- 83 -
4. FORMAT RENCANA PROGRAM KERJA
RENCANA PROGRAM KERJA
Rencana Program Kerja terdiri dari minimal bab-bab sebagaimana
daftar berikut:
LEMBAR PENGESAHAN RENCANA PROGRAM KERJA
BAB I PROFIL BUM DESA
A. Visi Misi
B. Struktur organisasi dan daftar SDM
C. Kepemilikan Modal
1) Penyertaan Modal Awal
2) Penyertaan Modal Desa
3) Penyertaan Modal Masyarakat
BAB II EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA
A. Kondisi Internal
1. Kondisi Sumber Daya Manusia
2. Perkembangan Usaha BUM Desa dan Unit Usaha BUM Desa
3. Progres Kerja Sama Usaha dan Kerja Sama Non-Usaha
4. Kondisi Keuangan
B. Kondisi Eksternal
1. Tantangan Usaha
2. Potensi
3. Peluang
4. Prospek Usaha
BAB III RENCANA KERJA
A. Sasaran Perusahaan
B. Strategi dan Kebijakan
C. Rencana Kerja
a) Matrik Rencana Kerja
b) Proyeksi Laba-Rugi Tahun Mendatang
c) Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun
Mendatang d) Proyeksi Neraca Tahun Mendatang
e) Proyeksi Arus Kas Tahun Mendatang
f) Proyeksi Investasi dan Sumber Pembiayaan Tahun
Mendatang g) Proyeksi Tingkat Kesehatan Perusahaan Tahun
Mendatang
BAB IV INDIKATOR KINERJA KUNCI PELAKSANA OPERASIONAL
Berikut format Rancangan Rencana Program Kerja/ Rencana Program
Kerja secara terperinci:
BAB V RENCANA KERJA SAMA
A. Rencana Kerja Sama Usaha
B. Rencana Kerja Sama Nonusaha
BAB VI RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN
Rencana kegiatan dan kebutuhan disusun sebelum penambahan modal
kepada BUM Desa/BUM Desa Bersama
- 84 -
BAB I PROFIL BUM
DESA
A. Visi dan Misi
Visi
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Misi
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
B. Struktur organisasi dan daftar SDM
Struktur Organisasi BUM Desa
Daftar SDM BUM Desa
No Nama Jabatan
1 Penasihat
2 Pengawas
3 Direktur
4 Sekretaris
5 Bendahara
6 Manager Usaha A
7 Pegawai Usaha A
8 Pegawai Usaha A
9 Manager Usaha B
10 Pegawai Usaha B
11 Pegawai Usaha B
C. Kepemilikan Modal
1) Penyertaan Modal Awal
(Diisi narasi terkait dengan Penyertaan Modal Awal)
……………………………………………………………………………………
- 85 -
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
2) Penyertaan Modal Desa
(Diisi narasi terkait dengan Penyertaan Modal Desa)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3) Penyertaan Modal Masyarakat
(Diisi narasi terkait dengan Penyertaan Modal Masyarakat)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
- 86 -
BAB II EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA
A. Kondisi Internal
1. Kondisi Sumber Daya Manusia
(Diisi uraian tentang kualitas dan kuantitas SDM BUM Desa)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
2. Perkembangan Usaha BUM Desa dan Unit Usaha BUM Desa
Uraian Perkembangan Usaha A
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Uraian Perkembangan Usaha B
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Uraian Perkembangan Usaha C
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3. Progres Kerja Sama Usaha dan Kerja Sama Non-Usaha
Uraian mengenai kondisi kerja sama baik kerja sama usaha
maupun kerja sama non-usaha.
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
4. Kondisi Keuangan
Uraian mengenai kondisi keuangan setahun terakhir
meliputi permodalan, utang, piutang, hasil usaha dan
perkembangan asset.
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
- 87 -
B. Kondisi Eksternal
1. Tantangan Usaha
2. N Strategi Menghadapi
an an T t gan Usaha Kondisi Harapan
Tantangan
1
2
3
4
5
(uraian mengenai tantangan usaha, kondisi yang diharapkan
dan strategi menghadapi tantangan usaha)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
2. Potensi
Strategi Memanfaatkan
No Potensi Kondisi Harapan
Potensi
1
2
3
4
5
(uraian mengenai potensi, kondisi yang diharapkan dan
strategi pemanfaatan potensi)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3. Peluang
Strategi Memanfaatkan
No Peluang Kondisi Harapan
Peluang
1
2
3
4
5
(uraian mengenai peluang, kondisi yang diharapkan dan
strategi pemanfaatan peluang)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
- 88 -
4. Prospek Usaha
5. N Strategi
Prospek Usaha Kondisi Harapan
Memanfaatkan
1 Prospek Usaha
2
3
4
5
(uraian mengenai prospek usaha, kondisi yang diharapkan
dan strategi pemanfaatan prospek usaha)
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
- 89 -
BAB III RENCANA KERJA
A. Sasaran Perusahaan
Sasaran perusahaan secara garis besar adalah menjadikan BUM Desa
… sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki kredibilitas tinggi dengan
dukungan modal, sumber daya manusia dan budaya perusahaan yang
kokoh. Disamping itu juga melakukan optimalisasi sumber daya yang dimiliki
agar BUM Desa memberikan kepuasan kepada semua stakeholder. (deskripsi
bisa disesuaikan dengan sasaran dan target yang diharapkan)
Sasaran Kinerja/Absolut target Tahun … sesuai sesuai dengan hasil
Musyawarah Desa Tanggal …. Bulan …. Tahun ….:
Total Aset : …. miliar
Total Ekuitas : …. miliar
Laba Bersih Tahun Berjalan : …. miliar
Capital Expenditure : …. miliar
Kontribusi terhadap PADes : …. miliar
B. Strategi dan Kebijakan
Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran BUM Desa adalah
sebagai berikut:
a. ……………………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………………
d. ……………………………………………………………………………………
e. ……………………………………………………………………………………
Kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran BUM Desa adalah
sebagai berikut:
a. ……………………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………………
d. ……………………………………………………………………………………
e. ……………………………………………………………………………………
- 90 -
C. Rencana Kerja
a) Matrik Rencana Kerja
No Program/Kegiatan Alokasi Anggaran (Rp.) Sumber Output Indikator Keberhasilan Waktu Pelaksanaan
- 91 -
b) Proyeksi Laba-Rugi Tahun Mendatang
RKAP tahun RKAP Terakhir
Uraian mendatang %
Jumlah % Jumlah %
1 2 3 4 5 6=2:4
Penjualan
Beban Pokok Penjualan
Laba Bruto
Beban Usaha
Beban Administrasi dan Umum
Beban Penjualan
Jumlah Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
Pendapatan (Beban) Lain-lain :
Pendapatan (Beban) Lain-
lain Beban Bunga
Laba (Rugi) Konsolidasi Sebelum Pajak
Pendapatan/Beban Pajak Penghasilan
Tahun Berjalan
Tangguhan
Laba Setelah Pajak
Pendapatan Konprehensif Lain
Laba (Rugi) Konprehensif Setelah Pajak
c) Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun Mendatang
RKAP Tahun RKAP
Uraian %
Mendatang Terakhir
1 2 3 4=2:3
A. Beban Langsung Order
1. Biaya Bahan
2. Biaya Subkontraktor
3. Baiaya Transport & Packing
4. Biaya Sewa Alat
5. Biaya Operasional Lainnya
Sub Total A
B. Beban Tetap Produksi
1. Biaya Gaji/ Upah Langsung
2. Biaya Pabrik Tidak Langsung
Sub Total B
Total :
- 92 -
d) Proyeksi Neraca Tahun Mendatang
RKAP Tahun RKAP
Uraian %
Mendatang Terakhir
1 2 3 4=2-3
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas
Piutang Usaha
Piutang Pajak
Piutang Jangka Pendek Lainnya
Persediaan
Pembayaran Uang Muka
Jumlah Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Penyertaan
Aset Tetap
Aset Tidak Berwujud
Aset Lain-lain
Jumlah Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
Utang Bank / Pihak ke III
Utang Bunga
Utang Pajak
Uang Muka Pemesanan
Beban yang Masih Harus dibayar
Utang Lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang
Kewajiban Imbalan Kerja
Kewajiban Pajak
Tangguhan
Jumlah Leabilitas Jangka Panjang
JUMLAH LEABILITAS
EKUITAS
Modal Dasar RP.
Saham yang belum ditempatkan dan disetor
RP. PMN yang belum ditentukan statusnya
Penyertaan modal pemerintah
Penyertaan modal ex
PPA Cadangan Likudasi
Modal Hibah
Kepentingan
nonpengendali Selisih
revaluasi aset tetap Saldo
defisit
Jumlah Ekuitas
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
- 93 -
e) Proyeksi Arus Kas Tahun Mendatang
RKAP Tahun RKAP
Uraian %
Mendatang Terakhir
1 2 3 4=2:3
SALDO AWAL KAS DAN SETARA KAS
A. AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan
1. Piutang (Progress Proyek)
2. Lainnya
3. Pendapatan Lain-lain
Sub total Penerimaan
Pengeluaran
1. Biaya langsung order
2. Gaji & Upah
3. Biaya Tetap & lainnya
4. Biaya bunga
5. Pajak
Sub total pengeluaran
Surplus (Defisit) operasional
B. AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan
1. Optimalisasi Aset Tetap
Pengeluaran
1. Investasi Aset Tetap
2. Investasi Aset Tak Terwujud
Surplus (Defisit) Investasi
C. AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan
1. PMN - Equity
2. Pihak Ketiga/Perbankan
3. Lainnya
Sub total penerimaan
Pengeluaran
1. Utang pajak
2. Pemberhentian Karyawan
3. Utang PT Sugico
4. Utang Usaha Lama
5. Angsuran PT PPA
6. Pihak Ketiga/Perbankan
7. Beban Lain-lain
Sub total pengeluaran
Surplus (defisit) Pendanaan
Surplus (defisit) Perusahaan
SALDO AKHIR KAS & SETARA KAS
f) Proyeksi Investasi dan Sumber Pembiayaan Tahun
Mendatang
RENCANA INVESTASI TAHUN ………
KONSOLIDASIAN
RKAP Tahun RKAP
NO Uraian %
Mendatang Terakhir
1 2 3 4 5=2:3
I Aset Tetap Berwujud
1 Tanah
2 Gedung dan
3 Perlengkapannya Mesin dan
4 Peralatan Kendaraan
5 Peralatan kantor
II Aset Tidak Terwujud
1 Software
2 Lisensi/ Sertifikat
3 Software Desain Enginering
4 Training
Total :
- 94 -
PROYEKSI SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA TAHUN ………… KONSOLIDASIAN
RKAP Tahun RKAP
NO Uraian %
Mendatang Terakhir
1 2 3 4 5=2:3
I Aset Tetap Berwujud
1. Laba (Rugi) Setelah Pajak
2. Penyusutan & Amortisasi
3. Tambahan Aset Lain-lain
Sub Total Sumber Dana
II PENGGUNAAN DANA
1. Investasi Aset Tetap
2. Investasi Aset Tidak Berwujud
3. Tambahan Aset Lain-lain
Sub total Penggunaan Dana
III Penambahan (Pengurangan) Modal Kerja
g) Proyeksi Tingkat Kesehatan Perusahaan Tahun Mendatang
RKAP Tahun
Tertinggi RKAP Terakhir
URAIAN Mendatang
Nilai Skor Nilai Skor Nilai Skor
I. ASPEK KEUANGAN
a. Laba / Rugi
1. R O E (%)
2. R O I (%)
3. TMS / TA (%)
SUB TOTAL a
b. PERPUTARAN
4. PERPUTARAN TOTAL ASET (%)
5. RASIO LANCAR (%)
6. RASIO KAS (%)
7. PERIODE PENARIKAN (HARI)
8. PERPUTARAN PERSEDIAAN (HARI)
SUB TOTAL b
TOTAL
(a+b)
II. ASPEK OPERASIONAL
1. PENINGKATAN PERMINTAAN (%)
2. PRESENTASE KAPASITAS PRODUKSI
(%)
3. PERTUMBUHAN PENDAPATAN &
JUMLAH PRODUK TERJUAL (%)
TOTAL II
III.
ASPEK ADMINISTRASI
[Link] PERHITUNGAN TAHUNAN
[Link] RKAP
[Link] PERIODIK
[Link] PKBL
- EFEKTIFITAS PENYALURAN
- TINGKAT KOLEKTIBILITAS
TOTAL III
TOTAL SKOR
TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN
- 95 -
BAB IV INDIKATOR KINERJA KUNCI PELAKSANA OPERASIONAL
RKAP Tahun
Mendatang RKAP Terakhir
NO INDIKATOR KPI SATUAN FORMULA
BOBOT (%)
TARGET CAPAIAN NILAI
(NILAI)
A. KEUANGAN & PASAR 22.0 22.7
1 Pertumbuhan Pe njualan th be rjalan x 100
Pendapatan % Penjualan th sebelumnya
%
dan Jumlah
Produk Terjual
2 Pertumbuhan aset Pe njualan th be rjalan x 100
%
% Penjualan th sebelumnya
3 DST.
B. FOKUS PELANGGAN 22.0 18.6
4 Loyalitas Jumlah pelanggan yang sama dg thn sblmnya x
% 100% Jumlah pelanggan thn sblmnya
Pelanggan
5 Meningkatkan Pe sanan Masuk th be rjalan x
%
Pesanan 100% Pesanan Masuk th
6 DST. sebelumnya
C. FOKUS EFEKTIFITAS PRODUK DAN PROSES 18.0 12.0
7 Investasi Re alisasi Program In ve stasi th be rjalan x
%
100% Rencana Program Investasi th berjalan
8 Tingkat Total Penjualan x
Pemenuhan % 100% Total Order
Pesanan Masuk
9 DST.
D. FOKUS TENAGA KERJA 15.0 6.0
10 Peningkatan Realisasi jml karyawan memperoleh sertifikasi x
Kompetensi % 100% Rencana jml karyawan memperoleh sertifikasi
Pegawai
11 Produktifitas Laba Kotor x 100 %
% Biaya Usaha (tidak termasuk beban bunga)
Usaha
12 DST.
E. KEPEMIMPINAN, TATA KELOLA & TANGGUNG JAWAB KEMASYARAKATAN 15.0 11.3
13 Penyampaian Jumlah Laporan yang disampaikan kepada
Laporan Elektronik % Kementerian BUMN Lengkap & Tepat waktu x
(Portal BUMN) 100% Total Laporan yang disampaikan
14 Indeks GCG SKOR
Hasil Penilaian Implemntasi GCG > Hasil
Penilaian tahun sebelumnya
15 DST.
F. AGEN PEMBANGUNAN 10.0 19.6
16 Tenaga Kerja Realisasi jml tenaga kerja lokal proyek di daerah
Lokal untuk % x 100% Total tenaga kerja proyek di daerah
Proyek di
17 Daerah
TKDN Produk / Total Pengadaan Barang Lokal x
KPI Outcome
% 100% Total Pengadaan Barang Lokal
18 DST. dan Import
- 96 -
BAB V RENCANA KERJA SAMA
A. Rencana Kerja Sama
Usaha
RENCANA KERJA SAMA USAHA
Rencana kerja sama usaha sekurang-kurangnya menjelaskan
mengenai pihak-pihak yang akan bekerja sama, sumber daya yang akan
dikerjasamakan, besaran nilai investasi, bentuk kerja sama, dan proyeksi
keuangan dan pembagian hasil usaha.
1. Pihak-Pihak
Pihak BUM Desa Pihak ….
1. …. 1. ….
2. …. 2. ….
Kewajiban
3. …. 3. ….
dst dst
1. …. 1. ….
2. …. 2. ….
Hak
3. …. 3. ….
dst dst
2. Sumber Daya yang Dikerjasamakan
Sumber Daya Lokasi kedudukan hukum/ Peruntukan dalam
kepemilikan/penguasaan Kerja Sama
Tanah Kas Desa … … …
seluas …
Bangunan … … …
seluas …
Mesin … … … …
sejumlah …
unit
dan … … …
seterusnya…
3. Besaran Investasi
No Kebutuhan Biaya Peruntukan Pihak yang
Menanggung Biaya
Rp. ….
Rp. ….
Rp. ….
Total Rp. …
4. Bentuk Kerja Sama
sewa-menyewa,
kerja sama pemanfaatan,
bangun guna serah,
bangun serah guna,
pengembangan layanan atau fitur usaha.
5. Proyeksi Keuangan dan Pembagian Hasil Usaha
- 97 -
B. Rencana Kerja Sama Nonusaha
RENCANA KERJA SAMA NON-USAHA
Rencana kerja sama non-usaha sekurang-kurangnya menjelaskan
mengenai pihak pihak yang akan bekerja sama, sumber daya yang akan
dikerjasamakan, besaran nilai investasi/kebutuhan biaya, dan bentuk kerja
sama
6. Pihak-Pihak
Pihak BUM Desa Pihak ….
4. …. 4. ….
5. …. 5. ….
Kewajiban
6. …. 6. ….
dst dst
4. …. 4. ….
5. …. 5. ….
Hak
6. …. 6. ….
dst dst
7. Sumber Daya yang Dikerjasamakan
Sumber Daya Lokasi kedudukan hukum/ Peruntukan dalam
kepemilikan/penguasaan Kerja Sama
Tanah Kas Desa … … …
seluas …
Bangunan … … …
seluas …
Mesin … … … …
sejumlah …
unit
dan … … …
seterusnya…
8. Kebutuhan Biaya
No Kebutuhan Biaya Peruntukan Pihak yang
Menanggung Biaya
Rp. ….
Rp. ….
Rp. ….
Total Rp. …
9. Bentuk Kerja Sama
transfer teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan kebudayaan;
peningkatan kapasitas sumber daya manusia;
bentuk kerja sama lain.
- 98 -
BAB VI RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN
RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN
Rencana kegiatan dan kebutuhan disusun sebelum penambahan modal
kepada BUM Desa/BUM Desa Bersama. Rencana kegiatan dan kebutuhan
serta analisis keuangan disampaikan untuk menjadi bahan pengambilan
keputusan atau persetujuan oleh musyawarah desa/musyawarah antar desa
terhadap kelayakan penambahan modal BUM Desa/BUM Desa Bersama.
Rencana kegiatan dan kebutuhan sekurang-kurangnya berisi hal-hal berikut:
1. Usaha/Barang/Jasa yang Akan Dikembangkan
Menerangkan produk yang hendak dikembangkan secara
terperinci.
2. Kebutuhan dari Usaha/Barang/Jasa
Menjelaskan mengenai kebutuhan yang akan digunakan dalam
usaha berikut jumlah kebutuhan dan perkiraan harganya. Sebaiknya
memisahkan catatan kebutuhan peralatan pokok usaha dan kebutuhan
penunjang usaha, seperti ijin usaha, penyewaan aset, renovasi,
dan sebagainya.
3. Rencana Lokasi
Menjelaskan mengenai perencanaan lokasi usaha yang akan
dipilih berikut keunggulannya. Akan lebiih baik jika memberikan
alternatif pilihan lokasi beserta analisis keunggulannya.
4. Kebutuhan Tenaga Kerja
Menjelaskan perencanaan tenaga kerja yang dibutuhkan beserta
kriteria tenaga kerja yang diharapkan. Perlu pula diulas standar gaji
untuk tiap-tiap pekerja. Perencanaan ini berguna sebagai gambaran
perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan perhitungan kebutuhan gaji
setiapn bulannya.
5. Analisis Persaingan Usaha
Pelaksana operasional perlu mengamati pesaing beserta
keunggulan dan kekurangannya. Kemudian, perlu diulas perencanaan
strategi agar BUM Desa memiliki keunggulan dibandingkan pesaing.
Analisis persaingan usaha ini juga disertai dengan rencana tindakan
dan perhitungan biaya dari pelaksanaan tindakan tersebut.
- 99 -
6. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran juga disertai perhitungan biaya pemasaran
yang dibutuhkan. Strategi pemasaran untuk usaha sebaiknya mengacu
pada:
Strategi tempat (Place): meletakkan keunggulan pada lokasi usaha;
Strategi harga (price): berfokus pada keunggulan harga;
Strategi produk: mengutamakan keunggulan produk atau jasa;
Strategi promosi: cara-cara promosi yang efektif untuk tiap-
tiap produk.
7. Perkiraan modal usaha
Menjelaskan perkiraan kebutuhan modal usaha, modal investasi
dan modal kerja secara terperinci.
8. Perkiraan perhitungan keuntungan usaha
Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP)
Penentuan Harga Jual
Perkiraan Laba Kotor
Perkiraan Laba Bersih
9. Alokasi Laba Usaha
Alokasi laba akan berbeda setiap bulannya bergantung pada
pemasukan, tetapi persentase alokasinya sama. Persentase alokasi
tidak selalu baku karena disesuaikan dengan kebutuhan pemilik usaha.
10. Perkiraan Return on Investment
Secara sederhana, Return on Investment (ROI) adalah laba atas
investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan
yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam. Dengan kata
lain, ROI juga berarti uang yang diperoleh atau hilang pada suatu
investasi.
Dalam hal ini, investasi dapat mengacu pada modal, aset, serta
anggaran biaya investasi. Yang perlu diperhatikan adalah apabila ROI
bernilai negatif, maka investasi tersebut harus dipertimbangkan
kembali sebab bernilai kerugian. Sebaliknya, ROI bernilai positif adalah
yang memberikan keuntungan dalam bisnis Anda.
11. Kesimpulan tentang usaha
Berisi narasi tentang usaha dan target-target yang ingin dicapai
oleh setiap tahun.
- 100 -
FORMAT ANALISIS KEUANGAN
Komparasi Laporan Laba Rugi
Kenaikan (Penurunan)
Tahun (n+1) Tahun (n) Jumlah %
Penjualan
Retur dan Potongan Penjualan
Penjualan Bersih
HPP
Laba Kotor
Beban Penjualan
Beban Administrasi
Total Beban Operasional
Laba Operasi
Persentase kenaikan dalam penjualan bersih disertai dengan persentase kenaikan yang
lebih besar dalam harga pokok penjualan. Kenaikan harga pokok penjualan ini berdampak
pada turunnya laba kotor sebagai persentase penjualan. Beban penjualan meningkat secara
signifikan, dan beban administrasi sedikit meningkat. Secara keseluruhan, beban operasi
meningkat ..., sedangkan laba kotor meningkat hanya ... %.
Kenaikan dalam laba operasi dan dalam laba bersih bersifat menguntungkan. Akan tetapi,
studi mengenai beban dan analisis serta perbandingan tambahan baru dilakukan sebelum
mencapai
kesimpulan mengenai penyebabnya.
Komparasi Aset Lancar
Kenaikan (Penurunan)
Tahun (n+1) Tahun (n) Jumlah %
Aset
Total Aset
Kewajiban
Kewajiban Lancara
kewajiban jangka panjang
total kewajiban
Ekuitas Pemegang Saham
Total ekuitas Pemegang Saham
- 101 -
Komparasi Neraca
Tahun (n+1) Tahun (n)
Jumlah % Jumlah %
Aset
Aset Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aset Tetap (Bersih)
Aset Tak Terwujud
Total Aset
Kewajiban
Kewajiban Lancar
Kewajiban Jangka Panjang
Total Kewajiban
Ekuitas Pemegang Saham
Total ekuitas pemegang saham
MENTERI DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN
TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,
Salinan sesuai aslinya
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan T r ansmigrasi
tt d .
Kepala Biro Hukum
ABDUL HALIM ISKANDAR
Teguh
- 102 -