SOIL INEJECTION CEMENT
PT. SUMBER ALAM INDOLESTARI
QUALITY- PLAN
SURABAYA INDONESIA
TANKI
PT. Sumber Alam Indolestari
SPECIALIST CONTRACTOR CHEM CON – EL CHEM
METODOLOGI SOIL INJECTION CEMENT (SIC)
I. PENDAHULUAN
Permasalahan yang sering terjadi dalam ilmu Geoteknik seperti tanah
longsor (landslide / slope failure), penurunan (settlement) ataupun kecilnya
daya dukung tanah (bearing capacity) seringkali terjadi yang diakibatkan
bermacam macam faktor salah satunya tingginya muka air tanah. Bahkan
permasalahan tersebut terjadi setelah maupun sedang dilakukan
pembangunannya, sehingga perlu dilakukan perbaikan ataupun
penagganannya.
Soil Injection Cement salah satu cara perbaikan tanah dengan cara
menginjeksikan pasta semen kedalam tanah dengan tekanan tertentu sehingga
pasta semen tersebut mengisi pori – pori tanah, rekahan – rekahan , retakan –
retakan pada lapisan pada kedalaman yang diinginkan. Metode ini dapat
meningkatkan kuat geser tanah ( c dan ) pada tanah atau batuan, sehingga
kekuatan tanah atau batuan tersebut akan meningkat
Gambar 1. Ilustrasi Soil Injection (Grouting)
Keunggulan dari Metode Soil Injection Cement (Compaction Grouting) ini
adalah pelaksanaan yang relatif capat, tidak membutuhkan ruang yang terlalu
besar, tidak perlu membongkar struktur diatas tanah dan perbaikan tanah bisa
mencapai kedalaman >-30,00 meter meter dari permukaan
II. METODOLOGI
Untuk mencapai tujuan pekerjaan yang diharapkan dalam
menginjeksikan pasta semen dengan tambahan bahan additif anti susut yang
dapat mengembang dan plastis tanpa menguranggi kekuatan yang ada
kedalam tanah dengan tekanan tertentu sehingga pasta semen tersebut
mengisi pori – pori tanah atau retakan – retakan batuan sehingga dapat
meningkatkan kekuatan tanah tersebut atau sesuai dengan persyaratan yang
sudah di tetapkan, maka berikut ini diuraikan tentang Pelaksanaan Pekerjaan
yang merupakan realisasi dari setiap tahapan pekerjaan yang telah
dilaksanakan oleh PT. Sumber Alam Indolestari.
2.1. Persiapan
Tahap pertama yang akan dilaksanakan adalah pekerjaan persiapan
yang melibatkan personil, equipment, tools, machine mulai dari persiapan
bagian administrasi, tenaga lapangan, perbaikan / instalasi / kalibrasi peralatan
yang akan dipakai, transportasi dan sebagainya.
Pekerjaan ini meliputi :
a. Persiapan surat tugas, surat ijin survey dan surat untuk
berdomisili di lokasi yang akan dikerjakan.
b. Penyusunan Tim Pelaksana di Lapangan
c. Persiapan program teknis seperti Time Schedule, persiapan
personil pelaksana.
- Persiapan data penunjang Data Topography, Site Maps, Data-
data exsisting dilapangan sebagai titik acuan dan data informasi
lain yang diperlukan
d. Persiapan alat-alat tulis yang diperlukan.
e. Persiapan, perbaikan Mesin atau Alat yang akan digunakan.
f. Persiapan Bahan Material.
g. Persiapan Mess / Basecamp dan Gudang.
2.2. Mobilisasi Dan Demobilisasi
Pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi ini meliputi :
Personil
Peralatan
Transportasi peralatan dan personil yaitu : transportasi dari Kantor dan
Workshop ke lokasi Pekerjaan di Tuban – Jawa Timur. Pengembalian
peralatan serta personil ke tempat asalnya serta seluruh peralatan yang
diperlukan dipersiapkan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, termasuk
sarana penunjang untuk keperluan personil.
2.3. Pekerjaan Lapangan
2.3.1. Pekerjaan Pemboran
Pekerjaan pemboran dilaksanakan setelah lokasi titik yang akan dilakukan
Soil Injection Cement (SIC) telah ditetapkan dan disetujui oleh owner,
konsultan atau pihak yang berwenang. Pemboran dilaksanakan dengan
kedalaman -9,00 meter dan -24,0 meter (area BH.01) dengan diameter ≥ 3”
(inch) dengan sudut yang bervariasi dimana memiliki toleransi kesalahan ± 3o.
Alat yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah mesin bor putar (Hand Boring)
atau Mesin Boring disesuaikan dengan kondisi dan kondisi kesulitan dilapangan.
Setelah melakukan pengeboran yang diinginkan, maka selanjutnya
dilakukan pemasangan casing Peker PVC 2” (inch) dengan intersection hole
(lubang-lubang), sehingga diharapkan cairan pasta tersebut akan menyebar
diarea yang diharapkan. Setiap pemboran, metode dan hasil pemboran harus
dicatat dalam laporan harian.
Adapun alat – alat , mesin yang digunakan untuk pekerjaan bore (open hole)
adalah sebagai berikut :
1. Mesin Bor Putar (Model Spindel atau Hand Boring)
2. Diesel Pengerak 8 Hp – 24 Hp
3. Core Barrel
4. Casing 2” (inch)
5. Kop Tumbukan dan Alat Pemutar
6. Stang Bor (Rod)
7. Pengunci tabung
8. Mata bor
9. Kunci pipa 2 buah
10. Water Suplly Machine + Water Tank
MESIN BOR
TANKI
Gambar 2. MESIN BOR
FRACTURE GROUT
(DIINJEK DENGAN
SLURRY GROUT
MESIN GROUT CEMENT)
TANKI
Gambar 3. TROCTURE GROUT
2.3.2. Soil Injection Cement (SIC)
Pekerjaan Soil Injection ini dilakukan setelah pekerjaan pengeboran
(open hole) selesai dengan kedalaman yang telah ditentukan, maka pipa casing
(Peker) yang sudah diberi lubang dengan diameter lubang ±1,0 cm (selang
seling) kedalam lubang bore yang sudah selesai dan diberi adukan (plug) /
concrete BO pada keliling casing tersebut.
Sebelum pekerjaan injeksi dilaksanakan, karet peker (rubber packer)
dilongarkan sementara untuk menghilangkan tekanan air di dalam tanah.
Pekerjaan grouting ini pada prinsipnya adalah menyuntikkan pasta yang dicampur
dalam mixer selanjutnya diinjeksikan (dipompa) kedalam lubang bor melalui
mesin pompa tekan / injeksi (grouting machine). Pemakaian campuran dimulai
dari yang encer kemudian diubah dengan yang kental sesuai dengan
spesifikasinya, sampai pasta tidak masuk lagi. Campuran adidif yang dicampurkan
dengan material semen (Portland Cement) 50 kg dengan ±225 gram dengan
menambahkan 20 liter air akan menghasilkan ± 36 liter campuran grout, adapun
tekanan sebesar > 2 - 5 kg/cm2 (Bar).
3. SKEMA GROUTNG / SOIL INJECTION CEMENT
Pekerjaan Soil Injection Cement pada perbaikan tanah dalam
meningkatkan daya dukung tanah (bearing capacity) dan memperkecil
penurunan (settlement) mempunyai jarak penyebaran (spread) dengan
radius ≥1,5 meter yaitu antara 1,5 meter – 2,0 meter. Adapun trial test
yang pernah kami lakukan dengan Pihak PT. JGC Indonesia penyebaran
mencapai 1,7 meter dengan tekanan 2,5 kg/cm2 (Bar). Semuanya besaran
penyebaran tergantung karakteristik tanah yang ada dibawahnya
dan dengan tekanan yang digunakan. Ilustrasi pekerjaan ini mempunyai
3 (tiga) tahapan yaitu penembusan, pemadatan dan rekah hidrolik
(mengembang). Adapun gambaran ilustrasi dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Ilustrasi penyebaran material mortar semen akibat di Grouting
Penyebaran soil injection banyak dipengaruhi oleh beberapa hal sepert
porositas tanah, density dll. Pada saat ini belum ada penelitian yang
mampu memprediksi secara pasti penyebaran grouting (soil injection).
Adapun ilustrasi gambaran pada tahapan Soil Injection Cement dapat
dilihat pada Gambar dibawah ini.
Gambar 4. Pembuatan lubang intersection hole pada pipa.
Gambar 4, menunjukkan proses pembuatan lubang selang seling pada pipa
diameter 2” (inch) dengan jarak ± 10cm – 15cm (intersection hole) dengan
diameter lubang ±10mm, menggunakan hand bor (bor tangan).
Gambar 5. Pemasangan pipa dan Pembuatan Plug.
Gambar 5, menunjukkan pipa intersection hole yang sudah selesai
dimasukan kedalam lubang tanah yang di bor, kemudian di buatkan
plug dengan ketebalan ±40 cm.
Gambar 6. Pemasangan Rubber Pecker dan Nozel.
Gambar 7. Pembuatan Material Pasta Semen dengan Aqitator dan Mixer
Pada Gambar 6 adalah tahapan memasukan Rubber Packer kedalam lubang
pipa yang telah di beri plug (adonan), proses plug menjadi keras berkisar 1-2
hari. Gambar 7 merupakan proses pembuatan adonan pasta semen yaitu
proses yang pertama adalah material semen di masukan kedalam aqitator,
ditambahkan air ±20 liter dan dicampur dengan aditif 225gram, setelah
material adonan pasta terbentuk kemudian di pindahkan kedalam mixer tank,
yang siap untuk dipompa dan ditekan kedalam lubang grouting.
3.1. Material Grouting
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang diharapkan, maka
semua material yang digunakan dalam proses Soil Injection Cement (SIC) harus
memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebagai berikut :
Meterial Semen (PC Type 1)
Bahan yang akan digunakan Portland Cement untuk injeksi /
grouting (Soil Injection Cement) merupakana material semen (Portland
cement) yang bertandart Nasioal Indonesia (SNI) dan mempunyai
kualitas yang baik dan merek disetujui (Semen Tiga Roda, Semen Gresik,
Semen Holcim, Semen Padang dll). Bahan material grouting / injeksi
harus merupakan material yang baru dan dengan expired 6 (enam)
bulan dari massa pembuatan material / tanggal produksi.
Air
Bahan campuran dalam proses pembuatan pasta semen yaitu air harus
mempunya kriteris sebagai berikut :
Tidak mengandung lumpur atau benda melayang lainnya ≥2 gr/ltr
Tidak mengandung garam-garam yang dapat merusak (asam, zat
organik) ≥15 gr/ltr
Tidak mengandung Klorida Cl ≥ 0,5 gr/ltr
Additif
Bahan additive yang ditambahkan dalam pembuatan campuran pasta
semen adalah yang membuat campuran menjadi plastis dan anti susut
dengan kategori atau manfaat sebagai berikut :
Menghasilkan reaksi gas yang membuat campuran slurry semen
(pasta semen) dapat mengembang.
Mempunyai low permeability tanpa mengurangi kekuatan yang ada,
dengan mengurangi water cement ratio.
Dapat digunakan untuk mendapatkan high early strength pada
grout menggunakan klorida.
Konsumsi 225 gram + 50kg PC + 20 liter air = ±36 liter pasta.
3.2. MESIN DAN ALAT
Untuk menunjang proses pekerjaan diperlukan alat, mesin dan tenaga
yang mempunyai kwalitas yang cukup baik. Adapun mesin-mesin yang sering
kami gunakan dalam pekerjaan Soil Injection Cement adalah sebagai berikut :
a. Mesin Pompa Merk Risencrete (2 unit)
b. Mesin Pompa Merk Turbosol UNI 30 (3 unit)
c. Mesin Pompa Merk Piutzmester USA (1 unit)
d. Mesin Pompa Merk KAWA Japan (2 unit)
e. Mesin Pompa Merk Koken Japan (2 Unit)
f. Mesin Pompa Merk Nawiwa Japan (1 Unit)
g. Mesin Pompa Merk FMC USA (1 Unit)
h. Mesin Aqitator + Mixer (2 Unit)
i. Mesin Mixer (2 Unit)
j. Hand Mixer ( 4 unit)
k. Mesin Bor Mesin Merk Koken (2 Unit)
l. Mesin Bor Mesin Merk XY-1 (1 Unit)
m. Mesin Bor Mesin Merk Koken Sander (1 Unit)
AQITATOR dan MIXER
BOR MESIN & HAND BOR
MESIN POMPA GROUTING
Pompa Grouting Merk Risencrete
Pompa Grouting Merk Turbosol UNI 30
Pompa Grouting Merk KAWA Japan (Diesel)
Pompa Grouting Merk Piutzmester USA
Pompa Grouting Merk KAWA Japan (electric)
4. INSPEKSI DAN PENGUJIAN
Tahapan Inspeksi dan Pengujian merupakan salah satu yang perlu
diperhatikan dalam sebelum maupun sesudah pelaksanaan. Pada dasarnya
inspeksi ini bertujuan untuk melakukan pengukuran terhadap tingkat
kesesuaian dengan standart dan metode kerja yang telah ditetapkan, sehingga
perlu melihat secara detail dan cermat sehinga diharapkan mempunyai kwalitas
dan progress waktu yang diharapkan. Adapun beberapa yang perlu
diperhatikan dalam Inspeksi dan Pengujian adalah sebagai berikut :
Alat dan Mesin
Alat dan Mesin harus mempunyai kemampuan yang baik dengan tingkat
kerusakan alat dan mesin yang minim, sehingga diharapkan dapat
menunjang proses pekerjaan dan kwalitas yang diharapkan. Diharapkan
pihak QC/HSE terkait dengan kami dapat saling membantu dan
bekerjasama. Adapun pengujian inspeksi alat dan mesin dapat dilakukan
oleh pihak QC/HSE terkait sewaktu di site atau meninjau langsung ke
Workshop kami.
Tenaga
Tenaga yang digunakan harus sehat Jasmani dan Rohani, adapun
pemerikasaaan test kesehatan bagi tenaga dan kru akan kami lakukan di
Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat, sehingga kami harapkan pihak
pemberi pekerjaan dalam hal ini owner/kontraktor utama dapat membantu
dalam proses perijinan dengan pihak terkait.
Material
Material dalam hal ini merupakan salah satu hal terpenting dalam
pekerjaan soil injection, dimana material semen, additive dan air
merupakan sebagai bahan utama dalam proses pelaksanaannya,
sehingga control yang sesuai dengan metode kerja, yaitu seperti
pengukuran material aditif 225gram dengan tingkat koreksi ±10% dan
air 20 liter tingkat koreksi ±10%.
Tekanan (Pressure)
Tekanan yang digunakan dalam pelaksanaan soil injection ini berkisar
2,5 bar sampai 5,0 bar, apabila tekanan melebihi yang ditentukan maka
pelaksanaan dihentikan, pindah dititik selanjutnya.
Pengujian (Test Plan)
Pada pelaksanaan Soil Injection mempunyai tingkat penyebaran rata-rata
dengan radius 1,5 meter, maka perlu dilakukan pengujian validasi
sebagai tolak ukur keberhasilan pengujian tersebut. Area yang telah
dilakukan Soil Injection Cement dilakukan pengujian dengan beberapa
metode sebagai validasi tingkat keberhasilan pekerjaan ini seperti
pengujian sondir (cone penetration test), Coring dll. Adapun lubang
bekas pengujian coring yang dilakukan harus ditutup kembali dengan
material pasta semen grouting.
Demikian sekilas metode Soil Injection Cement (SIC) yang dapat kami
sampaikan, semoga dapat membantu dalam perbaikan dalam proyek
yang Bapak / Ibu pimpin. Sebelum dan sesudahnya terima kasih dan kami
tunggu kabar baiknya.
Terima kasih.
Surabaya, 13 April 2022
PT. Sumber Alam Indolestari,
Ir. Setyo Poernomo
Direktur