1.
refleksi adalah sebuah pemikiran kembali atau merenungkan yang telah dilakukan agar seseorang
memperoleh wawasan baru, pengalaman, dan pembelajaran baru yang dapat merubah pengalaman
menjadi lebih baik.
2. menulis refleksi sangatlah bermanfaat untuk menjadikan pengalaman yang sudah terjadi akan
dikembangkan lebih baik lagi sehingga pembelajaran PJOK yang dilakukan menjadi lebih baik dari
sebelumnya.
3. untuk menuliskan refleksi saat pembelajaran PJOK dapat dilakukan dengan mendeskripsikan
secara singkat. Jelaskan kegiatan dan situasi yang dihadapi seperti apa. Kemudian analisis perasaan
dan pemikiran selama pembelajaran. Identifikasi juga apa yang telah dipelajari dan tantangan serta
cara mengatasinya. Lalu yang terakhir buatlah refleksi hingga penerapan selanjutnya berbeda dan
menjadi lebih baik
[Link] menjadikan kita sadar bahwa yang kita lakukan ada yang kurang. Apalagi dalam
pembelajaran PJOK yang berada di lapangan pasti refleksi kadang hanya terlintas . jika tidak ditulis
atau direfleksikan setelah pembelajaran pasti pengalaman baru itu akan hilang.
5. melalui refleksi dampaknya sangatlah luas karena dapat memperoleh wawasan baru, belajar dar
pengalaman, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam,
Bagaimana Ibu/Bapak selama ini menjalankan perannya sebagai Guru PJOK? Apakah lebih
sering melakukan tindakan rutin atau tindakan reflektif? Apa yang perlu kita lakukan lebih
baik lagi agar bisa menjadi seorang Guru PJOK reflektif?
Pengalaman saya selama ini menjadi guru PJOK awalnya memang harus menjalankan Tindakan rutin
karena kegiatan rutin lebih mudah untuk dilakukan anak karena rutin dilakukan. Akan tetapi dengan
seiringnya waktu dengan karakter yang berbeda, keadaan dan sumberdaya disekolah yang berbeda
menjadikan pembelajaran terus saya upgrade dan terus saya perbaiki kekurangan-kekurangan dalam
pembelajaran saya. Setelah saya melakukan refleksi dari pengalaman pembelajaran saya barulah
pembelajaran saya lebih baik dari sebelumnya.
Dari pengalaman saya menjadi guru reflektif itu
1. Sisihkan waktu untuk merenungi pembelajaran yang sudah terjadi.
2. Mencatat pengalaman tentang tantangan ataupun keberhasilan
3. Meminta umpan balik dari rekan kerja
4. Menganalisa metode pembelajaran apakah sudah sangat efektif dilakuakan
5. Berpartisipasi dalam pelatihan
6. Berkolaborasi dalam komunitas seprofesi
7. Terus beradaptasi dengan lingkungan dan kodrat zaman
Pak Raga adalah guru yang sangat hebat. Ini dibuktikan beliau sudah melakukan pembelajaran yang
menyenangkan tetapi juga mampu mencapai tujuan pembelajarannya yaitu dapat melakukan Teknik
menembak bola tepat sasaran.
Pak Raga adalah guru yang sangat berpengalaman dan sudah pasti sudah merefleksikan
pembelajarannya dengan pengalaman yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan
1. Memberi tanda x pada lapangan. ( agar anak-anak dapat langsung berbaris dibelakang
tanda )
2. Meletakkan tiang sebagai setinggi apa mereka melompat ( lompatan agar sesuai kemampuan
peserta didik )
3. Tujuan pembelajaran sudah ditulis di papan portable ( agar mudah dilihat dan semua tau
tujuan pembelajaran mereka.)
4. Menjelaskan tentang keamanannya ( menambah percaya diri peserta didik agar tidak takut
melakukannya )
5. Mengkondisikan Melakukan peran bergantian sebagai pelatih dan atlet ( pembelajran yang
berpusat pada peserta didik yang mana merekalah actor semua kegiatan dalam
pembelajaran)
6. Mengkondisikan anak dapat mengobservasi temannya ( penilaian rekan sejawat )
7. Pada lemparan pertama mereka melakukan dengan merendahkan lutut telapak tangan dst
( menerapkan teknik yang dapat dilakukan dengan mudah oleh anak-anak sehingga mereka
dapat melakukannya )
Apabila saya menjadi Pak Raga. Refleksi saya adalah melihat mereka melakukan berbagai Teknik
lemparan sesuka hati yang penting bola bisa masuk ke ring, sebagai bentuk eksplorasi mereka
terhadap sebuah Teknik lemparan. Setelah semuanya menunjukkan Teknik lemparannya barulah
Guru bertanya lemparan siapa yang paling efektif untuk masuk dan Teknik yang baik seperti apa. Dan
menjelaskan Teknik yang baik untuk melempar yang efektif, dan barulah semua peserta didik
melakukan Teknik lemparan tersebut. Hal ini dilakukan agar mereka belajar tentang sebuah refleksi
diri.