0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan3 halaman

Memahami Situasi untuk Keputusan Etis

Diunggah oleh

There SHa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan3 halaman

Memahami Situasi untuk Keputusan Etis

Diunggah oleh

There SHa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

**BAB 8 SITUASI**

**I. MENGAPA KITA PERLU MENGERTI SITUASI?**

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai situasi yang
memerlukan keputusan. Meskipun dua individu sepakat mengenai teologi norma dan
nilai-nilai etis, mereka mungkin berbeda pendapat mengenai tindakan yang harus
diambil. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang berbeda mengenai situasi yang
dihadapi. Kita tidak selalu harus menyesuaikan diri dengan keadaan, melainkan perlu
menentang kondisi yang tidak adil. Namun, kita tetap harus memahami situasi
tersebut. Setidaknya terdapat tiga alasan yang mendasarinya.

Pertama, kita perlu mengerti situasi supaya bisa menerapkan norma-norma dan nilai-
nilai etis kepada situasi itu. Seringkali, penilaian kita tentang apakah suatu
perbuatan baik atau salah bergantung pada situasi. Perbuatan yang dianggap salah
dalam situasi tertentu kadang-kadang dibolehkan atau diharuskan dalam situasi yang
lain. Misalnya, dalam konteks pinjaman uang, John Calvin mengamati bahwa dunia
perniagaan di Eropa pada abad ke-16 berbeda dengan dunia pertanian di Israel.
Calvin berpendapat bahwa bunga tidak seharusnya dikenakan kepada petani, karena ia
tidak menggunakan pinjaman tersebut untuk memperoleh keuntungan, melainkan dapat
dikenakan kepada pencetak atau pedagang yang memanfaatkan pinjaman sebagai modal
untuk meningkatkan kekayaannya. Ini menunjukkan bahwa pemahaman situasi sangat
penting dalam penerapan norma-norma etis (Brownlee, 2020).

Kedua, kita perlu mengerti situasi supaya kita dapat melakukan perbuatan yang tepat
dan berguna dalam situasi itu. Seringkali, orang yang bertindak sesuai dengan
norma-norma dan nilai-nilai etis yang baik, tetapi tindakannya sia-sia atau celaka
karena ia tidak mengerti situasi. Contoh dari orang Amerika yang mengalami
kecelakaan saat mengendarai sepeda motor menunjukkan bahwa tindakan baik yang
didasari oleh belas kasih dapat berujung pada hasil yang tragis jika tidak disertai
dengan pemahaman situasi yang tepat. Hal ini mengingatkan kita bahwa tindakan baik
harus disertai dengan pemahaman yang mendalam tentang situasi agar dapat memberikan
dampak positif.

Ketiga, kita perlu mengerti situasi supaya kita dapat mengetahui masalah-masalah
yang memerlukan perhatian. Jemaat Kristen perlu menyadari masalah-masalah yang ada
dalam masyarakat di sekitarnya serta masalah-masalah yang menghantam anggota jemaat
sendiri. Misalnya, dalam konteks kemiskinan dan pengangguran, gereja harus peka
terhadap kondisi sosial yang ada dan berusaha untuk memberikan solusi yang sesuai.
Dengan memahami situasi, gereja dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah
sosial yang ada di masyarakat.

**II. KESULITAN-KESULITAN DALAM MENGERTI SITUASI**

Kadang-kadang kita dapat cukup mengerti situasi dengan intuisi pikiran sehat tanpa
penyelidikan baru. Namun, seringkali situasi tidak gampang dimengerti. Ada dua
sebab utama yang menghambat pemahaman kita tentang situasi.

Pertama, kekusutan situasi serta keterbatasan pengetahuan kita. Salah satu


kesulitan mengenai situasi terletak dalam menentukan batas-batas situasi itu. Kapan
situasi mulai dan kapan berakhir? Setiap peristiwa dipengaruhi oleh banyak
peristiwa dalam masa lampau dan akan mempengaruhi banyak peristiwa dalam masa
depan. Misalnya, dalam konteks pembangunan ekonomi, kita harus mempertimbangkan
berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi masyarakat, termasuk faktor sosial,
politik, dan budaya. Setiap situasi terdiri dari banyak unsur, seperti tempat,
waktu, benda, orang-orang yang bertindak, struktur sosial, gagasan-gagasan, dan
Tuhan yang menyertai setiap situasi. Kita biasanya tidak mungkin menyelidiki semua
unsur dalam situasi dengan seksama. Namun, bagaimana kita menentukan unsur-unsur
mana yang penting?
Kedua, pengertian kita tentang situasi dipengaruhi oleh nilai-nilai kita,
kepentingan kita, pengalaman kita, prasangka kita, dan faktor-faktor subjektif lain
yang lebih banyak dipengaruhi oleh sikap mental kita daripada situasi itu sendiri.
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki prasangka tertentu terhadap kelompok
tertentu mungkin akan sulit untuk melihat situasi dengan objektif. Hal ini juga
diperkuat oleh lingkungan sosial kita, di mana pandangan orang lain dapat
mempengaruhi cara kita memahami situasi.

**III. BAGAIMANA KITA MEMPERBAIKI PENGERTIAN TENTANG SITUASI?**

Kita telah melihat bahwa pengertian kita tentang situasi sangat mempengaruhi
keputusan etis kita. Namun, situasi seringkali sukar dimengerti. Berikut adalah
beberapa cara untuk memperbaiki pengertian kita tentang situasi:

1. **Penyelidikan yang Memadai**: Kita harus menyelidiki situasi sejauh


penyelidikan itu mungkin diadakan dan sejauh penyelidikan itu perlu untuk mengambil
keputusan yang tepat. Kita jangan puas dengan pengertian yang dangkal. Tentu kita
tidak bertanggung jawab dan tidak mungkin mempunyai pengetahuan lengkap tentang
segala masalah yang mungkin kita hadapi. Namun, ketika kita mengetahui bahwa kita
perlu mengambil keputusan tentang sesuatu masalah, kita bertanggung jawab untuk
sedapat mungkin mencari informasi yang kita perlukan.

2. **Penggunaan Bahan Ilmiah dan Keterangan-Keterangan Ahli**: Karena pengetahuan


kita terbatas, kita sering harus mencari informasi dari orang-orang yang mempunyai
keahlian yang tidak kita punyai. Dalam hal ini, penting untuk menghormati pandangan
ahli dan membandingkan pendapat mereka. Kita perlu menilai pandangan ahli dengan
mempertimbangkan keahlian, informasi terbaru, serta kepentingan yang mungkin
memengaruhi pandangan mereka.

3. **Memperluas Penglihatan tentang Situasi**: Pengertian kita tentang situasi


perlu cukup luas supaya mencakup semua faktor yang bersangkut paut dengan keputusan
kita. Kita perlu mempertimbangkan akibat keputusan kita selama jangka waktu yang
panjang. Misalnya, dalam keputusan untuk pindah kerja, kita harus mempertimbangkan
tidak hanya gaji yang lebih tinggi, tetapi juga kualitas hidup dan dampak terhadap
keluarga.

4. **Kepekaan kepada Pekerjaan dan Kehendak Allah**: Orang Kristen percaya bahwa
Allah bekerja dalam setiap situasi. Kita perlu berusaha untuk mengerti bagaimana
Allah bekerja dan bagaimana maksudNya dalam situasi-situasi yang kita hadapi.
Dengan melihat situasi dari perspektif Allah, kita dapat mengatasi prasangka yang
timbul dari kepentingan kita dan memperoleh penglihatan baru tentang tugas kita
dalam masyarakat.

**IV. NORMA-NORMA SERTA PENGERTIAN TENTANG SITUASI**

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa baik norma-norma dan nilai-nilai etis
maupun pengertian tentang situasi perlu dalam pengambilan keputusan etis. Keputusan
yang tepat tidak mungkin diambil berdasarkan norma-norma saja terlepas dari
pengetahuan realistis tentang masalah yang dihadapi. Namun, keputusan juga tidak
mungkin terlepas dari norma-norma dan nilai-nilai etis. Maka, pengetahuan yang
memadai serta nilai-nilai yang baik diperlukan untuk keputusan yang baik.

Dalam konteks ini, penting untuk terus menerus memperbaharui pemahaman kita tentang
situasi yang ada di sekitar kita, baik dalam konteks pribadi, sosial, maupun
spiritual. Dengan demikian, kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan
lebih bertanggung jawab, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan
lingkungan sekitar kita.
**Referensi:**
Brownlee, M. (2020). *Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-Faktor di Dalamnya*.

Anda mungkin juga menyukai