0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Sistem Powertrain Alat Berat: Fungsi & Komponen

Diunggah oleh

T Soa Randa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Sistem Powertrain Alat Berat: Fungsi & Komponen

Diunggah oleh

T Soa Randa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UTS

KELAS : XI TAB

MAPEL : PTKBAB

SOAL

1. Definisi sistem powertrain adalah mekanisme dari beberapa


komponen yang saling bekerja sama untuk meneruskan tenaga
dari mesin menuju final drive, tujuannya agar alat berat bisa
bergerak.
2. Fungsi sistem powertrain antara lain ;
 Meneruskan tenaga mesin ke final drive
 Mereduksi putaran yang dihasilkan mesin
 Mengubah tingkat percepatan gear
 Mengubah arah putaran
3. Secara umum, sistem pemindah tenaga pada alat berat tidak
jauh beda dengan powertrain kendaraan ringan. Beberapa
komponen tersebut antara lain ;

 Kopling

Kopling berfungsi untuk memutuskan dan


menyambungkan tenaga dari mesin menuju komponen
powertrain lainnya. Kopling akan diaktifkan saat operator
akan mengubah tingkat percepatan gigi, dalam hal ini
putaran mesin harus diputus kalau tidak akan timbul efek
nyentak karena perbedaan rasio gigi.
Ada dua macam kopling yang sering digunakan
 Manual flywheel clutch, ini menggunakan beberapa plat
yang bergesekan dengan flywheel. Saat akan
memutuskan hubungan powerflow, maka operator harus
menginjak pedal secara manual. Tipe ini memiliki
konstruksi yang sederhana sehingga cocok untuk alat
berat dengan ukuran kecil.
 Hydraulic torque converter, berbeda dengan tipe manual
clutch, torque converter bekerja secara otomatis yang
artinya operator tidak perlu menginjak pedal kopling
untuk pindah gigi. Torque converter memanfaatkan aliran
hidrolik untuk memindahkan tenaga.
 Transmisi
Transmisi berfungsi sebagai perangkat yang mengubah rasio
gigi, artinya saat kita mengganti posisi gear maka rentangan
torsi dan kecepatan alat berat bisa berubah. Komponen ini
dimanfaatkan untuk memperbesar momen ketika sedang
menanjak, serta memperbesar range kecepatan alat berat
ketika sedang berada dijalan rata.

Transmisi yang digunakan, juga ada dua jenis yakni ;

a. Direct drive transmission


tipe ini dipasangkan bersama manual clutch, karena memang
sistem perpindahan giginya masih manual menggunakan
beberapa rangkaian roda gigi. Secara umum, tipe direct drive
ini dipakai pada machine dengan ukuran kecil dan beroperasi
pada jalan relatif rata. Seperti motor grader dan traktor
pertanian.

b. Power transmission
tipe power transmission digunakan pada tipe torque converter
yang memanfaatkan aliran hidrolik. Pada tipe ini, perpindahan
gigi bisa langsung dilakukan tanpa perlu putus sambung
tenaga dari mesin. Sehingga lebih efektif.
 Transfer Gear
Pada beberapa jenis machine seperti wheel loader yang
memilik empat roda dan empat penggerak (4WD), maka perlu
komponen tambahan seperti transfer gear. Fungsinya untuk
membagi putaran output dari transmisi ke masing-masing
roda.
 Diferential
Fungsi diferensial adalah untuk membuat putaran roda kiri dan
kanan berbeda saat belok agar tidak terjadi selip.
Komponen ini bisa ditemui pada machine yang masih
menggunakan roda seperti wheel loader dan dump truck.
Sementara untuk alat berat yang menggunakan tracker,
menggunakan bevel gear.

Beberapa jenis differential antara lain ;

 Open differential/standar, tipe ini banyak digunakan pada


hampir semua kendaraan. Pada tipe ini, putaran roda kiri
dan kanan bisa berbeda tergantung lintasan (biasanya
saat belok).
 Limited slip differential, tipe ini memungkinkan adanya
sedikit slip pada roda saat belok untuk menunjang power
tetap tersalur dengan maksimal. Tipe ini lebih populer
pada race car.
 Lock differential, tipe ini menggunakan pin pengunci
untuk menyamakan putaran roda kiri dan kanan dan pin
tersebut akan terlepas saat kendaraan berbelok. Tipe ini
lebih sering dipakai pada kendaraan-kendaraan yang
beroperasi pada medan off-road.
 Spool differential, tipe ini menyatukan poros roda
sehingga putaran roda kiri dan kanan akan selalu sama
meski sedang belok.
 Drive shaft
Drive shaft merupakan poros yang dijadikan penghubung
antara dua komponen powertrain yang lokasinya berjauhan.
Tidak semua alat berat dilengkapi drive shaft, hanya alat berat
yang menggunakan roda yang dilengkapi drive shaft.
 Final drive
Final drive adalah gigi terakhir yang menghubungkan tenaga
dari komponen powertrain ke roda/track, selain sebagai
penghubung final drive juga akan mereduksi putaran input
untuk menaikan torsi putaran memanfaatkan perbedaan mata
gigi. Final drive juga berperan untuk mengubah arah tenaga
dari powertrain secara tegak lurus. Sehingga bisa diteruskan
ke roda.
4. GAMBARKAN UNIT POWERTRAIN
Jenis dan Fungsi Transmission Pada alat Berat

Transmission adalah komponen power train yang berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak,
torsi, serta arah sehingga unit atau mesin dapat bergerak maju atau mundur.
Pada alat berat terdapat 3 macam transmission yang digunakan yaitu : direct drive (transmisi
manual), Power shift transmission, dan hydrostatic transmission.

1. Direct Drive Transmission (Transmisi Manual)


Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch (plat kopling)
sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission. Clutch ini
dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna pada saat awal machine akan bergerak dan
pada saat perpindahan gigi (gear shifting).

Transmission ini dipergunakan pada alat berat yang digunakan di medan kerja yang relatif rata,
tidak terlalu sering mengubah kecepatan ataupun arah dan beban kerja yang relatif ringan.
Contohnya pada traktor pertanian, motor grader dan sebagainya.
Berdasarkan cara kerjanya,(direct drive transmission) masih dibagi menjadi tiga macam yaitu:
Sliding Gear/Sliding Mesh, Collar Shift / constant Mesh, dan Synchromesh type.

Sliding Gear merupakan pengatur kecepatan dan arah kerja dengan cara memindahkan spur gear
yang dilakukan oleh fork agar diperoleh kecepatan ataupun arah yang dikehendaki.

Constant Mesh Type


Pada constant mesh type roda percepatan dengan pasangan (counter gear), agar terjadi
perpindahan tenaga percepatan atau arah putaran maka yang dipindahkan adalah constan mesh.
Constant mesh berfungsi sama seperti Sliding Gear di atas, sedangkan perbedaannya yang
dipindahkan adalah sliding collar.
Syncromesh Type
Synchromesh transmission pada dasarnya sama dengan Constant Mesh dengan tambahan
synchronizer. Synchronizer digunakan pada semua manual transmisi dan mesin lain ketika
perpindahan gigi.

2. Power Shift Transmission


Power shift transmission adalah transmission yang menggunakan clutch fluida dimana
perpindahan giginya langsung tanpa harus memutuskan hubungan antara engine dengan
transmission. Hal ini mempermudah pada saat pengoperasiannya. Transmission ini diaplikasikan
pada machine yang sering berubah kecepatan dan arah maju mundurnya serta beban kerja yang
relatif berubah-ubah dan berat. Adapun jenis dari powershift transmission adalah Planetary Gear
Set, Counter Shaft. Power shift transmission disebut juga torqflow transmission atau

a. Planetary gear set


Planetary gear system terdiri dari empat elemen yaitu : sun gear, carier, dan ring gear, dan
planetary gear. Apabila dua elemen diputar sedangkan yang satu ditahan, maka akan
menghasilkan putaran bervariasi pada elemen outputnya, kecepatan bertambah, berkurang, maju,
atau mundur. Contohnya apabila carrier ditahan, ring gear akan berputar berlawanan arah
terhadap sun gear kalau sedang berputar. Speed ratio dari gear penggerak dengan gear yang
digerakkan adalah tergantung dari jumlah gigi dari masing-masing gear.

Input putaran dari transmission berasal dari torque converter sedangkan output transmission
menuju ke bevel gear untuk alat berat yang menggunakan track atau rantai dan differential untuk
alat berat yang menggunakan wheel atau ban.
Input shaft dihubungkan dengan planetary carrier sedangkan output shaft dihubungkan dengan
sun gear. Ketika kedua ring gear ditahan, maka sun gear sebagai output akan mendapat tenaga
dari input shaft. Karena perbedaan jumlah gigi dari ke dua sun gear maka apabila clutch untuk
gigi ke dua dihubungkan, output putarannya akan lebih cepat dari pada gigi 1 ketika di
dihubungkan (mengengakan).

Planetary gear set melakukan pengaturan kecepatan dan arah kerja dengan cara meng-engaged-
kan disc dan plate sehingga salah satu dari komponen planetary gear set meneruskan tenaga ke ke
output shaft dari transmission.
Planetary power shift transmission terdiri dari beberapa pasang planetary gear dimana komponen
tersebut berfungsi untuk merubah arah putaran input, dan merubah kecepatan. Komponen yang
berfungsi untuk menahan pada planetary gear set tersebut adalah clutch (piston, disc dan plate).
Terdapat dua macam planetary gear system yaitu : single pinion type dan double pinion type.
b. Counter Shaft Power Shift Transmission
Counter Shaft Power Shift Transmission menggunakan constant mesh seperti pada direct
drive tetapi pada jenis ini menggunakan clutch pack. Transmission jenis ini biasanya
digunakan pada machine backhoe loader. Keuntungan transmisi jenis ini menggunakan
sedikit spare part sehingga ringan.

3. Hydrostatic Transmission
Hydrostatic transmission adalah transmission yang mentransfer tenaga dengan menggunakan
hydraulic system. Keuntungannya adalah Kontrol kecepatannya secara variable, Pemanfaatan
horse power dari engine sangat maksimal Kesesuaian maksimal antara drawbar pull dan
travel speed Counter rotation control (perputaran track berlawanan arah saat berbelok),
Cocok untuk alat berat dengan minimum travel.

Anda mungkin juga menyukai