0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Pengaruh Media Gambar dan Demonstrasi IPA

Diunggah oleh

turasehseh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Pengaruh Media Gambar dan Demonstrasi IPA

Diunggah oleh

turasehseh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Pengaruh Penggunaan Media Gambar Dan Demonstrasi

Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Tentang


Rangka Manusia, Fungsi Dan Pemeliharaannya”.
Di kelas IV SD Negeri 2 Fajar Bulan.
Tahun Ajaran 2022/2023

Disusun Oleh :
Nama : Ana Sofianti 856948909
Semester :7
Tugas : Penelitian Tindakan Kelas

UPBJJ UT BANDAR LAMPUNG


MASA REGISTRASI 2022/23.1(2022.2)

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Dengan demikian melalui pendidikan diharapkan dapat
meningkatkan kualitas kehidupan pribadi maupun masyarakat, serta mampu
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan professional.
Untuk menciptakan suatu pembelajaran yang aktif dan kreatif merupakan salah satu hal
yang perlu diperhatikan bagi setiap guru. Karena dalam hal tersebut mampu membuat
siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat mengkondisikan siswa serta proses
belajar mengajar yang dilakukan akan sesuai dengan apa yang akan dicapai dan kegiatan
tersebut dapat berjalan lancar. Untuk meningkatkan hal tersebut guru hendaknya
memilih suatu metode atau media yang digunakan agar lebih efektif dan dapat
mengakibatkan hasil belajar siswa terutama dalam hal IPA.
Hal ini antara guru dan siswa bersama-sama untuk mengembangkan cara berpikir siswa
dan dapat untuk meningkatkan suatu pemahaman. Pemahaman tersebut memerlukan
minat dan motivasi dari diri siswa sendiri.
Menurut Fowler (1991:1) mengatakan, bahwa IPA adalah ilmu yang sistematis dan
dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan
terutama atas pengamatan dan induksi. Menurut (Dimyati, 2006:200) “faktor internal
siswa meliputi sikap terhadap belajar, motivasi berprestasi, konsentrasi belajar,
mengolah bahan belajar, menyimpan perolehan hasil belajar, menggali hasil belajar
yang tersimpan, kemampuan berprestasi, kebiasaan belajar dan cita-cita siswa,
sedangkan faktor eksternal dapat berupa guru, sarana dan prasarana, kebijakan
penilaian, lingkungan social, dan kurikulum sekolah”.
Sedangkan menurut Nokes (1991:1) menyatakan, bahwa IPA adalah pengetahuan
teoritis yang diperoleh dengan metode khusus. Untuk mencapai tujuan dalam materi
IPA guru haruslah memahami materi yang akan disampaikan didalam kelasnya. Hal
tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman, karena guru dan
siswa memiliki timbal balik yang saling menguntungkan.
SDN 2 Fajar Bulan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang ada di Dusun karang
Sari, kecamatan gunung sugih dan Kabupaten Lampung Tengah. Jika dilihat jumlah siswa
cukup banyak karena untuk kelas tinggi minimal 2 kelas yaitu A dan B. Tetapi untuk
sarana dan prasarana cukup memadai kemungkinan besar dalam gedung kelas masih
kurang, karena perpustakaan juga sekarang dijadikan ruang kelas. Selain itu, untuk
tenaga pendidik atau guru yang mengajar disekolah SDN 2 Fajar Bulan ini rata-rata
sudah PNS maupun p3K, kemungkinan hanya beberapa orang saja yang honorer.
Karena sekolah didaerah desa dan satu-satu sekolah dasar yang ada membuat siswanya
cukup aktif dalam berkegiatan.
Dari hasil observasi yang telah dilakukan sebetulnya guru sudah menggunakan media
demostrasi tetapi pada saat menyampaikan materi tidaklah efektif. Selain itu, guru juga
belum memaksimalkan dalam penggunaannya seperti halnya pada penggunaan media
yang kurang bervariasi yang menyebabkan siswa merasa bosen dan kegiatannya yang
monoton. Tetapi, untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam metode demostrasi
guru haruslah mengurangi dalam metode ceramah.
Menurut (J.J Hasibuan dan Mujiono, 1991:31) untuk melakukan kegiatan demonstrasi
agar efektif dibutuhkan beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan yaitu
tahap persiapan dan pelaksanaan.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1) Bagaimana pengaruh media gambar dan demostrasi untuk meningkatkan hasil
belajar siswa pada pembelajaran IPA?
2) Bagaimana peningkatan dari hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA ketika guru
telah menggunakan metode demonstrasi?

1.3 Tujuan dan manfaat Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui pengaruh media gambar dan demonlstrasi untuk meningkatkan
hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA.
2) Untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar setelah menggunakan metode
demonstrasi.

Manfaat penelitian yaitu :


1) Bagi guru, untuk lebih memperbaiki kualitas pembelajaran supaya berjalan
dengan baik dan dapat memunculkan ide-ide yang baru.
2) Bagi siswa, untuk mengembangkan hasil prestasi belajar siswa dalam
pembelajaran IPA.
3) Bagi lembaga, bisa dijadikan masukan untuk informasi mengenai cara
pemanfaatan alternatif dalam pembelajaran IPA, dan dapat diperhitungkan
untuk mencapai tujuan atau indikator kompetensi yang diinginkan suatu
lembaga atau sekolah.
4) Bagi peneliti, dapat dijadikan sebagai bahan acuan atau landasan teoritis untuk
memahami dan mengatasi siswa yang kesulitan dalam belajar terutama
pembelajaran IPA.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teoretis

a. Pengertian Metode Demonstrasi

Menurut Syah (2000:208) adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang,
kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui
penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang
disajikan. Aminuddin Rasyad (2006: 8) mengemukakan metode demonstrasi adalah cara
pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan
murid di kelas atau di luar kelas.

Menurut Rostiyah pengertian metode demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang
instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses. Menurut Ridwan
Abdullah Sani metode demonstrasi adalah dimana guru menunjukkan dan menjelaskan
pelaksanaan tugas pada peserta didik, kemudian peserta didik diminta menjelaskan konsep
atau melakukan kegiatan yang terkait dengan demonstrasi.

Metode demonstrasi merupakan salah satu metode yang menyajikan bahan dalam
pembelajaran dengan cara mempertunjukkan atau memperagakan suatu objek secara
langsung, atau dapat juga melakukan suatu proses agar lebih dipahami oleh siswa. Metode ini,
guru harus yakin pada siswa dan diri sendiri, yakin jika seluruh siswa mampu memahami bjek
yang dijelaskan. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai guru harus menyiapkan alat-alat
yang akan digunakan.

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa metode demonstrasi adalah suatu
metode mengajar yang digunakan guru untuk memperagakan serta memperlihatkan suatu
proses sesuai dengan materi yang diajarkan baik secara langsung maupun tidak langsung yang
diikuti oleh murid agar pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan dapat dipahami dan
dikuasai oleh murid tersebut.

Oleh karena itu, demonstrasi merupakan salah satu metode yang menunjukkan atau
memperagakan sesuatu. Seperti halnya untuk materi pembelajaran IPA mengenai rangka
manusia yang bisa diperagakan menggunakan gambar maupun patung kerangka manusia.
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulannya. Bahwa, metode demonstrasi
merupakan cara dimana guru memperagakan atau menunjukkan langsung rangka manusia yang
dapat diingat dan dipahami untuk meningkatkan hasil belajar.

b. Ciri-Ciri Metode Demonstrasi


1) Guru melakukan percobaan.
2) Bertujuan agar siswa mampu memahami cara mengatur atau menyusun sesuatu.
3) Bila siswa melakukan sendiri demonstrasi, mereka akan lebih berhasil, lebih mengerti
dalam menggunakan sesuatu alat.
4) Siswa dapat memilih dan memperbandingkan cara terbaik. ( Drs.M. Subana dan Sunarti.
2008: 110-112).

c. Tujuan dan Manfaat Metode Demonstrasi

Tujuan pengunaan metode demonstrasi dalam kegiatan pembelajaran adalah untuk


memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan
kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajarn kelas.

Manfaaat penerapan metode demonstrasi adalah untuk :

1) Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan;


2) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari;
3) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

d. Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi


 Kelebihan Metode Demontrasi
a. Perhatian siswa lebih terpusat pada pelajaran yang sedang diberikan.
b. Kesalahan yang terjadi bila dipelajaran ini diceramahkan dapat diatasi melalui
pengamatan dan contoh konkret.
c. Kesan yang diterima siswa lebih mendalam dan tinggal lebih lama.
d. Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung serta dapat
mengembangkan kecakapannya.
e. Menghindari verbalisme.
f. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
g. Proses pengajaran lebih menarik.
h. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan
kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.
 Kelemahan Metode Demonstrasi
a. Alat yang terlalu kecil atau penempatan yang kurang tepat menyebabkan demontrasi
tidak dapat dilihat oleh siswa.
b. Guru harus menjalankan kelangsungan demonstrasi dengan bahasa clan suara yang
dapat ditangkap oleh siswa.
c. Bila waktu sempit, demontrasi akan berjalan terputus-putus atau dijalankan tergesa-
gesa sehingga hasilnya tidak memuaskan.
d. Bila siswa tidak diikutsertakan, proses demonstrasi akan kurang dipahami. (M. Subana
dan Sunarti, 2008:112)
e. Memerlukan keterampilan guru secara khusus.
f. Membutuhkan fasilitas yang memadai (barang atau alat yang akan didemontrasikan).
g. Membutuhkan waktu yang lama.

2.2 Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Dasar

A. Mata Pelajaran IPA


Ilmu pengetahuan alam merupakan sebagai suatu cara penyelidikan yang
berguna untuk kumpulan pengetahuan secara terorganisir. Mata Pelajaran IPA
merupakan salah satu mata pelajaran yang berfungsi untuk memberikan
keterampilan kepada siswa mengenai lingkungan alam, wawasan, bahkan dapat
mengembangkan keterampilan serta teknologi dalam kaitan dan
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Srini M. Iskandar (1997: 2) yaitu Ilmu Pengetahuan Alam adalah
pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan
eksperimen yang sistematik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan,
hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesa.
Menurut Nash dalam Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992: 3) IPA
adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Cara atau metode
tersebut harus bersifat analitis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara
fenomena dengan fenomena yang lain. Metode tersebut adalah metode berpikir
ilmiah.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu mengenai
alam Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan kata-kata dalam bahasa
Inggris yaitu natural science, yang artinya ilmu pengetahuan alam (IPA). Karena
berhubungan dengan alam dan science artinya adalah ilmu pengetahuan, jadi
ilmu pengetahuan alam (IPA) atau science itu pengertiannya dapat disebut
sebagaiilmu pengetahuan alam.
Ahmad Susanto (2013: 167) mengatakan sains atau IPA adalah usaha manusia
dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran,
serta menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran sehingga
mendapatkan suatukesimpulan.
Patta Bundu (2006: 9) sains atau IPA adalah proses kegiatan yang dilakukan para
saintis dalam memperoleh pengetahuan dan sikap terhadap proses kegiatan
tersebut. Sains secara garis besar memiliki tiga komponen, yaitu 1) proses ilmiah,
2) produk ilmiah, dan 3) sikap ilmiah. Menurut Paolo dan Marten (dalam Srini M.
Iskandar, 1996: 15) Ilmu Pengetahuan Alam untuk anak-anak didefinisikan
menjadi : mengamati apa yang terjadi dan mencoba memahami apa yang
diamati.
Oleh karena itu, ilmu pengetahuan alam adalah suatu pelajaran yang berkaitan
dengan pengetahuan yang terorganisir serta bersifat objektif. Selain itu, mata
pelajaran IPA merupakan bisa dikatakan sebagai proses, karena jika
pembelajaran yang dilakukan mendapatkan pengetahuan dan mengarahkan
siswa untuk memahami gambar secara langsung. Bahkan dengan menggunakan
metode yang efektif mampu meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam
hal mate pelajaran IPA ini. Karena mata pelajaran IPA sangatlah penting untuk
memahami keadaan lingkungan sekitar serta menumbuhkembangkan
pengetahuan siswa.

B. Tujuan Pembelajaran IPA di SD


Mata pelajaran IPA di SD bertujuan agar peserta didik memiliki kempapuan
sebagai berikut :
1) Mengembangkan rasa ingin tahu dan suatu sikap positif terhadap sains,
teknologi dan masyarakat.
2) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,
memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang
akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4) Mengembangkan kesadaran tentang peran dan pentingnya sains dalam
kehidupan sehari-hari.
5) Mengalihkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman ke bidang
pengajaran lain.
6) Ikut serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
Menghargai berbagai macam bentuk ciptaan Tuhan di alam semesta ini
untuk dipelajari (Sri Sulistiyorini, 2007: 40)
Dari uraian di atas menunjukkan bahwa tujuan tersebut dicapai dengan cara
mengajarkan IPA yang mengacu pada hakikat IPA dan menekankan pada
pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi siswa.
C. Ruang Lingkup Pembelajaran IPA di SD
Ruang lingkup mata pelajaran IPA di Tingkat SD berdasarkan keputusan dari
Mendikbud (2014: 232) adalah sebagai berikut.
Ruang lingkup materi mata pelajaran IPA SD mencakup Tubuh dan panca indra,
Tumbuhan dan hewan, Sifat dan wujud benda- benda sekitar, Alam semesta dan
kenampakannya, Bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan, Daur hidup makhluk
hidup, Perkembangbiakan tanaman, Wujud benda, Gaya dan gerak, Bentuk dan
sumber energi dan energi alternatif, Rupa bumi dan perubahannya, Lingkungan,
alam semesta, dan sumber daya alam, Iklim dan cuaca, Rangka dan organ tubuh
manusia dan hewan, Makanan, rantai makanan, dan keseimbangan ekosistem,
Perkembangbiakan makhluk hidup, Penyesuaian diri makhluk hidup pada
lingkungan, Kesehatan dan sistem pernafasan manusia, Perubahan dan sifat
benda, Hantaran panas, listrik dan magnet, Tata surya, Campuran dan larutan.

D. Alat Peraga atau Media IPA


Alat peraga atau media adalah sumber belajar yang harus dikembangkan untuk
tercapainya hasil belajar yang optimal. Hal ini seperti yang dikatakan (Hidayat,
2008:123) “Dalam usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil
pembelajaran, kita tidak boleh melupakan suatu hal yang sudah pasti
kebenarannya yaitu bahwa, pelajar sebanyak-banyaknya berinteraksi dengan
sumber belajar.
Dalam hal ini pembelajaran IPA tentang rangka manusia menggunakan media
gambar karena siswa lebih mudah memahami bentuk rangka tubuh yang ada di
manusia ketika mereka langsung menunjukkan gambar tersebut. Selain itu,
dalam pembelajaran IPA juga bisa menggunakan patung kerangka tubuh untuk
lebih memperjelas pemahaman siswa. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu
menggunakan metode diskusi dengan media gambar atau patung dengan
semaksimal mungkin untuk menjadikan pembelajaran yang aktif, kreatif dan
menyenangkan.
BAB III
Metodologi penelitian
A. Metode demonstrasi pada pembelajaran IPA
Metode demonstrasi adalah metode yang berhubungan dengan penggunaan alat dan
bahan yang bisa lihat secara langsung oleh siswa seperti halnya alat peraga ataupun
gambar-gambar yang berhubungan dengan materi IPA terutama rangka manusia dan
fungsinya. Selain itu, dengan menggunakan metode demonstrasi indapat meningkatkan
hasil belajar siswa untuk memahami rangka manusia. Sebab itu, metode demonstrasi ini
cukup efektif jika dilakukan disekolah dasar dan pembelajaran yang diajarkan tidak
monoton.
Mulyani Sumantri dan Johar Permana (1998/1999: 154) berpendapat “metode
demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang yang
dipertunjukkan oleh guru atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan”.
Suprihadi Saputro, Zainul Abidin dan I Wayan Sutama (2000: 189) “metode demonstrasi
merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana cara mengaturnya?, bagaimana
prosesnya?, bagaimana proses mengerjakannya?”.
Menurut beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi yang
dapat menghadirkan alat peraga seperti patung manusia yang terdapat organ tubuhnya,
bahkan gambar mengenai rangka tubuh manusia. Dengan adanya metode ini siswa
mampu memahami, melihat, mendengarkan bahkan menyampaikan pendapat tentang
materi tersebut.

a. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Belajar


Menurut pendapat Dimyati, (2006:33) “empat hal yang mempengaruhi keaktifan belajar
antara lain: 1) bahan belajar, 2) suasana belajar, 3) media dan sumber belajar, 4) guru
sebagai subjek pembelajar”. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi keaktifan belajar siswa adalah, ada dari luar siswa maupun dari dalam
diri siswa.
b. Ciri -ciri Keaktifan Belajar
Dimyati, (2006:48) mengemukakan pendapatnya bahwa terdapat lima ciri-ciri dalam
keaktifan belajar siswa yaitu sebagai berikut.
1) Keberanian siswa untuk mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan.
2) Keinginan dan keberanian siswa untuk ikut serta dalam kegiatan belajar.
3) Adanya usaha dan kreativitas siswa.
4) Adanya keingin tahuan siswa.
5) Memiliki rasa lapang dan bebas.
c. Hasil Belajar
Dimyati dan Moedjiono, (2006:200) bahwa “hasil belajar merupakan hasil dari suatu
interaksi tindak mengajar atau tindak belajar”. Demikian pula dalam Kamus Umum
Bahasa Indonesia disebutkan bahwa “Hasil belajar merupakan sesuatu yang diadakan,
dibuat, dijadikan oleh suatu atau dapat juga berarti pendapatan atau perolehan”..
Hamalik, (2001:34) menyebutkan ada 3 teori tentang hasil belajar yaitu:
1) Teori disiplin formal yang menyatakan bahwa ingatan, sikap, imajinasi dapat
diperkuat melalui latihan akademis. 2) Teori unsur-unsur yang identik yaitu: siswa
diberikan respon-respon yang diharapkan diterapkan dalam situasi kehidupan. 3)
Teori generalisasi yaitu: menekankan pada pembentukan pengertian yang
dihubungkan pada pengalaman-pengalamannya.
Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar dari siswa didapat
ketika mereka telah berinteraksi antara guru dengan siswa. Selain itu, pada mata
pelajaran IPA siswa mendapatkan hasil belajar ketika mereka telah melakukan
percobaan atau praktikum.

d. Faktor yang mempengaruhi hasil berjalan


Hamalik (2001:32) menyebutkan “faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu
faktor pengalaman masa lampau, faktor kesiapan belajar, faktor minat dan usaha, faktor
fisiologis dan faktor intelegensi”. Menurut Uno Hamzah (2008:3) menyatakan bahwa
“faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor guru, siswa, kurikulum
dan lingkungan.
Keempat faktor tersebut adalah sebagai berikut.
1) Faktor guru
Setiap guru mempunyai sistem belajar masing-masing. Dalam hal tersebut tercermin
sikap dan perilaku seorang guru dalam pembelajaran.
2) Faktor siswa
Setiap siswa mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun kepribadian,
kecakapan, yang dimiliki masing-masing itu meliputi, kecakapan potensial maupun
kecakapan yang diperoleh dari hasil belajar.
3) Faktor kurikulum
Bahan-bahan pengajaran sebagai isi kurikulum mengacu kepada tujuan yang hendak
dicapai.
4) Faktor lingkungan
Lingkungan meliputi keadaan ruangan, tata ruang dan berbagai situasi fisik yang ada
disekitar kelas atau sekitar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.
B. Kajian Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pengamatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri
rendah, khusunya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dipengaruhi faktor
eksternal. Guru tidak menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai
dengan materi, sehingga sikap belajar, motivasi belajar siswa, konsentrasi belajar, dan
perolehan hasil belajar siswa rendah.
Karena rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Fajar Bulan,
khususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, maka dilaksanakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dengan judul: “Pengaruh Penggunaan Media Gambar Dan
Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Tentang
Rangka Manusia, Fungsi Pemeliharaannya” Di kelas IV SD Negeri 2 Fajar Bulan Tahun
Ajaran 2022/2023. Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.
Metode ini mampu meningkatkan kemungkinan berpikir kritis, partisipasi, demokratis,
mengembangkan sikap, motivasi, dan kemampuan berbicara. Dengan menerapkan
metode demokratis diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa
keklas IV SDN 2 Fajar Bulankhususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahaun Alam.

C. Kerangka Berpikir
D. Perumusan Hipotesis

Anda mungkin juga menyukai