IMUNISASI
By : LISTYANA NR
LANDASAN PENYELENGGARAAN IMUNISASI
• WHO th 2012 merekomendasikan rencana aksi global tahun
2011-2020 menetapkan cakupan Imunisasi nasional min 90%,
cakupan Imunisasi di Kabupaten/Kota min 80%, eradikasi
polio tahun 2020, eliminasi campak dan rubela serta
introduksi vaksin baru
• Mempertahankan status Eliminasi Tetanus Maternal dan
Neonatal (ETMN);
• Himbauan dari WHO dalam global health sector strategy on
viral hepatitis 2030 target eliminasi virus hepatitis termasuk
virus hepatitis B;
• WHO/UNICEF tahun 1999 tentang Joint Statement on the Use
of Autodisable Syringe in Immunization Services;
LANDASAN PENYELENGGARAAN IMUNISASI
• Konvensi Hak Anak: Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak
dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1999 tertanggal 25 Agustus
1990, yang berisi antara lain tentang hak anak untuk memperoleh
kesehatan dan kesejahteraan dasar;
• The Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2000 yang meliputi
goal 4: tentang reduce child mortality, goal 5: tentang improve maternal
health, goal 6: tentang combat HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain (yang
disertai dukungan teknis dari UNICEF); dan dilanjutkan dengan Sustainable
Development Goals (SDGs) 2016- 2030.
• Resolusi Regional Committee, 28 Mei 2012 tentang Eliminasi Campak dan
Pengendalian Rubela, mendesak negara-negara anggota untuk mencapai
eliminasi campak pada tahun 2015 dan melakukan pengendalian penyakit
rubela;
• WHO-UNICEF tahun 2010 tentang Joint Statement on Effective Vaccine
Management Initiative.
PERKEMBANGAN IMUNISASI
• Th 1796 Edward Jenner (Inggris) penemu vaksin
cacar
• Abad ke-19, Louis Pasteur penemu vaksin rabies
• Th 1920 ditemukan vaksin difteri & pertusis
• Th 1954 Jonas Salk & Albert Sabin, penemu
vaksin polio
• Th 1963 ditemukan vaksin campak
• Th 1966 ditemkan vaksin Rubela
• Th 1968 ditemukan vaksin penyakit gondong
PERKEMBANGAN IMUNISASI
DI INDONESIA
Imunisasi cacar di Indonesia (Jawa) pada tahun 1956
1974 Indonesia dinyatakan bebas Cacar oleh WHO & 1978
seluruh dunia dinyatakan bebas cacar.
Tahun 1973 vaksinasi BCG secara menyeluruh merupakan
bagian dari program Imunisasi.
Berturut2 ada penambahan jenis antigen dlm program
imunisasi yaitu :
1974 : Tetanus Toxoid (TT)
1976 : DPT
1981 : Polio
1982 : Campak
2000 : Hepatitis B, dst
INTRODUCTION
• Imun : kebal/resisten
• Sistem imun adalah suatu sistem dalam
tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk
zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja
sama secara kolektif dan terkoordinir untuk
melawan benda asing seperti kuman-kuman
penyakit atau racunnya, yang masuk ke
dalam tubuh.
TYPE OF RESISTANCE
1. Kekebalan Tidak Spesifik (Non
Specific Resistance)
2. Kekebalan Spesifik (Specific
Resistance)
NON SPECIFIC RESISTANCE
Terdiri dari:
- pertahanan fisik (kulit, selaput lendir)
- kimiawi (enzim, keasaman lambung)
- mekanik (gerakan usus, rambut getar
selaput lendir)
- fagositosis (penelanan kuman atau zat
asing oleh sel darah putih)
SPECIFIC RESISTANCE
Terdiri dari :
1. Imunitas humoral imunoglobulin
(IgM, IgA, IgD, IgG, IgE)
2. Imunitas seluler (sel limfosit B & sel
limfosit T
DEFINISI IMUNISASI
• Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan
pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke
dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti body
untuk mencegah terhadap penyakit tertentu
• Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen
berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih
hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya,
atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah
menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang
ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan
kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan
spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
JENIS IMUNISASI
a. Imunisasi Aktif
Adalah kekebalan tubuh yang di
dapat seorang karena tubuh yang
secara aktif membentuk zat antibodi
b. Imunisasi Pasif
Adalah kekebalan tubuh yang di
dapat seseorang yang zat kekebalan
tubuhnya di dapat dari luar
IMUNISASI AKTIF
Ada 2 jenis:
1. Kekebalan aktif alami (naturally acquired)
- kekebalan tubuh yang secara otomatis diperoleh
setelah sembuh dari suatu penyakit
2. Kekebalan aktif didapat/buatan
- pemberian kuman atau racun kuman yang
sudah dilemahkan atau dimatikan dengan
tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi
antibodi sendiri
- Ex : imunisasi polio atau campak
IMUNISASI PASIF
Ada 2 jenis:
1. Kekebalan pasif alami
- antibody yang didapat krn diturunkan oleh ibu
ex: BBL mdpt antibodi terhadap campak
2. Kekebalan pasif didapat/buatan
- pemberian sejumlah antibodi dgn tujuan memberi
perlindungan thd penyakit infeksi yg bersifat
sementara krn kadar antibodi akan berkurang
setelah beberapa minggu atau bulan (depkes,2000)
Ex : penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum)
TUJUAN IMUNISASI
Tujuan Umum
- Turunnya angka kesakitan, kecacatan, &
kematian bayi akibat Penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)
TUJUAN IMUNISASI
Tujuan Khusus
• Tercapainya cakupan Imunisasi dasar lengkap (IDL) pada bayi
• Tercapainya Universal Child Immunization/UCI (Prosentase
minimal 80% bayi yang mendapat IDL disuatu desa/kelurahan)
di seluruh desa/kelurahan
• Tercapainya target Imunisasi lanjutan pada anak umur di
bawah dua tahun (baduta) dan pada anak usia sekolah dasar
serta Wanita Usia Subur (WUS).
• Tercapainya reduksi, eliminasi, dan eradikasi penyakit yang
dapat dicegah dengan Imunisasi.
• Tercapainya perlindungan optimal kepada masyarakat yang
akan berpergian ke daerah endemis penyakit tertentu.
• Terselenggaranya pemberian Imunisasi yang aman serta
pengelolaan limbah medis (safety injection practise and waste
disposal management).
MANFAAT
1. Bagi Anakmencegah penderitaan
akibat sakit
2. Bagi Keluarga menghilangkan
kecemasan dan biaya pengobatan
3. Bagi Negara memperbaiki derajat
kesehatan, menciptakan bangsa yang
kuat dan berakal untuk melanjutkan
pembangunan negara
UCI
Universal Child Immunization
Tercapainya imunisasi dasar secara lengkap
pada semua bayi (1 tahun pertama)
BIAS
Bulan Imunisasi Anak Sekolah
Bentuk operasional dari imunisasi lanjutan
pada anak sekolah yang dilaksanakan pada
bulan tertentu setiap tahun
KIPI
Kejadian Ikutan Paska Imunisasi
Semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi
dalam masa satu bulan setelah imunisasi, yg diduga
ada hubungannya dgn pemberian imunisasi
Bentuk KIPI:
- Reaksi Lokal : nyeri, bengkak, kemerahan, scar
- Reaksi Sistemik : demam, ruam kemerahan,
konjungtivitis, pembengkakan kelenjar parotis,
gelisah, lemas
- Reaksi Vaksin Berat : Kejang, trombositopenia,
reaksi anafilaksis, ensefalopati
PRINSIP DLM
PEMBERIAN IMUNISASI
1. Orang tua hrs ditanyakan ttg:
- status kesehatan anak
- reaksi imunisasi sebelumnya
2. Ortu hrs mengerti hal2 yg berkaitan dgn
imunisasi
3. Catatan imunisasi sebelumnya
4. Pendidikan kesehatan utk ortu
5. Kontraindikasi pemberian imunisasi
CONTRAINDICATIONS
• Reaksi berat setelah imunisasi sebelumnya
• Menderita flu berat atau panas tinggi dgn
penyebab yg serius
• Perubahan pada sistem imun
• Sedang dlm pemberian obat2an yg menekan
sistem imun spt sitostatika, trnsfusi darah &
imunoglobulin
NON CONTRAINDICATIONS
• Penyakit ringan dengan atau tanpa demam
ringan
• Reaksi ringan/demam ringan setelah
vaksinasi sebelumnya
• Dalam terapi antibiotika
• Kehamilan
• Menyusui, malnutrisi, premature
• Alergi thd bukan komponen vaksin
Imunisasi Kombinasi/Kombo
• Gabungan beberapa antigen tunggal menjadi satu
jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang
berbeda, mis: Kombinasi DPT-HB-Hib
Keuntungan Imunisasi Kombo :
1. Lebih praktis
2. Mengurangi frekuensi kunjungan ke fasilitas
kesehatan
3. Mengurangi biaya
4. Mengejar imunisasi yang terlamba
JENIS IMUNISASI
1. Imunisasi Program
a. Imunisasi Rutin
- Imunisasi Dasar
- Imunisasi Lanjutan
b. Imunisasi Tambahan
c. Imunisasi Khusus
2. Imunisasi Pilihan
IMUNISASI PROGRAM
• Imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang
sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka
melindungi yang bersangkutan dan
masyarakat sekitarnya dari penyakit yang
dapat dicegah dengan ImunisasI
• Imunisasi Program terdiri atas Imunisasi rutin
(imunisasi dasar & lanjutan), Imunisasi
tambahan, dan Imunisasi khusus
IMUNISASI DASAR (0-6 bulan)
• Hepatitis B: pemberiannya vaksin setelah bayi
lahir.
• Polio: Pemberiannya bisa pada bayi setelah
lahir, secara oral dalam bentuk tetes cairan.
• BCG: pemberian pada bayi baru lahir atau
sebelum berusia 1 bulan.
• DPT: pemberian untuk bayi usia 2, 3, 4 bulan
atau 2, 4, 6 bulan.
IMUNISASI DASAR (0-6 bulan)
• Pneumokokus: pemberian pada bayi usia 2, 4, 6
bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan.
• Rotavirus monovalen: Pemberiannya 2 kali dengan
dosis pertama di usia 6 minggu. Dosis kedua dengan
interval minimal 4 minggu dan harus selesai pada
usia 24 minggu.
• Rotavirus pentavalen: Pemberiannya sebanyak 3 kali
dengan dosis pertama 6-12 minggu. Dosis kedua dan
ketiga dengan interval 4-10 minggu serta harus
selesai pada usia 24 minggu.
IMUNISASI DASAR (6-12 bulan)
• Vaksin influenza: Pemberiannya mulai pada
anak usia 6 bulan dan pengulangan dosis
setiap tahun.
• Imunisasi MR atau MMR: Pemberiannya
mulai umur 9 bulan untuk membentuk
antibodi dan melawan virus.
• Vaksin Japanese Encephalitis (JE):
Pemberiannya mulai pada anak usia 9 bulan di
daerah endemis atau akan bepergian ke
daerah endemis.
IMUNISASI DASAR (12-24 bulan)
• Vaksin hepatitis A: Mulai pemberiannya pada
umur 1 tahun sebanyak 2 dosis, lalu dosis
kedua 6-12 bulan kemudian.
• Vaksin varisela: Mulai pemberiannya pada
anak usia 12-18 bulan. Kemudian, anak 1-12
tahun dapat menjalani vaksin dengan dosis
interval 6 minggu sampai 3 bulan.
IMUNISASI DASAR (2-18 tahun)
• Vaksin tifoid polisakarida: pada anak usia 2
tahun dan dosis selanjutnya setiap 3 tahun.
• Imunisasi human papillomavirus (HPV):
Pemberiannya bisa pada anak perempuan usia
9-14 tahun sebanyak 2 kali dengan jarak 6-15
bulan.
• Imunisasi dengue: Pemberiannya pada anak
usia 9-16 tahun apabila pernah terinfeksi virus
dengue.
IMUNISASI LANJUTAN
Merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjamin
terjaganya tingkat imunitas pada anak baduta, anak
usia sekolah, dan wanita usia subur (WUS) termasuk
ibu hamil.
Jadwal Imunisasi Lanjutan pada Anak Bawah Dua Tahun
UMUR JENIS IMUNISASI INTERVAL MIN SETELAH IMUNISASI
DASAR
18 bulan DPT-HB-Hib 12 bulan dari DPT-HB-Hib
Campak 6 bulan dari campak dosis pertama
IMUNISASI LANJUTAN
Jadwal Imunisasi Lanjutan pada Anak Usia SD
SASARAN IMUNISASI PELAKSANAAN
Kelas 1 SD Campak Agustus
DT November
Kelas 2 SD Td November
Kelas 3 SD Td November
IMUNISASI LANJUTAN
Imunisasi Lanjutan pada Wanita Usia Subur (WUS)
STATUS IMUNISASI INTERVAL MIN MASA
PEMBERIAN PERLINDUNGAN
T1 -
T2 4 mg setelah T1 3 tahun
T3 6 bulan setelah T2 5 tahun
T4 1 thn setelah T3 10 tahun
T5 1 thn setelah T4 Lebih 25 tahun
IMUNISASI TAMBAHAN
• Kegiatan imunisasi yg tdk rutin dilaksanakan, hanya dilakukan
atas dasar ditemukannya masalah dari hasil pemantauan atau
evaluasi
Terdiri dari :
a. Backlog Fightingmerupakan upaya aktif di tingkat
Puskesmas untuk melengkapi Imunisasi dasar pada anak
yang berumur di bawah tiga tahun. Kegiatan ini
diprioritaskan untuk dilaksanakan di desa yang selama dua
tahun berturut-turut tidak mencapai UCI.
b. Crash program dilaksanakan di tingkat Puskesmas yang
ditujukan untuk wilayah yang memerlukan intervensi
secara cepat untuk mencegah terjadinya KLB.
c. Imunisasi dlm penanganan KLB (outbreak
respons)
d. Imunisasi massal : PIN, catch up campaign
campak
IMUNISASI KHUSUS
a. Imunisasi meningitis Meningokokus
b. Imunisasi Yellow Fever
c. Imunisasi Polio
d. Imunisasi Rabies
JENIS-JENIS
IMUNISASI
BCG
- Mencegah penyakit TBC
- Vaksin BCG diberikan 1 kali dan optimal
diberikan pada umur 2 sampai 3 bulan. Bila
vaksin BCG akan diberikan sesudah umur 3
bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.
- Pemberian secara intradermal.
- Efek samping : merah, abses mjd jaringan parut
- Penyimpanan : 2°c - 8°c.
- Dosis : 0,05 cc.
PENTAVALEN (DPT-HB-Hib)
- Kombinasi vaksin DPT, Vaksin HB, dan Vaksin HiB
(haemophilus influenza tipe B)
- Mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus,
Hepatitis B, Pneumonia& meningitis.
- Diberikan 4 kali pada umur 2 bln, 3 bln, 4 bln, 18 bln
- Pemberian secara IM.
- Efek samping : pembengkakan, deman (2 hari)
- Penyimpanan : 2°c – 8°c.
- Dosis : 0,5 cc.
POLIO
- Mencegah penyakit poliomyelitis.
- Efek samping : kelumpuhan (1:1.000.000)
- Ada 2 :
1. OPV (Oral Polio Vaccine)vaksin sabin, diteteskan
2. IPV (Inactived Polio Vaccine) Injeksi IM
- Diberikan 4 kali pada umur 0 – 6 bulan, interval 4 – 8
mg.
Vaksin Polio O diberikan pada kunjungan pertama, bayi
yang lahir di RB/RS diberikan vaksin OPV saat bayi
dipulangkan, selanjutnya untuk polio-1, polio-2, polio-3
dapat diberikan vaksin OPV atau IPV
CAMPAK
- Mencegah penyakit campak.
- Diberikan 1 kali pada umur 9 – 11 bulan,
apabila ada wabah umur 6 bln
- Pemberian : subcutan, lengan kiri atas
- Efek samping : panas, ruam pada daerah
suntikan.
- Dosis : 0,5 cc.
HEPATITIS B
- Mencegah penyakit hepatitis B
- Diberikan segera setelah lahir pemberian
pertama 12 jam setelah lahir bayi hrs
mendapatakn vit K1 30 mnt sebelumnya
- Pemberian ke2 berumur 1 bln,
pemberian ke 3berumur 6 bln
- Pemberian : IM
- Dosis : 0,5 cc.
IMUNISASI PCV
• Untuk mencegah penyakit IPD (Invasive
Pneumococcal Disease) yaitu meningitis,
bakteremia dan pneumonia
• IPD merupakan penyakit yg disebabkan olkeh
Streptococcus Pneumonia
• Diberikan mulai usia 2 bulan dosis 3 kali
• Pemberian secara IM dosis 0,5 ml
IMUNISASI HPV
• Untuk memberikan kekebalan terhadap Human
Papiloma Virus yg merupakan penyebab kanker
serviks
• Diberikan pada anak perempuan sejak usia >9 tahun.
• Dosis 0,5 ml, diberikan secara intra muskular pada
daerah deltoid
M M R (Measles, Mumps, Rubela)
- Mencegah penyakit campak, gondong dan rubela
- Diberikan pada anak usia diatas 12-18 bulan
- Khusus pada daerah endemik sebaiknya diberikan
imunisasi campak yang monovalen dahulu pada usia 4
– 6 bulan atau 9 – 11 bulan dan boster dapat
dilakukan MMR pada usia 15 – 18 bulan.
- Bentuk kering disimpan suhu 2-80C
- Dosis 0,5 ml diberikan secara IM
IMUNISASI TIFOID
• Mencegah penyakit thipus abdominalis
• Penyimpanan pada suhu 2 – 80C, jangan
dibekukan
• Kadaluwarsa dalam 3 tahun
• Rekomendasi: Vaksin Polisakarida Parenteral
diberikan untuk anak usia ≥ 2 tahun.
• Dosis 0,5 ml suntikan secara intra muskular
atau subkutan pada daerah deltoid atau paha
• Imunisasi ulangan tiap 3 tahun
IMUNISASI VARICELLA
- Mencegah penyakit varicella (cacar air).
- Diberikan pada anak mulaiusia 5 tahun
- Bila anak usia diatas 13 th dapat diberikan 2 kali
dengan interval 4 – 8 Minggu
- Pemberian secara subcutan 0,5 ml
IMUNISASI HEPATITIS A
- Mencegah penyakit hepatitis A/penyakit
kuning (jaundice)
- Menggunakan vaksin Havrix (virus hepatitis A strain
HM175 yang inactived)
- Diberikan pada anak usia 2 th, dosis 2 suntikan
interval 6-12 bulan
- Pemberian secara IM dosis 0,5 ml
JENIS VAKSIN DOSIS CARA TEMPAT
PEMBERIAN
Hepatitis B 0,5 ml IM paha
BCG 0,05 ml IC Lengan kanan
atas
Polio 2 tetes ORAL mulut
IPV 0,5 ml IM Lengan kiri
DPT-HB-Hib 0,5 ml IM Paha untuk bayi,
lengan kanan
untuk batita
Campak 0,5 ml SC Lengan kiri atas
DT 0,5 ml IM Lengan kiri atas
Td 0,5 ml IM Lengan kiri atas