Leaching: Ekstraksi Padat-Cair dalam Kimia
Leaching: Ekstraksi Padat-Cair dalam Kimia
PERCOBAAN 4
ESTRAKSI PADAT-CAIR (LEACHING)
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK VIII (DELAPAN)
2023
ABSTRAK
Leaching adalah proses pemisahan zat padat yang solute dari suatu campurannya dengan
padatan lain yang tidak larut (inert). Salah satu contoh operasi leaching dapat digunakan pada
proses pencucian gula darisugar beets. Tujuan percobaan ini untuk menentukan fraksi NaOH
dalam ekstrak dan air secara matematis, untuk menentukan fraksi CaCO 3 dalam rafinat secara
matematis dan menghitung jumlah tahap yang terbentuk agar terjadi titik kesetimbangan (konstan).
Percobaan dilakukan dengan melarutkan Na2CO3, CaO, dan akuades. Setelah mencapai
tahap homogenisasi dan dekantasi, ekstrak dan rafinat tersebut kemudian dipisahkan. Ekstrak dan
rafinat diukur dan dianalisa komposisinya dengan cara titrasi. Proses ini diulang hingga mendapat
volume titrasi atau densitas ekstrak yang konstan.
Diperoleh dari hasil perhitungan fraksi NaOH dalam ekstrak pada stage 1, 3, 6 dan 9,
adalah 0,58; 0,65; 0,67; dan 0,68. Fraksi CaCO3 dalam rafinat pada stage 1 sampai 9 adalah 0,67;
0,50; 0,40; 0,33; 0,20; 0,17; 0,14; 0,13; dan 0,[Link] stage agar terjadi kesetimbangan adalah 9
stage yang ditandai dengan volume titrasi pada stage 6 dan 9 adalah 5 mL dengan densitas 2,37
g/mL.
IV-i
PERCOBAAN 4
EKSTRAKSI PADAT-CAIR (LEACHING)
4.1 PENDAHULUAN
IV-1
IV-2
ini sangat penting dilakukan agar para praktikan dapat mengetahui dan
mengaplikasikannya dalam dunia industri.
IV-8
IV-1
IV-2
3. Temperatur
Dalam banyak kasus, kelarutan mineral yang di ekstraksi akan semakin
meningkat dengan naiknya temperatur sehingga laju ekstraksi semakin besar.
Koefisien difusi diharapkan dapat meningkat seiring dengan naiknya suhu untuk
memberikan laju ekstraksi yang lebih tinggi.
4. Agitasi fluida
Agitasi fluida penting karena hal ini meningkatkan difusi. Oleh karena itu
perpindahan material dari permukaan partikel ke sebagian besar larutan.
Pengadukan suspensi partikel halus mencegah sedimentasi dan penggunaan
permukaan antarmuka menjadi lebih epektif.
Sifat fisika dan kimia dari Asam Klorida adalah sebagai berikut (Smartlab,
2017):
Sinonim : Hydrogen Chloride Solution Muriatic Acid
Rumus Kimia : HCl
Berat Molekul : 36,46 9/mol
IV-2
Bentuk : Cair
Warna : Tidak berwarna
Bau : Pedih
pH : <1 pada 20°C
Tekanon Uap : 190 hPa pada 20°C
Densitas : 1,19 g/cm pada/20°C
Kelarutan dalam air : pada 20°C larut
Sifat fisika dan kimia dari Natrium Karbonat adalah sebagai berikut
(Smartlab, 2017):
Sinonim : Sodium Karbonat Anhidrat
Rumus Kimia : Na2CO3
Berat Molekul : 105,99 g/mol
Bentuk : Serbuk
Warna : Putih
Bau : Tidak berbau
pH : 11,16 pada 4 g/l 25°C
Titik lebur : 854°C
Titik didih : 300°C pada 1.013 hPa
Densitas : 2,53 g/cm³ pada 20°C
Kelarutan dalam air : 212,5 g/l pada 20°C
Sifat fisika dan kimia dari Indikator pp adalah sebagai berikut (Smartlab,
2017):
Rangkaian Alat
8
4 3 2 1
7
6
5
Keterangan :
1. Tombol power 5. Gelas beker
2. Tombol power gelas beker 1 6. Daun Pengaduk
3. Tombol power gelas beker 2 7. Batang Pengaduk
4. Tombol power gelas beker 3 8. Motor pengaduk
IV-9
IV-2
IV-11
4.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah natrium karbonat
(Na2CO3), kalsium oksida (CaO), asam klorida (HCl) 0,1 N 37%, indikator
fenolftalein dan akuades.
[Link].2 Rafinat
Rafinat dalam gelas beker ditimbang dan dicatat massanya. Rafinat
diambil sedikit, kemudian dimasukkan kedalam cawan porselin. Cawan porselin
IV-2
berisi rafinat basah ditimbang lalu dikeringkan dalam oven pada suhu 110˚C
selama 5 menit, setelah itu dimasukkan kedalam desikator selama 5 menit. Cawan
porselin berisi rafinat kering ditimbang. Pada stage berikutnya, dilakukan sesuai
mekanisme 4.2.
Mekanisme Percobaan
P E
1
F (Na2CO3 + CaO + H2O)
R
P E E
2 3
F (Na2CO3 + CaO + H2O)
R R
P E E E
4 5 6
R R R
Keterangan :
P = Pelarut
E = Ekstrak
R = Rafinat
F = Feed (umpan)
Penjelasan Gambar :
1. Setiap rafinat ditimbang, dioven dan didekantasi.
2. Stage 1, 3, dan 6 ekstraknya dititrasi dan diukur densitasnya.
3. Stage 2 dan 4 ditambahkan pelarut sebanyak volume ekstrak pada stage 1 dan
2.
4. Volume ekstrak dari stage 4 dan 5 diukur dan dijadikan sebagai pelarut untuk
stage 3, 5 dan 6.
5. Rafinat dari stage 1, 2 dan 3 dijadikan umpan pada stage 2, 4 dan 5.
6. Fresh feed ditambahkan pada stage 1, 3 dan 6.
4.4 HASIL DAN PEMBAHASAN
IV-13
IV-14
4.4.3 Pembahasan
Leaching berkaitan dengan ekstraksi konstituen yang dapat larut dan
padatan dengan menggunakan pelarut (Richardson dan Harker, 2002). Tujuan dari
percobaan ini adalah menentukan fraksi NaOH dalam ekstrak dan air secara
matematis menentukan konsentrasi Caco dalam rafinat secara matematis dan
menghitung jumlah tahap karena memiliki viskositas dan densitas yang baik dan
diperlukan yang terbentuk agar terjadi titik kesetimbangan (konstan). Pada
Percobaan ini solute yang dihasilkan adalah NaOH, komponen yang tidak larut
adalah Caco dan pelarut yang digunakan adalah akuades, untuk membentuk (Ca
COH)2). Berikut merupakan reaksi yang terjadi saat campuran (feed):
Reaksi Caco dengan Na2CO3 dan H2O akan menghasilkan produk Naoh
sebagai pelarut (solvent) dan caco sebagai komponen yang tidak larut (inert) Na2
CO3 akan menghasilkan ion Na dengan ion OH + + yang berikatan pada larutan
ca(OH)2 sehingga terbentuk NaOH dan terbentuknya endapan CaCO3 dari ion
co3- berikatan dengan ion Ca2+. H2O digunakan sebagai pelarut yang dapat
melarutkan NaOH dan memiliki densitas 1 g/cm³ yang bulk sebagai pelarut.
IV-2
Gambar 4.4 Hubungan antara Jumlah Stage terhadap Fraksi NaOH dalam
Ekstrak
Stage
Gambar 4.5 Hubungan antara Jumlah Stage terhadap Fraksi CaCO3 dengan
Rafinat
Gambar 4.5 menunjukkan bahwa nilai fraksi CaCO 3 dalam rafinat mengalami
penurunan pada setiap stage. Hal ini sesuai dengan teori (Frimmel, 2005) yang
menyatakan bahwa nilai fraksi CaCO3 berbanding terbalik dengan jumlah stage
maka nilai fraksi CaCO3 semakin kecil. Penurunan pada setiap stage terjadi
Karena proses pemisahan rafinat dalam oven yang sempurna sehingga tidak
mengandung air.
Proses leaching yang sudah berakhir ditandai dengan volume titran dan
densitas yang konstan untuk menunjukkan telah tercapaianya kesetimbangan.
Diperoleh hasil volume titran dan densitas konstan adalah 5 mL dan 2,37 gr/mL.
Solute dapat dianggap larut semua, semakin besar densitas mengakibatkan
kesetimbangan akan sama tercapai. Kesetimbangan terjadi karena larutan ekstrak
telah berada dalam kondisi jenuh yang berisi NaOH tidak dapat dilarutkan lagi ke
dalam pelarut dan terendapkan bersama rafinat.
Faktor – faktor yang mempengaruhi proses leaching adalah sifat fisik
pelarut, pengadukan dan waktu operasi (Coulson dan Richardson, 1989).
Pengadukan bertujuan untuk menghomogenkan larutan, pelarut yang digunakan
harus mampu melarutkan ekstrak (NaOH) dan dapat mengikat CaCO 3 yang tidak
dapat larut dalam air, sehingga terjadi pengendapan. Dekantasi yaitu proses
IV-19
pemisahan rafinat dengan ekstrak karena gaya gravitasi. Semakin lama waktu
dekantasi maka semakin baik proses pemisahan yang terjadi.
4.5 PENUTUP
4.5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :
1. Secara matematis didapatkan fraksi NaOH dalam ekstrak yaitu0,58; 0,65;
0,67; dan 0,68.
2. Secara matematis didapatkan fraksi CaCO 3 dalam rafinat yaitu 0,67; 0,50;
0,40; 0,33; 0,20; 0,17; 0,14; 0,13; dan 0,11.
3. Jumlah stage yang terbentuk agar terjadi titik kesetimbangan (konstan) adalah
9 stage dengan densitas sebesar 2,87 gr/mL dan volume titran sebesar 5 mL
dan konsentrasi NaOH sebesar 0,25 N.
4.5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk percobaan ini adalah menggunakan
variasi waktu pengadukan, dekantasi dan pemisahan rafinat. Waktu yang
digunakan yaitu 15 menit. Sehingga yang diperoleh lebih maksimal.
IV-20
DAFTAR PUSTAKA
Brown, G. G. (1990): Unit Operation. John Willey and Sons. New York.
Mardina, P., Ajang Gunawan dan M. Imam Nugraha (2012): Penentuan Koefisien
Transfer Massa Ekstraksi Kalium dari Abu Batang Pisang. Konveksi. 1. 1
(39-44).
[Link]-1
[Link]-2
BM Na 2 CO3 ¿ 8 gr
m Na2 CO 3 ¿ = = 0.0754 mol¿
mol Na2CO3 = ¿ 106 g/mol
1
x 0.0754 mol = 0.0754 mol
mol CaO =1
massa CaO = mol CaO x BM CaO
1
x 0.0754 mol = 0.0754 mol
mol H2O =1
massa H 2 O 1 , 3572 gr
= = 1 ,3572 mL
Volume H2O = ρ H2O 1 g /mL
[Link]-1
[Link]-2
Jawab :
N1 ∙ V1 = N2 ∙ V2
N1 ∙ V 2 0, 1 N ∙ 15 0 mL
V1 = = = 1,25 mL
N1 11,96 N
Stage 1
Vtitran (V1) = 18 mL
N1 ∙ V 1 0, 1 N ∙ 18 mL
N2 = = = 0,180 N
V2 10 mL
a. Analisa ekstrak
Diketahui : Vpelarut = 200 mL
ρ H2O = 1 gr/mL
V ekstrak = 194 mL
ρ ekstrak = 1,33 gr/mL
massa ekstrak (E1) = Vekstrak × ρekstrak
= 194 mL × 1,33 gr/mL
= 258,02 gr
Neraca Massa :
P1 (H2O) + F (H2O) = E1 (H2O) + R1 (H2O)
E1 (H2O) = P1 (H2O) + R1 (H2O) - F (H2O)
P1 (H2O) = V pelarut × ρ H2O
= 200 mL × 1 g/Ml
= 200 gram
m H2O dalam rafinat = m rafinat basah – m rafinat kering
= 0,3 gr – 0,4 gr = 0,2 gr
m rafinat
R1 (H2O) = × m H 2O
m rafinat basah
7,3 gr
= × 0, 2 g = 2,433 gr
0, 6 gr
E1 (H2O) = 200 gr + 0,4585 gr – 2,433 gr
= 198,025 gr
E1 (NaOH) = E1 - E1(H2O)
= 258,02 gr – 198,025 gr
= 59,995 gr
[Link]-3
b. Analisa Rafinat
Massa CaCO3 dalam rafinat :
R1 (CaCO3) = m rafinat - R1 (H2O)
[Link]-4
= 7,3 gr – 2,433 gr
= 4,867 gr
Stage 2
R1
a. Analisa ekstrak
Diketahui : Vpelarut = 194 mL
ρ H2O= 1 g/mL
Neraca Massa :
P2 (H2O) + R1 (H2O) = E2 (H2O) + R2 (H2O)
E2 (H2O) = P2 (H2O) + R1 (H2O) - R2 (H2O)
P2 (H2O) = Vpelarut × ρ H2O
= 194 mL × 1 gr/mL
= 194 gr
m H2O dalam rafinat = m rafinat basah – m rafinat kering
[Link]-3
m rafinat
R2 (H2O) = × m H 2O
m rafinat basah
5,3 g r
= × 0,3 g r = 2,65 gr
0, 6 gr
E2 (H2O) = P2 (H2O) + R1 (H2O) - R2 (H2O)
= 194 gr + 2,433 gr – 2,65 gr
= 193,783 gr
b. Analisa Rafinat
Massa CaCO3 dalam rafinat :
R2 (CaCO3) = m rafinat – R2 (H2O)
= 5,3 gr – 2,65 gr
= 2,65 gr
Stage 3
F(CaCO3 + CaO + H2O)
E2
3
N1 ∙ V 1 0, 1 N ∙ 19,5 mL
N2 = = = 0,195 N
V2 10 mL
[Link]-3
a. Analisa ekstrak
[Link]-6
Neraca Massa :
E2 (H2O) + F3 (H2O) = E3 (H2O) + R3 (H2O)
E3 (H2O) = E2 (H2O) + F3 (H2O) – R3 (H2O)
m H2O dalam rafinat = m rafinat basah – m rafinat kering
= 0,7 gr – 0,2 gr = 0,5 gr
m rafinat
R3 (H2O) = × m H 2O
m rafinat basah
7,4 g r
= × 0, 5 g r = 5,2857 gr
8,7 gr
E3 (H2O) = E2 (H2O) + F3 (H2O) – R3 (H2O)
= 193,783 gr + 0,4585 gr – 5,286 gr
= 188,956 gr
E3 (NaOH) = E3 – E3 (H2O)
= 246,560 gr – 188,956 gr
= 57,604 gr
b. Analisa Rafinat
Massa CaCO3 dalam rafinat :
R3 (CaCO3) = m rafinat – R3 (H2O)
= 7,4 gr – 5,2857 gr
= 2,114 gr
R 3 ( CaCO3 ) 2,114 g r
X (CaCO3) = = = 0,5
R3 7,4 g r
Stage 4
R2
a. Analisa ekstrak
Diketahui : Vpelarut = 190 mL
ρ H2O= 1 gr/mL
Neraca Massa :
P4 (H2O) + R2 (H2O) = E4 (H2O) + R4 (H2O)
E4 (H2O) = P4 (H2O) + R2 (H2O) – R4 (H2O)
P4 (H2O) = Vpelarut × ρ H2O
= 190 mL × 1 gr/mL
= 190 gr
m H2O dalam rafinat = m rafinat basah – m rafinat kering
= 0,8 gr – 0,2 gr = 0,6 gr
m rafinat
R4 (H2O) = × m H 2O
m rafinat basah
5,9 gr
= × 0, 6 gr = 4,425 gr
0, 8 gr
E4 (H2O) = P4 (H2O) + R2 (H2O) – R4 (H2O)
= 192 gr + 2,65 gr – 4,425 gr
= 190,225 gr
[Link]-3
[Link]-8
b. Analisa Rafinat
Massa CaCO3 dalam rafinat :
R4 (CaCO3) = m rafinat – R4 (H2O)
= 5,9 gr – 4,425 gr
= 1,475 gr
Stage 5
R3
E4
5
a. Analisa Ekstrak
Neraca Massa :
E4 (H2O) + R3 (H2O) = E5 (H2O) + R5 (H2O)
E5 (H2O) = E4 (H2O) + R3 (H2O) - R5 (H2O)
m H2O dalam rafinat = m rafinat basah – m rafinat kering
= 0,8 gr – 0,1 gr = 0,7 gr
m rafinat
R5 (H2O) = × m H 2O
m rafinat basah
9,2 g r
= × 0, 7 g r = 8,050 gr
0,8 gr
E5 (H2O) = E4 (H2O) + R3 (H2O) - R5 (H2O)
= 190,225 gr + 5,286 gr – 8.050 gr
= 187,461 gr
[Link]-3
[Link]-9
b. Analisa Rafinat
Massa CaCO3 dalam rafinat :
R5 (CaCO3) = m rafinat – R5 (H2O)
= 9,2 gr – 8,05 gr
= 1,150 gr
Stage 6
Vtitran (V1) = 20 mL
N1 ∙ V 1 0, 1 N ∙ 20 mL
N2 = = = 0,200 N
V2 10 mL
a. Analisa ekstrak
Diketahui : V ekstrak = 178 mL
ρ ekstrak = 1,35 gr/mL
massa ekstrak (E6) = Vekstrak × ρekstrak
= 178 mL × 1,35 gr/mL
= 240,300 gr
[Link]-10
Neraca Massa :
E5 (H2O) + F6 (H2O) = E6 (H2O) + R6 (H2O)
E6 (H2O) = E5 (H2O) + F6 (H2O) – R6 (H2O)
m H2O dalam rafinat = m rafinat basah – m rafinat kering
= 0,9 gr – 0,1 gr = 0,8 gr
m rafinat
R6 (H2O) = × m H 2O
m rafinat basah
8,7 g r
= × 0, 8 g r = 7,733 gr
0, 9 g r
E6 (H2O) = E5 (H2O) + F6 (H2O) – R6 (H2O)
= 187,461 gr + 0,4585 gr – 7,733 gr
= 180,186 gr
E6 (NaOH) = E6 – E6 (H2O)
= 240,30 gr – 180,186 gr
= 60,114 gr
b. Analisa Rafinat
Massa CaCO3 dalam rafinat :
R6 (CaCO3) = m rafinat – R6 (H2O)
= 8,7 gr – 7,733 gr
= 0,967 gr