0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan14 halaman

Program Literasi SD Negeri Bongas 2024/2025

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan14 halaman

Program Literasi SD Negeri Bongas 2024/2025

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

LITERASI SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

SD NEGERI BONGAS
Alamat : Kp. Bongas Desa/Kec. Gegerbitung Kab. Sukabumi 43197
Email : sdnegeribongas@[Link]
HALAMAN PENGESAHAN

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


pada SD Negeri Bongas Kecamatan Gegerbitung
Tahun Pelajaran 2024/2025
disusun sebagai pedoman pelaksanaan Literasi Sekolah
pada SD Negeri Bongas

Bertempat di : Gegerbitung
Pada Tanggal : 15 Juli 2024

Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah,

HJ. SUSILAWATI YUSUF EDI JUNAEDI, [Link]


NIP. 197001232008011002

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia-


Nyalah kami dapat menyelesaikan penyusunan dokumen “Program Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) pada SD Negeri Bongas Kecamatan Gegerbitung
Tahun Pelajaran 2023/2024” SD Negeri Bongas Tahun Pelajaran 2023/2024
dapat terselesaikan sesuai dengan rencana.

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SD Negeri Bongas, yang


merupakan pedoman dalam mengimlementasikan keterbacaan warga SD
Negeri Bongas menuju masyarakat literasi sehingga mampu menjadi spirit dan
motivasi peningkatan kinerja dan prestasi sekolah.

Tersusunnya Program ini, tentulah berkat dukungan dan bantuan dari


berbagai pihak, oleh karena itu sudah selayaknyalah kami memberikan
apresiasi, penghargaan, dan ucapan terima kasih kepada:

Kami menyadari sepenuhnya bahwa program ini, baik dilihat dari isi dan
tampilannya sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran yang bersifat
korektif konstruktif dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan
penyusunan program sejenis tahun berikutnya.

Gegerbitung, 15 Juli 2024

iii
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... ii

KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iv

A PENDAHULUAN ................................................................................ 1

B TUJUAN GRAKAN LITERASI SEKOLAH............................................ 2

C PELAKSANAAN GLS DI SD NEGERI BONGAS................................. 2

D KESIMPULAN........................................................................................... 10

iv
PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH
SD NEGERI BONGAS
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

A. PENDAHULUAN
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan
berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual,
digital, dan auditori. Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian
besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi.
Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik memengaruhi tingkat
keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan
berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang
warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya.
Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca
peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang
bermanfaat bagi [Link] memberikan pengaruh budaya yang amat
kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik. Sayangnya, sampai saat ini
prestasi literasi membaca peserta didik di Indonesia masih rendah, berada di bawah
rata-rata skor internasional.
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing
bangsa dalam persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan
wajib baca sangat penting diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib
baca mempunyai tujuan yang sangat luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi
pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya
kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah pengetahuan dan pengalaman; e)
meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan kemampuan
literasi tinggi.

1
B. TUJUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SD Negeri Bongas bertujuan:

1. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di


sekolah,
2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat,
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah
anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan,
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku
bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca

C. PELAKSANAAN GLS DI SD NEGERI BONGAS


Pelaksanaan GLS di SD Negeri Bongas mempertimbangkan tiga tahap literasi,
yakni (1) pembiasaan (belum ada tagihan), (2) pengembangan (ada tagihan
nonakademik), dan (3) pembelajaran (ada tagihan akademik).

1. Tahap Pembiasaan
a) Membaca lima belas menit setiap hari pada jam ke-0.
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.
1) Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas menit.
2) Guru dan peserta didik membaca selama lima belas menit.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.

b) Mengelola sudut baca.


Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut
ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.

2
c) Satu Peserta Dididk Didik Satu Buku (1 tahun sekali)
Program ini bertujuan untuk menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan
sekolah.
1) Peserta didik diminta membawa satu buku.
2) Peserta didik membaca buku yang dimiliki.
3) Setelah dibaca, buku itu disumbangkan pada perpustakaan sekolah.
4) Peserta didik dapat meminjam buku yang lain di sekolah.
5) Sekolah memiliki koleksi buku lebih banyak.

d) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan
kegemaran membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan
kepada setiap guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik
satu kelas untuk berkunjung ke perpustakaan.

e) Membacakan cerita.
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk dibacakan di
depan peserta didik.
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat.
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta membaca
cerita menarik lain di hadapan teman sekelas.
5) Diadadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

3
2. Tahap Pengembangan
a. Mengelola sudut baca
Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan
menambahkan beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat
dilakukan untuk mengelola sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ketua Kelas / Wakil Ketua Kelas bertugas mengelola administrasi peminjaman
buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
5) Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
6) Peserta didik mengumpulkan hasil serume di meja uru.
7) Guru kelas memeriksa resume sebulan sekali.
8) Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan hasil
bacaan di kelas.

b. Satu Jam Wajib Baca (seminggu sekali)


Kegiatan ini membiasakan peserta didik gemar...
1) membaca buku yang disukai,
2) membuat resume,
3) mengisi jurnal membaca,
4) menceritakan isi buku.

c. Kuis Membaca Pagi


Program ini membiasakan peserta didik dengan kegiatan membaca pada pagi hari.
Medianya berupa papan yang dilengkapi kotak-kotak kecil sebanyak jumlah mata
pelajaran di sekolah. Kotak-kotak ini untuk menempatkan kertas-kertas kuis di tiap
mata pelajaran. Berikut ini panduan pelaksanaan Kuis Membaca Pagi
1) Tiap peserta didik diminta untuk mencari teks (tidak lebih dari satu halaman)
yang kemudian ditempel di kertas karton. Teks tersebut dilengkapi dengan soal
yang dibuat oleh peserta didik sendiri.

4
2) Tiap peserta didik diberi kode untuk menandai teks tersebut. Seluruh teks dari
peserta didik ditempatkan di kotak yang telah disiapkan di kelas.
3) Siapkan juga kartu pantau yang berisi tentang nomor urut, tanggal
mengerjakan, identitas peserta didik, kode teks dan soal yang dikerjakan!
4) Sepakati hari untuk melaksanakan program ini, misal tiap Senin dan Kamis!
5) Pada hari yang telah disepakati, seluruh peserta didik memilih kartu soal dan
teks sesuai urutan daftar hadir kelas. Kegiatan dilaksanakan pagi hari sebelum
jam pelajaran dimulai. Peserta didik bisa mengambil lebih dari 1 teks dan soal
untuk dikerjakan bila waktunya masih mungkin.
6) Usai membaca teks dan mengerjakan soal, peserta didik mengisi kartu pantau.

d. Duta Literasi
Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk mengembangkan
program literasi di sekolah. Beberapa kegiatan duta literasi dapat dilakukan, antara
lain:
1) Guru kelas mengadakan seleksi duta literasi.
2) Guru kelas memilih tiga duta literasi .
3) Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis.
4) Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
5) Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar membaca.
6) Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
7) Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas. Kartu
Mandiri Kartu mandiri berguna untuk memonitor target buku bacaan peserta
didik.
8) Kartu mandiri berisi catatan buku yang sudah dibaca peserta didik.
9) Peserta didik bersama guru menentukan target minimal buku, misalnya
minimal 25 buku

5
f. Klub Pecinta Buku
Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca buku baru dan
membagi hasil bacaan pada teman. Kegiatan dalam klub pecinta buku dapat
dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku,
2) membuat ringkasan/resensi buku,
3) menceritakan isi buku,
4) mendiskusikan isi buku.

g. Tantangan Membaca
Tantangan membaca tidak dilaksanakan pada tahap pembiasaan, tapi dapat
dilaksanakan setelah sekolah masuk dalam tahap pengembangan. Program ini
menantang peserta didik untuk meningkatkan kegemaran membaca. Berikut ini
alternatif langkah-langkah kegiatan yang dapat dilakukan:
1) mendaftar program tantangan membaca,
2) memilih judul buku untuk tantangan membaca,
3) meringkas buku, tidak lebih dari dua ratus kata,
4) melaporkan rencana daftar bacaan peserta didik dan hasil membacanya pada
panitia,
5) melaksanakan tantangan membaca,
6) memberikan sertifikat pada peserta didik yang berhasil.

h. Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik.
Kegiatan penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:
1) memilih pembaca buku terbanyak dalam tiga bulan,
2) memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu upacara sekolah.

i. Menyusun Portofolio Membaca


Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan membaca peserta
didik. Portofolio hasil membaca dapat berupa dokumen bukti fisik

6
1) hasil membaca misalnya ringkasan buku-buku yang telah dibaca atau jurnal
membaca, laporan tugas membaca peserta didik, dan hasil membaca kreatif
peserta didik. Berikut langkah-langkahnya.
2) Guru meminta semua produk hasil membaca peserta didik untuk dikumpulkan.
3) Peserta didik menyiapkan bahan-bahan untuk membuat portofolio (lembar
kerja, folder, dan map dokumen).
4) Peserta didik menyusun portofolio berdasarkan bentuk dan isi produk.
5) Tentukan isi portofolio (semua karya peserta didik atau hasil laporan membaca)
6) Bentuk portofolio meliputi identitas peserta didik, daftar isi protofolio atau garis
besar portofolio dan kumpulan karya-karya.
7) Setiap hari peserta didik mengerjakan portofolio (misalnya lima belas menit
setiap sore).
8) Portofolio yang telah disusun, kemudian disimpan atau digantung berjajar di
kelas secara berurutan.
9) Guru memantau dan menilai portofolio yang telah disusun peserta didik.

j. Membaca Berhadiah Buku


Pemberian buku sebagai hadiah dilakukan untuk lebih mendorong peserta didik
gemar membaca. Program ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut
1) Guru bekerja sama dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk
menyediakan catatan kunjungan peserta didik ke perpustakaan.
2) Guru menyosialisasikan kepada seluruh peserta didik tentang program
Pembaca Terbaik yang akan dilaksanakan setiap bulan.
3) Peserta didik akan berkompetisi membaca di perpustakaan sebanyak-
banyaknya setiap saat. Kunjungan peserta didik ke perpustakaan sekolah
dapat dilakukan ketika jam istirahat atau waktu senggang.
4) Setiap bulan, guru akan memilih pembaca terbaik di sekolah kemudian diberi
hadiah buku dan tercatat di papan Pembaca Terbaik Bulan Ini.
5) Pembaca terbaik dipilih berdasarkan frekuensi kunjungan peserta didik ke
perpustakaan, jumlah buku yang dipinjam, dan jenis buku-buku yang dibaca
serta dipinjam peserta didik.

7
6) Jika sudah berjalan satu tahun, guru atau sekolah akan memilih pembaca
terbaik selama satu tahun.
7) Pemilihan Pembaca Terbaik dapat dilakukan pada setiap jenjang.

k. Pojok Baca
Baca sekolah merupakan tempat bacaan dan membaca di area sekolah yang lebih
luas, seperti lorong-lorong sekolah, taman sekolah, kantin, dan sebagainya. Bahan
yang dipajang di Pojok Baca dapat lebih bervariasi dan seluruh warga sekolah baik
peserta didik, guru, kepala sekolah bisa berpartisipasi menunjukkan karyanya
melalui Pojok Baca tersebut. Berikut cara yang dapat ditempuh untuk
mengembangkan Pojok Baca .
1) Guru dan peserta didik membuat Pojok Baca di kelas masing-masing dan di
luar kelas.
2) Guru memberikan tugas kepada setiap kelas untuk secara bergiliran
menyediakan dan mengganti bahan-bahan bacaan pada Pojok Baca secara
rutin.
3) Pada tahap awal perlu dikondisikan oleh guru atau kepala sekolah untuk
membaca dan memberikan laporan hasil bacaan pada Pojok Baca .
4) Peserta didik diminta membaca buku di Pojok Baca dan memajang
karyanya di Pojok Baca .

3. Tahap Pembelajaran
a. Membaca Buku Cerita (satu jam, seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan
membaca buku cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku cerita,
2) membuat ringkasan isi cerita,
3) membuat bahan presentasi,
4) menceritakan kembali pada teman atau kelompok.

8
b. Mading Kelas (terbit seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan
membaca karya secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah
dinding (mading) kelas.
1) membuat mading kelas,
2) menulis berita,
3) mempublikasikan berita di mading.

c. Diorama Cerita
Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan
dalam diorama cerita, antara lain:
1) peserta didik berkelompok 2–3 peserta didik,
2) membaca buku cerita,
3) mendiskusikannya dalam kelompok,
4) membuat diorama cerita,
5) peserta didik bercerita di depan teman dengan bantuan diorama cerita.

d. Piramida Cerita
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Berikut ini contoh
kegiatan dalam piramida cerita yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
1) berkelompok 2–3 peserta didik;
2) membaca buku cerita bersama;
3) diskusi menentukan bagian-bagian penting cerita;
4) mengambar piramida di kertas;
5) menulis bagian awal, inti, dan akhir cerita di tiga sisi piramida;
6) peserta didik bercerita di depan teman dengan bantuan piramida.

e. Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini sudah dikenalkan pada tahap pembiasaan. Dalam tahap pembelajaran,
ada tambahan langkah terkait dengan tagihan akademik. Berikut ini alternatif
langkah yang dapat dilakukan.

9
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada
setiap guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik
satu kelas untuk berkunjung ke perpustakaan.
3) Guru memberikan tugas untuk membaca buku yang berkaitan topik
pembelajaran, membuat resume, dan berdiskusi.

f. Klub Literasi (Jangka panjang)


Peserta didik yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di
antaranya sebagai berikut.
1) bedah buku,
2) pelatihan menulis,
3) pameran buku,
4) kontes membaca,
5) seminar literasi,
6) lokalatih literasi, dll.

D. Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara
menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan [Link] yang
paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca. Keterampilan
membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini
penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik
dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi
[Link] memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap
perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan Program ini sangat tergantung dari
komitmen seluruh warga besar SD Negeri Bongas dan pihak terkait secara kolaboratif.

Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif
berperan dalam kegiatan ini sesuai dengan tupoksi masing-masing.

10

Anda mungkin juga menyukai