Pertemuan 6 - DKE
1. Dalam pengembangan energi surya ada dua teknologi yang dikembangkan
yakni teknologi surya fotovoltaik dan teknologi surya thermal, Jelaskan perbedaan
kedua teknologi tersebut !
2. Jelaskan konsep pembangkitan energi Surya (PLT Surya) dan bagaimana
menentukan daya pembangkitan pada Pembangkit tersebut !
3. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen utama pada solar cell dan
bagaimana sistem rangkaian solar cell tersebut dalam membangkitkan daya listrik
4. Jelaskan beberapa mengenai beberapa jenis bahan sel surya yang ada di pasaran
dan apa perbedaannya (Silikon Monokristal, polycrystaline, thin film, galium
arsenik, dll)
Jawaban
1. Perbedaan teknologi surya fotovoltaik dan surya thermal:
Pada teknologi surya fotovoltaik, biasanya digunakan untuk memenuhi
kebutuhan listrik, seperti pada namanya Voltaik yang penamaannya sama dengan
satuan yang digunakan pada tegangan yaitu volt, contoh penggunaannya untuk
menyalakan pompa air, televisi, kulkas dll.
Sedangkan pada surya thermal, seperti pada namanya Thermal yang berarti
panas, maka pada teknologi ini, digunakan pada alat untuk memanas, contohnya
pada kompor surya, pemanas air dll.
2. Konsep pembangkit energi surya dan menentukan daya pembangkitan
Pada PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), pertama biasanya akan
diproses pada panel surya, yang dimana ini bertujuan untuk menangkap sinar
matahari, sehingga apabila ada sinar matahari masuk, pemantulan yang terjadi
tidak akan begitu banyak, karena ada energi yang diserap sebagian, lalu akan di
konversi menjadi listrik.
Setelah menjadi listrik, selanjutnya akan masuk pada charge controller untuk
mengatur tegangan yang masuk dan juga diperkuat dengan amplifier agar
mendapat yang lebih besar.
Lalu tegangan dimasukkan ke inverter untuk diubah dari tegangan DC
menjadi AC, karena skala pembangkit besar, biasanya hanya akan menggunakan
listrik AC yang di transmitter kan, karena tegangan AC yang sering digunakan
pada kebutuhan sehari – hari.
Adapula cara menentukan daya pembangkitan pada pembangkit yaitu dengan
rumus:
V mp x I
F F= mp
V oc x I sc
3. Komponen – komponen utama dalam sistem solar cell dan sistem solar
cell:
a. Panel Surya
Panel Surya ini berguna untuk menangkap panas matahari atau sel surya
yang akan diubah menjadi energi listrik. Cara kerja panel surya ini yaitu
menggunakan efek photovoltaic, suatu fenomena dimana munculnya tegangan
listrik karena adanya hubungan atau kontak dua elektroda yang dihubungkan
dengan sistem padatan atau cairan saat mendapatkan energi cahaya.
b. Charge Controller
Komponen ini berguna untuk mengatur tegangan yang akan masuk ke
battery, agar tidak melebihi kapasitas tegangan atau daya yang dimiliki battery,
agar battery bertahan lama.
c. Battery
Battery ini digunakan sebagai menyimpan daya listrik yang nantinya akan
disalurkan, penyaluran terbagi menjadi dua, ada yang menjadi listrik DC secara
langsung, ada yang dimasukkan kedalam inverter dahulu untuk diubah listrik DC
menjadi AC, dinaikkan tegangannya atau yang biasa disebut Step up.
d. Inverter
Inverter ini digunakan untuk merubah listrik DC menjadi AC dan
tegangannya pun akan dinaikkan menjadi 110V/220V dengan menggunakan
fungsi pada transformator Step up.
Pertama panel surya akan menerima cahaya matahari dan akan
mengkonversikan dari energi matahari menjadi energi listrik, pada bagian ini
biasanya efektivitas penangkapan pada panel masih hanya sekitar 9-17% saja,
walaupun sekarang sedang ada penemuan jenis panel baru yang dapat menyerap
hingga 21%, tapi pada angka 17% ini yang masih dipakai di dunia.
Lalu setelah menjadi energi listrik, listrik akan dialirkan menuju charge
controller, yang dimana tegangan akan diatur sebelum masuk ke baterai, agar
baterai dapat bertahan lama.
Pada saat di baterai, aliran listrik terbagi menjadi 2, ada yang langsung
dipakai (tegangan DC) dan ada yang dialirkan ke inverter untuk mengubah
tegangan DC menjadi tegangan AC, yang biasa digunakan pada setiap rumah –
rumah.
4. Jenis – jenis bahan yang digunakan pada sel surya:
A. Monokristalin dan Polikristalin
Kedua bahan ini memiliki sel yang terbuat dari wafel silikon, wafel yang
dirangkai menjadi baris dan kolom membentuk persegi panjang, lalu ditutup
dengan lembaran kaca dan dibingkai bersama, pada sel surya monokristalin
dipotong dari satu kristal silikon murni (seperti pada namanya mono yang arti
tidak jauhnya adalah tunggal atau satu), sedangkan pada sel surya polikristalin
terdiri dari fragmen kristal silikon yang dilembur bersama dalam cetakan sebelum
dipotong menjadi wafel atau kotak masing – masing. Berikut bahan yang sering
digunakan pada jenis ini:
a. Ribbon Silicon
String ribbon solar panel merupakan salah satu panel surya yang menggunakan
jenis sel surya polikristalin, namun menggunakan proses yang berbeda. Namun
jenis panel surya ini tidak memiliki pasar yang cukup baik, terutama setelah
produsen terbesarnya: Evergreen, yang mengalami kebangkrutan
B. Panel Surya Film
Panel surya ini terbuat dari berbagai bahan, biasanya terbuat dari cadmium
telluride (CdTe). Dalam pembuatannya, lapisan cadmium telluride ini akan
dipasang diantara lapisan konduktor transparan, untuk menangkap cahaya sinar
matahari, berikut beberapa bahan selain cadmium telluride:
a. Amorphous Thin Film Silicon
Ada yang menggunakan bahan Amorphous Thin Film Silicon, memiliki
efisiensi 6-8% dan mengandung bahan yang tidak aman dalam materialnya.
b. Gallium Arsenide (GAAS)
Tipe ini merupakan tipe termahal dan hanya digunakan di beberapa
industri dan luar angkasa, karena efisiensinya tercatat rekor tertinggi, yaitu
mencapai 28,8%.