0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan14 halaman

Manajemen Keperawatan untuk Nyeri dan Hipovolemia

Diunggah oleh

Amelia Fauzia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan14 halaman

Manajemen Keperawatan untuk Nyeri dan Hipovolemia

Diunggah oleh

Amelia Fauzia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

No SDKI SLKI SIKI

1. Pola napas tidak Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen jalan napas (I.01011)
efektif (D.0005) diharapkan pola napas membaik (L.01004) Observasi
Kriteria hasil : 1. Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas)
1. Ventilasi semenit meningkat 2. Monitor bunyi napas tambahan (mis. gurgling, mengi,
2. Kapasitas vital meningkat wheezing, ronkhi kering)
3. Diameter thoraks anterior-posterior 3. Monitor sputum (jumlah, warna, aroma)
meningkat Terapeutik
4. Tekanan ekspirasi meningkat 4. Pertahankan kepatenan jalan napas dengan head-tilt dan
5. Tekanan inspirasi meningkat chin-lift (jaw-thrust jika curiga trauma servikal)
6. Dispnea menurun 5. Posisikan semi-Fowler atau Fowler
7. Penggunaan otot bantu napas menurun 6. Berikan minum hangat
8. Pemanjangan fase ekspirasi menurun 7. Lakukan fisioterapi dada, jika perlu
9. Ortopnea menurun 8. Lakukan penghisapan lender kurang dari 15 detik
10. Pernapasan pursed-lip menurun 9. Lakukan hiperoksigenasi sebelum penghisapan endotrakeal
11. Pernapasan cuping hidung menurun 10. Keluarkan sumbatan benda padat dengan forsep McGill
12. Frekuensi napas membaik 11. Berikan oksigen, jika perlu
13. Kedalaman napas membaik Edukasi
14. Ekskursi dada membaik 12. Anjurkan asupan cairan 2000 ml/hari, jika tidak
kontraindikasi
13. Anjurkan teknik batuk efektif Kolaborasi
14. Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran,
mukolitik, jika perlu

2. Nyeri akut (D. Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen nyeri (I.08238)
0077) diharapkan tingkat nyeri menurun (L.08066) Observasi
Kriteria hasil : 1. Identifikasilokasi, karekteristik, durasi frekuensi,kualitas,
1. Keluhan nyeri menurun intensitas nyeri
2. Meringis menurun 2. Identifikasi skala nyeri
3. Sikap protektif menurun 3. Identifikasi respons nyeri non verbal
4. Gelisah menurun 4. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
5. Kesulitan tidur menurun 5. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
6. Menarik diri menurun 6. Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri
7. Berfokus pada diri sendiri menurun 7. Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup
8. Diaforesis menurun 8. Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah
9. Perasaan depresi (tertekan) menurun diberikan
10. Perasaan takut mengalami cedera berulang 9. Monitor efek samping penggunaan analgesic
menurun Terapeutik
11. Anoreksia menurun 10. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
12. Perineum terasa tertekan menurun (mis. TENS, hypnosis, akupresur, terapi music, biofeedback,
terapi pijat, aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres
hangat/dingin, terapi bermain)
11. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. suhu
ruangan, pencahayaan, kebisingan)
12. Fasilitasi istirahat dan tidur
13. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan
strategi meredakan nyeri
Edukasi
14. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
15. Jelaskan strategi meredakan nyeri
16. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
17. Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat
18. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
19. Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
3. Hipovolemia Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen hipovolemia (I.03116)
(D.0023) diharapkan status cairan membaik (L.03028) Observasi
Kriteria hasil : 1. Periksa tanda dan gejala hipovolemia (mis. frekuensi nadi
1. Kekuatan nadi meningkat meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan
2. Turgor kulit meningkat nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa
3. Output urine meningkat kering, volume urine menurun, hematocrit meningkat, haus,
lemah)
4. Pengisian vena meningkat 2. Monitor intake dan output cairan
5. Ortopnea menurun Terapeutik
6. Dispnea menurun 3. Hitung kebutuhan cairan
7. Paradoxymal Nocturnal Dyspnea (PND) 4. Berikan posisi modified Trendelenburg
menurun 5. Berikan asupan cairan oral Edukasi
8. Edema anasarka menurun 6. Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
9. Edema perifer menurun 7. Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak
10. Berat badan meningkat Kolaborasi
11. Distensi vena jugularis menurun 8. Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (mis. NaCl, RL)
12. Suara napas tambahan menurun
9. Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis. glukosa
13. Kongesti paru menurun 2,5%, NaCl 0,4%)
14. Perasaan lemah menurun 10. Kolaborasi pemberian cairan koloid (mis. albumin,
15. Keluhan haus menuru Plasmanate)
16. Konsentrasi urine menuru 11. Kolaborasi pemberian produk darah
17. Frekuensi nadi membaik
18. Tekanan darah membaik

4. Defisit Nutrisi Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen nutrisi (I.03119)


(D.0019) diharapkan status nutrisi membaik (L.03030) Observasi
Kriteria hasil : 1. Identifikasi status nutris
1. Kekuatan otot pengunyah meningkat 2. Identifikasi alergi dan intoleransi makana
2. Kekuatan otot menelan meningkat 3. Identifikasi makanan yang disuka
3. Serum albumin meningkat 4. Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrient
4. Verbalisasi keinginan untk 5. Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastric
meningkatkan nutrisi meningka 6. Monitor asupan makana
5. Pengetahuan tentang pilihan makanan 7. Monitor berat bada
yang sehat meningkat 8. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
6. Pengetahuan tentang pilihan minuman Terapeutik
yang sehat meningkat 9. Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perl
[Link] menentukan pedoman diet (mis. piramida makanan
[Link] makanan secara menarik dan suhu yang sesua
[Link] makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
[Link] makanan tinggi kalori dan tinggi protein
[Link] suplemen makanan, jika perlu
[Link] pemberian makan melalui selang nasogastrik jika
asupan oral dapat ditoleransi
Kolaborasi
[Link] pemberian medikasi sebelum makan (mis. pereda
nyeri, antiemetik), jika perl
[Link] asi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori
dan jenis nutrien yang dibutuhkan, jika perlu
5. Gangguan rasa Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri (I.08238)
nyaman (D.0074) keperawatan diharapkan status kenyamanan Observasi
meningkat (L.08064) Kriteria hasil : 1. Identifikasilokasi, karekteristik, durasi frekuensi,kualitas,
1. Kesejahteraan fisik meningkat intensitas nyeri
2. Kesejahteraaan psikologis meningkat 2. Identifikasi skala nyeri
3. Dukungan sosial dari keluarga 3. Identifikasi respons nyeri non verbal
meningkat 4. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
4. Dukungan sosial dari teman meningkat 5. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
5. Perawatan sesuai keyakinan budaya 6. Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri
meningkat 7. Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup
6. Keluhan tidak nyaman menurun 8. Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah
7. Gelisah menurun diberikan
8. Kebisingan menurun 9. Monitor efek samping penggunaan analgesic
9. Keluhan sulit tidur menurun Terapeutik
10. Keluhan kedinginan menurun 10. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
11. Keluhan kepanasan menurun (mis. TENS, hypnosis, akupresur, terapi music, biofeedback,
12. Gatal menurun terapi pijat, aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres
hangat/dingin, terapi bermain)
11. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. suhu
ruangan, pencahayaan, kebisingan)
12. Fasilitasi istirahat dan tidur
13. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan
strategi meredakan nyeri
Edukasi
14. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
15. Jelaskan strategi meredakan nyeri
16. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
17. Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat
18. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
19. Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
6. Konstipasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen eleminasi fekal (I.04151)
(D.0049) diharapkan eliminasi fekal membaik (L.04033) Observasi
Kriteria hasil : 1. Identifikasi masalah usus dan penggunaan obat pencahar
2. Identifikasi pengobatan yang berefek pada kondisi
1. Kontrol pengeluaran feses meningkat gastrointestinal
2. Keluhan defekasi lama dan sulit menurun 3. Monitor buang air besar (mis. warna, frekuensi, volume)
3. Mengejan saat defekasi menurun 4. Monitor tanda dan gejala diare, konstipasi, atau impaksi
4. Distensi abdomen menurun Terapeutik
5. Teraba massa pada rektal menurun 5. Berikan air hangat setelah makan
6. Urgency menurun 6. Jadwalkan waktu defekasi bersama pasienSediakan makanan
7. Nyeri abdomen menurun tinggi serat
8. Kram abdomen menurun Edukasi
9. Konsistensi feses membaik 7. Jelaskan jenis makanan yang membantu meningkatkan
10. Frekuensi defekasi membaik peristaltik usus
11. Peristaltik usus membaik 8. Anjurkan mencatat warna, frekuensi, konsistensi, volume feses
9. Anjurkan meningkatkan aktifitas fisik, sesuai toleransi
10. Anjurkan pengurangan asupan makanan yang
meningkatkan pembentukam ga
11. Anjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi
serat
12. Anjurkan meningkatkan asupan cairan, jika tidak ada
kontraindikasi
Kolaborasi
13. Kolaborasi pemberian obat supositoria anal, jika perlu
7. Hipertermi Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen hipertermia (I.15506)
(D.0130) diharapkan termoregulasi membaik (L.14134) Observasi
Kriteria hasil : 1. Identifikasi penyebab hipertermia (mis dehidrasi, terpapar
1. Menggigil menurun lingkungan panas, penggunaan incubator
2. Kulit merah menurun 2. Monitor suhu tubuh
3. Kejang menurun 3. Monitor kadar elektrolit
4. Akrosianosis menurun 4. Monitor haluaran urine
5. Monitor komplikasi akibat hipertermia
5. Konsumsi oksigen menurun
Terapeutik
6. Piloereksi menurun
6. Sediakan lingkungan yang dingin
7. Vasokontriksi perifer menurun 7. Longgarkan atau lepaskan pakaian
8. Kutis memorata menurun 8. Basahi dan kipasi permukaan tubuh
9. Pucat menurun 9. Berikan cairan oral
10. Takikardi menurun 10. Ganti linensetiap hari atau lebih sering jika mengalami
11. Takipnea menuru hiperhidrosis (keringat berlebih)
12. Bradikardi menurun 11. Lakukan pendinginan eksternal (mis. selimut hipotermia
13. Dasar kuku sianotik menurun atau kompres dingin pada dahi, leher, dada, abdomen, aksila)
14. Hipoksia menurun 12. Hindari pemberian antipiretik atau aspirin
13. Berikan oksigen, jika perlu
15. Suhu tubuh membaik
Edukasi
16. Suhu kulit membaik
14. Anjurkan tirah baring Kolaborasi
17. Kadar glukosa darah membaik
15. Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu
18. Ventilasi membaik
19. Tekanan darah membaik
8. Intoleransi Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen energi (I.05178)
aktivitas (D.0056) diharapkan toleransi aktivitas meningkat Observasi
(L.05047) Kriteria Hasil : 1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan
1. Frekuensi nadi meningkat kelelahan
2. Saturasi oksigen meningkat 2. Monitor kelelahan fisik dan emosional
3. Kemudahan dalam melakukan aktivitas 3. Monitor pola dan jam tidu
sehari-hari meningkat 4. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan
4. Kecepatan berjalan meningkat aktivitas
5. Jarak berjalan meningkat Terapeutik
6. Kekuatan tubuh bagian atas meningkat 5. Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis.
7. Kekuatan tubuh bagian bawah meningkat cahaya, suara, kunjungan
8. Toleransi dalam menaiki tangga meningkat 6. Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
9. Keluhan lelah menurun 7. Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
10. Dispnea saat aktivitas menurun 8. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah
11. Dispnea setelah aktivitas menurun atau berjalan
12. Perasaan lemah menurun Edukasi
13. Aritmia saat aktivitas menurun 9. Anjurkan tirah baring
14. Aritmia setelah aktivitas menurun 10. Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala
15. Sianosis menurun kelelahan tidak berkuran
16. Warna kulit membaik 11. Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
17. Tekanan darah membaik Kolaborasi
18. Frekuensi napas membaik 12. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan
19. EKG iskemia membaik asupan makanan
9. Nausea (D.0076) Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen Mual (I.03117)
diharapkan nausea menurun (L.08065) dengan
kriteria hasil : Observasi

1. Identifikasi pengalaman mual


1. Nafsu makan meningkat
2. Identifikasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan (mis: bayi,
2. Keluhan mual menurun
anak-anak, dan mereka yang tidak dapat berkomunikasi
3. Perasaan ingin muntah menurun secara efektif)
4. Perasaan asam di mulut menurun 3. Identifikasi dampak mual terhadap kualitas hidup (mis: nafsu
5. Sensasi panas menurun makan, aktivitas, kinerja, tanggung jawab peran, dan tidur)
6. Sensasi dingin menurun 4. Identifikasi faktor penyebab mual (mis: pengobatan dan
7. Frekuensi menelan menurun prosedur)
8. Diaforesis meurun 5. Identifikasi antiemetik untuk mencegah mual (kecuali mual
9. Jumlah saliva menurun pada kehamilan)
10. Pucat membaik 6. Monitor mual (mis: frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan)
11. Takikardia membaik
12. Dilatasi pupil membaik Terapeutik

7. Kendalikan faktor lingkungan penyebab mual (mis: bau tidak


sedap, suara, dan rangsangan visual yang tidak
menyenangkan)
8. Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab mual (mis:
kecemasan, ketakutan, kelelahan)
9. Berikan makanan dalam jumlah kecil dan menarik
10. Berikan makanan dingin, cairan bening, tidak berbau, dan
tidak berwarna, jika perlu

Edukasi

11. Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup


12. Anjurkan sering membersihkan mulut, kecuali jika
merangsang mual
13. Anjurkan makanan tinggi karbohidrat, dan rendah lemak
14. Ajarkan penggunaan teknik non farmakologis untuk
mengatasi mual (mis: biofeedback, hipnosis, relaksasi, terapi
musik, akupresur)

Kolaborasi

15 . Kolaborasi pemberian obat antiemetik, jika perlu

Manajemen Muntah (I.03118)

Observasi

1. Identifikasi pengalaman muntah


2. Identifikasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan (mis: bayi,
anak-anak, dan mereka yang tidak dapat berkomunikasi
secara efektif)
3. Identifikasi dampak muntah terhadap kualitas hidup (mis:
nafsu makan, aktivitas, kinerja, tanggung jawab peran, dan
tidur)
4. Identifikasi faktor penyebab muntah (mis: pengobatan dan
prosedur)
5. Identifikasi antiemetik untuk mencegah muntah (kecuali
muntah pada kehamilan)
6. Monitor muntah (mis: frekuensi, durasi, dan tingkat
keparahan)

Terapeutik

7. Kontrol lingkungan penyebab muntah (mis: bau tidak sedap,


suara, dan stimulasi visual yang tidak menyenangkan)
8. Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab muntah (mis:
kecemasan, ketakutan)
9. Atur posisi untuk mencegah aspirasi
10. Pertahankan kepatenan jalan napas
11. Bersihkan mulut dan hidung
12. Berikan dukungan fisik saat muntah (mis: membantu
membungkuk atau menundukkan kepala)
13. Berikan kenyamanan selama muntah (mis: kompres dingin di
dahi, atau sediakan pakaian kering dan bersih)
14. Berikan cairan yang tidak mengandung karbonasi minimal 30
menit setelah muntah

Edukasi

15. Anjurkan membawa kantong plastik untuk menampung


muntah
16. Anjurkan memperbanyak istirahat
17. Ajarkan penggunaan Teknik non farmakologis untuk
mengelola muntah (mis: biofeedback, hipnosis, relaksasi,
terapi musik, akupresur)

Kolaborasi

18. Kolaborasi pemberian obat antiemetik, jika perlu

10. Pola seksual tidak Setelah dilakukan tindakan keperawatan Edukasi Seksualitas (I.12447)
efektif (D.0071) diharapkan identitas seksual membaik dengan
kiteria hasil (l.09056) : Observasi

1. Menunjukkan pendirian seksual yang jelas 1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
meningkat
2. Integrasi orientasi seksual ke dalam kehidupan Terapeutik
sehari-hari meningkat
3. Menyusun batasan-batasan sesuai jenis 2. Sediakan materi dan media Pendidikan Kesehatan
kelamin meningkat 3. Jadwalkan Pendidikan Kesehatan sesuai kesepakatan
4. Pencarian dukungan sosial meningkat 4. Berikan kesempatan untuk bertanya
5. Verbalisasi hubungan harmonis meningkat 5. Fasilitasi kesadaran keluarga terhadap anak dan remaja
6. Verbalisasi hubungan seksual sehat meningkat serta pengaruh media

Edukasi

6. Jelaskan anatomi dan fisiologi sistem reproduksi laki-laki


dan perempuan
7. Jelaskan perkembangan seksualitas sepanjang siklus
kehidupan
8. Jelaskan perkembangan emosi masa anak dan remaja
9. Jelaskan pengaruh tekanan kelompok dan sosial terhadap
aktivitas seksual
10. Jelaskan konsekuensi negatif mengasuh anak pada usia dini
(mis: kemiskinan, kehilangan karir dan Pendidikan)
11. Jelaskan risiko tertular penyakit menular seksual dan AIDS
akibat seks bebas
12. Anjurkan orang tua menjadi educator seksualitas bagi anak-
anaknya
13. Anjurkan anak/remaja tidak melakukan aktivitas seksual di
luar nikah
14. Ajarkan keterampilan komunikasi asertif untuk menolak
tekanan teman sebaya dan sosial dalam aktivitas seksual

11. Gangguan citra Setelah dilakukan tindakan keperawatan Promosi Citra Tubuh (I.09305)
tubuh (D.0083) diharapkan citra tubuh meningkat dengan
kriteria hasil (L.09067) : Observasi

1. Melihat bagian tubuh membaik 1. Identifikasi harapan citra tubuh berdasarkan tahap
2. Menyentuh bagian tubuh membaik perkembangan
3. Verbalisasi kecacatan bagian tubuh membaik 2. Identifikasi budaya, agama, jenis kelamin, dan umur terkait
4. Verbalisasi kehilangan bagian tubuh membaik citra tubuh
3. Identifikasi perubahan citra tubuh yang mengakibatkan
isolasi sosial
4. Monitor frekuensi pernyataan kritik terhadap diri sendiri
5. Monitor apakah pasien bisa melihat bagian tubuh yang
berubah

Terapeutik

6. Diskusikan perubahan tubuh dan fungsinya


7. Diskusikan perbedaan penampilan fisik terhadap harga diri
8. Diskusikan perubahan akibat pubertas, kehamilan, dan
penuaan
9. Diskusikan kondisi stress yang mempengaruhi citra tubuh
(mis: luka, penyakit, pembedahan)
10. Diskusikan cara mengembangkan harapan citra tubuh secara
realistis
11. Diskusikan persepsi pasien dan keluarga tentang perubahan
citra tubuh

Edukasi

12. Jelaskan kepada keluarga tentang perawatan perubahan citra


tubuh
13. Anjurkan mengungkapkan gambaran diri sendiri terhadap
citra tubuh
14. Anjurkan menggunakan alat bantu (mis: pakaian, wig,
kosmetik)
15. Anjurkan mengikuti kelompok pendukung (mis: kelompok
sebaya)
16. Latih fungsi tubuh yang dimiliki
17. Latih peningkatan penampilan diri (mis: berdandan)
18. Latih pengungkapan kemampuan diri kepada orang lain
maupun kelompok

12. Resiko Infeksi Setelah dilakukan tindakan keperawatan Pencegahan Infeksi (I.14539)
(D.0142) diharapkan tingkat infeksi menurun (L.14137)
dengan kriteria hasil : Terapeutik

1. Demam menurun 1. Batasi jumlah pengunjung


2. Kemerahan menurun 2. Berikan perawatan kulit pada area edema
3. Nyeri menurun 3. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan
4. Bengkak menurun lingkungan pasien
5. Kadar sel darah putih membaik 4. Pertahankan teknik aseptic pada pasien berisiko tinggi

Edukasi

5. Jelaskan tanda dan gejala infeksi


6. Ajarkan cara mencuci tangan dengan benar
7. Ajarkan etika batuk
8. Ajarkan cara memeriksa kondisi luka atau luka operasi
9. Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
10. Anjurkan meningkatkan asupan cairan

Kolaborasi

11. Kolaborasi pemberian imunisasi, jika perlu

Defisit Setelah dilakukan tindakan keperawatan Edukasi Kesehatan (I.12383)


pengetahuan diharapkan tingkat pengetahuan meningkat
(D.0111) dengan kriteria hasil (L.12111) : Observasi

1. Perilaku sesuai anjuran meningkat 1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
2. Verbalisasi minat dalam belajar meningkat 2. Identifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan
3. Kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat
suatu topik meningkat
4. Kemampuan menggambarkan pengalaman Terapeutik
sebelumnya yang sesuai dengan topik
meningkat 3. Sediakan materi dan media Pendidikan Kesehatan
5. Perilaku sesuai dengan pengetahuan 4. Jadwalkan Pendidikan Kesehatan sesuai kesepakatan
meningkat 5. Berikan kesempatan untuk bertanya
6. Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi
menurun Edukasi
7. Persepsi yang keliru terhadap masalah
menurun 6. Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi Kesehatan
7. Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
8. Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan
perilaku hidup bersih dan sehat

Anda mungkin juga menyukai