KEJAKSAAN NEGERI KOTA LANGSA
”UNTUK KEADILAN”
REPLIK JAKSA PENUNTUT UMUM ATAS PLEDOI PENASEHAT HUKUM
TERDAKWA NURUL HAZIZAR DAN IBDA RAZIKIN
No.01/PDM-01/LGS/2024
Majelis Hakim Yang mulia,
Sdr. Penasehat Hukum, Hadirin
Sidang yang kami Hormati.
Yang pertama dan utama marilah kita senantiasa memanjatkan puji
syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas ridho- Nyalah kita
semua diberi kesempatan, kesehatan bahkan kemampuan untuk dapat
melaksanakan sidang hari ini.
Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar –
besarnya kepada Majelis Hakim yang telah dengan sabar dan teliti memimpin
persidangan ini sehingga dapat berjalan lancar dan tertib dalam rangka
mencari kebenaran materill yang diharapkan akan melahirkan keadilan bagi
semua pihak, sehingga supermasi hukum yang kita junjung tinggi dapat
tercapai melalui proses persidangan ini.
Setelah mendengarkan pembacaan Nota Pembelaan (Pledooi) dari
saudara Penasihat Hukum pada persidangan yang lalu, maka pada hari ini
tibalah giliran Penuntut Umum untuk mengajukan Jawaban (Replik) atas Nota
Pembelaan tersebut. Namun sebelumnya perlu kami sampaikan bahwa dari
segi hukum acara pidana sebagaimana yang ditentukan dalam Kitab Undang –
Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka:
“ Penuntut Umum bertindak sebagai aparat yang diberi wewenang untuk
mengajukan segala daya upaya membuktikan kesalahan yang didakwakan
kepada terdakwa.”
Sebaliknya “Penasihat Hukum/terdakwa mempunyai hak untuk melemahkan
dan melumpuhkan pembuktian yang diajukan penuntut umum, sesuai dengan
cara – cara yang dibenarkan undang – undang, baik berupa sangkalan atau
bantahan maupun alibi.”
Dalam persidangan ini kami yakin bahwa kita sepakat untuk mencari
kebenaran materill, tetapi karena penuntut umum dan penasihat hukum
berangkat dari sudut pandang yang berbeda maka sangatlah sulit untuk
mencapai titik temu. Oleh karena itu kiranya Majelis Hakim yang memeriksa
dan mengadili perkara ini bisa menjadi ”penengah” atas perbedaan tersebut
sesuai dengan keyakinannya sebagaimana juga digariskan dalam KUHAP.
Agar tidak timbul miss-interpretasi maka perlu kami sampaikan bahwa
kami sebagai Penuntut Umum hanya menjalankan tugas/ perintah profesi
sebagai Jaksa yang mewakili negara untuk menindak pelanggaran hukum,
dengan kata lain kami berusaha melakukan tugas kami secara profesional dan
proposional dalam penanganan perkara tindak pidan sebagaimana yang kami
dakwakan terhadap terdakwa.
Setelah membaca dan mencermati Nota Pembelaan (Pledooi) yang
diajukan oleh terdakwa dapat kami simpulkan bahwa yang menjadi pembelaan
pada pokoknya bahwa penasihat hukum menginginkan terdakwa untuk
mendapatkan hukuman yang seringan-ringannya.
Namun perlu kami tegaskan bahwa kami tetap berpendapat bahwa perbuatan
terdakwa dengan alasan apapun perbuatan terdakwa telah memenuhi Pasal 340
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan berencana
sebagaimana yang kami dakwakan dan kami uraikan dalam Surat Tuntutan
yang telah kami ajukan pada persidangan yang lalu.
Dengan demikian maka keberatan terdakwa untuk meminta keringanan
haruslah ditolak karena perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa
korban dan tujuan kami penuntut umum bukanlah sarana balas dendam tetapi
ingin memberikan efek jera terhadap terdakwa.
Majelis hakim yang mulia
Saudara penasihat hukum yang kami hormati
Serta para sidang hadirin yang kami hormati
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, kami penuntut umum memohon
kepada Hakim Pengadilan Negeri Langsa yang memeriksa dan mengadili
perkara ini agar :
Menolak seluruh dalil terdakwa dalam Nota Pembelaan (Pledoi) tertanggal 27
Desember 2024 dan menjatuhkan putusan terhadap terdakwa sesuai dengan
Surat Tuntutan kami tertanggal 24 September 2024.
Demikianlah Jawaban (Re Replik) ini kami bacakan dan serahkan dalam
sidang hari ini, 28 Juli 2022
Langsa, 27 Desember 2024
Jaksa Penuntut Umum
INDAH GEBRINA RISKI S.H.,M.H
NIP. 20040502 200501 1 009.