0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan29 halaman

Perbedaan Konus dan Bikonus dalam Sondir

sondir

Diunggah oleh

arifin ipin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan29 halaman

Perbedaan Konus dan Bikonus dalam Sondir

sondir

Diunggah oleh

arifin ipin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SONDIR Disetujui:

TUJUAN

Untuk mengetahui besarnya:


- Perlawanan penetrasi konus (qc)
- Hambatan lekat tanah (lf)
- Jumlah hambatan lekat (JHL)
- Friction Ratio (FR)

RUANG LINGKUP

Melakukan pengetesan dan menggambarkan grafik : qc, JHL, lf dan FR dari hasil tes di
lapangan.

DASAR TEORI

Yang dimaksud dengan qc adalah perlawanan penetrasi konus atau perlawanan tanah
terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas (kg/cm2).
JHL adalah jumlah hambatan lekat perlawanan geser tanah terhadap selubung biconus yang
dinyatakan dalam gaya per satuan panjang (kg/cm).

qt  Ft = qc  Fc + Fm  lf
Fm  lf = qt  Ft - qc  Fc FtFc
(qt -qc)Fc
lf = (tiap 1 cm)
Fm
20 (qt -qc)Fc
LF = 20 lf = (tiap 20 cm)
Fm
i
JHL =  LF
n
di mana:
Ft = Luas penampang torak/piston hidrolik = 10 cm2.
Fc = Luas conus  10 cm2.
Fm = Luas dari mantle/selimut biconus.
qt = Perlawanan penetrasi conus beserta geseran (tahanan total).
qc = Perlawanan penetrasi conus (tahanan conus).
lf = Hambatan lekat setempat tiap 1 cm.
LF = Hambatan lekat setempat tiap 20 cm.
JHL = Jumlah kumulatif hambatan lekat.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN

1. Mesin sondir ringan (2.5 ton).


2. Pipa sondir lengkap dengan batang dalam.
3. Manometer masing-masing 2 buah dengan kapasitas sesuai dengan sondir ringan yaitu:
0 - 60 kg/cm2 dan 0 - 250 kg/cm2.
4. Conus dan biconus.
5. 4 buah angker dengan perlengkapannya.
6. Kunci-kunci pipa, kunci-kunci Inggris, dan kunci-kunci lainnya.
7. Alat-alat pembersih, olie, minyak hidrolik (Castrol olie).

TATA CARA PRAKTIKUM

1. Tentukan titik sondir yang letaknya berdekatan dengan titik hand boring dan SPT
(denah lokasi digambar), usahakan letaknya bebas dari gangguan seperti: pohon, tiang
listrik, kabel tanam, bangunan bawah, dll.
2. Bersihkan lokasi sekitar titik sondir dari rumput-rumputan dan batu-batuan sehingga
didapat permukaan yang rata.
3. Pasanglah angker pada sudut-sudut segi empat 85120 cm dengan pusat segi empat
sebagai titik sondir.
4. Aturlah kedudukan mesin sondir sesuai dengan angker terpasang, pasang besi kanal
pemegang dan mur angker. Kencangkan mur serta atur mesin supaya vertikal dengan
alat water pas.
5. Pasanglah manometer dan isilah mesin sondir dengan minyak hidrolik, usahakan
supaya sistem hidrolik bebas dari gelembung udara.
6. Buka kran kedua manometer dan periksalah kerja manometer, keduanya harus
menunjukkan tekanan yang sama apabila piston hidrolik diberikan tekanan. Tutup
kembali kran-kran manometer.
7. Pasang conus pada pipa sondir kemudian hubungkan pada mesin sondir dan lakukan
penekanan pipa sondir hingga conus masuk tanah  10 cm. Cabut dan gantilah conus
dengan biconus.
8. Atur pipa sondir dengan biconusnya pada kedudukan seperti butir 7, pasang alat tekan
(ring tekan, kait tekan) dan tekanlah pipa sedalam 20 cm.
9. Siapkan tabel pembacaan, buka kran manometer 0 - 60 kg/cm 2 dan atur inner rod
supaya bersentuhan dengan tombol piston hidrolik, lakukan penekanan secara
konstan, disertai pembacaan manometer. Bacaan pertama adalah pembacaan conus
(qc) untuk penekanan  4 cm berikutnya didapat bacaan tahanan total (qt).
10. Pasang kait tekan dan lakukan penekanan pipa untuk kedalaman 20 cm berikutnya,
ulangi pembacaan manometer seperti butir 9.
11. Harus diperhatikan bila bacaan pertama maupun kedua mendekati kapasitas
manometer 60 kg/cm2, tutup kran manometer tersebut dan ganti dengan manometer 0
- 250 kg/cm2.
12. Pembacaan qc dan qt dilakukan tiap beda kedalamannya 20 cm, pembacaan
dihentikan bila:
a. Pembacaan qc tiga kali berturut-turut melebihi 150 kg/cm2.
b. Penekanan pipa sondir menghasilkan tekanan melebihi 250 kg/cm2.
c. Kedalaman maksimum 30 m.
13. Lakukan perhitungan lf, JHL, dan FR = lf/qc  100% dari qc & qt yang direkam.
14. Gambarkan grafik: qc, JHL, lf, & FR pada kertas grafik.
15. Dari grafik yang ada dan bantuan chart qc vs. FR, tentukan profil tanah lokasi titik
sondir.

TATA CARA PEMBUATAN LAPORAN

Materi yang harus dilaporkan sehubungan dengan praktikum ini adalah sebagai
berikut :
a. Menggambar grafik : qc, JHL, lf, & FR pada kertas grafik.
b. Menentukan profil tanah lokasi titik sondir.
c. Mengambil kesimpulan dari data yang didapat.
CONTOH PERHITUNGAN SONDIR

Project : Praktikum Mekanika Tanah


Location Of Project : Laboratorium Mekanika Tanah
Tested By : Kevin Tanady ( 325120101 )
Felix Hartanto ( 325110077 )
Dedi ( 325120042 )
Ervina ( 325120063 )
Description Of Soil :
Date Of Testing : 13 Januari 2014

DATA

Kedalaman 6.00 m : qc = 65 kg / cm2


qt = 69 kg / cm2

Fc = 10 cm2
Fm = 100 cm2

PERHITUNGAN

(qt-qc)Fc
lf = Fm
= ( 69 – 65 ) x 10 / 100
= 0.4 kg / cm2

HL = lf  20
= 0.4  20
= 8 kg / cm2

JHL =  HL
= 202 kg / cm2

lf
 100%
FR = qc
= 0.4 / 65 x 100%
= 0.6154 %
KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan dan penggambaran grafik diperoleh kesimpulan:

Kedalaman qc FR Description
0.40 – 1.00 6 3.1 Clayed silty sand, loose
1.00 – 1.70 6 7.2 Silty clay, soft
1.70 – 3.00 18 1.4 Fine, medium, coarse sand, loose
3.00 – 3.50 28 1.4 Fine, medium, coarse sand, loose
3.50 – 4.20 50 1.4 Fine, medium, coarse sand, medium dense
4.20 – 6.40 50 0.7 Sandy gravel, loose
6.40 – 7.60 84 0.6 Gravel, loose
7.60 – 8.40 106 0.9 Gravelly sand, medium dense
8.40 – 9.20 104 1.3 Fine, medium, coarse sand, medium dense
9.20 – 10.0 107 1.1 Gravelly sand, medium dense
10.0 – 10.8 107 1.9 Silty sand, medium dense
10.8 – 15.0 131 1 Gravelly sand, medium dense
15.0 – 15.4 123 1.7 Silty sand, medium dense
15.4 – 16.0 99 1.7 Silty sand, medium dense
16.0 – 17.2 72.5 1.7 Silty sand, medium dense
17.2 – 18.4 80 2 Silty sand, medium dense
18.4 – 19.0 75 1.8 Silty sand, medium dense
19.0 – 20.0 95 1.4 Silty sand, medium dense

FAKTOR KESALAHAN

1. Perletakan Sondir tidak tegak lurus terhadap tanah yang diratakan/miring.


2. Batang sondir tidak tegak lurus terhadap tanah yang diratakan ketika
ditancapkan/miring.
3. Operator sondir memutarkan tuas terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga angka yang
ditunjukkan tidak akurat.
4. Operator kurang teliti melihat perputaran jarum manometer, sehingga angka yang
tercatat tidak akurat.
5. Terdapatnya benda-benda asing di dalam tanah yang mengganggu batang sondir,
sehingga angka yang tercatat tidak akurat.
6. Baut pengunci sondir ke tanah tidak terpasang kuat, sehingga pada kedalaman tertentu
batang sondir miring.

icha ^^
KAMIS, 16 AGUSTUS 2012

LAPORAN PRAKTIKUM MEKTKAN (pengujian SONDIR)


PENGUJIAN SONDIR

1.1. Maksud Percobaan


Alat ini digunakan untuk mengetahui perlawanan tanah terhadap konus dan hambatan lekatnya.
Tahanan konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya persatuan luas,
sedangkan hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap selubung bikonus dalam gaya persatuan
panjang.

1.2. Teori Singkat


Desain pondasi, bendungan tanah, atau dinding penahan tidak dapat dibuat dengan cara yang
rasional dan memuaskan tanpa desainer paling tidak memiliki konsepsi akurat yang dapat diterima dari sifat-
sifat fisis tanah yang dihadapinya. Penyelidikan lapangan dan laboratorium yang diperlukan untuk
memperoleh informasi ini dinamakan eksplorasi tanah.
Sampai beberapa decade yang lalu, kegiatan eksplorasi tanah masih tetap belum memadai karena
metode-metode pengujian tanah yang rasional belum dikembangkan. Sementara itu, pada saat ini jumlah
pengujian tanah dan perbaikan-perbaikan teknik pengujian tersebut sering kali diluar proposi yang berkaitan
dengan nilain praktis yang dihasilkan. Untuk menghindari keadaan ekstrim tersebut, perlulah disesuaikan
program eksplorasi dengan kondisi-kondisi tanah dan besarnya pekerjaan.
Jika pondasi dari suatu bangunan yang penting akan didirikan di atas lapisan lempung yang agak
homogeny, maka mungkin perlu dipertimbangkan pengadaan sejumlah besar pengujian tanah yang dilakukan
oleh teknisi-teknisi laboratorium yang ahli, karena hasil-hasil pengujian tersebut memungkinkan kita
menduga dengan cepat (secara relatif) besar dan laju waktu penurunan. Berdasarkan dengan ini, kita dapat
menghilangkan bencana akibat perbedaan penurunan. Berdasarkan dengan ini, kita dapat menghilangkan
bencana akibat perbedaan penurunan (differential settlement) dengan cara yang cukup murah, yakni dengan
mendistribusikan beban secukupnya, atau dengan memperkirakna kedalaman yang cocok bagi pondasi yang
terletak diberbagai tempat disebelah bawah bangunan. Di lain hal, jika bangunan yang sama akan dibuat di
atas endapan yang tersusun atas kantong-kantong dan lensa-lensa pasir, lempung, dan lanau, jumlah pengujian
yang serupa akan menambah informasi yang sangat sedikit yang dapat diperoleh hanya dengan menentukan
sifat-sifat indeks dari beberapa lusin contoh representative yang diambil dari lubang-lubang bor. Data-data
tambahan yang jauh lebih penting dari data-data yang didapat melalui pengujian ekstensif tersebut bias
diperoleh dalam waktu yang lebih singkat dan dengan biaya yang lebih murah dengan melalukan sounding
semacam itu dapat mengungkapkan tempat-tempat rawan yang (sekalipun) daerah-daerah semacam itu lebih
penting dari pada pengetahuan yang akurat mengenai sifat-sifat contoh-contoh tanah yang acak.
Alinea di atas menerangkan bahwa, jika profil tanah kompleks, maka program pengujian tanah yang
terperinci nampaknya tidaklah tepat. Dengan demikian, metoda eksplorasi tanah harus dipilih sesuai dengan
tipe profil tanah yang dilapangan tempat bangunan akan didirikan. Alinea-alinea berikut akan menguraikan
karakteristik-karakteristik penting dari tipe-tipe utama profil tanah yang bias dijumpai di lapangan.
Profil tanah (soill profile) adalah penampang vertical melalui lapisan-lapisan tanah di bawah
permukaan yang menunjukan ketebalan dan deretan lapisan-lapisan tanah yang berbeda. Istilah lapisan
tanah (stratum) diartikan sebagai lapisan tanah yang relative tertentu yang berbatasan dengan lapisan-lapisan
tanah lainnya sejajar, maka profil tanah dikatakan sederhana (simple) dan teratur (regular). Jika batas-batas
tersebut tertentu, nampaknya menunjukan pola yang kurang lebih tidak teratur, maka profil tanah tersebut
disebut tak menentu / eratik (erratik).
Sampai kedalaman kira-kira 6 kaki dari permukaan tanah,dan kadang-kadang lebih dalam lagi, sifat-
sifat fisis tanah dipengaruhi oleh perubahan-perubahan musiman dari kelembaban dan temperatur serta oleh
unsur-unsur biologis seperti akar, cacing, dan bakteri. Bagian sebelah atas dari daerah ini disebut horison-A.
Daerah ini terutama dipengaruhi oleh efek-efek mekanik akibat pelapukan dan hilangnya beberapa unsur
penyusun tanah akibat proses pelapukan (leaching), bagian sebelah bawah dinamakan horison-B, tempat
diendapkan dan diakumulasikan bahan-bahan yang dihanyutkan dari horison A.
Sifat-sifat tanah dalam horison-A dan B terutama merupakan perhatian para agronomis dan pembuat
jalan. Engineer pondasi dan bangunan tanah terutama tertarik pada lapisan tanah di bawahnya. Di bawah
horison-B karakter tanah hanya ditentukan oleh bahan-bahan kasar pembentuknya, metoda pengendapannya,
dan oleh peristiwa-peristiwa geologi selanjutnya. Lapisan tanah yang membentuk profil tanah di bawah
horison-B mungkin agak homogen atau mungkin terdiri atas elemen-elemen yang lebih kecil yang sifat-
sifatnya agak merata.

1.3. Peralatan
 Mesin sondir dengan berat 2 ton
 Manometer 2 buah dengan kapasitas 0 – 50 kg/cm2 dan 0 – 250 kg/cm2
 Konus dan bikonus
 1 set angker
 Seperangkat batang sondir
 Kunci pipa, oli dan minyak hidrolik

1.4. Prosedur Percobaan


a. Bersihkan tempat yang akan dilakukan percobaan Sondir dari rumput-rumput atau kotoran sehingga
permukaan tanah menjadi rata.
b. Pasang jangkar sesuai dengan kaki sondir.
c. Jepit kaki sondir pada jangkar lalu atur posisi sondir agak tegak lurus menggunakan waterpass.
d. Kamar destilasi diisi dengan oli sampai penuh dan harus bebas dari gelembung udara.
e. Pasang patent konus/bikonus pada drat stang berikut stang di dalamnya. Tempatkan stang sondir tersebut
pada lubang pemusat pada kaki sondir tepat di bawah ruang oli. Pasang kop penekan lalu putarlah engkol
sampai menyentuh ujung atas stang sondir.
f. Tiang sondir diberi tanda tiap 20 cm dengan menggunakan spidol.
g. Engkol pemutar kembali diputar sehingga patent konus/bikonus masuk ke dalam tanah. Setelah kedalaman 20
cm, engkol pemutar diputar sedikit dengan arah berlawanan. Traker ditarik ke depan dalam posisi lubang
bulat.
h. Buka kran yang menuju manometer.
i. Engkol pemutar diputar kembali sehingga stang dalam tertekan ke dalam tanah dengan kecepatan 2 cm/dt.
Stang dalam akan menekan piston lalu akan menekan oli di dalamnya. Tekanan yang terjadi akan menekan
manometer. Patent konus akan mengukur tahanan ujung konus (qc).
j. Tekan stang catat angka yang ditunjukkan manometer, teruskan penekanan sampai jarum manometer
bergerak untuk kedua kalinya.
k. Putar kembali engkol pemutar berlawanan arah. Lakukan penekanan kembali sejarak 20 cm berikutnya.
l. Setelah mencapai kedalaman 1 meter, stang sondir disambung. Naikan piston penekan supaya sondir
berikutnya bias disambungkan, gunakan kunci pipa untuk mengencangkan.
m. Setelah mencapai kedalaman tanah keras, (tekanan konus lebih dari 150kg/cm 2), percobaan dihentikan.

Cara Kerja Bikonus


 Penetrasi pertama-tama akan menggerakkan ujung konus ke bawah sedalam 4 cm.
 Baca manometer yang menunjukkan perlawanan ujung (perlawanan konus).
 Penekanan selanjutnya pada batang dalam akan menggerakkan konus beserta selubung sedalam 8 cm.
 Baca manometer yang menunjukkan jumlah perlawanan hambatan yaitu Perlawanan Konus (HK) dan
Hambatan Pelekat (HL).
 Setelah tegangan mencapai 150kg/cm2 , maka percobaan selesai dan batang-batang sondir dicabut kembali
dengan hati-hati dan tiap batang dikeluarkan, sedang batang yang masih tertanam di dalam tanah harus
dipegang dengan kunci agar tidak terlepas.
 Setelah batang-batang seluruhnya diangkat, maka alat sondir dapat dipindahkan dan angker dapat dicabut
kembali.

1.5. Analisa Data


Diketahui :
(Sample data sondir pada kedalaman 1.20 m)
 Hambatan konus (HK) : 30 kg/cm2
 Hambatan Pelekat (HK + HP) : 32 kg/cm2
Penyelesaian :
 Menghitung Hambatan Pelekat (HP)
HP = (HK + HP) - HK
= 32 - 30
= 2 kg/cm2 .
 Menghitung Jumlah Hambatan Setempat (JHS) tiap 20 cm
JHS = HP x

Dimana :
A : tahap pembacaan tiap 20 cm

B : factor kalibrasi alat = = 10

JHS = 2 x = 4 kg/cm
 Jumlah Hambatan Pelekat (JHP)
JHP = -24 kg/cm (komulatif dari JHS)
 Hambatan Setempat (HS)

HS = atau ;

= = = 0,2 kg/cm

@ Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel.


1.6. Kesimpulan dan Diskusis
A. Kesimpulan
 Berdasarkan hasil sondir yang telah dilaksanakan, di peroleh data :
a. Tanah keras pada kedalaman -6,80 meter dari permukaan tanah.
b. Jumlah hambatan konus pada kedalaman tersebut di atas 115 kg/cm2 .
c. Jumlah hambatan pelekat 178 kg/cm.
d. Hambatan setempat 1 kg/cm

B. Diskusi
 Hati-hati pada saat melakukan penyambungan batang sondir, begitu pula pada saat pengangkatan pipa sondir.
 Cermati dengan teliti penunjukan manometer pada saat dilaksanakan penyondiran.
 Dengan data sondir yang diperoleh dilapangan, dapat digabungkan dengan penyelidikan tanah yang lainnya
(Pengujian Boring) sehingga dapat merencanakan suatu bentuk pondasi yang diinginkan dengan hasil yang
meyakinkan.
 Penyondiran hanya dapat dilakukan pada tanah yang berbutir halus seperti lempung, lanau, sedangkakn untuk
tanah yang berbatu-batuan tidak cocok dilaksanakan karena hasilnya dapat meragukan.

SKETSA LOKASI SONDIR DAN BORING

Nama Lokasi : Kampus UNSIMAR


Tim Pelaksana : Kelompok 1
Keterangan :
Lokasi Sondir
Lokasi Boring
Diposkan oleh Lisa M Bowo di 02.32
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

1 komentar:
1.

Nanang Dwi Cahyono20 Mei 2015 03.45

maaf neng gak ada gambarnya neng..?


Balas
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

a
h
c
i
g
o
l
b
RECENT POSTS

 CoretankuTugas KuliahRenunganFavoritFEED
DOWNLOAD

ABOUT

MENGENAI SAYA

Lisa M Bowo
Begitu banyak kasih dan cinta Tuhan Yesus yang diberikanNya untuk anak-anakNya, namun tidak
sedikit yang tidak menyadarinya.
Lihat profil lengkapku
PENGIKUT

SAMPLE LINKS

Dia berkata hidup kita berharga di mataNya. karena itu Dia tampung s'tiap air mata kita, dalam kirbatNya...
Halleluya :)
SAMPLE LINKS

SAMPLE LINKS

ARCHIVES

 ► 2013 (5)
 ▼ 2012 (19)
o ► Oktober (3)
o ► September (1)
o ▼ Agustus (4)
 MERATAP BERSAMA TUHAN
 Mendoakan Penguasa
 proklamasi Indonesia-part1
 LAPORAN PRAKTIKUM MEKTKAN (pengujian SONDIR)
o ► Juli (1)
o ► Mei (7)
o ► Maret (1)
o ► Februari (2)
BTRICKS

JESUS FOR ALL SAMPLE TEXT

BTHEMES

Diberdayakan oleh Blogger.


Search

Catatan Mas_Trianto
Civil Engineering, Pengadaan Barang dan Jasa, dll....

Catatan Mas_Trianto
Civil Engineering, Pengadaan Barang dan Jasa, dll....

 HOME
 CIVIL ENGINEERING
 PENGADAAN BARANG DAN JASA
 GADO-GADO
 DOWNLOAD
 ABOUT ME

SENIN, 29 NOVEMBER 2010

LAPORAN UJI SONDIR / CPT (CONE PENETRATION


TEST)

21.32.00 Trianto Kurniawan

Pengujian tanah untuk keperluan perancangan pondasi dapat berupa uji tanah di
lapangan dan uji tanah di laboratorium, baik itu berupa uji fisik maupun uji
mekanik, uji untuk mengetahui angka kekuatan tanah. Uji tanah di lapangan
diperlukan untuk mencari data langsung dari lapangan. Uji ini dapat berupa uji
lapisan tanah dengan alat bor (soil boring), uji kepadatan maupun kekerasan
tanah. Uji Kekerasan tanah dapat berupa uji penetrasi standar (standard
penetration test), uji sondir/uji penetrasi konus (Conepenetration test). Uji
lapangan ini termasuk pelaksanaan pengambilan sampel tanah untuk keperluan uji
laboratorium. Sedangkan untuk uji di laboratorium dapat berupa analis butiran dan
komposisi butiran/ gradasi, kadar air, berat isi, berat jenis (specific garfity) uji
geser dengan alat geser langsung maupun dan alat triaxial hingga uji pemampatan
tanah (consolidation test). Berikut ini adalah contoh laporan hasil penyelidikan
tanah menggunakan CPT/ sondir :
FORMAT LAPORAN ADALAH SBB :
1. COVER
2. KATA PENGANTAR
3. DAFTAR ISI
4. DAFTAR TABEL
5. BAB 1 PENDAHULUAN
6. BAB 2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN
7. BAB 3 DAYA DUKUNG TANAH
8. BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN
9. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Monggo yang butuh data tersebut, silahkan di download aja, nggak usah sungkan2
dan malu2.... jangan lupa tinggalkan komentar.... tq...

41 KOMENTAR:

MAZ KENTOEL mengatakan...

sangat membantu mas, tks

18 MARET 2011 11.31

Trianto kurniawan mengatakan...

semoga bermanfaat... :)

28 MARET 2011 15.43

Anonim mengatakan...
kapan di bantu tata cara perhitungan perencanaan jalan baru dan peningkatan jalan
dan rehabiliasi jalan
Ttd wawan (wawanriadi@[Link])

8 APRIL 2011 07.47

ammar mengatakan...

Sangat Membantu, trims

2 MEI 2011 13.06

Civil Engineer-AMQ mengatakan...

Terima kasih atas infox,sy terbantu skali dlm pekerjaan.

25 JUNI 2011 17.55

[Link] mengatakan...

sangat membantu dalam kuliah saya pak,,,

terimakasih bapak

21 AGUSTUS 2011 11.20

Anonim mengatakan...

makasih om..... sangat membantu...ditunggu artuikel yg lainnya

18 OKTOBER 2011 08.32


Anonim mengatakan...

semoga sukses selalu Mas..trim's

12 NOVEMBER 2011 01.03

nasruljusuf mengatakan...

sangat membantu artikelnya mas..trims

28 NOVEMBER 2011 10.42

Anonim mengatakan...

Thank's Mas ..... sangat membantu penelitian saya

5 JANUARI 2012 19.36

roonie2340 mengatakan...

Sangat mbantu mas trianto, utk menambah ilmu... semoga diberikan balasan amal
jariyah utk mas ini...

8 JANUARI 2012 08.16

Unknown mengatakan...

rifaat .....mengucapkan terima kasih atas farmat laporanya semoga diberikan balasan
dari Allah SWT, diberikan kesehatan selalu

10 JANUARI 2012 12.20


Anonim mengatakan...

mas kalo qt butuh tenaga untuk uji konstruksi dan soil bs bantu? terima kasih

8 FEBRUARI 2012 14.04

Anonim mengatakan...

trims banget buat posting2 yang sangat berarti, terus berkarya ya....

11 FEBRUARI 2012 10.51

Anonim mengatakan...

Trims, materi-materi sangat membantu saya .... sekali lagi terima kasih, ditunggu
materi-materi lainnya ...

5 MARET 2012 14.36

messi mengatakan...

Ma kasih ya Mas Tri, file ini sangat membantu Saya, tapi maaf sblmny, daftar
tabelnya gak bisa d buka tuh.....
Ada alternatif lain gak biar Saya bisa liat daftar tabelnya....
ma ksh y Mas.....

22 MARET 2012 00.18

Anonim mengatakan...
ma ksh Mas...sangat membantu dlm pekerjaan konstruksi. ada ga Mas laporan
"Perencanaan Pondasi Tiang Pancang"

17 MEI 2012 13.00

Anonim mengatakan...

msksih bos

19 MEI 2012 12.14

Wan Rhendanny mengatakan...

makasih mas, sangat membantu...

5 JUNI 2012 09.18

Bagus Saputro mengatakan...

Trimakasih atas informasinya mas,


Semoga trus maju dan lancar... amin...

7 JUNI 2012 11.14

Ayok Hatma mengatakan...

Blog yang sangat bermanfaat, sukses selalu..!

31 AGUSTUS 2012 22.12


raymont travis mengatakan...

assalamualaikum wr. wb.


selamat malam pak trianto saya ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai
pengadaan barang dan jasa dipemerintahan berdasarkan perpres 54 tahun 2010 dan
masalah-masalah dalam konstruksi terkait rumah tahan gempa dalam rekonstruksi
daerah bencana kira-kira ada nomor yang bisa dihubungi tidak?atau email? karena
sedikit banyak yang ingin ditanyakan..mohon bimbingannya ni pak,salam kenal
saya mahasiswa dari unpad

3 OKTOBER 2012 00.09

Anonim mengatakan...

thank you..

3 OKTOBER 2012 07.27

Anonim mengatakan...

makasih mas, bisa bantu buat ngerjain tugas kuliah


:)

11 OKTOBER 2012 03.31

Mustofa ali fikri mengatakan...

matur suwun

1 NOVEMBER 2012 14.29


25goesty mengatakan...

Terima kasih pak, keetulan lagi nyari

15 NOVEMBER 2012 15.32

Eka Rahman mengatakan...

Jazakallahu khairan

1 DESEMBER 2012 16.13

Anonim mengatakan...

Hatur Nuhun (terima kasih) Saudaraku ....

16 APRIL 2013 11.23

prijambodo pri mengatakan...

matur nuwun mas

12 JANUARI 2014 09.06

sahid purwono mengatakan...

suwn mas sangat membantu

23 FEBRUARI 2014 19.45


joe riyan mengatakan...

nuwun mas, bs nambah2 pengetahuan

26 APRIL 2014 14.27

Anonim mengatakan...

mkkasih mas brooo...sangat bermanfaat bagi kami

25 OKTOBER 2014 19.53

Anonim mengatakan...

makasih bwangett ngettt Mas :)


oh ya Mas.... tolong uplod jg dong LAPORAN SURVEI TOPOGRAFI
Makasih sbelumnya Mas :)

30 NOVEMBER 2014 15.10

rizal zalli mengatakan...

salluuuttt thank you bro

2 SEPTEMBER 2015 22.58

Anonim mengatakan...

gak bisa dibuka

26 NOVEMBER 2015 08.29


Rian Fahlevi mengatakan...

matornuon Brooo

12 JANUARI 2016 16.14

Muhammad widhijono santjoko mengatakan...

makasih mas sebelumnya, sekalian nanya yang daftar isi dan tabel kok gak bisa di
dwnload yaa, mohon infonya
r3nnogade@[Link]

2 MARET 2016 02.29

Unknown mengatakan...

manfaat coy

10 APRIL 2016 12.27

bor pile mengatakan...

Sebelum melaksanakan pekerjaan pondasi dalam seperti halnya bor pile atau
pondasi tiang pancang selalu di butuhkan data [Link]

7 JULI 2016 20.17

yasa kusuma mengatakan...


Mas kok g bisa di download .. maaf bisa infonya . Tks
antz_ts@[Link]

4 FEBRUARI 2017 08.39

Indra Wicaksono mengatakan...

mas, link nya ko mati :(

26 MARET 2017 12.00

POSKAN KOMENTAR

LINK KE POSTING INI

Buat sebuah Link

Pages 141 234 »

Assalamu'alikum, salam sejahtera....

Sahabat blogger yang budiman... Saya ucapkan selamat datang di Blog ini. Isi dalam Blog ini

merupakan catatan pribadi saya dalam melakukan aktivitas khususnya dalam dunia Civil

Engineering, Pengadaan barang dan Jasa, dll. Bagi para sahabat blogger yang menginginkan

data dalam blog ini silahkan download aja... Gratis... Tapi ada syarat lho.... Silahkan

meninggalkan jejak dengan menulis komentar/ klik like button /mengisi buku tamu ini. Kritik dan

saran akan selalu kami nanti, tak lupa kami meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan....

Trima kasih atas kunjungan anda.

DAFTAR ISI

Lihat Daftar Isi !


ARTIKEL POPULER
 CONTOH TOR / KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN BANGUNAN
Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang
berlaku, khususnya Pedoman Teknis Pemba...
 CONTOH PERHITUNGAN FORMULIR TKDN
TKDN barang dihitung berdasarkan perbandingan antara harga barang jadi dikurangi harga komponen luar
negeri terhadap harga barang jadi. Harg...
 ANALISA HARGA SATUAN SNI TERBARU TAHUN 2008
ANALISA SNI TAHUN 2008 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Perhitungan Pekerjaan TANAH untuk
Konstruksi Bangunan Gedung Dan Perumahan SNI 28...


STANDARD DOKUMEN PENGADAAN BARANG/JASA SESUAI PERPRES NO. 54 TAHUN 2010
Dengan diberlakukannya PERPRES No. 54 Tahun 2010 dalam proses pengadaan barang dan jasa mulai tahun
2011 ini, maka Lembaga Kebijakan Pengada...


APA ITU USAHA JASA KONSTRUKSI...?
Apakah Pengertian Jasa Konstruksi itu? Pengertian "konstruksi" adalah suatu kegiatan membangun sarana
maupun prasarana yang meli...
 CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN
I. PENDAHULUAN 1.1. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari penyusunan Master Plan Pelabuhan ini
adalah adanya suatu pedoman perencanaan penanga...
 CONTOH FORMAT EVALUASI TEKNIS SELEKSI UMUM/SEDERHANA JASA KONSULTANSI
Dalam SBD jasa konsultansi badan usaha dengan Prakualifikasi sistem 2 sampul, telah dijelaskan unsur-unsur
yang dinilai dalam Evaluasi Dokum...


LAPORAN UJI SONDIR / CPT (CONE PENETRATION TEST)
Pengujian tanah untuk keperluan perancangan pondasi dapat berupa uji tanah di lapangan dan uji tanah di
laboratorium, baik itu berupa uji fi...
 CONTOH FORMAT EVALUASI PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG PEK.
KONSTRUKSI
Berikut ini contoh format evaluasi penawaran untuk Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung untuk pekerjaan
Konstruksi dengan menggunakan sistem g...


PANDUAN ANALISA HARGA SATUAN PAHS NO. 008/BM/2008
Panduan Analisis Harga Satuan No 008/BM/2008 merupakan pengembangan dari Panduan Analisis Harga
Satuan No. 28/T/BM/1995 yang dikeluarkan ole...

DAFTAR LINK
 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
 Forum Pengadaan Barang dan Jasa
 Konsultasi LKPP
 Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
 Badan Standardisasi Nasional
 Kementrian Pekerjaan Umum
Ada kesalahan di dalam gadget ini
ISI BUKU TAMU
Free Shoutbox by ShoutCamp
busana muslim baju batik baju korea

Follow this blog

SILATURRAHMI
Trianto Kurniawan

Buat Lencana Anda

PENGUNJUNG

Ada kesalahan di dalam gadget ini

TOTAL PENGUNJUNG

1168719

visit counter

Catatan Mas_Trianto © 2010 Design by Trianto Kurniawan,ST.


Powered by Blogger

SHARE

Anda mungkin juga menyukai