Pengaruh Resinex pada Sifat Lumpur HPHT
Pengaruh Resinex pada Sifat Lumpur HPHT
Abstrak
Pada pemboran trayek 17 ½” ini menembus formasi Muara Enim – Talangakar yang memiliki litologi shale dengan
temperatur tinggi, dimana hal tersebut dapat merubah sifat fisik Lumpur, material Additive Resinex pada Lumpur
Pemboran berperan menjadikan lumpur pemboran lebih stabil pada temperature tinggi sekaligus sebagai fluid loss
control agent. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan mud properties pada water base mud Kcl polymer
dengan berbagai variasi konsentrasi Resinex yang sesuai dengan spesifikasi, selanjutnya untuk mendapatkan pemilihan
konsetrasi Resinex yang terbaik yang sesuai pada trayek ini. Percobaan ini dilakukan skala Laboratorium dengan
melakukan pengujian Lumpur Kcl polymer yang ditambahkan material Resinex sebanyak 2 gram, 4 gram, 6 gram, dan 8
gram. Hasil pengujian mud weight, pH, rheology, API filtrate, dan Clˉ. Hasil Penelitian didapatkan properties lumpur
yang bervariasi, dimana hasil yang paling optimal dan ekonomis yaitu dengan penggunaan konsentrasi Resinex 6 gram.
Kata Kunci: Kcl polymer, lumpur pemboran, pengujian sifat fisik, Resinex, temperature.
Abstract
Drilling trajectory 17 ½", it penetrates the Muara Enim - Talangakar formation which has shale lithology with high
temperatures, can effect the physical properties change of the mud, the Resinex Additive material in the Drilling Mud
plays a role makes drilling mud more stable at high temperatures and as fluid loss control additive. The Goal of this
Laboratory study is to decide of changes in mud properties in Kcl polymer water base mud with various variations in
Resinex concentration according to specifications, then to determine the best Resinex concentration selection that is
competible for this traject. This research was taken on a laboratory test by testing Kcl polymer mud to which 2 gram, 4
gram, 6 gram and 8 gram of Resinex material were added. Mud weight, pH, rheology, API filtrate, and Clˉ test results.
The research results showed varying trends in mud properties, where the most optimal and economical results were
using a Resinex concentration of 6 grams.
Keywords: Kcl polymer, drilling mud, physical properties test, Resinex, high temperature.
1. PENDAHULUAN Permasalahan pada percobaan perbandingan empat
sampel ini yaitu bagaimana menanggulangi atau
Lumpur pemboran merupakan komponen yang mendapatkan specification HPHT filtrate pada
sangat krusial pada proses pemboran, Formulasi temperature 200ºF. Pemboran Pada sumur kondisi
Lumpur yang bagus meliputi pemilihan fluida HPHT membutuhkan design yang special terutama
dikarenakan untuk mencegah dari Hasil yang tidak Properties dari lumpur pemborannya yang stabil.(Satya
diinginkan, salah satu kondisi yang tidak dinginkan Mohan et al, 2019)
adalah swelling, fluid loss(Al-Hameedi et al., 2019).
Operasi pemboran merupakan penyebab utama 1.1 Dasar Lumpur Pemboran
ketidakstabilan lubang sumur, ketika lumpur pemboran Lumpur pemboran menurut (API 13, 2010)
berinteraksi dengan formasi shale yang akan ditembus diartikan sebagai fluida yang bersirkulasi dalam operasi
(Rana et al., 2019). pengeboran, mempunyai banyak variasi fungsi, dan
Pada Penelitian ini menggunakan material Resinex, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
karena material ini berfungsi untuk fluid loss control optimalnya operasi pengeboran. Oleh karena itu, hal ini
sekaligus menstabilkan nilai rheology pada temperatur sangat penting bagi keberhasilan operasi pengeboran.
tinggi (Mi Swaco, 2006). Dalam aplikasi lapangan, Properties dari lumpur pemboran terdiri dari PV,
Resinex ini dapat menstabilkan dan memperluas batasan YP, Filtration (API dan HP HT), ketebalan mud cake,
suhu dan ketahanan kontaminasi sistem lumpur berbasis Ph, untuk mengevaluasi kestabilan properties pada
air hingga 400ºF. Resinex terbuat dari resin lignit, yang temperature tinggi 300 0 F diperlukan Pengukuran
mudah menyerap air karena sifatnya yang berpori dan selama 16 jam.(Al-Yami et al., 2019)
polar, sehingga dapat mempertahankan ikatan partikel
yang baik bahkan pada suhu tinggi. Lumpur pengeboran 1.2 Sifat Fisik Lumpur Pemboran
yang diberi aditif ini dapat mengontrol hilangnya filtrat 1.2.1 Densitas
lumpur terhadap formasi dan viskositas karena sifat Berat jenis lumpur harus dikontrol untuk
Resinex. (Nurhidayatika Awaliyah 2016). menghasilkan tekanan hidrostatik yang cukup untuk
Lumpur polimer KCL merupakan lumpur yang menahan tekanan formasi. Namun nilainya tidak boleh
mengontrol reaksi kimia lapisan shale dan dapat terlalu besar karena dapat merusak formasi dan
menekan laju swelling shale. Lumpur ini termasuk jenis menyebabkan hilangnya lumpur di dalam formasi.
lumpur berbahan dasar air karena komponen dasarnya (Rubiandini, 2010)
adalah air. Lumpur ini sangat ideal untuk digunakan
pada jenis batuan shale. (Emanuella W.Y.P. et al., 2022) w
Pada pemboran trayek 17 ½” ini menembus ρmud = .......................................................................(1)
formasi Muara Enim – Talangakar. Dimana pada V
formasi ini didominasi oleh litologi batu lempung, batu Ph = 0,052 x ρ x d........................................................(2)
bara, batu pasir, dan batuan shale yang mengandung
clay yang reaktif terhadap air filtrate lumpur yang 1.2.2 Rheology
memungkinkan terjadinya swelling clay, sloughing Rheology adalah istilah yang digunakan untuk
shale dan pipe sticking. Sehingga permasalahan ini menggambarkan aliran cairan dan formasi dari padatan.
harus diatasi dengan melakukan perencanaan lumpur (Lapeyrouse, 2002)
agar masalah tersebut dapat diatasi dan tidak 1) Plastic Viscosity (PV)
menghambat laju pengeboran. Maka dirancang lumpur PV = RPM 600 – RPM 300....................................(3)
Kcl polymer dengan material Resinex pada konsentrasi 2) Yield Point (YP)
yang berbeda dan kemudian di ujikan dengan YP = RPM 300 – PV..............................................(4)
menggunakan alat High Pressure High Temperature 3) Low Shear Yield Point (LSYP)
(HPHT). LSYP = (RPM 3 x 2) – RPM 6..............................(5)
Percobaan perbandingan antara empat sample 4) Gel Strength.
lumpur KCL-Polymer pada material Resinex dengan
konsentrasi yang berbeda ini dilakukan dengan 1.2.3 Filtration Loss dan Mud Cake
menggunakan alat HPHT test, yang dapat membaca Fluida yang hilang ke dalam batuan disebut
tingkat banyaknya filtrate yang keluar, sehingga dari filtrate, sedangkan lapisan partikel besar tertahan di
keempat sampel tersebut dapat ditentukan sampel permukaan disebut mud cake.
material Resinex dengan konsentrasi berapa yang lebih 1.2.4 pH
efektif. Pemilihan Drilling fluid harus 1.2.5 Ion Chloride (Cl-)
mempertimbangkan Faktor safety, teknis, ekonomis, dan
Lingkungan.(Ismail et al., 2017) 1.3 Material Pembuatan Lumpur
Pengujian pengaruh material Resinex terhadap Material lumpur pemboran adalah sejumlah bahan-
properties High Pressure High Temperature (HPHT) bahan yang digunakan untuk membuat lumpur sesuai
dilakukan untuk mencari komposisi material yang dengan sifat yang dibutuhkan oleh sumur. Jenis dari
efektif, efisien, dan murah untuk mendapatkan hasil material lumpur seperti; fresh water, bentonite, NaOH,
yang sesuai dengan specification. KCl, soltex, Resinex, dan lain sebagainya.
Resinex adalah material untuk campuran water
base drilling, berwarna cokelat gelap berbentuk serbuk,
Resinex mampu mengontrol lumpur pada temperature
tinggi dan memiliki spesific gravity 1,5 g/m3. Berfungsi
untuk mengontrol filltrate pada lumpur pemboran dan
mengontrol stabilitas shale.
Resinex digunakan di semua sistem berbasis air
pada benda padat apa pun untuk mengurangi dan
menjaga kehilangan cairan tetap rendah, sehingga
meningkatkan kinerja cairan pengeboran berbasis air. Gambar 1. Flowchart
Aditif Resinex tidak meningkatkan viskositas, namun III. Hasil dan Pembahasan
menstabilkan cairan pada kondisi sumur tinggi sekaligus III.1 Prosedur Pembuatan Lumpur Kcl polymer
mengontrol laju filtrasi pada suhu dan tekanan tinggi. III.1.1 Konsentrasi Material
Resinex harus digunakan pada konsentrasi 2 Material yang digunakan pada 4 sampel ini
hingga 8 lb/bbl (5,7 hingga 22,8 kg/m3) untuk terdiri dari fresh water, biocide, NaOH, unigel, PAC-L,
mengontrol kehilangan cairan. Untuk mencapai starch, Resinex, CaCO3, soltex, barite, KCL, dan XCD.
kelarutan optimum, pH harus diatur di atas 10,0. Cairan Pada 4 sampel ini menggunakan komposisi material
densitas yang lebih tinggi akan membutuhkan Resinex yang berbeda. Dimana sampel 1 menggunakan
konsentrasi aditif Resinex yang lebih besar (Mi-swaco, material Resinex = 2 gr, sampel 2 = 4 gr, sampel 3 = 6
2004). gr, sampel 4 = 8 gr.
Tabel 2. Konsentrasi Material
1.4 Lumpur KCL-Polymer
Lumpur polymer KCL merupakan lumpur yang
mengontrol reaksi kimia pada formasi shale. Lumpur
polymer KCL (potassium cloride) mempunyai
kemampuan mencegah laju swelling dengan
mengurangi hidrasi clay.
II. Metodologi
Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan
mengumpulkan data, mempelajari literatur dan
mengolah data. Data yang tersedia adalah data empat III.1.2 Prosedur Mixing
sampel lumpur Kcl polymer dengan komposisi material Proses mixing lumpur langkah pertama adalah
Resinex yang berbeda, yaitu 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr. menimbang seluruh material sesuai dengan konsentrasi
Setelah mengumpulkan data, kemudian melakukan nya (Tabel 2). Masing-masing material memiliki waktu
pengujian perbandingan empat sampel lumpur Kcl mixing yg variatif ditunjukkan pada table 3.
polymer terhadap properties lumpur.
Tabel 3. Mixing Procedure Lumpur KCL-Polymer
Spesifikasi PV (cps)
Plastic Viscosity
36
33 Ket :
30
PV
27 PV
24 (Max)
21 19 20 20 19
18
15
2 gram 4 gram 6 gram 8 gram
Resinex (gr)
1. Pengukuran Mud Weight 2.1 Plastic Viscosity
Berat lumpur merupakan salah satu sifat lumpur Material yang digunakan pada Plastic Viscosity
yang sangat penting. Sebab, perannya berkaitan ialah PAC-LV, Bentonite, dan XCD.
langsung dengan fungsi lumpur pemboran sebagai Gambar 3. Diagram Perbandingan Pengujian Plastic
penahan tekanan formasi. Viscosity
Tabel 5. Mud Weight lumpur KCL-Polymer
Pengujian Plastic Viscosity lumpur KCL-Polymer
RESULT Tes 200 F @ 16 hours menggunakan rheometer fann 35. Berikut adalah
Mud Properties
SPEC Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 pengukuran plastic viscosity dengan persamaan 2.3.
(2.00 gram) (4.00 gram) (6.00 gram) (8.00 gram) Dari hasil pengukuran lumpur KCL-Polymer 2 gr
Resinex = 19 cps, 4 gr Resinex
32 = 20 cps, 6 gr Resinex
MW 1.45 - 1.90 1.45 1.45 1.45 1.45
= 20 cps, dan 8 gr Resinex = 19 cps. Hasil pengujian
Gambar 2. Diagram Perbandingan Pengujian Mud Plastic Viscosity pada konsentrasi material Resinex 2
Spesifikasi Mud Weight (sg)
1
2 gram 4 gram 6 gram 8 gram
Resinex (gr)
Weight
Spesifikasi YP (lbs/100ft2)
Material yang digunakan pada gel strength ialah
Bentonite dan XCD.
Yield Point Gambar 6. Diagram Perbandingan Pengujian Gel
34
33 Strength 10 Detik
32 32 Ke
32 31 t YP
: Gambar 7. Diagram Perbandingan Pengujian Gel
31 30 YP Strength 10 Menit
30 (Min)
29
YP Dari hasil pengukuran menggunakan rheometer, lumpur
28 (Max) KCL-Polymer 2 gr Resinex gel strength 10 detik = 10
27
lbs/100 ft2 untuk gel strength 10 menit = 23 lbs/100 ft2,
26
4 gr Resinex gel strength 10 detik = 10 lbs/100 ft2 untuk
25
2 gram 4 gram 6 gram 8 gram gel strength 10 menit = 22 lbs/100 ft2, 6 gr Resinex gel
Resinex (gr) strength 10 detik = 9 lbs/100 ft2 untuk gel strength 10
Gambar 4. Diagram Perbandingan Pengujian Yield menit = 22 lbs/100 ft2, dan 8 gr Resinex gel strength 10
Point detik = 10 lbs/100 ft2 untuk gel strength 10 menit = 23
lbs/100 ft2 .
Pengujian Yield Point lumpur KCL-Polymer
menggunakan rheometer fann 35. Berikut adalah Gel Strength 10 menit
(lbs/100ft2)
gr Resinex = 30 lbs/100ft2, dan 8 gr Resinex = 32 Gel
24 Strength
lbs/100ft2. Hasil pengujian Yield Point pada konsentrasi 23 23
material Resinex 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr semuanya 23 Gel
22 22 Strength
masuk spesifikasi yang dimana range YP yaitu 26 – 33 22 (Min)
lbs/100ft2. 21 Gel
20 Strength
2.3 Low Shear Yield Point (Max)
Low Shear Yield Point adalah kemampuan fluida 19
untuk mengangkat cutting ke permukaan pada kondisi 2 gram 4 gram 6 gram 8 gram
lubang yang directional atau horizontal. Material yang Resinex (gr)
digunakan pada LSYP ialah Bentonite dan XCD.
Hasil pengujian gel strength 10 detik pada
konsentrasi material Resinex 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr
semuanya masuk spesifikasi yang dimana range gel
strength 10 detik yaitu ≤ 8 – 12 lbs/100ft². Hasil
pengujian gel strength 10 menit pada konsentrasi
material Resinex 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr semuanya juga
masuk spesifikasi yang dimana range gel strength 10
menit yaitu 20 – 25 lbs/100ft².
3. API Filter Press 100 Psi (LPLT)
Material yang digunakan ialah Soltex, Resinex,
PAC-LV, dan Starch.
pengukuran low shear yield point dengan persamaan Gel Strength 10 detik
2.5. Dari hasil pengukuran lumpur KCL-Polymer 2 gr
Resinex = 7 lbs/100ft2, 4 gr Resinex = 7 lbs/100ft2, 6 gr 13 Ket :
(lbs/100ft2)
Resinex (gr)
Gambar 8. Diagram Perbandingan Pengujian Filtrate konsentrasi material Resinex 6 gr, dan 8 gr masuk sesuai
API LPLT spesifikasi yang di tentukan. Dari hasil percobaan diatas
Dari hasil pengujian API Filter Press 100 Psi dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin kecil
lumpur KCL- Polymer pada 2 gr Resinex = 4,8 ml, 4 gr konsentrasi Resinex, maka nilai filtrate HPHT semakin
Resinex = 4,2 ml, 6 gr Resinex = 3,4 ml, 8 gr Resinex = besar.
3,0 ml. Hasil pengujian API Filter Press pada
konsentrasi material Resinex 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr 5. Pengukuran pH Lumpur
semuanya masuk spesifikasi yang dimana range Power of Hydrogen adalah pengukuran asam
Filtrate API yaitu ≤ 5 ml. atau basa suatu cairan. Hal ini penting karena jika
terlalu asam maka akan memicu laju korosi. Material
4. HPHT Filter Press (200ºF) yang digunakan pada pH ialah NaOH.
Pada pengujian HPHT (High Pressure and High
Temperature) filter press tujuannya sama dengan API
filter press yaitu mengetahui filtrate yang keluar, namun
pada pengujuian ini kita berikan temperatur dan
tekanan.
1
0
2 gram 4 gram 6 gram 8 gram
Resinex (gr)
Polymer pada 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr Resinex
seluruhnya mendapatkan hasil 45.000 mg/l, dimana
pada 4 sampel lumpur tersebut tidak ada kenaikan
ataupun penurunan dan sudah sesuai dengan spesifikasi
range yang dibutuhkan yaitu 41.000 – 45.000 mg/l.
Jadi kesimpulan yang telah di dapat dari hasil
pengujian HPHT Filter Press lumpur Kcl polymer
dengan 4 perbandingan lumpur pada konsentrasi
material Resinex yang berbeda yaitu 2 gr Resinex, 4 gr
Resinex, 6 gr Resinex, dan 8 gr Resinex, maka hasil
yang paling optimal dan ekonomis yaitu dengan
penggunaan Resinex sebanyak 6 gram. Alasan
digunakan material Resinex 6 gr karena pada Tabel 4.
dapat dilihat bahwa dengan Resinex 2 gr hasil yang di
dapatkan sudah keluar dari nilai spesification yang di
Gambar 11. Diagram Perbandingan Pengujian Ion butuhkan, sedangkan Resinex 4 gr hasil yang di
Chloride (Cl-) dapatkan terlalu mepet dengan nilai spesification yang
dibutuhkan, dan pada Resinex 8 gr hasil yang di
Dari hasil pengujian Ion Chloride pada lumpur dapatkan terlalu jauh dari specification yang dibutuhkan
KCL-Polymer pada 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr Resinex dan hasil pH yang di dapatkan sudah tidak masuk
seluruhnya di dapatkan 45.000 mg/l. Hasil pengujian specification material Resinex yang dimana material
Ion Chloride (Clˉ) pada konsentrasi material Resinex 2 Resinex ini harus mempertahankan pH diatas 10,0.
gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr semuanya sama dimana hasil IV. Kesimpulan
tersebut masuk spesifikasi yang dimana spesifikasi
range Clˉ yaitu 41.000 – 45.000 mg/l. Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan dapat
ditarik beberapa kesimpulan sementara antara lain:
Pada pengujian ini dilakukan perbandingan 4 jenis 1. Dari hasil pengujian Lmupur Kcl polymer dengan
lumpur Kcl polymer dengan material Resinex pada berbagai variasi konsentrasi Resinex didapatkan
konsentrasi yang berbeda yaitu 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr nilai densitas, PV,YP,LSYP,gel strength, filtrate
Resinex. Pada table 4 dapat dilihat Jika diperhatikan API tidak terjadi perubahan yang significant, tetapi
lumpur KCL-polymer pada 2 gr, 4 gr, 6 gr, dan 8 gr untuk HPHT filter press lumpur KCL-polymer
Resinex semuanya mendapatkan hasil 1,45 SG, dimana mengalami perubahan pada 2 gr Resinex = 17,2
pada nilai 4 sampel lumpur tersebut tidak ada kenaikan ml/30 menit, 4 gr Resinex = 16 ml/30 menit, 6 gr
maupun penurunan dan sudah sesuai dengan spesifikasi Resinex = 14,8 ml/30 menit, 8 gr Resinex = 14,4
range yang dibutuhkan yaitu 1,45 – 1,90 SG. Pada ml/30 menit.
pengujian rheology (PV, YP, LSYP, gel strength) 2. Hasil dari test 4 sampel dengan jumlah material
terdapat perubahan yang tidak terlalu signifikan. Dari 4 Resinex yang berbeda yaitu material Resinex pada
sampel tersebut tidak ada nilai yang keluar dari range properties HPHT diantaranya ada hasil yang tidak
yang diinginkan, karena Resinex efektif dalam masuk dan ada yang masuk specification, , dimana
mengontrol kehilangan cairan tanpa meningkatkan hasil yang paling optimal dan ekonomis yaitu
viskositas. Pada pengujian API filter press terbukti dengan penggunaan Resinex 6 gram.
bahwa material Resinex mampu mengontrol hilangnya
cairan dalam lumpur tanpa mengubah properties lumpur V. Daftar Pustaka
yang lain. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin
besar konsentrasi Resinex yang digunakan, maka akan
Al-Hameedi, A. T. T., Alkinani, H. H., Dunn-Norman,
semakin kecil nilai filtrate API LPLT yang didapatkan.
S., Al-Alwani, M. A., Feliz, J. D., Alshammari, A.
Dari hasil pengujian HPHT filter press diperoleh nilai
F., Albazzaz, H. W., Hamoud, Z. A., Mutar, R.
17,2 ml/30 menit untuk nilai filtrate nya, dimana nilai
A., & Al-Bazzaz, W. H. (2019). Laboratory study
tersebut melebihi range spesifikasi yang diinginkan.
of environmentally friendly drilling fluid additives
Berdasarkan hasil pengujian lumpur tersebut, diapat
to be used a thinner in water-based muds. Society
ditentukan sampel lumpur yang paling optimal dan
of Petroleum Engineers - Abu Dhabi
ekonomis yaitu dengan penggunaan Resinex sebanyak 6
International Petroleum Exhibition and
gram.
Conference 2019, ADIP 2019.
Dari hasil pengujian pH pada lumpur KCL-
[Link]
Polymer dapat dilihat pada gambar 10. jika diamati
adanya penurunan pada ke 4 lumpur tersebut, namun
Al-Yami, A., Al-Jubran, M., Wagle, V., & Al-Mulhim,
pada penurunan nilai tersebut tidak terjadi perubahan
M. (2019). Development of a new reservoir-
yang terlalu signifikan dan nilai PH tersebut tidak ada
friendly drilling fluid for higher gas production.
yang keluar dari range yang diinginkan. Kenaikan
Society of Petroleum Engineers - Abu Dhabi
konsentrasi material Resinex menurunnya nilai pH.
International Petroleum Exhibition and
Dari hasil pengujian Ion Chloride dapat dilihat
Conference 2018, ADIPEC 2018, 1–10.
pada gambar 11. jika diperhatikan lumpur KCL-
[Link]
Challenges for Drilling Fluids in Hpht. (2019). 6(6),
172–181.