BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Umum
Air merupakan kebutuhan vital, manusia membutuhkan air bersih untuk beragam
keperluan seperti untuk minum, masak, mandi dan berbagai kepeluaan lainnya. Tingkat
kebutuhan akan air bersih juga tergantuk perkembangan peradabannya. Semakin tinggi
tingkat perkembangan peradaban manusia, maka semakin kompleks juga kebutuhan akan
air bersiih, kebutuhan akan air semakin lama semakin meningkat, sesuai dengan
pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi akan selalu meningkat setiap
tahunnya.
Pemanfaat air dalam kehidupan manusia sangat memegang peranan pentig dan
memenuhi kebutuhan air bersih manusia selalu memperhatikan segi kualitas dan
kuantitas air,kontinuitas air yang cukup diperoleh dengan muda karena adanya siklus
hidrogi, yakni siklus ilmiah yang mengatur dan memungkinkan tersediaan air permukaan
dan air tanah. Namun demikian pertambahan penduduk dan kegiatan manusia
mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan sehingga kualita dan kuantitas air tidak
memenuhi syarat lagi untuk di konsumsi. Untuk dapat sumber air manusia harus
berusaha dengan cara membuat suur dangkal, sumur dalam, menampung air hujan dan
mencari mata air. Keadaan seperti diatas merupakan tugas dan tanggung jawab peerintah
dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat.
Peningkatan kualitas air dengan jalan mengadakan pengolahan air yang akan di
perlukan sebagai sumber air minum mutlak di perlukan teruama apabila air tersebut
berasal dari air permukaan.
2.2 Definis Air
Air merupakan sarana utama buat menaikkan derajat kesehatan penduduk Karna
air ialah bisa menjadi media penularan penyakit, dan disamping itu pula pertama bahan
jumlah penduduk di dunia ini yang terus menerus menjadi meningkat jumlahnya
sehingga menambahnya aktifitas kehidupan, dan bertambahnya pencemarannya.
(Kencanawati, 2017)
Manusia dan seluruh makluk hidup di dunia ini sangat membutukan air, karna air
merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan bagi semua mahluk hidup di dunia
ini. (Permana, 2019)
Air bersih secara umum diartikan sebagai air yang layak untuk dijadikan air baku
bagi air minum. Dengan kelayakan ini terkandung pula pengertian layak untuk mandi,
cuci. Sebagai air yang layak untuk diminum, tidak diatikan bahwa air bersih itu dapat
diminum langsung, artinya masih perlu dimasak atau direbus hingga mendidih. Secara
terperinci Kementrian Kesehatan mempunyai definisi tentang air bersih. Air bersih
adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air minum
setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih dalah air yang memenuhi
persyaratan bagi sistem penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang dimaksud
adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi dan
radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkn efek samping.
Sedangkan berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 16
tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum pengertian air minum
adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan dan tanpa proses
pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
2.3 Sumber Air
Pada dasarnya jumlah air didalam adalah tetap dan mengikuti suatu aliran, dengan
adanya penyinaran matahari, maka denga ini uap air akan menyatu ditempat tinggi yang
dikenal dengan awan. Oleh angin, awan ini akan dibawa semakin tinggi dimana
temperatur diatas semakin rendah yang menimbulkan titik air yang jatuh ke bumi sebagai
hujan. Jika air ini keluar dari permukaan bumi atau tanah, maka air tersebut disebut
dengan mata air. Air permukaan yang mengalir dipermukaan bumi umumnya
membentuk sungai-sungai dan jika melalui suatu tempat rendah (cekung), maka air akan
berkumpul disuatu danau atau telaga. Tetapi banyak diatntaranya yang mengalir kelaut
kembali. Berdasarkan sumbernya, air dapat digolongkan menjadi kelompok, yaitu:
a. Air angkasa/air atmosfer
atmosfer adalah air yang dalam keadaan murni sangat bersih tetapi karena adanya
pengotoran udara yang disebabkan kotoran-kotoran dan debu, maka untuk menjadikan
air hujan sebagai sumber air minum hendaknya pada menampung air hujan jangan
dimulai pada saat hujan baru turun, karena masih banyak mengandung banyak
kotoran.
b. Air permukaan
Merupakan air hujan yang mengalir dipermukaan bumi, adapun macam-macam air
permukaan antara lain:
1 Air sungai
Rata-rata lebih dari 40.000 km³ air diperoleh dari sungai-sungai di dunia.
2 Air Rawa
Pada umumnya air rawa berwarna karena adanya zat-zat organik yang telah
membusuk.
c. Air tanah
Air tanah adalah air yang terdapat pada lapisan tanah atau bebatuan dibawah
permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air selain air sungai
dan air hujan. Air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam
mejaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah
tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.
Air tanah yang terdiri dari:
1. Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirimya ke permukaan tanah. Mata
air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak berpengaruh oleh musim dan
kualitasnya dengan keadaan air dalamnya
2. Air Tanah dangkal. Terjadi karena adanya proses peresepan air dari permukaan
tanah. Lumpur akan tetahan,sehimgga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak
mengandung zat kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tananh. Lapisan tanah
disini berfumgsih sebagai saringan.
3. Air Tanah dalam. Pengambilan air tanahdaskam tak semudah pada air tanah
dangkal. Dalam hal iniharus digunakan bor dan memasukan pipa kedalamnya
sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara 100-300m) akan didapatkan
suatu lapisan air.
2.4 Sistem Penyediaan Air Minunm
Air adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup
manusia dan makhluk lainya, tampa air tidak akan ada kehidupaan di bumi ini.
Sedangkan yang di maksud air bersih adalah air yang di gunakan untuk keperluan sehar-
hari.
2.5 Sumber Air Baku
Terdapat beberapa sumber air baku yang dapat di gunakan dalam suatu sistem
penyidiaan air antara lain:
a. Air hujan
b. Air permukaan : sungai,danau,waduk
c. Air tanah : sumuuran
d. Mata air
Masing-masing sumber air tersebut mempunyai kualitasdan kuantitas yang berbeda.
Pemilihan sumber yang akan di gunakan bergantung pada sumber air yang ada
(terdekat), kuantitas yang di butuhkan , juga kontiunitas dari sumber terseebut. Untuk
melayan kebutuhan sebuah kota ,misalnya,dapat di gunakan satu sumber aja atau di
bantu oleh sumber [Link] pun pemilihan sumber sistiem sumber air minum tersebut
( intake dan pengolahan).
2.5.1 Air Hujan
Air hujan memilii kualitas yang baik, namun hal ini akan sangat bergantung
pada kualitas atmosfir di suatu wilayah. Air (presipitasi) akan melewati lapisan
atmosfir sebelum sampai ke bumi atau daratan. Proses jatuhnya air ini akan
melarutkan kandungan-kandungan pencemaran di udara, speri CO2, So2,CO,Nox,dll.
Jadi, jika kualitas atmosfir baik maka kualitas air hujan juga akan baik, dan begitu
juga sebaliknya.
Secara kualitas, air ujan akan tergantung pada tingginya curah hujan dan
sistem penangkap yang di rencanakan. Sedangkan kontinuitasnya dapat di pengaruhi
oleh pola iklim setempat dan regional.
Air hujan jarang di gunakan utuk suplay air bersih komunitas, hanya di
gunakan untuk lingkup yang kecil. Air hujan di gunakan bila tidak ada lagi sumber air
yang dapat di gunakan seperti di daerah padang pasir atau daerah yang sangat sulit air.
Air hujan umum nya di kumpulkan dari atap dan di simpan dalam bak atau reservoir
untuk penggunaan domestik. Air hujan mempunyai kualitas yang cukup baik, namun
mempunyai nilai PH yang rendah dan tidak mengandug mineral. Dari segi bakteri
logisnya realatif lebih bersih tergantung wadah penampungnya.
2.5.2 Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang engalir di permukaan bumi. Pada umum nya
air permukaan ini akan mengalami pengotoran selama pengalirannya, minsalnya oleh
lumpur, batang-batang kayu, daun-daun kotoran industri kota dan sebagaiannya. Air
permukaan terbagi atas :
- Sungai
- Danau dan Waduk
Air permukaan merupakan air yang berasal dari sungai, danau dan laut, zat yang ada
pada air permukaan tergantng batas atau lapisan air (watershed).
Air permukaan sampai sekarang masih menjadi alternatif yang paling mungkin untuk
di manfaatkan sebagai suber air baku. Kapasitasnya yang cukup bsar maupun men
njamin kuantitas air yang di butuhkan serta kotinuitas aliranya.
Walaupun secara kualitas sumber air ini masih jauh di bawah kualitas air tanah,namun
upaya untuk menimalkan tingkat pencemaran pada badan air permukaan, masih layak
untuk dikaji secara mendalam,sehingga investasi pada instalasi pengolahan dapat
ditekan.
2.5.3 Air Tanah
Air tanah terbagi atas :
a. Air tanah dangkal
Air tanah dangkal ini terdapat pada kedalaman tanah dari 15 meter sebagai air
sumur untuk air minum, air tanah dangkal ini di tinjau dari segi kualitas cukup baik,
kuantitas tergantung musim.
b. Air tanah dalam
Terdapat setelah lapisan kedap air pertama. Pengambilan air dalam tanah di
lakukan dengan [Link] air tanah dalam cukup besar dan stabil tidak
tergantung musim. Kualitas air tanah dalam pada umumnya lebih baik dari pada air
tanah dangkal.
Zat-zat yang dapat di temukan pada air tanah tergantung karateristik lapisan
tanah. Air biasa mengandung tanah liat, aluminium, oksida besi, silicia, dan fungsi dala
bentuk suspense dan koloid, zat terlarut seperti bicarbonate, karbonat, klorida, sulfat,
nitrat, besi sulfat, sodium klorida dan komponen mangan.
2.5.4 Mata Air
Dari segi kualias, mata air adalah sangat baik bila di pakai sebagai air baku,
karena brasal dari dalam tanah yang mucul dari permukaan tanag akibat tekanan,
sehingga belum terkontaminasi oleh zat-zat pencemar. Biasanya lokasi mata air
merupakan daerah terbuka, sehingga mudah terkontaminasi.
Dari segi kuantitasnya, jumlah dan kapasitas mata air sangat terbatas sehingga
hanya mampuh memenuhi kebutuhan sejumlah penduduk tertentu. Begitu pula air
tersebu terus menerus kita ambil semakin lama akan habis dan terpaksa penduduk
mencari mata air yang baru.
2.6 Fluktasi Pemakaian Air Bersi
Yang dimaksud dengan fluktasi kebutuhan air adalah:
a. Pada jam-jam tertentu dalam satu hari, kebutuhan air akan memuncak yang di sebut
“waktu puncak” (peak hau).
b. Dalam hari-hari tertentu untuk setiap minggu, bulan atau tahunakan terdapat
kebutuhan air yang lebih besar dari kebutuhan rata-rata yang di sebut “hari maksimum”
(maxsimum day).
Kebutuhan air pada hari maksimum dan waktu puncak di hitung berdasarkan
kebutuhan air rata-rata dengan pendekatan sebagai berikut:
a. Kebutuhan air pada hari maksimum adalah f1 = 1,15 – 1,25 : f1 x kebutuhan air
rata-rata
b. Kebutuan air pada waktu puncak adalah f2 = 1,75 – 2,0 : f2 x kebutuhan air rata-
rata
pemakaian air tidak sama antara satu jam dengan jam lainnya. Begitu pula antaraa
hari lainnya dalam satu bulan dan antara satu bulan dengan bulan lainnya dalam satu
[Link] pemakaian perjam terjadi oleh karena terjadinya perbedaan aktivitas
penggunaan air dalam satu hari oleh suatu masyarakat. Faktor yang sama juga menyebabkan
perbedaan pemakaian harian.
Perbedaan pemakaian bulanan dalam satu tahun lebih banyak di sebabkan oleh
kebiasaan hidup dan keadaan iklim di suatu bagian bumi ini,seperti negara-negara dengan 4
musim setahunnya.
Ada 4 (empat) macam pengertian tentang fluktuasi pemakaian air ini:
a. pemakaian sehari rata-rata
- Pemakaian rata-rata dalam sehari
- Pemakaian setahun dibagi 365 hari
b. pemakaian sehari terbanyak ( max day demand ):
- Pemakaian terbanyak pada suatu hari dalam satu tahun
c. Pemakaian sejam rata-rata
-Pemakaian rata-rata dalam satu jam, pemakaian satu hari di bagi 24 jam
d. Pemakaian sejam terbanyak (max. Horly demand)
- Pemakaian sejam terbesar pad suatu jam dalam satu hari
Dilihat dari segi iklim, maka untuk daerah beriklim tropis, termasuk indonesia,
perbedaan antara faktor maksimum perhari cendrung lebih kecil dari negara-negara yang
mempunyai 4 musim, oleh karena temperaturnya dari hari ke hari dalam satu tahun hampir
tidak berbeda walaupun ada musim hujan dan musim kemarau.
Sebaliknya untuk faktor maksimum perjam, di indnesia lebih besar dari negara 4
musim, oleh karena pemakaian air pagi dan sore hari pada umumnya tetap tinggi, di
bandingkan dengan negara-negara yang mempunyai 4 musim, dimana aktivitas pemakaian
yang besar antara suhu di siang hari dengan malam harinya. Faktor pemakaian puncak lebih
besar pada komunitas yang kecil dari pada komunitas besar, karena secara statistik
kemungkinan pemakaian yang bersamaan pada suatu waktu tertentu persentasenya akan lebih
besar pada populasi yang kecil.
2.7 Kualitas Air
Untuk kualitas air yang baik adalah berikut:
a. Secara fisik
1. Rasa
Kualitas air yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat di timbulkan karena adanya
zat organik atau bakteri yang masuk ke badan air.
2. Bau
Kualitas air yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat di timbulkan oleh
pembusukan zat organik seperti bakteri serta kemungkinan akibat tidak langsung
dari pencermaran lingkungan.
3. Suhu
Secara umum,kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan aktivitas
biologi sehingga akan membentuk O2 lebih banyak [Link] suhu perairan
secara alamiah biasanya di sebabkan oleh aktivitas penebangan vegetasi disekitar
sumber air tersebut.
4. Kekeruhan
Kekeruhan dapat di tibulkan oleh adanya bahan-bahan organik dan an-organik,
kekeruhan juga dapat mewakilkan warna. Sedangkan dari segi kekeruhan air di
hubungkan dengan kemungkinan hadirnya pencemaran melalui buangan sedang
warna air tergantung pada warna buangan yang memasuki badan air.
[Link] Kimia
1. pH (derajat keasaman)
Di sebabkan oleh gas oksida yang larut dalam air terutama korban diaksida.
2. Kesadahan
Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahan
nonkarbonant (permanen). Kesadahan sementara diakibatkan keberadaan kalium
dan magnesium bikarbonat yang di hilangkan dengan memanaskan air hingga
mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan permanen di sebabkan
oleh sulfat dan karbonat, chlorida dan nitrat dari magnesium dan kalsium di
samping besi dan almanium.
[Link]
Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning daan menyebabkan rasa
logam besi daam air, serta menimbulkan korasia pada bahan yang terbuaat dari
metal, besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan
induk yang banyak di temukan di perairan umum.
4. Aluminium
Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak
apabila di konsumsi.
5. Zat Organik
Larutan zat organik yang bersifat koompleks ini dapat berupa unsur hara makanan
maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan.
6. Sulfat
Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang
keras pada saat merebus air.
7. Nitrat
Nitra dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk yang di gunakan
dan dari ooksidasi oleh bakteri. Jumlah nitrat yang lebih besar dalam usus
cenderung untuk berubah menjadi nitrat yang dapat beraksi langsung dengan
hemoglobin dalam daerah sehingga membentuk methamoglobin dalam daerah
sehingga membentuk methamoglobin yang dapat menghalang perjalanan oksigen
di dalam tubuh.
8. Khlorida
Khlorida dalam jumlah kecil di butuhkan untuk desinfektan namun apabilah
berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan
korosi pada pipa air.
c. Secara biologi
1. Bakteri
Air minum tidak boleh mengandung bakteri pernyakit sama sekali tidak boleh
mengabdung bakteri melebihi batas yang telah di tentukan yaitu 1 coli/ 100 air
2. COD (chemical oxygen demand)
COD yaitu suat uji yang menentukan jumlah oksigen yang di butuhkan oleh bahan
oksidan minsalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik
yang terdapat di dalam air.
3. BOD (biochemical oxygen demand)
Adalah jumlah zat terlarut yang di timbulkan oleh organisme hidup untuk
memecah bahan-bahan buangan di dalam air.
2.8 Teori Analisa Data
2.8.1 Pertumbuhan Penduduk
Sebelum perhitungan air bersih untuk kawasan layanan, maka harus di hitung
dahulu proyeksi pertumbuhan penduduk pada kawasan tersebut. Untuk memproyeksi
penduduk dapat di gunakan rumus di antaranya:
a. Metode Geometrik
Pt = Po x (1 + r)t .........................................................................(2.2)
1/ t
Pt
r=( ) −1
Po
dengan :
Pt = Jumlah penduduk pada tahun ke t
Po = Jumlah penduduk pada tahun dasar
r = Laju pertumbuhan penduduk
t = Jumlah interval
b. Metode Aritmatik
Pt = Po + r.t .......................................................................(2.1)
1 Pt
r= ( −1)
t Po
Keterangan :
Pt = jumlah penduduk pada tahun t
Po = jumlah penduduk awal tahun dasar
r = laju pertumbuhan penduduk
t = kurun waktu proyeksi
2.8.2 Kebutuhan air bersih
Untuk mengetahui kebutuan air oleh suatu kota faktor mutlak yang di ketahui
adalah jumlah pertambahan penduduk yang akan datang supaya dapat memberikan
gambaran kebutuhan akan air beresih. Di sampiing itu perlu di perihatkan faktor-
faktor yang mendasari perhitungan kebutuhan air bersih perkapita, aktivitas dan
kegiatan masyarakat, keadaan sarana, fasilitas sanitasi, serta keadaan pemakaian air
bersih dari sistem yang telah ada.
Untuk memenuhi air bersih masa yang akan datang perlu di proyeksi terlebih
dahulu. Proyeksi ini di buat berdasarkan asumsi-asumsi mengenai kondisi yang akan
datang adalah :
a. Menghitung debit air yang di perlukan sesuai dengan pootensi pelanggan yang
terdapat di daerah pelayanan sampai akhir tahun perencanaan.
b. Mengalokasikaan debit air tersebut sesuai dengan perhitungan diatas, setelah
mempertimbangkan kebutuhan domestik dengan mengacu kepada kebijakan
Direktorat Air Bersih Departemen Pekerjaan Umum dan menggunakan standar
kenbutuhan air bersih perkapita perhari.
Tabel 2. 1 Kriteria Perencanaan Air Bersih
Uraian Kategori kota berdasarkan jumlah penduduk (Jiwa}
>1000.000 500.000 100.000 20.000 <20.000
S/D S/D S/D
1000.000 500.000 100.000
Kota Kota besar Kota sedang Kota kecil Desa
Metropolitan
Komsumsi Unit 190 170 130 100 70-80
Sambungan
Rumah (SR)
(LT/ORG/HR)
Konsumsi Unit 30 30 30 30 30
Hidran (HU)
(LT/ORG/HR)
Konsumsi Unit 20-30 20-31 20-32 20-33 20-34
Non Domestik
(LT/ORG/HR)
Kehilangan Air 20-30 20-30 20-30 20-30 20-30
%
Faktor Hari 1,15 1,15 1,15 1,15 1,15
Maksimum
Faktor Jam 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
Punjak
Jumlah Jiwa Per 1,75 1,75 1,75 1,75 1,75
SR (Jiwa)
Jumlah jiwa per 100 100 100 100-200 100-200
HU (Jiwa)
Sisa Tekan di 10 10 10 10 10
penyedian
(Meter)
Sumber: Direktorat Jendral Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, 1996
Uraian Kategori Kota berdasarkan jumlah penduduk (jiwa)
>1000.000 500.000 100.00 20.000 >20.000
s/d s/d s/d
1000.000 500.000 100.000
1 2 3 4 5 6
Jam 24 24 24 24 24
oiperasi
Volume 15-25 15-25 15-25 15-25 15-25
reservoir
(%) max
Day
Demand
[Link] 50-50 50-50 80:20 70:30 70:30
S/D S/D
80:20 80:20
Cakupan 90 90 90 90 70
pelayanan
Sumber: Direktorat Jendral Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, 1996
Tabel 2. 2 Kebutuhan Air Non Domestik Untuk Kategori I,II,III,IV,V
Sektor Nilai Satuan
Sekolah 10 Liter/murid/hari
Rumah Sakit 200 Liter/bed/hari
Puskesmas 2000 Liter/unit/hari
Mesjit 3000 Liter/unit/hari
Kantor 10 Liter/pegawai/hari
Pasar 12000 Liter/hektar/hari
Hotel 150 Liter/bed/hari
Rumah Makan 100 Liter/tempat duduk/hari
Komplek Meliter 60 Liter/orang/hari
Kawasan Industri 0,2-0,8 Liter/detik/hektar
Kawasan pariwisata 0,1-0,3 Liter/detik/hektar
Sumber: Direktor Jendral Cipta Karya, Dapertemen pekerjaan umum, 1996
Kebutuhan Air Non Domestik Untuk Kategori Desa
Tabel 2. 3 Kebutuhan Air Non Domestik untuk Kategori V (Desa)
Sektor Nilai Satuan
Sekolah 5 Liter/murid/hari
Rumah sakit 200 Liter/bed/hari
Puskesms 1200 Liter/unit/hari
Mesjid 3000 Liter/unit/hari
Musholla 2000 Liter/unit/hari
Pasar 12000 Liter/hektar/hari
Komersial/industri 10 Liter/hari
Sumber: Direktorat jendral cipta karya, Dapertemen pekerjaan umum, 1996
Kebutuhan air non domestik untuk kategori lain dapat dilihat pada tabel 2.4
Tabel 2. 4 Kebutuhan Air Non Domestik Kategori Lain
Sektor Nilai Satuan
Lapangan terbang 10 Liter/orang/hari
Pelabuhan 50 Liter/orang/detik
Stasiun KA dan Bus 10 Liter/orang/liter
Kawasan Industri 0,75 Liter/detik/hektar
Sumber: Direktorat jendral cipta karya, Dapertemen pekerjaan umum, 1996