Water Treament Plant
Unit-Unit Pengolahan Air Minum
Pengolahan Air Minum (PAM)
Program Studi Teknik Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah
Banda Aceh, 2020
Air Kebutuhan Utama Manusia
Bagi manusia, air munum adalah salah satu kebutuhan utama,
untuk kebutuhan: minum, mandi, cuci, dsb
Air minum yang ideal adalah:
jernih
tidak berwarna
tidak berbau
tidak berasa
tidak mengandung kuman dan zat-zat yang berbahaya
Tujuannya adalah: mencegah terjadinya serta meluasnya penyakit
bawaan air (water-borne-diseases)
Di negara maju standar air minum sudah sangat tinggi, sehingga
tersedia air yang siap minum dimana saja (potable water). Sedang
di Indonesia, kualitas air minum yang memenuhi syarat belum dapat
tercapai, sehingga sistem penyediaan air minum yang disediakan
oleh PDAM baru disebut air bersih bukan air minum.
Konservasi Sumber Daya Air
Pemakaian air bersih penduduk perkotaan di Indonesia :
Pelayanan Secara Langsung : 100-200 liter/orang/hari
Pelayanan dengan keran umum : 20-40 liter/orang/hari
Beberapa kota di dunia (liter/orang/hari) tahun 1974-1975 :
San Fransisco :1457
Wina : 317
Amsterdam : 215
London : 286
Tokyo : 444
Paris : 320
Ankara : 180
Konservasi Sumber Daya Air…(3)
Penggunaan Air Minum liter/orang/hari
Pemakaian Bandung Denpasar USA Jepang
Minum 0,6 13,3 0,4 0,6
Masak 1,4 13,3 1,9 4,0
Cuci alat dapur 13,0 7,8 1,2 2,4
Buang air besar 8,0 8,1 12,3 18,0
Buang air kecil 6,0 8,1 30,9 12,0
Cuci tangan - - 7,7 12,0
Pembersihan rumah 2,0 3,6 3,0 6,0
Mandi 36,0 45,5 30,6 30,0
Cuci pakaian 11,0 8,0 5,1 9,0
Menyiram tanaman 4,0 6,6 - -
Mencuci kendaraan 1,0 2,9 - -
Wudhu/ibadah 17,0 1,4 - -
Lain-lain - 2,8 6,9 6,0
Distribusi Pemakaian Air Domestik
(USA)
Leakage Show er 80
(12-20%) Tanpa Konservasi Air
(5-22%) Bath
70 Dengan Konservasi Air
(1-3%)
60
50 30% 52%
16%
Debit (L/[Link])
40
Toilet Faucet
Flushing (12-18%) 30
(23-31%) 20
50%
10
Clothes 0
Shower Bat h Faucet Dishwashing Clot hes Ot her Toilet Leakage
Dishw ashi Penggunaan
washing Domest ic Flushing
w ashing
ng
(12-28%)
Other (1-2%)
Dom estic
(0-9%)
30%
Metcalf & Eddy (2004)
Kristal Air
Sumber : [Link]
(diakses 17 Februari 2009)
Kriteria dan Standar
Kriteria dan standar kualitas air didasarkan atas :
Kesehatan : logam dan logam berat, anorganik (nitrit), zat
organik
Estetika : bau, rasa, warna
Teknis : the best technology available atau best practical
technology
Toksisitas : efek racun
Polusi : mencegah teremisinya pencemar ke lingkungan
Ekonomi : kerugian-kerugian ekonomi
Standar air minum di indonesia : diterapkan untuk sumber air minum
(air baku) dan air minum sehingga tidak akan menimbulkan dampak
negatif terhadap kesehatan manusia :
Standar sumber air minum (air baku) : PP 82/2001
Standar air minum : Keputusan Menkes No. 907/2002
Drinking Water Standard
Parameter Unit Drinking Water Standard
PP 32 PP 20 PERME
Class 1 Cat. A NKES WHO US EPA Australia Canada EEC
Physical
Temperature °C Dev.3 Dev.4 Dev.5 *
Dissolved Solid mg/L 1000 1000 1000 1000 500 * 500 *
Supended Solid mg/L 50 *
Inorganic Chemistry
6.5 s.d 6.5 s.d 6.5 s.d 6.5 s.d
pH (range) mg/L 6 s.d 9 8.5 8.5 < 8.0 8.5 * 8.5 *
BOD mg/L 2
COD mg/L 10
DO (minimum value) mg/L 6 *
Total Phosphate as P mg/L 0.2
Aluminum mg/L 0.2 0.2 0.2 * * 0.2
Arsenic mg/L 0.05 0.05 0.05 0.01 0.05 0.007 0.025 0.01
Barium mg/L 1 1 1 0.7 2 0.7 1 *
Boron mg/L 1 0.3 * 0.3 5 1
Cadmium mg/L 0.01 0.005 0.005 0.003 0.005 0.002 0.005 0.005
Chromium (VI) mg/L 0.05 0.05 0.05 0.05 0.1 0.05 0.05 0.05
Chloride mg/L 600 250 0.005 250 250 * 250 250
Free Chlorine mg/L 0.03 5 * * * *
CaCO3 - Hardness mg/L 500 *
Cobalt mg/L 0.2
Copper mg/L 0.02 1 1 1 1 2 1 2
Cyanide mg/L 0.02 0.1 0.1 0.07 0.2 0.08 0.2 0.05
Flouride mg/L 0.5 0.5 1.5 1.5 4 1.5 1.5 1.5
Iron mg/L 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 * 0.3 0.2
Lead mg/L 0.03 0.05 0.05 0.01 0.015 0.01 0.01 0.01
Manganese mg/L 0.1 0.1 0.1 0.1 0.05 0.5 0.05 0.05
Mercury mg/L 0.001 0.001 0.001 0.001 0.002 0.001 0.001 0.001
Nickel mg/L 0.02 0.1 0.02 * 0.02
Parameter Unit Drinking Water Standard
PP 32 PP 20 PERME
Class 1 Cat. A NKES WHO US EPA Australia Canada EEC
Physical
NH3-N mg/L 0.5 1.5 * * * 0.5
Nitrate as N mg/L 10 10 50 10 50 10 50
Nitrite as N mg/L 0.06 1 10 3 1 3 3.2 0.5
Selenium mg/L 0.01 0.01 0.01 0.01 0.05 0.01 0.01 0.01
Sodium mg/L 200 200 * ** 200 200
Sulphate mg/L 400 400 400 500
Sulphur as H2S mg/L 0.002 0.05 0.05
Zinc mg/L 0.05 5 5 3 5 * 5 *
Microbiology
count/10
Fecal coliform 0 mL 100 0 0 0 * 0 * *
count/10
Total Coliform 0 mL 1000 3 0 0 * 0 10 *
Radioactivity
Gross-A Bq/L 0.1 0.1 0.1 0.1 15 pCi/L 0.1 * *
Gross-B Bq/L 1 1 1 1 * 0.5 * *
Organic Chemistry
Aldrin/Dieldrin µg/L 17 0.7 0.7 0.03 * 0.3 0.7 *
BHC µg/L 210 0
Chlordane µg/L 3 3 3 0.2 2 1 * *
DDT µg/L 2 30 30 2 * 20 3 *
Detergent as MBS µg/L 200 500 0.05
Endrin µg/L 1 * 2 0.2 *
Fat and Grease µg/L 1000
Phenol Compound as
Phenol µg/L 1
Heptachlore and
Heptachlore epoxide µg/L 18 3 3 0.06 0.6 0.3 6 *
Lindane µg/L 56 4 2 0.2 20 4 *
Methoxychlore µg/L 35 30 30 20 4 300 900 *
Toxaphene µg/L 5 * 3 * *
Parameter Fisik Air
Suspended solid (>10-3 mm)
Koloid (10-6 mm - 10-3 mm)
Turbiditas (absorbed/scattered)
Warna (dissolved solid, <10-6 mm)
Zattannin pada kayu dan humus warna kuning
Oksida besi warna merah
Oksida mangan warna coklat/hitam
Rasa dan bau
Temperatur
Parameter Kimia Air
Total Dissolved Solids (ion balance)
Major constituents (1-1000 mg/L): Sodium,
calcium, magnesium, bicarbonate, sulfate,
chloride
Secondary constituens (0.01-10 mg/L): iron,
strontium, potassium, carbonate, nitrate,
flouride, boron, silica
Parameter Kimia Air (2)
Alkalinitas: jumlah ion dalam air yang akan
bereaksi dengan ion hidrogen
Sumber: bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO32-)
hidroksida (OH-), HSiO3- ,H2BO3-, dll.
Kesadahan (Hardness) : konsentrasi kation
logam dalam larutan.
Dalam kondisi supersaturasi (sangat jenuh) akan
bereaksi dengan anion membentuk endapan
Parameter Kimia Air (3)
Florida
Logam karsinogenik
Zat organik
BOD (Biochemical Oxygen Demand): jumlah
oksigen yang digunakan oleh mikroba untuk
mengkonsumsi zat organik
Nutrien (untuk pertumbuhan): karbon,
nitrogen, fosfor
Parameter Biologi Air
Patogen
Bakteri kolera (bakteri Vibrio comma), tifus
(bakteri Salmonella thyposa),
Virus diare, meningitis, hepatitis
Protozoa (hewan tingkat terendah)
Helminth (parasitic worms)
rotavirus Vibrio comma
Proses Alamiah Air
Sedimentasi/pengendapan
Filtrasi
Transfer gas
Solubilitas/kelarutan
Kecepatan transfer
Transfer panas
Proses Alamiah Air (2)
Proses kimia konversi kimia
Proses biokimia proses metabolik
Mikroorganisma di air
Bakteri
Protozoa
Alga
Lainnya (rotifers, crustacea)
PENGOLAHAN AIR
Kriteria air minum :
Kualitas : memenuhi persyaratan agar berfungsi
secara baik dalam penggunanya
Kuantitas : memenuhi kebutuhan agar jumlahnya
cukup sesuai kebutuhan
Kontinuitas : tersedia dan terjangkau setiap saat
Kualitas :
Kualitas fisik : bau, rasa, warna, suhu dan kekeruhan
Kualitas kimiawi :
Anorganik : ditoleransi hingga batas-batas tertentu,
terutama dampaknya terhadap kesehatan. Contoh
maksimum konsentrasi Cu = 1 mg/l, Zn = 5 mg/l
Organik : dibatasi karena dapat bersifat toksik
(baik karsinogen, maupun npn-karsigen), seperti
senyawa aktif pembentukan pestisida dll
Kualitas biologi : indikator pencemaran air oleh
aktivitas domestik, contoh : bakteri eschericia coli
Kualitas radioaktif : bebasdari zat radioaktif
Syarat Sumber Air
Syarat sumber air, terpenuhi :
Kuantitas : jumlah
Kualitas : mutu
Kontinuitas : ketersediaan air
Sumber-sumber air :
Air hujan : Kurang mineral, Tergantung musim
Air tanah :
Dangkal : kuantitas terbatas, kualitas tergantung air
permukaan, kontinuitas tergantung infiltrasi
Dalam : kuantitas relatif cukup, kualitas cukup baik, namun
kontinuitas tidak terjamin
Mata air : kuantitas kecil, kualitas relatif bagus, kontinuitas belum
tentu terjamin
Air permukaan :
Sungai : kuantitas dapat diandalkan, namun kualitasnya
sedang-buruk, kontinuitas membutuhkan studi hidrologi
Danau
Laut : membutuhkan teknologi tinggi
Jenis Pengolahan Air Bersih
Jenis pengolahan air bersih secara umum:
Penjernihan : bertujuan menurunkan kekeruhan, Fe
dan Mn
Pelunakan : bertujuan menurunkan kesadahan air
Desinfeksi : bertujuan membunuh bakteri patogen
Jenis proses pengolahan air bersih:
Secara fisika : tidak ada penambahan zat kimia
(aditif), contoh: pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dll
Secara kimiawi : penambahan bahan kimia sehingga
terjadi reaksi kimia. Contoh penyisihan logam berat,
pelunakan, netralisasi, klorinasi, ozonisasi, UV, dsb
dsb
Secara biologi : memanfaatkan aktivitas
mikroorganisme. Contoh saringan pasir lambat
Water Treatment Plant
(Surface Water Supply)
Sumber : [Link]
(diakses 17 Februari 2009)
Penjenihan Air
Karakteristik tipikal air permukaan di indonesia adalah
masalah kekeruhan, yang berfluktuasi tergantung
musim. Sehingga sasaran utama adalah “jernih”
Rangkaian proses penjernihan tergatung dari:
Suspensi koloidal:
Stabil sehingga sulit diendapkan
Ukuran 10-3 – 10-6 mm, memiliki kecepatan
mengendap sekitar 1 mm/jam sampai 1 mm/tahun
Non koloidal dapat terendapkan (settleable):
Tidak stabil
Siap untuk mengendap
Proses penjernihan air akan melibatkan unit-unit operasi
dan proses berdasarkan sifat fisik dan kimia dari koloid
Konfigurasi penjernihan air
Koloid dengan kekeruhan tinggi
conditioning → koagulasi + flukolasi → sedimentasi
→ filtrasi → distribusi → desinfeksi
Koloid dengan kekeruhan sedang atau rendah:
conditioning → koagulasi + flokulasi → filtrasi
→ distribusi → desinfeksi
Koloid dengan kekeruhan rendah:
conditioning → saringan pasir lambat → desinfeksi
Non koloid:
Filtrasi
langsung (direct filtration)
Pengendapan langsung (direct sedimentation)
Kombinasi filtrasi dan sedimentasi
Unit-unit Pengolahan
Conditioning:
Pengaturan pH
Penambahan kekeruhan
Pra-sedimentasi: pengendapan partikel diskrit, misal: pasir
Koagulasi:
Destabilisasi partikel koloid
Pembubuhan bahan kimia: koagulan, misal koagulan, misal:
tawas
Dilakukan pengadukan cepat (rapid mixing):
Hidrolis: terjunan atau hidrolik jump
Mekanis: menggunakan batang pengaduk
Lamanya proses: 30 – 90 detik
Flokulasi:
Pembentukan dan pembesaran flok
Dilakukan pengadukan lambat (slow mixing):
Pneumatis
Mekanis
Hidrolis
Waktu operasi: 15 – 30 menit
Koreksi pH
Proses Koagulasi - Flokulasi
Flokulasi Partikel Koloid
Koagulasi
(Rapid Mixing)
Flokulasi (Slow Mixing)
Unit-unit Pengolahan (2)
Sedimentasi:
Pengendapan secara gravitasi: ρ partikel > ρ air:
Sedimantasi: pengendapan flok
Pra-sedimentasi: pengendapan settleable particle
Berdasarkan arah aliran:
Horizontal/radial
Vertikal
Dengan kemiringan: plate settler
Waktu pengendapan: tergantung ukuran partikel.
Kecepatan mengendap umumnya berkisar antara 1-2
jam
Penyisihan partikel yang mempunyai ρ partikel < ρ
air: Flotasi/pengapungan, misal penyisihan minyak
bebas (free oil) dari air
Gabungan instalasi unit koagulasi, flokulasi dan
sedimentasi: aselator
Sedimentasi
time
sedimentasi
Sedimentation Basin Zones
Vp
Vc
Rectangular Basin
Rectangular Basin
Circular Basin
Unit-unit Pengolahan (3)
Filtrasi:
Penyaringan dengan menggunakan media berbutir
Penyisihan partikel dengan cara penyaringan untuk ukuran
diameter partikel lebih besar dari ukuran media filter:
Saringan pasir cepat (rapid sand filtration) : laju aliran = 120
m3/m2/jam
Saringan pasir lambat (slow sand filtration) : laju aliran = 5
m3/m2/jam
Saringan pasir cepat:
Single media : pasir
Multi media : antrasit – pasir – garnet
Saringan pasir lambat:
Sedimentasi
Filtrasi
Biologi proses
Desinfeksi: penghilangan mikroorganisme patogen: klorinasi,
ozonisasi, sinar ultra violet, pemanasan, dll
Filtrasi
Backwashing (filtrasi)
Airscouring (filtrasi)
Desinfeksi (klorinasi)
Penambahan Fluoride (F)
Pengolahan air khusus
Penurunan kesadahan (air tanah):
Penambahan kapur atau kapur soda
Pertukaran ion: Ca++ + Na2R → CaR + 2Na+
Penurunan Fe dan Mn:
Oksidasi dan pengaturan pH
Penyisihan materi terlarut (Total Dissolved Solid):
Membran
Penyisihan bau, rasa dan warna:
Adsorpsi: karbon aktif
Penempatan pengolahan khusus membutuhkan:
Karakteristik air baku yang akan diolah secara:
Kualitatif: kandungan pencemar yang terkandung serta tingkat
keberbahayaan thd kesehatan manusia dan kerusakan material
Kuantitatif: besarnya kebutuhan air di masyarakat serta
ketersediaannya di sumber air baku
Periode perencanaan: sangat berpengaruh thd dimensi instalasi dan
aspek ekonomis
Kemudahan dalam operasi dan perawatan: ketersediaan sumber
daya manusia dan suku cadang
Membran
Menyisihkan partikel-partikel koloidal dan ion-ion terlarut
Selektivitas pemisahan berdasarkan ukuran pori :
Mikrofiltrasi : 0,02 – 10 mm
Ultrafiltrasi : 0,01 – 0,02 mm
Membran dense : 0,0001 – 0,001 mm
Reverse osmosis : ≤ 0,0001 mm
Membran digunakan dalam proses pengolahan air
limbah dengan nilai recovery tinggi
Klasifikasi Membran
Aqueous salts
suspended material found in Humic acids
Dissolved,, colloidal, and
Colloidal material Giardia lamblia cyst
untreated wastewater
Viruses Cryptosporidium oocysts
Small organic monomers, Bacterial oolis
sugars, pesticides, herbicides
Cell Fragments and debris
Settleable solids
Range for TSS test
conventional depth filtration
Microfiltration (MF)
membrane separation
Operative range for
processess
Ultrafiltration (UF)
Nanofiltration (NF)
Reverse osmosis (RO)
-4 -3 -2 -1 0 1 2 3
10 10 10 10 10 10 10 10
Jaringan distribusi
Air yang telah diolah siap untuk didistribusikan kepada para
pemakai. Sarana yang digunakan biasanya menggunakan
perpipaan, dikenal sebagai jaringan distribusi air minum
Selama perjalanannya dari reservoir penampung air, sampai ke
keran air di pelangggan, kualitas air harus tetap terjaga. Biasanya
dilakukan pengecekan sisa khlor di titik dalam jaringan, agar dijamin
tidak ada bakteri patogen yang masuk selama perjalanannya.
Air yang dialirkan oleh jaringan distribusi ini harus dijamin
kuantitasnya, tidak boleh terlalu banyak hilang akibat kebocoran.
Kebocoran air yang ideal tidak lebih dari 15%. Namun di Indonesia,
kebocoran air bisa mencapai 40-45%, bahkan lebih.
Air di konsumen juga hendaknya dijamin masih mempunyai tekanan
air. Minimum tekanan air di keran konsumen seharusnya adalah 10
m-kolom air. Untuk mencapai nilai tersebut, biasanya dibutuhkan
bantuan pompa atau menara air, kecuali konsumen terletak relatif
lebih rendah dari reservoir distribusi air dari sistem penyediaan air
tsb.
Jaringan distribusi…(2)
Rumah pompa
Reservoir
Sambungan rumah
Konservasi Sumber Daya Air…(2)
Contoh perkiraan kebutuhan air di perkotaan
Misal jumlah penduduk 10 juta jiwa (jakarta)
Untuk perumahan :
31.4/59,4 x 1500 juta/liter/hari = 793 juta/liter/hari
Kebocoran & kehilangan :
9,2/59,4 x 1500 juta/liter/hari = 232,5 juta/liter/hari
Total air yang dibutuhkan :
1500 + 793 + 232,5 = 2525,5 juta/liter/hari
atau 2,5 juta/m³/hari 12,6 juta drum @ 250 liter
Konservasi Sumber Daya Air…(2)
Contoh perkiraan kebutuhan air di perkotaan
Misal jumlah penduduk 10 juta jiwa (jakarta)
Untuk perumahan :
31.4/59,4 x 1500 juta/liter/hari = 793 juta/liter/hari
Kebocoran & kehilangan :
9,2/59,4 x 1500 juta/liter/hari = 232,5 juta/liter/hari
Total air yang dibutuhkan :
1500 + 793 + 232,5 = 2525,5 juta/liter/hari
atau 2,5 juta/m³/hari 12,6 juta drum @ 250 liter
Konservasi Sumber Daya Air…(2)
Contoh perkiraan kebutuhan air di perkotaan
Misal jumlah penduduk 10 juta jiwa (jakarta)
Untuk perumahan :
31.4/59,4 x 1500 juta/liter/hari = 793 juta/liter/hari
Kebocoran & kehilangan :
9,2/59,4 x 1500 juta/liter/hari = 232,5 juta/liter/hari
Total air yang dibutuhkan :
1500 + 793 + 232,5 = 2525,5 juta/liter/hari
atau 2,5 juta/m³/hari 12,6 juta drum @ 250 liter
Proses Alami Air: Dilution
Air Limbah (CL QL )
A (CA QA ) B (CB QB )
Sungai
Keseimbangan massa antara A dan B
CbQb = CaQa + ClQl
DO (Dissolved-Oxygen)
Dissolved-Oxygen balance
Reaerasi
Fotosintesis alga
Dissolved-Oxygen model
Kecepatan penyisihan oksigen
Kecepatan penambahan oksigen
Kurva oksigen (oxygen sag curve)
Pengolahan Air Bersih
Water Treatment Plant
(Surface Water Supply)
Sumber : [Link] (diakses 17 Februari 2009)