0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Metode Penelitian Etnografi Kenakalan Remaja

Diunggah oleh

SITI MASYUNI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Metode Penelitian Etnografi Kenakalan Remaja

Diunggah oleh

SITI MASYUNI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian etnografi (Ethnography)

yaitu studi yang sangat mendalam tentang perilaku yang terjadi secara alami di

sebuah budaya atau sebuah kelompok sosial tertentu guna memahami sebuah

budaya tertentu dari sisi pandang pelakunya. Penelitian etnografi atau sering

disebut penelitian lapangan (field research) ini dipilih karena sumber datanya

berasal langsung dari lapangan, dalam hal ini adalah kenakalan remaja dan

penanggulangannya di desa Babadan.

Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menekankan pada quality atau hal

yang terpenting dari suatu barang atau jasa. Hal terpenting dari suatu barang

atau jasa berupa kejadian atau fenomena gejala sosial adalah makna dibalik

kejadian tersebut yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi suatu

pengembangan konsep teori.1

Suatu penelitian kualitatif dieksplorasi dan diperdalam dari suatu

fenomena sosial atau suatu lingkungan sosial yang terdiri atas pelaku,

kejadian, tempat dan waktu. Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi

kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif

berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat

1
Djam’an Satori, Riduwan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2011), 22.

31
3

diamati.2

Penelitian kualitatif dilakukan karena peneliti ingin mengeksplor

fenomena-fenomena yang tidak dapat dikuantifikasikan yang bersifat

deskriptif seperti proses suatu langkah kerja, formula suatu resep, pengertian-

pengertian tentang suatu konsep yang beragam, karakteristik suatu progam

dan jasa, gambar-gambar, gaya-gaya, tata cara suatu budaya, model fisik atau

artefak dan lain sebagainya.

Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang

mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara

benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data yang

relefan yang diperoleh dari situasi yang alamiah.3

Adapun ciri-ciri penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai latar ilmiah, yakni mengamati langsung apa yang telah terjadi.

2. Manusia sebagai alat dalam penelitian kualitatif. Dimana peneliti sendiri

ataupun bantuan orang lain merupakan salah satu sarana pengumpul data

utama.

3. Menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pengamatan, wawancara dan

menelaah dokumen. Analisa data secara induktif, mendata kenyataan yang

ada dilapangan secara sistematik.

4. Lebih mementingkan proses dari pada hasil. Hal ini disebabkan oleh

hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila

diamati dalam proses.


2
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002),
9.
3
Djam’an Satori, Metodologi Penelitian Kualitatif, 23-25.
3

5. Adanya batasan yang ditentukan melalui fokus penelitian.

6. Desain yang bersifat sementara, dimana penelitian kualitatif menyusun

disain yang secara terus menerus disesuaikan dengan kenyatan di

lapangan.

7. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Ini

disebabkan karena adanya penerapan metode kualitatif.4

B. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan

sebagai instrument aktif dalam upaya mengumpulkan data-data di lapangan.

sedangkan instrument pengumpulan data yang lain selain manusia adalah

berbagai bentuk alat-alat bantu dan berupa dokumen-dokumen lainnya yang

dapat digunakan untuk menunjang keabsahan hasil penelitian, namun

berfungsi sebagai instrument pendukung. Oleh karena itu, kehadiran peneliti

secara langsung di lapangan sebagai tolak ukur keberhasilan untuk memahami

kasus yang diteliti, sehingga keterlibatan peneliti secara langsung dan aktif

dengan informan dan atau sumber data lainnya di sini mutlak diperlukan.

C. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian akan dilakukan,

beserta jalan dan kotanya. Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di

desa Babadan, Pace kabupaten Nganjuk. Desa Babadan merupakan desa yang

agamis dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Masyarakat menganut

4
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998), 4.
3

ajaran agama dengan sangat baik. Itu semua bisa dilihat dari banyaknya

kegiatan keagamaan yang dilakukan baik setiap hari, setiap minggu atau setiap

bulan. Namun mengapa masih banyak remaja yang melakukan perilaku

menyimpang ataupun kenakalan remaja. Oleh karena itu, penelitian ini

dilakukan di desa Babadan, karena peneliti ingin mengetahui latar belakang

munculnya kenakalan remaja dan bagaimana cara menanggulanginya.

D. Sumber Data

1. Data Primer

Sebelum mendapatkan data primer pertama-tama peneliti

melakukan penelitian sederhana, yaitu dengan cara mengamati kondisi

masyarakat desa Babadan. Baik secara ekonomi, (mata pencaharian)

maupun kehidupan sosial dan agama. Setelah itu peneliti melakukan

silaturahmi kerumah ketua Rukun Warga (RW) dan ketua-ketua Rukun

Tetangga (RT) untuk mendapatkan informasi tentang remaja-remaja desa

yang sering melakukan kenakalan. Agar penelitian bisa terfokus maka

peneliti membatasi usia responden yaitu usia 13 sampai 21 tahun dan

belum menikah.

2. Data Sekunder

Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat

penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui

buku para ahli, paper, berita media cetak maupun foto-foto yang di anggap

bisa dijadikan bahan untuk membantu peneliti.


3

E. Pengumpulan Data

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data di lapangan dalam

rangka menjawab permasalahan yang sedang diteliti. Adapun data disini

diperoleh melalui:

1. Observasi

Observasi dalam penelitian kualitatif adalah pengamatan langsung

terhadap objek untuk mengetahui keberadaan objek, situasi, konteks dan

maknanya dalam upaya mengumpulkan data penelitian.5

Kegiatan observasi ini meliputi melakukan pencatatan secara

sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-

hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang

dilakukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti

mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Kemudian

observasi dilakukan secara terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau

informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola

perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi. Sehingga peneliti dapat

menemukan tema-tema garis besar tentang apa yang diteliti.6

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi mulai tanggal 9

Mei sampai 20 September 2014. Metode observasi digunakan peneliti

untuk memperoleh data-data lewat pengamatan secara langsung mengenai

bentuk-bentuk kenakalan remaja dan faktor-faktor yang menyebabkan

terjadinya kenakalan remaja di desa Babadan.


5
Djam’an Satori, Metodologi Penelitian Kualitatif, 105.
6
Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kualutatif dan Kuantitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2006), 224.
3

Metode yang digunakan peneliti dalam observasi ini adalah metode

keterlibatan langsung dengan cara telibat langsung dalam kegiatan-

kegiatan yang dilakukan oleh para remaja setidaknya setiap minggu,

maupun pada kegiatan-kegitan yang banyak melibatkatkan remaja desa

Babadan yang diharapkan bisa mendapatkan informasi tentang pokok-

pokok masalah yang dihadapi para remaja. Seperti bagaimana keadaan

pergaulan remaja desa Babadan sehari-hari.

2. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah sebuah cara untuk mengumpulkan data dengan

cara tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan

sumber data. Metode wawancara adalah percakapan dengan maksud

tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara

(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai

(interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.7

Sesuai dengan jenis penelitian maka teknik wawancara yang

digunakan adalah wawancara secara bertahap, yaitu wawancara yang mana

peneliti melakukannya dengan sengaja datang berdasarkan jadwal yang

ditetapkan sendiri untuk melakukan wawancara dengan informan, dengan

sifat wawancara yang tetap mendalam tetapi dipandu oleh pertanyaan-

pertanyaan pokok, atau yang sering disebut dengan wawancara terpimpin

atau terarah yaitu wawancara yang merujuk pada pokok-pokok

7
Iin Tri Rahyu, Tristiadi Ardi Ardani, Observasi dan Wawancara (Malang: Bayumedia
Publishing, 2004), 63.64.
3

wawancara.8

Peneliti akan melakukan wawancara dengan cara berdialog atau

bertanya jawab secara langsung yang melibatkan beberapa remaja, orang

tua, aparatur desa Babadan serta pihak-pihak yang terkait dengan remaja

maupun kerabat orang tua di desa Babadan. Dengan wawancara ini

diharapkan mendapatkan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi

terjadinya kenakalan remaja dan cara atau upaya apa saja yang dilakukan

warga desa Babadan dalam rangka menanggulangi kenakalan remaja yang

terjadi.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu dan

dinyatakan dalam bentuk lisan, tulisan dan karya bentuk.9Kajian dokumen

merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan data atau

informasi dengan cara membaca surat-surat, pengumuman, ikhtisar rapat,

pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan-bahan tulisan lainnya.

Metode pencarian data ini sangat bermanfaat karana dapat dilakukan

dengan tanpa mengganggu obyek atau suasana penelitian.10

Metode dokumentasi tidak kalah pentingnya dengan metode-

metode yang lain, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variable yang

berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen

rapat, agenda dan sebagainya. Dibandingkan dengan metode lain, maka

metode ini tidak begitu sulit, dalam arti apabila ada kekeliruan sumber
8
Djam’an Satori, Metodologi Penelitin Kualitatif, 130-131.
9
Ibid., 148.
10
Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kualutatif dan Kuantitatif, 225.
3

datanya masih tetap belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang

diamati bukan benda hidup tetapi benda mati.11

Dalam penelitian ini peneliti mengumpulakan data-data yang

diperlukan yang terkait dengan permasalahan yang dibahas, menyangkut

latar belakang obyek yang diteliti. Untuk mencari data tentang bentuk-

bentuk kenakalan remaja peneliti menggunakan hasil dokumentasi untuk

memperkuat data, seperti mencari data kenakalan remaja yang pernah

terjadi dari kepolisian setempat, mencari data tentang profil desa Babadan

serta data remaja-remaja desa Babadan lewat kantor desa.

F. Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis

data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi,

dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke

dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana

yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga

mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.12

Analisis data adalah suatu fase penelitian kualitatif yang sangat penting

karena melalui analisis data inilah peneliti dapat memperoleh wujud dari

penelitian yang dilakukannya. Analisis adalah suatu upaya mengurai menjadi

bagian-bagian, sehingga susunan atau tatanan bentuk sesuatu yang diurai itu

tampak dengan jelas dan karenanya bisa secara lebih terang ditangkap

11
Muhammad Tholchah Hasan, Metodologi Penelitian Kualitatif (Malang: Visipress, 2002),
119.
12
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008),
244.
3

maknanya atau dengan lebih jernih dimengerti duduk perkaranya.13

Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah

sebagai berikut:

1. Reduksi Data

Pertama-tama dilakukan identifikasi terhadap unit atau bagian

terkecil dalam suatu data yang memiliki makna bila dikaitkan dengan

fokus dan masalah penelitian. Setelah ditemukan bagian terkecil dalam

data tersebut kemudian dilakukan pengkodean terhadap setiap unit tersebut

dengan tujuan agar dapat di telusuri sumber aslinya.

Operasionalisasi reduksi data dapat ditelusuri dengan

memperlakukan data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data

yang terperinci. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh

direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal

yang penting. Data hasil mengikhtisarkan dan memilah-milah berdasarkan

satuan konsep, tema, dan katagori tertentu akan memberikan gambaran

yang lebih tajam tentang hasil pengamatan juga mempermudah peneliti

untuk mencari kembali data sebagai tambahan atas data sebelumnya yang

diperoleh jika diperlukan.

2. Display Data

Bagian-bagian data yang memiliki kesamaan dipilah dan diberi

label (nama). Operasionalisasi mengkatagorikan data dengan cara data

yang diperoleh dikatagorisasikan menurut pokok permasalahan dan dibuat

13
Djam’an Satori, Metodologi Penelitian Kualitatif, 97.
4

dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuk melihat pola-

pola hubungan satu data dengan data lainnya. Setiap katagori yang ada

dicari kaitannya kemudian diberi label (nama).14

3. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan adalah kegiatan penyimpulan makna-makna

yang muncul dari data yang harus diuji kebenarannya, kekokohannya dan

kecocokannya. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat

sementara, dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang kuat yang

mendukung pada tahap berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang

dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan

konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka

kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

G. Pengecekan Keabsahan Data

Teknik yang digunakan untuk menentukan keabsahan data dalam

penelitin ini yaitu:

1. Memperpanjang Masa Pengamatan

Dilakukan dengan memperpanjang waktu penelitian. Dengan

memperpanjang waktu penelitian akan memungkinkan peningkatan derajat

kepercayaan data yang dikumpulkan. Perpanjangan pengamatan juga

membuat peneliti dan partisipan semakin akrab, terbuka, dan saling

mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.

14
Ibid.
4

2. Pengamatan Yang Terus Menerus

Pengamatan ini diperlukan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-

unsur dalam situasi yang relevan dengan persoalan atau isu yang sedang

diteliti serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.

3. Triangulasi

Triangulasi adalah “teknik pemeriksaan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu yang lain di luar itu untuk keperluan pengecekan

atau sebagai pembanding terhadap data itu”.15 Teknik triangulasi dibagi

menjadi 4 macam, yaitu: menggunakan sumber, metode, penyidik, dan

teori. Penggunaan triangulasi akan lebih meningkatkan kekuatan data bila

dibandingkan dengan satu pendekatan.

H. Tahap - Tahap Penelitian

Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif, maka penelitian kualitatif

tidak terlepas dari tahap-tahap penelitian yang harus diikuti. Adapun tahap-

tahapan penelitian ini yaitu:

1. Tahap Pra-Lapangan

Tahap pra lapangan adalah tahap dimana ditetapkan apa saja yang

harus dilakukuan sebelum seorang peneliti masuk ke lapangan objek studi.

Dalam hal ini, terdapat tujuh hal yang harus dimiliki oleh seorang peneliti

yang akan diuraikan sebagai berikut:

a. Menyusun Rencana Penelitian

Salah satu tahapan yang penting adalah menyusun rencana

15
Moleong, Metodologi Penelitian., 178.
4

penelitian. Isi rencana penelitian sebenarnya tidak ada acuan yang

baku. Akan tetapi secara umum rencana penelitian tersebut berisi: a)

latar belakang masalah; b) tinjauan pustaka yang diharapkan akan

menghasilkan: 1) kesesuaian paradigma yang fokus, 2) rumusan

masalah yang dalam, 3) hipotesis kerja (bila ada), 4) signifikasi

penelitian. c) pemilihan lapangan penelitian, d) penentuan jadwal

penelitian, e) penentuan alat penelitian, f) rencana pengumpulan data,

g) rencana prosedur analisis data, h) rencana pelengkapan penelitian

dan i) rencana pengecekan keabsahan data.

b. Memilih Lapangan Penelitian

Untuk memilih lapangan penelitian, cara terbaik yang perlu

diperhatikan dalam penentuan lapangan penelitian ialah dengan jalan

mempertimbangkan teori subtantif: pergi dan menjajaki lapangan

untuk melihat, apakah terdapat kesesuaian antara teori subtantif dengan

kenyataan yang berada dilapangan.

c. Mengurus Perizinan

Ijin penelitian ini diperlukan dalam rangka untuk kepentingan

kelancaran penelitin yang akan dilakukan. Bisa dikatakan sebagai alat

agar terlihat lebih formal. Selain itu supaya pihak tempat melakukan

dalam hal ini desa Babadan lebih perhatian kepada peneliti.

d. Menjajaki dan Menilai Keadaan Lingkungan

Maksud dan tujuannya adalah untuk mengenal segala unsur

fisik dan keadaan alam serta kehidupan sosial dan nilai budaya lainnya.
4

e. Memilih dan Memanfaatkan Informan

Memilih dan memanfaatkan informan berguna sekali dalam

membangun proses penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.

Informan adalah orang dari lokasi penelitian yang dianggap paling

mengetahui dan bersedia untuk dijadikan sumber informasi, bersedia

bekerja sama, mau diajak berdikusi dan memberikan petunjuk, bisa

menggali informasi lebih mendalam tentang sesuatu masalah.

f. Menyiapkan Perlengkapan Penelitian

Peneliti hendaknya menyiapkan tidak hanya perlengkapan fisik,

tetapi segala macam perlengkapan penelitian yang diperlukan.

g. Persoalan Etika Penelitian

Etika merupakan hal yang paling esensial dalam penelitian,

karena baik buruknya hasil penelitian ditentukan oleh faktor ini.

2. Tahap Pekerjaan Lapangan

Hal ini meliputi kegiatan pengumpulan data atau informasi yang

terkait dengan fokus penelitian dan pencatatan data.

3. Tahap Analisis Data

Tahap analisis data ini meliputi analisis data, pengecekan

keabsahan data serta memberikan makna.

4. Tahap Penulisan Laporan

Tahap ini meliputi kegiatan menyusun hasil penelitian dan

perbaikan hasil penelitian.16

16
Ibid., 84-109.

Anda mungkin juga menyukai