MORFOLOGI BUNGA DAN PROSES PENYERBUKAN
(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)
DEWI SYAFUTRI
2410514110022
KELOMPOK HIDROGEN
JURUSAN GRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJAR BARU
2024
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI............................................................................................... i
DAFTAR TABEL....................................................................................... ii
PENDAHULUAN...................................................................................... 1
Latar Belakang................................................................................ 1
Tujuan Praktikum............................................................................ 2
TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 2
BAHAN DAN METODE............................................................... 8
Waktu dan Tempat.......................................................................... 8
Bahan dan Alat................................................................................ 8
Pelaksanaan Praktikum................................................................... 9
HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................... 11
Hasil................................................................................................ 11
Pembahasan..................................................................................... 14
KESIMPULAN DAN SARAN................................................................... 16
Kesimpulan..................................................................................... 16
Saran................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 17
DAFTAR TABEL
Nomor
Halaman
1. Tabel 1. Hasil pengamatan bagian-bagian mikroskop.................... 11
2. Tabel 2. Hasil pengamatan sel tumbuhan........................................ 12
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu bagian yang menarik dari tumbuhan adalah bunga. Bunga
merupakan alat perkembangbiakan generatif, tempat terjadinya peristiwa
penyerbukan dan pembuahan yang nantinya akan menghasilkan buah yang
didalamnya terdapat biji. Biji inilah yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru
(Machin & Scopes, 2005).
Bunga adalah bagian dari tanaman yang umumnya berpenampilan indah dan
mengeluarkan aroma wangi. Bunga adalah salah satu organ tumbuhan yang
mempunyai fungsi biologi. Fungsi biologis bunga adalah untuk memicu proses
reproduksi pada tanaman secara mandiri dan ada yang membutuhkan bantuan dari
luar (Rimba, 2019).
Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah
organ pokok dan merupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama
yaitu batang dan daun yang bentuk, susunan, dan warnanya telah disesuaikan
dengan fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. Jika kita
memperhatikan bagian dasar bunga dan tangkai bunga, bagian tersebut merupakan
modifikasi dari batang, sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan
modifikasi dari daun yang bentuk dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap
bersifat seperti daun, sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorphosis
membentuk bagian yang uniseksual berperan dalam proses reproduksi. Terdapat
dua jenis bunga yaitu bunga uniseksual dan biseksual. Uniseksual yaitu jika pada
satu bunga hanya ada salah satu jenis alat pembiakan, disebut bunga jantan dan
betina, sedangkan bunga biseksual yaitu jika pada salah satu bunga hadir kedua
jenis alat pembiakan, berarti bunga jantan dan betina gabung dalam satu bunga
(Tjitrosoepomo, 2005).
Salah satu tanaman yang memiliki bunga dengan bentuk indah dan
digunakan sebagai tanaman hias adalah Chrysanthemum morifolium, merupakan
2
tanaman bunga berupa perdu dengan sebutan lain seruni. C. morifolium termasuk
dalam tanaman hari pendek (16 jam siang), yang berasal dari daerah sub tropis
dan sebagai bunga potong sangat disenangi konsumen di Indonesia, karena
memiliki keistimewaan, keindahannya dan termasuk salah satu komoditi utama
tanaman hias selain mawar, anggrek dan gladiol. Keragaman bentuk, warna dan
mudah dirangkai serta memiliki kesegaran bunga cukup lama, bisa bertahan
sampai 3 (tiga) minggu. Tanaman ini merupakan tanaman yang dapat berbunga
sepanjang tahun (Qin & Feng, 2011)
Penyerbukan adalah proses perpindahan tepung sari atau kepala sari ke
kepala putik. Apabila perpindahan tersebut pada satu bunga atau bunga lain pada
satu tanaman, maka disebut penyerbukan sendiri (self pollination). Bila serbuk
sari berasal dari bunga tanaman lain disebut dengan penyerbukan silang (cross
pollination). Baik tanaman yang menyerbuk silang memiliki kemungkinan yang
sama untuk terjadinya penyerbukan yang berkebalikan. Tanaman yang menyerbuk
silang memiliki kemungkinan terjadinya penyerbukan sendiri sebesar 5%. Begitu
juga tanaman yang menyerbuk sendiri memiliki peluang terjadinya penyerbukan
silang sebesar 5%. Terjadinya penyerbukan silang akan meningkatkan keragaman
sifat dan genotip dari tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri akan
meningkatkan kehomogenitasan dari suatu tanaman (Warisno, 2003).
Tujuan Praktikum
1. Mengetahui dan membedakan bunga sempurna dan tidak sempurna, bunga
lengkap dan tidak lengkap, fungsi bunga, dan menggambarkan bagian-
bagian bunga.
2. Mengetahui macam-macam penyerbukan dan proses penyerbukan.
TINJAUAN PUSTAKA
Bunga adalah struktur pembiakan pada tumbuhan berbunga, yaitu
tumbuhan-tumbuhan dalam divisi Magnoliophyta. Bunga mengandung organ-
organ tumbuhan, dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui
pembiakan. Untuk tumbuhan-tumbuhan yang bertaraf lebih tinggi, biji-biji
merupakan generasi berikutnya, dan bertindak sebagai cara yang utama untuk
penyebaran individu-individu spesies secara luas (Lakitan, 2010).
Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan, pada bunga terdapat sifat-
sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai
penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. Umunya sifat-sifat yang
menarik dari suatu bunga adalah bentuk bunga, warna bunga, bau bunga dan ada
tidaknya madu atau zat lain (Istamar, 2006).
Bunga dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kelengkapan bunga, yaitu
bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap adalah bunga yang
mempunyai dasar bunga (receptaculum), tangkai bunga (pedicellus), putik (pistil),
benang sari (stamen), mahkota (petal) dan kelopak (sepal), contohnya pada bunga
kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Sedangkan bunga tidak lengkap adalah
bunga yang tidak memiliki salah satu dari enam bagaian dasar bunga
(Tjitrosoepomo, 2005).
Berdasarkan kelamin bunga, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga
disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina
(putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut
bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila
memilki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke
dalam) adalah sebagai berikut, kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla)
yang biasanya tipis dan dapat berwarna-wami untuk memikat serangga yang
membantu proses penyerbukan, alat kelamin jantan (androecium) berupa benang
sari, alat kelamin betina (gynoecium) berupa putik. Bunga sempurna terdiri dari
enam bagian, yaitu tangkai, kelopak bunga, mahkota bunga, bakal buah, benang
4
sari, dan putik. Sedangkan bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya
memiliki salah satu alat kelamin, putik saja atau benang sari saja (Ashari, 2002).
Berdasarkan tipenya, bunga dibagi menjadi bunga tunggal dan bunga
majemuk. Pada bunga tunggal, satu tangkai hanya mendukung satu
bunga,sedangkan pada bunga majemuk, satu tangkai mendukung banyak bunga.
Bagian bagian bunga tunggal terdiri atas tangkai bunga (pedicel), dasar bunga
(receptacle), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen) dan putik
(pistil). Bagian-bagian bunga majemuk terdiri atas ibu tangkai bunga (peduncle).
daun pelindung (bract), daun tangkai (bracteola), tangkai bunga dan bunga. Bunga
mejemuk dapat dibedakan menjadi bunga mejemuk terbatas dan bunga majemuk
tidak terbatas. Bunga majemuk tidak terbatas dibedakan menjadi bunga majemuk
dengan ibu tangkai tidak bercabang dan bunga majemuk dengan ibu tangkai
bercabang (Ashari, 2002).
Penyerbukan adalah proses menempel dan masuknya serbuk sari (sel jantan)
ke dalam kepala putik (sel betina) sehingga menghasilkan pembuahan.
Peryerbukan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan
perantaranya, penyerbukan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu penyerbukan dengan
bantuan angin (anemogami), penyerbukan dengan bantuan hewan (zoidolgami),
dan penyerbukan dengan bantuan manusia dengan nama ilmiah antropogami
(Tjitrosoeposmo, 2007).
Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dapat dibedakan menjadi
jenis yaitu penyerbukan sendiri (aotugamy), penyerbukan tetangga (geitonogam)
dan penyerbukan silang (allogamy). Penyerbukan sendiri (autogamy) adalah
penyerbukan pada suatu bunga yang serbuk sarinya bersal dari bunga itu sendiri.
Ciri penyerbukan jenis ini adalah bunganya termasuk bunga sempurnal
(hermaprodit) yang memiliki kelamin jantan dan betina dalam satu bunga saja
Kedua, penyerbukan tetangga (geitonogamy) adalah penyerbukan pada suatu
bunga yang serbuk sarinya bersal dari bunga lain pada tumbuhan tersebut.
Penyerbukan tetangga terjadi karena bunga jantan dan bunga betina pada
tumbuhan tersebut tidak berada dalam satu bunga. Ketiga, penyerbukan silang
5
(allogamy) adalah penyerbukan pada suatu bunga yang serbuk sarinya berasal dari
bunga lain pada tumbuhan lainnya yang masih sejenis (Tjitrosoepomo, 2007).
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) merupakan tanaman perdu,
tahunan, dengan tinggi + 3 m. batangnya bulat, berkayu, keras dan berdiameter +9
BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 23 September 2024 di
Laboratorium biologi pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung
Mangkurat, Banjarbaru.
Bahan dan Alat
Bahan
Aquades. Aquades digunakan untuk menempelkan preparat dikaca benda
dan mempermudah preparate untuk diamati.
Ubi kayu (Manihot utilisima). Bagian ubi yang digunakan adalah batang
ubi kayu.
Sawi (Brassica juncea L.). Bagian yang digunakan adalah tangkai daun
sawi.
Bayam (Amaranthus spp.). Bagian yang digunakan adalah batang bayam.
Kunyit (Curcuma domestica L.). Bagian yang digunakan adalah rimpang
kunyit.
Hydrilla verticillate L. Bagian yang digunakan adalah daun Hydrilla
verticillate.
Alat
Mikroskop cahaya monokuler. Mikroskop cahaya monokuler digunakan
sebagai alat bantu untuk melihat struktur sel yang akan diamati.
Kaca benda dan kaca penutup. Kaca benda dan kaca penutup digunakan
sebagai tempat meletakkan dan menutup objek yang diamati pada mikroskop.
9
Pinset. pinset digunakan untuk mengambil dan meletakkan objek yang
akan diamati.
Pipet tetes. Pipet tetes digunakan untuk meneteskan aquades kepada objek
agar mudah untuk diamati.
Preparat. Preparat digunakan sebagai alat untuk meletakkan objek yang
akan diamati pada mikroskop.
Silet/Cutter. Silet/Cutter digunakan untuk memotong objek pengamatan
agar menjadi bagian-bagian kecil.
Kain flannel. Kain flannel digunakan untuk membersihkan lensa
mikroskop agar pada saat melakukan pengamatan kepada objek menjadi lebih
jelas.
Buku gambar dan alat tulis/pensil warna. Buku gambar dan alat
tulis/pensil warna digunakan untuk menggambar objek yang telah diamati.
Laporan sementara. Laporan sementara digunakan untuk mencatat hasil
dari pengamatan yang telah dilakukan.
Pelaksanaan Praktikum
Mencari Bidang Penglihatan
1. Tabung dinaikkan menggunakan makrometer (pemutar kasar) hingga lensa
objektif tidak membentur meja/punggung bila revolver diputar-putar.
2. Lensa objektif ditempatkan pada pembesaran lemah (4X atau 10X) dengan
menggunakna revolver sampai berbunyi klik (posisi satu poros dengan lensa
okuler).
3. Diafragma dibuka sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
4. Bentuk cermin diatur ke arah cahaya, hingga terlihat lingkaran yang sangat
terang di dalam lensa okuler, mikroskop siap digunakan.
10
Mencari Bagian Sediaan
1. Tabung mikroskop dinaikkan menggunakan makrometer hingga jarak antara
lensa objektif dengan permukaan meja 3 cm.
2. Sediaan diletakkan di tengah-tengah lubang meja benda.
3. Mikrometer diputar ke belakang sampai penuh (perlahan dan hati-hati)
4. penglihatan mata dibidikkan ke lensa okuler.
5. untuk mendapatkan pembesaran yang kuat, revolver dan lensa objektif yang
sesuai diputar.
Pengukuran Mikroskopis/Mikrometer
Ukuran objek yang diamati dengan mikroskop dapat diketahui dengan
menggunakan alat bantu yang disebut mikrometer objektif dan mikrometer okuler.
Menggambar Hasil
Hasil pengamatan terhadap mikroskop dapat dinyatakan dalam bentuk
gambar, yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual),
disertai dengan judul dan keterangan.
Pengamatan Sel/Jaringan Tumbuhan
1. Bentuk sel diamati, bagian-bagian sel yang hidup diamati dan hasil
pengamatan yang dilakukan di bawah mikroskop digambarkan. Gambar
dilengkapi dengan keterangan yang jelas, pembahasan hasil pengamatan
dibuat, dan kesimpulan ditarik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum yang dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Hasil pengamatan bagian-bagian mikroskop
Gambar Keterangan
A. Lensa Okuler
B. Tabung
C. Makrometer
D. Mikrometer
E. Revolver
F. Lensa Objektif
G. Lengan
H. Meja Kerja
I. Diafragma
J. Cermin
K. Kaki
L. Lengan
M. Penjepit Kaca
N. Sendi Inklinasi
12
Tabel 2. Hasil pengamatan sel tumbuhan
Gambar Keterangan
Terdiri atas:
1. Inti sel
2. Dinding sel
3. Ruang antar sel
Tangkai daun sawi (Brassica juncea
L.)
Terdiri atas:
1. Inti sel
2. Dinding sel
3. Ruang antar sel
Batang bayam (Amaranthus spp.)
Terdiri atas:
1. Inti sel
2. Dinding sel
3. Ruang antar sel
Rimpang kunyit (Curcuma domestica
L.)
Terdiri atas:
1. Inti sel
2. Dinding sel
3. Ruang antar sel
13
Daun Hydrilla verticillate L.
Terdiri atas:
1. Dinding sel
2. Ruang antar sel
Gabus batang ubi kayu (Manihot
utilisima)
Pembahasan
Mikroskop merupakan alat bantu utama yang diperlukan dalam melakukan
pengamatan dan penelitian karena dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur
dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. Mikroskop berasal dari kata mikro
yang berarti kecil dan scopium yang berarti melihat (penglihatan). Mikroskop
dapat diartikan dengan kata lain sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil
untuk dilihat dengan mata. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah
dilihat dengan mata (Ramadhani, 2020).
Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop
walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada
tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju
dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti
kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna
untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil
untuk dilihat dengan mata. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki
fungsi tersendiri (Ramadhani, 2020).
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai
lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik
objektif maupun okuler dirancang 5 untuk perbesaran yang berbeda. Lensa
objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap
14
lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang
diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan
menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler.
Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya
yang kita lihat. Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga
lensa objektif: lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan
kering tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif
celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler
terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya
mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa
plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata (Ramadhani, 2020).
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dalam organisme hidup.
Semua makhluk hidup terdiri dari satu atau lebih sel, yang berfungsi untuk
menjalankan proses kehidupan seperti metabolisme, pertumbuhan, dan
reproduksi. Didalam laporan ini terdapat dua sel yaitu, sel hidup dan sel mati. Sel
hidup adalah sel yang terdapat inti sel, dinding sel, dan ruang antar sel serta ada
aktivitas kehidupan didalamnya. Sedangkan sel mati merupakan sel yang hanya
terdapat dinding sel dan ruang antar sel serta tidak ada aktivitas kehidupan
didalamnya (Campbell, 2018).
Inti sel adalah organel yang berfungsi sebagai pusat pengendali sel. Ini
mengandung materi genetik dalam bentuk DNA, yang mengatur semua aktivitas
sel. Dinding sel adalah lapisan luar yang memberikan dukungan dan bentuk pada
sel, terutama ditemukan pada sel tumbuhan, jamur, dan beberapa bakteri. Ruang
antarsel adalah area yang terletak di antara sel-sel dalam jaringan. Ruang ini
berfungsi sebagai tempat pertukaran zat dan komunikasi antar sel (Campbell,
2018).
Ubi kayu atau yang biasa disebut singkong, di kenal luas sebagai penghasil
karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran, sel yang berada di ubi kayu merupakan
sel mati karena tidak terdapat kehidupan di dalam sel. Sawi adalah sekelompok
tumbuhan yang di manfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan, sawi
15
merupakan sel hidup karena terdapat aktivitas kehidupan di dalam sel. Bayam
adalah tumbuhan yang bisa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran
hijau, bayam merupakan sel hidup karena terdapat aktivitaskehidupan di dalam sel
tersebut. Kunyit merupakan tanaman yang banyak ditanam di pekarangan, kebun
dan hutan jati, kunyit merupakan sel hidup karena terdapat aktivitas kehidupan di
dalam sel tersebut. Daun hydrilla merupakan tanaman yang berakar di dasar
badan air dan memiliki batang panjang yang bercabang di permukaan tempat,
Daun hydrilla merupakan sel hidup karena terdapat aktivitas kehidupan di dalam
sel tersebut (Efianis, 2022)
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Mikroskop adalah alat bantu optik yang penting pada pengamatan biologi
karena dapat melihat objek yang berukuran sangat kecil yang tidak tampak
oleh mata.
2. Mikroskop terbagi menjadi 2 bagian, optik dan non-optik, dan 2 jenis
binokuler dan monokuler.
3. Sel adalah partikel terkecil dan penunjang pada bagian organisme tumbuhan.
4. Sel terbagi menjadi sel mati contohnya sel batang ubi kayu, sedangkan yang
termasuk sel hidup adalah sel tangkai daun sawi, sel batang bayam, sel
rimpang kunyit, dan sel daun hydrilla.
Saran
1. Saya berharap praktikan dapat di berikan kesempatan untuk mencoba dan
mengoptimalkan penggunaan alat agar bisa lebih memahami dari segi teori
maupun pelaksanaan dan mengetahui secara langsung untuk objek yang telah
di teliti.
2. Manajemen waktu sangat diperlukan dalam praktikum ini agar dapat
dilakukan lebih efisien dan dalam melakukan praktikum sebaiknya praktikum
bisa mengamati sendiri bagaimana bentuk sel dan inti sel tersebut, dan melihat
mana sel hidup dan sel mati.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, (2021). Teori Biologi Sel. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Campbell, (2018). Biology. 11th ed. Pearson.
Fiyanti, (2021). STRUKTUR SEL.
Hermawati, (2021). Sistem Pemfokusan Otomatis Pada Mikroskop Digital
Berbiaya Rendah Menggunakan Metode Gradient dan Statistics Based
Focus Measurement Function. Proceeding KONIK (Konferensi Nasional
Ilmu Komputer), 5, 170-175.
Kurniawati, (2018), Menggunakan Mikroskop Di Laboratorium. Aksara Sinergi
Media PT. Surakarta.
Muttaqin, (2023). Anatomi tumbuhan: Sel, Jaringan, Dan Organ Vegetatif
Tumbuhan. Jakarta Timur: UKI Press.
Prasetyo, (2015). Kunyit: Manfaat dan Budidaya. Jakarta: Pustaka Cinta.
Ramadhani, (2020). Pengelolaan Laboratorium. Depok: Yiesa Rich Foundation.
Setyowati, (2019). Tanaman Pangan Tropis. Yogyakarta: Andi Offset.
Thomy (2018). Buku Ajar Dasar-Dasar Biologi Sel dan Molekuler: Buku untuk
mahasiswa. Syiah Kuala University Press.