PROPOSAL
USAHA BENGKEL MOTOR
(PIT STOP MOTOR DAILY)
Disusun Oleh:
Kelompok2
• Afdal Hidayat
• Andhika Arif Rachmat
• Nelci Kristha
• Nabil Syahril
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NURTANIO BANDUNG
2024
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era modern ini, kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor,
menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah
pengguna sepeda motor memberikan peluang bisnis yang menjanjikan di sektor
layanan perawatan dan perbaikan kendaraan. Untuk memenuhi kebutuhan ini,
kami berencana mendirikan sebuah bengkel motor yang memberikan layanan
berkualitas dengan harga kompetitif.
Jumlah sepeda motor di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya,
seiring dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun, belum semua daerah
memiliki bengkel yang mampu memberikan layanan yang cepat, terjangkau, dan
berkualitas. Bengkel motor ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,
dengan fokus pada kepuasan pelanggan dan efisiensi layanan.
B. Tujuan Usaha
1. Memberikan layanan perawatan dan perbaikan sepeda motor yang
berkualitas.
2. Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang cepat dan ramah.
3. Mendukung peningkatan keselamatan berkendara melalui perawatan
kendaraan yang optimal.
4. Menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
C. Profil Bisnis
Konsep bengkel yang kita buat ini berupa Bengkel motor yang telah di
beri nama PIT STOP MOTOR DAILY yang bermakna/ arti :“pit stop” dalam
balapan, yang berarti tempat di mana kendaraan berhenti sebentar untuk
melakukan perawatan cepat, seperti pengisian bahan bakar, penggantian ban, atau
perbaikan teknis. dan Motor Daily: Menyiratkan bahwa bengkel ini melayani
kebutuhan harian pengguna motor, seperti servis ringan, penggantian oli, atau
tambal ban yang sering dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Secara
keseluruhan, “Pit Stop Motor Daily” berarti: Bengkel harian yang menyediakan
layanan cepat dan praktis untuk perawatan motor, sehingga pelanggan bisa
menjaga performa kendaraannya tanpa mengganggu rutinitas harian. Kita
melayani motor matic,gigi, kupling dan membuka jasa service ringan mau pun
berat , menjual spare part , aksesoris dan jasa pemasangan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Nama dan Lokasi Usaha
Kami memberi nama usaha ini “PIT STOP MOTOR DAILY” yang
mana yang akan didaftarkan ke Dinas Perindustrian Babakan Ciparay, dengan
lokasi usaha kami dengan beralamatkan di Jl. Caringin No. 62 Babakan Ciparay,
Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung.
B. Dasar Ide
Motor pada dasarnya sarana transportasi yang ada disekeliling kita yang
mana sekarangini minimal setiap rumah memiliki motor sejumlah 2 unit. Atas
dasar itu kami memanfaatkanpeluang tersebut untuk membuka sebuah bengkel
motor yang kami beri nama “ PIT STOP MOTOR DAILY ” yang terpercaya
untuk masyarakat dengan pendukung tempat strategis, bersih, mekanikterlatih dan
pelayanan ramah agar pelanggan senang.
C. Target Pemasaran
1. Pengemudi Ojek Online
Strategi:
• Berikan diskon khusus atau paket layanan berkala untuk ojek
online
• Tambahkan layanan “antri prioritas” untuk mereka.
2. Individual/ Motor Pribadi Pemilik
Strategi:
• Lokasi bengkel di area pemukiman atau jalan raya yang strategis.
• Harga terjangkau dan layanan cepat.
3. Komunitas Motor
Strategi:
• Jalin kerjasama dengan komunitas motor untuk diskon atau paket
khusus.
• Promosikan bengkel sebagai tempat yang mengerti kebutuhan
motor mereka.
D. Strategi Pemasaran
Bagaimana kita memasarkan bengkel kita?
• Berikan promo pembukaan seperti diskon servis atau penggantian oli
gratis.
• Menggunakan media sosial, banner.
• Selalu update di dalam sosial media.
• Di promosikan selebgram tiktok & Instagram.
E. Jenis Layanan
• Servis rutin (ganti oli, penyetelan mesin, dll.)
• Perbaikan ringan dan berat
• Penjualan suku cadang dan aksesori sepeda motor.
F. Analisis SWOT
1. Strengths (Kekuatan)
2. Lokasi strategis
3. Teknisi berpengalaman
4. Harga kompetitif
5. Weaknesses (Kelemahan)
6. Modal awal yang terbatas
7. Persaingan dengan bengkel lain
8. Opportunities (Peluang)
9. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor
10. Dukungan teknologi dalam promosi (media sosial)
11. Threats (Ancaman)
12. Fluktuasi harga suku cadang
13. Perubahan regulasi pemerintah.
G. Rencana Anggaran
1. Modal Awal
Peralatan dan Mesin.
• Kompresor angin: Rp 2.500.000 – Rp 4.000.000
• Alat servis standar (kunci pas, kunci ring, tang, obeng): Rp 1.500.000 –
Rp 2.000.000
• Dongkrak motor: Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000
• Scanner injeksi (opsional, jika melayani motor injeksi): Rp 3.000.000 –
Rp 5.000.000
• Alat ganti ban dan tambal ban: Rp 1.500.000 – Rp 2.500.000.
Stok Suku Cadang Awal.
• Oli mesin (berbagai merek): Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000
• Busi, kampas rem, rantai, aki, dll.: Rp 5.000.000 – Rp 8.000.000
Sewa Tempat.
• Sewa tempat (jika tidak menggunakan lokasi pribadi): Rp 5.000.000 –
Rp 10.000.000 per bulan (opsional).
Total Modal Awal : Rp 18.000.000 – Rp 33.000.000
2. Biaya Operasional Bulanan
Gaji Karyawan
• Teknisi utama (1 orang): Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000
• Teknisi junior/pembantu (1-2 orang): Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 per
orang.
Listrik dan Air : Rp 500.000 – Rp 1.000.000.
Pengadaan Stok (Bulanan)
• Penggantian stok oli, suku cadang, dan perlengkapan bengkel: Rp
5.000.000 – Rp 8.000.000.
Biaya Promosi.
• Cetak brosur/spanduk atau iklan online: Rp 500.000 – Rp 1.000.000.
Total Biaya Operasional Bulanan: Rp 10.000.000 – Rp 18.000.000.
BAB III
PENUTUP
A. Kelebihan
• Permintaan Tinggi: Banyak pengguna motor membutuhkan servis rutin.
• Modal Terjangkau: Dibanding usaha otomotif lain, modal awal lebih kecil.
• Pasar Luas: Menjangkau individu, ojek online, komunitas motor, dan
perusahaan.
• Pendapatan Stabil: Servis berkala menciptakan pelanggan tetap.
• Fleksibel: Bisa dimulai dari skala kecil dengan layanan sederhana.
B. Kekurangan
• Persaingan Ketat: Banyak bengkel serupa di satu wilayah.
• Ketergantungan Teknisi: Performa bengkel bergantung pada keahlian
teknisi.
• Biaya Peralatan: Alat-alat bengkel butuh perawatan rutin.
• Fluktuasi Pendapatan: Tidak semua musim memberikan hasil yang stabil.
• Lokasi: Lokasi yang kurang strategis dapat menghambat pelanggan datang.
C. Kesimpulan
Bengkel motor adalah bisnis yang relevan dan potensial di tengah
tingginya jumlah pengguna motor di Indonesia. Namun, kesuksesan tidak hanya
bergantung pada peluang pasar, tetapi juga pada eksekusi strategi yang matang
1. Fokus pada Kepuasan Pelanggan
2. Adaptasi Teknologi
3. Inovasi Layanan
4. Pengelolaan Keuangan
5. Promosi Efektif
Dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mengelola teknisi
yang kompeten, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar, bengkel motor
bisa menjadi bisnis yang berkembang pesat dan menguntungkan dalam jangka
panjang.