0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan19 halaman

Konsep dan Pilar Kota Cerdas

Diunggah oleh

bitaralinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan19 halaman

Konsep dan Pilar Kota Cerdas

Diunggah oleh

bitaralinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : LINDA

NIM : 210250403009

PRODI : ARSITEKTUR

SMART CITY

Kota Cerdas adalah Kota yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan performance-
nya, mengurangi biaya dan pemakaian konsumsi, serta untuk terlibat lebih aktif dan efektif
dengan warganya. Sedikitnya ada tiga faktor yang berpengaruh dalam Kota Cerdas, yaitu cerdas
ekonomi, cerdas sosial, dan cerdas lingkungan. Kota Cerdas (smart city) juga didefinisikan
sebagai kota yang mampu menggunakan SDM, modal sosial, dan infrastruktur telekomunikasi
modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang
tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi
masyarakat (Caragliu, A., dkk dalam Schaffers,2010:3). Smart city atau kota cerdas merupakan
wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola
sehari-hari dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan
meningkatkan kesejahteraan warga.

Kota cerdas merupakan sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi
informasi dan komunikasi dan teknologi Internet of things dengan cara yang aman untuk
mengelola aset kota. (wikipedia)

Kota Cerdas (smart city) ini menggunakan teknologi informasi untuk menjalankan roda
kehidupan kita yang lebih efisien. Kota cerdas adalah kota yang menggunakan prinsip-
prinsip smart living, smart government, smart economy, smart environment, smart mobility, dan
yang juga tak kalah penting adalah smart people. Kota dinilai cerdas secara ekonomi, apabila
sebuah kota ditopang oleh perekonomian yang baik dengan memaksimalkan sumber daya atau
potensi kota termasuk layanan Teknologi Informasi Komunikasi, tata kelola dan peran Sumber
Daya Manusia yang baik. Kota dinyatakan cerdas secara sosial, apabila masyarakat dalam
sebuah kota memiliki keamanan, kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial
dengan sesama masyarakat ataupun dengan pemerintah. Terakhir, kota dinyatakan cerdas apabila
warga kotanya memiliki tempat tinggal yang layak huni, sehat, hemat dalam penggunaan energi
serta pengelolaan energi dengan dukungan layanan Teknologi Informasi Komunikasi,
pengelolaan dan peran Sumber Daya Manusia yang baik.

Kota cerdas merupakan sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) dan teknologi Internet of things (IoT) dengan cara yang aman
untuk mengelola aset kota. Aset ini meliputi sistem informasi instansi pemerintahan lokal,
sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan
air, pengelolaan limbah, penegakan hukum, dan pelayanan masyarakat lainnya. Smart
city ditujukan dalam hal penggunaan informatika dan teknologi perkotaan untuk meningkatkan
efisiensi pelayanan. TIK memungkinkan para pejabat kota berinteraksi langsung dengan
masyarakat dan infrastruktur kota serta memantau apa yang terjadi di kota, bagaimana kota
berkembang, dan bagaimana menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Melalui penggunaan
sensor yang terintegrasi dengan real-time monitoring sistem, data yang dikumpulkan dari warga
dan perangkat – kemudian diolah dan dianalisis. Informasi dan pengetahuan yang dikumpulkan
adalah kunci untuk mengatasi inefisiensi.

Konsep Kota Cerdas (smart city) awalnya diciptakan oleh perusahaan IBM. Sebelumnya
berbagai nama sempat dibahas para ahli dunia dengan nama digital city atau Kota Cerdas (smart
city). Intinya . Versi IBM, Kota Cerdas (smart city) adalah sebuah kota yang instrumennya saling
berhubungan dan berfungsi cerdas. Kota Cerdas (smart city) adalah sebuah konsep kota
cerdas/pintar yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan mengelola sumber
daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga
dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.
Konsep Kota Cerdas (smart city) pada umumnya meliputi :

1. Sebuah kota berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi, penduduk,


pemerintahan, mobilitas, dan lingkungan hidup.

2. Sebuah kota yang mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur.

3. Kota Cerdas (smart city) dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT,
infrastruktur sosial, dan infrastruktur bisnis untuk meningkatkan kecerdasan kota.

4. Kota Cerdas (smart city) membuat kota lebih efisien dan layak huni.
Penggunaan smart computing untuk membuat Kota Cerdas (smart city) dan fasilitasnya saling
berhubungan dan efisien.

KonsepSmart city atau kota cerdas sejatinya berdasar pada hal-hal fundamental, yakni inovasi
dan [Link] City adalah suatu konsep pengembangan kota yang mengintegrasikan
teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan
kualitas hidup warganya. Pengartian ini didukung oleh UNECE (United Nations Economic
Commission for Europe) dan ITU (International Telecommunication Union) yang
mendefinisikan smart sustainable citiessebagai kota inovatif yang memanfaatkan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup warga, efisiensi layanan,
operasi, kompetisi kota, serta memastikan bahwa kota memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan
mendatang terkait ekonomi, sosial, lingkungan, serta budaya.

Dari definisi itu, bisa kita simpulkan, sesederhana apapun inovasi yang dihasilkan suatu kota,
jika inovasi tersebut mampu memecahkan permasalahan urban dengan memanfaatkan teknologi,
maka kota tersebut sudah melaksanakan inisiatif smart city. Untuk bisa mengenal lebih dekat
konsep smart city, bagaimana sistemnya bekerja, hingga penerapannya di Jakarta, yuk kita
pelajari bersama.

Bagaimana Asal-muasal Smart City?

Sebelum mempelajari smart city, penting pula untuk mengetahui sejarahnya. Jika ditarik mundur,
konsep smart city bermula saat kota Los Angeles membuat sebuah proyek data besar
perkotaan, A Cluster Analysis of Los Angeles, pada 1970-an. Dalam proyek tersebut, laporan
terkait demografi lingkungan dan kualitas perumahan untuk mengurangi kemiskinan dibuat oleh
Biro Analisis Komunitas, dengan menggunakan data basis komputer, analisis klaster, serta
fotografi udara infrared. Proyek A Cluster Analysis of Los Angeles ini pun memprakarsai
penggunaan teknologi komputer sebagai media pengumpulan data analis kota di Amerika
Serikat.

Kemudian, pada 1994, ibu kota Belanda, Amsterdam, mengimplementasikan konsep digital city,
dengan mengadakan dialog antarwarga dan politisi terkait permasalahan serta agenda kota
melalui penggunaan website. Inovasi ini menjadikan Amsterdam kota pertama yang
menerapkan smart city (kota cerdas).
Berbagai penelitian mengenai smart city terus dilakukan oleh berbagai organisasi dan korporasi.
Misalnya, Cisco, sebuah perusahaan terkemuka di bidang teknologi informasi serta jaringan yang
melakukan riset mengenai smart city selama lima tahun sejak 2005. Proyek IBM Smarter Planet
juga meneliti penerapan sensor, jaringan, dan analitik untuk masalah perkotaan pada 2008, lalu
melanjutkannya dengan kampanye Smarter Cities untuk membantu sistem kota menjadi lebih
efisien. Hingga saat ini, kota-kota di berbagai penjuru dunia berlomba menjadi kota cerdas
dengan melibatkan prinsip dasar teknologi dalam pengelolaan kota, penyediaan layanan publik,
serta pemenuhan kebutuhan warga. Salah satunya dengan integrasi informasi dan layanan publik
melalui aplikasi.

Apa yang Dimaksud dengan Smart City?

Pengembangan smart city didasari oleh beberapa pilar sebagai landasan. Biasanya pilar ini
bergantung dari masing-masing kota. Di Jakarta, pengembangan smart city mengadopsi enam
indikator atau pilar, yakni smart governance, smart economy, smart environment, smart mobility,
smart people, dansmart living.

Smart Governance

Smart Governance merupakan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi dan
komunikasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, partisipasi serta
koneksi antara pemerintah, warga, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
pengambilan kebijakan. Beberapa inovasi smart city yang dapat diimplementasikan dalam tata
kelola pemerintahan seperti layanan publik digital terintegrasi, kebijakan berbasis data,
pemanfaatan Master Data Management dan Big Data, saluran pengaduan warga, keterlibatan
komunitas, Satu Data dan Open Data, akses anggaran online, dan lain-lain.
Smart Economy

Smart Economy merupakan sistem ekonomi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang
berorientasi pada inovasi serta keberlanjutan dengan melibatkan start-up, investor, maupun
bisnis. Beberapa inovasi smart city dalam bidang ekonomi meliputi pengembangan
ekosistem startup, ketahanan pangan, UMKM Go Onboard, pemanfaatan e-Commerce,
penciptaan lapangan kerja, integrasi pembayaran satu atap, dan sebagainya.

Smart Environment

Smart Environment adalah tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan
dengan memperhatikan faktor lingkungan hidup. Inovasi smart environment misalnya
pengendalian banjir berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pengelolaan sampah
cerdas, mengurangi emisi karbon, energi cerdas, bangunan hijau, manajemen sanitasi, dan lain-
lain.

Smart Mobility

Smart Mobility yaitu tata kelola mobilitas yang berfokus pada efisiensi, keberlanjutan, serta
kualitas layanan transportasi perkotaan. Inovasi yang dapat dikembangkan berupa sistem
transportasi terintegrasi, tiket transportasi online, penyewaan sepeda, layanan informasi
transportasi, aplikasi berbagi perjalanan, aplikasi tempat parkir peta kota untuk mendukung
mobilitas, dan lain-lain.
smart People

Smart People yakni kondisi saat warga di suatu kota memiliki interaksi sosial yang berkualitas.
Misalnya, saat warga mampu berinteraksi dengan sektor publik dan privat melalui layanan
informasi atau penyediaan layanan, dapat terfasilitasi kebutuhannya melalui layanan yang
inklusif serta mudah diakses. Wujud implementasi smart people yakni keterlibatan warga dalam
proses penentuan layanan, keterlibatan pemuda dalam pembangunan Jakarta, kelas bersama,
survei masyarakat, dasbor publik, portal lowongan pekerjaan, dan sebagainya.

Smart Living
Smart Living adalah suatu sistem yang bertujuan menunjang kualitas hidup warga kota secara
inklusif. Misalnya melalui inovasi seperti Kota Aman Jakarta, portal informasi layanan
kesehatan, WiFi umum gratis, wisata cerdas, tiket perjalanan online, dan sebagainya.

Smart Branding

Smart Branding adalah sebuah strategi penjenamaan atau pemasaran suatu daerah untuk
meningkatkan daya saing urban sehingga mampu menarik perhatian dan partisipasi dari
ekosistem sekitar, misalnya masyarakat dari dalam dan luar daerah, pebisnis, dan investor untuk
mengakselerasi pertumbuhan kota. Misalnya, strategi memasarkan suatu kota tak hanya melalui
destinasi pariwisata, tapi juga pengembangan infrastruktur dan amenitas menuju dan pada tempat
wisata tersebut.
Bagaimana Kondisi Smart City di Jakarta?

Di Jakarta, perintisan konsep smart city dimulai pada 2015. Salah satu upaya pengenalan smart
city saat itu adalah lewat Jakarta Fair 2015 yang digelar di JIExpo Kemayoran. Kemudian,
perkembangansmart city di Jakarta diteruskan terkait dengan Gerakan Menuju 100 Smart
City sejak 2017. Gerakan ini merupakan program yang bertujuan untuk mendampingi 100 kota
atau kabupaten sebagai percontohan dalam menyusun rencana induk smart city dan
menerapkannya di daerah masing-masing, termasuk Jakarta.

Bergerak Menuju Smart City 4.0 dengan Jakarta Smart City

Pada 2014, untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota cerdas (smart city) 4.0, Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta membentuk Jakarta Smart City. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta
Smart City berada di bawah naungan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik
(Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta yang bertugas mengoptimalisasi teknologi dalam urusan
pemerintahan serta pelayanan publik. Seluruh peraturan mengenai Jakarta Smart City diatur
dalam Peraturan Gubernur Nomor 280 Tahun 2014 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata
Kerja Unit Pengelola Jakarta Smart City.

Jakarta Smart City bergerak berdasarkan enam indikator yang telah dibahas sebelumnya,
yaitu smart governance, smart economy, smart environment, smart people, smart
mobility, serta smart living. Keenam indikator tersebut menjadi basis dari produk dan layanan
Jakarta Smart City.

Produk dan Layanan Jakarta Smart City

Dalam upaya menuju kota cerdas, Jakarta Smart City menghadirkan beragam produk unggulan
berupa layanan publik berbasis digital.

1. Aplikasi JAKI

JAKI (Jakarta Kini) merupakan super-app Jakarta pertama yang dikembangkan sejak 2019.
Disebut super-app, karena JAKI mengintegrasikan lebih dari 60 fitur dan lebih dari 150 aplikasi
milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta membuat pelayanan publik menjadi lebih efektif
dan efisien. Dengan JAKI, warga Jakarta maupun turis yang berkunjung dapat mengakses
berbagai layanan hanya dalam satu genggaman ponsel pintar. Beberapa layanan unggulan JAKI
yakni:

 Laporan Warga

Fitur ini memungkinkan warga untuk mengirim laporan terkait permasalahan yang ditemui di
Jakarta, seperti sampah, banjir, dan lain-lain. Laporan warga akan langsung terkoneksi dengan
sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM), sehingga tindak lanjut petugas yang bersangkutan
menjadi lebih cepat. Warga juga dapat memantau status dari laporan yang mereka kirim melalui
portal khusus.

 Pajak

JAKI turut memenuhi kebutuhan warga Jakarta terkait perpajakan. Melalui fitur Pajak yang
merupakan hasil integrasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta,
warga dapat mengecek status pajak dan membayar pajak secara online. Pengecekan pajak
berlaku untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak
Daerah, serta e-Retribusi. Sementara pembayaran pajak sejauh ini berlaku untuk PBB.

 Harga Pangan

Untuk membantu warga mengetahui harga bahan pangan di pasar, JAKI menghadirkan fitur
Harga Pangan. Lewat fitur ini, warga bisa mengetahui harga komoditas pangan di pasar-pasar
terdekat dengan lokasi warga. Fitur juga sudah terintegrasi dengan Perumda Pasar Jaya dan harga
komoditas pangan diperbarui setiap hari, sehingga informasi dapat dipastikan akurat.

 Berita

Dengan JAKI, warga pun bisa mengakses berita dan informasi akurat seputar Jakarta, dari portal
Beritajakarta hingga informasi langsung dari berbagai OPD di Pemprov DKI Jakarta, seperti
prakiraan bencana alam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI
Jakarta.

 Transportasi Publik
Fitur Transportasi Publik merupakan hasil kolaborasi JAKI dengan PT JakLingko. Warga
maupun turis Jakarta yang menggunakan transportasi umum dapat menggunakan fitur ini untuk
cek jadwal, rute, serta tarif MRT Jakarta, LRT Jakarta, TransJakarta, dan Mikrotrans.

 Taman Jakarta

Demi mempermudah warga untuk berekreasi ke taman-taman di Jakarta, JAKI pun menyediakan
fitur Taman Jakarta. Fitur ini mengintegrasikan layanan reservasi kunjungan, cek tiket, hingga
cek titik lokasi taman-taman di Jakarta. Namun, saat ini baru Taman Literasi Martha Christiana
Tiahahu yang terintegrasi. Ke depannya, fitur Taman Jakarta dapat diintegrasikan dengan taman-
taman lain di Jakarta.

2. Cepat Respons Masyarakat

Cepat Respons Masyarakat (CRM) adalah sistem yang mengintegrasikan 13 kanal pengaduan
resmi Pemprov DKI Jakarta, termasuk fitur Laporan Warga di JAKI. Seluruh laporan dari warga
tersebut terkumpul dalam sistem CRM, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan lebih responsif,
transparan, serta efisien.

3. Pantau Banjir

Banjir menjadi salah satu tantangan kota Jakarta. Untuk mengantisipasi bencana alam ini, Jakarta
Smart City mengembangkan situs Pantau Banjir yang menjadi sumber informasi warga Jakarta
terkait banjir. Tak hanya berita terbaru tentang banjir Jakarta, situs Pantau Banjir turut memuat
dasbor Pantau Banjir, data banjir lintas tahun, dan sebagainya.

Dasbor Pantau Banjir yang dimuat dalam situs Pantau Banjir terintegrasi dengan fitur Pantau
Banjir di JAKI, sehingga warga bisa memantau datanya lewat aplikasi. Selain dasbor Pantau
Banjir, fitur Pantau Banjir di JAKI menawarkan layanan Peta Pemantauan Banjir untuk
memantau titik laporan banjir, kondisi pintu air, pos pengamatan, dan pompa air.

4. Peta Jakarta Kini

Untuk membantu warga dalam mengeksplorasi kota, JAKI memiliki Peta Jakarta Kini. Peta ini
menunjukkan titik lokasi dari berbagai sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas warga di
seluruh penjuru Jakarta. Mulai dari taman dan ruang terbuka hijau, sarana transportasi publik,
fasilitas kesehatan, hingga destinasi wisata.
[Link] Xperience

Dengan bantuan teknologi video 360°, warga dapat merasakan pengalaman mengelilingi ruang
publik di pusat kota dan menikmati keindahan gugusan Kepulauan Seribu. Digital
Xperience dapat warga akses melalui situs korporasi Jakarta Smart City.

[Link] Science Trainee

Data Science Trainee merupakan program pelatihan selama dua bulan bagi fresh graduate dari
semua jurusan untuk memahami permasalahan yang ada di Jakarta dan mengusulkan serta
mengimplementasikan solusinya menggunakan pendekatan data science. Dalam satu batch Data
Science Trainee, terdapat 6–9 peserta. Setiap peserta akan diberi 1–2 mentor dari Divisi Kajian
dan Analisa Data Jakarta Smart City. Setiap peserta akan melakukan capstone project dan
presentasi akhir hasil penelitian. Hasil akhir dari program ini berupa paper akademik, artikel
Medium, maupun presentasi final.

Pada 2022, Jakarta Smart City berkolaborasi dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA)
dalam rangka program Kampus Merdeka sebagai ruang eksplorasi untuk menambah ilmu dan
jaringan di luar kampus. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UNIMA yang duduk di bangku
semester lima diperkenalkan dan dipersiapkan mengisi posisi talenta digital di bidang data
setelah lulus kuliah kelak. Kolaborasi ini dilakukan selama dua bulan secara daring melalui
media Zoom.

Selain yang terlahir dari Jakarta Smart City, Jakarta juga menghasilkan inovasi smart
city lainnya. Terkait penerapan smart governance, misalnya, Jakarta Smart City menerapkan tiga
inovasi berikut.

1. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

2. Layanan publik digital yang terintegrasi dalam aplikasi JAKI

3. Kebijakan berbasis data

Data memegang peranan penting dalam pengambilan kebijakan di lingkup Pemprov DKI Jakarta.
Jakarta Smart City mengintegrasikan data internal terkait pajak, Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS), bantuan sosial, retribusi, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga
(KK), dan lain-lain, dengan data eksternal terkait laporan warga, cuaca, kualitas udara, media
sosial, dan sebagainya.

Data ini kemudian diproses. Beberapa di antaranya disimpan dalam data warehouse dan
beberapa lainnya diolah menggunakan Master Data Management. Data yang telah diolah
tersebut menjadi bahan untuk layanan publik terkait pendidikan, kesehatan, bantuan sosial,
perekonomian, dan sebagainya. Dari tahap ini, layanan publik dikemas dalam berbagai produk,
misalnya fitur-fitur aplikasi JAKI, layanan OPD berbasis situs, dasbor, serta analisa data. Analisa
data inilah yang dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan. Dengan pengambilan kebijakan
yang berbasis data, kebijakan publik akan menjadi lebih tepat sasaran.

Sementara, untuk mewujudkan indikator smart economy, Jakarta Smart City telah
mengimplementasikan aneka inovasi, yakni:

1. JakPreneur

Sistem ekonomi yang cerdas tak hanya melibatkan teknologi, tapi juga mampu mengadopsi
inisiatif kewirausahaan yang baru dan meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui program
JakPreneur, Pemprov DKI Jakarta memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM). Pelaku UMKM bisa mendapatkan pelatihan usaha, pendampingan wirausaha, bantuan
perizinan usaha, serta pemodalan usaha. JakPreneur juga telah terintegrasi dengan aplikasi JAKI
dengan nama fitur Usaha di Jakarta. Lewat fitur tersebut, warga bisa mengakses seluruh layanan
JakPreneur tadi, mengecek informasi kegiatan JakPreneur, dan membeli berbagai produk
UMKM.

2. Transaksi Digital UMKM

Tak hanya untuk pelaku UMKM, inovasi smart economy yang dilakukan di Jakarta
mempermudah pembeli pula. UMKM yang bergabung dengan JakPreneur kini melayani
transaksi digital melalui QRIS, sehingga warga yang ingin membeli produk UMKM dapat lebih
mudah bertransaksi.

Penerapan kota cerdas melalui indikator smart environment juga telah diterapkan di Jakarta
melalui beberapa hal berikut.

1. Pengendalian banjir dengan Flood Control System


Flood Control System atau Sistem Pengendalian Banjir dikembangkan Jakarta Smart City
bersama Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan
penanganan risiko banjir di Jakarta. Flood Control System mengumpulkan data historis sensor
tinggi permukaan air, sensor arus air, sensor curah hujan, sensor getaran pompa, serta sensor
pengukur temperatur pompa yang dihimpun oleh sensor dan Internet of Things (IoT) yang
tersebar di 178 lokasi di Jakarta. Data tersebut lalu diintegrasikan ke dalam satu platform yang
dapat menghasilkan informasi mengenai kondisi serta prediksi banjir, sehingga bisa memberikan
solusi penanganan banjir. Selain itu, data ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk
mengambil kebijakan dalam menangani banjir di Jakarta.

2. Transportasi umum berbasis listrik

Dalam rangka mengurangi emisi karbon, PT TransJakarta mengoperasikan 30 bus listrik


pertamanya pada 8 Maret 2022. Sejak saat itu hingga Juli 2023, 30 bus tersebut sudah
menempuh jarak dua juta kilometer. Ini setara dengan pengurangan emisi sebesar 5,5 juta
kilogram CO2, atau sama dengan jumlah yang dapat diserap 250 ribu pohon. Keberhasilan dalam
menciptakan layanan transportasi publik yang cerdas dan ramah lingkungan memicu PT
TransJakarta untuk menargetkan pengadaan 100 unit bus listrik pada 2023.

Kemudian, jika dilihat dari indikator smart mobility, Jakarta telah menerapkan beberapa inovasi
seperti:

1. Pembangunan Transit Oriented Development(TOD)

TOD merupakan pola pembangunan tata kota yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi
umum. Beberapa kawasan TOD di Jakarta yakni:

 Kawasan Dukuh Atas yang menghubungkan area transit hub TransJakarta, Commuter
Line, Kereta Bandara, MRT, hingga LRT.

 Stasiun Integrasi Tebet yang menghubungkan Commuter Line, TransJakarta, Mikrotrans,


dan bajaj.

 Kawasan Lebak Bulus yang menghubungkan MRT, TransJakarta, Mikrotrans, serta Park
and Ride Lebak Bulus.

2. Integrasi Sistem Pembayaran Transportasi Umum


Sistem pembayaran transportasi umum dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan
bermobilitas warga Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 63 Tahun
2020, JakLingko Indonesia berperan mengembangkan sistem integrasi pembayaran antarmoda di
Indonesia. Beberapa sistem pembayaran yang sudah dikembangkan sejauh ini yaitu:

 Kartu Uang Elektronik dari berbagai penyedia yang sudah distandarisasi menjadi kartu
transportasi bagi berbagai moda.

 Aplikasi JakLingko yang memungkinkan pengguna membeli tiket dalam bentuk kode
QR.

 Tarif integrasi maksimal Rp10.000 yang lebih terjangkau dengan menerapkan syarat dan
ketentuan.

Cerdas atau tidak suatu kota juga dinilai dari kualitas interaksi warganya yang digambarkan
dengan indikator smart people. Jakarta telah mengimplementasikan beberapa inovasi
berdasarkan indikator ini seperti:

e-Musrenbang

e-Musrenbang atau Elektronik Musyawarah Perencanaan Pembangunan adalah forum


musyawarah antarpemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah
penanganan program kegiatan prioritas dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa
atau kelurahan, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kabupaten atau kota di
wilayah kecamatan. Dengan partisipasi seluruh pemangku kebijakan, masyarakat mampu
menyampaikan aspirasinya serta dapat memenuhi kebutuhannya.

Terakhir, ragam inovasi juga telah dilahirkan Jakarta berdasarkan indikator smart living. Sebut
saja beberapa hal berikut.

1. JakSehat

Untuk mewujudkan kualitas hidup warga yang lebih sehat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI
Jakarta merilis aplikasi JakSehat. Aplikasi ini menyediakan layanan kesehatan online seperti
ambil nomor antre fasilitas kesehatan, monitoring antrean, konsultasi kesehatan mental, skrining
risiko penyakit tidak menular, dan sejumlah layanan lainnya. Layanan kesehatan JakSehat juga
telah terintegrasi dengan aplikasi JAKI dalam fitur Jakarta Sehat.
2. WiFi gratis

Layanan WiFi gratis telah tersebar di 8.163 titik di Jakarta, dari kantor kelurahan hingga taman
kota. WiFi gratis ini mulanya untuk menyokong kegiatan belajar mengajar daring di Jakarta
selama pandemi Covid-19. Tetapi, saat ini fungsinya bertambah banyak karena dapat diakses
oleh siapapun. Misalnya pekerja kantoran yang bekerja dari mana saja (work from anywhere)
maupun pengembangan dan promosi bisnis secara online bagi pelaku UMKM. Dengan akses
WiFi gratis yang memadai, kebutuhan digital warga Jakarta jauh lebih terpenuhi.

Terakhir, berdasarkan indikator smart branding, Jakarta juga telah melakukan beberapa inisiatif,
seperti:

1. Enjoy Jakarta

Sebagai pusat pemerintahan, dan kelak, pusat ekonomi dan bisnis global, Jakarta memiliki
beragam wisata perkotaan, alam, religi, dan lainnya. Dengan potensi ini, Dinas Pariwisata
Provinsi DKI Jakarta mengembangkan tagline dan branding Enjoy Jakarta untuk
mempromosikan pariwisata Jakarta dan menarik wisatawan, baik daam maupun luar negeri.

2. Jakarta sebagai Kota Global

Paska kepindahan ibu kota negara nantinya, Jakarta akan bertransformasi menjadi kota cerdas
berskala global. Untuk itu, melalui Jakarta Smart City, Pemerintah Provinsi Jakarta melakukan
berbagai persiapan pada beragam sektor, misalnya penyediaan layanan publik digital,
pelaksanaan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi digital warga, hingga pembangunan
Future City Hub sebagai titik temu pemerintah dan pemangku kebijakan untuk menyelesaikan
permasalahan di Jakarta.

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, terdapat
enam indikator kota global, yakni:

 Sektor ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global

 Kapasitas riset dan inovasi yang baik dan menerus

 Nyaman untuk dihuni

 Cultural value yang menarik untuk pengunjung


 Terkoneksi secara intra dan inter kota

 Lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan

Adapun, upaya kota Jakarta melalui Jakarta Smart City untuk menerapkan keenam indikator kota
global tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

Penghargaan Jakarta Smart City

Berbagai inovasi konsep smart city yang telah diimplementasikan mengantarkan Jakarta kepada
berbagai penghargaan dari ajang bergengsi, baik nasional maupun internasional. Tercatat telah 41
kemenangan diraih Jakarta selama tiga tahun terakhir. Berikut beberapa di antaranya.

2020

 Gold Medal pada Kompetisi Nasional Program Indonesia Entrepreneur TIK atau IdenTI,
Kominfo bidang E-Gov 2020 untuk JAKI
 Top Digital Implementation 2020 on Province Government Level Stars 5 untuk Pemprov
DKI Jakarta

 Top Digital Transformation Readiness 2020 untuk Pemprov DKI Jakarta

 Innovative Government Awards 2020 untuk Pemprov DKI Jakarta

2021

 Best Future of Digital Innovation, IDC Awards 2021 untuk JAKI

 Gold Medal Kategori Public Sector AICTA 2021, Asean ICT Awards untuk JAKI

 Top Digital in Public Service & Smart City, Top Digital Awards 2021 untuk Pemprov
DKI Jakarta

 Top IT Manager, Top Digital Awards 2021 untuk Kepala BLUD Jakarta Smart City

2022

 Champion in E-Science Category World Summit of Information Society Prizes 2022


untuk Flood Control System

 The Winner of the Category Public Safety, Next Generation Emergency Services IDC
Scapa Awards 2022 untuk Flood Control System

 Digital Innovation for Disaster Risk Reduction, Digital Innovation Awards 2022 untuk
JAKI

 Best Practices Provinsi, Regional Summit 2022 untuk Pemprov DKI Jakarta

 Jury Awards, IEEE Smart Cities Contest 2022 untuk Flood Control System

 Innovative Government Awards 2022 untuk Pemprov DKI Jakarta

2023

 Champion Category Building Confidence and Security in the use of ICT, World Summit
of Information Society Prizes 2023 untuk JakLapor: Privacy-Preserving Online Public
Complaint Application
 Terbaik Penerapan Layanan SPBE Tingkat Provinsi, Digital Government Awards dalam
SPBE Summit 2023 untuk Pemprov DKI Jakarta

 Recognition of Excellence Awards, 7th Annual Indonesia OpenGov Leadership Forum


untuk JAKI

 Recognition of Excellence Awards, 7th Annual Indonesia OpenGov Leadership Forum


untuk JakLapor

 Recognition of Excellence Awards, 7th Annual Indonesia OpenGov Leadership Forum


untuk Data Science Trainee

Penghargaan-penghargaan ini membuktikan keseriusan Jakarta dalam bergerak menuju kota


cerdas 4.0. Di masa mendatang, harapannya akan lebih banyak inovasi dan pencapaian yang
akan ditorehkan.

Anda mungkin juga menyukai