0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan21 halaman

Prinsip Pemilihan Media PAI Efektif

Diunggah oleh

Restu Abdiyantoro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan21 halaman

Prinsip Pemilihan Media PAI Efektif

Diunggah oleh

Restu Abdiyantoro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI

A. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran PAI


Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan untuk memberikan
pendidikan, pengajaran dan pelatihan kepada peserta didik agar mencapai hasil
belajar sesuai dengan kebutuhannya. Indikator dari pembelajaran itu sendiri ialah jika
terjadi perubahan tingkah laku, pengetahuan, pemahaman, sikap, keterampilan,
kecakapan, dan kemampuan dari peserta didik dari proses yang mereka lalui didalam
belajar.1
Begitu juga dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah.
Pembelajaran PAI disekolah memiliki peran penting dalam membentuk akhlak,
karakter, dan pemahaman peserta didik tentang ajaran agama Islam. Dalam proses
pembelajaran, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media
pembelajaran. Kedua unsur ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode
mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang digunakan,
meskipun ada aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih suatu media dalam
pembelajaran.2
Dengan perkembangan zaman dan teknologi yang terus berubah dengan
pesat, metode dan strategi pengajaran yang digunakan oleh pendidik juga harus
berkembang, salah satunya dengan penggunaan media pembelajaran. Keberhasilan
pembelajaran sangat dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya penggunaan media
yang berfungsi sebagai perantara pesan-pesan pernbelajaran.3 Media pembelajaran
menjadi sarana yang penting untuk membantu penyampaian materi secara efektif,
menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa yang semakin heterogen.
Pada era digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari
kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Penggunaan media berbasis
teknologi menjadi salah satu pendekatan penting dalam mengoptimalkan proses
pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran PAI. Pengembangan media
pembelajaran yang inovatif dan kreatif dapat membantu siswa lebih mudah

1
Hendra et al., Media Pembelajaran Berbasis Digital (Teori & Praktek), ed. Sepriano Efitra, Mahesa, Cet.
Ke.1, vol. 1 (Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023).
2
Ani Cahyadi, Pengembangan Media Dan Sumber Belajar: Teori Dan Prosedur, Laksita Indonesia, Cet.1
(Serang: Laksita Indonesia, 2019).
3
Nrzwardi Jalintls and Ambiyar., Media Dan Sumber Pembelajaran, Cet. 1 (Jakarta: Kencana, 2016).

1
memahami konsep-konsep abstrak dalam agama, seperti nilai-nilai akhlak, adab, dan
hukum Islam.
Namun, pengembangan dan pemilihan media pembelajaran yang tepat
bukanlah hal yang sederhana. Pendidik harus mampu mempertimbangkan berbagai
aspek, mulai dari relevansi dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, hingga
keterjangkauan dan efektivitas media tersebut dalam mendukung proses belajar.
Tanpa pertimbangan yang tepat, penggunaan media justru bisa menjadi tidak efektif
dan kurang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip pengembangan
media pembelajaran PAI yang dapat memberikan panduan bagi pendidik dalam
memilih dan mengembangkan media yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks
siswa. Dengan menggunakan media yang tepat, diharapkan proses pembelajaran PAI
dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan mendalam sehingga tujuan pembelajaran
agama dapat tercapai dengan lebih optimal.
Pada era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju,
penggunaan media dalam proses pembelajaran menjadi semakin penting.
Penggunaan media dalam pembelajaran sangat efektif membantu pemahaman dan
pendalaman materi secara cepat, akurat dan lebih baik bagi siswa.4
Penggunaan media dalam proses pembelajaran bukanlah sebagai pengganti
cara mengajar guru, melainkan utuk melengkapi dan membantu para guru dalam
menyampaikan materi atau informasi. Dengan menggunakan media diharapkan
terjadi interaksi antar siswa maupun antara siswa dengan guru. Pada dasarnya tidak
ada ketentuan kapan suatu media pembelajaran harus digunakan, tetapi guru harus
memiliki kemampuan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran yang
tepat dan berdayaguna.5
Sebelum lebih jauh membahas media pembelajaran, kita pahami terlebih
dahulu tentang media. Menurut Sadiman, dkk (2002) kata “media” berasal dari
bahasa Latin “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar.”6
Media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima

4
Arifannisa et al., Sumber Dan Pengembangan Media Pembelajaran Teori Dan Penerapan, ed. Efitra,
Sonpedia, Cet. 1 (Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia, 2023).
5
Muhammad Hasan et al., Media Pembelajaran, ed. Fatma Sukmawati, Tahta Media Group, Cet. 1 (Klaten:
Tahta Media Group, 2021).
6
Evi Fatimatur Rusydiyah, “Media Pembelajaran (Implementasi Untuk Anak Di Madrasah Ibtidaiyah),” in
UIN Surabaya, 2019, 215.

2
pesan. Media juga dapat dikatakan sebagai sarana untuk mentransfer atau
menyampaikan pesan.7
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar.
Alat atau segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan siswa sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar. Media pembelajaran adalah sarana fisik yang
digunakan pada saat pembelajaran berupa penyaluran pesan agar terjadi proses
interaksi komunikasi antara guru dan siswa.8
Media pembelajaran merupakan media yang memuat informasi atau pesan
instruksional dan digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran
merupakan media yang menyampaikan pesan atau informasi yang memuat maksud
atau tujuan pembelajaran. Media pembelajaran sangat penting untuk membantu
peserta didik memperoleh konsep baru, keterampilan dan kompetensi.9
Lebih lanjut, Reiser and Dempsey (2012) mendefenisikan media
pembelajaran sebagai peralatan fisik untuk menyajikan pembelajaran kepada peserta
didik. Penekanan pada peralatan fisik yang digunakan untuk menyajikan
pembelajaran yaitu dapat berupa buku paket, peralatan visual, audio, komputer, atau
peralatan lainnya diklasifikasikan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran
mencakup semua peralatan fisik dan materi yang digunakan oleh instruktur, dosen,
guru, tutor, atau pendidik lainnya dalam melaksanakan pembelajaran dan
memfasilitasi tercapainya tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud
mencakup media tradisional yang terdiri atas kapur tulis, handaout, diagram, slide,
overhead, objek nyata, dan rekaman video, atau film dan media mutakhir seperti
komputer, DVD, CD-ROM, Internet, dan konferensi video interaktif.10
Berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran sebagai salah satu alat
komunikasi pembelajaran, maka penting bagi kita untuk memahami kriteria dalam
memilih dan menggunakan media pembelajaran sesuai dengan fungsi dan
kegunaannya yang membantu kelancaran proses pembelajaran dan efektivitas
pencapaian hasil belajar. Media pembelajaran merupakan bagian integral dari sistem
7
Hasan et al., Media Pembelajaran.
8
Syarifuddin and Eka Dewi Utari, Media Pembelajaran (Dari Masa Konvensional Hingga Masa Digital),
Bening Media Publishing, Cet.1 (Palembang: Bening Media Publishing, 2022).
9
Hasan et al., Media Pembelajaran.
10
Muhammad Yaumi, “Media Pembelajaran (Pengertian, Fungsi, Dan Urgensinya Bagi Anak Milenial),” in
Seminar Nasional Tentang Pemanfaatan Media Bagi Anak Milenial Kerjasama Antara Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Pare-Pare Dengan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tanggal, vol. 11,
2017, 1–21.

3
instruksional dan harus selaras dengan keseluruhan proses pembelajaran. Pemilihan
media tidak dapat dipisahkan dari pengembangan pembelajaran, karena media
merupakan salah satu komponen dalam sistem pembelajaran yang saling terkait.
Terdapat tiga model utama dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu
sebagai berikut :
1. Model Flowchart
Menggunakan pendekatan bertahap di mana setiap opsi dievaluasi, dan
yang tidak memenuhi syarat dieliminasi.
2. Model Matriks
Menunda keputusan akhir hingga seluruh proses pemilihan selesai,
mempertimbangkan semua opsi secara menyeluruh.

3. Model Checklist
Menggunakan daftar periksa untuk menilai setiap aspek sebelum membuat
keputusan akhir.11
Model-model ini membantu pemilihan media secara sistematis dan efektif
dalam mendukung pembelajaran. Sejalan dengan hal tersebut, maka dalam proses
pembelajaran penggunaan dan pemilihan media pembelajaran harus memperhatikan
beberapa kriteria, yaitu antara lain:
1. Relevansi terhadap tujuan pembelajaran
Media harus dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Tujuan yang mencakup pemahaman, aplikasi, analisis, dan sintesis lebih
memungkinkan penggunaan media pembelajaran.12 sebagai contoh jika tujuan
pembelajaran adalah memahami tata cara sholat, media vidio praktik sholat lebih
efekritf dari pada media teks.
2. Kesesuaian dengan karakteristik dan gaya belajar siswa
Pemilihan media harus sesuai dengan karakteristik, kondisi psikologis
siswa dan kemampuan berpikir siswa agar makna yang disampaikan dapat
dipahami.13 Media harus sesuai dan akrab atau populer dengan karakteristik siswa,
hal ini diperlukan dan diperhatikan untuk menghindari respon negatif siswa, serta

11
Rahmi Mudia Alti et al., Media Pembelajaran, ed. Tri Putri Wahyuni, Cet. Ke 1 (Padang, Sumatera Barat:
Global Eksekutif Teknologi, 2022).
12
Muhammad Ramli, Media Dan Teknlogi Pembelajaran, IAIN Antasari Press, Cet. Ke1 (Banjarmasin,
Kalimantan Selatan: IAIN Antasari Press, 2012).
13
Ramli.

4
kesenjangan pemahaman antara pemahaman yang dimiliki siswa sebagai hasil
belajarnya. Selain itu, tipe gaya belajar juga berpengaruh dalm penentuan media
pembelajaran, tipe visual akan mudah memahami materi bila menggunakan media
visual seperti TV, video, grafis, dan lain sebagainya. Tipe auditif, lebih menyukai
cara belajar dengan mendengar dibanding menulis dan melihat tayangan. Dan tipe
kinestetik akan suka melakukan sesuatu dibandingkan membaca dan
mendengarkan.14
3. Keterjangkauan dan aksesibilitas
Media yang dibutuhkan harus mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh
guru saat mengajar.15
4. Kesesuaian dengan teori
Pemilihan media disesuaikan dengan teori. Media yang dipilih bukan
karena keinginan guru terhadap media yang dianggap paling disukai dan paling
bagus, namun didasarkan atas teori yang diangkat dari penelitian dan riset sehingga
telah teruji validitasnya.16
5. Keterampilan guru
Apapun jenis media yang dipilih, guru harus mampu menggunakannya
dalam proses pembelajaran. Nilai dari media bukan terletak pada teknologinya,
tetapi pada dampak penggunaannya yang meningkatkan interaksi belajar siswa.
Alat seperti OHP, proyektor, atau komputer tidak ada artinya jika guru tidak tahu
cara memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pengajaran.17
6. Tersedianya waktu penggunaan

Waktu yang cukup harus dialokasikan untuk penggunaan media selama


proses pembelajaran agar media tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi
siswa.18
7. Efektivitas dalam menyampaikan pesan
Media diperlukan untuk membantu pemahaman siswa terhadap fakta,
prinsip, konsep, dan generalisasi yang ada dalam materi pelajaran.19
Secara umum untuk mengembangkan media pembelajaran perlu
14
Alti et al., Media Pembelajaran.
15
Ramli, Media Dan Teknlogi Pembelajaran.
16
Alti et al., Media Pembelajaran.
17
Ramli, Media Dan Teknlogi Pembelajaran.
18
Ramli.
19
Ramli.

5
diperhatikan prinsip VISUAL, yang merupakan akronim dari visible, interesting,
simple, useful, accurate, dan legitimate.
1. Visible : Mudah dilihat

2. Interesting : Menarik

3. Simple : Sederhana

4. Useful : Isinya berguna / ber manfaat

5. Accurate : Benar (dapat dipertanggungjawabkan)

6. Legitimate : Masuk akal/sah.20


Kriteria khusus dalam memilih media pembelajaran yang tepat dapat
dirangkum dalam akronim ACTION, yang terdiri dari access, cost, technology,
interactivity, organization, dan novelty.21Berikut penjelasannya :
1. Access
Kemudahan akses menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan media.
Penting untuk memastikan media mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan oleh
siswa. Akses juga terkait dengan kebijakan, seperti izin penggunaan media oleh
siswa. Komputer yang terhubung ke internet seharusnya tidak hanya digunakan
oleh kepala sekolah, tetapi juga oleh guru dan, yang terpenting, siswa. Media
harus mendukung interaksi dan aktivitas siswa, bukan hanya digunakan oleh
guru.22
2. Cost
Biaya juga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. Banyak pilihan
media yang tersedia, namun media canggih biasanya lebih mahal. Biaya tersebut
harus dihitung sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Semakin banyak yang
menggunakan suatu media, semakin rendah biaya per unitnya. Media yang efektif
tidak selalu mahal; jika guru kreatif dan memahami materi, mereka dapat
memanfaatkan objek sederhana sebagai media dengan biaya rendah namun tetap
efektif.23
3. Technology

20
M. Miftah, “Fungsi, Dan Peran Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar
Siswa,” Jurnal Kwangsan 1, no. 2 (2013): 95, [Link]
21
Andi Kristanto, “Media Pembelajaran” (Jawa Timur: Bintang Sutabaya, 2016), 1–129.
22
Kristanto.
23
Kristanto.

6
Ketika tertarik pada media tertentu, kita harus memperhatikan ketersediaan
teknologi dan kemudahan penggunaannya. Misalnya, jika ingin menggunakan
media video di kelas, kita perlu memastikan ada sumber listrik dan voltase yang
sesuai.24
4. Interactivity
Media yang baik harus dapat mendorong komunikasi dua arah atau
interaktivitas. Setiap kegiatan pembelajaran perlu menggunakan media yang
sesuai dengan tujuannya. Media sebaiknya berfungsi sebagai alat bantu bagi siswa
dalam beraktivitas.25
5. Organization
Dukungan organisasi juga penting baik dari pimpinan sekolah atau
yayasan, guru, staf, siswa serta sarana prasarana.26
6. Novelty
Kebaruan media yang dipilih juga harus diperhatikan. Media yang lebih
baru biasanya lebih menarik dan lebih baik bagi siswa. Di antara media yang
relatif baru adalah yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,
khususnya penggunaan internet.27
Dengan memperhatikan kriteria-kriteria tersebut, pemilihan media
pembelajaran dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terstruktur, sehingga
menghasilkan keputusan yang tepat dalam mendukung proses pembelajaran. Selain
itu juga dapat lebih efektif dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Setelah
mengetahui arti pemilihan media, kita juga harus mengetahui bagaimana cara
memilih media yang sesuai dengan tema materi yang akan dipelajar, sehingga
menghasilkan keputusan yang tepat dalam mendukung proses pembelajaran dan
pembelajaran kita dapat berjalan dengan baik.
Dalam pemilihan media kita harus memperhatikan beberapa faktor yaitu
sebagai berikut :
1. Dana / Material.
Kebanyakan guru di sekolah tidak menggunakan media untuk
mempermudah siswa dalam mempelajari suatu materi pelajaran, di karenakan
dana yang dibutuhkan cukup mahal, sedangkan sekolah tidak memfasilitasi
24
Kristanto.
25
Kristanto.
26
Kristanto.
27
Kristanto.

7
dengan baik. maka guru harus benar-benar pandai dalam membuat media agar
tidak menghabiskan dana yang mahal, seperti guru memanfaatkan barang-barang
bekas dalam pembuatan media.
2. Materi Pelajaran.
Selain dana disini guru juga harus memperhatikan materi pembelajaran,
karena setiap materi itu beda maka penggunaan medianyapun juga berbeda.
Sebelum menentukan media, guru harus mengurutkan materi dan menggabungkan
materi agar saling berkesinambungan. Dengan demikian guru bisa memakai satu
media untuk beberapa materi.
3. Peserta Didik
Faktor selanjutnya yang harus di perhatikan yaitu dari peserta didiknya.
Pemahaman setiap individu dengan individu lainnya itu berbeda, ada siswa
yang gemar menggambar, menulis, mendengarkan dsb. Dari data tersebut guru
harus membuat media semenarik mungkin agar perhatian semua siswa yang
memiliki karakter yang berbeda-beda itu tertuju pada media tersebut dengan
rasa senang dan gembira
4. Jenis-jenis Media.
Pendidik dalam memilih media harus menentukan jenis media yang akan
digunakan seperti audio, visual, audio visual dan alat peraga. Dengan adanya
jenis media seperti itu pendidik bisa melakukan stimulus respon dengan peserta
didik dengan baik.
Setelah mengetahui bebrapa faktor dan kriteria dalam memilih media, terdapat
juga beberapa tips untuk memilih media yang sesuai dengan faktor dan kriterianya,
yaitu :
a. Sesuaikan Jenis Media dengan Materi Kurikulum Seperti halnya yang sudah
dijelaskan pada kriteria memilih media pendidik itu harus menyesuaikan jenis
media dengan materi pembelajarannya. Apabila medianya tidak sesuai dengan
materi maka kegiatan belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik. Akan
tetapi ketika medianya sesuai maka kegiatan belajar mengajar bisa berjalan
dengan baik dan bisa mencapai tujuan awalnya.
b. Keterjangkauan dalam pembiayaan Ketika pendidik tidak memiliki biaya yang
cukup, maka pendidik ketika memilih media harus berkonsultasi dengan pendidik
lainnya yang sudah berpengalaman dengan masalah pilih memilih media yang

8
cocok dan bermanfaat dalam kegiatan belajar mengajar.
c. Kemudahan memanfaatkan media pembelajaran Setelah semuanya sudah teratasi,
tips terakhir yang harus dilakukan oleh pendidik yaitu memilih media yang
mudah untuk difahami oleh peserta didik dan mudah digunakannya untuk
mencapai suatu tujuan pembelajaran
B. Klasifikasi Media Pembelajaran Berdasarkan Jenis, Bentuk Dan Cara Kerjanya
Saat melaksanakan pembelajaran berbagai jenis media pembelajaran dapat
digunakan oleh guru. Guru perlu memilih media yang sesuai dengan kebutuhan
belajar siswa. Menurut Yusufhadi Miarso, pengklasifikasian media berdasarkan ciri-
ciri tertentu disebut taksonomi media, yang terdiri dari:
1. Media Penyaji:
 Kelompok 1: Grafis, Bahan Cetak, dan Gambar Diam.
 Kelompok 2: Media Proyeksi Diam.
 Kelompok 3: Media Audio.
 Kelompok 4: Audio yang ditambah dengan Media Visual Diam.
 Kelompok 5: Gambar Hidup (film).
 Kelompok 6: Televisi.
 Kelompok 7: Multimedia.
2. Media Objek
Media objek merupakan benda tiga dimensi yang menyimpan informasi
melalui ciri fisiknya, seperti ukuran, berat, bentuk, susunan, warna, dan fungsi,
bukan dalam bentuk penyajian.
3. Media Interaktif
Dengan media ini, siswa tidak hanya menyaksikan penyajian atau objek,
tetapi juga berinteraksi selama proses pembelajaran.28
Pengelompokan media pembelajaran dapat dilakukan berdasarkan beberapa
kriteria seperti jenis, bentuk, dan cara kerjanya. Berikut adalah pengelompokkan
media pembelajaran berdasarkan kriteria tersebut :

1. Media berdasarkan jenis


Secara umum, media dapat dikategorikan menjadi tiga jenis utama:
28
Amelia Putri Wulandari et al., “Pentingnya Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar,” Journal
on Education 5, no. 2 (2023): 3928–36, [Link]

9
a) Media Visual
Media yang hanya mengandalkan indera penglihatan, seperti gambar,
diagram, grafik, poster, dan model.
b) Media Audio
Media yang mengandalkan suara atau pendengaran, seperti radio, tape
recorder, MP3, dan laboratorium bahasa.
c) Media Audio-Visual
Media yang memadukan suara dan gambar, seperti televisi, film, video,
dan multimedia.
2. Media berdasarkan bentuk
Berdasarkan bentuk fisiknya, media dapat dibedakan menjadi:
a) Media Cetak, seperti buku, majalah, koran, dan poster.
b) Media Digital, yaitu konten yang disimpan dalam format digital, seperti e-
book, video, dan aplikasi pembelajaran.
c) Media Interaktif yaitu media yang memungkinkan interaksi, seperti perangkat
lunak pendidikan dan permainan edukatif.
Selain itu, media dilihat dari bentuknya terbagi menjadi :
a) Media Dua Dimensi yaitu seperti gambar, poster, grafik, peta, dan bagan.
Bentuk fisik media ini hanya bisa dilihat dari satu sisi dan tidak memiliki
kedalaman atau volume.
b) Media Tiga Dimensi yaitu seperti model, boneka, benda nyata, dan maket.
Media ini bisa dilihat dari berbagai sisi dan memiliki bentuk yang menyerupai
objek asli.
c) Media Elektronik yaitu media ini tidak hanya memiliki bentuk fisik, tetapi
juga bekerja dengan bantuan perangkat elektronik seperti komputer,
proyektor, TV, dan perangkat seperti VCD/DVD. Media ini membutuhkan
perangkat untuk bisa berfungsi dan sering kali berupa kombinasi visual dan
audio.
3. Media berdasarkan cara kerja
Berdasarkan cara kerjanya dalam menyampaikan pesan, media dapat
dikategorikan menjadi:
a) Media Proyeksi yaitu media yang menggunakan proyektor untuk
menampilkan gambar atau video, seperti slide dan film.

10
b) Media Non-Proyeksi yaitu media yang tidak memerlukan proyeksi, seperti
gambar cetak dan objek nyata.
c) Media Elektronik yaitu media yang memanfaatkan teknologi elektronik,
seperti televisi, radio, dan komputer.
Selain itu, media dilihat dari cara kerjanya dalam menyampaikan pesan,
media dapat dikategorikan menjadi:
a) Media Statis yaitu media yang tidak berubah selama penyajiannya, seperti
foto, gambar, poster, dan bagan.
b) Media Dinamis yaitu media yang menampilkan gerakan atau perubahan,
seperti film, video, animasi, dan presentasi digital.
c) Media Interaktif yaitu media yang memungkinkan adanya interaksi antara
pengguna dan media, seperti perangkat lunak interaktif, aplikasi multimedia,
dan simulasi.
Gerlach dan Ely (1996) mengelompokkan media berdasarkan ciri fisik
kedalam delapan tipe yaitu :
a. Real objek and model yaitu media dari benda dan model sebenarnya.
b. printed verbal berupa media persentasi verbal tercetak merupakan kata-kata
yang diproyeksikan melalui film bingkai (slide).
c. printed visual adalah media visual cetak seperti bahan presentasi grafis,bagan,
peta dan grafik
d. still picture yaitu potret yang diambil dari berbagai macam objek atau peristiwa
yang mungkin dapat dipresentasikan melalui buku.
e. motion picture yaitu film atau video tape dari pemotretan/perekaman benda
atau kejadian sebenarnya, maupun film dari permohonan gambar-gambar.
f. Audio recorder yaitu rekaman suara saja yang menggunakan bahasa verbal
maupun efek suara music.
g. Programed instruction istilah pengajaran terprogram yaitu sekuen dari
informasi baik verbal, visual atau audio yang sengaja dirancang untuk
merangsang adanya respon dari pembelajar.
h. simulation adalah peniruan situasi atau proses yang sengaja dirancang untuk
mendekati/menyerupai kejadian atau keadaan sebenarnya.

Berdasarkan hirarki manfaat medis menurut Midun adalah selain jumlah


pengguna dan cara penggunaanya, media pembelajaran dapat pula digolongkan
11
berdasarkan hirarki pemamfaatannya dalam pembelajaran. Klasifikasi berarti
pengelompokan dan sarana adalah alat atau bahan. Oleh karena itu, dapat dikatakan
bahwa pengklasifikasian media belajar adalah pengelompokan alat atau bahan ajar
yang membantu proses pembelajaran menjadi efektif menurut jenisnya. Tujuan
pengkategorian perangkat ajar adalah untuk persiapan. Misalnya; tentang
bagaimana seseorang melihat suatu objek (lingkungan belajar). Media
pembelajaran dapat diklasifikasikan menurut sifatnya, ruang lingkup, dan teknik
peenggunaannya. Menurut sifatnya, media dapat dibedakan menjadi:
a. Media auditif adalah bentuk atau media penyampaian non cetak yang digunakan
untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik. Digunakan
dengan cara mendengarkan langsung kepada siswa.
b. Media visual adalah alat bantu yang hanya mengandalkan sensasi visual. Media
pembelajaran visual jenis ini menampilkan materi dengan menggunakan
proyeksi atau proyektor
c. Media audiovisual adalah jenis media yang dapat menghasilkan suara serta
dapat dilihat
Mempelajari dan memahami banyaknya klasifikasi media pembelajaran
membantu mengatasi kelemahan dan kekurangan guru dalam pembelajaran, baik
penguasaan materi maupun metodologi pembelajarannya serta dapat memberikan
rangsangan cara berpikir dan daya kepahaman siswa terhadap materi
pembelajaran.29
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat memanfaatkan berbagai media
pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan keterlibatan siswa.
Berikut adalah beberapa media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru PAI:
1. Buku Teks dan Buku Referensi.
Buku teks yang sesuai dengan kurikulum PAI serta buku referensi
tambahan dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya dan mendalam.
2. Presentasi PowerPoint.
Materi ajar dapat disampaikan menggunakan presentasi untuk memberikan
gambaran visual yang lebih baik. Tambahkan gambar, grafik, dan kutipan
yang relevan dari Al-Qur'an atau hadits.
3. Video Edukasi.
Video yang menjelaskan konsep-konsep penting dalam PAI, seperti kisah
29
Ramli, Media Dan Teknlogi Pembelajaran.

12
nabi, akhlak mulia, atau praktik ibadah. Video dari sumber yang terpercaya
dapat membuat pengajaran lebih menarik.30
4. Audio dan Podcast.
Rekaman audio atau podcast yang membahas topik-topik terkait agama,
seperti tafsir ayat atau ceramah pendek yang dapat didengarkan siswa.
5. Infografis.
Infografis yang menggambarkan ajaran Islam, hukum-hukum syariat, atau
histori Islam dapat membantu siswa memahami informasi dengan cara visual
yang menarik.
6. Kuis dan Permainan Interaktif.
Menggunakan platform seperti Kahoot, Quizizz, atau Google Forms untuk
membuat kuis interaktif tentang materi PAI. Ini meningkatkan partisipasi dan
keterlibatan siswa.
7. Simulasi dan Role-Playing.
Melibatkan siswa dalam simulasi atau peran tertentu, seperti praktik salat,
pengambilan keputusan berdasarkan syariat, atau diskusi tentang etika dalam
kehidupan sehari-hari.
8. Media Sosial dan Forum Diskusi.
Menggunakan grup media sosial (misalnya WhatsApp, Facebook, atau
forum khusus) untuk berdiskusi dan berbagi bahan ajar, serta membangun
komunitas belajar.
9. Aplikasi Pembelajaran.
Memanfaatkan aplikasi mobile seperti Qur'an Explorer, Muslim Pro, atau
aplikasi yang menyediakan tafsir, doa, dan bacaan Al-Qur'an untuk membantu
siswa belajar secara mandiri.
10. Seni dan Kreativitas.
Mengajak siswa membuat poster, kaligrafi, atau karya seni yang
menggambarkan nilai-nilai Islam atau cerita-cerita dalam agama.

11. Field Trip atau Kunjungan.


Mengadakan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah Islam, masjid, atau
kegiatan sosial untuk memberikan pengalaman langsung mengenai ajaran

30
Anang Silahuddin, “Pengenalan Klasifikasi, Karakteristik, Dan Fungsi Media Pembelajaran MA Al-Huda
Karang Melati,” Idaaratul Ulum JUrnal Prodi MPI 4, no. 02 (2022): 162–75.

13
Islam.
12. Blog atau Website.
Membuat blog atau website pembelajaran yang berisi artikel, video, dan
diskusi terkait PAI untuk siswa dan orang tua.
13. Modul Pembelajaran Digital.
Menyusun modul pembelajaran digital yang interaktif dan dapat diakses
oleh siswa, berisi topik-topik penting dalam PAI yang dilengkapi dengan
latihan soal.
Dengan memanfaatkan media-media ini secara kreatif dan inovatif, guru PAI
dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan efektif, serta membantu
siswa untuk lebih memahami dan menghargai ajaran agama Islam.
C. Prinsip-Prinsip Pengembangan Media Pembelajaran PAI
Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan
efektifitas proses pembelajaran, hal ini dikarenakan media memiliki peran dan fungsi
strategis yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi motivasi,
minat dan antusias siswa dalam belajar serta mampu memvisualisasikan materi
abstrak yang diajarkan sehingga memudahkan pemahaman siswa. Selain itu, media
mampu membuat pembelajaran lebih jelas serta mampu memanipulasi dan
menghadirkan objek yang sulit dijangkau oleh siswa. Media pembelajaran sangat
penting bagi kegiatan belajar mengajar karena dapat mendukung tercapainya tujuan
belajar dengan lebih baik dan lebih cepat.31
Penting untuk dipahami bahwa tujuan penggunaan media pembelajaran
adalah agar materi yang disampaikan oleh guru dapat dipahami dan dimengerti oleh
siswa. Namun, media pembelajaran tidak akan berfungsi dengan baik jika guru tidak
mampu menggunakannya dengan benar. Oleh karena itu, guru perlu memilih media
yang tepat dan menguasainya sesuai dengan prinsip-prinsip penggunaan media
pembelajaran itu sendiri.

Prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran merupakan landasan penting


dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran secara optimal. Berikut
penjelasan masing-masing prinsip:

31
Cahyadi, Pengembangan Media Dan Sumber Belajar: Teori Dan Prosedur.

14
1. Efektivitas yaitu media pembelajaran harus dipilih berdasarkan kecocokan dan
ketepatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media yang tepat
akan membantu dalam pembentukan kompetensi siswa secara optimal.
2. Relevansi dimana media yang digunakan harus relevan dengan konten
pembelajaran, target pembelajaran, serta perkembangan dan kemampuan peserta
didik. Ini memastikan media mendukung tercapainya hasil belajar yang
diinginkan.
3. Efisiensi yaitu pemilihan media harus memperhatikan efisiensi, baik dari segi
waktu, biaya, maupun energi. Media yang ekonomis namun tetap efektif akan
meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa membuang banyak sumber daya.
4. Mampu Dipergunakan yaitu media yang dipilih harus dapat digunakan atau
diterapkan dengan baik oleh guru dan siswa, sehingga mendukung proses belajar
mengajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
5. Kontekstual yaitu media pembelajaran harus mempertimbangkan aspek
lingkungan sosial dan budaya, serta relevansi dengan pengembangan keterampilan
hidup peserta didik. Ini membantu agar pembelajaran lebih bermakna dan terkait
dengan kehidupan nyata siswa.
6. Interaktivitas yaitu media yang interaktif akan mendorong siswa untuk lebih aktif
dalam proses pembelajaran. Semakin tinggi tingkat interaksi siswa dengan media,
semakin besar dampak positifnya terhadap proses belajar.
7. Fleksibilitas yaitu media pembelajaran harus memiliki sifat fleksibel sehingga
dapat digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi yang berubah. Media yang
fleksibel memudahkan guru untuk menyesuaikan dengan dinamika kelas dan
situasi pembelajaran yang tidak terduga.32
Hal yang perlu dilakukan dalam mengembangkan sebuah media pembelajaran,
yaitu mengenal karakteristik peserta didik yang akan mengikuti program pembelajaran
yang akan dirancang dan dikembangkan. Dengan mengenal peserta didik, pendidik,
instruktur dan pelatih akan dapat menentukan komponen-komponen media
pembelajaran lain, yaitu:
a. Tujuan atau kompetensi yang akan dan perlu dimiliki oleh peserta didik.
b. Isi atau materi pelajaran yang akan dipelajari oleh pengguna media
pembelajaran.

32
Ananda Bunga Mutiara Dani Nasution et al., “Prinsip Dan Landasan Penggunaan Media Pembelajaran Di
Sekolah,” Jurnal Edukasi Nonformal 3, no. 2 (2022): 586–93.

15
c. Metode, media dan strategi pembelajaran untuk menyampaikan isi atau materi
pelajaran.
d. Rancangan evaluasi hasil belajar yang akan digunakan untuk mengetahui hasil
belajar peserta didik.
Mengenal karakteristik peserta didik sebagai calon pengguna media
pembelajaran dapat menjamin bahwa media pembelajaran yang digunakan akan sesuai
dengan sasaran dan kompetensi yang akan dicapai. Salah satu bentuk informasi
penting tentang karakteristik peserta didik yang perlu dimiliki sebelum
mengembangkan sebuah media pembelajaran adalah kemampuan awal atau entry
behavior yang telah dimiliki oleh peserta didik. Kemampuan awal dalam konteks ini
adalah pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki oleh peserta didik dan terkait
dengan isi atau materi media pembelajaran yang akan dikembangkan.
Karakteristik peserta didik yang juga perlu mendapat perhatian adalah gaya
belajar peserta didik atau dikenal dengan istilah learning style. Gaya belajar dapat
dimaknai sebagai preferensi atau kesukaan yang dimiliki oleh peserta didik dalam
melakukan atau menempuh proses belajar. Secara sederhana, gaya belajar peserta
didik dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi, yaitu gaya belajar auditif; gaya
belajar visual; dan gaya belajar kinestetik.
Peserta didik yang memiliki gaya belajar auditif akan mudah melakukan
proses belajar dengan memanfaatkan indra pendengaran. Peserta didik yang memiliki
karakteristik seperti ini dapat dengan mudah mempelajari materi pelajaran yang
disampaikan melalui unsur verbal atau suara. Peserta didik akan lebih mudah dalam
memahami penjelasan-penjelasan tentang konsep yang disampaikan baik secara verbal
maupun lisan.
Peserta didik yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mudah dalam
mempelajari informasi dan pengetahuan yang dikomunikasikan melalui indra
penglihatan. Peserta didik dengan karakteristik seperti ini akan lebih cepat dalam
mempelajari informasi yang ditayangkan melalui unsur gambar atau visual. Peserta
didik dengan gaya belajar visual dan pengetahuan pada umumnya lebih cepat dalam
mempelajari tabel, bagan, diagram, dan grafik.
Peserta didik yang tergolong memiliki gaya belajar kinestetik akan cenderung
melakukan proses belajar yang melibatkan aktivitas fisik di dalamnya. Peserta didik
dengan gaya belajar kinestetik dapat dengan mudah menyerap materi pelajaran yang
melibatkan aktivitas dirinya dalam sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran yang
16
menerapkan metode simulasi dengan menggunakan simulator akan membantu peserta
didik yang memiliki gaya belajar kinestetik belajar secara lebih efektif dan efisien.
D. Penerapan Prinsip Dalam Pengembangan Media Pembelajaran PAI
Media pembelajaran adalah komponen penting dari proses pembelajaran.
Pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya
sekadar alat bantu, tetapi juga sarana yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi,
keterampilan abad ke-21, dan penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman. Untuk
memastikan bahwa media pembelajaran berfungsi dan relevan, guru harus mengikuti
beberapa prinsip, yaitu meliputi:
1. Prinsip Kesesuaian menekankan bahwa media pembelajaran harus sesuai dengan
capaian pembelajaran , tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Dalam konteks
PAI, media harus mencakup nilai-nilai Islam, kehidupan sehari-hari, dan masalah
dan tantangan yang dihadapi siswa. Prinsip ini dapat diimplementasikan melalui
penggunaan media film atau animasi yang menunjukkan contoh kehidupan nyata.
Kemudian menggabungkan media dengan peristiwa aktual, seperti menggunakan
media interaktif untuk diskusi.
2. Prinsip efektivitas memastikan bahwa media pembelajaran membantu mencapai
tujuan pembelajaran secara optimal. Media harus mampu membuat konsep,
praktik, dan pengamalan nilai-nilai Islam lebih mudah dan menyenangkan untuk
dipelajari. Praktik melalui simulasi interaktif membuat kuis dan permainan
edukasi yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.
menggunakan metode audio-visual untuk menjelaskan konsep abstrak agar lebih
mudah dipahami siswa.
3. Prinsip efisiensi, dimana penggunaan sumber daya, waktu, dan tenaga yang
optimal dalam pengembangan dan penggunaan media adalah bagian dari konsep
efisiensi. Media tidak perlu teknologi yang sulit diakses dan harus mudah
digunakan oleh pendidik dan siswa. Penerapnnya dapat dilakukan dengan
membuat konten visual yang menarik, gunakan alat sederhana seperti Google
Slides atau Canva. Lalu mengembangkan modul digital yang dapat digunakan
tanpa internet untuk mengatasi keterbatasan internet di beberapa tempat.
Memanfaatkan sumber daya yang tersedia saat ini, seperti video YouTube yang
mendidik tentang materi PAI.

17
4. Prinsip kesesuaian dan diferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi mengakui bahwa
siswa memiliki kemampuan, minat, dan gaya belajar yang berbeda, dan prinsip ini
memastikan bahwa media pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan belajar yang
beragam. Implementasinya dapat dilakukan dengan menyediakan berbagai format
media, termasuk teks, audio, dan video, serta aktivitas praktikum untuk
memungkinkan siswa memilih media sesuai kebutuhan mereka.
5. Prinsip interaktif. Media pembelajaran harus dirancang untuk mendorong interaksi
aktif antara siswa dengan materi, guru, dan teman-teman. Konsep ini mendukung
pembelajaran yang lebih berkolaborasi dan berpartisipasi. Penerapannya dapat
dilakukan dengan menggunakan sistem manajemen pendidikan (LMS), seperti
Google Classroom atau Moodle, yang memungkinkan siswa untuk berbicara satu
sama lain, berbagi pendapat, dan mengunggah tugas, membuat video interaktif
dengan pertanyaan reflektif yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam
kehidupan sehari-hari. Lalu membuat simulasi atau role-play.
6. Prinsip Inovasi dan Kreativitas. Dalam era teknologi dan informasi yang terus
berubah, media pembelajaran harus inovatif dan menarik agar siswa tetap
termotivasi dan terlibat dalam proses belajar. Media pembelajaran yang inovatif
dapat membuat siswa menjadi lebih tertarik. Agar siswa tetap termotivasi dan
terlibat dalam proses belajar di era teknologi dan informasi yang terus berubah,
media pembelajaran harus kreatif dan menarik. Kebaruan dalam sumber
pembelajaran dapat meningkatkan minat. Penerapnnya dapat dilakukan melalui
membuat podcast atau video blog. Melibatkan siswa dalam proses pembuatan
media. Ini dapat berupa proyek untuk merekam video pendek tentang praktik
moral di sekolah.
7. Prinsip Ketahanan. Media pembelajaran yang baik harus tahan lama dan dapat
disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan kurikulum. Penerepannya dilakukan
dengan membuat media berbasis platform yang memungkinkan pembaruan konten
secara berkala, seperti blog kelas atau website, membuat e-modul yang dapat
diubah berdasarkan masukan siswa atau perkembangan materi dan mengarsipkan
media pembelajaran untuk digunakan kembali di masa mendatang atau
disesuaikan untuk berbagai tingkat kelas.
8. Prinsip Moral Islam dan Karakter. Media pembelajaran PAI harus mencerminkan
nilai-nilai Islam dan membangun karakter siswa. Prinsip ini memastikan bahwa
media tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan iman
18
dan akhlak mulia. Penerapannya dapat melalui kisah-kisah dari sejarah Islam
sebagai inspirasi untuk mengajarkan nilai-nilai, membuat media yang
menampilkan tokoh-tokoh muslim yang inspiratif. memastikan bahwa semua
media mengandung pesan moral yang relevan dengan kehidupan siswa.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip-
prinsip dalam pengembangan media pembelajaran PAI bukanlah sekedar membuat
alat bantu belajar semata, melainkan harus memastikan juga keefektifan, relevansi dan
efisensinya. Media yang tepat adalah media yang mengadung unsur interaktif, inovatif
dan mudah untuk digunakan sehingga dapat membantu siswa dalam pembelajarannya.

Referensi
Alti, Rahmi Mudia, Putri Tipa Anasi, Dumaris E Silalahi, Lina Arifah Fitriyah, Hafidhah

19
Hasanah, Muh. Rijalul Akbar, Teguh Arifianto, et al. Media Pembelajaran. Edited by
Tri Putri Wahyuni. Cet. Ke 1. Padang, Sumatera Barat: Global Eksekutif Teknologi,
2022.

Arifannisa, Muzayyanah Yuliasih, Hayati, Sepriano, I Nyoman Widhi Adnyana, Putu


Satria Udyana Putra, and Fien Pongpalilu. Sumber Dan Pengembangan Media
Pembelajaran Teori Dan Penerapan. Edited by Efitra. Sonpedia. Cet. 1. Jambi:
Sonpedia Publishing Indonesia, 2023.

Cahyadi, Ani. Pengembangan Media Dan Sumber Belajar: Teori Dan Prosedur. Laksita
Indonesia. Cet.1. Serang: Laksita Indonesia, 2019.

Evi Fatimatur Rusydiyah. “Media Pembelajaran (Implementasi Untuk Anak Di Madrasah


Ibtidaiyah).” In UIN Surabaya, 215, 2019.

Hasan, Muhammad, Milawati, Darodjat, HarahapTuti Khairani, and Tasdin Tahrim. Media
Pembelajaran. Edited by Fatma Sukmawati. Tahta Media Group. Cet. 1. Klaten:
Tahta Media Group, 2021.

Hendra, Tanwir Hery Afriyadi, Supardi Noor Hayati, Sinta Nur Laila, Yana Fajar Prakasa,
and [Link] Rahmat Putra Ahmad Hasibuan Achmad Dzulfikri Almufti Asyhar. Media
Pembelajaran Berbasis Digital (Teori & Praktek). Edited by Sepriano Efitra.
Mahesa. Cet. Ke.1. Vol. 1. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023.

Jalintls, Nrzwardi, and Ambiyar. Media Dan Sumber Pembelajaran. Cet. 1. Jakarta:
Kencana, 2016.

Kristanto, Andi. “Media Pembelajaran,” 1–129. Jawa Timur: Bintang Sutabaya, 2016.

Miftah, M. “Fungsi, Dan Peran Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan


Kemampuan Belajar Siswa.” Jurnal Kwangsan 1, no. 2 (2013): 95.
[Link]

Nasution, Ananda Bunga Mutiara Dani, Ghina Agniya Suhulah, Putra Raihan Nur Alam,
and Usep Setiawan. “Prinsip Dan Landasan Penggunaan Media Pembelajaran Di
Sekolah.” Jurnal Edukasi Nonformal 3, no. 2 (2022): 586–93.

Ramli, Muhammad. Media Dan Teknlogi Pembelajaran. IAIN Antasari Press. Cet. Ke1.
Banjarmasin, Kalimantan Selatan: IAIN Antasari Press, 2012.

20
Silahuddin, Anang. “Pengenalan Klasifikasi, Karakteristik, Dan Fungsi Media
Pembelajaran MA Al-Huda Karang Melati.” Idaaratul Ulum JUrnal Prodi MPI 4, no.
02 (2022): 162–75.

Syarifuddin, and Eka Dewi Utari. Media Pembelajaran (Dari Masa Konvensional Hingga
Masa Digital). Bening Media Publishing. Cet.1. Palembang: Bening Media
Publishing, 2022.

Wulandari, Amelia Putri, Annisa Anastasia Salsabila, Karina Cahyani, Tsani Shofiah
Nurazizah, and Zakiah Ulfiah. “Pentingnya Media Pembelajaran Dalam Proses
Belajar Mengajar.” Journal on Education 5, no. 2 (2023): 3928–36.
[Link]

Yaumi, Muhammad. “Media Pembelajaran (Pengertian, Fungsi, Dan Urgensinya Bagi


Anak Milenial).” In Seminar Nasional Tentang Pemanfaatan Media Bagi Anak
Milenial Kerjasama Antara Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Pare-Pare
Dengan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tanggal, 11:1–21, 2017.

21

Anda mungkin juga menyukai