0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Memahami Stunting: Penyebab dan Pencegahan

Diunggah oleh

rsampromkes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Memahami Stunting: Penyebab dan Pencegahan

Diunggah oleh

rsampromkes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengenal Apa Itu Stunting…

Sahabat RS Amanah Mahmudah, definisi stunting sendiri mengalami perubahan.


Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat
kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya
berada di bawah standar. Selanjutnya menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat
pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi
(SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan
nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.

Stunting memiliki gejala-gejala yang bisa Anda kenali, misalnya:

 Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya


 Pertumbuhan tubuh dan gigi yang terlambat
 Memiliki kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk
 Pubertas yang lambat
 Saat menginjak usia 8-10 tahun, anak cenderung lebih pendiam dan tidak banyak
melakukan kontak mata dengan orang sekitarnya
 Berat badan lebih ringan untuk anak seusianya

Pihak Kementrian Kesehatan menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman utama


terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-
anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan memengaruhi kemampuan dan
prestasi mereka. Selain itu, anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk
karena daya tahan tubuh yang juga buruk. Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya
bila tidak ditangani dengan serius.

Apakah semua balita pendek itu pasti stunting?

Perlu diketahui bahwa tidak semua balita pendek itu stunting, sehingga perlu dibedakan
oleh dokter anak, tetapi anak yang stunting pasti pendek.

Dampak masalah stunting di Indonesia :

1. Dampak kesehatan :
 Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan
kognitif dan motoric.
 Gangguan metabolik pada saat dewasa → risiko penyakit tidak menular (diabetes,
obesitas, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya).

2. Dampak ekonomi :
 Berpotensi menimbulkan kerugian setiap tahunnya : 2-3 % GDP.

Penyebab Stunting

Ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya stunting, antara lain yaitu :

1. Asupan kalori yang tidak adekuat.


a. Faktor sosio-ekonomi (kemiskinan).
b. Pendidikan dan pengetahuan yang rendah mengenai praktik pemberian makan untuk
bayi dan batita (kecukupan ASI).
c. Peranan protein hewani dalam MPASI.
d. Penelantaran
e. Pengaruh budaya
f. Ketersediaan bahan makanan setempat.

2. Kebutuhan yang meningkat.


a. Penyakit jantung bawaan.
b. Alergi susu sapi.
c. Bayi berat badan lahir sangat rendah.
d. Kelainan metabolisme bawaan.
e. Infeksi kronik yang disebabkan kebersihan personal dan lingkungan yang buruk (diare
kronis) dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi (Tuberculosis / TBC,
difteri, pertussis, dan campak).

Penyebab Lainnya

Selain kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan kebutuhan nutrisi anak yang tidak
tercukupi, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab stunting adalah sebagai
berikut:

a. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat
hamil, dan setelah melahirkan.
b. Kurangnya persediaan air bersih dan sanitasi.
c. Berat badan ibu tidak naik selama hamil atau kenaikan berat badan ibu kurang dari nilai
ideal.
d. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan.
e. Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi.

Apakah stunting bisa dicegah?

Tentu stunting dapat dicegah. Berikut beberapa tips mencegah stunting :

1. Saat Remaja Putri


Skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah.

2. Saat Masa Kehamilan


Disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter. Perlu juga memenuhi
asupan nutrisi yang baik selama kehamilan. Dengan makanan sehat dan juga asupan mineral
seperti zat besi, asam folat, dan yodium harus tercukupi.

3. Balita
a. Terapkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
Sesaat setelah bayi lahir, segera lakukan IMD agar berhasil menjalankan ASI Eksklusif.
Setelah itu, lakukan pemeriksaan ke dokter atau ke Posyandu dan Puskesmas secara berkala
untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

b. Imunisasi
Perhatikan jadwal imunisasi rutin yang diterapkan oleh Pemerintah agar anak terlindungi
dari berbagai macam penyakit.

c. ASI Eksklusif
Berikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 (enam) bulan dan diteruskan dengan
MPASI yang sehat dan bergizi.
d. Pemantauan tumbuh kembang à weight faltering.

4. Gaya Hidup Bersih dan Sehat


Terapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan,
memastikan air yang diminum merupakan air bersih, buang air besar di jamban, sanitasi sehat,
dan lain sebagainya.

Bagaimana alurnya jika menemukan kasus masalah gizi supaya dapat mencegah stunting?

1. Surveilans gizi dan penemuan dan penangan kasus (Posyandu à Puskesmas).


2. Pelayanan sekunder atau tersier, memiliki Sp.A atau [Link] (gizi, tumbuh kembang).
Memiliki sarana dan prasarana : klinik khusus tumbuh kembang.

Cara Mencegah Stunting pada Anak

Stunting adalah suatu kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang dapat dicegah. Ada
beberapa cara mencegah stunting yang dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa upaya
berikut ini:

 Memastikan anak makan buah dan sayur yang sehat.


 Mencukupi asupan gizi sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun.
 Memberikan ASI eksklusif hingga bayi berumur 6 bulan.
 Mengusahakan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Diagnosis Stunting

Sebelum mendiagnosis stunting, dokter akan bertanya seputar jenis makanan yang
diberikan pada Si Kecil, riwayat pemberian ASI, kondisi kesehatan selama hamil maupun pasca
melahirkan, sampai lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Hal ini penting dokter ketahui karena stunting bisa terjadi akibat banyak faktor, mulai
dari pola makan yang tidak tepat, kondisi ibu selama kehamilan sampai sanitasi di area tempat
tinggal.

Kemudian, dokter melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda


stunting pada anak. Caranya dengan mengukur berat dan tinggi badan, lingkar kepala, serta
lingkar lengan.

Jika tinggi badan berada di bawah garis merah kurva pertumbuhan yang
direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ini bisa mengindikasikan adanya
stunting. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang seperti berikut ini untuk
memastikan diagnosis :

 Tes darah. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gangguan kesehatan, seperti TBC, infeksi
kronis atau anemia.
 Tes urine. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi sel darah putih di dalam urine yang bisa
menjadi tanda infeksi.
 Pemeriksaan feses. Ini dilakukan guna memeriksa infeksi parasit atau intoleransi laktosa.
 Ekokardiografi atau USG jantung. Tindakan ini bisa mendeteksi penyakit jantung bawaan
pada bayi.
 Foto Rontgen Dada. Fungsinya untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru.
 Tes Mantoux. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit TBC yang bisa
menyebabkan stunting pada anak.

Pengobatan Stunting

Pengobatan stunting dapat disesuaikan dengan mengetahui penyebabnya, misalnya


dengan memperbaiki nutrisi, pemberian suplemen, atau menerapkan gaya hidup sehat. Berikut
beberapa upaya yang biasa dilakukan dokter dalam menangani stunting adalah:

 Mengobati penyakit yang mendasarinya.


 Menyarankan dan memberikan nutrisi tambahan.
 Memberikan suplemen, umumnya berupa vitamin A, zat besi, zinc, dan yodium.
 Menyarankan keluarga untuk mengajarkan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan
memperbaiki sanitasi.
 Pemberian obat-obatan anti tuberkulosis jika anak mengidap TBC.
 Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
 Memberikan imunisasi dasar dan tambahan untuk membangun sistem imun tubuh,
sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Demikian penjelasan mengenai pengertian stunting, penyebab, ciri-ciri, pengobatan,


hingga bagaimana cara mencegahnya. Singkatnya, stunting adalah masalah kesehatan anak yang
disebabkan oleh kekurangan gizi sehingga mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.

Namun, Anda tidak dapat menggeneralisasi setiap anak yang berperawakan pendek selalu
mengalami stunting. Postur tubuh dapat dipengaruhi oleh gen dan juga hormon. Anak dengan
kondisi ini sebagian besar bertubuh pendek, namun tidak semua anak berperawakan pendek
disebabkan oleh stunting.

Anda mungkin juga menyukai