Tujuan
1. Menentukan frekuensi dasar dan frekuensi harmonuk gelombang berdiri pada tali
2. Menentukan laju gelombang stasioner/gelombang berdiri pada tali
3. Menentukan frekuensi vibrator
3.2. Gelombang Berdiri Pada Tali
Gelombang berdiri merupakan interferensi dua gelombang sinusoidal identic yang
bergerak berlawanan arah. Sebuah benang dengan ujung yang statis ditunjukkan dengan
y ' ( x , t ) =¿
Gelombang berdiri dicirikan dengan gelombang yang bernilai nol yang disebut node
dan gelombang yang bergerak maksimum disebut sebagai antinode. Gelombang berdiri dapat
terbentuk melalui pemantulan gelombang yang merambat melalui ujung benang. Apabila
bagian ujung dari benang ditetapkan maka ujung benang tersebut yang menjadi sebuah node.
Batas inilah yang membatasi frekuensi pada gelombang berdiri yang terjadi pada benang.
Setiap frekuensi yang mungkin muncul pada percobaan ini merupakan frekuensi resonansi,
dan pola gelombang berdiri yang sesuai adalah mode osilasi. Untuk tali yang diregangkan
yang memiliki Panjang L dan ujung-ujungnya tetap, maka frekuensi dari resonansinya adalah
v v
f = =n
λ 2l
Untuk n =1,2,3
Mode osilasi ini selaras dengan n =1 yang disebut dengan fundamental mode atau
first harmonic. Gelombang datang dan gelombang pantul akan berinterferensi satu sama lain.
Bila kondisinya tepat, akan terjadi gelombang berdiri pada tali yang ditandai oleh kehadiran
simpul dan perut dalam medium tersebut. Gambar 4.1 menunjukkan Percobaan Melde
dimana pada bentangan tali sepanjang L, diberikan beban M.
Gambar 3.2. 1. Percobaan Melde
Gelombang dicirikan oleh adanya panjang gelombang λ, frekuensi f, dan kecepatan
gelombang v. Kecepatan gelombang tali tersebut adalah :
v=
√ T
μ
(3.2.3)
Hubungan teoretis antara frekuensi dasar (harmonik pertama) dan frekuensi harmonik
diberikan oleh persamaan berikut:
fn=n . f 1 (3.2.4)
Dengan n = 1,2,3,…
fn adalah frekuensi harmonik ke-n, adalah bilangan bulat, n = 1 adalah frekuensi dasar
(frekuensi harmonik pertama), f1, n = 2 adalah untuk frekuensi harmonik kedua f2 , dan
seterusnya.
Gambar 3. 2. Gambar pola gelombang yang muncul pada osilasi dengan frekuensi tertentu.
IV. Percobaan
Pada percobaan ini, akan diperiksa sifat-sifat gelombang berdiri dan hubungan antara
frekuensi dasar dan frekuensi harmonic sebuah tali.
1. Rangkai alat seperti pada Gambar 4.2.
Gambar 4. [Link] Alat Percobaan Gelombang pada Tali
2. Pasang bosshead pada batang statif
3. Masukkan pasak pemikul pada bosshead
4. Ikat ujung-ujung tali pada pembangkit getaran dan pada pasak pemikul sedemikian
rupa sehingga Panjang tali yang terikat adalah 60 cm.
5. Hubungkan pembangkit getaran ke pembangkit frekuensi audio menggunakan kabel
penghubung
6. Atur tombol pembangkit frekuensi audio agar menghasilkan gelombang sinus dan
frekuensi dibuat nol.
Langkah-langkah percobaan :
1. Hidupkan pembangkit frekuensi audio
2. Naikkan frekuensi secara perlahan menggunakan tombol yang ada pada pembangkit
frekuensi audio sampai terjadi gelombang berdiri seperti pada Gambar 4.3.a.
Gelombang berdiri yang dihasilkan memiliki 2 buah simpul, yaitu di tiap-tiap
ujungnya, dan satu pada perut bagian tengah tali. Osilasi tali bentuk ini terjadi pada
frekuensi alamiah atau frekuensi dasar. Baca frekuensi dasar (frekuensi harmonik
pertama) pada pembangkit frekuensi dan catat hasilnya pada Tabel 4.2.
Gambar 4. 3. Visualisasi Gelombang pada Tali
Keterangan : S = Simpul
P = Perut
3. Naikkan frekuensi pada pembangkit frekuensi sampai terjadi simpul di tengah tali seperti
pada Gambar 3b. Gelombang berdiri yang dihasilkan adalah frekuensi harmonik kedua (
f 2) tali tersebut. Baca frekuensi harmonik kedua dari pembangkit frekuensi dan catat ke
dalam Tabel 2.
4. Naikkan lagi frekuensi pada pembangkit frekuensi sehingga didapatkan gelombang
berdiri seperti pada Gambar 4.3c. Frekuensi yang didapatkan adalah frekuensi harmonik
ketiga tali tersebut. Baca frekuensi harmonik ketiga f3 dari pembangkit frekuensi dan
catat hasilnya ke dalam Tabel 4.2.
5. Naikkan lagi frekuensi pada pembangkit frekuensi jika tali masih dapat menghasilkan
gelombang berdiri dengan frekuensi harmonik yang lebih tinggi. Catat hasilnya pada
tempat yang tersisa pada Tabel 4.2.
Data dan Pengolahan Data
Tabel 5. 1. Tabel Perhitungan Frekuensi Gelombang pada Tali
No Frekuensi N (fn/f 1) V ( f .λ )
.
1. f 1=Hz
2. f 2=Hz
3. f 3=Hz
4. f 4=Hz