MAPEL KK (Perencanaan dan Pengalamatan Jaringan )
Bu Linda.N.A.,[Link]
IP address adalah sebuah sistem pengalamatan unik setiap host
yang terkoneksi ke jaringan berbasis TCP/IP. IP address bisa
dianalogikan seperti sebuah alamat rumah. Ketika sebuah datagram
dikirim, informasi alamat inilah yang menjadi acuan datagram agar
bisa sampai ke device yang dituju. IP Address terbagi dalam 2 versi,
IPv4 dan IPv6. Sebuah IP address versi 4 atau IPv4 terbentuk dari 32
binary bits. Dari 32 binary bits tersebut terbagi lagi menjadi 4 octet
(1 octet = 8 bits). Nilai tiap oktet diatara 0 sampai 255 dalam format
desimal, atau 00000000 - 11111111 dalam formal binary. Setiap
octet dikonversi menjadi desimal dan dipisahkan oleh tanda titik
(dot). Sehingga format akhir IP address biasanya berupa angka
desimal yang dipisahkan dengan tanda titik, contohnya
[Link].
Jika pada sebuah octet semua angka biner bernilai satu, maka nilai
desimal dalam octet tersebut adalah 255. Cara konversi dari biner
ke desimal, adalah dengan memperhatikan nilai bits. Jika dilihat dari
posisi bits, bits paling kanan memiliki nilai 2 0. Dan nilai pangkat
ditambahkan untuk angka biner sebelah kirinya menjadi 2 1. Terus
dilanjutkan sampai bits paling kiri.
Kita coba jabarkan IP address [Link]. Seperti yang telah kita
pelajari sebelumnya bahwa satu IP address terbentuk dari 32 bits,
maka detailnya akan menjadi seperti dibawah ini :
Jika Anda benar - benar ingin memahami konsep IP address,
disarankan untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai angka
biner dan desimal, baik operasi perhitungan maupun konversi dari
biner ke desimal atau sebaliknya.
Sistem komunikasi
Berdasarkan bagaimana perangkat saling berkomunikasi, terbagi
menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
Unicast, merupakan komunikasi antar sebuah host atau point-
to-point. Contoh : HTTP
Broadcast, merupakan metode komunikasi dari sebuah host ke
semua host yang masih dalam satu jaringan. Alamat broadcast
digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Contoh : ARP
Ethernet.
Multicast, merupakan metode komunikasi dari sebuah host ke
banyak host yang bergabung dalam group multicast yang
sama. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-
many. Contoh : Video Streaming.
Anycast, merupakan metode komunikasi dari sebuah host ke
host atau kelompok host lain yang diset memiliki IP sama.
Contoh : 6to4 relay.
Pada awal mula design network, diperkirakan konektivitas end-to-
end terjadi pada seluruh host yang terkoneksi ke internet. Dan
menjadi tugas IP address untuk menjadi sebuah alamat unik yang
menjadi identitas sebuah host. Akan tetapi pada perkembangannya,
tidak semua host butuh terkoneksi dengan dunia internet. Misalnya
jaringan sebuah perusahaan yang hanya ingin masing - masing host
cukup bisa berkomunikasi dengan host yang masih satu
perusahaan, dan tidak perlu berkomunikasi dengan internet.
Dengan adanya kasus seperti ini, maka IP address dibagi menjadi
beberapa kelompok.
IP Public dan IP Private
IP Public
Public IP Address merupakan IP Address yang dapat diakses di
jaringan internet.
IP Public juga dikenal sebagai globally routable unicast IP address.
Ketika sebuah perangkat memiliki IP public dan terkoneksi ke
jaringan internet, maka perangkat tadi bisa diakses darimanapun
melalui jaringan internet juga. Akan tetapi kita tidak bisa memasang
sembarang IP public di sebuah device. Ada aturan mengenai alokasi
IP public. Kita bisa mendapatkan Public IP Address dari pinjaman ISP
atau alokasi dari APNIC/IDNIC ([Link]).
IP Private
Pada arsitektur IP address, Private IP Address
adalah IP Address yang diperuntukkan untuk jaringan lokal. IP
private tidak boleh ada di jaringan internet dan tidak dapat diakses
di jaringan internet. Pada implementasi di jaringan real, biasanya
jaringan lokal menggunakan IP Private, kemudian ditambahkan
sebuah router yang menjembatani jaringan lokal yang
menggunakan IP private dengan jaringan publik yang menggunakan
IP Public. Untuk cakupan IP Private, Anda bisa lihat tabel IP Private di
pembahasan mengenai CIDR.
IP Khusus
Selain IP Private dan IP Public, ada beberapa IP khusus lain. IP ini
sudah memiliki tujuan penggunaan khusus yang sudah disepakati
secara international, sehingga tidak dapat digunakan untuk
pengalamatan sebuah host.
Kelas IP
Pada awal mula design IP address, IP address dibagi dalam
beberapa kelas. Kelas IP dibedakan berdasarkan jumlah bits network
ID. Masing masing kelas memiliki jumlah netowrk yang berbeda, dan
jumlah host di tiap network yang berbeda pula. Pembagian ip
address berdasarkan kelas ini sudah mulai ditinggalkan digantikan
dengan sistem CIDR. Akan tetapi, ada baiknya kita coba lihat
sejarah kelas IP address ini.
Kelas A
IP address kelas A biasa digunakan untuk jaringan dengan skala
besar. Bits pertama di dalam IP address kelas A selalu diset dengan
nilai 0 (nol). Bits kedua sampai bits ke delapan merupakan sebuah
network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir)
merepresentasikan host identifier. Dengan jumlah host identifier
sampai 24 bits, artinya kelas A memiliki 16,777,214 host.
Kelas B
Kelas B biasa digunakan untuk jaringan skala menengah hingga
skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas
B biasanya berupa bilangan biner 10. 14 bit berikutnya merupakan
network identifier. Sisa 16 bit merepresentasikan host identifier. Ip
address kelas B memiliki 65,534 host.
Kelas C
Digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama bernilai
biner 110. Kemudian 21 bit selanjutnya merupakan network
identifier. Dan 8 bit sisanya merepresentasikan host identifier.
Dengan begitu IP address kelas C memiliki 254 host untuk setiap
network-nya.
Kelas D merupakan alokasi IP address yang disediakan hanya untuk
alamat-alamat IP multicast, dan Kelas E merupakan IP alamat yang
bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk
digunakan pada masa depan.
Kelas D
Kelas E
Akan tetapi pada perkembangannya, alokasi kelas IP address
dengan metode ini dirasa sudah tidak cocok dan sekarang kita
beralih menggunakan metode Classless Inter-Domain Routing
(CIDR)
Subnet Mask
Subnet Mask merupakan nilai yang dibentuk dari angka biner 32
bits. sama seperti IP address. Dari angka biner 32 bits ini, juga
dipisahkan dengan tanda dot pada setiap octet. Fungsi dari subnet
mask ini adalah membedakan network id dan host id. pada gambar
kelas IP, kita bisa melihat alokasi nilai bits pada masing - masing
identifier. Didalam subnet mask semua bit yang dialokasikan untuk
network id diwakili oleh angka biner 1 sedangkan semua bit alokasi
host id akan diwakili oleh angka biner 0. Selain membedakan
identifier, subnet mask juga digunakan untuk menentukan letak
suatu host, apakah di jaringan yang masih dalam satu segmen, atau
sudah berbeda segmen.
Network Address dan Broadcast Address
Dalam sebuah alokasi IP address, ada 3 jenis IP.
Host address, IP address yang dapat dipasang ke sebuah
perangkat jaringan seperti komputer atau router agar dapat
saling interkoneksi. Host IP ini sifatnya unik, dalam artian
dalam sebuah network tidak boleh ada host IP yang sama.
Network address, IP address yang mereprentasikan alamat
sebuah network. Semua host dalam satu network memiliki
network address yang sama. Network address merupakan IP
pertama dalam sebuah subnet IP
Broadcast address, jenis IP address yang digunakan untuk
mengirim data ke semua host yang masih berada dalam satu
network. Broadcast address adalah ip terakhir dalam sebuah
subnet IP.
Network address dan broadcast address tidak dapat dipasang dalam
sebuah perangkat. Contoh, kita memiliki IP address [Link]
dengan subnet mask [Link] maka untuk mendapatkan nilai
network address dan boradcast address, kita bisa membuat
perhitungan seperti berikut :
IP address [Link]
11000000.10101000.00000000 .00000001
Untuk mendapatkan nilai network address, ubah semua bit dalam
alokasi host-id menjadi bernilai 0.
Susunan bit awal
11000000.10101000.00000000 .00000001
Susunan bit network address
11000000.10101000.00000000 .00000000
Dotted-decimal network address 192 168 0 0
Untuk mendapatkan nilai ubah semua bit dalam alokasi host-id
menjadi bernilai 1.
Susunan bit awal
11000000.10101000.00000000.00000001
Susunan bit broadcast address
11000000.10101000.00000000.11111111
Dotted-decimal broadcast address 192 168 0
255
Jadi untuk ip address [Link] dengan subnet mask
[Link], memiliki network address [Link] dan
broadcast address [Link].
Subnetting (VLSM)
Subnetting adalah sebuah mekanisme perhitungan pembagian
network menjadi network dengan skala yang lebih kecil, biasa
disebut subnet. Subbnetting dilakukan dengan meminjam nilai bits
yang dialokasikan pada host id, sehingga memungkinkan
penggunaan IP address yang lebih efisien. Subnetting biasa disebut
juga Variable Length Subnet Mask (VLSM). Subnetting biasa
diterapkan dengan mengubah nilai subnet mask. Contoh kasus
misalnya sebuah perusahaan hanya memiliki 60 komputer yang
akan terhubung dalam satu jaringan menggunakan IP kelas C
dengan subnet mask default [Link]. Untuk alasan
keamanan dan efisisnsi jaringan, maka hanya perlu alokasi IP
kurang lebih sejumlah 60 ip address. Disinilah fungsi subnetting
dibutuhkan. Berikut cara sederhana untuk melakukan subnetting
dengan mengubah nilai subnet mask.
Desimal [Link]
Biner 1111111.11111111.11111111.00000000
Dari nilai biner diatas, berarti alokasi porsi bits untuk network-id
sebanyak 24 bits, dan porsi untuk host-id ada 8 bits. Dengan porsi
sebanyak 8 bits, maka maksimal IP address adalah 254. Karena
kebutuhan perusahaan tersebut hanya 60 ip address, maka porsi
host id akan dikurangi dengan metode subnetting. Pertama kita
ubah jumlah IP yang kita butuhkan menjadi angka biner, 60 =
111100.
Kalau kita perhatikan, dengan jumlah kurang lebih 60 ip address,
membutuhkan 6 bits nilai biner, maka kita kurangi alokasi bits pada
host-id yang sebelumnya 8 bits, menjadi 6 bits. Ingat bahwa di
dalam subnet mask, host-id di representasikan dengan angka biner
0.
Subnet awal 1111111.11111111.11111111.00000000 (8 bits host-
id)
Subnet baru 1111111.11111111.11111111.11000000 (6 bits host-
id)
Decimal 255 255 255 192
Dengan alokasi bits host-id 6 digit, maka kita memiliki alokasi IP
address dalam subnet baru tersebut adalah 111111 dalam bilangan
biner atau 63 ip address dalam desimal. Dengan adanya network
addres dan boardcast address , maka IP yang bisa kita pasang pada
device jaringan maksimal adalah 62 ip address, contoh:
Range IP Address : [Link] - [Link]
Netmask : [Link]
Network : [Link]
Broadcast : [Link]
Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Seiring dengan perkembangan dunia jaringan komputer yang cukup
pesat, pembagian IP dengan menggunakan kelas A, B, dan C mulai
ditinggalkan karena masih menyisakan banyak IP yang tidak
digunakan. Selain mengurangi alokasi IP address, dengan cara yang
sama dapat digunakan untuk keperluan sebaliknya, yakni
menambah alokasi IP address. Contohnya kelas C yang secara
teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, akan tetapi
dengan CIDR, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang
seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B. CIDR
merupakan cara alternatif baru untuk merepresentasikan alamat IP
dan subnet IP. CIDR disebut juga Supernetting atau Prefix. Jika kita
sebelumnya sudah membahas mengenai IP Private, berikut tabel
range IP address yang dilalokasikan sebagai IP Private dengan
system CIDR.
Alokasi IP Private dengan system CIDR
CIDR biasanya ditulis dengan tanda "/" setelah IP address,
kemudian diikuti dengan informasi jumlah bits yang dialokasikan
sebagai network-id, contoh [Link]/27. Jika Anda pernah
melakukan konfigurasi router Mikrotik, tentu Anda sudah familiar
dengan format IP seperti ini. Dari contoh subnet [Link]/27,
maka dari 32 bits IP address, 27 bits dialokasikan untuk network-id,
tersisa 5 bits untuk host-id. Jumlah IP address yang ada dalam
subnet tersebut bisa dihitung dengan rumus :
2 (32-x)
Dimana "x" adalah nilai CIDR.
Contoh, untuk subnet [Link]/27 bisa dihitung sebagai berikut :
2 (32-27) = 2 (5)= 32
Nilai 32 adalah total IP address yang ada dalam subnet tersebut.
Dikurangi dengan network address dan broadcast address, maka IP
yang bisa dipasang pada perangkat jaringan ada 30 ip address.
Range IP Address : [Link] - [Link]
Netmask : [Link]
Network : [Link]
Broadcast : [Link]
Perhitungan IP address sebenarnya tidak harus dilakukan secara
manual. Ada banyak alat bantu untuk melakukan perhitungan IP
address dan subnetting, misalnya IP Subnet Calculator. Akan tetapi,
ada baiknya kita tahu bagaimana konsep IP address, sehingga
dalam penerapan di jaringan, kita bisa membuat sebuah jaringan
yang benar - benar sehat dan ideal.