0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan35 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi PLTU

Diunggah oleh

liyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan35 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi PLTU

Diunggah oleh

liyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT Karya Kedua Tbk.

Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,


Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : i dari xxxv
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

COVER

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


(SAFETY PLAN PROJECT)

Proyek Pembangunan
PLTU KOMBINASI MUARA TAWAR BLOK 2, 3 dan 4
ADD-ON PROJECT

Dibuat oleh, Disetujui oleh,

Project HSE Project Manager

i
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : ii dari xxxv
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

KATA PENGANTAR

Puji syukur selalu kami panjatkan kepada SWT yang senantiasa memberikan hidayah,
kekuatan dan kemudahan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Rencana
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek Add-on Pembangunan PLTU Kombinasi Muara
Tawar Blok 2,3 dan 4.

Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang disusun untuk memenuhi persyaratan
memperoleh Sertifikasi Ahli Madya K3 Konstruksi diharapkan dapat menjadi sumbangsih bagi
tempat kami bekerja selain itu pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan rasa
terimakasih
1) Tim Pengajar dari Fresh Consultant
2) Dinas Tenagakerjaan terkait
3) Teman-teman Kelompok 2, Sertifikasi Ahli Madya K3 Konstruksi PT PJB

Dengan segala keterbetasan waktu dan kemampuan kami, laporan hasil obeservasi ini jauh
dari kata sempurna. Karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan demi
kesempurnaan laporan hasil obsevasi ini. Semoga laporan hasil observasi ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 27 September 2022


Ketua Kelompok 2

Sugeng Raharja

ii
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : iii dari xxxv
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

DAFTAR ISI

COVER...........................................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................................................1
1.2 Tujuan dan Sasaran...........................................................................................................................1
1.3 Ruang Lingkup...................................................................................................................................1
1.4 Informasi dan Gambaran Umum Proyek..........................................................................................1
BAB II KEBIJAKAN PERUSAHAAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SAFETY POLICY). .2
2.1 Gambaran Umum dan Struktur SMK3.............................................................................................2
2.2 Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.................................................................................3
BAB III PERENCANAAN................................................................................................................................6
3.1 Identifikasi Sumber Bahaya.............................................................................................................6
3.2 Penilaian dan Pengendalian Resiko.................................................................................................6
3.3 Penilaian Resiko dari Segi Lingkungan.............................................................................................6
3.4 Job Safety Analysis (JSA)..................................................................................................................7
BAB IV DAFTAR REGULASI UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN...........................................................10
4.1 Undang-undang Terkait K3............................................................................................................10
4.2 Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden dan Keputusan Presiden..........................................10
4.3 Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri..................................................................................10
BAB V SASARAN DAN PROGRAM K3 PROYEK..........................................................................................12
5.1 Program K3......................................................................................................................................12
5.2 Sasaran dan Target Program K3L...................................................................................................12
BAB VI IMPLEMENTASI K3 dan PENERAPAN OPERASIONAL....................................................................14

iii
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : iv dari xxxv
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

6.1 Struktur Organisasi........................................................................................................................14


6.2 Kompetensi Pelatihan....................................................................................................................16
6.3 Dokumen & Pengendalian Dokumen............................................................................................17
6.4 Tanggap Darurat............................................................................................................................18
6.5 Fasilitas Medis.................................................................................................................................19
6.6 Non Medis (Pemadam Kebakaran).................................................................................................20
BAB VII PEMANTAUAN PENGUKURAN TINDAKAN PENCEGAHAN DAN PERBAIKAN..............................26
6.1 Monitoring Pengukuran Kinerja.....................................................................................................26
6.2. AUDIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA........................................26
BAB VIII PENUTUP.....................................................................................................................................27
LAMPIRAN.................................................................................................................................................28

iv
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 1 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam pekerjaan Konstruksi pembangkit listrik, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
merupakan faktor penting, sebab faktor tersebut mempengaruhi keberhasilan suatu
pekerjaan. Selain itu adanya pengawasan juga mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan
pekerjaan.
HSE Plan bertujuan sebagai guidelines penerapan HSE Management System pada
semua tingkat pekerjaan dimulai dari persiapan, mobilisasi, pekerjaan Konstruksi sampai
dengan fase komisioning serta akan disosialisasikan kepada seluruh subkontraktor yang
bekerja dalam proyek pembangkit.

1.2 Tujuan dan Sasaran


Penerapan HSE Management System di proyek pembangunan pembangkit untuk
tercapainya lingkungan kerja yang sehat, aman bagi seluruh personil serta aman bagi
lingkungan sekitar.

1.3 Ruang Lingkup


HSE Plan merupakan pedoman penerapan HSE Management System yang akan
diimplementasikan pada proyek pembangkit bagi seluruh stakeholder (Owner, Kontraktor,
Subkon) yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam aktifitas konstruksi pembangkit.

1.4 Informasi dan Gambaran Umum Proyek


Lokasi PLTGU Muara Tawar terletak di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya,
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berjarak sekitar 30 km ke arah timur laut dari
Jakarta, Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Termal Muara Tawar dibangun pada
tahun 1997 dengan pengembangan Blok 1 & 2 dan diperpanjang dengan Blok 3 & 4 pada
tahun 2004 dan Blok 5 pada tahun 2011. Pembangkit ini dioperasikan oleh PT
Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB atau PJB), anak perusahaan PT Perusahaan Listrik
Negara (PT PLN), Perusahaan Listrik Negara Indonesia. Total kapasitas pembangkit
listrik di Muara Tawar saat ini adalah 2.050 megawatt (MW). Proyek Tambahan

1
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 2 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Muara Tawar Blok 2, 3, dan 4 (selanjutnya disebut
“Proyek”) akan mengubah Blok 2, 3, dan 4 siklus terbuka, dengan output tambahan daya
650 MW.

BAB II KEBIJAKAN PERUSAHAAN TENTANG KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA (SAFETY POLICY)

2.1 Gambaran Umum dan Struktur SMK3


Kontraktor percaya bahwa HSE adalah tanggung jawab manajemen dan untuk mencapai
lingkungan kerja tanpa insiden memerlukan partisipasi dan komitmen dari semua tingkat
organisasi di kantor pusat dan proyek lokasi. Kontraktor berkomitmen untuk mencapai
tujuan tanpa kecelakaan & insiden, tanpa merugikan karyawan/orang, vendor/Sub-
kontraktor, pihak ketiga dan tanpa merusak lingkungan dalam bisnis Engineering,
Procurement and Construction (EPC) berdasarkan peraturan perundang-undangan .
Untuk mencapai tujuan HSE, Manajer Proyek akan mengadakan Rapat Tinjauan Proyek
di lokasi. Rapat harus dihadiri oleh Tim Manajemen Proyek (Manajer Proyek, Manajer
HSE, Manajer QA/QC, Manajer Konstruksi, Manajemen Lokasi Proyek dan Manajemen
Lokasi Subkontraktor). HSE akan mengadakan sesi selama pertemuan ini. Manajer
Proyek akan menunjukkan dan menyampaikan komitmennya terhadap HSE dengan
mempresentasikan masalah HSE saat ini di lokasi, kinerja, item yang luar biasa, dan
tindakan korektif/pencegahan untuk mencegah terulangnya kembali. Selanjutnya, Manajer
Proyek dan Tim Manajemen Proyek harus menunjukkan komitmen mereka terhadap
persyaratan HSE dan target tempat kerja tanpa insiden dengan:
 Manajer Proyek akan melakukan pengawasan terhadap Kontrak ini dari
manajemen puncak melalui manajemen lini, menyediakan sumber daya untuk
memenuhi standar persyaratan KKL Pemilik, dan memastikan semua Kontraktor
dan Personil subkontraktor di Lokasi Proyek menunjukkan komitmen mereka pada
HSE.
 Manajer Proyek akan Menetapkan dan melacak sasaran kinerja untuk partisipasi
personel Kontraktor dalam proses HSE.

2
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 3 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

 Manajer Proyek akan berpartisipasi dalam semua pertemuan awal Subkontraktor


untuk menyampaikan persyaratan HSE Pemilik dan Kontraktor dan menetapkan
harapannya kepada manajemen Subkontraktor terkait dengan HSE.
 Manajer Proyek akan memastikan bahwa setidaknya staf minimum personel HSE
disediakan dan tersedia di lokasi.
 Selama pelaksanaan pekerjaan, Manajer Proyek akan memimpin Rapat Komite
Keselamatan bulanan di lokasi dan memastikan bahwa pelajaran yang didapat
terkait dengan HSE ditangkap dan dibagikan kepada semua Pengawas
Subkontrak yang bekerja di proyek.
 Manajer Proyek harus meninjau laporan kinerja keselamatan kerja secara berkala,
termasuk laporan Subkontraktor dan Subkontraktor. Manajer Proyek Kontraktor
harus secara berkala meninjau, melacak dan tren program HSE, laporan UAC,
Near Misses, Insiden dan cedera dan mengkomunikasikan rencana tindakan
korektif.
 Manajer Proyek akan memastikan bahwa semua cedera yang dapat dicatat,
Insiden signifikan dan Near Misses diselidiki dan berpartisipasi sesuai kebutuhan.
 Manajer Konstruksi dan Supervisor akan berpartisipasi dalam Job Safety Analysis
(JSA) pra tugas harian dan akan berpartisipasi dalam peninjauan JSA dengan
karyawan sebelum memulai aktivitas kerja. Job Safety Analysis (JSA) akan
dipresentasikan oleh Field Supervisor setelah diverifikasi oleh HSE dan disetujui
oleh Konsultan/Pemilik.
 Supervisor akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peralatan dan
perlengkapan yang diperlukan disediakan untuk pekerja kerajinan dan bahwa
peralatan dan perlengkapan tersebut memadai untuk pekerjaan dan diperiksa
serta dipelihara dengan cara yang aman.
 Manajer Konstruksi dan Pengawas Lapangan akan bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa semua kegiatan termasuk kegiatan Sub-Kontraktor mengikuti
Prosedur HSE yang telah disetujui.
 Manajemen dan seluruh staf memastikan dampak HSE dengan membandingkan
aktivitas dalam Proyek dan menyiapkan tindakan pencegahan yang tidak perlu.

3
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 4 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

2.2 Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Kebijakan HSE akan tercermin untuk mencapai tujuan proyek tanpa kecelakaan &
insiden, tanpa merugikan karyawan/manusia dan berkomitmen untuk:
 Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain
yang relevan dan mengendalikan risiko dan peluang Sistem Manajemen Mutu,
Kesehatan, Keselamatan dan Perlindungan Lingkungan dan Sistem Manajemen
Keselamatan Lalu Lintas Jalan Tol sesuai dengan tujuan dan konteks perusahaan
serta mendukung arah strategis yang terintegrasi dengan proses bisnis, untuk
mencapai keselamatan, kesehatan, kepuasan pelanggan, perlindungan
lingkungan termasuk pencegahan polusi dan komitmen spesifik lain yang relevan.
 Memberikan wewenang kepada semua karyawan dan pekerja untuk berhenti
bekerja karena perilaku tidak aman dan kondisi tidak aman dan melibatkan
mereka dalam proses pengambilan keputusan tentang masalah Kesehatan,
Keselamatan & Perlindungan Lingkungan, partisipasi dan konsultasi melalui
perwakilan pekerja.
 Menyediakan kondisi kerja yang aman & sehat serta mencegah bahaya yang
dapat menyebabkan insiden, penyakit akibat kerja, kematian dan cedera serius di
jalan tol.
 Melindungi lingkungan termasuk pencegahan polusi, penggunaan sumber daya
yang berkelanjutan, mitigasi perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman
hayati dan ekosistem.
 Memastikan semua karyawan dan mitra bisnis lainnya kompeten dengan
memberikan pelatihan yang memadai.
 Konsisten dalam melakukan perbaikan terus-menerus atas penerapan sistem
manajemen dan menjadikan kebijakan ini sebagai kerangka acuan dalam
menentukan tujuan dan sasaran perusahaan.

Kebijakan KKL Kontraktor akan berkomitmen untuk tujuan berikut:


 Semua personel yang dipekerjakan pada proyek harus menilai keselamatan dan
perlindungan lingkungan,

4
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 5 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

 Menyediakan forum yang efektif untuk komunikasi HSE dan, Terus-menerus


meningkatkan Rencana dan Prosedur HSE, yang merupakan bagian dari
Kontraktor Sistem Manajemen HSE
 Tidak seorang pun boleh menderita cedera atau sakit akibat pekerjaan mereka di
proyek,
 Memasukkan praktik terbaik industri terkemuka untuk standar HSE untuk kegiatan
rekayasa, desain, dan konstruksi.
 Semua personel akan dilatih, kompeten, bertanggung jawab dan bertanggung
jawab atas tanggung jawab dan pekerjaan mereka.
 Meminimalkan risiko paparan bahaya melalui penggunaan Hirarki Kontrol
 Menyediakan manajemen yang kompeten untuk pelaksanaan pekerjaan yang
aman.

Kebijakan Lingkungan Kontraktor sesuai dengan tujuan ISO 14001:2015 dan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Pemerintah. Kebijakan tersebut berupaya untuk
memenuhi persyaratan yang berlaku dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Pemerintah mengenai udara, air, dan kebisingan. Untuk mewujudkan tujuan ini,
Kontraktor akan:
 Menilai sensitivitas lingkungan dari lokasi operasi potensial dan dampak operasi
kami terhadap lingkungan lokal dan regional.
 Batasi timbulan limbah, pembuangan dengan menangani risiko tumpahan,
kebocoran, dan pembuangan yang tidak disengaja.
 Mempertahankan rencana kesiapsiagaan darurat dan kemampuan tanggap.
 Tunjukkan komitmen kita melalui keunggulan lingkungan.
 Responsif terhadap sikap dan perhatian publik.
 Mengkomitmenkan cara dan sumber daya yang tepat untuk memenuhi tujuan dan
standar yang ditetapkan untuk mematuhi undang-undang dan peraturan yang
berlaku.
 Pastikan bahwa inspeksi, audit, review, dan tindak lanjut direncanakan dan
dilaksanakan.

5
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 6 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

 Mendorong kepedulian dan rasa hormat terhadap lingkungan dan menekankan


setiap tanggung jawab karyawan untuk kinerja lingkungan untuk memastikan
operasi.
Tim Manajemen Kontraktor akan terus memantau dan melaporkan kondisi, mengurangi
risiko sedapat mungkin dan menghentikan kondisi kerja yang tidak aman. Jika ada
bahaya yang tidak dapat dihilangkan seluruhnya, personel di proyek lokasi kerja akan
diberi tahu dan dilatih mengenai risiko yang terlibat. Untuk mengejar komitmen di atas,
Manajemen Kontraktor dan setiap staf individu harus melakukan kegiatan mereka dengan
mempertimbangkan Kebijakan yang disebutkan di atas.

BAB III PERENCANAAN

3.1 Identifikasi Sumber Bahaya


Kontraktor akan menilai risiko bawaan utama yang terkait dengan berbagai tugas yang
harus dilakukan untuk setiap pekerjaan selama Pekerjaan dengan menggunakan HIRA
(Penilaian Risiko Identifikasi Bahaya). Mengidentifikasi risiko terkait HSE dan mengambil
tindakan yang diperlukan untuk mengurangi risiko tersebut ke tingkat toleransi risiko yang
dapat diterima adalah kunci keberhasilan pelaksanaan proyek tanpa insiden. Dimana
risiko praktis harus dihilangkan atau dikurangi ke tingkat risiko yang rendah. Kontraktor
akan meninjau ruang lingkup setiap pekerjaan dan mengembangkan HIRA dan JSA untuk
konstruksi yang menangani risiko bawaan yang terkait dengan Pekerjaan dan
memasukkan Aturan Keselamatan Pemilik.

6
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 7 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

3.2 Penilaian dan Pengendalian Resiko


HIRA (Hazard Identification Risk Assessment) adalah teknik terstruktur untuk
mengidentifikasi potensi bahaya yang terkait dengan fasilitas dan pengoperasiannya.
Kontraktor akan menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko relevan
yang terkait dengan aktivitas pekerjaan di lokasi proyek. Tujuan dari studi HIRA adalah
untuk mengidentifikasi dan memberikan penyaringan awal bahaya yang ada dalam suatu
operasi atau proses pada tahap praktis paling awal dari suatu pengembangan atau
usaha.

3.3 Penilaian Resiko dari Segi Lingkungan


Untuk melindungi dan meminimalkan dampak buruk lingkungan (udara, air, hewan, tanah,
tumbuhan, dll. dari dampak buruk kegiatan Kontraktor), Kontraktor harus mengikuti
peraturan lingkungan yang berlaku dan Standar dan Prosedur Pemilik.
Rencana pengelolaan limbah Kontraktor harus mencakup persyaratan berikut:
o Identifikasi limbah (proses identifikasi)
o Penanganan limbah
o Pemilahan dan penyimpanan sampah, wadah penimbunan sampah :
 Jenis (bahan konstruksi)
 Ukuran dan volume sampah
 Penempatan (lokasi)
 Pemeliharaan
 Jadwal pengumpulan
o Pencatatan limbah
o Metode transportasi dan pilihan / rencana pembuangan limbah.
o Memiliki MoU dengan pengangkut limbah yang disetujui untuk penanganan limbah
berbahaya dan tidak berbahaya.

3.4 Job Safety Analysis (JSA)


Analisis Keselamatan Kerja (JSA) akan diperlukan untuk semua pekerjaan yang dilakukan
di lokasi. JSA adalah teknik yang berfokus pada tugas pekerjaan sebagai cara untuk
mengidentifikasi bahaya sebelum terjadi. Ini berfokus pada hubungan antara pekerja,
tugas, alat, dan lingkungan kerja. JSA adalah alat untuk mengkomunikasikan bahaya dan
risiko yang terkait dengan pekerjaan tertentu kepada mereka yang akan melakukan
pekerjaan beserta prosedur dan kontrol yang diperlukan untuk memitigasi risiko dan Alat
Pelindung Diri (APD) dan izin yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

7
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 8 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

Setelah bahaya yang tidak terkendali diidentifikasi, langkah-langkah diambil untuk


menghilangkan atau mengurangi bahaya ke tingkat yang dapat diterima.

Langkah 1 Identifikasi pekerjaan yang harus dilakukan.


Pemimpin kerja (Supervisor) yang terlibat harus mengidentifikasi urutan detail pekerjaan
yang akan dilakukan, termasuk Persyaratan HSE untuk setiap urutan.

Langkah 2 Bagi pekerjaan menjadi beberapa langkah.


Pecah pekerjaan menjadi langkah-langkah berurutan dan dokumentasikan. Untuk
memfasilitasi identifikasi risiko, deskripsi langkah-langkah ini harus didiskusikan dan
dipahami dengan baik. Setiap orang harus memahami apa yang sedang terjadi dan di
mana; apa yang dibutuhkan orang; peralatan atau pabrik apa yang digunakan; dan
komponen lain yang terlibat.

Langkah 3 Identifikasi bahaya di setiap langkah.


Buat daftar terhadap setiap langkah potensi bahaya yang dapat menyebabkan kerusakan.
Mempertimbangkan:
 Bahaya nyata yang dapat berkembang menjadi kejadian yang tidak diinginkan
 Hal-hal yang bisa salah. Diskusikan risiko yang kredibel dalam hal APA yang bisa
terjadi, BAGAIMANA itu bisa terjadi, dan MENGAPA itu bisa terjadi
 Hal-hal yang diketahui salah di tempat lain (laporan insiden yang relevan)
Pertimbangkan juga masalah lain yang terkait dengan pekerjaan:
o Kondisi cuaca
o Siang atau malam
o Pengalaman operator
o Operasi lain di area tersebut
o Reseptor lingkungan yang sensitif seperti saluran air, habitat asli, tetangga

Catatan: Banyak JSA ketika dirujuk pada tahap selanjutnya sangat sulit untuk dipahami.
Luangkan waktu saat mendokumentasikan JSA untuk menggambarkan aktivitas, bahaya,
dan kontrol dengan cermat dalam bentuk yang dapat dipahami orang lain.

8
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 9 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

Langkah 4 Identifikasi langkah-langkah pengendalian untuk setiap bahaya.


Perlakuan risiko harus sesuai dengan tingkat risiko yang diidentifikasi. Perhatian besar
harus diberikan untuk memastikan ini berada dalam kemampuan pekerja yang paling
tidak mampu untuk melakukan pekerjaan dan memungkinkan efek penghambat kinerja
potensial seperti kelelahan, cuaca dan jarak pandang yang buruk, kurang pengalaman,
dll.
Berbagai macam kontrol (eliminasi, substitusi, dll.) harus muncul dari JSA tersebut, bukan
hanya yang prosedural, karena ini adalah yang paling tidak efektif. Banyak dari kontrol
non-prosedural memerlukan tindakan sebelum pekerjaan dimulai (Misalnya pembelian
peralatan (tanda,harness dll), pelatihan dan sertifikasi pekerja, desain ulang peralatan,
pemasangan penghalang, dll.).

Langkah 5 Tinjau JSA dengan semua pekerja di tempat kerja.

Langkah 6 Pastikan JSA ditinjau secara berkala.


JSA harus ditinjau secara berkala tetapi terutama setelah perubahan situasi kerja;
JSA yang disiapkan di tempat kerja sebaiknya dilakukan dekat dengan waktu dan lokasi
dengan pekerjaan yang akan dilakukan dan oleh orang yang melakukan pekerjaan
tersebut. Kontrol yang dihasilkan dari JSA semacam itu biasanya didasarkan pada
prosedur atau instruksi kerja, karena hanya ini yang tersedia bagi orang yang
menjalankannya. Ini dapat diterima asalkan tidak ada Risiko Tinggi yang terlibat.
Kekuatan utama JSA yang disiapkan pada pekerjaan adalah kemampuannya untuk fokus
pada risiko unik (kondisi saat ini, sumber daya, pengalaman pekerja, dampak dengan
pekerjaan atau orang lain, dll.) dari suatu pekerjaan pada titik waktu tertentu. JSA juga
dapat menjadi alat perencanaan konstruksi yang berharga, serta alat untuk melatih
karyawan baru dalam langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan
mereka dengan aman.

9
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 10 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

BAB IV DAFTAR REGULASI UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN


4.1 Undang-undang Terkait K3
No Undang – Undang Tentang
1 UU Uap tahun 1930 Stoom Ordonnantie

10
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 11 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

2 UU No 13 tahun 2003 Ketenagakerjaan


3 UU No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja
4 UU No 21 tahun 2003 Pengesahan konverensi ILO no. 81
tentang pengawasan ketenagakerjaan
dalam industri dan perdagangan)
5 UU No 2 tahun 2017 Jasa Konstruksi

4.2 Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden dan Keputusan Presiden

No Peraturan Pemerintah Tentang


1 Peraturan Uap tahun 1930 Stoom Verordening
2 Peraturan Pemerintah No 50 tahun Penerapan Sistem Manajemen
2012 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
3 Peraturan Presiden RI No 21 tahun Pengawasan Ketenagakerjaan
2010
4 Peraturan Presiden RI No 34 tahun Pengesahan konvensi mengenai
2014 kerangka kerja peningkatan
keselamatan dan kesehatan kerja
5 Kepres RI no 22 tahun 1993 Penyakit yang timbul karena hubungan
kerja

4.3 Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri


No Peraturan / Keputusan Menteri Tentang
1 Permen No 1 tahun 1980 Keselamatan dan kesehatan kerja pada
konstruksi bangunan
2 Permen No 5 tahun 1985 Pesawat angkat angkut
3 Permen No 4 tahun 1987 Panitia pembina keselamatan dan
kesehatan kerja serta tata cara
penunjukan ahli keselamatan kerja
4 Permen 31 tahun 2015 Pengawasan instalasi penyalur petir
5 Permen No 3 tahun 1998 Tata cara pelaporan dan pemeriksaan
kecelakaan
6 Permen No 11 tahun 2005 Pencegahan dan penanggulangan

11
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 12 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

penyalahgunaan dan peredaran gelap


narkotika, psikotropika dan zat adiktif
lainnya di tempat kerja
7 Permen No 15 tahun 2008 Pertolongan pertama pada kecelakaan
di tempat kerja
8 Permen No 18 tahun 2008 Penyelenggaraa audit sistem
manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja
9 Permen No 13 tahun 2011 Nilai ambang batas faktor fisika dan
faktor kimia di tempat kerja
10 Permen No 8 tahun 2010 Alat pelindung diri
11 Permen No 26 tahun 2014 Penyelenggaraan penilaian penerapan
sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja
12 Permen No 9 tahun 2016 Keselamatan dan kesehatan kerja
dalam pekerjaan pada ketinggian
13 Kepmen No 1135 tahun 1987 Bendera keselamatan kerja
14 Kepmen No 79 tahun 2003 Diagnosis dan penilaian cacat karena
kecelakaan dan penyakit akibat kerja
(PAK)
15 Kepmen No 186 tahun 1999 Penanggulangan kebakaran di tempat
kerja
16 Permen PU No 5 tahun 2014 Pedoman Sistem Manajemen K3
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
17 Permen No 33 tahun 2015 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Listrik di Tempat Kerja
18 Kepmen No 187 tahun 1999 Pengendalian bahan kimia berbahaya

BAB V SASARAN DAN PROGRAM K3 PROYEK

5.1 Program K3
Sasaran (Tujuan/Target) dan Program K3, didefinisikan sebagai cita-cita terukur dari suatu
manajemen organisasi unit bisnis/proyek terhadap resiko K3 yang ingin dicapai. Terdapat
syarat-syarat dalam menyusun sasaran/target/tujuan K3 antara lain :

12
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 13 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

a. Didokumentasikan, diterapkan dan dirawat


b. Terukur, dapat diterapkan dan sesuai dengan Kebijakan K3 organisasi Proyek
c. Mengacu pada pemenuhan peraturan perundang-undangan terkait resiko K3 (termasuk
pada pilihan teknologi, pendanaan, persyaratan bisnis dan operasional serta pandangan
pihak ke tiga yang berhubungan dengan aktivitas operasional organisasi proyek)
Untuk syarat-syarat dalam menyusun program-program K3 untuk mencapai
sasaran/tujuan/target K3 antara lain ialah :
a. Penetapan Tanggung Jawab terkait tingkatan struktur organisasi
b. Terdapat kerangka jadwal rencana pencapian program-program K3.
c. Ditinjau secara berkala yang direncanakan menurut jangka waktu tertentu dan
disesuaikan seperlunya untuk menjamin tercapainya sasaran/tujuan/target K3

5.2 Sasaran dan Target Program K3L


Sasaran dan target program K3L proyek ini adalah :

Sasaran Program Wewenang

Tidak ada Merekrut Ahli K3 Umum untuk merencanakan Ketua P2K3


kecelakaan kerja Sistem Manajemen Keselamatan dan
yang Kesehatan Kerja dan Penerapannnya serta
menghilangkan melakukan identifikasi bahaya dan rencana
waktu kerja pengendalian terhadapnya
tenga kerja Membentuk Panitia Pembina Keselamatan Project
melebihi 2x24 dan Kesehatan Kerja (P2K3) sesuai Manager
jam dan atau perundang-undangan yang berlaku untuk
terhentinya mendukung berjalannya penerapan Sistem
proses melebihi Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
shift berikutnya Kerja
Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan Tim P2K3
sesuai identifikasi bahaya dan perencanaan
penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
Meningkatkan Ikut serta dalam program BPJS Kesehatan Sekretaris
derajat dan BPJS Ketenagakerjaan Pemerintah P2K3
kesehatan kerja Melaksanakan kerjasama dengan rumah sakit Ketua P2K3
tenaga kerja terdekat sebagai rujukan penanganan
kecelakan kerja ataupun keadan darurat di

13
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 14 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

tempat kerja
Menyediakan kantin tenaga kerja dan bekerja Ketua P2K3
sama dengan jasa katering penyedia dan Para
makanan sehat dengan harga yang Penyedia Jasa
terjangkau oleh tenaga kerja
Meningkatkan Melaksanakan pendidikan dan pelatihan Sekretaris
pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai P2K3
tenaga kerja dengan kebutuhan, keahlian dan kompetensi
mengenai tenaga kerja secara rutin baik dilaksanakan
Keselamatan dan sendiri maupun pihak luar
Kesehatan Kerja Menjalin kerjasama dengan dinas-dinas Ketua P2K3
di tempat kerja terkait yang memiliki kewenangan khusus
untuk memberikan pelatihan/pendidikan K3 di
tempat kerja
Meningkatkan Melaksanakan audit internal Sistem Ketua P2K3
dan memelihara Manajemen Keselamatan Kerja minimal
kinerja K3 setiap enam bulan sekali ataupun jika ada
Perusahaan kondisi yang memerlukan tindakan audit
Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja baik secata internal maupun
eksternal
Terjaganya Pelaksanaan Manajemen Limbah Konstruksi. Ketua P2K3
Lindung Menjaga pencemaran lingkungan proyek dari
Lingkungan bahan Kimia , bahan bakar dan sejenisnya

14
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 15 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

BAB VI IMPLEMENTASI K3 dan PENERAPAN OPERASIONAL

6.1 Struktur Organisasi


a. Struktur Organisasi Proyek

b. Struktur Organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek

15
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 16 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

c. Struktur Organisasi Tanggap Darurat Proyek

16
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 17 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

6.2 Kompetensi Pelatihan


a. Tanggung Jawab, Wewenang, dan Kompetensi Tim Tanggap Darurat

Kontraktor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua personel pengawas lokasi
Kontraktor dan Subkontraktor mengetahui sepenuhnya isi Rencana KKL Kontraktor ini
sebelum pekerjaan dimulai. Untuk meningkatkan kesadaran personel tentang bekerja
dengan aman, Manajer HSE dan Inspektur HSE bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa semua personel telah menyelesaikan semua pelatihan yang diperlukan sesuai
Matriks Pelatihan.

Admin HSE bertanggung jawab untuk mengatur jadwal pelatihan dan mengkoordinasikan
semua pelatihan sesuai matriks pelatihan kepada semua personel.

Tool Box Safety Meeting dan Pre-Job Safety Meeting dilakukan sebelum pelaksanaan
pekerjaan untuk berbagi dan memberikan pedoman umum untuk melakukan Pekerjaan
yang aman.

Persyaratan Pelatihan Keterampilan Dasar dan HSE.

17
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 18 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

 Kontraktor akan memastikan semua pekerja berkompeten terutama untuk bekerja


pada tingkat risiko untuk pekerjaan yang ditugaskan. Program pelatihan dilakukan
baik oleh Kontraktor sesuai Training Matrix.
 Kontraktor harus memberikan pelatihan keterampilan dan keselamatan dasar
minimum kepada semua pekerja sesuai dengan matriks pelatihan dan risiko
pekerjaan tertentu.
b. Rencana Kompetensi Pelatihan

Semua personel yang memasuki lokasi harus telah menyelesaikan pelatihan yang
dipersyaratkan untuk pekerjaan/fungsi khusus mereka sebelum mengerjakan pekerjaan
tersebut. Pelatihan diperlukan kepada semua personel untuk memastikan bahwa setiap
personel memiliki kompetensi yang baik dalam keterampilan mereka sendiri untuk
meminimalkan insiden selama masa konstruksi. Pelatihan dilakukan di lokasi atau zoom
meeting karena kondisi pandemi COVID-19. In house Training dilaksanakan sesuai dengan
time line HSE Program

c. Materi Pelatihan

Materi pelatihan untuk setiap kegiatan akan di update setiap tahun dan dituangkan dalam
revisi HSE Plan serta di sosialisasikan kepada seluruh pekerja

6.3 Dokumen & Pengendalian Dokumen


a. Dokumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
 Accident Investigation Procedure
 Environmental Aspect Procedure
 First Aid Procedure
 Hot Work Procedure
 Lifting and Handling Procedure
 Waste Management Procedure
 Working at Height Procedure
 Scaffolding Procedure
 Gate Pass Procedure
 Emergency Response Procedure

18
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 19 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

b. Dokumen dan Kontrol Data

19
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 20 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

6.4 Tanggap Darurat


a. Difinisi & Tujuan

Untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat telah dilakukan untuk menghilangkan
atau meminimalkan dampak situasi darurat terhadap lingkungan dan manusia.

 Untuk memastikan semua orang di tempat kerja dilindungi.


 Mencegah dan mengendalikan kecelakaan guna meningkatkan efektivitas
operasi.

b. Ruang Lingkup

20
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 21 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

Prosedur ini mendefinisikan kegiatan selama keadaan darurat dan evakuasi yang harus
diikuti oleh seluruh personel dan pihak eksternal terkait di Muara Tawar Proyek Add-On
Cycle Power Plant Blok 2, 3 & 4 selama situasi darurat.

c. Implementasi

Situasi darurat dilaporkan oleh karyawan atau saksi kepada Supervisor Kontraktor. Jika
memungkinkan dan aman, karyawan atau saksi yang terlatih dapat langsung
memadamkan api atau melakukan pertolongan pertama pada korban. Kemudian
Supervisor melapor ke Koordinator dari Situasi Darurat. Koordinator Situasi Darurat
untuk segera datang ke lokasi darurat untuk mengkoordinasikan Tim Pemadam
Kebakaran & Keselamatan dan Koordinator Pertolongan Pertama dalam menangani
situasi. Dalam keadaan Darurat, semua karyawan dilarang memberikan pernyataan
apapun kepada media atau reporter.

6.5 Fasilitas Medis


a. Ruang Pertolongan Pertama

Ada ruang pertolongan pertama yang akan menjadi salah satu fasilitas medis untuk
menangani keadaan darurat kasus yang telah dilengkapi dengan peralatan medis yang
memadai. Ruang pertolongan pertama akan dibawa oleh paramedis untuk bertugas
selama pekerjaan proyek.

b. Alat Kesehatan Pendukung:

Kotak Pertolongan Pertama

Kotak P3K harus berada di dalam area kerja, ruang kantor, mess, dll untuk pertolongan
pertama di tempat kerja. Isi kotak P3K yang disediakan mengikuti apa yang telah diatur
di Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.15/MEN/VIII/2008. Adapun pertolongan
pertama di area kerja dapat menggunakan tas responder.

c. Usungan

Tandu harus disediakan untuk menangani korban kecelakaan yang tidak bisa berjalan
sendiri untuk klinik. Perlu ada pelatihan bagi orang yang bisa menggunakan tandu.

21
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 22 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

d. Mobil darurat

Mobil darurat harus siaga sampai aktivitas kerja selesai setiap hari untuk mengantisipasi
evakuasi medis dan tidak akan bergerak tanpa instruksi dari HSE manajemen (Manajer
HSE, Insinyur HSE dan/atau Kepala HSE). Mobil darurat akan digunakan di bawah
mobil:

no Car type color Nama driver No telp


1 Daihatsu putih yono 123456

6.6 Non Medis (Pemadam Kebakaran)


Kegiatan konstruksi harus dilaksanakan di bawah lingkup sistem pemadam kebakaran
pemilik area, yaitu Fasilitas, Peralatan dan Tim Pemadam Kebakaran. Kontraktor harus
berkomunikasi dengan tim pemadam kebakaran yang ada yang selalu stand by di Safety
Office di PT. PJB UP Muara Tawar untuk kebutuhan mobil pemadam kebakaran dalam
keadaan darurat (hubungi terlampir di daftar kontak darurat). Kontraktor harus melatih
pekerja tertentu cara menggunakan Api Alat pemadam juga.

a. Evakuasi (Prosedur Detail)

Evakuasi Umum

Ketua Tim Tanggap Darurat harus memberikan instruksi atau membimbing pekerja untuk
lanjutkan di sepanjang rute yang tepat ke Muster Point. Semua personel yang dievakuasi
adalah diminta untuk menunggu di Muster Point sampai semua jelas, informasi atau sinyal
diberikan atau evakuasi lebih lanjut diminta. Setibanya di Master Point, pengawas lapangan
akan menghitung dan mengkonfirmasi nomornya anggota kelompok mereka dan juga
jumlah pengunjung dan pekerja Subkontraktor dan masyarakat (jika ada). Pencatatan
personil di lokasi akan menggunakan “Tool Box” Meeting” daftar kehadiran dari shift terbaru
dan data dari Personal on Board (POB). Security akan memeriksa semua pengunjung dari
log book di pintu masuk utama.

Berikut Prosedur Evakuasi Darurat:

 Sistem Alarm Darurat menyala (Suara).

22
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 23 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

 Semua pekerja harus segera meninggalkan lokasi


 Jangan Panik.
 Semua Peralatan & Mesin harus OFF Posisi.
 Tinggalkan Situs dengan Cepat tapi Wajar.
 Jangan Lari, Scaffolding Jump-off, Tangga, dll.
 Mobil tidak boleh bergerak agar tidak membingungkan pekerja.
 Hanya mobil penyelamat yang diperbolehkan di lokasi jika diperlukan.
 Pengawas Keselamatan adalah yang terakhir meninggalkan lokasi untuk
memastikan tidak ada mesin, peralatan menyala atau tidak ada pekerja yang masih
ada.
 Semua pekerja akan dikumpulkan (dikumpulkan) di tempat berkumpul yang telah
ditentukan.
 Penghitungan kepala akan dilakukan oleh Supervisor & pemimpin tim.
 Semua orang harus tetap tenang sampai Head Count selesai.
 Ketua Tim/Kepala HSE harus menginformasikan kepada Manajer HSE Konsorsium
jika ada pekerja yang hilang.
 Tidak ada yang akan kembali ke situs sampai pemberitahuan 'Kembali Normal'
disahkan.
b. Api

Ketika kebakaran terjadi di lokasi, orang pertama yang menemukan api harus mengambil
langkah-langkah berikut:

Orang pertama yang menemukan api untuk memberi tahu Supervisor atau Keamanan Situs
dengan radio atau langsung melapor ke salah satu dari mereka di kantor lokasi

Jika memungkinkan padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api yang
disediakan atau apapun cara yang mungkin untuk memadamkan api.

Supervisor segera menginformasikan HSE Chief HSE (ERT Leader) Leader ERT segera
datang ke lokasi kebakaran dan mengkoordinir Fire &Tim Keselamatan dan Koordinator
Pertolongan Pertama untuk menangani situasi tersebut

23
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 24 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

Pemimpin ERT memberi tahu Wakil Komandan On-Scene Komandan On-Scene untuk
menentukan tingkat situasi darurat.

Jika situasi tidak dapat dikendalikan, Komandan On-Scene untuk hubungi Dinas Pemadam
Kebakaran PJB (CCR/Operator PJB) untuk bantuan dan penanganan darurat kebakaran
lebih lanjut.

Jika api menjadi tidak terkendali, Pemimpin ERT harus memastikan penuh evakuasi
dilakukan sesuai dengan Prosedur Evakuasi Darurat.

c. Rencana Tanggap Darurat Tumpahan Bahan Kimia/minyak

Jika terjadi tumpahan bahan kimia/minyak, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

 Orang pertama yang menemukan tumpahan untuk langsung memberi tahu Mandor,
Supervisor atau Chief HSE atau Site Security mengenai tumpahan melalui radio
atau langsung datang ke kantor situs untuk melaporkan. (Semua frekuensi radio
kemudian harus jelas untuk penggunaan darurat saja.)
 Supervisor atau Chief HSE atau Site Security segera memberi tahu Kepala HSE
Leader ERT segera datang ke lokasi kebakaran dan mengkoordinir Fire & Tim
Keselamatan dan Koordinator Pertolongan Pertama untuk menangani situasi
tersebut.
 Pemimpin ERT memberi tahu Wakil Komandan On-Scene On-Scene Komandan
untuk menentukan tingkat situasi darurat.
 Jika tumpahan terkendali, Tim Tanggap Darurat harus melakukan hal berikut;
 Barikade daerah tersebut.
 Tampung tumpahan dengan menggunakan gulungan penyerap.
 Gunakan bantal penyerap dan partikulat untuk mengamati tumpahan.
 Untuk pembersihan akhir, gunakan bantalan penyerap.
 Gunakan sekop dan sapu untuk membersihkan semua Tumpahan Kit bekas
dan buang mereka ke dalam kantong plastik.
 Orang / tim yang ditugaskan akan membuang semua Spill Kit yang
terkontaminasi ke dalam tempat sampah khusus (sampah tak terjadwal).

24
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 25 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

d. Terkena zat berbahaya atau beracun

Senyawa kimia yang mudah terbakar beraroma kuat dan dalam konsentrasi tertentu dapat
membahayakan kesehatan dan juga mencemari lingkungan. Pedoman penanganan bau
tak sedap Silakan merujuk ke Prosedur KKL Lokasi untuk pedoman penanganan bahan
kimia berbahaya.

e. Gempa Bumi

Jika kondisi di atas terjadi di area proyek, prosedur daruratnya adalah seperti di bawah ini:

 Wakil Komandan On-Scene (Manajer Lapangan Kontraktor) segera melakukan


koordinasi dengan Komandan dan Klien On-Scene Koordinator HSE dan
menginstruksikan Pemimpin ERT untuk mengoordinasikan upaya pertolongan
pertama untuk korban dan proses evakuasi.
 Pemimpin ERT membuat koordinasi Tim Pemadam Kebakaran & Keselamatan dan
Pertolongan Pertama
 Koordinator untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban dan
membantu mengevakuasi pekerja. Koordinator Keamanan segera menghubungi
Polisi setempat dan jika perlu, meminta bantuan (Silakan lihat Daftar Panggilan
Komunikasi Darurat.) Kepolisian Daerah, Pemerintah, Tim SAR dan Tim lain untuk
membantu evakuasi, kapan pun dianggap diperlukan.
 Wakil Komandan On-Scene kemudian menyiapkan laporan aktual untuk Manajer
Proyek Kontraktor dan memberi tahu Departemen Hukum. Pejabat Umum/Umum
Kontraktor atau Koordinator Keamanan saja setelah mendapat persetujuan dari
Manajer Proyek Kontraktor dan Klien Perwakilan, dapat memberi tahu pers dan
pemerintah terkait lainnya tubuh.

f. Kerusuhan/Demonstrasi Sipil

Setiap karyawan yang mengamati tanda-tanda demonstrasi harus segera melaporkan


situasi kepada Koordinator Keamanan Proyek. Tanda demonstrasi yang paling jelas adalah
sekelompok orang yang bergerak menuju Proyek. Laporkan situasinya dan biarkan

25
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 26 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

Koordinator Keamanan Proyek yang menanganinya. Keamanan tanggung jawab adalah


untuk melindungi personel terlebih dahulu dan kemudian melindungi properti/fasilitas
perusahaan.

Setelah mendengar alarm, semua karyawan harus berhenti bekerja, mengamankan


pekerjaan mereka area/peralatan (peralatan kunci, ruangan dan bangunan) dan pergi ke
Titik Perakitan. Setelah penghitungan kepala semua personel selesai, personel harus
menunggu lebih lanjut instruksi dari Koordinator Keamanan Proyek. Semua kendaraan
harus diparkir sedekat mungkin mungkin ke Office untuk akses cepat dan keamanan

g. Prosedur komunikasi

Setiap karyawan, supervisor, dan manajemen Kontraktor dan Subkontraktor wajib segera
melaporkan setiap kejadian/kecelakaan yang berpotensi terjadi dalam kerusakan atau
kerugian yang cukup besar. Insiden atau laporan kecelakaan dapat dilaporkan secara
langsung atau melalui saluran komunikasi lain (radio, telepon, dll) kepada Supervisor atau
langsung menginformasikan kepada Kepala HSE HSE dan/atau Manajer HSE.

 Laporan awal acara yang akan diberikan kepada Supervisor / Site Security (Pekerja
bisa langsung menginformasikan pendahuluan laporan acara ke Manajer HSE)
 Pelapor wajib menyatakan :
 Identifikasinya
 Waktu dan area acara
 Kategori acara/insiden
 Notifikasi Alarm Sirene Aman dan Berbahaya (jika diperlukan) Sirene Aman dan
Bahaya diaktifkan oleh Deputi Tanggap Darurat
 Pemberitahuan Sirene Darurat di Area Proyek:
 Melambaikan suara notifikasi sirene terdengar setidaknya selama 3 menit.

26
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 27 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

27
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 28 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

28
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 29 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

BAB VII PEMANTAUAN, PENGUKURAN, TINDAKAN PENCEGAHAN


DAN PERBAIKAN

6.1 Monitoring Pengukuran Kinerja


a. Fasilitas K3
b. Daftar Persyaratan, Standar & Legilasi
c. Material Dengan Penanganan Khusus
d. Peralatan Dengan Penaganan Khusus
e. Identifikasi Limbah Proyek
b. Penanganan Limbah Padat dan Cair Hasil Kegiatan Proyek
c. Check List Enviromental Perfomance
d. Check List Pengolaan Environmental Perfomance
e. Contoh Pengukuran Environmental

6.2. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Audit K3 dilaksanakan oleh Tim Audit Internal dari Kantor Pusat dan atau
Departemen/Divisi atau Auditor Eksternal. Laporan hasil audit akan ditindaklanjuti oleh
manajemen proyek sebagai upaya perbaikan ketidakkonsistenan atau pelaksanaan yang
di bawah standar atau tidak sesuai dengan rencana.

Untuk mengukur tingkat penerapan K3 Proyek, manajemen proyek akan melakukan self
assessment dengan cara memberikan penilaian atas penerapan K3 di proyek sesuai
dengan kriteria SMK3.

29
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 30 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

BAB VIII PENUTUP

Demikian Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety Plant Project) ini dibuat semoga
dapat memberi manfaat bagi para peserta seminar sebagai bahan masukan maupun koreksi
dalam pelaksanaan K3 di Konstruksi Bangunan. Kami mengucapkan terima kasih kepada para
instruktur dari Disnaker dan panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan Ahli Madya
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi.

30
PT Karya Kedua Tbk.
Gedung Arboterum, Jalan Karya Kedua Nomor 2,
Kelurahan Semanggi, Kota Jakarta Pusat, Telp. (021) 622457
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PROYEK PEMBANGUNAN PLTU
No. Dok : 01/QHSE/RKK/I/2023 Tanggal Diterbitkan : Halaman : 31 dari 35
No. Revisi : 00 2 Januari 2023 Paraf :

LAMPIRAN

31

Anda mungkin juga menyukai