ROUTING
• Ristianto
• MTCNA, MTCRE, MTCTCE, Mikrotik Certified Trainer
• [Link]/ristianto | @riestianto | 0813-1120-1190
• [Link]
Introduction
Routing adalah proses pengiriman data atau informasi dengan meneruskan
(forwarding) paket data yang dikirim, dari jaringan satu ke jaringan lainnya
proses untuk memilih jalur (path) yang harus
dilalui oleh paket. Pada umumnya skema
routing hanya mempertimbangkan jalur
terpendek (the shortest path)
Pada OSI layer, proses routing terjadi di layer
network (layer 3), device yang melakukan proses
routing disebut router
01
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Introduction
Routing dibutuhkan untuk mengijinkan network subnet yang berbeda untuk
saling berkomunikasi
Antar komputer tidak
bisa saling
berkomunikasi
02
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Introduction
Antar komputer sekarang dapat saling berkomunikasi
03
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Routing Table
Sekumpulan data yang berisi informasi yang akan digunakan oleh router
untuk memilih rute ketika router harus meneruskan trafik ke tujuan tertentu
04
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Routing Table
Dst-address : alamat tujuan yang digunakan router untuk meneruskan
paket data. Biasanya berupa Network Address, dapat juga diisi IP Address
Gateway : biasanya berisi IP Address dari router berikutnya (next hop)
yang akan menerima paket data yang ditujukan ke alamat di “dst-
address”. Bisa juga di-isi dengan out interface
Distance : Nilai yang dapat digunakan untuk pemilihan rute. Dalam
konfigurasi yang memiliki nilai distance berbeda, rute dengan nilai
distance terkecil akan menjadi prioritas
Routing Mark : Routing table yang sudah mengalami proses filter
Pref. Source : IP Address dari interface lokal yang bertanggungjawab
meneruskan paket yang dikirim dari subnet-nya
05
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Route Flags
Tabel routing juga menampilkan status dari rute ke jaringan tujuan
X : Disabled
A : Active
D : Dynamic
C : Connected
S : Static
06
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Route Flags
Disabled : informasi rute dalam keadaan tidak aktif. Tidak
mempengaruhi proses routing
Active : informasi rute dalam keadaan aktif dan digunakan
dalam proses routing
Connected : informasi rute yang dibuat secara otomatis ketika
kita menambahkan IP Address pada interface yang aktif
Dynamic : informasi rute hasil dari “dynamic routing”
Static : informasi rute hasil dari “static routing”
07
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Routing Decision
Untuk pemilihan routing, router akan memilih berdasarkan :
Routing yang paling spesifik tujuannya
Contoh : destination [Link]/26
lebih spesific dari [Link]/24
Distance
Router akan memilih yang distance-nya paling kecil
Round robin (random)
08
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Routing Decision
Untuk koneksi dengan destination [Link], manakah urutan
prioritas rute yang digunakan?
Destination Address Gateway Distance
A [Link]/27 [Link] 1
B [Link]/29 [Link] 1
C [Link]/24 [Link] 5
D [Link]/24 [Link] 1
09
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Static Route
Static Route
adalah informasi rute (pada tabel routing) yang dibuat secara
manual oleh user untuk mengatur ke arah mana trafik tertentu
akan diteruskan
Prinsip : “mau kemana” (dst-address) dan “lewat mana” (gateway)
R1 R2
PC1 PC2
R3
PC3
10
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Static Route
Mengapa Static Route
Membuat konfigurasi menjadi lebih sederhana pada jaringan yang
sangat kecil, yang kemungkinan besar tidak akan berkembang
menjadi jaringan yang sangat kompleks
Membatasi penggunaan resource dari router (memory, CPU)
11
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Static Route
Kekurangan Static Route
Scalability yang kurang baik
Konfigurasi manual yang dibutuhkan setiap kali ada network subnet
yang akan dijangkau
Asumsikan setiap router
mempunya 2 subnet
LAN, berapa banyak
static route yang harus
dibuat di router 1 ?
12
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Static Route
[Link]/24 R1 [Link]/30 R2 [Link]/24
[Link] .1 .2 [Link]
[Link] .1 [Link]
PC1 PC2
[Link]/30 R3 [Link]/24
[Link]
.2
[Link]
PC3
Konfigurasi di Router 1
[admin@R1 > ip route add dst-address=[Link]/24 gateway=[Link]
[admin@R1 > ip route add dst-address=[Link]/24 gateway=[Link]
13
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Static Route
Konfigurasi di Router 1 menggunakan winbox
> IP > Routes > +
14
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Default Route
Merupakan bagian dari Static Route
Default Route adalah rute dengan dst-address [Link]/0 (representasi dari
semua IP)
Ketika sebuah trafik mempunyai dst-address yang tidak terdapat di tabel
routing, maka trafik tersebut diteruskan ke gateway dengan dst-address
[Link]/0
15
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
LAB Time – Static Routes
.1
.1
ISP [Link]/30
[Link]/30
LAN 2
.2 [Link]/24
.2
[Link]/30
.1 .2
[Link]
[Link]
LAN 1
[Link]/24 R1 R2 [Link]
[Link]
- Konfigurasikan IP Address sesuai topologi di atas
- Interface ke arah internet adalah Wireless (DHCP)
- Konfigurasikan rute ke arah network rekan anda
- Konfigurasikan rute ke arah internet
16
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
[Link]
LAB Time – Static Routes
Konfigurasi di Router 1
[admin@R1 > ip route add dst-address=[Link]/24 gateway=[Link]
[admin@R1 > ip route add dst-address=[Link]/0 gateway=[Link]
Konfigurasi di Router 2
[admin@R2 > ip route adddst-address=[Link]/24 gateway=[Link]
[admin@R1 > ip route add dst-address=[Link]/0 gateway=[Link]
[admin@RX > ip route print
17
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
LAB Time – Static Routes
Konfigurasi di Router 1 menggunakan winbox
18
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
LAB Time – Static Routes
Konfigurasi di Router 2 menggunakan winbox
19
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Dynamic Route
Dynamic Route
adalah informasi rute (pada tabel routing) yang dibuat secara otomatis :
- Menambahkan IP Address pada Interface yang aktif (Connected Routes)
- Diperoleh dari protokol routing dinamik seperti OSPF, RIP dan BGP
Kita tidak bisa mengatur “dynamic routes”, apabila interface yang merupakan
link untuk suatu dynamic routes menjadi tidak aktif, maka informasi rute di
tabel routing pun akan otomatis terhapus
20
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
Connected Routes
Network Prefix
Network
Address
Forwarding Interface
Local Address
Jika terdapat dua buah IP Address yang berasal
dari subnet yang sama pada sebuah interface,
hanya akan ada 1 connected route
Jangan menempatkan dua IP Address dari subnet yang sama
pada dua interface yang berbeda, karena akan membingungkan
tabel dan logika routing di router
21
MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) - Routing
ROUTING