Faktor Pengaruh Minat Mobile Banking BSI
Faktor Pengaruh Minat Mobile Banking BSI
SKRIPSI
Oleh:
MOHAMMAD RIKKI SUBAGIA
NIM: 3121.105.030
Disetujui pada
Hari :
Tanggal :
Pembimbing I Pembimbing II
i
PERNYATAAN KEASLIAN
NIM : 3121.105.030
Pembuat Pernyataan
NIM. 3121.105.030
ii
PENGESAHAAN
NIM : 3121.105.030
Penguji I Penguji II
Pembimbing I Pembimbing II
iii
NIDN: 2123039105
Nota Pembimbing I
Kepada
Di Cepu
Assalamu’alaikum Wr Wb
Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan bimbingan, arahan, dan
koreksi Naskah Skripsi dengan judul:
NIM : 3121.105.030
Saya memandang bahwa Naskah Skripsi tersebut sudah dapat diajukan ke Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Al-Muhammad Cepu untuk diujikan dalam sidang
Munaqosyah.
Waalaikumsalam Wr Wb
Pembimbing I
iv
Kepada
Di Cepu
Assalamu’alaikum Wr Wb
Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan bimbingan, arahan, dan
koreksi Naskah Skripsi dengan judul:
NIM : 3121.105.030
Saya memandang bahwa Naskah Skripsi tersebut sudah dapat diajukan ke Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Al-Muhammad Cepu untuk diujikan dalam sidang
Munaqosyah.
Waalaikumsalam Wr Wb
Pembimbing II
v
ULFA NI’MATUS SA’ADAH , M.E
NIDN. 2123039105
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirot Allah
SWT, karena atas berkat rahmat, ridho dan inayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang
berjudul“ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT DALAM
MENGGUNAKAN MOBILE BANKING (BSI MOBILE) BANK
SYARIAH INDONESIA KC BLORA”.
Shalawat serta salam, semoga tetap tercurahkan kepada
junjungan baginda Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabat
dan para pengikutnya yang telah membawa petunjuk kebenaran,
untuk seluruh umat manusia, yang kita harapkan syafaatnya di
akhirat kelak.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi penulis karena dapat
menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan ini tidak terlepas dari campur tangan berbagai pihak. Oleh
karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan
terimakasih yang sebesar-besarnya serta penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada yang terhormat:
1. Bapak Drs. Kadarismanto, [Link].I., selaku Ketua IAI Al
Muhammad Cepu
2. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam bapak
Mohammad Wahyudin, M.E yang telah memberikan
rekomendasi serta bantuan dalam penyusunan skripsi ini.
vi
3. Bapak K.H Muhammad Husaini, [Link] dan Bu Ulfa
Ni’matus Sa’adah, M.E selaku dosen pembimbing yang
selalu mengarahkan dan membimbing dalam penulisan
skripsi ini.
4. Bapak dan ibu dosen IAI Al Muhammad Cepu yang telah
membantu dalam penyusunan skripsi ini.
5. Kepada Ibu Rulia Irmawati selaku Back Office di Bank
Syariah Indonesia Kantor Cabang Bojonegoro yang turut
membantu penulis untuk mendapatkan segala informasi
mengenai judul skripsi ini melalui Kuesioner yang
dibagikan kepada nasabah Bank Syariah Indonesia Kc
Bojonegoro.
6. Bapak dan Ibu Karyawan dan Karyawati Bank Syariah
Indonesia KC. Bojonegoro
7. Kedua Orang Tua dan semua keluarga penulis, atas segenap
doa, dorongan dan bantuan yang tak pernah kenal lelah
dalam memperjuangkan agar penulis bisa nyelesaikan
skripsi ini.
8. Teman- teman senasib dan seperjuangan angkatan 2020 IAI
Al Muhamad Cepu, yang telah berjuang dan berproses
bersama dalam memperjuangkan hak dan penyelesaian
skripsi ini
vii
Penulis
DAFTAR ISI
viii
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN…………………………….. 50
A. Gambaran Umum Bank Syariah Indonesia... 50
B. Hasil Uji Coba Instrumen…………….......... 53
C. Uji Prasyarat Analisis................................... 57
D. Pembahasan……..….................................... 65
BAB V PENUTUP………………...................... 70
A. Kesimpulan………………………................ 70
C. Saran…………………………….................. 71
Daftar Pustaka....................................................... 73
ix
DAFTAR GAMBAR
Abstrak
x
Motto
xi
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
1
Jogiyanto, H.M. 2007. Metode Penelitian Bisnis: Salah
Kaprah dan Pengalaman– Pengalaman. Yogyakarta: BPFE
1
menjadi perhatian adalah Mobile Banking. Mobile
banking atau biasa disebut M-banking merupakan
sutau layanan perbankan yang diberikan pihak
bank untuk mendukung kelancaran dan
kemudahan kegiatan perbankan. Serta keefektifan
dan keefisienan nasabah untuk melakukan
berbagai transaksi.2
Saat ini telah banyak bank yang menyediakan
akses Mobile Banking untuk memudahkan dalam
hal mengetahui informasi keuangan. Kondisi
tersebut merupakan perbaikan dari layanan
terhadap nasabah, karena pada kenyataannya
dalam melaksanakan setiap transaksi perbankan
setiap nasabah minimal membutuhkan waktu
kurang lebih 15 menit berada dalam antrian. Hal
tersebut cenderung akan berdampak merugikan
bagi para nasabah jika waktu dan peluang bisnis
mereka tersita hanya untuk bertransaksi di bank.
Layanan Banking Mobile dapat memenuhi
kebutuhan nasabah yang menginginkan layanan
yang cepat, aman, nyaman, murah, siap melayani
setiap saat dan dapat diakses dari mana saja,
hanya melalui ponsel. Meskipun pelanggan
menuai banyak keuntungan, pada kenyataannya
layanan tersebut kurang dimanfaatkan oleh
pelanggan dan cenderung kurang diminati.
2
Agatha MK, Wulandari E. 2018. Analisis Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Produksi Kentang di Kelompok Tani Mitra Sawargi
Desa Barusari Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut. Jurnal
Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh. Volume 4 No 3 Hal 772-778.
2
Nasabah lebih memilih bertransaksi melalui ATM
atau mengantri di bank. Faktanya, pengguna
Mobile Banking di Indonesia lebih sedikit
dibandingkan pengguna Internet. Pengguna
internet di Indonesia mencapai 175,4 juta orang
dengan jumlah penduduk 272,1 juta orang,
Pesatnya pertumbuhan tersebut juga berdampak
positif terhadap nasabah bank termasuk pengguna
mobile banking. Hal ini ditandai pertumbuhan
jumlah penggguna mobile banking dari 28 persen
pada 2014 menjadi 30 persen pada
Minat merupakan kesadaran dari diri
seseorang terhadap objek, orang, masalah, atau
situasi yang memiliki ketertarikan dengan dirinya.
Artinya, minat harus dilihat sebagai suatu
kesadaran. Oleh karena itu minat adalah suatu
aspek psikologi seseorang untuk menaruh
perhatian yang tinggi pada kegiatan tertentu dan
mendorongnya untuk melakukan. Minat yang
sering diekspresikan dalam suatu kegiatan maka
akan semakin kuat, sedangkan apabila tidak
tersalurkan maka akan lemah. Untuk itu minat
menjadi suatu penyebab terjadinya suatu kegiatan
dan hasil yang nantinya akan diperoleh.3
3
Guriting, Restu dan Panggalih Zaki Baridwan. (2013). Minat
Individu Terhadap Penggunaan Internet Banking: Pendekatan
Modified Theory Of Planned Behavior. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
FEB. Vol 1. No 2. Malang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Brawijaya.
3
Minat berkaitan dengan sikap dari pengguna.
Minat adalah keinginan untuk melakukan
perilaku. Menurut Jogiyanto untuk mengetahui
penerimaan seseorang terhadap system teknologi
informasi, dapat diketahui menggunakan konsep
model penerimaan teknologi (Technology
Acceptance Model atau TAM), yaitu merupakan
suatu model penerimaan system teknologi
informasi yang digunakan oleh pemakai. TAM
dikembangkan oleh Davis berdasarkan model
TRA (Theoryof Reasoned Action). Teori ini
digunakan untuk menjelaskan penerimaan
individual terhadap penggunaan system teknologi
informasi. Pemakai teknologi akan mempunyai
minat menggunakan teknologi (minat perilaku)
jika merasa sistem teknologi mudah dan berguna
untuk dirinya.4 Jadi, semakin tinggi teknologi
informasi yang dimiliki dapat meningkatkan
minat nasabah menggunakan mobile banking.
Mengingat banyaknya faktor yang dapat
mempengaruhi penggunaan M-banking di
kalangan nasabah tersebut, maka kajian ini fokus
pada faktor teknologi dan risiko. Mobile
banking merupakan salah satu hasil
pengembangan teknologi mobile yang sekarang
ini sedang berkembang. Noviyanto menjelaskan
bahwa teknologi mobile banking
4
Jogiyanto.(2007). Sistem Informasi Keperilakuan Yogyakarta:
Andi Offset.
4
mengkombinasikan teknologi informasi dan
aplikasi bisnis secara bersama. Berkat mobile
banking sekarang nasabah dapat
menggunakannya untuk mendapatkan layanan
perbankan 24 jam tanpa harus mendatangi kantor
cabang untuk melakukan transkasi. Sudah banyak
bank yang telah menyediakan akses mobile untuk
mengetahui informasi keuangan. Kondisi tersebut
merupakan salah satu peningkatan layanan
terhadap nasabah, karena pada kenyataannya
dalam melaksanakan transaksi perbankan setiap
nasabah minimal membutuhkan waktu kurang
lebih 15 menit berada dalam antrian. Hal tersebut
akan cenderung berdampak merugikan para
nasabah karena waktu mereka tersita hanya untuk
bertransaksi di bank.
Dengan mobile banking, nasabah bank dapat
menggunakannya untuk memeriksa saldo
rekening, memonitor jangka waktu deposito,
mengecek status kartu kredit serta pembayaran
kartu kredit, pembayaran rekening listrik dan
telepon maupun transaksi lainnya. Suoranta dalam
Munir menjelaskan bahwa mobile banking dapat
diakses dengan mudah dan cepat oleh nasabah
yang memanfaatkan teknologi tersebut sehingga
sangat efisien dalam melakukan transaksi
keuangan.
Faktor risiko menjadi pertimbangan nasabah
menggunakan layanan mobile banking. Secara
5
umum risiko diartikan sebagai ketidakpastian
(uncertainties) yang berujung pada terjadinya
berbagai tingkat profitability yang memburuk atau
bahkan menimbulkan kerugian. Dalam
penggunaan mobile banking, pihak bank terlebih
dahulu melakukan pengujian agar dalam setiap
transaksi yang dilakukan terjamin keaslian dari
transaksi yang dilakukan, keamanan transaksi dan
mendapat jaminan bahwa transaksi yang
dilakukan oleh nasabah tidak dapat disangkal dan
dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak bank
sehingga nasabah merasa aman dalam melakukan
transaksi keuangan. Untuk meminimalkan risiko
kecurangan maupun tindak kejahatan lainnya,
pihak bank perlu memastikan bahwa setiap
transaksi selalu melakukan akses PIN ( Personal
Identification Number) supaya terhindar dari
kejahatan sosial. Selain itu bank perlu
memastikan tersedianya prosedur untuk
melindungi sistem keamanan pada data, aplikasi
dan setiap transaksi yang dilakukan pada saat
pemakaian mobile banking.5
Untuk mendukung suatu kinerja bisnis perlu
adanya suatu fitur atau jenis fasilitas yang baik
untuk konsumen. Fitur yaitu sarana kompetitif
untuk mendiferensiasikan produk perusahaan
dengan pesaing. Fitur layanan merupakan salah
5
Ali,Mohammad dan Asrori, Mohammad. (2006). Psikologi
Remaja. Bandung: Bumi Aksara.
6
satu jenis penerapan konsep promosi untuk
menarik minat konsumen terhadap suatu produk.
Apabila fitur layanan baik dan terjamin tentunya
konsumen akan tertarik pada produk tersebut.6
PT Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu
lembaga keuangan yang bergerak dibidang jasa
perbankan juga menyediakan fasilitas layanan
Mobile Banking bagi para nasabahnya. Latar
belakang adanya Mobile Banking pada PT Bank
Syariah Indonesia adalah karena PT Bank Syariah
Indonesia ingin memberikan pelayanan yang
terbaik bagi nasabahnya, agar lebih memudahkan
nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.
Selain itu, layanan Mobile Banking juga dapat
mengurangi biaya transaksi didalam Bank
tersebut.
Layanan mobile banking PT Bank Syariah
Indonesia terus tumbuh dan berkembang. PT
Bank Syariah Indonesia terus mengoptimalkan
sistem mobile banking dengan menambah fitur
untuk mempermudah transaksi bagi nasabah.
Namun seiring dengan peningkatan dan
penyempurnaan layanan Mobile Banking,
penggunaan layanan Mobile Banking mengalami
beberapa kendala, salah satunya adalah kurangnya
jaringan yang menyebabkan seringnya terjadi
gangguan koneksi internet saat menggunakan
6
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. (2008). Prinsip-Prinsip
Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
7
layanan Mobile Banking. Ini adalah pengaduan
nasabah yang dikirim ke PT Bank Syariah
Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi
PT Bank Syariah dalam memasarkan layanan
Mobile Banking ini.
Pada bagian ini pihak bank harus lebih bekerja
keras untuk memasarkan layanan ini kepada
masyarakat untuk menarik minat nasabah
menggunakan layanan Mobile Banking. Kegiatan
pemasaran harus selalu ada dalam setiap usaha,
baik usaha yang berorientasi profit maupun
usaha-usaha sosial. Pentingnya pemasaran
dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
keinginan masyarakat akan suatu produk dan jasa.
Pemasaran menjadi begitu penting untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat.7
Dari segi pemasaran, bank memiliki tujuan
yang harus dicapai melalui proses pemasarannya.
Salah satu tujuan pemasaran bank adalah
memaksimalkan konsumsi. Dengan kata lain, itu
mempromosikan dan merangsang konsumsi, yang
mengarahkan pelanggan untuk membeli produk
yang ditawarkan oleh produk itu. Oleh karena itu,
perbankan harus berperan besar untuk aktif
mempromosikan fasilitas mobile banking ini agar
masyarakat lebih tertarik untuk menggunakannya.
Hal ini dapat disampaikan dalam firman Allah
Q.S Al Baqarah: 275
7
Kasmir. (2004). Pemasaran Bank, Jakarta: Kencana, 61
8
َو َأ َح َّل ٱل َّل ُه ٱ ۡل َب ۡي َع َو َح َّر َم ٱل ِّر َب ٰو ْۚا
َي ٰٓـ َأ ُّي َها ٱ َّل ِذي َن َءا َم ُنو ْا َلا َت ۡأ ُڪ ُل ٓو ْا َأ ۡم َوٲ َل ُكم َب ۡي َن ُڪم ِبٱ ۡل َب ٰـ ِط ِل ِإ َّل ٓا َأن َت ُكو َن ِت َج ٰـ َر ًة
)٢٩( َعن َت َرا ٍ۬ض ِّمن ُك ۡمۚ َو َلا َت ۡق ُت ُل ٓو ْا َأن ُف َس ُك ۡمۚ ِإ َّن ٱل َّل َه َكا َن ِب ُك ۡم َر ِحي ً۬ما
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu saling memakan harta sesamamu dengan
jalan yang bathil, kecuali dengan jalan
perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka
di antara kamu". (Q.S An Nisa : 29)
B. Identifikasi Masalah
Untuk memudahkan penulis dalam
menganalisis hasil penelitian , maka dapat
diidentifikasi sebagai berikut.
a. M-Banking rentan mengalami penipuan
smishing yaitu dihubungi oleh hacker yang
menyamar sebagai institusi keuangan untuk
menanyakan detail rekening bank nasabah.
9
b. Fitur keamanan pada M-Banking yang tidak
ter-enkripsi server bisa di-hack jika
smartphone nasabah hilang atau dicuri.
c. Nasabah harus memiliki jaringan internet
yang kuat untuk bisa mengakses M-Banking,
karena jika koneksi internet kurang baik
maka secara otomatis nasabah akan kesulitan
saat mengaksesnya.
d. M-Banking dapat berisiko terhadap pencurian
data
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan
identifikasi masalah di atas, maka masalah dalam
penelitian ini dibatasi sebagai berikut: penelitian
ini hanya melihat pengaruh kualitas pelayanan
melalui m-banking yang meliputi kemudahan
penggunaan layanan, keamanan sistem m-
banking, kredibilitas perusahaan layanan
perbankan, dan kecepatan terhadap kepuasan
nasabah Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro.
D. Rumusan Masalah
a. Bagaimana pengetahuan berpengaruh
terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan Mobile Banking Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro?
b. Bagaimana persepsi kemudahan berpengaruh
terhadap minat masyarakat menggunakan
10
Mobile Banking Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro?
c. Bagaimana pengaruh pengetahuan dan
persepsi kemudahan berpengaruh terhadap
minat masyarakat menggunakan Mobile
Banking Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan, maka ada
beberapa tujuan yang ingin dicapai dari hasil
penelitian ini, yaitu:
a. Untuk mengetahui pengetahuan berpengaruh
terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan Mobile Banking Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro.
b. Untuk mengetahui persepsi kemudahan
berpengaruh terhadap minat masyarakat
menggunakan Mobile Banking Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro.
c. Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan
dan persepsi kemudahan berpengaruh
terhadap minat masyarakat menggunakan
Mobile Banking Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro.
F. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa
memberikan sejumlah manfaat, antara lain:
11
a. Manfaat Teoritis
Penelitian ini dapat memberikan inspirasi
dan wawasan bagi pihak akademis khusunya
dibidang perbankkan syariah/BSI, karena
penelitian-penelitian yang dilakukan
memberikan gambaran tentang mekanisme
serta praktek secara riil, dan mengetahui
analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
minat masyarakat dalam menggunakan
mobile banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro.
b. Manfaat Bagi Manajemen
Hasil penelitian ini dapat digunakan
sebagai acuan untuk lebih memahami
analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
minat masyarakat dalam menggunakan
mobile banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro.
12
syariah atau BSI lain yang berada di
Indonesia saat ini, serta menambah nilai yang
positif di mata anggota/nasabah dan
masyarakat.
13
No. Nama dan Judul Metode Penelitian Hasil Penelitian
14
sikap terhadap menggunakan
Minat Mahasiswa mobile banking.
FEBI dalam
Menggunakan
mobile banking
Bank Syariah.
5. Priestiani Putri Kuantitatif Hasil dari penelitiannya
Rahayu (2019), menyatakan bahwa terdapat
terkait “Pengaruh pengaruh secara positif dan
Persepsi Kegunaan, signifikan pada persepsi
Persepsi kegunaan, persepsi
Kemudahan, kemudahan, persepsi
Persepsi kepercayaan dan persepsi
Kepercayaan dan kenyamanan terhadap minat
Persepsi
H. SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas
mengenai isipenelitian ini, maka pembahasan dibagi
menjadi lima Bab.
Bagian awal berisi : Halaman sampul atau cover
skripsi, halaman judul, abstrak (Indonesia, Arab dan
Inggris), persetujuan pembimbing, halaman
pengesahan tim penguji, kata pengantar, daftar isi,
daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran.
Bagian inti berisi: Pendahuluan, landasan teori
dan hasil penelitian yang relevan, kerangka berfikir,
hipotesis, metodelogi penelitian, hasil pnelitian dan
pembahasan, serta kesimpulan, saran dan penutup.
Bab I : PENDAHULUAN, meliputi: Latar
Belakang, Identifikasi Masalah,
Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah,
15
Tujuan dan Manfaat Penelitian,
Sistematika Penulisan.
Bab II : LANDASAN TEORI, meliputi: Konsep
Teoritis, Penelitian yang Relavan,
Kerangka Berfikir , Hipotesis
Bab III : METODE PENELITIAN, meliputi:
Metode Penelitian, Waktu dan Tempat
Penelitian, Populasi Sampel dan Teknik
Pengambilan Sampel, Data dan Sumber
data, Teknik Pengumpulan Data dan
Instrumen Penelitian, Teknis Analisis
Data.
Bab IV : HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN, meliputi, Deskripsi
Lokasi Penelitian, Penyajian Data Hasil
Pnelitian, Pembahasan Hasil Penelitian,
Keterbatasan Penelitian.
Bab V : KESIMPULAN DAN SARAN, meliputi:
Kesimpulan, Saran.
Bagian akhir berisi: Daftar Pustaka, Lampiran-
Lampiran.
16
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Minat
1. Pengertian Minat
2. Indikator Minat
B. Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan merupakan informasi yang
disimpan dalam ingatan. Pengetahuan konsumen
merupakan himpunan bagian dari informasi total
yang relevan dengan fungsi konsumen di dalam
19
pasa.12Pengetahuan merupakan berbagai
informasi serta pengalaman mengenai produk
atau jasa yang dimiliki oleh seseorang atau
konsumen
Pengetahuan merupakan hasil dari mengingat
suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian
yang pernah dialami baik secara sengaja maupun
tidak sengaja dan terjadi setelah melakukan
pengamatan terhadap objek tertentu.13
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat
yang diketahui atau disadari oleh seseorang.
Pengetahuan juga dapat diartikan sebagai macam-
macam gejala yang ditemui dan diperoleh
manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan
muncul ketika seseorang menggunakan akal
budinya untuk mengenali benda ataupun kejadian
tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan
sebelumnya.14
12
Sangadji, E. M., & Sopiah. (2013). Perilaku Konsumen
Pendekatan Praktis Disertai : Himpunan Jurnal Penelitian.
Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET .
13
Syahriyal. (2018). Pengaruh Persepsi Nilai dan Pengetahuan
Masyarakat Terhadap Minat Menabung Serta Dampaknya Kepada
Keputusan Menabung Pada Perbankan Syariah Di Banda Aceh.
Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 4 Nomor 1, 139-156.
14
Oneal, T., Nurhasanah, N., & Nurdin. (2018). Pengaruh
Pengetahuan Konsumen (Pengetahuan Produk,Pembelian, dan
Pemakain) Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sukuk Negara
Ritel SR-007 (Studi Kasus di Bank Syariah MandiriCabang
Sukabumi). Jurnal Prosiding Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol.
4, No. 1.
20
Pengetahuan konsumen merupakan segala
informasi yang dimiliki oleh masyarakat terkait
segala hal yang berkaitan dengan produk dan jasa
tertentu serta informasi yang berhubungan dengan
fungsinya.15 Pengetahuan dapat diperoleh dari
rasa ingin tahu pada diri seseorang, semakin kuat
rasa ingin tahu manusia maka akan semakin
banyak pengetahuan yang diperolehnya.
Pengetahuan merupakan produk dari tahu, yaitu
hal yang di mengerti ketika sudah melihat,
menyaksikan dan mengalami.
Pengetahuan konsumen dapat mempengaruhi
keputusan dalam pembelian. Apa yang akan
dibeli, berapa banyak, di mana membeli dan
kapan membelinya tergantung pada pengetahuan
konsumen mengenai hal-hal tersebut.
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai
informasi yang dimiliki konsumen mengenai
berbagai macam produk, serta pengetahuan
lainnya yang berkaitan dengan fungsinya sebagai
konsumen.16
Pengetahuan adalah suatu perubahan dalam
perilaku suatu individu yang berasal dari
pengalaman. Berarti bahwa ketika nasabah
memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam
15
Suwarman, Ujang (2003). Pengetahuan Konsumen Teori Dan
Penerapannya Dalam Pemasaran, (Jakarta: Ghalia Indonesia)
16
Yuniarti, V. S. (2015). Peilaku Konsumen: Teori dan Praktik.
Bandung: CV. Pustaka Setia.
21
mengambil keputusan, ia akan lebih efisien dan
lebih tepat mengolah informasi dengan baik.
17
Firmansyah, M. A. (2018). Perilaku Konsumen. Yogyakarta:
Deepublish.
22
Pengetahuan manfaat produk terbagi menjadi dua
yaitu18
18
Yuniarti, V. S. (2015). Peilaku Konsumen: Teori dan Praktik.
Bandung: CV. Pustaka Setia.
23
3. Indikator Pengetahuan
Menurut Yuniarti19pengetahuan konsumen
dapat diukur melalui tiga indikator yaitu :
a. Pengetahuan Produk
Pengetahuan konsumen akan suatu produk
yang akan ia beli, sehingga informasi yang
didapat mengenai suatu produk akan bermacam-
macam. Pengetahuan produk dikelompokkan
menjadi tiga bagian yaitu pengetahuan atribut
produk, pengetahuan manfaat produk dan
pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan
produk bagi [Link] produk
meliputi 1) kesadaran akan kategori dan merek
produk di dalam kategori produk, 2) terminologi
produk, 3) atribut dan ciri produk, dan 4)
kepercayaan tentang produk secara umum
mengenai merek yang spesifik.20
b. Pengetahuan Pembelian
Pengetahuan pembelian meliputi berbagai
informasi yang diproses oleh konsumen untuk
memperoleh suatu produk. Dengan adanya
pengetahuan pembelian ini maka konsumen akan
menentukan di mana ia akan membeli produk
tersebut dan kapan akan membelinya.
Pengetahuan pembelian terdiri dari pengetahuan
19
Yuniarti, V. S. (2015). Peilaku Konsumen: Teori dan Praktik.
Bandung: CV. Pustaka Setia, 130
20
Sangadji, E. M., & Sopiah. (2013). Perilaku Konsumen
Pendekatan Praktis Disertai : Himpunan Jurnal Penelitian.
Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET .
24
tentang toko, lokasi produk di dalam toko
tersebut dan penempatan produk yang ada dalam
toko tersebut.21
Dimensi dasar dari pengetahuan pembelian
melibatkan informasi berkenaan dengan
keputusan tentang hal-hal berikut :
1. Tempat Membeli
Dalam pengambilan keputusan, tempat
membeli merupakan masalah mendasar yang
harus diselesaikan dalam membeli suatu produk.
Keputusan ini ditentukan sebagaian besar oleh
pengetahuan pembelian.
2. Lokasi Produk
Pengetahuan pembelian mencakup informasi
yang dimiliki oleh konsumen mengenai lokasi
produk di dalam lingkungan yang melibatkan
informasi konsumen mengenai toko yang menjual
produk tersebut.
3. Waktu Pembelian
Kepercayaan konsumen mengenai pembelian
merupakan satu komponen relevan dari
pengetahuan pembelian. Yang menjadi faktor
penentu dalam pembelian yaitu pengetahuan
waktu membeli terutama pada perilaku pembelian
untuk inovasi baru. Banyak konsumen tidak
akan langsung membeli produk baru karena
21
Fuadi, F. d. (2020). Pengaruh Persepsi, Sikap dan
Pengetahuan Terhadap Minat Menabung Masyarakat Pada Bank
Aceh Syariah Di Kota Kuala Simpang. El-Amwal, 4, No. 1, 90- 108.
25
mereka percaya bahwa harga akan turun dalam
waktu yang akan datang.
c. Pengetahuan Pemakaian
Pengetahuan pemakaian mencakup informasi
yang tersedia di dalam ingatan konsumen
mengenai bagaimana suatu produk dapat
digunakan dan apa yang diperlukan untuk
menggunakan produk tersebut. Kesalahan yang
dilakukan oleh konsumen dalam menggunakan
suatu produk akan menyebabkan produk tidak
berfungsi dengan baik. Agar mendapatkan
manfaat yang maksimal dan kepuasan yang
tinggi, maka produsen perlu mencantumkan saran
penggunaan atau pemakaian suatu produk
sehingga produk tersebut berfungsi dengan baik.
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada
konsumen jika produk tersebut telah digunakan
atau di konsumsi oleh konsumen.
C. Persepsi Kemudahan
1. Pengertian Persepsi Kemudahan
Persepsi kemudahan diartikan sebagai sejauh
mana individu percaya bahwa menggunakan
teknologi akan bebas dari usaha mental dan fisik.
Persepsi kemudahan merupakan suatu
kepercayaan tentang proses pengambilan
keputusan. Jika seseorang merasa percaya bahwa
26
sistem informasi mudah digunakan maka ia akan
menggunakannya.22
Kemudahan penggunaan merupakan salah
satu prinsip penting dalam islam. Kemudahan
merupakan anugerah dari Allah SWT, diberikan
agar manusia tekun dan bersemangat dalam
menjalankan ajaran agama, terutama dalam
keadaan sulit. Persepsi kemudahan merupakan
sejauh mana seseorang percaya bahwa
menggunakan suatu teknologi akan terbebas dari
usaha yang besar.
Kemudahan penggunaan mendefenisikan
seberapa besar teknologi informasi relatif lebih
mudah untuk dipahami dan digunakan. Untuk
menghindari penolakan dari masyarakat atas
layanan yang dikembangkan, maka layanan
tersebut harus mudah diaplikasikan oleh
penggunanya tanpa harus mengeluarkan usaha
yang memberatkan. Intensitas penggunaan dan
interaksi antara konsumen dengan sistem juga
dapat menunjukkan tingkat kemudahan
penggunaan.
Kemudahan penggunaan akan mempengaruhi
sikap seseorang dalam menggunakan suatu
teknologi. Sikap positif tersebut meliputi
22
Sati, R. A., & Ramaditya, M. (2020). Pengaruh Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan dan
Persepsi Risiko Terhadap Minat Menggunakan E-Money (Studi
Kasus Pada Konsumen Yang Menggunakan Metland Card). Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia .
27
timbulnya perasaan senang, yang mengakibatkan
adanya anggapan bahwa mobile banking
diinginkan oleh banyak orang. Sehingga semakin
seseorang merasakan kemudahan penggunaan,
semakin timbul sikap positif yang dirasakan maka
keputusan menggunakan suatu tekonologi akan
semakin besar.23
Kemudahan penggunaan merupakan suatu
sistem yang dibuat untuk mempermudah
seseorang dalam pekerjaannya. Artinya suatu
sistem dibuat agar pekerjaan yang dilakukan akan
menjadi lebih mudah dibandingkan dengan tidak
menggunakan sistem.24
Technology Acceptance Model (TAM)
merupakan model yang diperkenalkan Davis pada
tahun 1986 dalam disertasinya dan dipublikaiskan
dalam karya ilmiah pada tahun 1989. Dalam
memfomulasikan TAM, Davis menggunakan
TRA sebagai grand teory, namun tidak
mengakomodasi semua komponen teori TAM. Ia
hanya memanfaatkan komponen attitude,
sedangkan normativebelief dan subjective norms
tidak digunakannya. Model TAM berasumsi
23
Salmah, R., & Hakim, L. (2021). Pendapatan, Pendidikan,
Persepsi Kemudahan, dan Sikap Sebagai Mediasi Terhadap
Keputusan Penggunaan Mobile Banking Syariah. Jurnal Ilmiah
Ekonomi Islam , 798-805.
24
Vinasti, M. A., Ramdan, A. M., dkk. (2022). Analisis persepsi
Kemudahan Penggunaan Terhadap Minat Guna Melalui
Kepercayaan Pada Pengguna Mobile Banking. Management
Studies and Enterpreneurship Journal, Vol. 3, No. 3, 1533-1539.
28
bahwa seseorang mengadopsi suatu teknologi
pada umumnya ditentukan oleh proses kognitif
untuk memaksimalkan kegunaan dari teknologi
tersebut.25
Model Technology Acceptance Model (TAM)
merupakan suatu model penerimaan sistem
teknologi informasi yang digunakan oleh pemakai
dalam model TAM terdapat dua konstruk yaitu
kegunaan persepsian (Perceived usefulness)
dankemudahan penggunaan persepsian
(perceived ease of use). Kemudahan penggunaaan
persepsian (perceived ease of use) digunakan
untuk mengukur tingkat penerimaan suatu sitem
teknologi informasi oleh pengguna berdasarkan
tingkat kesulitan penggunaan sistem teknologi
informasi tersebut bagi pengguna. TAM
dikembangkan untuk menjelaskan mengenai
perilaku penggunaan teknologi. Technology
Acceptance Model (TAM) merupakan model
yang paling banyak digunakan dalam
memprediksi penerimaan suatu teknologi
informasi dan telah menjadi model teoritis yang
berguna untuk memahami serta menjelaskan
perilaku pemakai dalam implementasi sistem
informasi.26
25
Tirnata, I., & Sari, S. P. (2014, 06). Analisis Pengaruh
Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan dan Kepercayaan
Terhadap Penggunaan Mobile Banking. Syariah Accounting.
26
Gunawan. (2014). Aplikasi Techonology Acceptance Model
Pada Minat Nasabah Untuk Menggunakan Internet Banking. Jurnal
29
Kegunaan persepsian (perceived usefulnes)
dan kemudahan penggunaan persepsian
(perceived ease of use) keduanya mempunyai
pengaruh ke minat perilaku (behavioral
intention). Pemakaian sistem akan menggunakan
sistem jika sistem bermanfaat baik sistem itu
mudah digunakan ataupun tidak, sistem yang sulit
digunakan akan tetap digunakan akan tetapi jika
pemakai merasa bahwa sistem tersebut masih bisa
berguna
D. Mobile Banking (M-Banking)
3. Pengertian Mobile Banking (M-Banking)
Nominal, 3, Nomor 2
27
Wiji Nurastuti, Teknologi Perbankan (Jakarta: Graha Ilmu,
2011), 18
30
4. Manfaat Penerapan Mobile Banking (M-
Banking)
31
menghapal kode transaksi yang ingin
dilakukan.
5. Nyaman
29
PT Bank Rakyat Indonesia, Laporan Keuangan Tahunan Bank
Rakyat Indonesia (Jakarta: PT BRI, 2010), 62.
33
salah satu faktor yang menentukan bagi
nasabah untuk menggunakan jasa layanan m-
banking.
4. Kehandalan layanan
34
provider yang dipakai oleh nasabah tersebut.
Provider jaringan tergantung pada sinyal yang
ada pada jaringan, kesalahan pada koneksi
sering terjadi pada tempat yang jauh dari
jangkauan sinyal.
E. KERANGKA BERFIKIR
Pengetahuan (X1)
Minat
Masyarakat (Y)
Kemudahan (X2)
1. UjiValiditas
2. Uji Reliabilitas
3. Uji Normalitas
Uji Hipotesis:
5. 35
B. HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis merupakan suatu jawaban sementara
yang kebenarannya masih harus diuji, atau
rangkuman kesimpulan teoritis yang diperoleh dari
tinjauan pustaka.30Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan hipotesis statistik, karena dalam
pengujiannya menggunakan sampel penelitian dan
menggunakan hitungan statistik. Adapun hipotesis
yang peneliti ajukan sehubungan dengan penelitian
ini adalah sebagai berikut:
a. Ho: Ada pengaruh pengetahuan terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan Mobile Banking
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Ha: Tidak ada pengaruh pengetahuan terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan Mobile Banking
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
b. Ho: Ada pengaruh kemudahan terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan Mobile Banking
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Ha: Tidak ada pengaruh kemudahan terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan Mobile Banking
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
30
Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi
dan Analisis Sekunder (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), 67.
36
BAB III
METODE PENELITIAN
37
independen/bebas, dan minat masyarakat (Y)
sebagai variabel dependen/terikat.
b. Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah penelitian
deskriptif dan inferensial kuantitatif, yaitu
penelitian yang bertujuan untuk
mengambarkan analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Di mana Model ini dimaksudkan untuk
mengetahui bagaimana hubungan/pengaruh
antara variabel terikat (Y) dengan kedua
variabel bebas (X). Desain digambarkan
dalam bentuk bagan sebagai berikut:
Gambar 3.1. Desain Penelitian
X1 Y
Dimana:
X1= Pengetahuan
X2 =Kemudahan
Y = Minat Masyarakat
c. Pengukuran Variabel
Untuk mengukur variabel penelitian ini,
maka digunakan instrumen berupa angket.
38
Dalam teknik angket, kuesioner yang
disebarkan terdapat sejumlah pertanyaan dan
pernyataan yang telah diklarifikasikan ke
dalam dimensi-dimensi analisis faktor-faktor
yang mempengaruhi minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Blora. Perbedaan
ini tampak dalam pemberian bobot dengan
menggunakan skala likert sebagai berikut:
1) Untuk pemberian bobot pernyataan positif:
a) Jawaban sangat setuju diberikan bobot
skor 5;
b) Jawaban setuju diberikan bobot skor
4;
c) Jawaban ragu-ragu diberikan bobot
skor3;
d) Jawaban tidak setuju diberikan bobot
skor2;
e) Jawaban sangat tidak setuju diberikan
bobot skor 1.
39
d) Jawaban tidak setuju diberikan bobot
skor 4;
e) Jawaban sangat tidak setuju diberikan
bobot skor 5.31
Menentukan layanan m-banking
mempengaruhi kepuasan nasabah, maka
digunakan perhitungan skor. Dalam hal ini
persentase tingkat pencapaian skor dengan
kriteria atau ukuran-ukuran yang diadaptasi
dari pendapat Riduwan dengan rentang
sebagai berikut:
31
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif
Dan R & D. Cetakan Ketujuh Belas. Bandung: Alfabeta. Hal. 107
32
Riduwan. 2009. Metode & Teknik Menyusun Proposal
Penelitian. Bandung: Alfabeta. Hal. 67
40
Sugiyono mengemukakan bahwa populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya sedangkan sampel adalah
bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki populasi tersebut.33
b. Sampel
Sugiyono mengemukakan bahwa sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki populasi tersebut.34 Mengingat
populasi yang ada dalam penelitian ini
tergolong sedikit yaitu 50 orang maka untuk
memudahkan penelitian ini, peneliti perlu
membatasi jumlah populasi yang akan
dijadikan sampel. Arikunto berpendapat
bahwa jika jumlah keseluruhan populasi
kurang dari 100 orang, maka jumlah sampel
33
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Cetakan Ketujuh Belas. Bandung: Alfabeta Hal. 117
34
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan
R & D. Cetakan Ketujuh Belas. Bandung: Alfabeta Hal. 91
41
adalah keseluruhan dari jumlah populasi. 35
Maka dari itu sampel dari penelitian ini adalah
50 orang.
b. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan beberapa teknik untuk
mengumpulkan data di lapangan, yakni sebagai
berikut:
a. Teknik Angket
Teknik ini dilakukan dengan
menggunakan penyebaran angket yang berisi
pernyataan-pernyataan tertulis yang akan
diberikan kepada responden terpilih untuk
memberikan respon terhadap pernyataan
yang diajukan mengenai layanan m-banking
dan kepuasan nasabah. Setiap angket yang
diberikan memiliki butir soal dengan
berbagai variasi nilai di setiap option angket
yang tersedia.
b. Teknik Observasi
Teknik ini digunakan untuk mengamati
secara langsung mengenai permasalahan
yang diteliti yaitu analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Hasil pengamatan yang diperoleh dijadikan
pelengkap data yang diperoleh dari angket.
35
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta:
Rieneka Cipta. Hal. 246
42
c. Teknik Dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan cara
mengumpulkan data-data atau keterangan-
keterangan tertulis yang berhubungan dengan
objek penelitian. Yaitu pengambilan gambar
saat sedang melakukan penelitian.
d. Teknik Analisis Data
Penelitian ini merupakan penelitian
analisis statistik deskriptif kuantitatif dan
analisis statistik infrensial, artinya penelitian
ini bermaksud mendeskripsikan atau
membuat gambaran mengenai variabel, gejala
atau keadaan dari variabel dan indikator.
Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teknik analisis
deskriptif.
43
BAB IV
44
yaitu kegiatan sosial (Maal) dan kegiatan bisnis
(Tamwil).
Kegiatan bisnis yang dikelola KSPSS BMT
NUKAS bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat serta membantu
memajukan perekonomian masyarakat yang
memiliki aset berharga sesuai dengan asas
syariah.
Oleh sebab itu, pengembangan kegiatan-
kegiatan KSPPS BMT NUKAS meliputi:
1. Tabungan Syariah: BMT menghimpun
dana dari masyarakat untuk membantu
dalam mengelola dan menyimpan dana
Anggota.
2. Pembiyaan Mikro: BMT menyediakan
pembiayan mikro kepada individu dan
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM). Pembiayaan berupa modal
usaha, kredit konsumsi, pembiayaan
investasi, atau pembiayaan produktif
lainnya sesuai dengan standar kelayakan.
3. Pendidikan keuangan: sebagai sarana
belajar dan berlatih bagi mahasiswa dan
45
masyarakat umum untuk meningkatkan
pemahaman tentang keuangan syariah.
4. Program kesejahteraan sosial: berperan
dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,
antara lain: program zakat, sedekah, dan
infak. BMT mengelola dana tersebut
untuk membantu masyarakat yang
membutuhkan.
5. Inklusi keuangan: memperluas akses
layanan keuangan syariah kepada
masyarakat dengan membuka cabang baru
di daerah yang terlayani atau melalui
kemitraan yang memiliki potensial.
2. Visi dan Misi KSPPS BMT NU Kasiman
Bojonegoro
a. Visi KSPPS BMT NU Kasiman
Bojonegoro
“Sebagai Lembaga Intermediasi yang
professional dan dalam menopang
Pengembangan Koperasi Syariah.”
b. Misi KSPPS BMT NU Kasiman
Bojonegoro
46
Dalam upaya mewujudkan Visi tersebut
BMT NUKAS, melaksanakan kegiatan
sebagai berikut :
1. Membentuk kelembagaan yang kuat
melalui penguatan sistem serta
pembenahan organisasi dan
keanggotaan
2. Menciptakan pengusaha muslim yang
tangguh dan berilmu sebagai bekal
untuk berusaha dan bermuamalah
syariah.
47
aplikasi proram SPSS versi 20, berikut hasil
Uji Validitas, nampak pada tabel 4.1
Tabel 4.1
48
X1_5 ,401 0.275 Valid
49
X2_9 ,335 0.275 Valid
50
Sumber: Hasil Olah data SPSS
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur
suatu kuesioner yang merupakan indikator dari
suatu konstruk. Suatu kuesioner dikatakan
reliabel atau handal jika jawaban seseorang
terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil
dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini teknik
yang digunakan untuk mengukur konsistensi
internal adalah koefisien alfa atau cronbanch’s
alpha. Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila
nilai cronbach alpha > 0,60 maka butir atau
item pertanyaan tersebut reliabel. Dalam
menguji reliabelitas instrumen penelitian ini
peneliti menggunakan aplikasi SPSS versi 21.
51
Hasil dari Uji Reliabilitas nampak pada Tabel
4.2
Tabel 4.2
Hasil Uji Reliabilitas
52
Uji normalitas data digunakan untuk
menguji apakah dalam model regresi memiliki
distribusi normal sebelum data dianalisis lebih
lanjut. Pada prinsipnya normalitas dapat
dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik)
pada sumbu diagonal dari grafik atau melihat
histogram residualnya. Jika data menyebar
disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan
pola distribusi normal, maka model regresi
memenuhi asumsi normalitas (Ghozali,
2007:110). Uji normalitas data juga bisa
menggunakan uji statistik Kolmogrov-Smirnov
(K-S) dengan bantuan SPSS Versi 21.0 dengan
taraf signifikan 0,05. Jika nilai signifikansi
>0,05 maka data dalam penelitian dinyatakan
berdistribusi normal. Hasil uji normalitas
selengkapnya dapat dilihat seperti pada tabel
berikut:
Tabel 4.3
53
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize
d Residual
N 30
Mean ,0000000
Normal Parametersa,b
Std. Deviation 1,30726602
Absolute ,254
Most Extreme
Differences Positive ,177
Negative -,254
Kolmogorov-Smirnov Z 1,393
Asymp. Sig. (2-tailed) ,210
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Data diolah 2024
54
Hasil Uji Regresi menggunakan aplikasi SPSS
versi 21 nampak pada Tabel 4.4
Tabel 4.4
Hasil Uji Regresi
Coefficientsa
55
sebesar 0,310 dan variabel kemudahan (X2)
sebesar 0,226.
Y = 9,284+ 0,310X1+0,226X2
56
akan berpengaruh positif terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro. Pengetahuan
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro akan lebih luas
dengan adanya minat masyarakat yang
tinggi, begitu juga sebaliknya. Apabila nilai
koefisien regresi pengetahuan naik sebesar
0,255 minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro
naik sebesar 0,255. Begitu juga sebaliknya
jika koefisien regresi pengetahuan turun 1
satuan skor maka minat nasabah turun
sebesar 0,255.
c. b (Koefisien regresi arah kemudahan
terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro)
=0,226, nilai ini memiliki tanda positif yang
dapat diartikan bahwa semakin banyak
57
kemudahan masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro
maka akan berpengaruh positif terhadap
minat masyarakat. Nasabah akan lebih
mudah jika minat masyarakat juga
bertambah begitu juga sebaliknya. Apabila
nilai koefisien regresi kemudahan naik
sebesar 0,226 maka minat masyarakat
dalam menggunakan mobile banking (BSI
Mobile) Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro naik sebesar 0,226. Begitu juga
sebaliknya jika koefisien regresi kemudahan
turun 1 satuan skor maka minat nasabah
turun sebesar 0,226.
Tabel 4.5
Model Summaryb
59
pengetahuan dan kemudahan pengaruhnya
sangat besar terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
4. Uji Hipotesis
Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian
ini adalah menggunakan pengujian data secara
statistik dimana tujannya untuk mengetahui
apakah hipotesis yang diajukan diterima atau
ditolak. Ada beberapa hal yang perlu diingat
dalam uji hipotesis penelitian yaitu prosedur
dalam pengujian hipotesis dibuat untuk
mengetes (menguji) kredibilitas Ho. Untuk
mengetahui hasil Uji Hipotesis menggunakan
Uji F dan Uji t.
a. Uji t
60
taraf signifikasi 5% untuk hipotesis teoritis
harus dijadikan sebagai hipotesis kerja. Hasil
dari Uji t nampak pada Tabel 4.7
Tabel 4.7
Hasil Uji t
Coefficientsa
61
Sumber:Data diolah 2022
D. PEMBAHASAN
1. Pengaruh Pengetahuan Terhadap Minat
Masyarakat dalam Menggunakan Mobile
Banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro
Dalam penelitian ini diperoleh hipotesis
pertama adalah pengetahuan berpengaruh
secara positif dan signifikan terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah Indonesia
KC Bojonegoro. Berdasarkan hasil uji
62
hipotesis diketahui besarnya nilai taraf
signifikan (sig) variabel pengetahuan (X1)
adalah 0,000 < taraf kepercayaan 0,05 (α =
5%). Nilai signifikansi ini lebih kecil dari pada
nilai alpha 0,05 dengan demikian Ho1 ditolak
dan Ha1 diterima. Jadi dapat dikatakan bahwa
pengetahuan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Hal ini membuktikan bahwa semakin baik
tingkat pengetahuan yang di miliki seseorang
maka semakin tinggi juga dampak orang
tersebut dalam meningkatkan minat
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah Indonesia
KC Bojonegoro.
2. Pengaruh Kemudahan Minat Masyarakat
dalam Menggunakan Mobile Banking (BSI
Mobile) Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro
Dalam penelitian ini diperoleh hipotesis
kedua adalah kemudahan berpengaruh secara
63
positif dan signifikan terhadap minat
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah Indonesia
KC Bojonegoro. Berdasarkan hasil uji
hipotesis diketahui besarnya nilai taraf
signifikan (sig) variabel kebutuhan (X2) adalah
0,000 < taraf kepercayaan 0,05 (α = 5%). Nilai
signifikansi ini lebih kecil dari pada nilai alpha
0,05 dengan demikian Ho1 ditolak dan Ha1
diterima. Jadi dapat dikatakan bahwa
kemudahan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro..
Hal ini membuktikan bahwa semakin
banyak kemudahan yang dimiliki seseorang
maka semakin tinggi juga dampak orang
tersebut dalam meningkatkan minat
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah Indonesia
KC Bojonegoro.
3. Pengaruh Pengetahuan dan Kemudahan
Minat Masyarakat dalam Menggunakan
64
Mobile Banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro
Dalam penelitian ini diperoleh hipotesis
ketiga yaitu pengetahuan dan kemudahan
secara bersama-sama berpengaruh terhadap
minat masyarakat dalam menggunakan
mobile banking (BSI Mobile) Bank Syariah
Indonesia KC Bojonegoro. Berdasarkan hasil
uji hipotesis nilai taraf signifikan (sig) regresi
linier berganda (variabel bebas pengetahuan
dan kemudahan, serta variabel terikat minat
nasabah) adalah 0,000 < taraf kepercayaan
0,05 (α = 5%). Nilai signifikansi ini lebih
kecil dari pada nilai alpha 0,05 dengan
demikian menolak Ho3 dan menerima Ha3.
Jadi dapat dikatakan bahwa pengetahuan dan
kemudahan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Artinya apabila pengetahuan dan kemudahan
dapat dilaksanakan secara bersama-sama
maka dapat meningkatkan minat masyarakat
65
dalam menggunakan mobile banking (BSI
Mobile) Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro dan begitu juga sebaliknya.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian kesimpulan yang didapat
adalah sebagai berikut:
1. Pengetahuan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui
besarnya nilai taraf signifikan (sig) variabel
pengetahuan (X1) adalah 0,000 < taraf
kepercayaan 0,05 (α = 5%). Nilai signifikansi
66
ini lebih kecil dari pada nilai alpha 0,05
dengan demikian Ho1 ditolak dan Ha1
diterima. Jadi dapat dikatakan bahwa
pengetahuan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
2. Kemudahan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui
besarnya nilai taraf signifikan (sig) variabel
kemudahan (X2) adalah 0,000 < taraf
kepercayaan 0,05 (α = 5%). Nilai signifikansi
ini lebih kecil dari pada nilai alpha 0,05
dengan demikian Ho1 ditolak dan Ha1
diterima. Jadi dapat dikatakan bahwa
kebutuhan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
3. Pengetahuan dan kemudahan secara bersama-
67
sama berpengaruh terhadap minat masyarakat
dalam menggunakan mobile banking (BSI
Mobile) Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro. Berdasarkan hasil uji hipotesis
nilai taraf signifikan (sig) regresi linier
berganda (variabel bebas pengetahuan dan
kemudahan, serta variabel terikat minat
masyarakat dalam menggunakan mobile
banking (BSI Mobile) Bank Syariah Indonesia
KC Bojonegoro) adalah 0,000 < taraf
kepercayaan 0,05 (α = 5%). Nilai signifikansi
ini lebih kecil dari pada nilai alpha 0,05
dengan demikian menolak Ho3 dan menerima
Ha3. Jadi dapat dikatakan bahwa pengetahuan
dan kemudahan berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI Mobile)
Bank Syariah Indonesia KC Bojonegoro.
B. Saran
Penulis mengajukan beberapa saran yang
berkaitan dengan pembahasan yang telah
dilakukan sebelumnya, saran-saran yang diajukan
adalah sebagai berikut:
68
1. Bagi pihak BSI
Pihak bank harus lebih meningkatkan
minat nasabah dengan cara memberikan
pelayanan yang optimal selama 24 jam.
2. Bagi peneliti selanjutnya
a. Penelitian ini menggunakan periode
pengamatan terbatas selama 3 tahun.
Penelitian selanjutnya diharapkan
menggunakan periode pengamatan yang
lebih panjang dan menggunakan data
yang lebih update dengan tujuan untuk
memperoleh hasil yang lebih baik.
b. Penelitian berikutnya diharapkan
memasukkan variabel lain yang belum
dimasukkan dalam model penelitian ini.
Hal ini karena masih terdapat variabel
lain yang mungkin juga berpengaruh
terhadap minat masyarakat dalam
menggunakan mobile banking (BSI
Mobile) Bank Syariah Indonesia KC
Bojonegoro.
69
DAFTAR PUSTAKA
70
Fahmi Gunawan dkk, (2018). Senarai Penelitian Pendidikan,
Hukum, dan Ekonomi di Sulawesi Tenggara, (CV Budi
Utama Yogyakarta)
Firmansyah, M. A. (2018). Perilaku Konsumen. Yogyakarta:
Deepublish.
Fuadi, F. d. (2020). Pengaruh Persepsi, Sikap dan
Pengetahuan Terhadap Minat Menabung Masyarakat
Pada Bank Aceh Syariah Di Kota Kuala Simpang. El-
Amwal, 4, No. 1, 90- 108.
Ghozali, I. (2007). Analisis Multivariate dengan Program
SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Dipenogoro.
Gunawan. (2014). Aplikasi Techonology Acceptance Model
Pada Minat Nasabah Untuk Menggunakan Internet
Banking. Jurnal Nominal, 3, Nomor 2.
Hadi, S., & Novi. (n.d.). Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Penggunaan Mobile Banking.
71
Joni, Yulianti, R., & Hamdiah, C. (2022). Pengaruh Persepsi
Risiko, Kepercayaan, dan Kemudahan Penggunaan
Terhadap Penggunaan mobile banking (Studi Empiris
Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia di Kota Banda
Aceh). 4.
Nurdin, N., Musyawarah, I., dkk. (2020). Pengaruh
Pelayanan Mobile Banking Terhadap Kepuasan
Nasabah(Studi Pada Mahasiswa Perbankan Syariah
IAIN Palu). Jurnal Ilmu Perbankan dan Keuangan
Syariah, 2 (2).87-104)
Oneal, T., Nurhasanah, N., & Nurdin. (2018). Pengaruh
Pengetahuan Konsumen (Pengetahuan
Produk,Pembelian, dan Pemakain) Terhadap Keputusan
Pembelian Produk Sukuk Negara Ritel SR-007 (Studi
Kasus di Bank Syariah MandiriCabang Sukabumi).
Jurnal Prosiding Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol.
4, No. 1.
Paul, P. J., & Olson. (2006). Perilaku Konsumen dan Strategi
Pemasaran, Edisi ke Empat, Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Pranoto, M. O., & Setianegara, R. G. (2020). Analisis
Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan dan
Keamanan Terhadap Minat Nasabah Menggunakan
Mobile Banking (Studi kasus pada PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Semarang
Pandanaran). Jurnal Keunis Majalah Ilmiah, Vol. 8. No.
1.
Prakoso, A., & Sumantika. A (2019). Analisis Pengaruh
Persepsi Tekonologi dan Persepsi Risko Terhadap
Kepercayaan Penggunaan M-Banking. Jurnal
Manajemen, Vol 9, No 2, 270-282.
Priyatno, Duwi. (2014). Pengambilan Data
[Link]: Andi Offset.
Priambodo, Singgih. (2016) Pengaruh Persepsi Manfaat,
Persepsi Kemudahan Pengunaan dan Persepsi Risiko
72
terhadap Minat Menggunakan Layanan Uang Elektronik,
Jurnal Ilmu Admninistrasi Bisnis, Vol. 5, No. 2 maret
2016
Rahayu, I. S. (2015). Minat Nasabah Menggunakan Mobile
banking Dengan Menggunakan Kerangka Technology
Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus PT Bank Syariah
Mandiri Cabang Yogyakarta). Jurnal Ekonomi Syariah
Indonesia, Vol. 5, No. 2.
Ramadhan, R., & Herianingrum, S. (2017). Persepsi
Kemudahan Penggunaan, Persepsi Kredibilitas, dan
Persepsi Harga Terhadap Niat Nasabah Menggunakan
Layanan Mobile Banking (Studi Kasus Pada Bank
Syariah Mandiri). Jurnal Ekonomi Syariah dan Terapan,
Vol. 4, No. 6.
Ramadhani, R. (2008). Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Penerimaan Nasabah Terhadap Layanan
Internet Banking di Semarang : Dengan Menggunakan
Pendekatan TAM. Skripsi : Universitas Islam Indonesia.
Salmah, R., & Hakim, L. (2021). Pendapatan, Pendidikan,
Persepsi Kemudahan, dan Sikap Sebagai Mediasi
Terhadap Keputusan Penggunaan Mobile Banking
Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam , 798-805.
Sangadji, E. M., & Sopiah. (2013). Perilaku Konsumen
Pendekatan Praktis Disertai : Himpunan Jurnal
Penelitian. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET .
Sampurno. (2015). “Pengaruh Persepsi Kemanfaatan,
Kemudahan, Kredibilitas, dan Fitur Layanan Terhadap
Minat Penggunaan Berulang E-Banking (Studi
Mahasiswa FE UII Yogyakarta)”. Skripsi. Yogyakarta:
Universitas Islam Indonesia.
Sari, M. D., Fasa, I. M., dkk. (2021). Manfaat dan Risiko
Penggunaan Layanan Perbankan Melalui Aplikasi
Mobile Banking. Jurnal Ekonomi Islam, Vol 12. No. 2.
73
Sati, R. A., & Ramaditya, M. (2020). Pengaruh Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan,
Kepercayaan dan Persepsi Risiko Terhadap Minat
Menggunakan E-Money (Studi Kasus Pada Konsumen
Yang Menggunakan Metland Card). Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Indonesia .
Setyo, Ferry Wibowo. (2015). Pengaruh Perspsi Manfaat,
Persepsi Kemudahan, Fitur Layanan dan Kepercayaan
Terhadap Minat Menggunakan E-Banking. Jurnal Riset
Manajemen Sains Indonesia.
Soelistya, D., & Agustina, H. (2017). Analisis Tkenologi
Informasi Mobile Banking dan Persepsi Risiko Transaksi
Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi Kasus Bank
Mandiri Syariah Cabang Jemur Handayani Surabaya) .
Accounting And Management Journal, Vol 1, No. 2.
Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif
Da R dan D, (Bandung: CV Alfabeta)
Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen di Era
[Link]: Graha Ilmu.
Soekidjo, Notoadmojo, (2010)Metode Penelitian Kesehatan,
edisi revisi. (Jakarta: Rinneka Cipta)
Sulastri , N. P., & Warnika, I. G. (2014). Aplikasi TAM,
Persepsi Risiko, dan Kepercayaan dalam Menjelaskan
Niat Menggunakan Internet Banking E-jurnal
Manajemen Universitas Udayana.
Suwarman, Ujang (2003). Pengetahuan Konsumen Teori Dan
Penerapannya Dalam Pemasaran, (Jakarta: Ghalia
Indonesia)
75