0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan22 halaman

Praktikum Shaking Table dalam Pengolahan Galian

Diunggah oleh

Hadrian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan22 halaman

Praktikum Shaking Table dalam Pengolahan Galian

Diunggah oleh

Hadrian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertambangan adalah kegiatan pengambilan mineral, minyak, gas, dan


batubara dari dalam bumi. Secara sederhana pertambangan adalah suatu kegiatan yang
dilakukan dengan penggalian ke dalam tanah untuk mendapatkan sesuatu yang berupa
hasil tambang (mineral, minyak dan batubara). Dalam kegiatan pertambangan dapat
memanfaakan tanah yang terdapat dalam kawasan hutan, pada prinsipnya harus sesuai
dengan fungsi dan peruntukkannya, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan
penggunaannya yang menyimpang dengan fungsi. Pertambangan yaitu sebagian atau
seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengolahan, dan penguasaan
mineral atau batu bara yang meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi
kelayakan konstruksi, penggalian, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan
pengangkutan penjualan, serta kegiatan pasca penambangan (Yulian, 2020).
Shaking table adalah alat pengolahan bahan galian yang digunakan untuk
memisahkan mineral berdasarkan perbedaan kepadatan atau berat jenisnya dengan
menggunakan gerakan getar dan aliran udara pada permukaan meja miring. Alat ini
sering digunakan dalam proses konsentrasi gravitasi untuk mendapatkan mineral
berharga seperti emas, timah, dan tungsten, dari alat shaking table ini kemudian dicari
pengaturan terbaik dalam mengolah material untuk mendapatkan hasil pemisahan
yang optimal (Hardian, dkk., 2022).
Pemisahan alat shaking table dipengaruhi oleh beberapa variabel, seperti
ukuran partikel, partikel yang terlalu besar atau kecil bisa mengurangi efisiensi
pemisahan karena perbedaan pengaruh gaya gravitasi. Selain itu kepadatan atau berat
jenis partikel, di mana semakin besar perbedaan kepadatan antara mineral berharga
dan tailing, semakin efektif peringkat yang dapat dicapai. Frekuensi dan amplitudo
getaran meja juga perlu disesuaikan untuk memastikan bahwa partikel berat terdorong
ke satu sisi, sedangkan partikel ringan berpindah ke sisi lainnya. Mekanisme kerja alat
shaking table pada proses pemisahan mineral terjadi karena adanya sentakan meja
yang ditimbulkan oleh head motion dan aliran air tipis di permukaan meja dari wash
water mineral berat mempunyai gaya gesek yang lebih besar maka akan terlempar ke
samping, setelah itu kita bisa menentukan nilai recovery-nya (Sore, dkk., 2024).
LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA
09320210247 09320220236
Shaking Table - 83
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

1.2 Maksud dan Tujuan Praktikum

1.2.1 Maksud
Adapun maksud dari praktikum ini agar praktikan dapat mengenal, mengetahui
dan menguasai ilmu tentang pengolahan bahan galian dengan cara shaking table,
mekanisme dan cara kerja shaking table.
1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
a. Mempelajari pengaruh variabel-variabel alat terhadap hasil pemisahan;
b. Menentukan recovery dan kadar dari hasil pemisahan.

1.3 Alat dan Bahan

1.3.1 Alat
a. Shaking Table;
b. Pan (Dulang);
c. Talang;
d. Kuas (3 inch);
e. Timbangan;
f. Neraca Analitik;
g. Perlengkapan Safety (Masker, Kacamata Safety, Helm Safety, dan Kaos
Tangan);
h. Jas Laboratorium;
i. Lap Kain.
1.3.2 Bahan
a. Sampel Pasir Besi 1 Kg (Mesh -200);
b. ATM.

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 84
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsentrasi Material

Konsentrasi mineral dalam pengolahan bahan galian adalah serangkaian proses


yang dilakukan untuk meningkatkan kandungan mineral bernilai dalam memeras yang
diambil dari alam, dengan cara memisahkan mineral berharga dari mineral pengotor
atau mineral yang tidak ekonomis. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan
konsentrat, yaitu material yang mengandung konsentrasi tinggi dari mineral yang
diinginkan, seperti logam (emas, tembaga, perak, dll.), yang kemudian dapat diproses
lebih lanjut dalam tahap ekstraksi atau pemurni. Pada umumnya, bahan galian yang
diambil dari tambang mengandung mineral berharga dalam jumlah yang sangat kecil,
sedangkan sebagian besar terdiri dari mineral pengotor yang tidak bernilai. Oleh
karena itu, konsentrasi mineral menjadi langkah penting dalam mengurangi volume
bahan yang harus diproses lebih lanjut, sehingga proses ekstraksi. Proses konsentrasi
mineral melibatkan berbagai metode fisik dan kimia, seperti flotasi, kalibrasi gravitasi,
penggilingan, atau magnetik. Metode yang dipilih tergantung pada sifat fisik dan kimia
dari bahan galian, serta karakteristik mineral yang ingin diekstraksi. Dengan cara ini,
mineral yang berharga dapat dipisahkan dan diperoleh dalam bentuk konsentrat yang
memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi, siap untuk diproses lebih lanjut sesuai.
Korelasi yang kuat antara parameter magnetik dan logam berat menunjukkan bahwa
parameter magnetik dapat digunakan sebagai proxy indikator untuk mendeteksi
keberadaan logam berat dalam sedimen (Tiwow, dkk., 2019).
Konsentrasi mineral merupakan proses krusial dalam industri pertambangan
yang bertujuan untuk meningkatkan kadar mineral berharga dalam suatu bijih. Proses
ini melibatkan pemisahan mineral berharga dari material pengotor (tailing) dengan
memanfaatkan perbedaan sifat fisik seperti berat jenis, kemagnetan, konduktivitas, dan
sifat permukaan. Metode yang umum digunakan meliputi gravitasi, magnetik, flotasi,
elektrostatik, dan hidrolik. Pemilihan metode yang tepat sangat bergantung pada
karakteristik mineral, kadar mineral dalam bijih, serta jenis tailing yang terkandung.
Tujuan utama dari konsentrasi mineral adalah untuk meningkatkan efisiensi proses
pengolahan selanjutnya, mengurangi biaya produksi, dan meminimalkan dampak
lingkungan. Perkembangan teknologi terkini seperti sensor, kontrol, nanoteknologi,
LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA
09320210247 09320220236
Shaking Table - 85
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

dan bioteknologi terus mendorong peningkatan efisiensi dan keberlanjutan dalam


industri konsentrasi mineral. Pada pasir besi untuk dapat meningkatkan kadar besi
yang tinggi, pada saat ini hampir 90% dari proses konsentrasi besi menggunakan
metode pemisahan magnetik. Proses konsentrasi bijih besi lebih banyak dilakukan oleh
magnetic separator karena besi merupakan unsur yang sifat kemagnetannya sangat
baik, sehingga lebih efisien untuk konsentrasi dengan menggunakan metode ini
(Juradi, dkk., 2021).
Adapun beberapa metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan
konsentrasi mineral pada sebuah bahan galian, yakni:
1. Konsentrasi gravitasi, dengan memanfaatkan perbedaan berat jenis antara
mineral berharga dan tailing. Mineral yang lebih berat akan tenggelam
lebih cepat dalam medium fluida. Contohnya sluice box, table
konsentrator, jig, dan spiral separator.
2. Konsentrasi magnetik, dengan memanfaatkan perbedaan sifat magnetik
antara mineral. Mineral magnetik akan tertarik ke medan magnet.
Contohnya separator magnetik kering, separator magnetik basah, dan
separator high intensity.
3. Konsentrasi flotasi, dengan memanfaatkan perbedaan sifat permukaan
antara mineral dan tailing. Mineral berharga dilapisi oleh zat kolektor
sehingga membentuk gelembung udara dan naik ke permukaan. Contohnya
flotasi buih, dan flotasi kolom.
4. Konsentrasi elektrostatik, dengan memanfaatkan perbedaan sifat
konduktivitas listrik antara mineral. Mineral konduktif akan tertarik ke
elektroda bermuatan. Contohnya separator elektrostatik kering.
5. Konsentrasi hidrolik, dengan memanfaatkan perbedaan ukuran dan bentuk
partikel mineral. Partikel yang lebih besar dan lebih berat akan terpisah dari
partikel yang lebih kecil. Contohnya Klasifikasi hidrolik.
Peningkatan konsentrasi mineral pada bahan galian bertujuan untuk
meningkatkan nilai ekonomis dari bijih tersebut. Dengan meningkatkan kadar mineral
berharga, proses pengolahan selanjutnya seperti peleburan atau pemurnian menjadi
lebih efisien karena volume material yang harus diproses lebih sedikit. Hal ini
berdampak pada penurunan biaya produksi dan peningkatan kualitas produk akhir.
Selain itu, konsentrasi mineral juga membantu mengurangi limbah yang dihasilkan,

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 86
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Singkatnya, tujuan


utama dari proses ini adalah mengubah bijih yang memiliki nilai ekonomis rendah
menjadi produk yang lebih bernilai dan siap dipasarkan.

2.2 Shaking Table

Shaking table atau meja goyang adalah alat pemisahan gravitasi yang
digunakan dalam industri pertambangan untuk memisahkan mineral berharga seperti
emas, perak, dan timah dari material pengotor berdasarkan perbedaan berat jenis antara
partikel. Alat ini memiliki permukaan meja yang miring dan dilengkapi dengan alur-
alur kecil yang disebut riffles, serta dihubungkan dengan sistem penggerak yang
membuat meja bergetar secara horizontal. Ketika campuran mineral halus dan air
dialirkan di atas meja, mineral yang memiliki berat jenis lebih tinggi, seperti emas atau
timah, akan cenderung bergerak lambat ke arah bagian atas meja dan tertahan di sekitar
riffles, sementara mineral yang lebih ringan mengikuti aliran air dan bergerak lebih
cepat menuju tepi meja. Gravity concentration adalah proses konsentrasi untuk
memisahkan butiran-butiran mineral berharga dari mineral pengotornya berdasarkan
perbedaan berat jenis dalam suatu medium berupa air atau cairan berat atau suspensi
zat padat dalam air. Pemisahan terjadi berdasarkan perbedaan gerakan butiran-butiran
mineral dalam cairan yang disebabkan oleh gaya berat (gravitasi) dan satu atau lebih
gaya-gaya lain yang bekerja bersamaan terhadap butiran-butiran (Arief., 2020).

Gambar 2.1 shaking table

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 87
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

Beberapa gaya fisik bekerja bersama-sama untuk memisahkan mineral


berdasarkan perbedaan massa jenis dan ukuran partikel. Gaya utama yang terlibat
adalah gaya gravitasi, yang menarik partikel-partikel mineral ke bawah, sehingga
mineral yang lebih berat, seperti emas atau timah, cenderung bergerak ke bagian
bawah meja, sedangkan partikel yang lebih ringan terdorong ke arah atas. Selain itu,
gaya inersia yang dihasilkan oleh gerakan getar meja menyebabkan partikel bergerak
secara horizontal dan vertikal, dengan partikel yang lebih ringan cenderung bergerak
lebih jauh, sementara yang lebih berat bergerak lebih sedikit. Gaya hidrostatik juga
berperan, di mana tekanan udara yang mengalir di atas meja membantu mempercepat
pergerakan partikel ringan ke bawah meja, sedangkan mineral berat tetap berada di
area yang lebih tinggi. Gaya gesek, yang terjadi antara partikel dan permukaan meja,
mempengaruhi pergerakan partikel, di mana partikel yang lebih besar atau lebih berat
memiliki gaya gesek yang lebih besar dan bergerak lebih sedikit. Selain itu, gaya
sentrifugal yang dihasilkan oleh gerakan meja yang bergetar juga mengarahkan
partikel ringan ke arah sisi meja, sementara gaya drag yang bekerja pada partikel
dalam aliran udara menyebabkan partikel ringan melayang lebih jauh. Kombinasi dari
gaya-gaya ini memungkinkan meja pengocok untuk memisahkan mineral berharga
dari pengotor dengan efisiensi dan presisi yang tinggi.

Gambar 2.2 Bagian-bagian shaking table

Shaking table memanfaatkan prinsip gravitasi serta gaya inersia dari gerakan
meja untuk membantu proses pemisahan ini. Kemiringan meja dapat diatur sedemikian
LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA
09320210247 09320220236
Shaking Table - 88
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

rupa agar aliran air dan getaran horizontal menciptakan kondisi optimal bagi mineral
berat untuk tetap tertahan di area riffles, sementara mineral ringan dengan cepat
terbawa ke bawah. Keunggulan shaking table terletak pada kemampuannya
menghasilkan konsentrat mineral dengan kemurnian tinggi karena pemisahannya yang
presisi, serta kontrol akurat terhadap variabel-variabel seperti kemiringan, kecepatan
getaran, dan aliran air, sehingga sangat berguna dalam industri pertambangan. Metode
ini biasanya diterapkan pada tahap akhir proses pemurnian untuk memastikan mineral
berharga terpisah secara optimal dari material pengotor. Mineral berat mempunyai
gaya gesek yang lebih besar maka akan terlempar ke samping (searah sentakan meja).
Mineral yang berukuran halus akan terlempar ke samping lebih jauh dibanding dengan
mineral yang berukuran kasar. Mineral ringan berukuran kasar akan terdorong oleh
aliran air lebih jauh dari pada mineral berat berukuran halus. Sedangkan adanya riffle
di atas meja akan mengakibatkan aliran turbulen dan membentuk susunan mineral
berat dan ringan (Rumbino, dkk., 2021).
2.2.1 Bagian-bagian alat shaking table
Alat shaking table tersusun dari beberapa perangkat untuk dapat
mengoptimalkan proses pemisahan konsentrat dan tailing-nya. Seperti yang diketahui
bahwa pada proses pemisahan shaking table memanfaatkan perbedaan density maka
tentunya akan ada perangkat yang membantu proses pemisahan tersebut, berikut
bagian-bagian dari shaking table:
1. Feed box: Feed box adalah tempat awal di mana material umpan (feed) yang
berupa slurry, yaitu campuran mineral dan air, dimasukkan ke shaking table.
Feed box dirancang agar material dapat menyebar merata di sepanjang
permukaan meja, sehingga pemisahan menjadi lebih efisien. Material yang
masuk ke feed box biasanya berasal dari hasil kominusi, yaitu proses
penghancuran batuan menjadi ukuran yang lebih kecil agar mineralnya dapat
dilepaskan.
2. Dressing water: Air yang disemprotkan dari bagian atas meja disebut dressing
water. Dressing water ini memiliki fungsi penting untuk membantu pengaliran
material di permukaan meja dan mendorong mineral yang lebih ringan agar
terbawa arus ke sisi yang berbeda dari mineral berat. Aliran dressing water
biasanya diatur sedemikian rupa agar dapat menghasilkan pemisahan optimal,
sehingga mineral ringan dan mineral berat dapat terpisah dengan lebih jelas.

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 89
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

3. Riffles: Riffles adalah tonjolan-tonjolan kecil yang ada di permukaan meja


shaking table. Tonjolan ini berfungsi untuk menjebak atau menahan partikel
mineral berat. Ketika meja bergerak, riffles membuat mineral berat tertahan di
atas meja, sementara mineral yang lebih ringan akan terdorong oleh aliran air.
Riffles membantu memisahkan mineral dengan cara menahan material berat di
atasnya, sedangkan material ringan yang tidak tertahan riffles akan mengalir
mengikuti air. Pola riffles ini juga berperan dalam memandu pergerakan
partikel mineral, memaksimalkan proses pemisahan.
4. Motor drive: Bagian ini adalah penggerak meja yang menghasilkan getaran
atau gerakan shaking pada meja. Motor drive menggerakkan meja dengan
gerakan horizontal berulang yang menciptakan getaran untuk membantu
pemisahan material berdasarkan berat jenisnya. Gerakan horizontal ini
disesuaikan dengan frekuensi dan amplitudo tertentu untuk mengoptimalkan
proses pemisahan. Gerakan meja inilah yang disebut sebagai shaking, yang
menyebabkan partikel mineral berat dan ringan terpisah sesuai karakteristiknya
masing-masing.
5. Heavy mineral discharge: Setelah proses pemisahan, mineral berat akan
terkumpul dan keluar melalui bagian heavy mineral discharge. Mineral berat
cenderung terkumpul di bagian ini karena tertahan oleh riffles dan lebih sulit
terbawa oleh aliran air dibandingkan mineral ringan. Mineral berat yang keluar
dari sini bisa berupa emas, timah, atau mineral berharga lainnya yang memiliki
densitas tinggi.
6. Middling: Middling adalah istilah yang digunakan untuk material yang berada
di antara mineral berat dan ringan. Bagian ini berisi mineral yang tidak
sepenuhnya berat atau ringan, dan biasanya memiliki ukuran atau komposisi
yang membuatnya tidak terpisah secara sempurna. Middling sering kali harus
diproses lebih lanjut karena masih mungkin mengandung mineral berharga.
Oleh karena itu, hasil middling ini dapat dikembalikan ke proses pengolahan
untuk pemisahan lanjutan.
7. Light mineral discharge: Mineral ringan, seperti tailing atau material pengotor
yang tidak memiliki nilai ekonomis, akan terkumpul di bagian light mineral
discharge. Mineral ringan ini akan terbawa ke ujung meja yang berlawanan
dari mineral berat karena lebih mudah terbawa oleh aliran air dan tidak

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 90
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

terperangkap oleh riffles. Light mineral discharge memungkinkan pengeluaran


material dengan densitas rendah sehingga hanya material yang bernilai tinggi
yang tertinggal di bagian heavy mineral discharge.
2.2.2 Mekanisme alat shaking table
Mekanisme kerja shaking table, atau meja goyang, adalah proses pemisahan
partikel mineral berdasarkan berat jenisnya dengan memanfaatkan kombinasi antara
gerakan meja, gravitasi, dan aliran air. Berikut mekanisme kerjanya:
1. Pengumpanan material (feeding): Material umpan, berupa slurry (campuran
mineral dan air) atau partikel halus mineral, dimasukkan ke shaking table
melalui feed box. Material ini biasanya terdiri dari mineral berharga seperti
emas, besi, atau timah, yang bercampur dengan mineral pengotor (tailing).
Material akan menyebar di permukaan meja berkat desain feed box yang
memungkinkan distribusi seragam, sehingga setiap partikel bisa memasuki
proses pemisahan dengan optimal.
2. Aliran dressing water: Di atas permukaan meja terdapat dressing water yang
dialirkan secara terus-menerus. Aliran air ini mengalir dari sisi atas meja
menuju ke arah bawah dan membantu mengalirkan partikel mineral. Dressing
water berfungsi menggerakkan partikel ringan ke arah ujung meja dan
memisahkannya dari partikel berat yang tertahan di riffles. Volume dan
tekanan air yang tepat sangat penting agar dressing water bisa memisahkan
partikel dengan lebih efektif tanpa mengganggu pergerakan mineral berat yang
terperangkap di riffles.
3. Peran riffles: Riffles adalah tonjolan kecil atau rusuk yang terdapat di
permukaan meja shaking table. Riffles ini berfungsi untuk menangkap partikel-
partikel yang memiliki berat jenis tinggi, seperti partikel emas atau besi. Ketika
meja bergetar, partikel mineral berat cenderung tenggelam dan terperangkap di
riffles, sedangkan partikel yang lebih ringan akan meluncur di atas riffles.
Riffles memberikan efek hambatan pada partikel berat, menahannya di dekat
bagian atas meja, sehingga dapat terpisah dari partikel ringan yang mengalir
mengikuti air. Selain itu, riffles juga memberikan jalur aliran yang teratur.
4. Gerakan meja (shaking movement): Shaking table digerakkan oleh motor drive
yang menghasilkan gerakan horizontal atau getaran pada meja. Gerakan ini
penting untuk menciptakan efek gaya inersia yang mendorong partikel mineral

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 91
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

ke arah tertentu. Saat meja bergetar maju-mundur, partikel berat yang tertahan
riffles akan bergerak perlahan ke arah heavy mineral discharge, sedangkan
partikel ringan yang meluncur di atas meja akan terdorong ke ujung meja yang
berlawanan dan menuju light mineral discharge. Frekuensi dan amplitudo
getaran meja bisa disesuaikan untuk memaksimalkan efektivitas pemisahan,
tergantung pada jenis dan ukuran partikel yang diproses.
5. Pemisahan berdasarkan berat jenis: Mekanisme shaking table memanfaatkan
perbedaan berat jenis (densitas) antara mineral berat dan mineral ringan.
Mineral berat, seperti emas dan besi, memiliki kecenderungan untuk tenggelam
dan terperangkap di riffles. Sementara itu, mineral ringan atau gangue yang
memiliki berat jenis lebih rendah akan terdorong oleh aliran air menuju light
mineral discharge. Proses ini memungkinkan shaking table untuk memisahkan
mineral berharga dari mineral pengotor dengan efisien.
6. Pengumpulan produk pemisahan: Setelah proses pemisahan, shaking table
menghasilkan beberapa produk yang keluar dari meja pada lokasi yang
berbeda:
a. Heavy mineral discharge: Material berat, yang mengandung mineral
berharga dengan berat jenis tinggi, akan keluar di bagian ini. Hasil di
bagian ini biasanya akan diambil untuk diolah lebih lanjut atau langsung
dikumpulkan sebagai produk akhir.
b. Middling: Produk middling adalah material yang tidak sepenuhnya berat
atau ringan. Biasanya, middling memerlukan proses lanjutan karena masih
mungkin mengandung mineral berharga yang belum terpisah sempurna.
Middling ini dapat dikembalikan ke shaking table atau diolah ulang
menggunakan metode pemisahan lainnya.
c. Light mineral discharge: Mineral ringan, seperti tailing atau bahan yang
tidak memiliki nilai ekonomi, akan terkumpul di ujung meja yang
berlawanan dari heavy mineral discharge. Mineral ringan ini biasanya
dianggap sebagai limbah dan dibuang, namun dalam beberapa kasus dapat
dievaluasi kembali untuk memastikan tidak ada mineral berharga.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas shaking table, hingga
dapat dinilai dapat mempengaruhi hasil pemisahan bahan galian, berikut faktor-
faktornya:

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 92
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

1. Kecepatan dan frekuensi getaran: Mengatur kecepatan getaran meja sangat


penting untuk memastikan pemisahan yang optimal. Terlalu cepat atau
lambatnya getaran bisa mengurangi efektivitas pemisahan.
2. Kemiringan meja: Sudut kemiringan meja juga memengaruhi jalur aliran
mineral. Semakin miring meja, semakin cepat mineral ringan terbawa
aliran air ke ujung meja.
3. Jumlah dan tekanan dressing water: Aliran air harus diatur agar mineral
ringan dapat terbawa aliran tanpa mengganggu mineral berat yang berada
di riffles. Jika aliran air terlalu deras, mineral berat bisa terbawa bersama
mineral ringan.
4. Ukuran partikel: Shaking table efektif untuk pemisahan partikel dengan
ukuran tertentu. Partikel yang terlalu halus atau terlalu kasar mungkin tidak
terpisah secara optimal.
Dengan mekanisme ini, shaking table memungkinkan proses pemisahan
mineral yang efisien dan banyak digunakan di industri pertambangan, khususnya
untuk mineral yang memiliki perbedaan densitas yang signifikan.

2.3 Kelebihan dan kekurangan shaking table

Shaking table efektif dalam memisahkan mineral berdasarkan perbedaan


massa jenis dan ukuran partikel, namun alat ini memiliki kekurangan dan kelebihan.
2.3.1 Kelebihan
Shaking table memiliki efisiensi pemisahan yang tinggi karena mampu
melakukan pemisahan partikel berdasarkan perbedaan berat jenis, membuatnya ideal
untuk mineral berat seperti emas, timah, dan tungsten. Selain itu, meja goyang ini juga
menghasilkan akurasi pemisahan yang sangat baik, karena desain beralur dan getaran
yang stabil membuat partikel berat bergerak terpisah dari partikel ringan. Desainnya
yang sederhana juga memungkinkan pengoperasian yang mudah sehingga
memudahkan pekerja untuk mengoperasikannya tanpa membutuhkan pelatihan teknis
yang rumit. Tidak menggunakan bahan kimia tambahan membuat shaking table ramah
lingkungan dan aman digunakan, baik bagi operator maupun lingkungan sekitar, serta
mengurangi biaya operasional yang terkait dengan penggunaan bahan kimia. Di sisi
lain, biaya operasionalnya juga relatif rendah karena perawatan yang minim dan daya
tahan alat yang tinggi, menjadikannya ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 93
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

Pemanfaatan alat shaking table (meja goyang) digunakan dalam pengolahan batubara
dan mineral (Mone, dkk., 2024).
2.3.2 Kekurangan
Meskipun memiliki banyak kelebihan, shaking table juga memiliki beberapa
kekurangan. Kapasitas pemrosesannya terbatas, sehingga kurang efisien jika
digunakan dalam skala besar karena memerlukan waktu yang lebih lama untuk
memproses material dalam jumlah banyak. Efisiensinya juga menurun ketika
memproses partikel yang sangat halus (umumnya <0,037 mm), membuatnya kurang
efektif untuk material berukuran sangat kecil. Selain itu, alat ini sensitif terhadap
variasi ukuran partikel, sehingga hasil pemisahan bisa terganggu jika ukuran partikel
tidak seragam. Shaking table juga rentan terhadap gangguan getaran eksternal, karena
alat ini bekerja dengan getaran yang harus stabil dan terkontrol; jika terganggu, proses
pemisahan menjadi kurang akurat. Terakhir, konsumsi energi alat ini bisa tidak
konsisten jika tidak dikalibrasi dengan tepat, yang berarti frekuensi dan kecepatan
getaran harus selalu disesuaikan untuk memastikan efisiensi energi dan hasil
pemisahan yang optimal. Alat ini digunakan untuk memproses material yang tidak
dapat diproses oleh alat sebelumnya (Vabela, dkk., 2018).

2.4 Panning

Panning adalah metode pemisahan mineral berharga dari material lainnya


menggunakan wajan atau panci khusus yang berbentuk cekung. Panning merupakan
salah satu teknik tertua dan paling dasar dalam proses pemisahan mineral berharga,
khususnya emas, dari material lainnya (seperti pasir, kerikil, dan lumpur) dalam
sedimen sungai atau deposit aluvial. Teknik ini berakar pada masa demam emas abad
ke-19, di mana para penambang menggunakan panci atau wajan khusus untuk mencari
emas di aliran sungai. Secara prinsip, panning menggunakan gravitasi untuk
memisahkan mineral yang memiliki massa jenis lebih tinggi, seperti emas, dari
material ringan yang menyertainya. Proses panning dimulai dengan memasukkan
material yang mengandung emas ke dalam panci, kemudian menambah air dan
mengocok panci dengan gerakan maju-mundur atau memutar. Gerakan ini
menyebabkan partikel-partikel ringan terangkat ke permukaan, sementara partikel
yang lebih berat, seperti emas, akan tertinggal di dasar. Selama proses tersebut,
operator perlu membuang material ringan yang mengapung di atas permukaan, seperti

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 94
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

pasir dan lumpur, dengan sangat hati-hati agar emas tidak ikut terbuang. Semakin
banyak air yang digunakan, semakin efektif pemisahan material ringan dan berat dapat
dilakukan (Surya, dkk., 2022).

Gambar 2.3 Alat panning

Panning sangat populer karena teknik ini sederhana, tidak membutuhkan


peralatan khusus, ramah lingkungan, dan terjangkau bagi masyarakat atau penambang
skala kecil. Metode ini juga sering digunakan dalam eksplorasi mineral karena
membantu dalam menentukan kandungan mineral tanpa memerlukan teknologi yang
kompleks atau mahal. Namun, panning memiliki beberapa keterbatasan, seperti
kapasitasnya yang rendah karena hanya bisa menangani volume material yang sedikit
dalam satu waktu. Selain itu, keberhasilan panning sangat bergantung pada
keterampilan dan pengalaman operator untuk menghindari hilangnya partikel emas
yang bernilai. Teknik ini juga telah mengalami perkembangan. Saat ini, panci panning
modern sering dilengkapi dengan desain yang lebih baik, seperti lekukan di dinding
panci untuk menahan emas selama pencucian, dan tersedia dalam berbagai ukuran.
Meski teknik panning tidak digunakan dalam skala industri besar, metode ini tetap
menjadi dasar dan pelengkap dalam tahap eksplorasi atau kegiatan tambang rakyat,
terutama pada lokasi-lokasi yang kaya akan deposit emas aluvial.
Panning memiliki beberapa kelebihan yang menjadikannya metode populer
dalam penambangan skala kecil. Teknik ini sederhana dan mudah dilakukan karena
hanya memerlukan wajan atau panci khusus untuk memisahkan emas dari material

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 95
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

lain. Biayanya pun rendah, sehingga metode ini terjangkau bagi penambang rakyat
atau masyarakat sekitar area tambang. Selain itu, panning juga dianggap ramah
lingkungan karena tidak memerlukan bahan kimia berbahaya atau peralatan berat,
cukup menggunakan air dan gravitasi untuk pemisahan material. Teknik ini cocok
digunakan dalam eksplorasi awal untuk menentukan potensi kandungan emas di suatu
lokasi sebelum melanjutkan ke tahap penambangan lebih lanjut. Portabilitas panci
panning juga memudahkan penambang untuk melakukan eksplorasi di berbagai
lokasi, terutama pada daerah sungai yang berpotensi mengandung emas.

Gambar 2.4 Alat panning modern


Namun, panning juga memiliki beberapa kekurangan. Metode ini memiliki
kapasitas pemrosesan yang rendah karena hanya dapat mengolah sedikit material
dalam satu waktu, sehingga tidak efisien untuk produksi berskala besar. Selain itu,
keberhasilan panning sangat bergantung pada keterampilan dan pengalaman operator,
sebab proses yang kurang hati-hati dapat mengakibatkan hilangnya partikel material
yang berharga. Panning juga kurang efektif untuk mengolah jenis deposit tertentu,
terutama deposit yang jauh dari aliran sungai atau bercampur dengan material kasar.
Prosesnya yang memakan waktu juga membuat metode ini kurang efisien
dibandingkan metode modern dalam pemisahan mineral. Selain itu, panning memiliki
kelemahan dalam menangkap emas berukuran halus, yang sering kali terbawa aliran
air saat proses panning berlangsung. Secara keseluruhan, panning tetap relevan dan
bermanfaat dalam penambangan skala kecil serta eksplorasi awal.

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 96
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Prosedur Kerja

1. Pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan.

Gambar 3.1 Menyiapkan alat dan bahan


2. Menimbang pasir besi seberat 300 gr sebanyak tiga bagian.

Gambar 3.2 Menimbang material

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 97
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

3. Mulai mengatur kemiringan (5°, 10° dan 15°) meja pada alat shaking table.

Gambar 3.3 Mengatur kemiringan deck

4. Mulai memasukkan material ke dalam feed box.

Gambar 3.4 Memasukkan material ke feed box

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 98
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

5. Selanjutnya mulai menyalakan mesin untuk menggerakkan deck dan


menggetarkan feeder untuk menjatuhkan material ke deck hingga terpisah
antara konsentrat dan tailing .

Gambar 3.5 Menyalakan device machine


6. Deck mulai bergetar dan memisahkan bahan galian antara konsentrat dan
tailing dengan bantuan gaya dorong air.

Gambar 3.6 Pemisahan material

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 99
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

7. Selain menggunakan shaking table beberapa material dipisahkan dengan cara


panning.

Gambar 3.7 Teknik pemisahan panning pada material


8. Setelah proses pemisahan, maka didapatkan tiga jenis material (konsentrat,
midling dan tailing) yang kemudian dimasukkan ke dalam cawan, untuk
dikeringkan.

Gambar 3.8 Pengeringan material

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 100
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

9. Setelah kering material di dinginkan dan ditimbang untuk mendapatkan berat


dari masing-masing material.

Gambar 3.9 Menimbang material

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 101
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Tabel 4.1 Tabel Pengamatan


Derajat
Berat Berat Berat Berat
No Kemiringan Waktu
Awal Konsentrat Tailing Midling
Deck

1. 5° 3 408 185,52 gr 4,2 gr 13,5 gr

2. 10° 2,42 408 209,6 gr 5,74 gr 2,3 gr

3. 15° 2,12 408 119,3 gr 29,22 gr 15,28 gr

Tabel 4.2 Hasil Pengolahan Data

%Derajat Kemiringan Deck


Derajat
Berat
No Kemiringan Waktu Recovery
Awal %Berat %Berat %Berat
Deck
Konsentrat Tailing Midling

1. 5° 3 408 45,47 1,02 3,3 7,27

2. 10° 2,42 408 51,37 1,4 0,56 1,09

3. 15° 2,12 408 29,24 7,16 3,74 12,8

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 102
PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA SHAKING TABLE
4.2 Pembahasan

1. Pengolahan data derajat kemiringan 5°


Berat Akhir 185,52
Konsentrat = × 100% = × 100% = 45,47%
Berat Awal 408
Berat Akhir 13,5
Midling = × 100% = × 100% = 3,3%
Berat Awal 408
Berat Akhir 4,2
Tailing = × 100% = 408 × 100% = 1,02%
Berat Awal

2. Pengolahan data derajat kemiringan 10°


Berat Akhir 209,6
Konsentrat = × 100% = × 100% = 51,37%
Berat Awal 408
Berat Akhir 2,3
Midling = × 100% = 408 × 100% = 0,56%
Berat Awal
Berat Akhir 5,74
Tailing = × 100% = × 100% = 1,4%
Berat Awal 408

3. Pengolahan data derajat kemiringan 15°


Berat Akhir 119,3
Konsentrat = × 100% = × 100% = 29,24%
Berat Awal 408
Berat Akhir 15,28
Midling = × 100% = × 100% = 3,74%
Berat Awal 408
Berat Akhir 29,22
Tailing = × 100% = × 100% = 7,16%
Berat Awal 408

4. Pengolahan data recovery 5°


Berat Awal 𝑀𝐼𝑑𝑙𝑖𝑛𝑔 ×Berat Akhir Midling
Recovery = Berat Awal Konsentrat ×Berat Akhir Konsentrat × 100%
408 ×13,5
= 408 ×185,52 × 100% = 7,27%

5. Pengolahan data recovery 10°


Berat Awal 𝑀𝐼𝑑𝑙𝑖𝑛𝑔 ×Berat Akhir Midling
Recovery = Berat Awal Konsentrat ×Berat Akhir Konsentrat × 100%
408 ×2,3
= 408 ×209,6 × 100% = 1,09%

6. Pengolahan data recovery 15°


Berat Awal 𝑀𝐼𝑑𝑙𝑖𝑛𝑔 ×Berat Akhir Midling
Recovery = Berat Awal Konsentrat ×Berat Akhir Konsentrat × 100%
408 ×15,28
= 408 ×119,3 × 100% = 12,8%

LA TINRO INRA JAYA KUNTA HADRIAN PAUDI PATTA


09320210247 09320220236
Shaking Table - 103
2.5 DEWATERING

Common questions

Didukung oleh AI

Kelebihan metode panning dibandingkan shaking table adalah kesederhanaannya yang tidak memerlukan peralatan khusus, menjadikannya terjangkau dan mudah dilakukan oleh penambang skala kecil. Metode ini juga ramah lingkungan karena tidak memerlukan bahan kimia berbahaya . Di sisi lain, panning cenderung kurang efisien dalam skala besar dibandingkan shaking table yang memiliki efisiensi pemisahan tinggi berdasarkan berat jenis .

Efektivitas shaking table dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kecepatan dan frekuensi getaran, kemiringan meja, jumlah dan tekanan dressing water, serta ukuran partikel. Ketepatan pengaturan faktor-faktor ini sangat penting untuk memastikan pemisahan yang optimal, karena penyimpangan dapat mengurangi efektivitas pemisahan .

Panning adalah metode pemisahan manual menggunakan gravitasi, tanpa memerlukan alat khusus dan ideal untuk penambangan skala kecil atau eksplorasi awal. Sementara shaking table juga menggunakan gravitasi tapi dengan mekanisme otomatis. Shaking table cocok untuk operasi pelarut yang lebih besar dengan efisiensi pemisahan tinggi melalui getaran dan riffles yang menangkap partikel berat .

Middling adalah material yang tidak sepenuhnya berat atau ringan dan sering kali mengandung mineral berharga yang belum terpisah sempurna. Material ini biasanya diproses lebih lanjut untuk memastikan semua mineral berharga dapat diekstraksi, baik dengan mengembalikannya ke shaking table atau menggunakan metode pemisahan lainnya .

Kelemahan utama shaking table ketika digunakan dalam skala besar adalah kapasitas pemrosesannya yang terbatas, menyebabkannya kurang efisien untuk memproses material dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan oleh waktu yang lebih lama untuk memproses lebih banyak material pada satu waktu .

Kecepatan dan frekuensi getaran menentukan efektivitas pemisahan mineral di shaking table. Pengaturan yang tepat memungkinkan pemisahan optimal dengan memaksimalkan pengaruh gaya inersia pada partikel mineral. Jika getaran terlalu cepat atau lambat, proses pemisahan dapat terganggu, menyebabkan mineral berat dan ringan tidak terpisah dengan baik .

Riffles pada permukaan shaking table berfungsi untuk menangkap partikel mineral berat, seperti emas, dengan cara menahan mereka di atas meja sementara mineral yang lebih ringan didorong ke bawah oleh aliran air. Riffles memberikan hambatan terhadap partikel berat sehingga tertahan dan memungkinkan mineral ringan meluncur ke ujung meja yang berbeda .

Riffles pada shaking table berfungsi menahan partikel mineral yang lebih berat karena berat jenisnya lebih tinggi, membuat riffles berfungsi sebagai penghalang fisik. Mineral berat tertahan dan tidak mudah terbawa aliran air dibandingkan mineral ringan yang meluncur di atas riffles ke ujung meja. Ini memungkinkan klasifikasi yang efektif berdasarkan berat jenis .

Dressing water yang dialirkan di atas meja shaking table berfungsi menggerakkan partikel lebih ringan ke arah ujung meja dan memisahkannya dari partikel berat yang tertahan di riffles. Aliran air tersebut harus diatur dengan volume dan tekanan yang tepat agar efektif dalam proses pemisahan tanpa mengganggu mineral berat yang tertangkap oleh riffles .

Distribusi material umpan yang tidak merata dapat menyebabkan pemisahan yang tidak optimal di shaking table. Ketidakseragaman dalam penyebaran partikel umpan dapat mengganggu aliran pemisahan dan mengurangi efektivitas riffles dalam menahan mineral berat, serta menyebabkan material ringan tidak tersapu keluar dengan baik .

Anda mungkin juga menyukai