0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Struktur Header Paket IP

Diunggah oleh

alfajrinamin8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Struktur Header Paket IP

Diunggah oleh

alfajrinamin8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IP Packet Header

Gambar diatas menunjukkan format header paket IP, bisa kita lihat paket
header IP terdiri dari bermacam-macam field yang akan kita bahas
dibawah ini.
Version menunjukkan versi IP dari paket tersebut. Field sebesar 4-bit
tersebut berisi 0100 mengindikasikan versi 4 (IPv4)
atau 0110 mengindikasikan versi 6 (IPv6).
Berikut daftar versi IP
Numb
er Version RFC

0 Reserved

13 Unassigned

Internet Protocol version


4 4 (IPv4) 791

119
5 ST Datagram Mode 0

Simple Internet Protocol


6 (SIP)

Internet Protocol version 188


6 6 (IPv6) 3
Numb
er Version RFC

147
7 TP/IX 5

162
8 P Internet Protocol (PIP) 1

TCP and UDP over Bigger 134


9 Addresses (TUBA) 7

1014 Unassigned

15 Reserved

Header Length adalah field 4-bit yang menunjukkan panjang header suatu
paket IP dalam bentuk 32-bit words. Panjang minimum IP header adalah
20 octet dan bisa meningkat sampai maksimum 60 octet.
Type of Service (TOS) adalah field sebesar 8-bit yang dapat digunakan
untuk menentukan servis spesial yang ditangani oleh paket. File ini dapat
dibagi menjadi dua sub-
field: Precedence dan TOS. Precedence menetapkan prioritas
paket. TOS memungkinkan pemilihan servis pengiriman dalam hal
throughput, delay, reliability, dan ongkos moneter. Meski field ini tidak
banyak digunakan (semua bit di set 0), akhir-akhir ini protokol OSPF
menggunakan field ini untuk TOS routing.
.

Total Length adalah field 16-bit yang menentukan panjang total sebuah
paket termasuk header dalam format octet. Dengan mengambil header
length, penerima bisa menentukan ukuran payload dari sebuah paket.
Karena desimal terbesar yang bisa dicapai oleh 16-bit adalah 65.535,
maka kemungkinan ukuran maximum suatu paket adalah 65.535 octet.
Identifier adalah field 16-bit yang digunakan bersama-sama dengan
field flag dan fragment offset untuk fragmentasi paket. Paket-paket harus
di fragmentasi menjadi paket yang lebih kecil jika panjang original
melebihi Maximum Transmission Unit (MTU) medium transmisi yang akan
dilewati.
Flags adalah field 3-bit yang bit pertamanya tidak dipakai. Bit kedua
adalah bit Don’t Fragment (DF). Jika bit DF di set 1, router tidak dapat
mem-fragment paket. Jika paket tidak bisa diforward tanpa di fragment
terlebih dahulu maka router akan membuang paket tersebut dan
mengirimkan pesan error kepada pengirim. Fungsi ini bisa digunakan
untuk mengetes MTU dalam suatu network.
Fragment Offset adalah field 13-bit yang menentukan offset, dalam format
8 octet, dari awal header sampai awal fragment. Karena fragment-
fragment kemungkinan datang tidak berurutan, maka field fragment
offset memungkinkan potongan-potongan tersebut dapat disusun kembali
sesuai urutannya.
Catatan: jika satu saja fragment hilang dalam perjalanan transmisi, maka
paket akan dikirim dan di fragmentasi ulang. Untuk itu, error-prone pada
data link bisa menyebabkan delay yang tidak sebanding. Dan jika
fragment hilang disebabkan oleh adanya congestion (traffik padat) maka
proses pengiriman ulang semua fragment-fragment paket ini dapat
semakin meningkatkan congestion yang sudah ada.
Time to Live (TTL) field 8-bit yang akan di set dengan angka tertentu
ketika paket pertama kali di hasilkan. Setiap kali paket di serahkan dari
router ke router, maka setiap router akan mengurangi angka ini. Jika pada
titik tertentu angka ini mencapai 0, paket akan diabaikan dan pesan error
akan dikirimkan pada pengirim. Proses ini mencegah paket-paket
bergentayangan dalam network tanpa henti.
Pada mulanya, TTL ditetapkan dalam satuan detik; jika paket tertahan
lebih dari satu detik didalam router, maka router akan melakukan
penyesuaian pada TTL. Namun, pendekatan ini sulit untuk diterapkan dan
tidak pernah di support secara general. Router modern cukup mengurangi
TTL sebesar 1 satuan, tidak peduli berapa lama waktu delay yang
sebenarnya, jadi dalam hal ini TTL sebenarnya adalah hop count. TTL
yang direkomendasikan adalah sebesar 64, meski nilai sebesar 15 dan 32
juga sering dipakai.
Protocol field 8-bit yang memberikan “address” atau nomor protocol pada
protocol transport layer dimana informasi paket ditujukan. Tabel dibawah
ini menunjukkan beberapa penomoran protokol saat ini.
Nomor Host-to-Host Layer
Protocol Protocol

Internet Control Message


1 Protocol (ICMP)

Internet Group Management


2 Protocol (IGMP)

4 IP in IP (encapsulation)

Transmission Control
6 Protocol (TCP)

User Datagram Protocol


17 (UDP)

Inter-Domain Routing
45 Protocol (IDRP)

Resource Reservation
46 Protocol (RSVP)

Generic Routing
47 Encapsulation (GRE)
Nomor Host-to-Host Layer
Protocol Protocol

NBMA Next Hop Resolution


54 Protocol (NHRP)

Cisco Internet Gateway


88 Routing Protocol (IGRP)

Open Shortest Path First


89 (OSPF)

Header Checksum field untuk mendeteksi error pada IP header. Checksum


tidak dihitung untuk enkapsulasi data; UDP, TCP, dan ICMP mempunyai
checksum sendiri. Field ini mengandung 16-bit 1 sebagai pelengkap
checksum, dihitung oleh pembuat paket. Penerima akan menghitung
kembali jumlah pelengkap 16-bit 1 beserta checksum aslinya. Jika tidak
ada error yang terjadi pada perjalanan paket, maka hasil checksum
adalah angka 1 semua. Ingat, setiap router yang disinggahi mengurangi
angka TTL, karena itu checksum harus dihitung ulang pada setiap router.
Source dan Destination Addresses masing-masing adalah field 32-bit IP
address dari pengirim paket dan penerima paket. Format IP address akan
dibahas besok, atau besok-besok pada kategori yang sama.
Options adalah field variable-length yang opsional. Biasanya digunakan
untuk tujuan testing. Penggunaannya seringkali adalah untuk :
 Loose source routing, yang didalamnya terdapat list dari semua IP
address dari interface router. Paket harus melintasi semua address ini,
meskipun harus melewati beberapa hop yang lain terlebih dulu.
 Strict source routing, yang didalamnya juga terdapat list beberapa IP
address router. Tidak seperti loose source routing, paket harus
mengikuti jalur persis seperti pada list. Jika next hop bukanlah address
yang ada pada list, maka akan terjadi error.
 Record route menyediakan ruang bagi setiap router untuk
memasukkan informasi address dari outgoing interface-nya sehingga
semua router yang disinggahi oleh paket tercatat. Record
route menyediakan fungsi yang sama seperti trace hanya saja Record
route mencatat outgoing interface baik pada jalur ke arah tujuan
maupun jalur kembali.
 Timestamp adalah option yang mirip dengan record route hanya saja
setiap router juga memasukkan sebuah timestamp: paket tidak hanya
merekap jalur tapi juga merekam kapan paket berada pada titik di jalur
tersebut.

Anda mungkin juga menyukai