MODUL PELATIHAN FUNGSIONAL
PENGAMAN PEMASYARAKATAN PEMULA
TEKNIK PENGGELEDAHAN
BADAN, KAMAR, BARANG
DAN KENDARAAN
Penulis:
Jonggi Manaor Daniel, S.H., M.H.
Muji Raharjo Drajat Santoso, Bc.I.P., S.H., M.M.
Editor:
Yusril Arinaldy Asdira, [Link]
BPSDM KUMHAM PRESS
MODUL PELATIHAN FUNGSIONAL PENGAMAN PEMASYARAKATAN PEMULA
TEKNIK PENGGELEDAHAN BADAN, KAMAR, BARANG DAN
KENDARAAN
Penulis:
Jonggi Manaor Daniel, S.H., M.H.
Muji Raharjo Drajat Santoso, Bc.I.P., S.H., M.M.
ISBN : 978–623–0000–00–0
Editor :
Yusril Arinaldy Asdira, [Link]
Penyunting :
Dr. Asep Kurnia
Desain Sampul dan Tata Letak :
Sopi Ahyar
Penerbit :
BPSDM KUMHAM Press
Jl. Raya Gandul No. 4 Kec. Cinere - Kota Depok
Telp. +62 217540123
Email [Link]@[Link]
Distributor Tunggal :
CV. Alnindra Putra Perkasa
Jl. KH. M. Usman No. 8B, Kukusan, Kota Depok
Email [Link]@[Link]
Cetakan Pertama, Oktober 2022
Hak Cipta © dilindungi Undang-Undang.
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin
tertulis dari penerbit.
ii Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat
dan karunia-Nya Modul Pelatihan Fungsional Pengaman
Pemasyarakatan Pemula telah terselesaikan tepat waktu. Modul ini
merupakan upaya yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Hukum dan HAM dalam rangka memenuhi kompetensi
yang dibutuhkan oleh Pengaman Pemasyarakatan Pemula, guna
meningkatkan kinerja individu maupun organisasi.
Modul Pelatihan Fungsional Pengaman Pemasyarakatan Pemula
ini merupakan strategi pendokumentasian tacit dan explicit knowledge
yang merupakan bagian dari aset intelektual organisasi. Keberadaannya
diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran peserta secara
mandiri, pengayaan materi pelatihan dan peningkatan kemampuan
organisasi dalam konteks pengembangan kompetensi yang terintegrasi
(CorporateUniversity) dengan pengembangan karir.
Modul Pelatihan Fungsional Pengaman Pemasyarakatan Pemula
ini menjadi sumber belajar guna pemenuhan hak dan kewajiban
pengembangan kompetensi paling sedikit 20 Jam Pelajaran (JP) dalam
1 tahun bagi setiap pegawai, sebagaimana amanat Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil
Negara (ASN).
Kami atas nama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Hukum dan HakAsasi Manusia menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak atas dukungan dan kontribusinya dalam
penyelesaian modul ini. Segala kritik dan saran sangat kami harapkan
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan iii
guna peningkatan kualitas modul pada Pelatihan Fungsional Pengaman
Pemasyarakatan Pemula ini. Semoga modul ini dapat berkontribusi positif
bagi para pembelajar.
Selamat Membaca. Salam Pembelajar.
Depok, Oktober 2022
Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Hukum
dan Hak Asasi Manusia,
Dr. Asep Kurnia
NIP. 19661119 198603 1 001
iv Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Esa atas segalalimpahan rahmat dan karunia-Nya yang tak
terhingga, sehingga Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional dan
HAM Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM
dapat menyelesaikan Penyusunan modul yang berjudul “Teknik
Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan” sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.
Mengingat pentingnya peran yang dimiliki oleh Pengaman
Pemasyarakatan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2021 tentang
Jabatan Fungsional Pengaman Pemasyarakatan, bahwa dalam upaya
melaksanakan pencegahan dan penindakan terhadap setiap gangguan
keamanan dan ketertiban dibidang Keamanan dan Ketertiban
Pemasyarakatan maka perlu adanya peningkatan kompetensi. Salah
satunya melalui Pelatihan Fungsional Pengaman Pemasyarakatan.
Untuk mencapai keberhasilan dan efektivitas penyelenggaraan
Pelatihan Fungsional Pengaman Pemasyarakatan diperlukan modul yang
berkualitas dan sesuai dengan kurikulum pelatihan yang telah disusun
berdasarkan kebutuhan pengembangan kompetensi Pejabat Fungsional
Pengaman Pemasyarakatan. Diharapkan modul ini dapat memberikan
ilmu yang bermanfaat bagi Pejabat Fungsional Pengaman
Pemasyarakatan dalam melakukan tugas dan fungsinya. Di samping
mempelajari modul secara menyeluruh, Peserta juga disarankan dapat
mengembangkan pemahaman melalui sumber-sumber belajar lain di luar
modul. Semoga modul ini dapat bermanfaat dan membantu dalam proses
pembelajaran.
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan v
Harapan kami semoga melalui Pelatihan Fungsional Pengaman
Pemasyarakatan dapat dihasilkan para lulusan Pejabat Fungsional
Pengaman Pemasyarakatan yang memiliki kompetensi serta mampu
melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional dan berintegritas.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada
para narasumber yang telah memberikan masukan yang sangat
bermanfaat untuk penyempurnaan Modul ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih jauh dari
kesempurnaan, kritik dan saran serta partisipasi dari berbagai pihak
sangatlah besar untuk perbaikan modul ini. Akhirnya kami berharap modul
ini dapat bermanfaat dan dapat memberikontribusi dalam meningkatkan
kompetensi Jabatan Fungsional Pengaman Pemasyarakatan.
Depok, Oktober 2022
Kepala Pusat Pengembangan Diklat
Fungsional dan HAM,
Dr. Ilham Djaya
NIP. 196412201991031002
vi Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
DAFTAR ISI
Halaman
KATA SAMBUTAN ........................................................................ iii
KATA PENGANTAR...................................................................... v
DAFTAR ISI ................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................. 1
A. Latar Belakang............................................................ 1
B. Deskripsi Singkat ...................................................... 5
C. Hasil Belajar................................................................ 5
D. Indikator Hasil Belajar ................................................ 5
E. Materi Pokok.............................................................. 6
F. Manfaat ....................................................................... 6
G. Petunjuk Belajar.......................................................... 7
BAB II KONSEP UMUM PENGGELEDAHAN .......................... 9
A. Pengertian Penggeledahan ....................................... 9
B. Jenis-jenis Penggeledahan ....................................... 11
C. Latihan ........................................................................ 12
D. Rangkuman ................................................................ 12
E. Evaluasi....................................................................... 13
F. Umpan Balik ............................................................... 13
BAB III PENGGELEDAHAN BADAN ......................................... 15
A. Penggeledahan Dengan Pakaian ............................. 15
B. Penggeledahan Tanpa Pakaian ................................ 33
C. Latihan ........................................................................ 36
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan vii
D. Rangkuman................................................................. 36
E. Evaluasi....................................................................... 37
F. Umpan Balik ............................................................... 37
BAB IVPEMERIKSAAN BARANG DAN KENDARAAN........... 39
A. Pemeriksaan Barang ................................................. 39
B. Pemeriksaan Kendaraan ........................................... 41
C. Latihan......................................................................... 44
D. Rangkuman................................................................. 44
E. Evaluasi....................................................................... 45
F. Umpan Balik ............................................................... 45
BAB V PENGGELEDAHAN KAMAR/RUANGAN ..................... 47
A. Penggeledahan Kamar Hunian.................................. 47
B. Penggeledahan Area Blok......................................... 52
C. Penggeledahan Ruangan........................................... 53
D. Latihan......................................................................... 56
E. Rangkuman................................................................. 56
F. Evaluasi....................................................................... 56
G. Umpan Balik ............................................................... 57
BAB VI PENUTUP........................................................................ 59
A. Simpulan...................................................................... 59
B. Tindak Lanjut............................................................... 60
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... 61
GLOSARIUM ................................................................................. 62
viii Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
BAB I
PENDAHULUAN
Selamat datang dalam Pelatihan Pengaman Pemasyarakatan
Pemula “Teknik Penggeledahan Badan, Kamar, Barang Dan
Kendaraan”.Dalam hal ini sangatlah penting bagi petugas
pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah
Tahanan Negara (Rutan) untuk mengetahui dan mengusai aturan atau
tata cara serta prosedur dalam melakukan penggledahan dalam
melaksanakan tugas sehari-hari. Sebagai bagian dari pelatihan,
maka modul ini akan memperkenalkan kepada para peserta tentang
melakukan teknik penggeledahan terhadap badan, kamar, barang dan
kendaraan.
A. Latar Belakang
Lembaga Pemasyarakatan sebagai tempat yang memiliki
karakteristik khusus terutama dalam hal pengamanan
menjadikannya tempat yang tidak sembarangan orang dapat
beraktivitas bebas di [Link] hanya beraktifitas, untuk
dapat masuk saja setiap orang tidak bisa bebas seenaknya,
harus melalui berbagai pintu dan [Link] demikian,
sebagai tempat yang dikategorikan khusus, maka diberlakukan
aturan-aturan yang khusus pula.
Salah satu hal khusus adalah setiap orang, barang dan kendaraan
yang akan memasuki wilayah Lapas, Rutan dan LPKA( Lembaga
Pemasyarakatan Khusus Anak) harus mendapatkan izin dari
otoritas. Selain izin, akan dilakukan penggeledahan/
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 1
pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan tersebut
untuk mengantiisipasi masuknya barang-barang yang terlarang
kedalam Lapas, Rutan dan [Link] merupakan
suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh petugas Lapas,
Rutan sebagai upaya prepentif / pencegahan terjadinya gangguan
keamanan dan ketertiban.
Dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh Direkorat Jenderal
Pemasyarakatan yang dituangkan dalam Surat Edaran Nomor:
[Link].01,04,02 Tahun 2016 tentang Peningkatan
Pencegahan Penyelundupan Barang Terlarang di Lapas, Rutan
dan Cabang Rutan. Jalur penyelundupan barang-barang terlarang
adalah melalui :
1. Jalur pertama adalah melalui pengunjung (besuk) keluarga
dan handaitaulan;
2. Jalur kedua yaitu melatui petugas;
3. Jalur ketiga yaitu melalui narapidana yang mengikuti program
asimilasidi luar Lapas;
4. Jalur keempat yaitu melalui Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP) yang keluarl masuk Lapas/ Rutan untuk keperluan
proses hukum dan/ atau persidangan, izin keluar lapas
dengan alasan penting dan berebat ke Rumah Sakit;
Poin 1, 2, 3 dan 4 dilakukan dengan cara antara lain:
a. Menempeldibadan;
b. Dimasukkan ke dalam anggota tubuh;
c. Disembunyikan didalam barang bawaan.
2 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
5. Jalur kelima melalui bahan makanan Napil Tahanan dengan
cara:
a. Dimasukan dalam bahan makanan (seperti dalam perut
ikan, dalam telur yang sudah, dikuras isinya, dalam
kelapa yang sudah dikuras isinya dan lainnya);
b. Melalui pengantar bahan makanan tennasuk sopir;
c. Diselipkan disalah satu bagian kendaraan pengantar
bahan makanan;
6. Jalur keenam yaitu melalui toko/ warung koperasi yang
beroperasi di dalam blok dengan cara memasukan barang
terlarang ke dalam bungkusan barang di jual seperti kopi /
teh sachet, mie instant, detergent, rokok, air galon dan
lainnya;
7. Jalur ketujuh adalah melalui kunjungan resmi/ terjadwaterkait
pembinaan Napi (ceramah, pendidikan, angkut sampah, keda
sama dengan pihak ketiga dan lainnya);
8. Jalur kedetapan yaitu melalui kunjungan insidentil/ asimilasi
(seperti peringatan hari hari besar, peresmian, dan lainnya);
9. Jalur kesembilan yaitu melaluitembok keliling dengan cara
antara lain:
a. melemparkan barang dengan menggunakan wadah
seperti bola tenis, bola kaki, botol minuman dan lainnya;
b. memanfaatkan drone (pesawat mini tanpa awak),
layangan dan/ atau menggunakan binatang;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 3
Jika melihat surat edaran tersebut, maka jelaslah bahwa
masuknya barang terlarang Sebagian besar adalah melalui pintu
P2U. hal tersebut diperkuat lagi dengan data gangguan
keamanan dan ketertiban dapat dilihat dalam table dibawah ini:
Data Sub Dit Penindakan dan Penanggulangan 2022
Dari data diatas dapat dilihat bahwa penyelundupan narkoba
melalui P2U adalah yang tertinggi pelaporannya. Hal ini
mengindikasikan bahwa pelaksanaan tugas penggeledahan di
P2U telah berjalan dengan baik untuk mengantisipasi masuknya
barang terlarang kedalam Lapas, Rutan dan LPKA.
Petugas Pengaman Pemasyarakatan Pemula sebagai garda
terdepan dalam melakukan pemeriksaan dan penggeledahan
terhadap setiap orang harus memahami betul apa yang harus
dilakukan Ketika melakukan penggeledahan.
4 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
Dasar hukum melaksanakan penggeledahan, cara melakukan
penggeledahan dan Tindakan yang harus dilakukan ketika
menemukan barang terlarang, merrupakan hal yang harus di
pelajari dan di fahami dalam pelaksanaan tugasnya.
B. Deskripsi Singkat
Mata Pelatihan ini membekali peserta untuk mampu
menyimulasikantugas Teknik Penggeledahan Badan, Kamar,
Barang dan Kendaraan melalui materi pokok Konsep Umum
Penggeledahan; Penggeledahan Badan; Pemeriksaan Barang
dan Kendaraan; dan Penggeledahan Kamar/Ruangan. Metode
yang digunakan dalam mata pelatihan ini meliputi ceramah,
diskusi dan simulasi. Adapun target peserta dalam pelatihan ini
adalah petugas pemasyarakatan anggota Regu Jaga/Petugas
yang telah diangkat dalam jabatan Fungsional Pengaman
Pemasyarakatan Pemula.
C. Hasil Belajar
Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta diharapkan mampu
menyimulasikan tugas Teknik Penggeledahan Badan, Kamar,
Barang dan Kendaraan.
D. Indikator Hasil Belajar
Setelah mempelajari Modul Teknik Penggeledahan Badan,
Kamar, Barang Dan Kendaraan,peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan Konsep Umum Pengawalan;
2. Menyimulasikan Penggeledahan Badan;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 5
3. MenyimulasikanPemeriksaan Barang dan Kendaraan;
4. MenyimulasikanPenggeledahan Kamar/Ruangan.
E. Materi Pokok
Materi pokok dan sub materi yang dibahas dalam modul ini
adalah:
1. Konsep Umum Penggeledahan:
1.1. Pengertian penggeledahan;
1.2. Jenis-jenis penggeledahan.
2. Penggeledahan Badan:
2.1. Pengeledahan dengan pakaian;
2.2. Pengeledahan tanpa pakaian.
3. Pemeriksaan Barang dan Kendaraan:
3.1. Pemeriksaan barang;
3.2. Pemeriksaan kendaraan.
4. Penggeledahan Kamar/Ruangan:
4.1. Penggeledahan kamar hunian;
4.2. Penggeledahan area blok;
4.3. Penggeledahan ruangan.
F. Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dengan mempelajari modul ini
adalah:
6 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
1. Peserta diklat dapat menjelaskan konsep umum
penggeledahan;
2. Peserta diklat dapat menyimulasikan penggeledahan badan
berbusana dan tidak berbusana, Menyimulasikan
Pemeriksaan Barang dan Kendaraan, Menyimulasikan
Penggeledahan Kamar/Ruangan;
3. Peserta diklat dapat menerapkan kemampuanuntuk
melakukan penggeledahan dalam menunjang akuntabilitas
dalam pelaksanaan tugas.
G. Petunjuk Belajar
Dalam proses pembelajaran modul”Teknik Penggeledahan
Badan, Kamar, Barang Dan Kendaraan”, untuk mencapai tujuan
pembelajaran secara baik, peserta disarankan mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Bacalah secara cermat, dan pahami indikator hasil belajar
atau tujuanpembelajaran yang tertulis pada setiap awal bab,
karena indikator belajarmemberikan tujuan dan arah.
Indikator belajar menetapkan apa yang harusAnda capai.
2. Mempelajari setiap bab secara berurutan, mulai dari Bab I
sampaidengan Bab VI.
3. Laksanakan secara sungguh-sungguh dan tuntas setiaptugas
pada akhirbab (Latihan).
4. Belajarlah secara mandiri atau berkelompok secara
seksama.
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 7
5. Anda disarankan mempelajari bahan-bahan dari sumber lain,
seperti yangtertera pada Daftar Pustaka pada akhir modul
ini, dan jangan segan-seganbertanya kepada siapa saja yang
mempunyai kompetensi dalam pembuatan pelaporan
perlengkapan pengamanan.
Baiklah, selamat belajar!, semoga Anda sukses menerapkan
pengetahuan danketerampilan yang diuraikan dalam modul ini,
sebagai upaya untuk meningkatkan tugas-tugas pengamanan
secara baik.
8 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
BAB II
KONSEP UMUM PENGGELEDAHAN
Setelah membaca bab ini, peserta diklat diharapkan dapat
menjelaskan Konsep Umum Penggeledahan, Pengertian
Penggeledahan dan Jenis-Jenis Penggeledahan
Pengamanan merupakan suatu hal yang penting dalam
peningkatan pembinaan dan keamanan di dalam Lapas dan
[Link] satu bentuk pengamanan yang sering dijumpai dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari yaitu penggeledahan.
A. PengertianPenggeledahan
Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi ManusiaRepublik
Indonesia nomor 33 tahun 2015 tentang pengamanan pada
Lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara, pada
pasal 8 dan pasal 12 ayat (1) dan (2). Turunannya adalah
keputusan direktur jenderal pemasyarakatan Kementerian Hukum
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor: PAS-
[Link].01.04.01 tahun 2015 tentang Standar Pencegahan
Gangguan Keamanan dan Ketertiban Lapas dan Rutan pada point
C Standar Pelaksanaan Penggeledahan. Merupakan dasar
hukuim dalam pelaksanaan pengeledahan.
Penggeledahan adalah kegiatan pemeriksaan terhadap orang,
barang ataupun tempat yang diduga dapat menimbulkan
gangguan keamanan dan [Link] merupakan
salah satu alat terpenting dalam dalam menjaga keselamatan
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 9
petugas dan Narapidana, serta keamanan institusi,
Penggeledahan yang rajin dilakukan merupakan cara untuk
menemukan dan menyita barang terlarang berbahaya, obat-
obatan terlarang,serta material yang dapat digunakan untuk
melarikan diri.
Mengapa penggeledahan harus dilakukan adalah untuk:
1. Mencegah kepemilikan dan pembuatan senjata.
2. Penggeledahan berbusana secara acak merupakan cara
penting untuk mendeteksi semua jenis barang yang tidak
boleh dimiliki, senjata dan barang terlarang berbahaya,
narkotika dan obat-obatan terlarang, serta material untuk
melarikan diri.
3. Mencegah kepemilikan benda-benda yang tidak diperbolehkan.
4. Melindungi keselamatan petugas dan Narapidana.
5. Mencegah pencurian dan pembuangan barang-barang yang
disediakanLapas, seperti makanan, peralatan kebersihan,
dan perlengkapan tidur.
6. Mencegah bahaya kesehatan dengan mendeteksi dan
menyingkirkan material seperti makanan dan bahan kimia
pembersih yang dapat menimbulkan risiko kesehatan
terhadap staf dan Narapidana.
Peraturan Dasar Dalam Melakukan Penggeledahan
1. Sistematis(Sebagai contoh, menggeledah dari atas ke
bawah; kiri ke kanan; depan ke belakang).
2. Menyeluruh
3. Tidak teralihkan (harus fokus).
10 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
4. Selesaikan setiap penggeledahan dengan profesional, tanpa
bias atau kebencian.
5. Jangan pernah melakukan penggeledahan sebagai
pemberian sanksi disiplin atau sebagai tindakan balas
dendam atau untuk menyalurkan kemarahan.
6. Hanya petugas pengamanan pria yang akan menggeledah
Narapidana pria dan hanya staf wanita yang akan
menggeledah Narapidana wanita
7. Penggeledahan harus dilakukan di area yang jauh dari
Narapidana lain dimana tersedia ruang yang memadai.
8. Dua orang petugas pengamanan akan hadir untuk melakukan
penggeledahan terhadap Narapidana.
9. Satu orang petugas pengamanan melakukan penggeledahan
sementara petugas yang lain mengamati proses dan
mengamati Narapidana yang bersangkutan.
B. Jenis-Jenis Penggeledahan
1. Petugas melakukan penggeledahan terhadap setiap orang,
barang, kendaraan dan area-area di dalam Lapas, Rutan dan
LPKA;
2. Penggeledahan orang meliputi: Penggeledahan Pengunjung,
Penggeledahan Petugas, Penggeledahan Narapidana atau
Tahanan dengan Pakaian, Penggeledahan Narapidana atau
Tahanan Tanpa Pakaian,
3. Penggeledahan terhadap orang dilakukan dengan teliti dengan
mengedepankan nilai-nilai kesusilaan dan kesopanan;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 11
4. Penggeledahan pengunjung, petugas, narapidana dan
tahanan perempuan dilakukan oleh petugas perempuan.
5. Penggeledahan selain dilakukan oleh Regu Pengamanan
Lapas dan Rutan, juga dapat dilakukan Satuan Keamanan
dan Ketertiban (Satgas Kamtib) dari Kantor Wilayah dan/atau
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
C. Latihan
Untuk lebih memantapkan pengertian saudara mengenai konsep
umum penggeledahan dan jenis-jenis penggeledahan, cobalah
latihan di bawah ini.
1. Buatlah kelompok beranggotakan 3 orang kemudian jelaskan
didepan kelas apa saja peraturan dasar dalam melakukan
penggeledahan.
D. Rangkuman
Penggeledahan merupakan salah satu alat terpenting dalam
dalam menjaga keselamatan petugas dan Narapidana, serta
keamanan institusi, Penggeledahan yang rajin dilakukan
merupakan carauntuk menemukan dan menyita barang terlarang
berbahaya. Pada prinsipnya setiap orang yang akan memasuki
Lapas, Rutan dan LPKA haruslah di geledah. Penggeledahan
dilakukan terhadap orang, barang, kendaraan ruangan dan kamar
hunian. Tidak hanya narapidana, tahanan/Anak yang di geledah,
petugas juga termasuk objek myang perlu digeledah Ketika akan
memasuki [Link] tugas penggeledahan
12 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
mendapatkan perlindungan hukum dalam melakukan
[Link] itu merupakan suatu kewajiban untuk
melaksanakannya tanpa terkecuali.
E. Evaluasi
1. Jelaskan pengertian penggeledahan yang anda ketahui ?
2. Jelaskan apa dasar hukum penggeledahan ?
3. Jelaskan jenis-jenis penggeledahan yang anda ketahui?
F. Umpan Balik
1. Apakah bahan modul ini tidak terlalu berat bagi peserta
pelatihan?
2. Apakah peserta pelatihan menggunakan alat bantu belajar
yang cukup?
3. Apakah waktu yang digunakan cukup untuk pembelajaran
peserta pelatihan dalam penyampaian modul?
4. Apakah modul tersebut sudah dikuasai oleh peserta
pelatihan?
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 13
BAB III
PENGGELEDAHAN BADAN
Setelah membaca bab ini, peserta diklat diharapkan dapat
menyimulasikan Penggeledahan Badan, baik Penggeledahan Badan
dengan Pakaian maupun Penggeledahan Badan Tanpa Pakaian
Dalam bab ini peserta akan mempelajari beberapa jenis
penggeledahan orang yang yaitu penggeledahan Narapidana dan
Tahanandengan pakaian, penggeledahan narapidanaatau tahanan
tanpa pakaian.
A. Penggeledahan Dengan Pakaian
Penggeledahan badan berbusanaakan dilakukan terhadap setiap
orang sebelum memasuki [Link] badan
berbusana harus dilakukan dengan cara yang sama terhadap
setiap orang sehingga tidak menunjukkan keberpihakan.
Jika yang digeledah membawa barang, mereka harus
menempatkannya diatas meja dan penggeledahan badan
berbusana dilakukan terlebih [Link] penggeledahan
badan berbusana selesai dilakukan dengan baik, barang-barang
milik orang tersebut harus digeledah. Jika seseorang menolak
untuk digeledah, orang tersebut harus ditolak masuk kedalam
Lapas. Jika barang terlarang berbahaya ditemukan dalam
penggeledahan badan berbusana atau penggeledahan barang,
pemiliknya akan ditolak masuk kedalam Lapas.
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 15
Jika saat akan digeledah, atau sedang dalam proses
penggeledahan, orang tersebut menyerang petugas yang
menggeledah, orang tersebut akan dilarang masuk kedalam
Lapas. Hanya petugas pria yang menggeledah pria dan hanya
petugas wanita yang menggeledah wanita.
Penggeledahan badan berbusana mengikuti metode enam
langkah sederhana untuk memastikan pendekatan yang
sistematis dan menyeluruh dalam penggeledahan. Pelaksanaan
metode enam langkah ini akan memastikan bahwa semua area
badan digeledah dengan baik. Sebelum melakukan
penggeledahan badan berbusana, petugas akan meminta/
memerintahkan orang yang akan digeledah untuk mengeluarkan
semua barang dari sakunya dan menempatkannya di atas meja.
Selanjutnya petugas akan meminta orang yang digeledah untuk
membuka penutup kepala, jaket, atau pakaian bagian luar lainnya.
Setelah orang yang digeledah mengeluarkan semua barang dari
dalam sakunya, petugas akan meminta orang tersebut untuk
berbalik sehingga punggungnya menghadap petugas, kakinya
dilebarkan, tangannya direntangkan, ibu jari dihadapkan kebawah
dan jari-jari direnggangkan.
Petugas akan mengambil posisi di belakang orang yang
digeledah dengan menempatkan salah satu kakinya ke bagian
dalam belakang dari kaki orang yang digeledah, kaki yang sama
dengan kaki petugas. Penempatan kaki akan berubah bergantung
pada bagian mana yang sedang digeledah. Ketika melakukan
penggeledahan badan berbusana, petugas yang menggeledah
akan melakukan gerakan menepuk-nepuk dengan menggunakan
ujung jari dan telapak tangan secara bergantian.
16 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
Berikut ini merupakan metode enam langkah untuk melakukan
penggeledahan badan berbusana, terhadap narapidana,
pengunjung, petugasLapas dan pengunjung dinas. Langkah-
langkah ini akan dilakukan terhadap priadan wanita.
Langkah PERTAMA:
Kerah, petugas memeriksa kerah baju dari narapidana, petugas
lapas dan pengunjung dengan cara membuka lipatan kerah lalu
meraba lipatan kerah baju dari satu sisi ke sisi yang lainnya
dengan menggunakan jari-jari tangan. Hal ini dilakukan untuk
memeriksa apakah ada barang terlarang yang disembunyikan di
area lipatan kerah baju.
1
(Sumber : Data Pribadi)
Bahu, petugas yang menggeledah akan melakukan gerakan
menepuk-nepuk dengan menggunakan ujung jari dan telapak
tangan kearea bahu dari narapidana, petugas lapas dan
pengunjung untuk memeriksa apakah ada barang terlarang yang
disembunyikan di area bahu.
1
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 17
2
(Sumber : Data Pribadi)
Tangan, Selanjutnya petugas akan menggeledah lengan, satu
persatu, dimulai dari ketiak, dengan menggunakan dua tangan,
bergerak turun sepanjang lengan baju kearah pergelangan tangan
Petugas.
2
Sumber : Data Pribadi
18 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
3
(Sumber : Data Pribadi)
kemudian menggeledah lengan lainnya dengan menggunakan
teknikyangsama.
4
(Sumber : Data Pribadi)
3
Sumber : Data Pribadi
4
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 19
Langkah KEDUA:
Punggung, Dengan menggunakan teknik kupu-kupu untuk
penempatan tangan (renggangkan dan tempatkan tangan Andadi
punggung atas atau bahu orang tersebut, kedua ibu jari menyentuh
tulang belakang).
5
(Sumber : Data Pribadi)
Geser turun kedua ibu jari Anda menuruni punggung, mengikuti
tulang belakang dan lakukan penggeledahan rabadi punggung
orang tersebut.
5
Sumber : Data Pribadi
20 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
6
(Sumber : Data Pribadi)
Lanjutkan dengan cara yang sama hingga kepinggang orang
tersebut.
7
(Sumber : Data Pribadi)
Langkah KETIGA:
Sisi Tubuh Bagian Atas (Tulang Rusuk) Petugas akan
menempatkan tangan di kedua sisi tubuh bagian atas orang
tersebut, dimulai dari ketiak, bergerak turun kepinggang,
menggeledah wilayah tulangrusuk.
6
Sumber : Data Pribadi
7
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 21
8
(Sumber : Data Pribadi)
8
Sumber : Data Pribadi
22 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
Langkah KEEMPAT:
Dada dan Wilayah Perut, Dari bawah tangan orang tersebut,
petugas menempatkan tangannya di dada orang yang digeledah,
dimulai dari bagian atas
9
(Sumber : Data Pribadi)
Petugas kemudian akanmelakukan penggeledahan raba
terhadap orang tersebut dimulai dari dada bagian atas kemudian
beregerak turun hingga kewilayah perut.
9
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 23
10
(Sumber : Data Pribadi)
Langkah KELIMA:
Pinggang/Ikat Pinggang, Pada langkah ini, kedua ibu jari
petugas akan masuk ke bagian dalam pinggang/tali pinggang
atau celana orang yang digeledah, dimulai dari bagian depan
dan bergerak kebagian belakang orang tersebut. Lakukan
penggeledahan ini hingga kedua ibu jari Anda bertemu di bagian
belakang.
10
Sumber : Data Pribadi
24 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
11
(Sumber : Data Pribadi)
Langkah KEENAM:
Kaki, petugas akan menggeledah pinggul dan daerah
selangkangan depan orang tesebut
11
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 25
12
(Sumber : Data Pribadi)
Petugas akan menggeledah kaki yang berlawanan dengan
penempatan kaki petugas.
Jika petugas menempatkan kaki kirinya di sebelah kaki kiri orang
yang digeledah, maka yang digeledah adalah kaki kanan.
Petugas akan mulai dari wilayah selangkangan dan menggeledah
bagian dalam dan luar kaki pada saat yang bersamaan,
menggunakan keduatangan, bergerakturun hingga kebagian atas
sepatu orang tersebut.
12
Sumber : Data Pribadi
26 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
13
(Sumber : Data Pribadi)
Selanjutnya petugas akan memindahkan tangannya ke bagian
depan dan belakang kaki, bergerak dari bagian atas sepatu naik
kebagian selangkangan.
13
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 27
14
(Sumber : Data Pribadi)
15
(Sumber : Data Pribadi)
Selanjutnya petugas akan berpindah kaki dan menggeledah kaki
lainnya dengan menggunakan cara yang sama.
14
Sumber : Data Pribadi
15
Sumber : Data Pribadi
28 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
Jika pengunjung perempuan maka dilakukan pemeriksaan pada:
lilitan kain di pinggang (stagen) atau aksesoris lainnya, membuka
cadar dan pakaian dalam, pembalut dan menggantinya dengan
yang baru;
Jika pengunjung membawa balita, maka dilakukan pemeriksaan
secara seksama pada: pakaian, peralatan dan aksesoris yang
digunakan dan melakukan penggantian popok;
MENGGELEDAH NARAPIDANA/TAHANAN
Seorang narapidana akan digeledah seperti yang diuraikan di
atas dengan tambahan prosedur di bawah ini sebelum petugas
menggeledah barang- barang yang telah dikeluarkan dari dalam
saku.
Jika rambut narapidana cukup panjang sehingga dia dapat
menyembunyikan barang terlarangdi bagian rambutnya,
narapidana akan diminta membungkuk sekitar 90 derajat dan
dengan menggunakan tangannya narapidana menyisir dan
mengacak rambutnya.
16
(Sumber : Data Pribadi)
16
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 29
Petugas juga melihat bagian dalam mulut narapidana dengan
cara narapidana membuka mulutnya dan mengangkat lidahnya.
Petugas juga mungkin perlu meminta narapidana menarik
pipinyasampai terbuka dengan menggunakan salah satu jarinya,
satu persatu secarabergantian.
17
(Sumber : Data Pribadi)
Petugas memperhatikan bagian belakang telinga narapidana
dengan cara narapidana memalingkan wajahnya dan menarik
daun telinganya kedepan, satu persatu secara bergantian.
17
Sumber : Data Pribadi
30 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
18
(Sumber : Data Pribadi)
BARANG-BARANG DARI SAKU
Geledah semua barang yang ditempatkan orang yang digeledah/
narapidana di meja sebelum dirinya digeledah. Barang-barang
ini termasuk yang dikeluarkan dari saku orang tersebut.
18
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 31
19
(Sumber : Data Pribadi)
20
(Sumber : Data Pribadi)
19
Sumber : Data Pribadi
20
Sumber : Data Pribadi
32 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
Jika tidak ada barang terlarang ditemukan, kembalikan semua
barang kepada orang tersebut dan orang tersebut telah
menyelesaikan proses penggeledahan dan dapat masuk kedalam
Lapas. Bagi narapidana, mereka dapat melanjutkan ketempat
yang mereka tuju.
B. Penggeledahan Tanpa Pakaian
Langkah-langkah penggeledahan badan narapidana dan tahanan
tanpa pakaian adalah sebagai berikut :
1. Petugas yang melakukan penggeledahan tanpa pakaian
hanya boleh menyentuh pakaian narapidana atau tahanan;
2. Narapidana atau tahanan berganti posisi untuk memperlihatkan
seluruh anggota tubuh kepada Petugas yang melakukan
penggeledahan untuk secara visual menunjukkan tidak ada
benda terlarang pada bagian tubuh narapidana atau tahanan;
3. Penggeledahan tanpa pakaian akan dilakukan di daerah
yang tertutup untuk menjaga harga diri narapidana atau
tahanan yang digeledah;
4. Petugas memerintahkan narapidana atau tahanan
melepaskan pakaian satu per satu;
5. Petugas memerintahkan narapidana atau tahanan untuk
memberikan pakaiannya satu per satu kepada Petugas yang
menggeledah;
6. Petugas menggeledah pakaian secara menyeluruh dan
memastikan tidak ada benda terlarang yang disembunyikan
pada jahitan baju. Petugas menggeledah pakaian saat
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 33
diterima, lalu menyisihkan pakaian tersebut setelah
digeledah;
7. Jika narapidana atau tahanan tidak menghadap ke arah
Petugas, maka Petugas meminta untuk menghadap ke
arahnya lalu memerintahkan untuk meluruskan tangannya ke
depan dengan telapak tangan menghadap ke atas untuk
meregangkan jari-jarinya;
8. Saat Petugas sudah memastikan bahwa tidak ada sesuatu
yang disembunyikan di antara jari-jari narapidana atau
tahanan, Petugas memerintahkan narapidana atau untuk
menyisir rambutnya dengan tangan;
9. Petugas meminta narapidana atau tahanan untuk
memiringkan kepala ke samping dan menarik bagian atas
telinga yang menghadap Petugas sehingga Petugas dapat
melihat jika ada yang disembunyikan di balik daun telinganya.
Petugas meminta narapidana untuk memiringkan kepala ke
sisi lainnya agar telinga yang satunya juga dapat diperiksa;
10. Petugas meminta narapidana untuk membuka mulut dan
menggerakkan lidahnya guna melihat apakah ada sesuatu
yang disembunyikan di bawahnya. Dengan menggunakan jari,
narapidana atau tahanan perlu menggulung bibirnya untuk
memperlihatkan bahwa tidak ada yang tersembunyi di antara
bibir dan gigi, baik di bagian bawah maupun di bagian atas
mulut;
11. Jika narapidana atau tahanan memakai gigi palsu, Petugas
meminta narapidana untuk melepasnya agar Petugas dapat
melakukan pemeriksaan menyeluruh di dalam mulut;
34 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
12. Narapidana atau tahanan selanjutnya perlu mengangkat
kedua tangannya ke atas kepala. Petugas memeriksa bagian
tubuh dan ketiak narapidana atau tahanan serta memeriksa
jika ada bekas luka atau kecelakaan;
13. Petugas meminta narapidana atau tahanan untuk secara
bergantian mengangkat satu kaki untuk memeriksa bagian
telapak kaki. Jika diperlukan, Petugas meminta narapidana
atau tahanan menggunakan satu tangannya agar seimbang;
14. Selanjutnya, Petugas meminta narapidana atau tahanan untuk
menunduk dari bagian pinggang dan menggunakan kedua
tangannya untuk membuka bokongnya, agar Petugas dapat
melihat apakah ada yang disembunyikan di antara lipatan
bokong atau yang terlihat di anus narapidana;
15. Petugas memerintahkan narapidana atau tahanan untuk
mengambil posisi jongkok dan mengejan;
16. Petugas tidak boleh memindahkan barang yang ditemukan
di rongga tubuh narapidana atau tahanan. Jika Petugas
melihat ada benda di dalam anus narapidana atau tahanan,
Petugas perlu memberitahukan Karupam atau Kepala
Pengamanan supaya benda tersebut dapat dipindahkan oleh
ahli medis;
17. Jika ditemukan barang, Petugas langsung memisahkan
barang-barang yang dilarang dengan mengamankan,
menitipkan atau mengembalikan kepada keluarga;
18. Petugas meminta narapidana atau tahanan untuk memakai
kembali pakaiannya yang telah digeledah.
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 35
C. Latihan
Untuk lebih memantapkan pengertian saudara mengenai
penggeledahan badan dengan pakaian dan tanpa pakaian,
cobalah latihan di bawah ini.
1. Buatlah kelompok dengan rekan saudara (2 orang dalam 1
kelompok) kemudian simulasikan bagaimana melakukan
penggeledahan badan dengan pakaian, buat dalam bentuk
video [Link] bersama kelompok lain hasil rekaman
video saudara di fasilitasi oleh pengajar.
D. Rangkuman
Penggeledahan badan dibagi kedalam dua yaitu penggeledahan
dengan pakaian dan penggeledahan tanpa pakaian.
Dalam melakukan penggeledahan harus menerapkan norma dan
menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia orang yang akan di
geledah. Pelaksanaan penggeledahan bagi pengunjung dilakukan
dalam ruangan tertutup.
Hanya petugas laki-laki yang menggeledah laki-laki dan petugas
perempuan yang menggeledah perempuan. Jika di Lapas, Rutan
dan LPKA tudak terdapat petugas perempuan, maka
penggeledahan bagi perempuan dilakukan oleh istri petugas.
Penggeledahan narapidana, tahanan/anak dapat dilakukan di luar
ruangan tertutup dengan syarat mengambil jarak dan tetap
menerapkan sopan santun dalam pelaksanaannya.
36 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
E. Evaluasi
Buatlah kelompok dengan rekan saudara (2 orang dalam 1
kelompok) kemudian simulasikan bagaimana melakukan
penggeledahan badan tanpa pakaian, buat dalam bentuk video
tutorial. Setelah itu masukan kedalam akun youtube saudara (
dalam bentuk private) dan share link kepada pengajar.
F. Umpan Balik
1. Apakah bahan modul ini tidak terlalu berat bagi peserta
pelatihan?
2. Apakah peserta pelatihan menggunakan alat bantu belajar
yang cukup?
3. Apakah waktu yang digunakan cukup untuk pembelajaran
peserta pelatihan dalam penyampaian modul?
4. Apakah modul tersebut sudah dikuasai oleh peserta
pelatihan?
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 37
BAB IV
PEMERIKSAAN BARANG DAN KENDARAAN
Setelah Membaca Bab Ini, Peserta Diklat Diharapkan Dapat
Menyimulasikan Pemeriksaan Barang Dan Kendaraan
Pemeriksaan yang akan memasuki Lapas, Rutan dan LPKA
bukan hanya terhadap orang, namun juga terhadap barang dan
[Link] Bab ini peserta akan mempelajari langkah-langkah
dalam melaksanakan pemeriksaan barang dan kendaraan.
A. Pemeriksaan Barang
Langkah-langkah penggeledahan barang adalah sebagai berikut:
1. Petugas memastikan barang terlarang tidak masuk ke dalam
Lapas dan Rutan;
2. Barang-barang terlarang antara lain yaitu:
a. Barang Elektronik;
b. Alat telekomunikasi;
c. Senjata tajam;
d. Senjata Api dan Bahan Peledak;
e. Korek Api;
f. Barang dari kaca dan besi;
g. Narkoba;
h. Minuman Keras;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 39
i. Makanan dan minuman yang berbau tidak sedap dan
memabukan;
j. Video Compact Disc (VCD)/Audio Visual;
k. Kamera;
l. Buku-buku yang dianggap membahayakan;
m. Pakaian dan handuk basah;
n. Uang tunai;
o. Barang-barang lain yang dapat membahayakan.
3. Petugas meminta pengunjung untuk meletakan barang
bawaan di atas meja atau tempat yang disediakan lainnya;
4. Penggeledahan dilakukan didepan pengunjung dan
menyaksikan langsung proses penggeledahan barang yang
dilakukan.
5. Petugas memeriksa barang bawaan pengunjung dan
memisahkannya dari barang-barang yang dilarang dibawa
masuk atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan
dan ketertiban;
6. Petugas memeriksa barang atau makanan yang terbungkus
dalam kemasan seperti rokok, sabun, odol, minyak rambut,
sandal, sepatu, mie instant, buah-buahan, roti, gula, nasi,
bubur dan minuman dengan cara membuka, membelah,
mengaduk, atau mengocok;
7. Petugas memeriksa secara seksama barang bawaan berupa
pakaian dengan cara memeriksa lipatan-lipatan dan saku
pakaian;
40 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
8. Jika ditemukan barang, Petugas langsung memisahkan
barang-barang yang dilarang dengan mengamankan,
menitipkan atau mengembalikan kepada pihak yang
berwenang;
9. Petugas menyatukan barang bawaan yang dapat dibawa
masuk dengan memasukan ke dalam kantong plastik
transparan dan kemudian diberikan ikatan;
10. Barang-barang yang dititipkan di petugas dicatat dan
dikembalikan kembali kepada pengunjung.
B. Pemeriksaan Kendaraan
Langkah-langkah Penggeledahan Kendaraan adalah sebagai
berikut:
1. Petugas melakukan pemeriksaan kendaraan di area
gerbang halaman depan Lapas dan Rutan atau titik
pemeriksaan lain yang telah ditentukan Lapas dan Rutan;
2. Petugas mengeluarkan penumpang dari mobil;
3. Petugas memeriksa tanda pengenal resmi penumpang;
4. Petugas memerintahkan pengemudi untuk masuk ke dalam
kendaraan dan mengemudikan kendaraannya menuju area
gerbang halaman atau titik pemeriksaan lain sehingga
kendaraan dapat digeledah;
5. Petugas memerintahkan pengemudi keluar atau turun dari
kendaraan;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 41
6. Petugas memeriksa kendaraan roda 3 (tiga) 4 (empat) dan
6 (enam) atau di atasnya dengan cara membuka seluruh pintu,
kap, serta bagasi kendaraan;
7. Petugas melakukan pemeriksaan mulai dari kap kendaraan
kemudian memeriksa bagian mesin sebagai berikut:
a. Kabel yang tidak biasa;
b. Peralatan atau perlengkapan yang tidak lazim berada di
dalam mesin mobil;
c. Cetakan tangan di debu atau kotoran yang mengindikasikan
bahwa seseorang mengerjakan mobil tersebut baru-baru ini.
8. Petugas melihat bagian samping dan belakang mesin
kendaraan;
9. Petugas memeriksa bagian depan kendaraan dan bagian
bawah tempat mesin menggunakan tongkat dengan cermin
(inspection mirror);
10. Petugas menutup kap mesin kendaraan sebagai tanda
bahwa Petugas telah menggeledah bagian depan kendaraan
dengan menyeluruh;
11. Petugas kemudian memeriksa bagian penumpang;
12. Petugas melihat ke bagian dalam bagian setir dan ban
bagian penumpang depan;
13. Petugas memeriksa bagian penumpang depan pada bagian:
a. Laci kompartemen;
b. Tempat penyimpanan tengah;
c. Di bawah kursi, dibawah karpet;
42 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
d. Bagian-bagian di antara jok kursi dan sandaran kursi;
e. Di bawah karpet;
f. Dan daerah bagian penumpang depan untuk melihat
apakah ada yang mencurigakan.
14. Petugas menutup pintu sebagai tanda bahwa Petugas telah
menggeledah seluruh bagian kendaraan;
15. Petugas bergerak ke bagian kursi belakang dan memeriksa
seluruh bagian;
16. Petugas menggunakan tongkat besi untuk memeriksa bak
pada kendaraan pengangkut sampah dengan cara mengaduk
dan menusuk-nusuk sampah;
17. Petugas mendampingi pengemudi hingga pada saat
melakukan bongkar muat;
18. Penggeledahan terhadap kendaraan roda 2 (dua) dilakukan
dengan memeriksa kemudi, membuka jok, tempat bahan
bakar, mesin dan barang-barang lainnya yang melekat;
19. Jika ditemukan barang yang diduga dapat menimbulkan
gangguan keamanan dan ketertiban, Petugas langsung
mengamankan, menitipkan atau mengembalikan kepada
pihak yang berwenang.
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 43
C. Latihan
1. Buatlah kelompok beranggotakan 2 orang kemudian
simulasikan bagaimana melakukan pemeriksaan barang
titipan pengunjung, buat dalam bentuk video tutorial. Review
dengan teman ….
D. Rangkuman
Pemeriksaan yang akan memasuki Lapas, Rutan dan LPKA
bukan hanya terhadap orang, namun juga terhadap barang dan
[Link] utama dalam melakukan pemeriksaan
barang adalah harus dilakukan pemeriksaanya di hadapan orang
yang akan membawa atau menitipkan. Sehingga jika terdapat
barang yang terlarang dapat segera diminta konfirmasi dari orang
yang membawanya.
Begitu juga dengan pemeriksaan kendaraan harus dilakukan
dengan sopir kendaraan menyaksikan dari jarak yang tidak terlalu
[Link] melakukan pemeriksaan kendaraan, harus dilakukan
secara sistematis yaitu di mulai dari bagian depan secara
berurutan sampai ke bagian belakang mobil, pintu-pintu dan kap
mobil harus dibuka pada saat akan di periksa dan di tutup setelah
diyakini bersih tidak ada barang yang berbahaya secara
bergaintian.
44 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
E. EVALUSI
1. Buatlah kelompok beranggotakan 2 orang kemudian
simulasikan bagaimana melakukan pemeriksaan kendaraan
yang akan masuk area Lapas, Rutan dan LPKA, buat dalam
bentuk video tutorial. Upload video saudara kedalam youtube
(private) dan share link kepada pengajar.
F. Umpan Balik
1. Apakah bahan modul ini tidak terlalu berat bagi peserta
pelatihan?
2. Apakah peserta pelatihan menggunakan alat bantu belajar
yang cukup?
3. Apakah waktu yang digunakan cukup untuk pembelajaran
peserta pelatihan dalam penyampaian modul?
4. Apakah modul tersebut sudah dikuasai oleh peserta
pelatihan?
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 45
BAB IV
PENGGELEDAHAN KAMAR / RUANGAN
Setelah membaca bab ini, peserta diklat diharapkan dapat
menyimulasikan penggeledahan kamar, penggeledahan area
blok dan penggeledaha ruangan
Dalam melakukan penggeledahan kamar hunian, harus
direncanakan dengan baik termasuk didalamnya adalah luas kamar
hunian dan jumlah kamar hunian yang akan di geledah.
A. Penggeledahan Kamar Hunian
Langkah-langkah Penggeledahan Kamar adalah sebagai berikut:
1. Petugas yang akan melakukan penggeledahan harus steril
dari barang-barang yang tidak diperlukan pada saat
penggeledahan;
2. Mengosongkan kamar hunian dan menutup serta mengunci
kamar-kamar hunian yang hendak digeledah;
3. Petugas menggeledah narapidana dan tahanan di luar
kamar;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 47
21
(Sumber : Data Pribadi)
4. Memerintahkan kepada narapidana dan tahanan yang akan
digeledah kamarnya untuk berbaris dengan tertib didepan
kamarnya masing-masing;
22
(Sumber : Data Pribadi)
21
Sumber : Data Pribadi
22
Sumber : Data Pribadi
48 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
5. Melakukan penggeledahan kamar satu persatu dengan
mengikut sertakan 1 (satu) orang narapidana dan tahanan
kamar tersebut (sebagai saksi);
23
(Sumber : Data Pribadi)
6. Geledah sel secara metodis dan sistematis, Mulai dari bagian
belakang dan bergerak ke arah pintu kamar; atau mulai dari
satu sisi dan bergerak memutar ke bagian kanan atau kiri
hingga seluruh area telah digeledah. Gunakan suatu sistem
sehingga Anda tidak melewatkan apapun.
7. Rencanakanlah Penggeledahan Anda:
a. Jika yang akan digeledah adalah sel atau kamar
berukuran besar, bagilahruangan tersebutmenjadi
beberapa bagian lalu geledah setiap bagian hingga
selesai sebelum menggeledah bagian lainnya.
23
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 49
b. Mulai menggeledah dari titik tertinggi di bagian Anda dan
selesaikan hingga titik terendah pada bagian Anda.
c. Lihatlah ke setiap sudut, setiap pipa, di bawah benda
apapun yang ada di bagian Anda.
d. S e m u a y a n g d a p a t d i g e r a k k a n h a r u s d i g e s e r.
Geserlahbenda tersebut untuk melihat apa yang ada di
bawah atau di belakangnya.
e. Jika ada barang yang tidak dapat dipindahkan, tentukan
jika dan dimana suatu benda dapat disembunyikan pada
barang tersebut. Ingat, celah kecil dapat menyembunyikan
hal-hal kecil seperti kunci borgol dan obat terlarang.
f. Periksa matras untuk menentukan jika ada sesuatu yang
disembunyikan di dalamnya. Gulung dan lipat matras
tersebut sehingga Anda dapat merasakan apabila ada
sesuatu di dalamnya.
24
(Sumber : Data Pribadi)
24
Sumber : Data Pribadi
50 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
g. Bukalah buku-buku untuk memastikan tidak ada yang
disembunyikan di dalamnya.
h. Ketika Anda menemukan barang terlarang jangan
hentikan penggeledahan atau membuat perhatian Anda
teralihkan. Seringkali Narapidana ingin Anda menemukan
barang terlarang kecil (minor) dengan harapan Anda
akan menghentikan penggeledahan dan tidak
menemukan barang terlarang yang penting.
8. Cari benda apapun yang tidak diperbolehkan untuk dimiliki
oleh Narapidana. Dapat berupa benda plastik atau metal.
9. Cari tanda-tanda perusakan di dinding, jeruji, dan kerangka
tempat tidur. Bisa jadi ini adalah tanda-tanda awal upaya
pelarian, yaitu dengan merusak jeruji atau jendela, atau untuk
memperoleh material yang dapat digunakan sebagai senjata.
25
(Sumber : Data Pribadi)
25
Sumber : Data Pribadi
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 51
10. C a r i o b a t - o b a t a n t e r l a r a n g a t a u o b a t y a n g t i d a k
diperbolehkan untuk dimiliki.
11. Cari benda yang boleh dimiliki yang jumlahnya melampaui jumlah
yang diperbolehkan. Ini merupakan barang terlarang yang
mengganggu. Ini menimbulkan risiko keselamatan yaitu
timbulnya kebakaran dan membuat blok hunian menjadi
berantakan sehingga mengurangi keamanan keseluruhan Lapas.
12. Untuk kamar yang telah selesai digeledah narapidana dan
tahanan diminta untuk kembali ke kamar dengan terlebih
dahulu digeledah satu persatu dan selanjutnya mengunci
kembali kamar tersebut agar tidak mengganggu jalannya
penggeledahan kamar yang lainnya.
13. Untuk kamar yang telah selesai digeledah narapidana dan
tahanan diminta untuk kembali ke kamar dengan terlebih
dahulu digeledah satu persatu dan selanjutnya mengunci
kembali kamar tersebut agar tidak mengganggu jalannya
penggeledahan kamar yang lainnya.
14. Setelah dimasukan kedalam kamarnya, narapidana,
tahanan/anak dilakukan penghitungan ulang untuk
memastikan jumlahnya
B. Penggeledahan Area Blok
Langkah-langkah penggeledahan area blok adalah sebagai
berikut:
1. Penggeledahan area blok meliputi:
a. Area depan kamar hunian;
52 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
b. Area jemuran pakaian;
c. Tempat sampah diluar kamar hunian
d. Taman
e. Tempat penampungan air
2. Petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di
area yang dicurigai sebagai tempat menyembunyikan barang
terlarang;
3. Petugas menggali tanah atau tanaman yang diduga sebagai
tempat menyembunyikan barang terlarang;
4. Petugas memeriksa pakaian yang di jemur di tempat jemuran
mencari barang terlarang;
5. Petugas memeriksa tempat sampah dengan cara di
tumpahkan isinya lalu mencari yang diduga barang terlarang,
setelah selesai memeriksa petugas memerintahkan
narapidana, tahanan/anak untuk Kembali merapihkan temap
sampah.
6. Jika menemukan barang terlarang, maka petugas langsung
mengamankannya, melakukan pencatatan setiap barang
yang ditemukan.
C. Penggeledahan Ruangan
Langkah-langkah penggeledahan Ruangan adalah sebagai
berikut:
1. Penggeledahan ruangan meliputi:
a. Ruang Kegiatan Kerja;
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 53
b. Ruang Keterampilan;
c. Kantor;
d. Tempat Ibadah;
e. Dapur;
f. Ruang Kesehatan; dan
g. Ruangan lainnya.
2. Petugas yang akan melakukan penggeledahan harus steril
dari barang- barang yang tidak diperlukan pada saat
penggeldeahan;
3. Petugas memerintahkan narapidana, tahanan atau petugas
untuk meninggalkan barang-barang di ruangan yang akan
digeledah;
4. Petugas kemudian meminta semua narapidana, tahanan atau
petugas untuk keluar atau dari ruangan;
5. Petugas menggeledah narapidana, tahanan atau petugas
sebelum keluar ruangan;
6. Petugas memeriksa ruangan dengan cara meraba,
mengetuk atau membongkar bagian dan fasilitas ruangan
sebagai berikut:
a. Teralis besi;
b. Kawat berduri;
c. Dinding;
d. Lantai;
e. Plafon;
f. Toilet;
54 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
g. Peralatan mandi;
h. Perlengkapan tidur;
i. Lemari;
j. Meja;
k. Kursi;
l. Peralatan elektronik
m. Bak air;
n. Halaman;
o. Peralatan makan dan minum;
p. Peralatan kesehatan;
q. Peralatan kerja
r. Peralatan kantor
s. Peralatan ibadah;
t. Buku dan arsip;
u. Memeriksa pakaian, sarung dan mukena;
v. Bagian lain yang dianggap perlu.
7. Petugas menggali tanah atau tanaman yang diduga sebagai
tempat menyembunyikan barang terlarang;
8. Petugas tetap mengikutsertakan 1 (satu) orang narapidana,
tahanan atau petugas pada saat dilakukannya
penggeledahan;
9. Jika ditemukan barang yang diduga dapat menimbulkan
gangguan keamanan dan ketertiban, Petugas langsung
mengamankan, menitipkan atau mengembalikan kepada
pihak yang berwenang.
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 55
D. Latihan
1. Simulasikan bagaimana melakukan penggeledahan kamar
hunian, buat dalam bentuk video tutorial bersama kelompok
anda. Kemudian share dengan kelompok untuk mendapatkan
masukan yang di fasilitasi oleh pengajar.
E. Rangkuman
Untuk memastikan tidak ada barang terlarang di dalam Lapas,
Rutan dan LPKA. Sudah suatu kewajiban bagi petugas
melakukan penggeledahan. Baik itu penggeledahan narapidana,
tahanan/Anak maupun penggeledahan kamar hunian, area blok
dan ruangan.
Dalam melakukan penggeledahan kamar hunian, harus
direncanakan dengan baik termasuk didalamnya adalah luas
kamar hunian dan jumlah kamar hunian yang akan di geledah.
Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah jumlah petugas yang
terlibat dalam penggeledahan kamar hunian. Penggeledahan juga
dapat dilakukan secara insidentil dan terjadwal disesuaikan
dengan kondisi.
F. Evaluasi
1. Simulasikan bagaimana melakukan penggeledahan kamar
hunian, buat dalam bentuk video tutorial bersama kelompok
anda. Kemudian share di youtube (private) ke pengajar.
56 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
G. Umpan Balik
1. Apakah bahan modul ini tidak terlalu berat bagi peserta
pelatihan?
2. Apakah peserta pelatihan menggunakan alat bantu belajar
yang cukup?
3. Apakah waktu yang digunakan cukup untuk pembelajaran
peserta pelatihan dalam penyampaian modul?
4. Apakah modul tersebut sudah dikuasai oleh peserta
pelatihan?
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 57
BAB VI
PENUTUP
Lapas, Rutan dan LPKA sebagai sebuah institusi khusus dan
tertutup memerlukan suatu metode yang baik untuk dapat mencegah
terjadinya pelanggaran dan gangguan keamanan ketertiban
didalamnya.
Sebagai institusi khusus dan tertutup tentunya tidak sembarang
orang bisa masuk kedalamnya, perlu pengamanan berlapis dan
pemeriksaan yang ketat. Hal tersebut dilakukan untuk terciptanya
keamanan di Lapas, Rutan dan LPKA. Penggeledahan merupakan
hal yang paling penting guna menciptakan kondisi Lapas, Rutan dan
LPKA yang aman dan tertib,
A. Simpulan
Penggeledahan merupakan salah satu alat terpenting dalam
dalam menjaga keselamatan petugas dan Narapidana, serta
keamanan institusi, Penggeledahan yang rajin dilakukan
merupakan cara untuk menemukan dan menyita barang terlarang
berbahaya, obat-obatan terlarang, serta material yang dapat
digunakan untuk melarikan diri.
Dua hal utama manfaat dari dilaksanakannya penggeledahan
adalah mencegah masuknya barang terlarang kedalam Lapas,
Rutan dan LPKA. Dengan cara melakukan penggeledahan orang,
barang dan kendaraan yang akan masuk ke dalam Lapas, Rutan
dan LPKA. Kedua adalah memberantas barang-barang terlarang
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 59
yang ada di dalam Lapas, Rutan dan LPKA, sehingga mengurangi
potensi terjadinya gangguan kamtib.
Kemampuan untuk mendeteksi benda-benda terlarang harus
senantiasa terus dilatihkan kepada para petugas di Lapas, Rutan
dan LPKA. Karena semakin hari modus operandi penyelundupan
barang terlarang semakin beragam dan melalui berbagai macam
media.
B. Tindak Lanjut
Perlu adanya laboratorium tersendiri dalam melakukan praktek
kerja lapangan bagi petugas pengamanan yang mengikuti
pelatihan pengamanan.
60 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan
1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan
2. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Pada
Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara
3. Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor:
[Link].08.03. Tahun 2001 tentang Prosedur Tetap Pelaksanaan
Tugas Pemasyarakatan
Buku
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Standar Pencegahan
Gangguan Keamanan dan Ketertiban Lapas dan Rutan (Jakarta:
Ditjen Pemasyarakatan, 2015)
D i r e k t o r a t J e n d e r a l P e m a s y a r a k a ta n , b u k u s a k u St a n d a r
Penggeledahan Badan Berbusana (Jakarta; Ditjen
Pemasyarakatan 2015)
Bahan Ajar Pelatihan Tim Tanggap Darurat Materi Penggeledahan,
yang disusun oleh tim ICITAF
Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan 61
GLOSARIUM
LPKA : Lembaga Pemasyarakayan Khusus Anak
Lapas : Lembaga Pemasyarakatan
Rutan : Rumah Tahanan Negara
Narapidana : Orang yang menjalani pidana dalam lembaga
pemasyarakatan.
Tahanan : Ta h a n a n a d a l a h s e o r a n g t e r s a n g k a a ta u
terdakwa yang ditempatkan di dalam
Rumah Tahanan (Rutan)
62 Teknik Pengeledahan Badan, Kamar, Barang dan Kendaraan