6C YULIA PUTRI ANDINI
SLE
A. PENGERTIAN
Penyakit lupus atau lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang bisa menyebabkan
peradangan di beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, hingga otak. Lupus dapat dialami
oleh siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh wanita.
Pada kondisi normal, sistem imun akan melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Akan tetapi, pada
orang yang mengalami penyakit autoimun seperti lupus, sistem imun justru menyerang sel,
jaringan, dan organ tubuh yang sehat.
Lupus terbagi dalam beberapa jenis, yaitu systemic lupus erythematosus (SLE), lupus pada kulit
(cutaneus lupus), lupus akibat obat (drug induced lupus), dan lupus yang terjadi pada bayi baru
lahir (neonatal lupus).
B. Penyebab dan Gejala Lupus
Penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan sering
dikaitkan dengan terjadinya lupus. Beberapa pemicu munculnya gejala lupus adalah paparan sinar
matahari, penyakit infeksi, atau obat-obatan tertentu.
Lupus dapat menyebabkan peradangan di berbagai organ dan bagian tubuh. Hal ini menyebabkan
gejala lupus bisa berbeda pada penderitanya. Meski begitu, terdapat sejumlah gejala umum yang
bisa terjadi, seperti nyeri dan kaku pada sendi, lelah, ruam kulit, sensitif terhadap sinar matahari,
dan penurunan berat badan.
C. Pengobatan dan Pencegahan Lupus
Lupus tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada sebatas untuk meredakan keluhan, mencegah
munculnya gejala, dan menghambat perkembangan penyakit. Metode pengobatannya bisa berupa
pemberian obat-obatan, penerapan pola hidup sehat, dan pengelolaan stres dengan cara yang positif.
Lupus juga tidak dapat dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan
risiko terkena lupus atau mencegah kambuhnya keluhan dan gejala. Contohnya adalah dengan
menerapkan gaya hidup sehat, menghindari pemicu lupus, dan melakukan kontrol kesehatan ke
dokter secara berkala.