ASMA
Nomor Dokumen :
Nomor Revisi :
Tanggal Terbit :
SOP Tggl. Mulai Berlaku :
Halaman :1–3
UPT
Puskesmas Mediansah [Link]
Sumberjaya Nip 19810810 200502 1 003
1. Pengertian Asma adalah salah satu ganguan inflamasi kronik jalan napas
yang melibatkan berbagai sel inflamasi sehingga mengakibatkan
hiperaktivitas bronkus dalam berbagai tingkat, penyempitan jalan
napas, dan gejala pernapasan (mengi dan sesak).
2. Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam memberikan
pengobatan yang tepat pada pasien asma
3. Kebijakan SK kepala UPT Puskesmas Kenali nomor 440/ /PKM-KNL/
/2016 tentang pelayanan kesehatan
4. Referensi Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1, Hal 476-480.
5. Alat dan 1. Stetoskop
Bahan 2. Senter atau Pen Light
3. Alkohol
4. Tensi meter
5. Termometer
6. Langkah- 1. Petugas memanggil pasien (pelanggan) dan menerima
langkah/ pasien dengan ramah
Prosedur 2. Petugas melakukan mengidentifikasi pasien
3. Petugas melakukan Anamesa kepada pasien apakah pasien
Memiliki keluhan berupa bising mengi (wheezing), bunyi
“ngik-ngik”, batuk produktif/berdahak terutama malam hari
dan sesak napas atau dada seperti tertekan, petugas
menanyakan apakah faktor-faktor yang mencetuskan
keluhan, riwayat penyakit keluarga dan riwayat alergi atau
pun riwayat asma.
4. Petugas mencuci tangan dengan alkohol + gliserin
5. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign, pemeriksaan
fisik yang sesuai dengan keluhan pasien dan menegakkan
diagnosa klinis.
6. Petugas melakukan edukasi kepada pelanggan untuk
istirahat dan faktor-faktor pencetus asma seperti kelelahan,
udara dingin, stress serta menghindari alergen-alergen
seperti debu, asap rokok, makan sea food, dll.
7. Petugas resep obat simptomatik untuk pasien
Obat yang digunakan:
- Bronkodilator (melebarkan penyempitan jalan napas)
Agonis β 2 : Salbutamol: dosis dewasa 3-4 x 4
mg/hari; anak 3-4 x 1-2 mg/hari
Aminofilin : dosis dewasa 3 x 100-200 mg/hari maks
500 mg; anak 5mg/kgBB/kali.
- Antiinflamasi (juga sebagai pencegahan)
Kortikosteroid : Dexamethasone 3 x 0,5 mg/hari
8. Petugas memberikan resep dan mengarahkan pasien untuk
menuju ruangan farmasi
9. Pada asma sedang dan berat petugas meminta inform
consent serta persetujuan tindakan untuk melakukan
tindakan nebulizer untuk meringgankan gejala.
10. Petugas melakukan inform consent untuk merujuk pasien
jika tidak ada ada perbaikan gejala stelah dilakukan
nebulizer
11. Petugas membereskan alat dan mencuci tangan dengan
alkohol + gliserin
12. Petugas melakukan pencatatan di rekam medis (SOAP)
7. Diagram Petugas memanggil pasien
dan menerima pasien
Alir dengan ramah Petugas melakukan Petugas melakukan
identifikasi pasien Anamnesa
Petugas memberikan Petugas melakukan pemeriksaan vital sign
edukasi/ meminta inform dan pemeriksaan fisik
consent untuk tindakan
nebilezer
Petugas
membuatkan
Petugas melaksanakan
terapi
nebulizer/ jika tidak ada
perbaikan setelah
pengulangan nebulizer
3 kali maka petugas Petugas
meminta persetujuan memberikan
untuk merujuk resep kepada
pasien
Petugas menulis rekam medis
Persiapan rujuk pasien
8. Unit Terkait - Ruangan pemeriksaan umum
- Ruangan tindakan
- Ruangan KIA, KB dan MTBS
9. Dokumen - Resep
terkait - Rekam medis
- Form persetujuan tindakan dan infrom consent
- Form rujukan
10. Rekaman Historis Perubahan
No. Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan