0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan64 halaman

Diagnosis dan Penanganan Asma Akut

huhuh

Diunggah oleh

juultjeagustina30
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan64 halaman

Diagnosis dan Penanganan Asma Akut

huhuh

Diunggah oleh

juultjeagustina30
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

I

Tn. Adi usia 60 tahun datang ke IGD RS karena sesak napas sejak 3 jam yang
lalu. Pasien mengeluhkan dalam 1 minggu terakhir kambuh setiap hari. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/90 mmHg, HR 56 x/menit, PernapasanG 7
x/menit, suhu 37°C. Tampak retraksi sela iga saat inspirasi, suara napas
menurun,- wheezing minimal. Apakah diagnosis pada pasien ini?
a. Karsinoma paru
b. Pneumokoniosis
c. Status asmatikus
d. Asma Bronkiale
e. PPOK eksaserbasi ak
/Asma mengancam jiwa

minimal

ewal
>
- : O2 + SABA +
ipra + KS Sistemil

>
-
tep at
2 Tn. Hakim usia 32 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak sejak O 15
menit yang lalu setelah menghirup - serbuk sari di taman. Pasien memiliki
riwayat &sesak sejak kecil yang kambuhkambuhan. Pasien terlihat duduk
-

bertopang lengan. Diketahui dalam 1 bulan terakhir pasien sering terbangun


-

malam hari karena sesak sebanyak 6 kali. GCS E4V5M6, TD 110/80 mmHg,
HR 112 x/menit, RR 34 x/menit, SpO2 88%, Suhu afebris. Apakah
pemeriksaan penunjang yang - tepat sesuai kondisi pasien di atas?
a. Foto thorax
b. TCM dx Asma Serangan Bert
:

c. Spirometri
-
K I spirometri
=

d. Analisa Gas Darah ①


e. Skin prick test
asma

Etio Dx Kla
alergen sesak nafas dicetus oleh alergen (Inhalan, Ingestan, Injeksi)
seberapa sering seberapa parah
Batuk berdahak : sputum putih

/ histamin/igE
^
Riw atopi (+) : ra, da, urtikaria Kekerspar/terkontrol /Frekvensi serangan leksaserbasi
Hipersensitivitas tipe 1/cepat
Px obat controller obst reliever
wheezing,/ekspirasi memanjang /mengi

Penunjang laba ICS saba antikolinergik


awal : foto Thoraks

salbu, albu, terbu

normal// cobakan
p

vaskular/hiperlusen /minp
T
PROK
“terol” budesonide & fluticasone ipratropium bromide
-
- ~ Eamol Ferol Ealin

②~ _ prognosis
responterpi
formoterol, salmeterol, prokaterol
I
tepat/ Utama : peak flow/spirometri - - - promakan SATe

E <
70% It su
fev1 (pada detik pertama) 180 % Bude sokit Elumakan Telor
fev1 post-pre : > 12% post bronkodilator
-

Reversible

NB :
Spirometri Kl = eksaserbasi
Eksaserbasi-O AGD
② Pesk flow
Kla
① Apakah [Link]/suhsetiaphari ?

terkontrol >
- Ex utama controler serangan loksaserbasi- Txutoma
reliever

mingguan
- harian
tiqp

kyk normal Perfengah Ngos"an


intermitten persisten ringan persisten sedang persisten berat
I
"I
< 1 x / minggu > 1 x / minggu
-
setiap hari terus menerus Likata)

< 1 x /hari
-

fev1 fev1 fev1 fev1 th


>80% > 80% 60 - 80% < 60% SABA 3X
SAB A IX

th O th I th 2 th 3
+ kS Sistemik/inh
=>>
Obs + simptomatis ics Ics + laba Ics + laba
O Rujuk

( controller
+ ks sistemik/Teofilin/leukotrien
(t)

simtomatik/reliever : SABA ②

(-) nebul: terbu 0.3-0.5 IM Atau adre 1 : 1000 0.3 IM


(t)
③ ]

⑦ KS Sistemik/inhalasi
Prednison
c

Serangan Terkontrol
2-3x/bulan =
mingguan

"/minggu
3

disangkal. Pasien bisa berbicara&


diakui timbul C
-/"dong
Nn. Ami usia 22 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 jam
yang lalu setelah bermain dengan kucing tetangga. Riwayat batuk dan demam
penggal kalimat. Dalam E1 bulan terakhir keluhan
2-3 kali. Ternyata ibu pasien juga memiliki riwayat sakit yang sama.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80,w HR 112 x/menit, RR 30 x/menit,
suhu 36.7°C, SpO2 92%. Rh-/- Wh+/+. Setelah diberikan bronkodilator 3 kali,
pasien mengatakan sudah membaik dan pada auskultasi Wh+/+ menurun.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, apa diagnosis pasien tersebut?
a. Asthma attack sedang, episode persisten ringan
b. Asthma attack ringan, episode persisten sedang

X
c. Asthma attack berat, episode persisten berat
d. Asthma attack berat, episode intermiten
e. Asthma attack sedang, episode intermiten
Ny. Mina usia 36 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan sesak sejak 1 jam
4
yang lalu setelah terpapar debu di rumah. Pasiem memiliki riwayat alergi
debu dan kacangkacangan dari kecil. Sesak sudah sering dialami dari kecil
dan hilang-timbul. GCS E4V5M6, TD 110/80, HR 78 x/menit, RR 32 x/menit,
SpO2 97%, suhu afebris. Rh (-/-) Wh (+/+). Peakflow meter pre-bronkodilator
55%. Setelah dokter memberikan terapi awal. Apakah pemeriksaan
penunjang awal untuk mengetahui& respon terapi di IGD?
a. Oksimetri
b. Spirometri
c. Blood Gas Analysis dx Asma
:

d. Foto thorax
e. Peakflow meter
Ny. Afri usia 22 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1
jam yang lalu setelah bermain dengan kucing tetangga. Riwayat batuk dan
5
demam disangkal. Pasien bisa berbicara penggal kalimat. Dalam 1 bulan
Terakhir keluhan diakui timbul 2-3 kali. Ternyata ibu pasien juga memiliki
riwayat sakit yang sama. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80, HR
112 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 36.7 C, SpO2 92%. Rh-/- Wh+/+. Setelah
diberikan bronkodilator 3 kali, pasien mengatakan sudah membaik dan pada
auskultasi Wh+/+ menurun. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, apa
tatalaksana yang tepat pada pasien?
a. SABA nebulizer, kortikosteroid inhaler,
X oksigen dx Asma Serangan sedang
b. SABA inhaler, kortikosteroid oral, oksigen
:

-
c. SABA+dekongestan
- oral, oksigenasi
d. SABA nebulizer, kortikosteroid oral, oksigen
Ign Intermitten
utama
L reliever
:

e. SABA+SAMA nebulizer, kortikosteroid- inhaler,


- oksigen
6 Ny. Leni usia 65 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk lama. Batuk
dialami selama 3 minggu. Dalam 3 minggu terakhir pasien juga merasa BB
turun drastis. Pasien tidak pernah merokok. Kemudian dokter melakukan cek
sputum dan hasilnya -/+. 1 bulan yang lalu ternyata pasien sempat mendapat
pengobatan TB namun behenti setelah& dua minggu mengkonsumsi OAT karena
merasa sudah sembuh. Apakah kasus kategori pasien saat ini ?
a. Baru ↓
b. Drop out 28 hari

c. Resisten
d. Pernah terpapar
e. Gagal terapi
Klasifikasi TB

NB :
Referensi terbon

the gunakan
Tx :
lanjut OAT / J
OAT Kot2

Tx DATc
:

Kat I

Th

lagi Tx OAT Kat 2


sast ini
:
7 Tn. Faza usia 30 tahun datang ke dokter dengan keluhan batuk sejak 3
minggu terakhir, pasien juga mengeluh berkeringat pada malam hari disertai
penurunan berat badan. Pasien sudah berobat ke Puskesmas dan didiagnosis
TB paru juga telah diberi OAT. Setelah 2 bulan, pasien mengeluh mual dan
muntah hebat. Didapatkan & sklera ikterik, AST 1200 IU/L, ALT 360 IU/L.
Bagaimanakah tindakan yang tepat dilakukan untuk pasien tersebut?
a. Mengganti semua OAT dengan Curcuma
b. Melanjutkan pemberian OAT, beri Curcuma + Drug
induced
dx TB par
c. Stop OAT, beri Curcuma hingga hepar pulih
:

hepatitis
d. Melanjutkan semua OAT, rujuk spesialis paru
e. Mengganti regimen OAT kategori 2
- AlB/C

① hepatoprotekter
*
& Tn. Halim usia 65 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama.
Batuk sudah dialami selama 3 minggu. Dalam 3 minggu terakhir pasien juga
merasa berat badannya turun drastis. Pasien tidak pernah merokok. Kemudian
dokter melakukan cek sputum dan didapatkan hasil -/+. 1 bulan yang lalu
ternyata pasien sempat mendapat pengobatan TB namun behenti setelah& dua
C
minggu karena merasa sudah sembuh. Apa langkah selanjutnya yang harus
dokter lakukan pada pasien ini?
a. Cek resistensi
b. Naik kategori dx TB kasus ban
:

c. Mulai OAT dari awal


d. Lanjutkan terapi OAT
e. rujuk
Monitoring BTA - 2

,
5
-
, 6

(-) lanjut
9 Tn. Dul usia 40 tahun, datan ke puskesmas untuk kontrol. Pasien baru saja
menyelesaikan pengobatan TB - bulan ke-2 dan saat ini pasien tidak memiliki
keluhan apapun. TD 110/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit, SpO2 98%,
Suhu afebris. Rh (-/-). Wh (-/-). Kemudian dokter melakukan pemeriksaan BTA
SP didapatkan hasil C (-/-). Apakah tindakan selanjutnya yang tepat untuk
pasien tersebut?
a. Cek TCM/Uji Sensitivitas
b. Lanjutkan pengobatan, Cek BTA ulang di bulan ke-3
c. Lanjutkan pengobatan, Cek BTA ulang di bulan ke-4
d. Lanjutkan pengobatan, Cek BTA ulang di bulan ke-5 26
e. Rujuk ke dokter spesialis paru untuk evaluasi
OAT Lini I

lini OAT kategori OAT

OAT LINI 1
Rifamfisin 10 mg/kgb /hari
=
a
-
E
OAT LINI 2
Quinolon : “xasin” 2RHZE + 4
-
-
kategori 1
(RH)3
>
-
G bln kategori 2
2 RHZES + RHZE + 5 (RHE)3
-
#
>
-

-
ObIn

Urine merah
intensive intensive
lanjutan lanjutan
- Aminoglikosia iv : kanamisin, kapteomisin, amikasin
Anemia Hemolitik Periksa 2,5,6 Periksa 3, 5, 8
Red
-

D ②
Rash
k TCM

-
gak normal Bulan 2 (+) -
>
3, 5, 6 + 0bat lanjutkan
-


Anafilaktif
-
normal
Bulan 2 (-) -x
5, 6
Hepatotoksik
Reduce obat
mengurangi kerja
Kapan monitoring
=

BTA ?
Isoniazid 5 mg/kgbb/hari + vit b6/piridoksin 50 - 100 mg
=> Katl Kat 2

Neuropati
-
2 3

Psikosis toksik
-
Sanf 5 5
Hepatotoksik 6 &

Pirazinamide 25 mg/kgbb/hari
=>
C C
Asam urat
-

Purin -
Nefrotoksik

g 8
Paling hepatotoksik
30 -

35 -

55 -

Etambutol 15 mg/kgbb/hari 71 =

Gang penglihatan
&E + strepto
Eye
-

Buta warna
-

Nefrotoksik O

00
O

Streptomisin 15 mg/kgbb/hari
=>
&
0-
0-
Ototoksik
Sound Telinga
5
Ce
-

Gang keseimbangan : I
G
-
-

Nefrotoksik
·
37

,
-

Tn. Galih usia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan batuk bertahak
terkadang disertai darah sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai badan
semakin kurus. Tiga tahun yang lalu pasien sudah terdiagnosis TB dan telah
mengkonsumsi OAT selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Dari
hasil pemeriksaan fisik saat ini didapatkan TB 167 cm,&
BB 50 kg, TD 130/70
mmHg, HR 76x/menit, RR 25x/menit, suhu 37,6 C. Pemeriksaan bakteriologis
dengan pewarnaan Zhiel Nelson didapatkan hasil +/+. Apakah regimen terapi
fase intensif yang tepat pada pasien ini?
a. 3 tablet 4 KDT + Inj. Streptomycin 500 mg dx TB paw lops
:
re

b. 3 tablet 4 KDT + Inj. Streptomycin 750 mg ↓


c. 4 tablet 4 KDT + Inj. Streptomycin 750 mg Kat 2
d. 4 tablet 4 KDT + Inj. Streptomycin 1000 mg
e. 5 tablet 4 KDT + Inj. Streptomycin 1000 mg
13 00 wib
.

Tn. Fino usia 38 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk


II
berdahak sejak 1 bulan yang lalu, keluhan disertai demam dan berkeringat
saat malam hari yang tidak kunjung sembuh. Penurunan berat badan sejak 1
bulan yang terakhir diakui. Pasien memiliki -
riwayat pengobatan TB 2 tahun
yang lalu namun hanya & berobat selama 2 bulan. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 87 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37.8 C,
SpO2 98%. Rh (+/+) di apex paru kanan dan kiri, Wh (-/-). BTA SP (+/+). -

Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada pasien tersebut?


a. Foto thorax
b. Kultur Sputum ↓ TB putus obat
c. Uji Sensitivitas ITCM x :

d. MRI
e. Ulangi pemeriksaan BTA
12 Ny. Windi usia 45 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk yang tidak
kunjung sembuh sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan penurunan berat
badan sebanyak 5 kg dalam 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh berkeringat
dingin setiap malam. Pasien diketahui pernah mengkonsumsi OAT 3 tahun yang lalu,
namun hanya minum selama 2 bulan dan berhenti sendiri karena merasa sembuh. TD
120/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 20 x/menit, SpO2 95%, Suhu afebris. Kemudian
dokter melakukan uji sensitivitas didapatkan MTB high detected, Rifampicin and
It Isoniazid resistance. Apakah definisi kasus pada pasien tersebut? R
a. TB PR
b. TB MR R + H = MDR
c. TB RR
d. TB MDR
e. TB XDR
Resistensi OAT

Monoresisten- jenis
Lini I

RHZES Poliresisten TBRR - resisten R + /- OAT Lain


kec R & It bersamaan
> I
jenis
TB MDR -
resisten R & H bersamaan
-

Swami zistni

resistengolaminogla
Lini 2 TB PreXDR- MDR
+
Gol aminoglikosids
Gol kindon TB XDR-MDR + resisten go) .

aminoglikos
dan
gol krindon
.
&
Sound
=

13
Ny. Jeni usia 32 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan-penurunan
pendengaran dalam 1 minggu terakhir. Pasien saat ini sedang menjalani
C
pengobatan OAT. TD 110/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 20 x/menit, SpO2
95%, suhu Afebris. Rh (-/-) Wh (-/-). Manakah OAT yang dapat
menyebabkan keluhan pada pasien?
a. Rifampicin
b. Isoniazid
c. Pirazinamide
d. Etambutol
e. Streptomicin
=
14
oh
Tn. Yuli usia 32 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 2
minggu yang lalu disertai dengan keringat malam hari. Pasien tidak memiliki
riwayat DM, HT, atau penyakit kronis lainnya namun 1 tahun lalu pernah
didiagnosis TB dan -mengkonsumsi OAT selama 3 minggu. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36.7 C,
SpO2 98%. Rh (+/+) di apex paru kanan dan kiri, Wh (-/-). BTA SP (+/+).
Apakah tatalaksana selanjutnya yang tepat untuk pasien tersebut?
a. 2RHZE + 4 (RH)3
b. 2 RHZE + 4 RH dx TB par Kasus banu
c. 2RHZE + 4 (RH)3 + Prednison
:

d. 2 RHZE + 4 RH + Prednison Kat I


e. 2 RHZES + RHZE + 5 RHE
15 Seorang ibu membawa anaknya usia 4 tahun ke Puskesmas karena ingin
konsultasi. Ibu khawatir karena dirinya baru saja didiagnosis TB dengan hasil
BTA (+) dan sedang menjalani pengobatan TB. Anak dikeluhkan berat badan
nya sulit naik sejak 6 bulan terakhir. Tidak ada keluhan demam, batuk atau
keluhan lain. Pemeriksaan fisik dalam batas normal, namun BB/TB -2 sd -3
SD. Pemeriksaan apakah yang harus dilakukan kepadaC anak tersebut?
a. Tes tuberkulin
b. Cek sputum BTA
c. Bilas lambung
d. Imunisasi BCG
e. Kultur dahak
tb anak
dx Th Profilaksis tb
Sistem scoring 2rhz + 4(rh)3
# tak beni etambutal

10 5 25 <star
5 thn Hans

Kec TB ansk BTA( + )
2
.

tatsp'
H
> 5 thn + hiv
R 2
beni etambutol

kontak

1
on
- 00
Prop : INH
5-10mg/bb 61n

99 1/2

)
-
&
TBanak
Gabor d
16 Ny. Eli usia 40 tahun datang ke poli paru dengan keluhan batuk berdahak
sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan rasa tidak nyaman pada
dada sebelah kirinya. Pasien memiliki riwayat TB paru 2 tahun yang lalu dan
dinyatakan sudah sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD
110/60mmHg, HR 86 x/menit, RR 24 x/menit, suhu 37.8C. BTA -/-. Pada
pemeriksaan rontgen didapatkan gambaran berikut : Apakah etiologi yang
paling mungkin pada pasien tersebut?
a. M. Tuberculosis
b. S. Pneumonia
c. Aspergillus sp.
d. Klebsiela sp
e. S. aureus
/Aspergiloma

= bola

Cavitas
t

dinding tipis
Fungts ball
t
cresent
Ny. Olif usia 32 tahun datang ke RS untuk berobat. Pasien mengeluhObatuk
17 berdahak disertai badan menggigil sudah 5 hari terakhir. Pasien juga
&
mengeluh sakit kepala dan nafsu makan menurun dan napas sedikitC sesak.
GCS E4V5M6, TD 110/80 mmHg, HR 108 x/menit, RR 22 x/menit, Suhu
-39.7˚C, SpO2 98%. Rh (+/+) minimal, Wh (-/-). Kemudian dokter hendak
melakukan pemeriksaan penunjang. Apakah pemeriksaan penunjangO awal
yang paling tepat?
a. Kultur sputum dan darah
b. BTA dx Pneumoni
:

c. TCM
d. Foto Thorax
e. Darah lengkap
Pneumonia

Dx th
Etio
Trias
non tb
Demam, Batuk, Sesak nafas Sgal bolchlama)
< 2
mgg
c- ) CM

Bakteri : s. Pneumonia
Pf : rhonki basah
klebsiella pneumonia -

mycoplasma pneumonia
~

Penunjang :
Virus : rsv
-

sputum sps : sel pmn Y


Fungal : aspergillus
Foto : infliltrat/corakan inhomogen/air bronchogram/bercak
Non infeksi : aspirasi corpus alienum
berawan di Lobus media - inferior (awall
Gold : kultur sputum Stepat)
-
Zi

Mak Ku Lantam Ku Lantam

azitro
-eritro
-
klaritie
-

, moxi =

O
dis tress

anak that O
HD (1 stabil
sedang () ronop
18 Ny. Asih usia 32 tahun, 2
kontrol ke poli penyakit
dalam setelah satu minggu
-
masa

sebelumnya sempat & dirawat inap di RS karena demam berdarah. Saat ini (a)u
-

mengeluh batuk disertai demam menggigil dan napas agak sesak.


Sebelumnya pasien tidak ada keluhan seperti ini. Riwayat Diabetes dan
Hipertensi disangkal. TD 120/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 24 x/menit, SpO2
96%, suhu 39⁰C. Pada foto thorax didapatkan infiltrat bilateral. Diagnosis
yang paling tepat adalah?
a. CAP
b. HAP
c. HCAP
d. TB paru
e. Pneumonia atipika
Kla Berdasarkan epidemiologi

comunity acquired pneumonia Berkaitan RS

CAP/ pneumonia komunitas Nosokomial Pneumonia aspirasi Pneumonia pada px


Didapat diluar rs/
/ immunocompromaised
didaalam rs < 48 jam

HAP
HCAP Tersedak Hiv, sle, dm
VAD
diRS = Hospitalized ventilator
-
Health care Fr : stroke /rebahan
-

Acquired pneumonia Acquired pneumonia Acquired pneumonia

(-) ranap

sedang ranap > 48 jam


L sedang ventilator > 48 jam
- sedong
Riw : ranap dalam 90 harilalu
Hd, kemo, riw operasi, riw
-

perawatan luka
-

RIWAY AT
Tn. Dian usia 53 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak&

oo
1
19
jam yang lalu. Keluhan sesak disertai batukberdahak warna putih kental.
Pasien mengaku tadi pagi demam namun sudah minum paracetamol. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 mmHg, HR 89 x/menit, RR 31
x/menit, SpO2 91%, suhu 37.9 C. Apakah kemungkinan diagnosis pasien
saat ini?
a. Efusi paru
b. Abses Paru
c. Tumor Paru
d. Pneumonia
e. TB paru
2 Tn. Dian usiaG 53 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1
jam yang lalu. Keluhan sesak disertai batuk berdahak warna putih kental.
Pasien mengaku sempat ada demam tadi pagi namun sudah minum

o
paracetamol. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 mmHg, HR 89
x/menit,CRR 31 x/menit, SpO2 91%, suhu 37.9 C. Apakah terapi yang tepat
untuk pasien?
a. Levofloxacin-
-PO
b. Moxifloxacin IV
dx Pneumoni
: - CURB 65

c. B-lactam+MakrolideX PO ↓ ↓L ↓

d. B-lactam+azitromisin IV 00 I I O

e. Co-amoxiclav Skor 2 Ku Lantam


=
ranop IV
-

kindon
Tn. Bowo usia 53 tahun bekerja sebagai &
21
penambang batu bara. Pasien
mengeluh batuk kering dan sesak nafas yang dirasakan sejak 3 minggu terakhir,
keluhan disertai nyeri dada dan demam. Keluhan batuk sebetulnya sudah sering
dirasakan sejak 2 tahun terakhir. Terkadang keluar dahak berwarna gelap.
Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 100 x/m, RR 24 x/m, suhu afebris. Pada
pemeriksaan foto thorax didapatkan gambaran fibrosis dan bercak reticonodular
di kedua lapang paru. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
a. Asbestosis
debris tebr
b. Bagassosis =
Bagas= Manis=

c. Black Lung Disease


d. Silicosis
e. Farmer’s Lung Disease =
Petani/debu jesmi
Pneumokoniasis/peny. Paru okupasi
Fr : pekerjaan Gold : HRCT
TAMBANG
Tx :
Rujuk

Asbestosis Silikosis Coal worker pneumokoniasis Bisinosis


Etio : asbes Etio : silika/debu /Antrakosis/black lung Pekerja kapas
atap kapal Bangunan, pemecah batu Tekstil
Tambang batu bara
plafon Kaca Monday fever
Paru hitam
kabel listrik Keramik Jenin-kerj Solita
tambang Tambang logam
Batuboeng
apapun

Foto Foto
ground glass app egg shell app
pleura plaque
shaggy heart sign Th
snowstorm
rujuk
Biopsi
asbestos body
Tn. Fino usia 49 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan sesak nafas
22
sejak 2 bulan yang lalu. Sesak semakin hari semakin memberat. Keluhan
batuk, pilek, dan demam disangkal. Riwayat alergi dan asma disangkal.
Pasien bekerja di tempat pengolahan logam sejak lulus SMA. Pada
pemeriksaan didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 90x/menit, RR 27x/menit,
suhu 37,0°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi kasar +/+. Pada
pemeriksaan X-ray dijumpai eggshell calcification. Diagnosis yang tepat
adalah?
a. Asbestosis
b. Silikosis
c. Ca paru
d. Antrakosis
e. Bisinosis
23 Tn. Joni usia 55 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS dengan keluhan sesak
napas yang - memberat sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengatakan sering merasa
sesak terutama jika sedang beraktifitas. Sebelumnya pasien juga sering batuk
berdahak.- Riwayat merokok (+) sejak pasien kelas 2 SMA. Pada pemeriksaan
tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 100x/menit,E RR 30x/menit, suhu 36,5°C, SpO2
79%. Pemeriksaan fisik paru barrel chest, perkusi hipersonor, wheezing (+/+).
Dokter berencana memberikan oksigenasi pada pasien tersebut. Berapakah
target saturasi oksigen yang harus dicapai pasien?
a. 99%
b. 95%
c. 100% dx PPOK eksaserbasi
:

d. 88%
e. 85%
COPD Kentel
salah satu

ppok -

Infeksi
RR1, 30 x/i


Batuk
swal
(target Sc0208 92 %)
BB ↑ : -

Broncovascular & Fr
:

Xray tepat Male K Letam Constant


perokok
=
Blue Bloater
-

Bronkitis Kronik polutan udara/pabrik


memasak dgn kayu bakar x) -
: Genta , Ami , Strep/Kanamicin

dx Penunjang
peak flow/spirometri : Fev1/fvc < 70%
② ① atau
5B FEU , < 80 %

chet a
kla
& Erisik barrel
:
,

Heksaserbasi
T
Hor op
Emfisema
GOLD 1 GOLD 2 GOLD 3 GOLD 4
Bronkitis Kronik
(Ringan) (sedang) (berat) (sangat berat)

fev1 > 80%


L
-
fev1 50 - 79
-
fev1 30 - 49=>
fev1 < 30

Th Th Th Th
vaksinasi + saba > gold 1 + laba gold 2 + ics
-
>
-
> gold 2 + ics + o2
-


influenza/
Pneumococcus
24 Tn. Faiq usia 66 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak sejak 1 bulan
lalu yang &memberat 1 jam. Keluhan serupa sudah sering dialami pasien.
Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia 30 tahun. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 97 x/menit,C RR 35 x/menit Temp 36,7,
SpO2 87%, retraksi sela iga (+). Pada pemeriksaan radiologis didapatkan
gambaran sebagai berikut. Apa diagnosis pasien tersebut?
a. PPOK- eksaserbasi akut
b. Pneumonia
c. Pneumokoniosis
d. Penyakit paru obstruktif kronik
e. Pneumothorax
25 Tn. Riza usia 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1
minggu lalu yang memberat 1 jam SMRS. Pasien merupakan perokok aktif
sejak usia 20 tahun dan bisa menghabiskan 2 bungkus rokok perhari.
Pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg, HR 104 x/menit, RR 34
x/menit, suhu 36,5°C, SpO2 85%. Pemeriksan X-ray thoraks didapatkan
gambaran & hiperaerasi dengan corakan bronkovaskular menurun. Apakah
diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?
a. Pneumonia
b. Bronkitis akut
c. Emfisema -
d. Abses paru
e. TB
d : Asma :
Obstruksi reversible

26 Tn. Emil usia 50 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Keluhan
timbul ketika pasien & membersihkan gudang di rumahnya. Keluhan - sering
timbul-berulang. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 28
x/menit, suhu afebris, Wh +/+ Rh -/-. Rontgen thorax didapatkan hiperaerasi.
Setelah pasien stabil dokter berencana melakukan pemeriksaan spirometri.
Apa temuan spirometri yang didapatkan pada kasus tersebut?
a. FEV1 menurun, FVC normal, FEV1/FVC post bronkodilator >70%
b. FEV1 menurun, FVC normal, FEV1/FVC post bronkodilator <70%
c. FEV1 menurun, FVC menurun,
X FEV1/FVC post bronkodilator >70%
d. FEV1 meningkat, FVC menurun, FEV1/FVC post bronkodilator <70%
X
e. FEV1 meningkat, FVC meningkat, FEV1/FVC post bronkodilator <70%
Spirometri
Respirasi
umum

it
8
Obstruktif
O FEV, 80 %
Restriktif %
<
FVC <80
>
-

&
>
-

Star

Saluran <
I
Paru
0
%

rhonki basah ( inspirasi ) wheezing & ekspirasi memanjang /mengi

tb pneumonia asma ppok

rhonksi basah rhonki basah obs reversivel obs irrreversivel


di medial/inferior paru
-
di apex paru /
tinggi
FEU, post -

pre
indeh
= 12
/
·

712 %
.
Tn. Jimin usia 65 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk yang
27
tidak kunjung sembuh sejak 4 bulan yang lalu. Batuk berdahak jernih. Kadang
disertai dengan sedikit bercak darah. Diketahui pasien merupakan perokok
aktif sejak usia 18 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80
mmHg, HR 109 x/menit, RR 22 x/menit, SpO2 90%, suhu afebris. Rh (+/+),
Wh (-/-). Pada spirometri pre-bronkodilator didapatkan hasil:co
FEV1 78%, FVC
normal&
86%, FEV1/FVCPre 66%. FEV1/FVC post bronkodilator 68%. Apakah
=

kesimpulan dari hasil-


-

spirometri pasien tersebut?


-

!
a. Obstruksi, irreversible Obstruksi
b. Obsktuksi, reversible
c. Restriksi, reversible Post
- Pre=
60 % 66 %
- 2 %
=
Cireversible)
d. Restriksi, irreversible
e. Campuran, irrevesible
Tn. Deni usia 47 tahun sesak hilang timbul sejak 2 bulan ini. Keluhan disertai batuk
28
berdahak. Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia 20 tahun. Pada pemeriksaan
didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 84x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,6°C Pasien meminta
untuk dilakukan pemeriksaan spirometri. Kebetulan pasien tidak dalam kondisi sesak saat
ini. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan hasil sebagai berikut. Interpretasi hasil
spirometri di atas adalah?

C ↓ restriktif
C & obsturktif
C & obstruktif
a. Penyakit paru obstruktif
b. Penyakit paru restriktif
c. Campuran penyakit paru obstruktif dan restriktif
d. Normal
e. Memerlukan pengukuran ulang
Ny. Eva usia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan &
&
batuk berdahak sejakG
3
C
bulan lalu. Keluhan disertai nyeri tenggorokkan, terkadang saat batuk juga
mengeluhkan nyeri dada. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70
mmHg, N 78 x/menit, RR 25 x/menit, suhu 37.6 C, SpO2 96%, ditemukan
wheezing minimal di kanan dan kiri. Pada pemeriksaan thorax ditemukan
-
corakan bronkovaskular meningkat. Apa diagnosis yang tepat pada pasien di
atas?
a. Bronkiektasis
b. Pneumonia
c. Bronkitis kronik
d. Bronkopneumonia
e. Bronkitis akut
Tn. Hardi usia usia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk
30 berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Dahak berwarna kekuningan,& berbusa
dan becampur darah dengan jumlah- sangat banyak. Pasien juga mengeluh
kadang meriang dan badan pegal-pegal. Pada pemeriksaan tanda vital
didapatkan tekanan darah 100/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit,
suhu 37,9°C, auskultasi paru didapatkan amforik pada paru kanan. Pada
pemeriksaan foto thorax dengan hasil sebagai berikut. Diagnosis pada
pasien adalah?
a. Bronkiolitis
b. Bronkopneumonia
c. Pneumonia aspirasi
d. Bronkiektasis
e. Bronkitis kronis
hat
Groom >
-

Goolers
>
-

pus

- aws

/multip lering/
muh tip
stringbeads
st /
of
HRCT =
high resonancy
CT

infeksi ,
=
mak ku Lantam
31
Tn. Hardi usia 45 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan batuk berdahak sejak
5 hari yang lalu. Sebelumnya pasien pernah mengalami pneumonia dan
sempat dirawat di rumah sakit 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan tanda
vital didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 85x/menit, RR 20x/ menit, suhu
38,2°C, sianosis (+), clubbing finger (+), wheezing (-/-), ronki (+/-). Pada
pemeriksaan rontgen thorax ditemukan adanya gambaran tram track
appearance. Apakah hasil yang didapatkan dari pemeriksaan specimen
sputum?
a. Sputum purulen berbusa
b. Sputum purulent dan berbau dx :
Bronkiektasis
c. Sputum mucoid dengan darah
d. Sputum purulent dan berdarah
e. Sputum 3 lapis, berbusa
w
hooping cough
32
disertai suara & -
An. Via usia 3 tahun, datang dengan keluhan batuk sejak 2 minggu. Batuk
melengking, anak sering batuk hingga anak sulit bernapas,
kadang disertai muntah, pada saat batuk anak -
menarik napas dengan cepat.
Pemeriksaan fisik didapatkan mata merah dan sianosis pada bibir, HR 100
x/menit, RR 30 x/menit, suhu 37 C, tidak didapatkan stridor, ronkhi ataupun
wheezing. Riwayat imunisasi anak hanya mendapatkan imunisasiC DPT 1 kali.
Apa diagnosis pada kasus ini? ↓
a. Sindroma croup Differi
b. Pertusis Perfusis
c. Pneumonia
Tetanus
d. Bronkopnemonia
e. Bronkiolitis
Batuk 100 hari/ Pertusis /Batuk rejan
etio Bordetella perfusis (basil/cocobasil
:
- grom negstif)

· perdanahan subkonjungtiva
& whooping:
cough
Batul
melengling
(sesekali)
#
P: Kulturswab nasparingmedia Bordet Geg -
a
Menggunggang
② Azitro
Kotrimoxazol
20mg/bb 2x
3 7- 14 har ↓
③ 10mg/bb 2x
Croup
Komplikasi = Bronkopneumoni
33 Ny. Reni 50 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 3 hari yang
lalu. Keluhan diawali dengan batuk dan flu berat. Pasien baru saja pulang dari
Guangzhou, Cina 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/85
mmHg, HR 115 x/menit, RR 32 x/menit, suhu 39 C. Hasil pemeriksaan laboratorium
darah rutin didapatkan Hb 14, leukosit 13.000, trombosit 250.000, limfosit dominan.
Pxnon
-
Pemeriksaan -foto
&
thorax thorax ditemukan bercak infiltrat di seluruh lapang paru
gold membentuk gambaran ground glass opacity. Terapi yang tepat diberikan pada
kasus tersebut adalah?
a. Levofloxacin 750 mg/24 jam PO selama 5 hari
Probable
b. Azitromisin 500 mg/24 jam PO selama 5 hari
c. Oseltamivir 1 x 75 mg PO selama 7-10 hari
dx:
Fluburing (2)
d. Oseltamivir 2 x 75 mg PO selama 5 hari
e. Zanamivir 2 x 4 puff inhalasi selama 5 hari
Flu burung/avian influeza
Etio : h5n1 >
- virus

Fr : kontak dgn unggas yg sakit/mati

Dx :
Dr : leukoponia (/
L mn)

Foto : ground glass app


B emas : pcr/kultur virus
① ②

Kla
doing
Suspek : gejala (+) penunjang (-)
Probable : gejala
① (+) penunjang (+) bukan gold standart
star

② Pasien meninggal (+) penunjang (-)


Confirmed : gejala (+) penunjang (+) gold standart

(2) Th
Probable/Confirm -
Farmako : oseltamivir 2
2 x 75 mg 5 hari
Suspek- Propilaksis : oseltamivir I1 x 75 mg 7-10 hari
(1)
Tn. Eko usia - 70 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak napas yang
34 semakin memberat sejak 2 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya
penurunan berat badan dan batuk berdarah. Riwayat-
- merokok sejak muda (+).
Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 90 x/menit,
RR 26x/menit, suhu 37,4°C, SpO2 95%. Pemeriksaan paru perkusi redup
pada paru kiri, ronki (-/+), retraksi intercostal (+). Pemeriksaan penunjang BTA
(-/-). Foto rontgen thorax ditemukan gambaran sebagai berikut. Apakah
pemeriksaan penunjang yangC tepat pada kasus tersebut?
a. X-Foto thorax
b. CT-scan
dx
: Ca
par
c. Biopsi
d. MRI
e. Spirometri
Gold :
① Bronkoskopi
② Biopsi PA

TX
+ BB , anemia :
rujuk
35 Bayi Kika usiaC 6 bulan datang dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang
lalu. Keluhan diawali demam dan batuk pilek sejak 3 hari yang lalu.
Pemeriksaan fisik kesan hipertermi, didapatkan - wheezing dan ronkhi basah
nyaring pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan rontgen thoraks
didapatkan - hiperaerasi dan patchy infiltrat. Apakah diagnosis pasien?
a. Bronkopneumonia
b. Bronkiolitis
c. Bronkitis
d. Asma bronkial
e. Sindroma croup
I
mirip PROK

SABA + mukolitik
36 Tn. Alif usia 45 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak yang memberat
sejak 1 jam yang lalu, disertai nyeri dada kanan ketika menarik napas.
Sebelumnya pasien memiliki riwayat batuk lama selama 3 minggu tidak kunjung
sembuh disertai dengan keringat malam hari. GCS E4V5M6 TD 120/80 mmHg,
HR 112 x/menit, RR 24 x/menit, SpO2 94%, Suhu 38.5C. Rh (+/-), Wh (-/-). Pada
foto thorax didapatkan G
pus di cavum pleura. Apakah kemungkinan diagnosis
pada pasien tersebut?
a. TB Paru
b. Pneumonia
c. Efusi Pleura
d. Empiema
e. Pneumothorax
-e-
meniscus

Step t

=
awal

7)

(t) (+ 1 )
-

swal
& +
torkosintesis/pungsi pleun/pleunl tap ICS 5 midaxilar

tepat >

① ②
Tn. Eri usia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas sejak 1
37
bulan yang lalu yang teras makin memberat. Riwayat sakit TB 4 tahun lalu dan
telah mengkonsumsi OAT. Pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, HR 80 x/menit,
RR 28 x/menit, suhu 37 C. Pemeriksaan paru tampak gerak dada sebelah kiri
tertinggal, perkusi redup di paru kiri bawah, auskultasi suara napas menurun
pada paru kiri bawah. Hasil foto thorax didapatkan sudut costophreinus kiri
tumpul. Apa temuan radiologis khas pada kasus ini?
a. Meniscus sign
Efusi pleura
b. Honeycomb appereance dx
c. Batwing appereance
d. Cavitas dengan airfluid level
e. Coin lession
38 Tn. Danu usia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas.
Keluhan akan terasa membaik saat pasien miring ke kiri. Penurunan berat
badan diakui oleh pasien sebanyak 10 kg dalam 2 bulan terakhir. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan fremitus kiri melemah, perkusi redup, auskultasi
didapatkan pleural friction rub. Pada foto thorax menunjukkan -meniscus sign
&
(+) paru kiri. Direncanakan pleural tap pada pasien. Dimanakah letak pleural
tap yang tepat?
dx Efusi pleura kiri
a. SIC 5 linea mid-aksila kiri tepat di sisi atas kosta ke-6
:

b. SIC 2 linea mid-aksila kiri tepat di sisi atas kosta ke-3


c. SIC 5 linea mid-aksila kanan
X tepat di sisi atas kosta ke-6
d. SIC 5 linea midclavicula kiri tepat di sisi atas kosta ke-6
e. SIC 4 linea midclavicula kiri tepat di sisi atas kosta ke-5
() trauma : non truma-(friwpeny por
39 Nn. Iska usia 20 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada sejak 2 hari yang
lalu. Pasien juga mengeluh sesak, semakin memberat sejak 30 menit yang
lalu. Riwayat penyakit sebelumnya disangkal oleh pasien. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan TB 180 cm, BB, 52 kg, RR 30 x/menit, suhu 36,8C, gerakan
dada kiri tertinggal, vocal remitus menurun, - perkusi hipersonor, suara napas
vesikuler menurun di dada kiri. Diagnosis pasien adalah?
a. Pneumothorak primer
b. Pneumothorak sekunder
c. Pneumothorak katamenial >
-
berkait endometriosis
d. Pneumothorak iatrogenic >
-
berkait tindakan terpi
e. Tension Pneumothorak
pneumothoraks
traumatik non traumatik/spontan

terbuka tension tertutup primer sekunder


(open) (ventil) (closed)
(-) riw. penyakit paru (+) riw. penyakit paru
etio : trauma tajam etio : massive etio : trauma tumpul

gang. Hemo
Hopen
luka terbuka (+) 1
(-) tension
sucking chest wound / tvj /devissi
a
traked

Th awal : Th awal :
Plester 3 sisi Needle decompression/
toracosintesis
I ICS i
II/III linea
-
s midclaviucla
M

& &
-
↑ defenitie
WSD /chest tube

ICS V linea midaxilaris


Kel .

paw
abut + riv DVT

Tn. Edo usia 45 tahun diantar keluarganya ke IGD RS dengan keluhan& sesak
40 napas dan nyeri dada hebat yang -
- mendadak sejak 1 jam yang lalu. Satu
minggu yang lalu pasien juga berobat ke Poli RS dengan keluhan nyeri dan
bengkak pada tungkai kiri. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 150/90
mmHg, HR 120x/menit, RR 30x/menit, suhu 37,5 C. Pemeriksaan fisik
didapatkan -tungkai kiri bawah hiperemis, teraba hangat, dan homan sign (+).
Apakah gambaran yang dapat ditemukan dari pemeriksaan penunjang x-
foto thorax pada pasien tersebut?
a. Egg shell calcification
b. Air bronchogram dx Emboli par:

c. Westermark sign
d. Honeycomb appearance
e. Tram track line
Emboli Paru-Kel .
Par akut + nw DVT/a .

Fib

FR : DuT/atrial fibrilasi
Dx =
Sesaknapas ,
nyeridada ,
hemoptisis ,
ronkhi , hipotensi (akut/tiba)

PX : EKG - S dalam di leadI dalam dilead , inversi dilead SIGITII


:
-

* RBBB

Foto thorax :
hampton's hump sign /palla sign/Westermark sign/fleisher sign
D-dimer &

Auskultasi =
wide split S2 Tx : Simptomatil
Rujuk-antikoagulan
heptarin/
warfsrin

elevedsi
didfrogma radiopaq segitiga darah lusen krn
avaskular
dilatasi vascular

Anda mungkin juga menyukai