0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan7 halaman

Sistem Lintas Fungsi dalam E-Bisnis

Diunggah oleh

Deffano Agung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan7 halaman

Sistem Lintas Fungsi dalam E-Bisnis

Diunggah oleh

Deffano Agung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

James O’brien dan George Marakas ERP adalah tulang punggung operasi bisnis,

mengintegrasikan berbagai fungsi seperti produksi,


E-Bisnis (Bab 7): keuangan, dan distribusi.
1. E-Bisnis dan Sistem Lintas Fungsi - Manfaat ERP:
E-Bisnis melampaui e-commerce. E-Bisnis mencakup - Menyediakan pandangan tunggal terhadap operasi
seluruh penggunaan internet, teknologi informasi, dan perusahaan, sehingga mendukung pengambilan keputusan
komunikasi elektronik lainnya untuk mendukung semua berbasis data.
aktivitas bisnis, termasuk transaksi, komunikasi,
kolaborasi, dan pengelolaan proses bisnis berbasis web. - Mengurangi duplikasi data dan meningkatkan efisiensi
Sistem lintas fungsi menjadi penting karena: proses internal.

- Integrasi Proses: Menghubungkan berbagai fungsi bisnis, - Tantangan ERP:


seperti pemasaran, produksi, dan sumber daya manusia,
dalam satu platform. - Biaya implementasi yang tinggi.

- Efisiensi Operasional: Memungkinkan perusahaan - Kompleksitas integrasi dengan sistem lama.


berbagi data dan informasi secara real-time.
c. Supply Chain Management (SCM)
- Hubungan Strategis:- Meningkatkan hubungan dengan
SCM mengelola alur produk dan informasi dari pemasok ke
pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis untuk keunggulan
pelanggan.
kompetitif.
- Manfaat SCM:
2. Sistem Utama dalam E-Bisnis
- Meningkatkan efisiensi logistik dan pengadaan bahan
a. Customer Relationship Management (CRM)
baku.
CRM adalah sistem yang mengintegrasikan dan
- Memastikan ketersediaan barang sesuai permintaan
mengotomatiskan proses bisnis yang berinteraksi dengan
pasar.
pelanggan, seperti penjualan, pemasaran, dan layanan
pelanggan. - Mengurangi biaya operasional dengan pengelolaan rantai
pasokan yang optimal.
- Manfaat CRM:
- Komponen SCM:
- Memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten di
seluruh titik kontak, baik online maupun offline. - Pengadaan dan pengelolaan persediaan.
- Meningkatkan retensi pelanggan, loyalitas, dan - Distribusi dan pengiriman produk.
pendapatan melalui analisis data.
d. Knowledge Management (KM)
- Memungkinkan penjualan silang (cross-selling) dan
penjualan tambahan (up-selling). KM mendukung kolaborasi karyawan dengan menyediakan
alat untuk berbagi pengetahuan dan mengambil keputusan
- Membantu pemasaran langsung dengan kampanye yang berdasarkan informasi yang ada.
ditargetkan berdasarkan data pelanggan.
3. Tantangan dan Strategi Implementasi
- Komponen CRM:
Implementasi sistem lintas fungsi menghadirkan beberapa
- Sistem pemasaran dan penjualan. tantangan utama:
- Layanan pelanggan, seperti call center otomatis. - Kurangnya Integrasi Data:Data pelanggan atau
operasional sering kali tersebar di berbagai departemen
- Sistem analisis data untuk memprediksi perilaku
atau sistem, menciptakan silo data.
pelanggan.
- Resistensi Perubahan: Karyawan sering kali enggan
- Tantangan Implementasi:
menggunakan sistem baru, terutama jika pelatihan tidak
- Data pelanggan sering tersebar di banyak sistem, memadai.
menyebabkan inkonsistensi.
- Kesalahan dalam Perencanaan:Banyak implementasi
- Resisten terhadap perubahan teknologi dan proses baru. gagal karena kurangnya pemahaman kebutuhan bisnis
sebelum sistem diadopsi.
b. Enterprise Resource Planning (ERP)
Strategi untuk Sukses:

- Melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam


perencanaan dan implementasi.
- Melakukan perubahan secara bertahap dan memastikan 2. B2B (Business-to-Business):
pelatihan yang memadai.
- Hubungan pasar antara dua entitas bisnis.
- Menggunakan data yang akurat dan terintegrasi untuk
mendukung keputusan. - Menggunakan portal B2B atau ekstranet untuk transaksi
besar, seperti pengadaan bahan baku.
4. Studi Kasus: Penerapan CRM
- Contoh: Alibaba, TradeIndia.
Beberapa perusahaan yang diulas dalam dokumen
menunjukkan manfaat dan tantangan implementasi CRM: 3. C2C (Consumer-to-Consumer):

- Continental Airlines: - Konsumen menjual ke konsumen lain melalui platform


lelang atau situs jual beli.
- Menggunakan CRM untuk meningkatkan layanan
pelanggan dengan informasi rinci, seperti riwayat - Contoh: eBay, OLX.
keterlambatan atau kehilangan bagasi.
4. Teknologi Pendukung E-Commerce:
- Hasil: Peningkatan loyalitas pelanggan dan pendapatan
- Komponen seperti mesin pencari e-commerce, sistem
tambahan dari pelanggan bernilai tinggi.
pembayaran aman, perangkat lunak katalog, dan platform
- Churchill Downs: pengelolaan profil pengguna.

- Menggunakan data pelanggan untuk membuat kampanye Komponen Utama E-Commerce


pemasaran langsung yang lebih tersegmentasi.
1. Manajemen Konten dan Katalog
- Hasil: Pendapatan meningkat hingga 10% dari segmen
- Mengelola informasi produk secara efektif untuk
pelanggan yang ditargetkan.
katalog daring, mencakup gambar, deskripsi, harga, dan
- Berlin Packaging: stok.

- Memanfaatkan data terpadu melalui ERP untuk - Perangkat lunak katalog memungkinkan perusahaan
mengelola pelanggan dengan lebih efektif. untuk memperbarui data secara real-time.

5. Kesimpulan - Contoh penggunaan: WW Grainger mengelola data dari


ribuan pemasok untuk mendukung katalog multimedia
Sistem lintas fungsi seperti CRM, ERP, dan SCM adalah mereka.
elemen krusial dalam strategi e-bisnis. Meskipun mereka
memberikan manfaat besar, seperti peningkatan efisiensi, 2. Keamanan dan Kontrol Akses
hubungan pelanggan yang lebih baik, dan pengambilan
- Perlindungan data pengguna dan transaksi
keputusan berbasis data, keberhasilan implementasi
menggunakan metode enkripsi (SSL), sertifikat digital, dan
bergantung pada integrasi data yang efektif, manajemen
autentikasi multi-faktor.
perubahan, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan
bisnis. - Proses ini memastikan akses hanya diberikan kepada
pengguna yang sah, baik pelanggan, pemasok, maupun
Sistem Informasi E-Commerce (BAB 8)
karyawan internal.
Pengenalan E-Commerce
- Keamanan juga penting untuk melindungi dari ancaman
E-Commerce adalah aktivitas pembelian, penjualan, seperti serangan hacker, pencurian data, dan phishing.
pengiriman, dan pembayaran produk atau jasa melalui
3. Personalisasi dan Profiling
internet. Konsep ini telah meluas menjadi bagian integral
dari bisnis modern dengan memanfaatkan teknologi untuk - Data pengguna dikumpulkan melalui cookie,
meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, dan pendaftaran, dan pelacakan aktivitas daring.
mengoptimalkan proses bisnis.
- Informasi ini digunakan untuk mempersonalisasi
Lingkup dan Tipe E-Commerce pengalaman pengguna, memberikan rekomendasi produk,
dan iklan yang disesuaikan.
1. B2C (Business-to-Consumer):
- Contoh: Amazon merekomendasikan produk
- Model bisnis di mana perusahaan menjual langsung ke
berdasarkan riwayat pencarian pelanggan.
konsumen melalui toko daring atau situs web.
4. Proses Pembayaran Elektronik
- Contoh: Amazon, Zalando.
- Berbagai metode pembayaran, termasuk kartu kredit,
- Fitur: etalase daring, katalog multimedia, pemrosesan
transfer dana elektronik (EFT), dompet digital (PayPal),
pesanan, pembayaran elektronik, dan dukungan pelanggan.
dan pembayaran berbasis token.
- Keranjang Belanja Elektronik: Alat yang 2. Microsoft MS Market: Pengadaan Daring
memungkinkan pelanggan memilih barang dari katalog
daring dan memproses pembayaran. - MS Market adalah platform internal berbasis intranet
untuk pengadaan barang oleh karyawan Microsoft.
- Sistem pembayaran seperti PayPal dan BillPoint
menawarkan kenyamanan dengan keamanan tambahan. - Fitur: Penyederhanaan proses pembelian berbiaya
rendah dengan mengintegrasikan katalog elektronik dan
5. Pemberitahuan dan Manajemen Alur Kerja alur kerja otomatis.

- Sistem pemberitahuan menginformasikan pengguna - Dampak: Efisiensi meningkat, dan waktu pengadaan
tentang status pesanan, pengiriman, atau perubahan barang berkurang drastis.
ketersediaan produk.
3. PayPal: Sistem Pembayaran Elektronik
- Manajemen alur kerja membantu mengotomatisasi
proses bisnis, seperti sistem pengadaan berbasis web - PayPal memungkinkan pengguna melakukan
Microsoft (MS Market). pembayaran daring dengan aman melalui akun yang
terhubung dengan kartu kredit atau rekening bank.
Proses E-Commerce yang Penting
- Keunggulan: Keamanan transaksi, kemudahan
1. Pembuatan Profil dan Personalisasi Konten penggunaan, dan jangkauan global.

- Data pelanggan dikumpulkan untuk menciptakan Tantangan dalam E-Commerce


pengalaman yang lebih relevan, termasuk rekomendasi dan
promosi yang dipersonalisasi. 1. Keamanan Data

- Teknologi: Cookie, perangkat lunak pelacakan, dan - Ancaman pencurian data pelanggan seperti nomor kartu
sistem manajemen konten. kredit.

2. Sistem Manajemen Katalog - Solusi: Menggunakan sistem keamanan yang canggih


seperti tokenisasi dan firewall.
- Katalog daring adalah inti dari e-commerce,
menyediakan informasi produk yang dapat diakses oleh 2. Kepercayaan Pelanggan
pelanggan secara global.
- Kesulitan meyakinkan pelanggan baru tentang
- Teknologi seperti XML dan HTML digunakan untuk keamanan dan kredibilitas toko daring.
menyajikan data multimedia secara efisien.
- Solusi: Sertifikasi keamanan (SSL), ulasan pelanggan,
3. Keamanan dalam Transaksi dan layanan pelanggan yang responsif.

- Proses autentikasi pengguna dan enkripsi data menjadi 3. Integrasi Sistem


kunci dalam melindungi informasi pembayaran.
- Mengintegrasikan berbagai aspek e-commerce seperti
- Contoh: Situs e-commerce menggunakan sertifikat SSL pembayaran, inventaris, dan CRM.
untuk melindungi data sensitif selama transfer.
- Solusi: Sistem ERP yang dirancang khusus untuk e-
4. Kolaborasi dan Komunitas Online commerce.

- Portal e-commerce sering mendukung fitur komunitas Kesimpulan


seperti ulasan pelanggan, diskusi, dan forum.
E-commerce telah mengubah cara bisnis beroperasi di
- Hal ini membantu membangun kepercayaan dan seluruh dunia. Dengan teknologi pendukung seperti katalog
loyalitas pelanggan. daring, pembayaran elektronik, dan keamanan transaksi, e-
commerce memungkinkan bisnis untuk menjangkau pasar
Studi Kasus Implementasi E-Commerce global dengan lebih efisien. Namun, keberhasilannya
memerlukan manajemen data yang baik, pengamanan
1. KitchenAid: Perlindungan Merek Daring transaksi, dan strategi pemasaran yang relevan. Studi kasus
KitchenAid dan Microsoft menunjukkan bagaimana
- Tantangan: Logo dan gambar produk mereka sering
teknologi dapat digunakan untuk mengatasi tantangan
disalahgunakan di internet, yang berpotensi merusak
operasional dan melindungi reputasi merek.
reputasi merek.
Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support
- Solusi: Menggunakan teknologi pelindung merek
Systems atau DSS) dalam konteks teknologi informasi
seperti BrandProtect untuk memantau pelanggaran.
(BAB 9)
- Hasil: Peningkatan pengawasan merek dan pengurangan
1. Definisi dan Peran Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
risiko penyalahgunaan logo.
- DSS adalah sistem berbasis komputer yang memberikan sistem manajemen pengetahuan, dan pemrosesan data
dukungan interaktif bagi para manajer selama proses berbasis cloud.
pengambilan keputusan.
Mengembangkan Solusi Bisnis/TI ( BAB 10)
- Sistem ini menggunakan model analitis, basis data
khusus, wawasan pengambil keputusan, dan pemodelan 1. Pendekatan Sistem
berbasis komputer untuk mendukung keputusan semi-
- Definisi:Pendekatan sistem digunakan untuk
terstruktur.
mendefinisikan masalah, mengidentifikasi solusi potensial,
2. Karakteristik Informasi Berkualitas dan mengembangkan sistem yang sesuai.

- Informasi yang berguna harus akurat, relevan, lengkap, - Komponen Utama: Melibatkan masukan, pemrosesan,
terkini, dan dapat disajikan dalam bentuk yang mudah keluaran, umpan balik, dan kontrol dalam analisis sistem.
dipahami.
2. Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC)
- Informasi juga harus memiliki dimensi waktu (historis,
- SDLC adalah metode untuk menganalisis, merancang,
masa kini, masa depan), konten (spesifik, relevan), dan
dan mengimplementasikan sistem informasi. Terdiri dari
bentuk (presentasi jelas, media yang sesuai).
lima langkah utama:
3. Struktur Keputusan dalam Organisasi
1. Investigasi Sistem:Mengidentifikasi masalah atau
- Keputusan dikategorikan menjadi: peluang bisnis dan mengevaluasi solusi potensial melalui
studi kelayakan.
- Terstruktur:Keputusan rutin dengan prosedur yang
telah ditentukan (contoh: pengelolaan inventaris). 2. Analisis Sistem:Studi mendalam tentang kebutuhan
informasi pengguna dan menghasilkan persyaratan
- Semi-terstruktur:Keputusan yang sebagian fungsional.
prosedurnya ditentukan sebelumnya, seperti peluncuran
produk baru. 3. Desain Sistem:Membuat cetak biru sistem yang
mencakup antarmuka pengguna, data, dan proses.
- Tidak terstruktur:Keputusan strategis jangka panjang
yang memerlukan intuisi dan pengalaman. 4. Implementasi:Menguji sistem, melatih pengguna, dan
memigrasi ke sistem baru.
4. Penggunaan DSS dan Teknologi Pendukung
5. Pemeliharaan:Melakukan pembaruan dan peningkatan
- DSS membantu menganalisis berbagai skenario melalui sistem sesuai kebutuhan.
simulasi, misalnya simulasi Monte Carlo untuk
memperkirakan hasil keputusan. 3. Studi Kelayakan

- Teknologi seperti OLAP (Online Analytical Processing) - Tujuan: Menilai apakah sistem yang diusulkan layak
memungkinkan analisis data secara real-time untuk secara operasional, ekonomi, teknis, hukum/politik, dan
menemukan pola, tren, dan anomali. faktor manusia.

5. Aplikasi DSS di Dunia Nyata - Manfaat: Mengidentifikasi manfaat nyata (misalnya,


penghematan biaya) dan tidak nyata (misalnya,
- Kasus Avnet dan Quaker Chemical:Penggunaan DSS peningkatan moral karyawan).
untuk meningkatkan proses bisnis seperti penjualan dan
pengelolaan piutang. 4. Analisis Sistem

- Kasus Hyatt Hotels: Mengintegrasikan data operasional - Menilai organisasi dan sistem yang ada untuk
dan keuangan untuk pengambilan keputusan yang lebih mengidentifikasi kebutuhan informasi.
efektif.
- Membuat model logis dari sistem saat ini untuk
6. Manfaat dan Tantangan DSS memahami fungsi tanpa memperhatikan perangkat keras
atau perangkat lunak yang digunakan.
- Manfaat:Mempercepat pengambilan keputusan,
meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan 5. Desain Sistem
wawasan yang lebih dalam tentang bisnis.
- Desain sistem melibatkan pengembangan antarmuka
- Tantangan:Memerlukan pemahaman yang mendalam pengguna, basis data, dan proses bisnis untuk memenuhi
tentang proses bisnis dan budaya organisasi. kebutuhan yang telah diidentifikasi.

7. Tren Modern DSS - Prototipe dapat digunakan untuk menguji dan


menyempurnakan desain sebelum implementasi.
- DSS kini terintegrasi dengan teknologi berbasis web,
termasuk aplikasi intelijen bisnis (Business Intelligence), 6. Kasus Dunia Nyata
- Contoh penerapan solusi bisnis/TI, seperti pendekatan a. Isu Etika Utama
PayPal untuk lokalisasi multibahasa, menyoroti tantangan
dan keberhasilan implementasi sistem di organisasi global. - Privasi karyawan dan pelanggan: Misalnya, apakah
perusahaan boleh memantau email karyawan atau menjual
Tantangan Keamanan, Etika, dan Sosial dalam data pelanggan.
Teknologi Informasi (BAB 11)
- Hak kekayaan intelektual: Perlindungan terhadap
1. Keamanan Teknologi Informasi pembajakan perangkat lunak dan pelanggaran hak cipta.

Penggunaan TI membawa berbagai risiko keamanan yang - Keamanan data: Penanganan data sensitif perusahaan agar
memengaruhi individu dan bisnis. Tantangan utama tidak disalahgunakan.
meliputi:
- Kondisi kerja: Teknologi yang mengotomatisasi pekerjaan
a. Kejahatan Komputer sering kali mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia.

Kejahatan komputer didefinisikan oleh Asosiasi b. Kode Etik Profesional


Profesional Teknologi Informasi (AITP) mencakup:
- Contoh: Kode etik dari Association of Information
- Akses tidak sah: Penggunaan atau modifikasi perangkat Technology Professionals (AITP) mengatur:
keras, perangkat lunak, data, atau sumber daya jaringan
tanpa izin. - Melindungi privasi informasi.

- Pencurian informasi: Seperti penyalinan data atau - Tidak menggunakan data untuk kepentingan pribadi.
perangkat lunak ilegal.
- Menghindari konflik kepentingan.
- Sabotase sistem: Termasuk serangan denial-of-service
- Profesional TI memiliki tanggung jawab moral untuk
(DoS) dan penyebaran virus komputer.
memastikan integritas, keamanan, dan penggunaan data
- Pencurian uang elektronik: Contoh kasus mencakup yang bertanggung jawab.
Vladimir Levin yang mencuri $11 juta dari Citibank.
c. Dilema Etika di Dunia Nyata
b. Peretasan
- Studi kasus seperti penggunaan perangkat lunak tanpa
Peretasan adalah akses ilegal ke sistem komputer, baik oleh lisensi, pencurian data karyawan, atau pengelolaan aktivitas
orang dalam maupun pihak luar. Jenis peretasan: ilegal karyawan memberikan contoh tantangan sehari-hari
dalam etika TI.
- Rekayasa sosial: Manipulasi psikologis untuk
memperoleh informasi sensitif. 3. Dampak Sosial Teknologi Informasi

- War dialing: Pemindaian ribuan nomor untuk menemukan Penggunaan TI memiliki dampak luas terhadap masyarakat,
koneksi modem yang tidak aman. meliputi:

- Trojan horse: Program tersembunyi yang mengeksploitasi a. Pengaruh pada Pekerjaan dan Kondisi Kerja
kelemahan perangkat lunak.
- Otomatisasi sering meningkatkan efisiensi tetapi dapat
c. Terorisme Siber menghilangkan pekerjaan manual.

- Melibatkan serangan terhadap infrastruktur penting - Kondisi kerja juga berubah, dengan beberapa pekerjaan
seperti pembangkit listrik atau sistem pendukung memerlukan pengawasan berkelanjutan terhadap TI.
kehidupan.
b. Privasi dan Individualitas
- Misalnya, serangan terhadap sistem pendukung kehidupan
- TI meningkatkan kemampuan untuk memonitor individu,
di stasiun penelitian Antartika.
baik oleh pemerintah maupun perusahaan, sehingga
d. Strategi Pertahanan Keamanan menimbulkan pertanyaan tentang batas privasi.

- Teknologi keamanan: Firewall, enkripsi data, biometrik, c. Masalah Kesehatan


dan sistem deteksi intrusi.
- Pemakaian komputer yang terus-menerus dapat
- Manajemen risiko siber: Beberapa perusahaan telah menyebabkan masalah kesehatan seperti cedera repetitif
menunjuk Chief Information Security Officer (CISO) untuk atau ketegangan mata. Beberapa perusahaan mengatasi ini
memimpin strategi keamanan. dengan memberi waktu istirahat bagi pekerja.

2. Etika dalam Teknologi Informasi d. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

Etika dalam TI melibatkan prinsip moral yang memandu


bagaimana teknologi digunakan, termasuk:
- Perusahaan diharapkan menggunakan TI dengan cara - Manajemen Infrastruktur TI:
yang ramah lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan
masyarakat. Mengelola perangkat keras, perangkat lunak, basis data,
jaringan, dan sumber daya lainnya.
4. Manajemen Keamanan Sistem Informasi
- Pengembangan Aplikasi Bisnis/TI:
Manajemen keamanan TI melibatkan strategi untuk
melindungi sistem informasi dari ancaman eksternal dan Merancang dan mengimplementasikan sistem informasi
internal. baru yang mendukung prioritas bisnis

a. Alat Manajemen Keamanan 2. Strategi dan Perencanaan Bisnis/TI

- Firewall dan enkripsi: Untuk melindungi jaringan dan Perencanaan strategis bisnis/TI merupakan proses
data. koadaptasi antara visi bisnis perusahaan dengan
kemampuan TI. Proses ini melibatkan pengembangan
- Pemindaian dan audit: Memastikan bahwa sistem aman arsitektur TI yang mencakup:
dari celah keamanan.
- Platform Teknologi:
- Rencana darurat: Protokol untuk mengatasi ancaman atau
pelanggaran keamanan. Infrastruktur TI berbasis internet, intranet, ekstranet, serta
sistem perangkat keras dan perangkat lunak perusahaan.
b. Peran Manajer dan Profesional TI
- Sumber Daya Data:
- Manajer dan profesional TI harus membuat kebijakan
penggunaan teknologi yang jelas. Pengelolaan berbagai basis data yang mendukung
pengambilan keputusan bisnis.
- Mereka juga bertanggung jawab untuk memberikan
pelatihan kepada karyawan tentang keamanan dan etika - Arsitektur Aplikasi:

5. Pendekatan Etika untuk Teknologi Sistem aplikasi yang terintegrasi untuk mendukung proses
lintas fungsi, seperti manajemen rantai pasokan dan
Bab ini juga memperkenalkan beberapa pendekatan etika: hubungan pelanggan.

- Teori Pemegang Saham: Tanggung jawab utama Pendekatan inovatif yang digunakan:
perusahaan adalah memaksimalkan keuntungan pemegang
saham. - Prototipe cepat dan improvisasi strategis, seperti di Avnet
Marshall, untuk memastikan integrasi antara strategi bisnis
- Teori Pemangku Kepentingan: Perusahaan harus dan TI.
memperhatikan kebutuhan semua pihak yang terkait,
termasuk karyawan dan masyarakat. 3. Pengelolaan Fungsi dan Organisasi TI

- Teori Kontrak Sosial: Perusahaan memiliki kewajiban Perusahaan mengatur fungsi TI melalui pendekatan hibrida
untuk memajukan kesejahteraan masyarakat tanpa yang menggabungkan sentralisasi dan desentralisasi. Hal
mencemari lingkungan atau melakukan praktik yang tidak ini penting untuk mendukung inisiatif e-bisnis dan
etis. kebutuhan strategis unit bisnis. Beberapa model
pengelolaan yang dibahas:
manajemen teknologi informasi (TI) dan sistem
informasi global (BAB 12) - Kelompok Pengembangan:

1. Pentingnya Teknologi Informasi dalam Bisnis Tim yang fokus pada pengembangan aplikasi berbasis TI
untuk mendukung pelanggan dan mitra bisnis.
Teknologi informasi menjadi elemen strategis dan
operasional yang tidak bisa diabaikan dalam bisnis modern. - Manajemen Operasi:
Banyak perusahaan global berinvestasi besar dalam e-
Meliputi pemantauan kinerja sistem, pengendalian
bisnis, e-commerce, dan inisiatif TI lainnya untuk
produksi, dan alokasi biaya berdasarkan penggunaan
meningkatkan daya saing. Untuk itu, pengelolaan TI
sistem. Selain itu, beberapa perusahaan mengalihdayakan
menjadi tanggung jawab utama para eksekutif, seperti CEO
fungsi TI mereka (outsourcing) untuk efisiensi biaya dan
dan CIO, dalam memastikan keberhasilan inisiatif bisnis
mengakses keahlian global.
strategis.
4. Outsourcing dan Offshoring
Komponen utama manajemen TI:
Outsourcing menjadi strategi populer dalam manajemen TI
- Pengelolaan Strategi Bisnis/TI:
untuk mengurangi biaya, mempercepat pengembangan
Menyatukan strategi TI dengan tujuan strategis bisnis aplikasi, dan mengakses sumber daya kelas dunia.
untuk menciptakan nilai pelanggan dan bisnis. Beberapa fungsi TI yang sering dialihdayakan:
- Pengembangan aplikasi perangkat lunak. - Toyota, Procter & Gamble (P&G):

- Manajemen data center dan jaringan. Berfokus pada perencanaan suksesi CIO dan
pengembangan jalur karier cepat untuk generasi muda.
- Layanan dukungan pengguna akhir.
- Avnet Marshall:
Alasan utama outsourcing:
Menunjukkan keberhasilan menyelaraskan strategi bisnis
- Mengurangi biaya operasional. dan TI melalui pengembangan aplikasi prototipe dan
improvisasi strategis.
- Meningkatkan fokus perusahaan pada kompetensi utama.
Perbedaan Outsourcing dan Offshoring
- Mengakses kemampuan teknis yang tidak tersedia secara
internal. Aspek : Outsourcing / Offshoring
Namun, keberhasilan outsourcing memerlukan komunikasi Definisi : Penyerahan fungsi atau aktivitas ke vendor
yang baik, pemilihan vendor yang tepat, dan kontrak yang eksternal. | Memindahkan fungsi atau aktivitas ke negara
fleksibel. lain.
5. Peran Strategis CIO Lokasi : Bisa dilakukan di dalam atau luar negeri. | Selalu
dilakukan di luar negeri.
Chief Information Officer (CIO) memegang tanggung
jawab strategis dalam menyelaraskan TI dengan tujuan Kontrol : Biasanya dikelola oleh vendor pihak ketiga. | Bisa
bisnis. Peran CIO telah berkembang menjadi lebih strategis dikelola sendiri (captive) atau melalui vendor.
dibandingkan sebelumnya, dengan fokus pada:
Tujuan Utama : Menghemat biaya dan meningkatkan
- Perencanaan strategis: efisiensi operasional. | Menghemat biaya dengan
memanfaatkan tenaga kerja murah di luar negeri.
Mengembangkan inisiatif TI yang mendukung e-bisnis.
Contoh Fungsi: Dukungan teknis, layanan pelanggan,
- Kepemimpinan bisnis:
pengembangan perangkat lunak.| Produksi manufaktur,
Memastikan TI mendukung keunggulan kompetitif layanan pelanggan, pengolahan data.
perusahaan.
Tantangan dan Risiko
Tantangan utama CIO:
Baik outsourcing maupun offshoring memiliki tantangan,
- Mempersiapkan generasi penerus di tengah tren pensiun seperti:
CIO generasi pertama.
- Komunikasi:Perbedaan zona waktu dan bahasa dapat
- Memadukan keahlian bisnis dan teknis di kalangan mempersulit koordinasi.
profesional TI.
- Kualitas Layanan:Vendor atau tim di luar negeri mungkin
- Mengelola perubahan cepat dalam teknologi dan tidak memiliki standar kualitas yang sama.
kebutuhan bisnis.
- Keamanan Data:Berbagi data sensitif dengan pihak
6. Tantangan Global dalam Manajemen TI eksternal atau tim internasional meningkatkan risiko
pelanggaran keamanan.
Manajemen TI global menghadapi tantangan unik karena
perbedaan budaya, politik, dan geoekonomi, seperti: - Masalah Budaya: Perbedaan budaya antara perusahaan
dan vendor/tim luar negeri dapat menyebabkan
- Kebijakan akses data yang berbeda antarnegara. ketidaksepahaman.

- Variasi dalam pengembangan sistem berdasarkan Kesimpulan:


kebutuhan lokal.
Outsourcing dan offshoring adalah strategi yang efektif
- Adaptasi terhadap perbedaan nilai dan persepsi pelanggan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan fokus bisnis.
di pasar global. Namun, keberhasilannya tergantung pada perencanaan
yang matang, pemilihan vendor atau lokasi yang tepat, serta
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan manajer yang pengelolaan hubungan yang baik dengan mitra eksternal.
memahami kompleksitas global dan mampu mengelola
sistem TI lintas budaya dan wilayah.

7. Studi Kasus

Beberapa studi kasus di dokumen memberikan contoh


nyata:

Anda mungkin juga menyukai