentuk system memenuhi system persamaan
Matematika SMP/MTs.
persamaan linear berikut
Jakarta. PT. Millennia
𝑥 − 𝑥2 = 3
{ 2
𝑥 + 𝑦 4 = 13 Tijira Semesta.
𝑎+√𝑏
Jika 𝑥 = , maka 𝑎 + 𝑏 + 𝑐 = ⋯
𝑐

12
Rekursif: 1. Didefenisikan fungsi pada bilanganPertemuan 3Diskusi, 1. Sukino Suparmin, dkk. Nopriyanti , [Link]
✓ Mengidentifikasi fakta bulat positif secara rekursif dengan Latihan 2018. Buku Pena Emas
pada barisan berdasarkan 𝑓(1) = 2, 𝑓(𝑛) = 𝑓(𝑛 − 1) + 1, Soal dan Olimpiade Sains Nasional
pola iterative dan rekursif untuk 𝑛 genap, dan 𝑓(𝑛) = 𝑓(𝑛 − Presentasi
Matematika Untuk SMP
2) + 2 untuk 𝑛 ganjil dan 𝑛 > 1.
seri Kinomatika 2. Jakarta.
Maka nilai dari 𝑓(2020) adalah…
Yrama Widya.
Nilai Mutlak: 2. Perhatikan bahwa log 𝑤 𝑥 =
2. Kuswidi Iwan. 2015.
✓ Menggunakan konsep nilai 1
, log 𝑤 𝑦
1
= 40 dan log 𝑤 𝑥 𝑦𝑥 = 12,
1
24 Master Juara Olimpiade
mutlak untuk 1 1 1 1
maka log 𝑤 𝑧 = 12
− 40 − 24 = 60
, Sains Nasional (OSN)
menyelesaikan masalah
kontekstual berkaitan jadi log 𝑧 𝑤 = 60 Matematika SMP/MTs.
dengan nilai mutlak Jakarta. PT. Millennia
Persamaan Kuadrat: Tijira Semesta.
2 2 2 2
✓ Mengidentifikasi jumlah 3. Nilai dari 9 − 1 + 10 − 2 + 3. Muslimin. 2017. Top
dan hasil kali persamaan 112 − 32 + ⋯ + 202 − 122
Master Olimpiade
kuadrat berdasarkan adalah…
Matematika SMP/MTs
koefisien-koefisiennya
Nasional dan Internasional.
Jakarta. Gramedia
Widiasarana Indonesia.

Bangun Datar: 1. Diketahui segitiga ABC dimana Pertemuan 4Diskusi, 1. Sukino Suparmin, dkk. Nurul Oktaviani,
✓ Menyelesaikan D merupakan titik tengah BC; E Latihan 2018. Buku Pena Emas [Link]
permasalahan yang Soal dan

13
Geometri berkaitan dengan bangun merupakantitik tengah CA dan F Presentasi Olimpiade Sains Nasional
datar merupakan titik tengah AB. Matematika Untuk SMP
Garis bagi sudut FDE dansudut seri Kinomatika 2. Jakarta.
FBD berpotongan di titik P. Jika Yrama Widya.

sudut BAC = 37o dan sudut 2. Budhi, Wono Setya. 2006.


Langkah Awal Menuju ke
CBA = 85o, maka besar sudut
Olimpiade Matematika.
BPD adalah
Jakarta: Ricardo
2. Diketahui x dan y bilangan real
3. Muslimin. 2017. Top
dimana −1 x  y 1 P merupakan
jumlah deret geometri dengan suku Master Olimpiade

pertama adalah x dan Matematika SMP/MTs


rasio/pembandingnya adalah y. T Nasional dan Internasional.
merupakan jumlah deret geometri Jakarta. Gramedia
dengan suku pertama adalah y dan Widiasarana Indonesia.
rasio/pembandingnya adalah x. Jika
P = T, maka nilai x + y =…
3. Diketahui persegi ABCD Titik 𝑋
terletak pada sisi BC dan titik 𝑌
terletak pada sisi CD. Panjang 𝑋𝑌 =
3 , 𝐴𝑋 = 4 dan 𝐴𝑌 = 5 Panjang sisi
persegi ABCD adalah …
Ukuran pada Statistika: 1. Diketahui suatu data dari 50 orang,Pertemuan 5Diskusi, 1. Tim Pustaka Cerdas. 2016. Nurlela, [Link]

14
✓ Menentukan rata-rata mempunyai rata-rata 35. Jika data Latihan Siap Jadi Juara OSN
(mean) suatu kmpulan data tersebut masing-masing dikalikan Soal dan (Olimpiau Sains Nasional
dengan 2, kemudian dikurangi 15, Presentasi Matematika). Jakarta.
Statistika, maka nilai rata-rata dari data yang
Pustaka Baru Press.
Kombinatorik baru adalah …
2. Sukino Suparmin, dkk.
dan Peluang 2. Nilai rata-rata sekelompok siswa
2018. Buku Pena Emas
8,5. Setelah diabung dengan 31 anak
Olimpiade Sains Nasional
yang nilai rata-ratanya 6,5 maka
Matematika Untuk SMP
nilai rata-ratanya sekarang 6,59.
Bnayaknya siswa pada kelompok seri Kinomatika 2. Jakarta.
semula adalah…. Yrama Widya.
3. Kuswidi Iwan. 2015.
Master Juara Olimpiade
Sains Nasional (OSN)
Matematika SMP/MTs.
Jakarta. PT. Millennia
Tijira Semesta.
Kaidah Pencacahan: 1. Dari 100.000 buah bilangan bulatPertemuan 6Diskusi, 1. Sukino Suparmin, dkk. Nopriyanti , [Link]
✓ Menganalisis aturan positif pertama, berapa banyak Latihan 2018. Buku Pena Emas
pencacahan (aturan bilangan yang mengandung tepat 1 Soal dan Olimpiade Sains Nasional
penjumlahan, aturan buah angka 3, 1 buah angka 4, dan 1 Presentasi
Matematika Untuk SMP
perkalian, permutasi, dan buah angka 5?
seri Kinomatika 2. Jakarta.
kombinasi) melalui 2. Apabila kegiatan 1, kegiatan 2,

15
masalah kontekstual sampai kegiatan ke-n adalah Yrama Widya.
kegiatan-kegiatan yang saling lepas 2. Kuswidi Iwan. 2015.
dan misalkan kegiatan 1 terjadi Master Juara Olimpiade
dengan 𝑛1 cara, kegiatan 2 terjadi
Sains Nasional (OSN)
dengan 𝑛2 dan kegiatan ke-n terjadi
Matematika SMP/MTs.
dengan 𝑛𝑘 cara, maka kegitan
Jakarta. PT. Millennia
tersebut akan terjadi sebanyak 𝑛1 +
Tijira Semesta.
𝑛2 + ⋯ + 𝑛𝑘
3. Muslimin. 2017. Top
Master Olimpiade
Matematika SMP/MTs
Nasional dan Internasional.
Jakarta. Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Peluang Kejadian: 1. Sebuah kotak berisi 11 bola danPertemuan 7Diskusi, 1. Sukino Suparmin, dkk. Nopriyanti , [Link]
✓ Menyelesaikan masalah bola-bola tersebut dinomori 1, 2, 3, Latihan 2018. Buku Pena Emas
yang berkaitan dengan 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11. Jika 6 buah Soal dan Olimpiade Sains Nasional
peluang bola diambil secara acak, peluang Presentasi
Matematika Untuk SMP
jumlah angka-angka dari bola yang
seri Kinomatika 2. Jakarta.
diambil tersebut merupakan bilangan
Yrama Widya.
ganjil adalah…
2. Budhi, Wono Setya. 2006.
2. Lima orang ( termasuk Adi dan
Langkah Awal Menuju ke
Budi), duduk mengelilingi meja

16
bundar. Banyak cara duduk jika Adi Olimpiade Matematika.
dan Budi tidak pernah duduk Jakarta: Ricardo
bersebelahan adalah …. 3. Muslimin. 2017. Top
Master Olimpiade
Matematika SMP/MTs
Nasional dan Internasional.
Jakarta. Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Prinsip Sangkar Merpati: 1. Jika (𝑛 + 1) atau lebih objekPertemuan 8Diskusi, 1. Kuswidi Iwan. 2015. Nurul Oktaviani,
✓ Menyelesaikan masalah ditempatkan dalam 𝑛 buah wadah Latihan Master Juara Olimpiade [Link]
yang berkaitan dengan dengan 𝑛 ∈ 𝑁, maka paling seidkit Soal dan Sains Nasional (OSN)
prisip sarang merpati terdapat satu wadah yang berisi 2 Presentasi
Matematika SMP/MTs.
atau lebih objek
Jakarta. PT. Millennia
2. Sebanyak 1.000 orang mengikuti
Tijira Semesta.
survei dan mereka diminta untuk
2. Budhi, Wono Setya. 2006.
mengisi rumpang berupa hari lahir
Langkah Awal Menuju ke
mereka (Senin, Selasa, Rabu, Kamis,
Jumat, Sabtu, dan Minggu).paling Olimpiade Matematika.

sedikit ada berapa orang yang Jakarta: Ricardo


memiliki hari lahir yang sama 3. Sukino Suparmin, dkk.
2018. Buku Pena Emas
Olimpiade Sains Nasional

17
Matematika Untuk SMP
seri Kinomatika 2. Jakarta.
Yrama Widya.
Relasi dan Fungsi: 1. Diketahui fungsi 𝑓 memenuhi 𝑓(𝑥)Pertemuan 9Diskusi, 1. Tim Pustaka Cerdas. 2016. Nopriyanti , [Link]
✓ Menentukan solusi masalah + 𝑓(2𝑥 + 𝑦) + 5𝑥𝑦 = 𝑓(3𝑥 − 𝑦) + Latihan Siap Jadi Juara OSN
yang berkaitan dengan 2
20𝑥 + 12 untuk semua bilangan real Soal dan (Olimpiau Sains Nasional
relasi dan fungsi x dan y. Nilai 𝑓(10) adalah …. Presentasi
Matematika). Jakarta.
3 2
2. Jika 𝑓(𝑥) = 3𝑥 −2𝑥 + 𝑥 − 3 dan Pustaka Baru Press.
𝑖 = √−1 , maka 𝑓(1 + 𝑖)= … 2. Sukino Suparmin, dkk.
Relasi dan Fungsi 𝑥 2
3. Jika 𝑓 (3 ) =𝑥 +𝑥+1 maka 2018. Buku Pena Emas
jumlah semua nilai 𝑥 yang Olimpiade Sains Nasional
memenuhi 𝑓(3𝑥) = 7 adalah …. Matematika Untuk SMP
seri Kinomatika 2. Jakarta.
Yrama Widya.
3. Kuswidi Iwan. 2015.
Master Juara Olimpiade
Sains Nasional (OSN)
Matematika SMP/MTs.
Jakarta. PT. Millennia
Tijira Semesta.
Pembahasan ✓ Bilangan Pecahan: 1. Sisa pembagian ketika 1 + 2 + 3 + ...Pertemuan 10Diskusi, 1. Muslimin. 2017. Top Nopriyanti , [Link]

18
Seluruh Materi ✓ Keterbagian: + 2012 dibagi 2012 adalah… Latihan Master Olimpiade
✓ Persamaan Diphantine: 1 1 1 Soal dan
2. Nilai dari + 2 + + Matematika SMP/MTs
32 +1 4 +1 52 +1
✓ Suku Tunggal dan Suku 1 Presentasi Nasional dan
62 +1
+ ⋯ (dan seterusnya sampai tak
Banyak:
Internasional. Jakarta.
berhingga) adalah….
✓ Persamaan Linier:
3. Banyak faktor prima dari 318 − 218 Gramedia Widiasarana
✓ Sistem Persamaan Linier
adalah …. Indonesia.
Rekursif:
4. Nilai minimum (terkecil) dari 𝑥 2 + 2. Tim Pustaka Cerdas.
✓ Nilai Mutlak:
✓ Persamaan Kuadrat: 2𝑥𝑦 + 3𝑦 2 + 2𝑥 + 6𝑦 + 4 adalah 2016. Siap Jadi Juara

✓ Bangun Datar: …. OSN (Olimpiau Sains


✓ Ukuran pada Statistika: 5. Titik A dan B terletak pada parabola Nasional Matematika).
2
✓ Kaidah Pencacahan: 𝑦 = 2𝑥 + 4𝑥 − 2 Titik (0, 0) Jakarta. Pustaka Baru
✓ Peluang Kejadian: merupakan titik tengah garis yang Press.
✓ Prinsip Sangkar Merpati: menghubungkan titik A dan B Jarak
3. Sukino Suparmin, dkk.
✓ Relasi dan Fungsi: titik A dan B adalah ….
2018. Buku Pena Emas
6. Diketahui 𝑥 bilangan real dengan
Olimpiade Sains Nasional
2𝑥 = 3 , maka nilai 43𝑥+1 = ⋯
Matematika Untuk SMP
7. Nilai a yang memenuhi sistim
seri Kinomatika 2.
persamaan berikut adalah ….
2𝑎 + 𝑏 + 𝑐 + 𝑑 = 2011 Jakarta. Yrama Widya.
{𝑎 + 2𝑏 + 𝑐 + 𝑑 = 2012 4. Kuswidi Iwan. 2015.
𝑎 + 𝑏 + 2𝑐 + 𝑑 = 2010
8. Dua bilangan real positif x dan y Master Juara Olimpiade

memenuhi 𝑥 2 +𝑦 2 = 1 dan Sains Nasional (OSN)

19
7
𝑥 4 +𝑦 4 = 8 maka nilai 𝑥, 𝑦 adalah… Matematika SMP/MTs.

9. Diketahui persegi panjang ABCD Jakarta. PT. Millennia


dengan AB = 3 dan BC = 7 Titik W Tijira Semesta.
terletak pada AB sehingga AW = 1 5. Wirodikromo, Bambang.
Titik X terletak pada BC, titik Y 2006. Olimpiade
terletak pada CD dan titik Z terletak Matematika dengan
pada DA sehingga WXYZ Proses Berfikir: Aljabar
merupakan sebuah persegi panjang.
dan Biangan. Jakarta:
Jika panjang BX lebih pendek
Grasindo.
daripada panjang XC, tentukan
6. Budhi, Wono Setya. 2006.
panjang BX
Langkah Awal Menuju ke
Olimpiade Matematika.
Jakarta: Ricardo

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan mengenai materi program Olimpiade,


dapat disimpulkan bahwa keberhasilan program ini dipengaruhi oleh
beberapa komponen utama, langkah pelaksanaan, dan faktor pendukung.
Materi dirancang sesuai dengan tingkat kesulitan Olimpiade.
Dalam program olimpiade terdapat langkah-langkah yang harus
diperhatikan diantaranya identifikasi Potensi Siswa berdasarkan minat dan
kemampuan dasar mereka, penyusunan jadwal belajar yang seimbang antara
program Olimpiade dan kegiatan akademik lainnya, latihan Intensif dengan
memberikan soal latihan yang bertahap, mulai dari soal dasar hingga soal
tingkat kompetisi internasional, Simulasi Kompetis mengadakan simulasi
untuk mempersiapkan siswa menghadapi tekanan waktu dan situasi kompetisi
nyata.
Adapun faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam program ini
adalah, motivasi siswa, daya juang, dan kemampuan dasar, dukungan dari
sekolah, keluarga, dan ketersediaan sumber belajar, kompetisi sehat antar
siswa dan budaya belajar yang positif di sekolah.

B. Saran

Demikianlah makalah kami susun, semoga makalah ini bermanfaat


bagi para pembaca. Dalam penulisan makalah ini kami sadari masih banyak
kekurangan, saran, dan kritik untuk membangun semangat kami.

21
DAFTAR PUSTAKA

Andreescu, T. F. (2003). Mathematical Olympiad Challenges. New York:


Springer.
Dwi Restiana, M. M. (2023). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Selat Media.
kusnandi. (2012). Program Kerja Pembinaan Osn Matematika. bandung:
universitas pendidikan indonesia.
Patmala, k. (2023). IMPROVING LOGICAL THINKING COMPETENCE
USING GAMES FOR HIGH SCHOOL STUDENTS. Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat, Vol. 3, No. 1.

22

Anda mungkin juga menyukai