0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan31 halaman

Pengertian dan Prinsip Belajar Matematika

Diunggah oleh

Laila Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan31 halaman

Pengertian dan Prinsip Belajar Matematika

Diunggah oleh

Laila Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Belajar Dan Pembelajaran

1. Belajar

a. Pengertian Belajar

Menurut Abu Ahmadi belajar adalah kegiatan–kegiatan fisik

atau badaniah. Hasil yang dicapai adalah berupa perubahan–perubahan

dalam fisik itu, misalnya: dapat berlari, mengendarai mobil dan

sebagainya.1 Menurut Udin S. Winataputra belajar adalah proses

mendapatkan pengetahuan dengan membaca dan menggunakan

pengalaman sebagai pengetahuan yang memandu perilaku pada masa

yang akan datang.2

Sedangkan menurut Purwanto belajar adalah merupakan proses

dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk

mendapatkan perubahan dalam perilakunya.3

Menurut pengertian secara psikologis belajar merupakan suatu

proses perubahan yakni perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi

dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 4


1
Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007), hal. 256
2
Udin S. Winataputra, Teori Belajar dan Pembelajaran,( Jakarta: Universitas Terbuka, 2008),
hal. 4
3
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar,( Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011), hal. 39
4
Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), hal.137

13
14

Perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Dari

pendapat ini kata “perubahan” berarti bahwa seseorang yang telah

mengalami belajar akan berubah tingkah laku, baik dalam aspek

pengetahuan, keterampilan, maupun dalam sikapnya, karena hal ini

merupakan interaksi diri mereka sendiri dengan lingkungannya.5

Belajar menurut visi behaviorisme adalah perubahan perilaku

yang terjadi melalui proses stimulus dan respon yang bersifat

mekanisme. Oleh karena itu lingkungan yang sistematis, teratur dan

terencana dapat memberikan pengaruh (stimulus) yang baik sehingga

manusia bereaksi terhadap stimulus dan memberikan respon yang

sesuai. Sedangkan belajar menurut konstruktivisme adalah

membangun (to construct) pengetahuan itu sendiri setelah difahami,

dicernakan dan merupakan perbuatan dari dalam diri seseorang (from

within).6

Berikut beberapa pengertian belajar menurut para ahli adalah:

a) Menurut Slameto belajar adalah proses perubahan perilaku berkat

pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan

tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan

maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau

pribadi.7
5
Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal.21
6
Conny Semiawan, Belajar dan Pembelajaran Pra sekolah dan Sekolah Dasar (Jakarta:PT
Macanan Jaya Cemerlang,2007), hal. 3
7
Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta:Rineka Cipta,2010), hal.11
15

b) Menurut Klien belajar adalah proses eksperiensial (pengalaman)

yang menghasilkan perubahan perilaku yang relatif permanen dan

yang tidak dapat dijelaskan dengan keadaan sementara

kedewasaan atau tendensi alamiah.8

c) Menurut Gagne belajar adalah perubahan disposisi atau

kemampuan yang dicapai sesesorang melalui aktivitas. Perubahan

disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses

pertumbuhan seseorang secara alamiah9

Dari beberapa pendapat di atas dapat dikatakan bahwa belajar

merupakan proses perubahan tingkah laku seseorang yang dilakukan

secara sadar yang dari semula seorang tersebut tidak tahu menjadi

tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dan dari tidak mengerti menjadi

mengerti serta memahami dengan baik.

b. Prinsip Belajar

Ada beberapa prinsip belajar diantaranya adalah: Pertama,

prinsip belajar adalah perubahan perilaku. Kedua, belajar merupakan

proses. Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang

ingin dicapai. Dan yang ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman.

Pengalaman pada dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta

didik dengan lingkungannya

8
Conny Semiawan, Belajar dan Pembelajaran...,hal.4
9
Agus Suprijono, Cooperative Learning Tori&Aplikasi PAIKEM (Surabaya:Pustaka
Pelajar,2009), hal.2
16

c. Tujuan Belajar

Tujuan belajar sebenarnya sangat banyak dan bervariasi.

Tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai dengan

tindakan instruksional, lazim dinamakan instructional effects, yang

biasa berbentuk pengetahuan dan ketrampilan. Sementara, tujuan

belajar sebagai hasil yang menyertai tujuan belajar intruksional lazim

disebut nurturant effects. Bentuknya berupa kemampuan berpikir

kritis dan kreatif, sikap terbuka dan demokratis, menerima orang lain

dan sebagainya. Tujuan ini merupakan konsekuensi logis dari peserta

didik “menghidupi” (live in) suatu sistem lingkungan belajar tertentu.10

2. Pembelajaran

a. Pengertian Pembelajaran

Menurut Udin S. Winataputra pembelajaran merupakan

kegiatan yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan

meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri peserta didik.11

Pembelajaran berdasarkan makna leksikal berarti proses, cara,

perbuatan mempelajari. Perbedaan esensial istilah ini dengan

pengajaran adalah pada tindak ajar. Pada pengajaran guru mengajar,

peserta didik belajar. Sementara pada pembelajaran guru mengajar

diartikan sebagai upaya guru mengorganisir lingkungan terjadinya

10
Agus Suprijono, Cooperative Learning,...hal.4-5
11
Udin S. Winataputra,Teori Belajar,....hal. 9
17

pembelajaran. Guru mengajar dalam perspektif pembelajaran adalah

guru menyediakan fasilitas belajar bagi peserta didiknya. Jadi subjek

pembelajaran adalah peserta didik.12

Dalam proses pendidikan di sekolah, tugas utama guru adalah

mengajar dan sedangkan tugas utama setiap siswa adalah belajar.

Selanjutnya keterkaitan antara belajar dan mengajar itulah yang

disebut pembelajaran. Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan

iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan

kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal

antara guru dan siswa, serta antara siswa dengan siswa.13

Dalam dokumentasi KBK, kegiatan yang berhubungan dengan

proses belajar mengajar sering diistilahkan dengan istilah

pembelajaran.14 Sebagaimana diungkapkan oleh Suherman, bahwa

“Pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi antara

peserta didik dengan pendidik serta antar peserta didik dalam rangka

perubahan sikap”.15

Pengertian pembelajaran yang lainnya adalah proses untuk

mewujudkan situasi dan kondisi agar peserta didik mau dan mampu

belajar secara optimal. Pembelajaran merupakan proses yang lebih


12
Agus Suprijino, Cooperative Learning...,hal.13
13
Trianto, Panduan Lengkap Penelitian dan Tindakan Kelas, (Surabaya:Prestasi Pustakaraya,
2010), hal.153
14
Akhyak, Profil Pendidik Sukses, (Surabaya:elKAF, 2005),hal.41
15
Asep Jihad, Abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Multi Pressindo, 2008),
hal.11
18

menekankan bahwa peserta didik sebagai makhluk yang berkesadaran

dan dapat memahami arti pentingnya belajar bagi uaha memenuhi

kebutuhan dan upaya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pada

proses pembelajaran figur yang berperan penting adalah prmbelajar.

Sedang kehadiran guru dimaksudkan untuk mendorong pembelajar

mau dan mampu belajar secara optimal.16

Pembelajaran yang sukses mengusahakan agar isi kata

pelajaran bermakna bagi kehidupan anak dan dapat membentuk

pribadinya. Ini tercapai jika dalam mengajar itu diutamakan

pemahaman, wawasan, inisiatif dan kerja sama dengan

mengembangkan kreatifitas.

Dalam pembelajaran guru perlu mengatur kapan siswa bekerja

secara perorangan, berpasangan, kelompok atau klasikal. Jika

kelompok kapan siswa di kelompokkan berdasarkan kemampuan

sehingga dia dapat berkonsentrasi membantu yang kurang dan kapan

siswa dikelompokkan secara campuran sehingga menjadi tutor sebaya.

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran

adalah suatu proses penyampaian berbagai macam konsep, informasi

dan aktifitas kepada siswa yang dilakukan oleh guru dengan tujuan

16
Kuntjojo, Model – Model Pembelajaran(Kediri:Universitas Nusantara PGRI Kediri,2010),
hal.3
19

untuk membantu siswa supaya dapat belajar dengan mudah serta

tercapainya tujuan belajar mengajar.

B. Hakikat Matematika

1. Pengertian Pendidikan Matematika

Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir.

Karena itu matematika sangat di perlukan baik untuk kehidupan sehari –

hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK sehingga matematika

perlu di bekalkan kepada setiap peserta didik sejak SD, bahkan sejak TK.

Namun, sampai saat ini belum ada definisi tunggal tentang

matematika. Hal ini terbukti adanya puluhan definisi matematika yang

belum mendapat kesepakatan di antara para matematikawan. Mereka saling

berbeda dalam mendefinisikan matematika. Namun, yang jelas hakekat

matematikadapat di ketahui, karena obyek penelaahan matematika yaitu

sasarannya telah di ketahui sehingga dapat di ketahui pula bagaimana cara

berfikir matematika itu.17

Ada banyak pengertian matematika dari beberapa pakar matematika

diantaranya:

1. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir

secara sistematis.

17
Herman Hudoyo, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika, ( Malang:
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNM 2001), hal. 45
20

2. Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi.

3. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan

berhubungan dengan bilangan.

4. Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan

masalkah tentang ruang dan bentuk.

5. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur–struktur yang logik.

6. Matematika adalah pengetahuan tentang aturan–aturan yang ketat.18

Dari definisi–definisi di atas, kita dapat mengambil sedikit

gambaran pengertian matematika. Semua definisi dapat di terima, karena

matematika dapat di tinjau dari berbagai sudut, mulai dari yang sederhana

sampai pada yang kompleks. Akan tetapi dari paparan di atas, belum

memberikan jawaban yang utuh tentang matematika. Karena sampai saat

ini belum ada kesepakatan yang pasti di antara para ilmuan matematika

tentang definisi matematika, sedangkan peneliti mendefinisikan

matematika adalah sebagai salah satu cabang mata pelajaran eksak yang

mempelajari tentang bilangan, logika, fakta–fakta kuantitatif, masalah

ruang dan bentuk dan kalkulasi.

2. Karakteristik Matematika

Setelah sedikit mendalami beberapa definisi di atas dapat terlihat

bebrapa karakteristik matematika yang mewakili pengertian matematika

secara umum antara lain:

18
[Link], Kiat Pendidikan....,hal. 11
21

1. Memiliki obyek abstrak

Obyek dasar matematika bersifat abstrak dan di sebut obyek mental,

obyek pikiran, yaitu:

a. Fakta, berupa konvensi yang di ungkapkan dengan simbol

tertentu:

Contoh: “3” di pahami sebagai bilangan “tiga”

“2 + 4” dipahami sebagai “dua tambah empat”

b. Konsep, ide abstrak yang dapat di gunakan untuk menggolongkan

sejumlah obyek.

Contoh: “ segitiga”, “ bilangan asli”, “ bilangan bulat”, “pecahan”.

c. Operasi, suatu relasi khusus, karena operasi adalah aturan untuk

memperoleh elemen tunggal dari satu atau lebih elemen yang di

ketahui.

Contoh: “ penjumlahan”, “perkalian”, “gabungan”, “irisan”.

d. Prinsip, obyek matematika yang komplek. Prinsip dapat terdiri

dari beberapa fakta dan konsep yang di kaitkan oleh suatu relasi

atau operasi.

2. Bertumpu pada kesepakatan

Dalam matematika kesepakatan merupakan tumpuan yang amat

penting. Kesepakatan yang amat mendasar adalah aksioma dan

konsep primitif. Aksioma di perlukan untuk menghindari berputar–


22

putar dalam pembuktian, sedangkan konsep primitif di perlukan

untuk menghindari berputar–putar dalam pendefinisian.

3. Berpola pikir deduktif

Pola pikir deduktif secara sederhana dapat di katakan pemikiran yang

berpangkal dari hal yang bersifat umum di terapkan dan di arahkan

pada hal yang bersifat khusus.

4. Memiliki simbol yang kosong dari arti

Dalam matematika terdapat banyak sekali simbol yang di gunakan.

Rangkaian simbol–simbol dalam matematika dapat membentuk suatu

model matematika. Model matematika dapat berupa persamaan,

pertidaksamaan, bangun geometrik tertentu, dan sebagainya. Makna

simbol tergantung dari permasalahan yang mengakibatkan

terbentuknya model itu. Jadi, secara umum simbol masih kosong dari

arti, terswerah pada terserah pada yang memanfaatkan model itu.

5. Memperhatikan semesta pembicaraannya

Matematika memerlukan kejelasan dalam lingkup apa suatu model

matematika di pakai. Benar salahnya ataupun ada tidaknya

penyelesaian suatu model matematika sangat di mtentukan oleh

semesta pembicaraan.

6. Konsisten dalam sistemnya


23

Dalam matematika terdapat banyak sistem. Ada sistem yang

mempunyai kaitan satu sama lain, tetapi ada juga sistem yang di

pandang terlepas satu sama lain.19

3. Ruang Lingkup Matematika SD/MI

a. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung, dan

sifat–sifatnya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah

kehidupan sehari–hari.

b. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur–unsur dan

sifat–sifatnya, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah

kehidupan sehari–hari.

c. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume,

sudut, waktu, kecepatan, debit, serta mengaplikasikannya dalam

pemecahan masalah kehidupan sehari–hari.

d. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan

menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari–hari.

e. Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel,

gambar dan grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan data, rerata

hitung, modus, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah

kehidupan sehari–hari.

19
Sunaryo, Modul Pembelajaran Inklusif Gender, Jakarta Pusat: Lapis (Learning Assistance
Program For Islamic School, 2010), hal. 602-614
24

f. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam

kehidupan.

g. Memiliki kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif.20

C. Pembelajaran Matematika

1. Pengertian Pembelajaran Matematika

Diatas telah dijelaskan bahwa pembelajaran adalah suatu upaya

yang dilakukan oleh individu untuk mempengaruhi orang lain dalam

melaksanakan proses belajar mengajar dengan prinsip–prinsip

pembelajaran dalam upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas belajar

siswa. Sedangkan definisi matematika sangat beragam dan bervariasi

sesuai dengan sudut pandang pendefinisiaannya. Sehingga tidak satupun

definisi matematika yang tunggal dan disepakati secara umum oleh

tokoh/pakar matematika.

Pembelajaran matematika adalah siasat atau kiat sengaja

direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran

agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang

berupa hasil belajar bisa tercapai dengan optimal.21

Pembelajaran matematika adalah proses belajar yang dibangun oleh

guru untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa siswi, serta

20
Ibid…hal. 652- 653
21
Retno Indayati [Link], Ta’alum Jurnal Pendidikan Islam, ( Tulungagung: Jurusan Tarbiyah
STAIN Tulungagung, 2010), hal. 62
25

kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya

meningkatkan penguasaan atau pemahaman yang baik terhadap materi

pelajaran.22

2. Fungsi Pembelajaran Matematika

Mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan

dan menggunakan rumus matematika sederhana yang diperlukan dalam

kehidupan sehari–hari melalui materi bilangan, pengukuran dan geometri

dan mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan

bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan

persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.

3. Tujuan Pembelajaran Matematika

a. Memahami konsep matematika, menjelaskan hubungan antar konsep

dan mengaplikasi konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien

dan tepat dalam memecahkan masalah.

b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi

matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau

menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,

merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan

solusi yang diperoleh.

22
Sunaryo, Lapis,,,,,,,hal. 596
26

d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau atau

media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan

sehari–hari, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam

mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam

pemecahan masalah.23

D. Media Pembelajaran

1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium yang

berasal dar bahasa latin berarti perantara/pengantar.24 Menurut Gagne dan

Briggsi dalam azhar arsyat secara implisit mengatakan bahwa media

pembeljaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk

menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape, recorder,

kaset, vidio, film, foto , gambar , grafik, tv , dan lain-lain.25

Sedangkan Oemar Hamalik mendefinisikan: “Media sebagai teknis

yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi antara

guru dan murid dalam pembelajaran”.26

23
Ibid.....hal. 596 - 598
24
Sadiman. Arief. S, Media Pendidikan, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada), hal.6
25
Azhar Arsyat, Media Pembelajaran,...hal.4
26
Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan. (Semarang: Rasail, 2002), hal. 125
27

Sedangkan pembelajaran dalam kamus besar bahasa Indonesia

adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.27

Kunandar mendefinisikan: “Pembelajaran sebagai proses interaksi antara

peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadinya perubahan

perilaku ke arah yang lebih baik”.28

Dari pengertian media dan pembelajaran diatas, diperoleh suatu

gambaran media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan

untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat

merangsang pikiran perasaan, perhatian, dan minat sebagai upaya

menciptakan kondisi belajar yang efektif dan efisien agar tujuan

pembelajaran dapat dicapai dengan mudah.

Ciri–ciri umum media pembelajaran yaitu:

a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini

dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda

yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indra.

b. Media pendidikan memiliki pengertian non-fisik yang dikenal sebagai

software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat


27
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai
Pustaka,1999), hal. 15
28
Kunandar, Guru Professional Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru.
(Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2007), hal. 287
28

dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin

disampaikan kepada siswa.

c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.

d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar

baik di dalam maupun di luar kelas.

e. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan

interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

f. Media pendidikan dapat digunakan secara massa (misalnya: radio,

televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film,

slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya:modul, komputer,

radio tape/kaset, video recorder).

g. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang

berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.29

2. Fungsi Media Pengajaran

Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat

penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini

saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan

mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada

berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media.

29
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran…, hal. 6-7
29

Menurut Humalik dalam Azhar Arsyat mengemukan bahwa

pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat

membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi

dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh

psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap

orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses

pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain

membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat

membantu siswa meningkatkan pemahaman , menyajikan data dengan

menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data memadatkan

informasi. Sedangkan Levie dan Lentz mengemukakan empat fungsi media

pembelajaran, khususnya media visual, yaitu :

a. Fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk

berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna

visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

b. Fungsi afektif yaitu media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan

siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.

c. Fungsi kognitif yaitu media visual terlihat dari temuan penelitian yang

mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar

pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau

pesan yang terkandung dalam gambar.


30

d. Fungsi kompensatoris yaitu media pembelajaran terlihat dari penelitian

bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks

membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk

mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.30

Menurut beberapa ahli diatas fungsi media adalah dapat di gunakan

untuk mempermudah guru dalam menyampaikan pelajaran dan

memudahkan siswa untuk menerima pelajaran. Sehingga proses belajar

mengajar dapat berjalan lancar dengan hasil memuaskan.

3. Manfaat Media Pembelajaran

Menurut Kemp dan Dayton dalam Azhar Arsyat manfaat media

pembelajaran yaitu :

a. Penyampaian pelajaran lebih baku sehingga siswa menerima hal yang

penting dalam sebuah pelajaran.

b. Pembelajaran lebih menarik.

c. Pembelajaran lebih interaktif dengan ditetapkannya teori belajar dan

prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa,

umpan balik dan penguatan .31

Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai mengemukakan manfaat

media pembelajaran untuk menarik perhatian siswa, menumbuhkan

motivasi belajar, bahan pembelajaran semakin jelas dan siswa lebih banyak

30
Ibid,,, hal. 15-17
31
Ibid,,, hal. 21
31

melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru

saja, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,

mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

E. Media Flipchart

1. Pengertian Media Flipchart

Menurut Mustaji media flipchart adalah salah satu jenis media yang

penyajikannya sangat sederhana yaitu berukuran 50-75 berisi gambar,

huruf, angka berkaitan dengan materi yang diajarkan. Untuk melihat

flipchart direncanakan tempat yang sesuai dimana dan bagaimana flipchart

ditempatkan misalnya: dipajang di papan tulis harus terbaca oleh semua

siswa.32

Sedangkan menurut Suyatno media flipchart adalah kumpulan

ringkasan, skema, gambar, tabel yang dibuka secara berurutan berdasarkan

topik materi pembelajaran. Bahan flipchart biasanya kertas ukuran piano

yang mudah dibuka–buka, mudah ditulisi, dan berwarna cerah. Untuk daya

tarik, flipchart dapat dicetak dengan aneka warna dan variasi desain.33

Jadi media Flipchart adalah media yang menyerupai white boart

tetapi bisa di pindah kemana-mana dan bisa dibolak-balik seperti kalender

32
Mustaji, Teknik Pembuatan....hal. 2
33
[Link] Diakses Selasa, 20 maret 2012
pukul 16.25
32

sehingga mudah untuk mempergunakannya, baik dalam pembelajaran di

dalam maupun diluar kelas.

2. Kelebihan Penggunaan Media Flipchart

Sebagai salah satu media pembelajaran, Flipchart memiliki

beberapa kelebihan, diantaranya:

a. Mampu menyajikan pesan pembelajaran secara ringkas dan praktis

b. Dapat menggunakan di dalam ruangan atau luar ruangan

c. Bahan pembuatan relatif murah

d. Mudah dibawa kemana-mana (moveable) karena berukuran antara 60

sampai 90 cm, maka menjadi mudah untuk dibawa ke tempat yang

dibutuhkan.

e. Meningkatkan aktivitas belajar siswa.34

3. Cara Mendesain Flipchart

a. Menentukan tujuan pembelajaran

b. Menentukan bentuk Flipchart

c. Membuat ringkasan materi

d. Merancang draf kasar (sketsa)

e. Memilih warna yang sesuai

f. Menentukan ukuran dan bentuk huruf yang sesuai

4. Cara Menggunakan Flipchart

34
Mustaji, Teknik Pembuatan,,,, hal. 24-25
33

a. Mempersiapkan diri, guru perlu menguasai bahan pembelajaran

dengan baik, memiliki ketrampilan menggunakan media tersebut

b. Penempatan yang tepat, perhatikan posisi penampilan sehingga siswa

dapat melihat dengan jelas

c. Pengaturan siswa, untuk hasil yang lebih baik, perlu pengaturan siswa

d. Perkenalkan pokok materi, siswa diperkenalkan dengan materi yang

akan diajarkan

e. Sajikan gambar, memperlihatakn gambar dan memberi keterangan

yang cukup

f. Beri kesempatan siswa untuk bertanya

g. Menyimpulkan materi.35

F. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar menurut Sudjana adalah hasil yang diperoleh berupa

kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai

hasil dari aktivitas dalam belajar Perubahan dalam tingkah laku tersebut

merupakan indikator yang dijadikan pedoman untuk mengetahui kemajuan

individu dalam segala hal yang diperoleh di sekolah.

Berdasarkan pendapat diatas hasil pada dasarnya adalah suatu yang

diperoleh dari suatu aktivitas. Sedangkan belajar pada dasarnya adalah

35
Ibid,,,,, hal. 9 - 10
34

suatu proses yang mengakibatkan perubahan dalam individu, yaitu

perubahan dalam tingkah laku. Jadi, hasil belajar adalah hasil yang

diperoleh setelah proses belajar. Sedangkan hasil belajar matematika

adalah hasil yang telah dicapai siswa setelah melakukan usaha (belajar)

matematika yang dinyatakan dengan nilai. Hasil belajar tidak hanya

berfungsi untuk mengetahui kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas

belajar, tetapi yang lebih penting adalah sebagai alat untuk memotivasi

setiap siswa agar lebih giat belajar, baik secara individu maupun

kelompok.36

Menurut Benjamin S. Bloom tiga ranah (domain) hasil belajar, yaitu

kognitif, afektif, dan psikomotorik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil

belajar merupakan pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung

menetap dari ranah kognitif, afektif dan psikomotoris dari proses belajar

yang dilakukan dalam waktu tertentu.37

Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa

pengertian hasil belajar adalah hasil yang diperoleh oleh setiap anak atau

siswa setelah proses belajar mengajar, baik belajar di sekolah maupun di

luar sekolah.

G. Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

36
Nana Sujdana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung : Remaja Rosdakarya,
1995), hal. 3
37
Ibid, hal. 4
35

Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, faktor–faktor tersebut

bersumber faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal

Faktor Internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu.

Meliputi dua aspek yaitu:

1. Faktor Fisiologi

Aspek jasmaniah mencakup kondisi dan kesehatan jasmani dari

individu.38 Apabila seorang anak selalu tidak sehat, misalnya: demam,

sakit kepala, pilek, hal ini sangat mengganggu pada proses belajar di

dalam kelas, karena pada waktu diberi pelajaran anak tidak bergairah

untuk belajar, daya tangkap atau kemampuan belajar akan berkurang

bila dibandingkan anak yang sehat. Selain itu, kesehatan indera juga

sangat berpengaruh dalam menyerap informasi dan pengetahuan yang

diberikan oleh guru di kelas.

2. Faktor Psikologi

Aspek psikis atau rohaniah tidak kalah pentingnya dalam

belajar dengan aspek jasmaniah.39 Aspek ini meliputi:

a. Intelegensi

Intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai

kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau

38
Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: Remaja
Rosdakarya) hal. 162
39
Ibid., hal. 162
36

menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.

Jadi intelegensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja,

melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya.40

Tingkat intelegensi ini sangat menentukan tingkat

keberhasilan belajar siswa. Dimana semakin tinggi intelegensi

seorang siswa maka semakin tinggi pula peluang untuk meraih

prestasi yang tinggi.

b. Perhatian

Perhatian merupakan pemusatan energi psikis yang tertuju

kepada suatu objek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai banyak

sedikitnya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar.41

c. Bakat

Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang

dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa

yang akan datang. Dengan demikian sebetulnya setiap orang

pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi

sampai tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing- masing.42

Seorang siswa yang berbakat terhadap bidang tertentu

dia akan lebih cepat menyerap dan memahami segala hal

yang berhubungan dengan bidang tersebut karena dia

40
Muhibbin Syah, Psikologi belajar. (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2002), hal. 133
41
Arief S. Sadiman, dkk. Media Pendidikan…, hal. 45
42
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2008), hal. 135
37

mempunyai suatu potensi. Dan diharapkan orang tua untuk

mengembangkan bakat siswa yang sudah ada dan tidak

memaksakan suatu bidang yang tidak menjadi bakat siswanya.

d. Minat

Minat adalah kecenderungan subjek yang menetap untuk

merasa tertarik kepada bidang studi atau pokok bahasan tertentu

dan merasa senang terhadap mata pelajaran atau materi itu.43

Minat besar pangaruhnya terhadap pembelajaran. Jika

siswa menyukai suatu mata pelajaran yang diminatinya maka

siswa tersebut akan belajar dengan senang hati tanpa rasa beban.

e. Motivasi

Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong

seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu.44 Motivasi dapat

menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga

makin besar kesuksesan belajarnya.

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri individu,

yang meliputi:

1. Lingkungan keluarga

43
Ibid., hal. 135
44
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 69
38

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam

pendidikan, memberikan landasan dasar bagi proses belajar pada

lingkungan sekolah dan masyarakat. Lingkungan keluarga meliputi:

a. Faktor fisik

Yang termasuk factor fisik dalam lingkungan keluarga

adalah : keadaan rumah dan ruangan tempat belajar,sarana dan

prasarana belajar yang ada, suasana dalam rumah (tenang/gaduh),

juga suasana lingkungan di sekitar rumah.

b. Faktor sosial

Kondisi dan suasana social dalam keluarga menyangkut

keutuhan keluarga, iklim psikologis, iklim belajar, dan hubungan

antar anggota kelurga.

2. Lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah juga memegang peranan penting bagi

perkembangan belajar para siswanya. Lingkungan ini meliputi:

a. Lingkungan fisik

Lingkungan fisik sekolah seperti lingkungan kampus,

sarana dan prasarana belajar yang ada, sumber-sumber belajar,

media belajar, dan sebagainya.

b. Lingkungan sosial
39

Lingkungan sosial menyangkut hubungan siswa dengan

temn-temannya, guru-gurunya serta staf sekolah yang lainnya.

c. Lingkungan akademis

Lingkungan akademis menyangkut suasana dan

pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, berbagai kegiatan

kokurikuler, dan sebagainya.

3. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat dimana siswa atau individu berada juga

berpengaruh terhadap semangat dan aktivitas belajarnya. Lingkungan

masyarakat dimana warganya memiliki latar belakang pendidikan yang

cukup, terdapat lembaga-lembaga pendidikan dan sumber-sumber

belajar di dalamnya akan memberikan pengaruh yang positif terhadap

semangat dan perkembangan belajar generasi mudanya.45

H. Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Penelitian yang relevan ini adalah penelitian yang di lakukan oleh Laili

Devi Agustin yang berjudul “Penggunaan media Flipchart untuk Meningkatkan

Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B di TK Negeri Bertaraf Internasional

Tlogolawu Malang”. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri

45
Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi…, hal.163-165
40

dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data

penelitian ini di peroleh dari hasil observasi dan unjuk kerja dan analisi data

menggunkan teknik prosentase. Berdasrkan hasil penelitian dapat di ketahui

bahwa penggunaan media flipchart dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai rata – rata

dari setiap siklus. Pada siklus 1 nilai rata–ratanya 62,5% sedangkan pada siklus

II nilai rata–ratanya meningkat menjadi 100%.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Susiani, dengan judul

“Penggunaan Media Flipchart Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak

Dongeng Pada Siswa Kelas II SD Negeri 02 Jati, Jaten, Karanganyar Tahun

Ajaran 2010 / 2011”. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus

terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan

data digunakan teknik dokumentasi, observasi, wawancara, dan tes. Teknik

analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai

tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan

atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media

flipchart dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng pada siswa

kelas II SD Negeri 02 Jati, Jaten, Karanganyar Tahun Ajaran 2010/2011. Hal

ini terbukti pada siklus 1 nilai rata – ratanya 66,75 dengan persentase

ketuntasan klasikal sebesar 75% dan pada siklus II nilai rata – rata kelas

meningkat menjadi 76 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 85%.


41

Penelitian lainnya juga pernah dilakukan oleh Rinawati yang berjudul

“Penggunaan Media Flipchart Untuk Meningkatkan hasil Belajar Siswa

Terhadap Materi Peraturan Sekolah Dalam Pembelajaran Pkn Kelas III SDN

Lidah Kulon V/468 Surabaya”. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus

terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik

pengumpulan data menggunakan hasil observasi dilaqkukan dengan

mendiskripsikan kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran, data tes

hasil belajar dianalisis menggunakan acuan tingkat pemahamn atau

penguasaan.. Dan untiuk hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus

I 62.26 dan pada siklus II 75,7%.

Berdasarkan paparan penelitian diatas, persamaan dengan penelitian

terdahulu dengan penelitian sekarang adalah sama – sama menggunakan jenis

penelitian tindakan kelas, tehnik pengumpulan data dan analisis datanya sama

menggunakan observasi, dan prosentase. Sedangkan perbedaan dari peneliti

terdahulu dengan yang sekarang adalah materi yang di gunakan berbeda tehnik

pengumpulan data menggunakan tes dan angket.

Agar lebih jelas mengenai hasil dari masing– masing penelitian di atas

dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu yang Relevan

No Judul Penelitian / Rancangan dan Hasil Rancangan Penelitian


Peneliti Penelitian
/ Tahun
42

1. Penggunaan Media a. Penelitian ini termasuk a. Judul penelitian


Flipchart Untuk Penelitian Tindakan yang ditulis oleh
Meningkatkan Kelas (PTK) yang peneliti adalah
Kemampuan Kognitif dilaksanakan dalam dua “Penggunaan Media
Anak Kelompok B di siklus terdiri dari Flipchart Untuk
TK Negeri Bertaraf perencanaan, Meningkatkan Hasil
Internasional Tlogowaru pelaksanaan, observasi, Belajar Matematika
Malang ( Laili devi dan refleksi. Siswa Kelas III MI
agustin / 2011). b. Peningkatan nilai rata- Tarbiyatul Banin
rata siswa siklus I Wal Banat
65,5% menjadi 100 % Karangan
pada siklus II. Trenggalek.
2. Penggunaan Media a. Penelitian ini termasuk b. Rancangan
Flipchart Untuk Penelitian Tndakan penelitian ini
Meningkatkan Kelas (PTK) yang menggunakan jenis
Keterampilan dilaksanakan dalam dua penelitian PTK
Menyimak dongeng siklus terdiri dari (Penelitian Tindakan
Pada siswa Kelas II SD perencanaan, Kelas) yang akan
Negeri 02 Jati, Jaten, pelaksanaan, observasi, dilaksanakan dalam
Karanganyar Tahun dan refleksi. dua siklus terdiri
Ajaran 2010/2011. b. Peningkatan nilai rata- dari perencanaan,
(Susiani 2010/2011). rata siswa pada siklus I pelaksanaan,
66,75 dan siklus II 76. observasi, dan
c. Peningkatan nilai refleksi.
ketuntasan belajar dari c. Teknik
siklus I75% menjadi pengumpulan data
85%. dalam penelitian ini
menggunakan tes,
observasi,
dokumentasi,
angket, dan catatan
lapangan.
3. Penggunaan Media a. Penelitian ini termasuk
Flipchart untuk Penelitian Tndakan
Meningkatkan hasil Kelas (PTK) yang
Belajar Siswa Terhadap dilaksanakan dalam dua
Materi Peraturan siklus terdiri dari
Sekolah Dalam perencanaan,
Pembelajaran Pkn SD pelaksanaan, observasi,
Kelas III SDN Lidah dan refleksi.
Kulon V/468 Surabaya.( b. Peningkatan nilai rata-
Rinawati) rata siswa siklus I
65,5% menjadi 1000%
pada siklus II.
43

I. Hipotesis Tindakan

Agar penelitian ini tidak menyimpang maka peneliti membuat

hipotesis sebagai berikut:

1. Jika media flipchart di gunakan dalam pembelajaran matematika materi

uang maka hasil belajar siswa kelas III MI Tarbiyatul Banin Wal Banat

karangan Trenggalek akan meningkat.

2. Jika media flipchart di gunakan dalam pembelajaran matematika materi

uang maka kialitas proses pembelajaran siswa kelas III MI Tarbiyatul

Banin Wal Banat Karangan Trengggalek akan meningkat.

3. Jika media flipchart digunakan dalam pembelajaran matematika materi

uang kelas III MI Tarbiyatul Banin Wal Banat karangan Trenggalek maka

hasil belajar siswa meningkat.

Anda mungkin juga menyukai