0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan93 halaman

Pelayanan Kontrasepsi untuk Dokter dan Bidan

Diunggah oleh

Hadiya Kusmega
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan93 halaman

Pelayanan Kontrasepsi untuk Dokter dan Bidan

Diunggah oleh

Hadiya Kusmega
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

M O D U L P E L AT I H A N

MPI
3 PELAYANAN
KONTRASEPSI

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 83
M O D U L P E L AT I H A N

84 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

MATA PELATIHAN INTI 3


PELAYANAN KONTRASEPSI

I. DESKRIPSI SINGKAT
Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mempercepat penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) yang disebabkan karena Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan
kehamilan 4 (empat) terlalu yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu
dekat. Program ini diselenggarakan melalui pelayanan kontrasepsi yang bertujuan untuk
memenuhi hak reproduksi setiap orang, membantu merencanakan kapan dan berapa jumlah
anak yang diinginkan, serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Penggunaan alat
kontrasepsi secara tepat juga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi, sehingga
pemenuhan akan akses dan kualitas pelayanan KB sudah seharusnya menjadi prioritas
dalam pelayanan kesehatan. Materi ini akan memberikan panduan tentang berbagai jenis
metode kontrasepsi, mulai dari cara kerja, efektivitas sampai prosedur klinis pelayanan
suatu metode KB.

II. HASIL BELAJAR DAN INDIKATOR HASIL BELAJAR


A. Hasil Belajar
Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu melakukan pelayanan kontrasepsi.

B. Indikator Hasil Belajar


Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu:
1. Menjelaskan metode-metode kontrasepsi
2. Melakukan pelayanan kontrasepsi dengan metode suntik
3. Melakukan pelayanan kontrasepsi dengan metode pil
4. Melakukan pelayanan kontrasepsi dengan metode kondom.
5. Melakukan pelayanan kontrasepsi dengan metode kontrasepsi AKDR
6. Melakukan pelayanan kontrasepsi dengan metode implan

III. MATERI POKOK DAN SUB MATERI POKOK


Dalam modul ini akan dibahas materi pokok dan sub materi pokok sebagai berikut:

Materi Pokok 1. Metode-Metode Kontrasepsi


Sub Materi Pokok 1
a. Klasifikasi
b. Metode-Metode Kontrasepsi
- Tubektomi

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 85
M O D U L P E L AT I H A N

- Vasektomi
- Metode Amenore Laktasi (MAL)
- Sadar Masa Subur
- Sanggama Terputus

Materi Pokok 2. Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Suntik


Sub Materi Pokok 2
a. Definisi
b. Cara Kerja dan Efektivitas
c. Jangka Waktu Pemakaian
d. Keuntungan dan Keterbatasan
e. Kriteria Kelayakan Medis
f. Waktu Pemberian
g. Efek Samping dan Komplikasi
h. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Suntik

Materi Pokok 3. Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Pil


Sub Materi Pokok 3
a. Definisi
b. Cara Kerja dan Efektivitas
c. Jangka Waktu Pemakaian
d. Keuntungan dan Keterbatasan
e. Kriteria Kelayakan Medis
f. Waktu Pemberian
g. Efek Samping dan Komplikasi
h. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Pil

Materi Pokok 4. Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Kondom


Sub Materi Pokok 4
a. Definisi
b. Cara Kerja dan Efektivitas
c. Keuntungan dan Keterbatasan
d. Kriteria Kelayakan Medis
e. Waktu Pemakaian
f. Efek Samping dan Komplikasi
g. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Kondom

Materi Pokok 5. Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode AKDR


Sub Materi Pokok 5
a. AKDR Copper
- Definisi
- Cara Kerja dan Efektivitas
- Jangka Waktu Pemakaian
- Keuntungan dan Keterbatasan
- Kriteria Kelayakan Medis
- Waktu Pemasangan
- Efek Samping dan Komplikasi
b. AKDR LNG
- Definisi
- Cara Kerja dan Efektifitas
- Jangka Waktu Pemakaian
- Keuntungan dan Keterbatasan
- Kriteria Kelayakan Medis
- Waktu Pemasangan
- Efek Samping dan Komplikasi

86 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

c. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode AKDR


- Pemasangan AKDR interval
- Pencabutan
- Pemasangan AKDR Pasca Plasenta

Materi Pokok 6. Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Implan


Sub Materi Pokok 6
a. Definisi
b. Cara Kerja dan Efektivitas
c. Jangka Waktu Pemakaian
d. Keuntungan dan Keterbatasan
e. Kriteria Kelayakan Medis
f. Waktu Pemasangan
g. Efek Samping dan Komplikasi
h. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Implan
- Pemasangan
- Pencabutan

IV. METODE
1. Ceramah interaktif
2. Studi kasus
3. Simulasi
4. Praktik lapangan
5. Pemutaran video

V. MEDIA DAN ALAT BANTU


1. Bahan tayang
2. Video tentang alat-alat kontrasepsi
3. Modul
4. Laptop/komputer
5. LCD projector
6. Spidol
7. Koneksi Internet
8. Flip Chart
9. Alat kontrasepsi (AKDR, implan, dan kondom)
10. Kalender
11. Set AKDR termasuk APD
12. Set Implan termasuk APD
13. Phantom IUD interval
14. Phantom IUD mama-U
15. Phantom lengan
16. Phantom penis
17. Panduan studi kasus
18. Lembar kasus
19. Panduan simulasi
20. Daftar tilik

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 87
M O D U L P E L AT I H A N

VI. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


Berikut langkah-langkah kegiatan dalam proses pembelajaran materi ini.

Langkah 1.
Pengkondisian
1. Fasilitator menyapa peserta dengan ramah dan hangat. Apabila belum pernah
menyampaikan sesi di kelas, mulailah dengan perkenalan. Perkenalkan diri dengan
menyebutkan nama lengkap, instansi tempat bekerja, dan materi yang akan
disampaikan.
2. Sampaikan tujuan pembelajaran materi Pelayanan Kontrasepsi yang akan disampaikan,
sebaiknya dengan menggunakan bahan tayang.

Langkah 2.
Diskusi singkat mengenai materi yang akan disampaikan
Fasilitator menjelaskan materi Pelayanan Kontrasepsi dengan metode ceramah interaktif
sehingga peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pendapatnya selama
pemaparan materi.

Langkah 3.
Ketua: mengkoordinasikan seluruh kegiatan, mencari ide pengembangan proses
pembuatan buku
Pembahasan per Materi
1. Fasilitator menyampaikan paparan materi sesuai urutan materi pokok dan sub
materi pokok dengan menggunakan bahan tayang. Kaitkan juga dengan pendapat/
pemahaman yang dikemukakan oleh peserta agar mereka merasa dihargai.
2. Fasilitator memutarkan video materi Pelayanan Kontrasepsi.
3. Fasilitator memandu diskusi mengenai materi Pelayanan Kontrasepsi.

Langkah 4.
Penugasan
1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok dan menjelaskan panduan studi
kasus materi pelayanan kontrasepsi. Kemudian, peserta melakukan diskusi kelompok
dan mengerjakan lembar kasus sesuai dengan panduan yang disampaikan.
2. Fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok dan memberikan penjelasan tentang
panduan simulasi mengenai pelayanan kontrasepsi dengan metode AKDR, implan,
suntik, pil, dan kondom.
3. Fasilitator melakukan simulasi pelayanan kontrasepsi kemudian peserta memperagakan
prosedur secara bergantian.
4. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok dan menjelaskan panduan praktik
lapangan tentang materi pelayanan kontrasepsi. Kemudian, peserta melakukan praktik
lapangan dengan pendampingan dari fasilitator.

Langkah 5.
Rangkuman Materi
1. Fasilitator memberikan rangkuman materi dengan tujuan untuk membantu peserta
memahami pokok-pokok isi pembelajaran dan mengingat materi yang sudah
disampaikan.
2. Fasilitator melakukan evaluasi menggunakan pre-post test dan daftar tilik untuk menilai
pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pembelajaran.
3. Fasilitator menutup sesi pembelajaran dengan mengucapkan terima kasih dan salam
perpisahan kepada peserta.

88 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

VII. URAIAN MATERI

Materi Pokok 1.
METODE-METODE KONTRASEPSI
Penggunaan metode kontrasepsi ditujukan untuk mencegah dan membatasi kehamilan.
Penegakkan diagnosis kehamilan sebelum memulai metode sangat penting dilakukan
untuk mencegah komplikasi yang tidak diharapkan. Tenaga kesehatan perlu melakukan
identifikasi kondisi klien sebelum memberikan pelayanan KB dengan memastikan hal-hal
berikut:
1. Tidak melakukan hubungan seksual sejak haid terakhir
2. Menggunakan kontrasepsi dengan tepat dan konsisten
3. Berada pada siklus haid hari ke-7 setelah haid normal
4. Dalam masa 4 minggu pasca persalinan
5. Dalam masa 7 hari pasca keguguran
6. Menyusui sepenuhnya atau hampir sepenuhnya, amenorea, dan kurang dari 6 bulan
pasca persalinan

A. Klasifikasi
Metode KB diklasifikasikan berdasarkan 3 kategori yaitu kandungan, masa perlindungan,
dan modern/tradisional seperti yang terlihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Klasifikasi Metode Kontrasepsi


Metode Kandungan Masa Perlindungan Modern/Tradisional
Hormonal Non Hormonal MKJP Non MKJP Modern Tradisional
AKDR Cu √ √ √
AKDR LNG √ √ √
Implan √ √ √
Suntik √ √ √
Pil √ √ √
Kondom √ √ √
Tubektomi √ √ √
Vasektomi √ √ √
Metode Amenore Laktasi √ √ √
(MAL)
Sadar Masa Subur √ √ √
Sanggama Terputus √ √ √

Metode kontrasepsi yang digunakan dalam program pemerintah adalah berdasarkan


masa perlindungan yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non Metode
Kontrasepsi Jangka Panjang (non-MKJP).

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 89
M O D U L P E L AT I H A N

Efektivitas Metode Kontrasepsi

Metode Keluarga Berencana Angka Kehamilan Tahun Pertama Angka Kehamilan


12 bulan
Penggunaan Penggunaan Biasa Penggunaan Biasa
Konsisten & Benar
Implan 0,1 0,1 0,6
Vasektomi 0,1 0,15
Tubektomi 0,5 0,5
AKDR Levonorgestrel 0,5 0,7
AKDR Copper 0,6 0,8 1,4
MAL(6 bulan) 0,9e 2e
Kontrasepsi Suntik Kombinasi 0,05e 3e
Kontrasepsi Suntik Progestin 0,2 4 1,7
Kontrasepsi Pil Kombinasi 0,3 7 5,5
Kontrasepsi Pil Progestin 0,3 7
Kondom Pria 2 13 5,4
Kondom Perempuan 5 21
Sadar Masa Subur
Metode Hari Standar 2 12
Metode 2 Hari 4 14
Metode Ovulasi 3 23
Sanggama Terputus 4 20 13,4
Tanpa Metode 85 85

Keterangan:
0 - 0,9 Sangat Efektif
1-9 Efektif
10 - 19 Efektif Sedang
20 + Kurang Efektif

B. Metode-Metode Kontrasepsi
a. Tubektomi
1) Definisi
Prosedur bedah sukarela untuk menghentikan kesuburan secara permanen pada
perempuan yang tidak ingin anak lagi.
Terdapat 2 jenis tubektomi yaitu:
a) Mini laparotomi dengan membuat insisi kecil pada perut. Tuba fallopi ditarik ke
irisan untuk dipotong dan diikat. Terdapat dua jenis Mini laparotomi, yaitu:
- Mini laparotomi suprapubik: pada masa interval
- Mini laparotomi sub umbilikus: pada pasca persalinan
b) Laparoskopi dengan memasukkan pipa kecil panjang dengan lensa di dalamnya
ke dalam perut melalui insisi kecil. Laparoskopi memungkinkan dokter untuk
mencapai dan memblok atau memotong tuba falopi di dalam perut.

2) Cara Kerja
Mengoklusi tuba falopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin),
sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.

3) Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan:
- Sangat efektif, klien tidak perlu khawatir menjadi hamil atau khawatir mengenai
kontrasepsi lagi (0,5 kehamilan per 100 perempuan dalam tahun pertama
pemakaian)

90 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

- Segera efektif dan bersifat permanen


- Tidak mempengaruhi produksi ASI
- Tidak mengganggu sanggama
- Tidak memiliki efek samping dalam jangka panjang
- Klien tidak perlu melakukan atau mengingat apapun setelah prosedur dilakukan
- Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual
Keterbatasan:
- Kesuburan tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dengan operasi rekanalisasi
- Rasa sakit dalam jangka pendek setelah tindakan
- Harus dilakukan oleh dokter yang terlatih (untuk laparoskopi dilakukan oleh
Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi)
- Risiko pembedahan bertambah jika menggunakan anestesi umum
- Meningkatkan risiko kehamilan ektopik
- Tidak melindungi klien dari IMS dan HIV/AIDS

4) Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menjalani tubektomi, antara lain:
- Perempuan berusia > 22 tahun hingga < 45 tahun
- Perempuan yang pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan
serius
- Perempuan yang paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini
- Pasca Persalinan/ pasca keguguran
Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi, antara lain:
- Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum terjelaskan
- Perempuan dengan infeksi sistemik atau pelvik yang akut
- Perempuan yang kurang pasti mengenai keinginan untuk fertilitas di masa
depan
- Perempuan yang belum memberikan persetujuan medis

5) Waktu Pengerjaan
Seorang perempuan dapat memulai prosedur tubektomi kapanpun ia menghendaki
selama yakin ia tidak akan hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.

Kondisi Memulai Prosedur Tubektomi


Tanpa pendarahan Kapanpun jika yakin klien tidak hamil
Pasca abortus atau keguguran Dalam 48 jam setelah keguguran atau aborsi
tanpa komplikasi, jika sebelumnya klien telah
memberikan informed choice secara sukarela
Pasca persalinan - Segera atau dalam 48 jam pasca persalinan,
jika sebelumnya klien telah memberikan
informed choice secara sukarela
- Kapanpun 6 minggu atau lebih pasca persalinan
jika yakin klien tidak hamil
Haid teratur atau berganti dari metode lain - Kapan saja pada bulan tersebut
- Kapanpun dalam 7 hari setelah permulaan haid.
Tidak perlu menggunakan metode kontrasepsi
tambahan sebelum prosedur
- Jika lebih dari 7 hari setelah permulaan haid,
klien dapat menjalani prosedur kapanpun
selama yakin ia tidak hamil
- Jika klien berganti dari pil, ia dapat melanjutkan
penggunaan pil hingga menyelesaikan paket pil
untuk menjaga siklus regulernya
- Jika klien berganti dari AKDR, ia dapat segera
menjalani prosedur

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 91
M O D U L P E L AT I H A N

6) Efek Samping dan Komplikasi


Tidak ada efek samping

Komplikasi
Komplikasi dan penanganan dari metode tubektomi dapat dilihat pada tabel
berikut.

Komplikasi Penanganan
Infeksi - Dapat diberikan antibiotik dan bila terdapat
abses dapat dilakukan drainase.
Demam pasca operasi - Obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan.
Luka pada kandung kemih atau intestinal - Dilakukan konsultasi dan penanganan luka.
Hematoma - Gunakan packs yang hangat dan lembab
Emboli gas - Resusitasi dan tatalaksana emboli
Nyeri pada lokasi pembedahan - Tatalaksana sesuai dengan derajat nyeri dan
pastikan apakah ada infeksi
Perdarahan superfisial - Mengontrol perdarahan dan obati berdasarkan
temuan.
Saat dilakukan anestesi
Reaksi hipersensitivitas. - Pemberian anestesi lokal secara perlahan-lahan
dengan dosis sesuai berat badan.
- Bila terjadi penyulit seperti diatas, lakukan
langkah tindakan:
● Hentikan pemberian anestesi
● Baringkan klien dalam posisi Trendelenburg
dengan sudut miring tidak melebihi 15°.
● Evaluasi tanda-tanda vital. Jaga agar saluran
nafas tetap terbuka, jika ada sumbatan
harus dibersihkan dan pasang spatel lidah,
beri oksigen dengan tekanan gas serendah
mungkin dan harus dimonitor dengan gas
meter.
- Reaksi alergi biasanya responsif terhadap
pemberian antihistamin. Reaksi yang lebih
hebat mungkin memerlukan glukokortikoid
sistemik seperti metilprednisolon atau
deksametason.

b. Vasektomi
1) Definisi
Prosedur bedah sukarela yang memiliki risiko rendah untuk menghentikan
kesuburan secara permanen pada pria yang tidak ingin anak lagi. Vasektomi
dilakukan dengan memotong dan mengikat vas (ductus) deferens tanpa
menggunakan pisau bedah, dengan tujuan memutuskan aliran sperma dari testis
sehingga terjadi azoospermia.
2) Cara Kerja
Mengikat dan memotong setiap saluran vas deferens sehingga sperma tidak
bercampur dengan semen. Semen dikeluarkan, tetapi tidak dapat menyebabkan
kehamilan
3) Keuntungan dan Keterbatasan
Keuntungan:
- Aman, dan nyaman
- Sangat efektif dengan sekali Tindakan
- Permanen
- Pria mengambil tanggung jawab untuk kontrasepsi, mengambil alih beban pada
perempuan
- Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual

92 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

Keterbatasan:
- Tidak segera efektif (WHO menyarankan kontrasepsi tambahan selama 3 bulan
setelah tindakan, kurang lebih 20 kali ejakulasi)
- Komplikasi minor seperti infeksi, perdarahan, nyeri pasca operasi. Teknik tanpa
pisau merupakan pilihan mengurangi perdarahan dan nyeri dibandingkan teknik
inisiasi
- Harus dilakukan oleh dokter umum terlatih atau Dokter Spesialis Bedah dan
Dokter Spesialis Urologi
4) Kriteria Kelayakan Medis
Dengan konseling dan informed consent yang tepat, semua pria dapat menjalani
vasektomi secara aman, termasuk pria dengan kriteria berikut:
- Sudah memiliki jumlah anak > 2
- Mempunyai istri usia reproduksi
- Menderita penyakit anemia sel sabit (sickle cell anemia)
- Berisiko tinggi terinfeksi HIV atau IMS lainnya
- Terinfeksi HIV, sedang dalam pengobatan antiretroviral atau tidak
5) Waktu Tindakan
Jika tidak ada alasan medis untuk menunda, seorang pria dapat menjalani prosedur
vasektomi kapanpun ia menghendaki. Klien disarankan untuk menunggu selama
3 bulan sebelum mengandalkan vasektomi. Selama periode ini, pengguna boleh
melakukan hubungan seksual dengan catatan:
- Istri menggunakan kontrasepsi: teruskan metode KB istri selama 3 bulan ke
depan, selanjutnya KB istri dapat dihentikan.
- Jika istri tidak menggunakan kontrasepsi: klien harus menggunakan kontrasepsi
pelindung selama 3 bulan setelah tindakan.
Setelah 3 bulan tindakan, klien perlu melakukan pemeriksaan cairan sperma
untuk memastikan tercapainya azoospermia atau cairan kosong sperma saat
ejakulasi.
6) Efek Samping dan Komplikasi
Tidak ada efek samping
Komplikasi
Komplikasi dan penanganan dari metode vasektomi dapat dilihat pada tabel berikut:

Komplikasi Penanganan
Pasca Tindakan
Penyumbatan pembuluh darah (blood clot) - Biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa
minggu.
- Jika penyumbatan besar akan membutuhkan
penanganan bedah, segera rujuk.
Abses - Lakukan prosedur antiseptik.
- Drainase abses.
- Berikan antibiotik selama 7-10 hari.
- Jika terjadi sepsis, segera dirujuk.
Nyeri yang berlangsung lebih dari 1 bulan - Disarankan untuk menggunakan pakaian dalam
yang dapat menyangga skrotum.
- Dikompres dengan air hangat.
- Boleh diberikan anti nyeri.
- Jika tidak ada perbaikan, segera Rujuk.
Jangka Panjang
Antibodi sperma - Terbentuk jika spermatozoa masuk ke dalam
jaringan. Sampai saat ini tidak ditemui penyulit
yang disebabkan antibodi sperma.
Rekanalisasi spontan - Melakukan kembali VTP, lakukan interposisi
yakni dibuat barier vasia antara puntung
testikuler dan puntung abdominal.

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 93
M O D U L P E L AT I H A N

c. Metode Amenore Laktasi (MAL)


1) Definisi
Metode keluarga berencana sementara yang mengendalikan pemberian ASI
secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan ataupun
minuman apapun lainnya. MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi apabila:
- Ibu belum menstruasi bulanan
- Bayi disusui secara eksklusif dan sering disusui lebih dari 8 kali sehari, siang
dan malam.
- Bayi berusia kurang dari 6 bulan
2) Cara Kerja
Mekanisme kerja utama dengan cara mencegah pelepasan telur dari ovarium
(ovulasi). Sering menyusui secara sementara mencegah pelepasan hormon
alami yang dapat menyebabkan ovulasi
3) Efektivitas
Efektif hingga 6 bulan, jika klien belum ingin hamil dapat dikombinasikan dengan
metode kontrasepsi tambahan lain.
4) Keuntungan dan Keterbatasan
Keuntungan:
- Tidak membutuhkan biaya apapun
- Efektivitas tinggi
- Segera efektif
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak ada efek samping secara sistematik
- Tidak perlu obat atau alat
- Bayi mendapat kekebalan pasif
- Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi
yang optimal
- Mengurangi perdarahan pasca persalinan
- Meningkatkan hubungan psikologi ibu dan bayi
- Bagi bayi, MAL dapat menjadi imunisasi pasif dan perlindungan terhadap
berbagai penyakit infeksi lainnya.
Keterbatasan:
- Sangat tergantung pada motivasi klien dalam memberikan ASI eksklusif kepada
bayi
- Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30
menit pasca persalinan
- Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial
- Efektif hanya sampai dengan 6 bulan
5) Kriteria Kelayakan Medis
Semua perempuan menyusui dapat secara aman menggunakan MAL, tetapi
wanita dengan kondisi berikut perlu direkomendasikan metode lain:
- Terinfeksi HIV
- Menggunakan obat-obat tertentu selama menyusui (termasuk obat yang
mengubah suasana hati, reserpin, ergotamin, anti-metabolit, siklosporin,
kortikosteroid dosis tinggi, bromokriptin, obat-obat radioaktif, lithium, dan
antikoagulan tertentu)
- Bayi baru lahir memiliki kondisi yang membuatnya sulit untuk menyusui
(termasuk masa kehamilan yang pendek atau prematur dan membutuhkan
perawatan neonatus insentif, tidak mampu mencerna makanan secara normal,
atau memiliki deformitas pada mulut, rahang, atas palatum)
6) Waktu Penggunaan
Klien dapat memulai menggunakan MAL kapan saja jika memenuhi kriteria:
- Belum haid
- Tidak memberikan bayi makanan lain selain ASI

94 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

- Tidak memberikan periode panjang tanpa menyusui, baik siang atau malam
- Bayi berusia kurang dari 6 bulan

d. Sadar Masa Subur


1) Definisi
Seorang perempuan mengetahui kapan periode masa suburnya dari waktu mulai
dan berakhirnya siklus haid. Pasangan secara sukarela menghindari sanggama
pada masa subur perempuan.
Jenis metode sadar subur yaitu:
a. Metode berbasis kalender: meliputi mencatat hari dari siklus haid untuk
mengidentifikasi kapan mulai dan berakhirnya masa subur.
Pantau jumlah hari dari 6 siklus haid sambil menahan sanggama atau
menggunakan kontrasepsi tambahan, lalu hitunglah periode subur dengan
melihat data atau hasil perhitungan di bawah ini.
- Dari rata-rata hari siklus terpanjang dan dikurangi 18, maka inilah hari subur
terakhir dalam satu siklus haid.
- Dari rata-rata siklus terpendek, kemudian dikurangi 11, maka inilah hari
subur pertama (awal) dari siklus haid.
- Periode subur dihitung dari subur awal hingga subur akhir (misalnya hari ke-8
sampai 19 siklus haid) sehingga diperlukan abstinensia atau hari pantang
sanggama atau menggunakan kontrasepsi tambahan selama 12 hari dalam
1 siklus menstruasi yang sedang berlangsung.
b. Metode berbasis gejala: bergantung dari pengamatan tanda kesuburan
- Sekresi serviks: ketika seorang perempuan mengamati atau merasakan ada
sekresi serviks berupa lendir, kemungkinan klien subur. Klien mungkin hanya
merasa vaginanya sedikit basah.
- Suhu tubuh basal: suhu tubuh istirahat seorang perempuan sedikit meningkat
setelah melepaskan sel telur (ovulasi). Dia cenderung tidak akan hamil
dari 3 hari sejak peningkatan suhu tubuh ini sampai mulainya haid bulan
berikutnya. Suhu klien tetap dalam kondisi tinggi hingga permulaan haid
bulan berikutnya. Aturan perubahan suhu/temperatur:
● Ukurlah suhu pada jam yang sama setiap pagi hari, kemudian catat pada
grafik.
● Gunakan grafik nilai suhu dalam 10 hari pertama siklus haid (suhu puncak
harian “normal dan rendah”) dalam pola tertentu.
● Abaikan suhu yang tingginya abnormal (demam atau gangguan lain).
● Tariklah sebuah garis 0,05 hingga 0,1 celcius melalui yang tertinggi dari
semua nilai suhu dalam 10 pertama ini (garis pelindung/ garis suhu).
● Masa pantang sanggama dimulai dari kenaikan suhu berturut-turut.
● Bila periode tidak subur telah terlewati, klien boleh untuk tidak meneruskan
pengukuran suhu tubuh dan melakukan sanggama hingga akhir siklus
haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.
2) Cara Kerja
Menghindari hubungan seksual pada masa subur
3) Keuntungan dan Keterbatasan
Keuntungan:
- Tanpa biaya
- Tidak ada risiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi
- Tidak ada efek samping sistemik
- Meningkatkan keterlibatan suami dalam KB
Keterbatasan:
- Keefektifan tergantung dari kemauan dan disiplin pasangan
- Membutuhkan pelatihan (butuh pelatih, bukan tenaga medis)
- Perlu pencatatan setiap hari

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 95
M O D U L P E L AT I H A N

- Perlu pantang selama masa subur


- Infeksi vagina membuat lendir serviks sulit dinilai
- Perlu termometer khusus (skala sensitif)
- Tidak melindungi dari IMS dan HIV/AIDS
4) Kriteria Kelayakan Medis
Kriteria Kelayakan Medis untuk Metode Berbasis Kalender:
Semua perempuan dapat menggunakan metode berbasis kalender. Tidak ada
kondisi medis yang menghalangi penggunaan metode ini, namun beberapa
kondisi dapat membuat metode ini lebih sulit untuk digunakan secara efektif.
Pada situasi berikut Tunda dalam memulai penggunaan metode berbasis
kalender:
- Baru saja melahirkan atau sedang menyusui (Tunda hingga klien mendapat
minimal 3 siklus menstruasi dan siklusnya teratur lagi. Untuk beberapa bulan
setelah siklus yang teratur kembali, gunakan dengan perhatian.)
- Baru saja mengalami keguguran (Tunda hingga permulaan menstruasi bulan
berikutnya)
- Perdarahan vagina yang tidak teratur (Tunda hingga siklusnya menjadi lebih
teratur)
Pada situasi berikut Tunda atau gunakan dengan Hati-hati metode berbasis
kalender:
- Menggunakan obat yang membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur
(contohnya, antidepresan tertentu, medikasi tiroid, penggunaan antibiotik
tertentu dalam jangka panjang, atau penggunaan obat anti inflamasi non steroid
(NSAIDs) dalam jangka panjang seperti aspirin atau ibuprofen).
Kriteria Kelayakan Medis untuk Metode Berbasis Gejala:
Semua perempuan dapat menggunakan metode berbasis gejala. Tidak ada
kondisi medis yang menghalangi penggunaan metode ini, namun beberapa
kondisi dapat membuat metode ini lebih sulit untuk digunakan secara efektif
Pada situasi berikut ini, klien perlu berhati-hati dalam penggunaan metode
berbasis gejala:
- Setelah mengalami aborsi atau keguguran
- Siklus haid baru dimulai atau menjadi kurang teratur atau berhenti karena usia
yang lebih tua. Ketidaktahuan siklus haid umum terjadi pada perempuan muda
di beberapa tahun pertama setelah haid pertamanya dan pada perempuan yang
lebih tua yang mendekati menopause. Mengidentifikasi masa subur mungkin
sulit
- Kondisi kronis yang meningkatkan suhu tubuh klien (untuk metode suhu tubuh
basal dan simptotermal)
Pada situasi berikut, klien perlu menunda penggunaan metode berbasis gejala:
- Baru saja melahirkan atau sedang menyusui (tunda hingga sekresi normal
kembali biasanya minimal 6 bulan pasca melahirkan untuk perempuan menyusui
dan minimal 4 minggu pasca persalinan untuk perempuan yang tidak menyusui.
Untuk beberapa bulan setelah siklus kembali teratur, gunakan dengan hati-hati)
- Kondisi akut yang meningkatkan suhu tubuh (untuk metode basal dan
simptotermal)
- Menstruasi yang tidak teratur
Pada situasi berikut, klien perlu menunda atau berhati-hati dalam penggunaan
metode berbasis gejala:
- Menggunakan obat apapun yang dapat mengubah sekresi serviks, misalkan
antihistamin dan obat yang meningkatkan suhu tubuh, misalkan antibiotik.
5) Waktu Penggunaan
Setelah dilatih, pasangan dapat menggunakan metode kalender kapan saja. Bagi
klien yang tidak dapat memulai dengan segera, berikan metode kontrasepsi lain
untuk digunakan hingga mereka dapat memulai.

96 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Memulai Metode Berbasis Kalender


Memiliki siklus haid teratur Kapan pun pada bulan tersebut dan tidak perlu
menunda hingga permulaan siklus haid berikutnya.
Tidak haid Tunda metode berbasis kalender sampai haid
kembali.
Setelah melahirkan (menyusui atau Tunda metode kalender sampai klien melewati
tidak menyusui) 4 siklus haid dan panjang siklus terakhir yaitu 26 -
32 hari. Kembalinya siklus teratur pada perempuan
yang menyusui membutuhkan waktu lebih lama
dibandingkan wanita tidak menyusui.
Setelah keguguran atau aborsi Tunda metode berbasis kalender sampai haid
kembali. Klien bisa memulai metode kalender
lagi jika tidak terdapat pendarahan karena luka di
saluran genitalia.
Berganti metode hormonal Tunda metode berbasis kalender sampai haid
kembali. Jika klien beralih dari metode suntik,
tunda hingga jadwal suntikan selanjutnya dan
memulai metode berbasis kalender pada permulaan
menstruasi berikutnya.
Setelah menggunakan pil kontrasepsi Tunda metode berbasis kalender sampai haid
darurat kembali.

e. Sanggama Terputus
1) Definisi
Metode KB tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelamin (penis) nya dari
vagina sebelum mencapai ejakulasi. Disebut juga dengan koitus interuptus dan
“menarik keluar”.
2) Cara Kerja
Alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak
masuk ke dalam vagina akibatnya tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum
sehingga kehamilan dapat dicegah.
3) Keuntungan dan Keterbatasan
Keuntungan:
- Efektif bila dilaksanakan dengan benar
- Dapat digunakan setiap waktu
- Tidak memerlukan biaya
- Tidak ada efek samping
- Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya
- Meningkatkan keterlibatan suami dalam KB
Keterbatasan
- Efektivias sangat bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan
sanggama terputus
- Mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual
4) Kriteria Kelayakan Medis
Semua pria boleh melakukan metode sanggama terputus. Tidak ada kondisi
medis yang menghalangi penggunaan metode ini.
Sanggama terputus boleh untuk:
- Tidak mempunyai metode lain
- Jarang berhubungan seksual
- Keberatan menggunakan metode lain
- Pasangan yang memerlukan kontrasepsi dengan segera
- Pasangan yang memerlukan metode sementara sampai menunggu metode
yang lain
Sanggama terputus tidak boleh untuk:
- Pria dengan pengalaman ejakulasi dini
- Pria yang sulit melakukan sanggama terputus

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 97
M O D U L P E L AT I H A N

Materi Pokok 2.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE SUNTIK
Metode kontrasepsi suntik terdiri dari 2 jenis, yaitu Kontrasepsi Suntik Kombinasi (KSK)
dan Kontrasepsi Suntik Progestin (KSP).

Kontrasepsi Suntik Kombinasi (KSK)

1. Definisi
Kontrasepsi Suntik Kombinasi (KSK) yang mengandung 2 hormon yaitu progestin dan
estrogen seperti hormon progesterone dan estrogen alami pada tubuh perempuan.

2. Cara Kerja dan Efektivitas


- Mencegah pelepasan sel telur dari ovarium (menekan ovulasi)
- Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu
- Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implementasi terganggu
- Menghambat transportasi gamet oleh tuba

3. Jangka Waktu Pemakaian


- Medroxyprogesterone Acetate (MPA)/Estradiol Cypionate, suntikan 1 bulan sekali,
suntikan 2 bulan sekali dan suntikan 3 bulan sekali
- Norethisterone Enanthate (NET-EN)/ Estradiol Valerate, suntikan 1 bulan sekali.

4. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan
- Tidak perlu pemakaian setiap hari
- Dapat dihentikan kapan saja
- Tidak berpengaruh pada hubungan seksual
- Baik untuk menjarangkan kehamilan
Keterbatasan
- Harus kembali ke tenaga kesehatan untuk disuntik tepat waktu
- Efektivitas sangat tergantung pada ketepatan waktu klien kembali. Risiko kehamilan
meningkat saat klien terlambat suntik ulang atau melewatkan suatu suntikan
- Kemungkinan keterlambatan pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian

5. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan KSK
Hampir semua perempuan dapat menggunakan KSK secara aman dan efktif, termasuk
perempuan yang:
- Telah atau belum memiliki anak
- Perempuan usia reproduksi, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun
- Baru saja mengalami abortus atau keguguran
- Merokok berapapun jumlah batang rokok yang dihisap per hari dan berumur kurang
dari 35 tahun
- Merokok kurang dari 15 batang per hari dan berumur lebih dari 35 tahun
- Menderita anemia atau riwayat anemia
- Menderita varises vena
- Terkena HIV, sedang atau tidak sedang dalam terapi antiretroviral
Yang tidak boleh menggunakan KSK
perempuan dengan kondisi berikut sebaiknya tidak menggunakan KSK:
- Tidak menyusui dan melahirkan kurang dari 3 minggu, tanpa risiko tambahan
terbentuknya penggumapalan darah di vena dalam (TVD - Trombosis Vena Dalam)
- Tidak menyusui dan melahirkan antara 3 dan 6 minggu pasca persalinan dengan

98 P E L A Y A N A N K ONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN


M O D U L P E L AT I H A N

risiko tambahan yang memungkinkan terbentuknya TVD


- Sedang menyusui antara 6 minggu hingga 6 bulan setelah melahirkan
- Usia 35 tahun atau lebih dan merokok lebih dari 15 batang per hari
- Hipertensi (tekanan sistolik antara 140 sampai 159 mmHg atau tekanan distolik antara
90 dan 99 mmHg)
- Hipertensi terkontrol, yang memungkinkan untuk evaluasi lanjutan
- Riwayat hipertensi, dimana tekanan darah tidak dapat diukur (termasuk hipertensi
terkait kehamilan)
- Penyakit infeksi atau tumor berat
- Usia 35 tahun atau lebih dengan sakit kepala migrain tanpa aura
- Usia kurang dari 35 tahun dengan sakit kepala migrain yang telah muncul atau
memberat saat memakai KSK
- Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu, dan tidak muncul kembali
- Diabetes selama lebih dari 20 tahun atau mengalami kerusakan pembuluh darah
arteri, penglihatan, ginjal, atau sistem saraf karena diabetes
- Faktor risiko multiple untuk penyakit kardiovaskular arteri seperti usia tua, merokok,
diabetes, dan hipertensi
- Sedang dalam terapi lamotrigine. KSK dapat mengurangi efektivitas lamotrigin

Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KSK pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.

6. Waktu Pemberian
Seorang perempuan dapat memulai KSK kapanpun ia menghendaki selama ia yakin ia
tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.

Kondisi Waktu Pemberian


Menstruasi teratur atau berganti dari Kapan pun di bulan tersebut
metode non hormonal - Jika mulai dalam 7 hari setelah permulaan
menstruasinya, tidak perlu kontrasepsi tambahan*.
- Jika mulai lebih dari 7 hari setelah permulaan
menstruasinya, klien dapat mulai menggunakan KSK
kapan saja jika yakin tidak hamil. Perlu kontrasepsi
tambahan* untuk 7 hari pertama setelah suntikan.
- Jika berganti dari AKDR, ia dapat segera mulai
menggunakan KSK
Berganti dari metode hormonal - Segera, jika telah memakai kontrasepsi hormonal
secara konsisten dan benar atau yakin tidak hamil.
Tidak perlu menunggu menstruasi bulan berikutnya.
Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan*.
- Jika berganti dari suntik yang lain, penyuntikan
suntik yang baru dapat dilakukan saat suntik ulangan
seharusnya diberikan. Tidak perlu kontrasepsi
tambahan
ASI eksklusif atau hampir eksklusif Tunda suntik pertama sampai dengan 6 bulan setelah
Kurang dari 6 bulan setelah melahirkan melahirkan atau ketika ASI tidak lagi menjadi sumber
nutrisi utama bayi – mana saja yang lebih dulu
ASI eksklusif atau hampir eksklusif - Jika belum menstruasi, klien dapat memulai KSK kapan
Lebih dari 6 bulan setelah melahirkan saja jika yakin tidak hamil. Perlu kontrasepsi tambahan
untuk 7 hari pertama setelah suntikan.
- Jika telah menstruasi, klien dapat memulai KSk seperti
dianjurkan pada klien yang memiliki siklus menstruasi
normal
ASI tidak Eksklusif Tunda suntik pertama sampai dengan setidaknya 6
Kurang dari 6 minggu setelah melahirkan minggu setelah melahirkan

PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 99
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemberian


ASI tidak Eksklusif - Jika belum menstruasi, klien dapat memulai KSK kapan
Lebih dari 6 minggu setelah melahirkan saja jika yakin tidak hamil. Perlu kontrasepsi tambahan
untuk 7 hari pertama setelah suntikan.
- Jika telah menstruasi, klien dapat memulai KSB seperti
dianjurkan pada klien yang memiliki siklus menstruasi
normal
Tidak Menyusui Klien dapat mulai menggunakan KSK kapanpun
Kurang dari 4 minggu setelah melahirkan antara hari ke 21-28 setelah melahirkan. Tidak perlu
kontrasepsi tambahan. (Jika ada risiko tambahan untuk
trombosis vena dalam, tunggu hingga 6 minggu.
Tidak Menyusui - Jika belum menstruasi, klien dapat memulai KSK kapan
Lebih dari 4 minggu setelah melahirkan saja jika yakin tidak hamil. Perlu kontrasepsi tambahan
untuk 7 hari pertama setelah suntikan.
- Jika telah menstruasi, klien dapat memulai KSK seperti
dianjurkan pada klien yang memiliki siklus menstruasi
normal
Tidak menstruasi (tidak berhubungan - Segera. Jika klien mulai menggunakan dalam 7 hari
dengan melahirkan/menyusui) setelah keguguran trimester 1 atau trimester 2 atau
aborsi, tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika klien memulainya lebih dari 7 hari setelah
keguguran trimester 1 atau trimester 2 atau aborsi, ia
dapat memulai KSK kapan pun jika yakin tidak hamil.
Perlu kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama
setelah suntikan
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi Setelah pemakaian Kontrasepsi Pil Progestin (KPP) atau
Darurat (PKD) Pil Kontrasepsi Darurat Kombinasi (PKDK)
- Klien dapat mulai menggunakan suntik pada hari klien
selesai menggunakan PKD. Tidak perlu menunggu
menstruasi untuk mulai menggunakan suntik. Perlu
kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama setelah
suntikan.
- Jika klien tidak segera memulainya, namun kembali
untuk suntikan, maka ia dapat segera mulai kapan saja
jika yakin tidak hamil.
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi Darurat (PKD)
ulipristal asetat (UPA):
- Klien dapat mulai suntikan pada hari ke-6 setelah
minum PKD UPA. Tidak perlu menunggu menstruasi
bulan berikutnya. Ada interaksi antara KSK dan UPA
jika suntikan dimulai lebih awal dan karena keduanya
ada dalam tubuh, akibatnya satu atau keduanya akan
menjadi kurang efektif.
- Buat janji kunjungan kembali untuk suntik pada hari
ke-6 setelah penggunaan UPA, atau sesegera mungkin
setelahnya.
- Perlu kontrasepsi tambahan dari saat ia minum PKD
UPA sampai 7 hari sesudah suntikan.
- Jika klien tidak mulai suntik pada hari ke-6 namun
kembalinya nanti, ia dapat memulai suntikan kapan
saja jika yakin tidak hamil.

100 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

7. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping
Efek Samping Penanganan
Menstruasi irregular (tidak teratur) - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
beberapa bulan pasca pemasangan.
- Pengobatan jangka pendek, boleh diberikan asam
mefenamat 2x500mg selama 5 hari atau valdecoxib
diberikan 1x 40 mg selama 5 hari, dimulai sejak kondisi
tersebut terjadi.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Tidak ada menstruasi - Yakinkan klien jika kondisi ini tidak berbahaya.
Menstruasi yang banyak dan lama - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
beberapa bulan.
- Pengobatan jangka pendek, boleh diberikan asam
mefenamat diberikan 3x500mg selama 5 hari, atau
valdecoxib diberikan 1x40 mg selama 5 hari atau
ethinyl estradiol diberikan 1x50µg selama 21 hari
dimulai sejak kondisi tersebut terjadi.
- Jika perdarahan mengancam kesehatan, sarankan
untuk mengganti metode kontrasepsi.
- Sarankan untuk meminum obat penambah zat besi
untuk mencegah anemia.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Kembung atau rasa tidak nyaman di perut - Pertimbangkan solusi yang tersedia secara local.
Perubahan berat badan - Diet dan konsul gizi.
Perubahan mood dan hasrat seksual - Berikan dukungan yang sepantasnya jika perubahan
tersebut mempengaruhi hubungan dengan pasangan.
- Jika terjadi perubahan mood yang berat seperti depresi
mayor, maka harus mendapatkan perawatan segera.
Nyeri kepala biasa - Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.

Komplikasi
Efek Samping Penanganan
Perdarahan pervaginam yang tidak dapat - Rujuk ke fasyankes tingkat lanjut atau evaluasi riwayat
dijelaskan penyebabnya sebelumnya dan lakukan pemeriksaan pelvis, diagnosis
dan obati dengan tepat.
- Jika penyebab perdarahan tidak dapat ditemukan, ganti
metode kontrasepsi (selain implan dan AKDR)
- Jika perdarahan disebabkan infeksi menular seksual
atau penyakit radang panggul, klien tetap dapat
melanjutkan metode ini.
Kondisi kesehatan yang serius seperti - Stop suntikan kontrasepsi.
penyempitan pembuluh darah, penyakit - Ganti metode kontrasepsi.
hati yang berat, hipertensi yang berat, - Rujuk ke Fasyankes tingkat lanjut.
penyumbatan vena di tungkai atau paru,
stroke, kanker payudara atau kerusakan
arteri penglihatan, ginjal atau sistem saraf
pusat karena diabetes
Curiga kehamilan - Evaluasi kehamilan.
- Stop suntikan jika kehamilan terkonfirmasi.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 101
M O D U L P E L AT I H A N

Kontrasepsi Suntik Progestin (KSP)


1. Definisi
Kontrasepsi suntik yang mengandung progestin saja seperti hormon progesteron alami
dalam tubuh perempuan.
Terdapat 2 jenis KSP yaitu:
- Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) disebut juga Depo-Provera, KSP paling
banyak digunakan merupakan suntikan intramuskular. Versi subkutan pada sistem
suntik uniject dalam prefilled dosis tunggal syringe hipodermik sebagai depo subQ
provera 104 suntikan.
- Norethisterone Enanthate (NET-EN) suntikan intramuskular.

2. Cara Kerja dan Efektivitas


- Mencegah pelepasan telur dari ovarium (menekan ovulasi)
- Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
- Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi

3. Jangka Waktu Pemakaian


Suntik DMPA 3 bulan dan NET-EN 2 bulan.

4. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan
- Suntikan setiap 2-3 bulan
- Tidak perlu penggunaan setiap hari
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Dapat digunakan oleh perempuan menyusui dimulai 6 bulan setelah melahirkan
karena tidak mengganggu produksi ASI
- Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai premenopause
- Membantu mencegah: kanker endometrium, mioma uteri
- Mengurangi krisis sel sabit pada perempuan dengan anemia sel sabit dan gejala
endometriosis (nyeri panggul, haid yang tidak teratur)
- Mungkin membantu mencegah Penyakit Radang Panggul (PRP) simptomatis, anemia
defisiensi besi
- Mengurangi nyeri haid
- Mengurangi jumlah darah haid
- Mengurangi kejadian karsinoma payudara
- Tidak mengandung estrogen yang dapat berdampak pada klien dengan penyakit
jantung dan pembekuan darah
Keterbatasan
- Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan untuk suntikan
ulang
- Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
- Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, rata-rata 4 bulan
- Pada pemakaian jangka panjang dapat sedikit menurunkan densitas (kepadatan)
tulang
- Terjadi perubahan pola haid, umumnya metroragia atau spotting
- Terjadi penambahan berat badan
- Tidak mencegah IMS dan HIV/AIDS

5. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan KSP
Hampir semua perempuan dapat menggunakan KSP secara aman dan efktif, termasuk
perempuan yang:
- Telah atau belum memiliki anak
- Menikah atau tidak menikah

102 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Semua usia, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun


- Baru saja mengalami keguguran
- Merokok tanpa melihat usia perempuan maupun jumlah rokok yang dihisap
- Sedang menyusui, mulai segera pada 6 minggu pasca melahirkan
- Terkena HIV, sedang atau tidak sedang dalam terapi antiretroviral
Yang tidak boleh menggunakan KSP
perempuan dengan kondisi berikut sebaiknya tidak menggunakan KSP:
- Hamil atau diduga hamil, karena berisiko menimbulkan kecacatan pada janin 7 per
100.000 kelahiran
- Klien yang tidak dapat menerima gangguan haid terutama amenorrhea
- Menyusui dan melahirkan kurang dari 6 minggu sejak melahirkan (pertimabngkan
risiko kehamilan selanjutnya dan kemungkinan terbatasnya akses lanjutan untuk
mendapatkan suntik)
- Hipertensi (tekanan sistolik 160 mmHg atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih)
- Mengalami penggumpalan darah akut pada vena dalam di kaki atau paru
- Riwayat penyakit jantung atau sedang menderita penyakit jantung terkait obstruksi
atau penyempitan pembuluh darah (penyakit jantung iskemik)
- Riwayat stroke
- Memiliki faktor risiko multiple untuk penyakit kardiovaskular dari seperti diabetes dan
hipertensi
- Mengalami perdarahan vaginal yang tidak diketahui sebelum evaluasi kemungkinan
kondisi medis serius yang mendasari
- Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu, dan tidak kambuh
- Diabetes selama lebih dari 20 tahun atau mengalami kerusakan pembuluh darah
arteri, penglihatan, ginjal, atau sistem saraf karena diabetes
- Menderita sirosis hati atau tumor hati
- Menderita systemic lupus erythematosus (SLE) dengan antibodi antifosfolipid positif
(atau tidak diketahui) dan tidak dalam terapi imunosupersif, atau trombositpenia berat.
Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KSP pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.

6. Waktu Pemberian
Klien dapat memulai KSP kapanpun dia menghendaki selama yakin tidak hamil dan
tidak ada kondisi yang menghambat.

Kondisi Waktu Pemberian


Menstruasi atau berganti dari metode Kapanpun pada bulan tersebut
non hormonal - Jika klien mulai dalam 7 hari setelah menstruasi, tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika klien mulai lebih dari 7 hari setelah menstruasi, dia
dapat mulai menggunakan KSP kapan saja jika yakin
tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi tambahan untuk
2 hari pertama minum pil.
- Jika berganti dari AKDR, dapat segera mulai
menggunakan KSP.
Berganti dari metode hormonal - Jika telah menggunakan metode hormonal secara
konsisten dan benar atau jika yakin tidak hamil, KSP
dapat segera digunakan. Tidak perlu menunggu haid
selanjutnya. Tidak diperlukan metode kontrasepsi
tambahan.
- Jika berganti dari kontrasepsi suntik lainnya, klien
dapat mulai menggunakan suntik baru saat suntik
ulangan seharusnya diberikan. Tidak perlu kontrasepsi
tambahan.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 103
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemberian


ASI eksklusif atau hamil eksklusif - Jika melahirkan kurang dari 6 minggu yang lalu, tunda
Kurang dari 6 bulan setelah melahirkan suntikan pertama sampai dengan setidaknya 6 minggu
setelah melahirkan.
- Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan KSP
kapan saja antara 6 minggu dan 6 bulan. Tidak perlu
metode kontrasepsi tambahan.
- Jika sudah haid, klien dapat mulai menggunakan KSP
seperti yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus
haid.
ASI eksklusif atau hamil eksklusif - Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan
Lebih dari 6 bulan setelah melahirkan KSP kapan saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode
kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama setelah
suntik.
- Jika sudah haid, klien dapat mulai menggunakan KSP
seperti yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus
haid.
ASI tidak eksklusif Tunda suntikan pertama sampai dengan setidaknya 6
Kurang dari 6 minggu setelah melahirkan minggu setelah melahirkan
ASI tidak eksklusif - Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan KSP
Lebih dari 6 minggu setelah melahirkan kapan saja jika dia yakin tidak hamil. Perlu metode
kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama setelah
suntik.
- Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KSP
seperti yang dianjurkan pada klien dengan siklus
menstruasi normal.
Tidak menyusui Klien dapat mulai menggunakan KSP kapan saja. Tidak
Kurang dari 4 minggu setelah melahirkan perlu metode kontrasepsi tambahan.
Tidak menyusui - Jika belum haid, klien dapat memulai KSP kapan
Lebih dari 4 minggu setelah melahirkan saya dia yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi
tambahan untuk 7 hari pertama setelah suntik.
- Jika haid telah haid, klien dapat memulai KSP seperti
yang dianjurkan pada klien dengan siklus menstruasi
normal.
Tidak menstruasi (tidak berhubungan Klien dapat mulai menggunakan KSP kapan saja
dengan melahirkan atau menyusui)
Pasca keguguran atau abortus - Segera. Jika klien mulai menggunakan dalam 7 hari
setelah keguguran atau aborsi trimester 1 atau 2, tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika klien mulai menggunakan KSP lebih dari 7
hari setelah keguguran atau aborsi, dia dapat mulai
menggunakan KSP kapan saja jika yakin tidak hamil.
Perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari
pertama setelah suntik.
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi Darurat - Dapat mulai menggunakan KSP pada hari yang sama
(PKD) jenis progestin atau kombinasi dengan minum PKD. Tidak perlu menunggu haid untuk
mendapatkan suntikan. Perlu metode kontrasepsi
tambahan untuk 7 hari pertama setelah suntikan.
- Bila klien tidak segera mulai menggunakan KSP, tetapi
kembali untuk suntik, dia dapat memulai kapan saja jika
yakin tidak hamil.
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi Darurat - Menunggu haid untuk mendapatkan suntikan. Suntikan
(PKD) jenis ulipristal asetat (UPA) dan UPA berinteraksi: jika suntik dimulai lebih dulu,
maka keduanya berada di dalam tubuh, akibatnya
salah satu atau keduanya dapat menjadi kurang efektif.
- Buat jadwal klien kembali untuk mendapatkan suntik
pada hari ke-6 setelah menggunakan PKD UPA atau
sesegera mungkin setelah itu.
- Klien perlu kontrasepsi tambahan dari saat ia
menggunakan PKD UPA selama 7 hari setelah suntik.
- Jika klien tidak mulai suntikan pada hari ke-6 tetapi
kembalinya agak terlambat untuk suntikan, dia mungkin
perlu mulai kapan saja dia yakin tidak hamil.

104 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

7. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Menstruasi irregular (tidak teratur) - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
beberapa bulan pasca pemasangan.
- Pengobatan jangka pendek, boleh diberikan asam
mefenamat 2x500 mg selama 5 hari atau valdecoxib
diberikan 1x40 mg selama 5 hari, dimulai sejak kondisi
tersebut terjadi.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Tidak ada menstruasi - Yakinkan klien jika kondisi ini tidak berbahaya.
Menstruasi yang banyak dan lama - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
beberapa bulan.
- Pengobatan jangka pendek, boleh diberikan asam
mefenamat diberikan 3x500 mg selama 5 hari, atau
valdecoxib diberikan 1x40 mg selama 5 hari atau
ethynyl estradiol diberikan 1x50µg selama 21 hari
dimulai sejak kondisi tersebut terjadi.
- Jika perdarahan mengancam kesehatan, sarankan
untuk mengganti metode kontrasepsi.
- Sarankan untuk meminum obat penambah zat besi
untuk mencegah anemia.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Kembung atau rasa tidak nyaman di perut - Pertimbangkan solusi yang tersedia secara lokal.
Perubahan berat badan - Diet dan konsul gizi.
Perubahan mood (suasana hati) - Berikan dukungan yang sepantasnya jika perubahan
dan hasrat seksual tersebut mempengaruhi hubungan dengan pasangan.
- Jika terjadi perubahan mood (suasana hati) yang
berat seperti depresi mayor, maka harus mendapatkan
perawatan segera.
Nyeri kepala biasa - Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.

Komplikasi

Efek Samping Penanganan


Perdarahan pervaginam yang tidak dapat - Rujuk atau evaluasi riwayat sebelumnya dan lakukan
dijelaskan penyebabnya pemeriksaan pelvis, diagnosis dan obati dengan tepat
- Jika penyebab perdarahan tidak dapat ditemukan, ganti
metode kontrasepsi (selain implan dan AKDR).
- Jika perdarahan disebabkan infeksi menular seksual
atau penyakit radang panggul, klien tetap dapat
melanjutkan metode ini.
Kondisi kesehatan yang serius seperti - Stop suntikan kontrasepsi.
penyempitan pembuluh darah, penyakit hati - Ganti metode kontrasepsi.
yang berat, hipertensi yang berat, - Rujuk ke Fasyankes tingkat lanjut.
penyumbatan vena di tungkai atau paru,
stroke, kanker payudara atau kerusakan
arteri penglihatan, ginjal atau sistem saraf
pusat karena diabetes
Curiga kehamilan - Evaluasi kehamilan.
- Stop suntikan jika kehamilan terkonfirmasi.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 105
M O D U L P E L AT I H A N

8. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Suntik


a. Kontrasepsi Suntik Kombinasi (KSK)

Langkah 1.
Menyiapkan satu dosis suntikan, jarum, dan syringe (alat suntik/spuit)
- 25 mg MPA/estradiol cypionate atau 50 mg NET-EN/estradiol valerate, suntikan
jarum intra muskular, dan syringe 2 ml atau 5 ml. NET-EN/estradiol valerate kadang
tersedia dalam bentuk syringe yang sudah terisi (prefilled syringe).
- Untuk setiap suntikan gunakan disposable auto-disable syringe dan jarum dari
kemasan baru bersegel (tidak melampaui tanggal kadaluarsa dan tidak rusak), jika
tersedia.

Langkah 2.
Cuci tangan menggunakan sabun dan air, jika memungkinkan.
Jika lokasi suntikan kotor, cuci dengan sabun dan air. Tidak perlu menyeka lokasi
suntikan dengan antiseptik.
Jika menggunakan “prefilled syringe”, lanjut ke Langkah 5.

Langkah 3.
Menyiapkan vial
- MPA/estradiol cypionate: kocok vial.
- NET-EN/estradiol valerate: tidak perlu mengocok vial.
- Tidak perlu menyeka bagian atas vial dengan antiseptik.
- Jika vial dingin, hangatkan dengan suhu kulit sebelum disuntikkan.

Langkah 4.
Mengisi syringe
Tusuk bagian atas vial dengan jarum steril dan isi syringe dengan dosis yang sesuai.

Langkah 5.
Menyuntikkan formula
Tusukkan jarum steril dalam-dalam ke pinggul (otot ventrogluteal), atau lengan atas
(otot deltoid), atau pantat (otot gluteal, bagian atas luar), atau paha luar (depan),
salah satu bagian yang dikehendaki oleh klien. Suntikan isi syringe.

Langkah 6.
Membuang syringe sekali pakai dan jarum secara aman.
- Jangan menutup kembali, membengkokkan, atau mematahkan jarum sebelum
dibuang.
- Letakkan pada tempat benda tajam
- Jangan menggunakan kembali syringe dan jarum sekali pakai.
Syringe dan jarum dihancurkan setelah sekali pakai karena bentuknya, alat-alat
tersebut sulit untuk didesinfeksi. Oleh karena itu, penggunaan kembali syringe atau
jarum yang sudah pernah dipakai dapat menyebarkan penyakit seperti HIV dan
hepatitis.
- Jika memakai syringe dan jarum yang dapat digunakan kembali, alat-alat tersebut
harus disterilkan kembali setelah digunakan dulu setelah pemakaian.

106 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Memberitahu nama suntikan dan membuat kesepakatan jadwal kunjungan


selanjutnya dalam 4 minggu.

b. Kontrasepsi Suntik Progestin (KSP)

Langkah 1.
Menyiapkan satu dosis suntikan, jarum, dan syringe
- DMPA 150 mg: syringe 3 ml
- NET-EN 200 mg: syringe 1 ml atau 3 ml

Langkah 2.
Cuci tangan menggunakan sabun dan air, jika memungkinkan.
- Jika lokasi suntikan kotor, cuci dengan sabun dan air. Tidak perlu menyeka lokasi
suntikan dengan antiseptik.
- Jika menggunakan “prefilled syringe”, lanjut ke Langkah 5.

Langkah 3.
Menyiapkan vial
- DMPA: Kocok vial pelan-pelan.
- NET-ET: Tidak perlu mengocok vial.
Tidak perlu menyeka bagian atas vial dengan antiseptik.
Jika vial dingin, hangatkan dengan suhu kulit sebelum disuntikkan.

Langkah 4.
Mengisi syringe
Tusuk bagian atas vial dengan jarum steril dan isi syringe dengan dosis yang sesuai.

Langkah 5.
Menyuntikkan formula
Tusukkan jarum steril dalam-dalam ke pinggul (otot ventrogluteal), atau lengan
atas (otot deltoid), atau pantat (otot gluteal, bagian atas luar), salah satu bagian
yang dikehendaki oleh klien. Suntikan isi syringe dan jangan memijat lokasi bekas
suntikan.

Langkah 6.
Membuang syringe sekali pakai dan jarum dengan aman
- Jangan menutup kembali, membengkokkan, atau mematahkan jarum sebelum
dibuang.
- Letakkan pada tempat benda tajam.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 107
M O D U L P E L AT I H A N

Materi Pokok 3.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE PIL
Kontrasepsi Pil Kombinasi (KPK)

1. Definisi
Pil yang mengandung 2 macam hormon berdosis rendah, yaitu progestin dan estrogen.
Seperti hormon progesteron dan estrogen alami pada tubuh perempuan yang harus
diminum setiap hari. Jenis KPK terdiri dari:

a. Monofasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen/ progestin dalam dosis yang sama. Jenis
monofasik yang beredar di pasaran yaitu:
- 21 pil mengandung 20 ug Ethinyl Estradiol (EE)/ 150 ug Levonorgestrel (LNG) dan
7 pil tanpa hormon
- 21 pil mengandung 30 ug EE/ 3000 ug Drospirenone dan 7 pil tanpa hormon
- 24 pil mengandung 30 ug EE/2000 ug Drospirenone dan 4 pil tanpa hormon

Estrogen

Progesteron

Hari 1 Hari 21

b. Bifasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen. progestin dalam dua dosis yang berbeda.
Jenis pil bifasik yang beredar dipasaran yaitu: 21 pil mengandung 0,02 mm EE/ 0,15
mg Desogestrel, 5 pil mengandung: 0,01 mg EE dan 2 pil tanpa hormon.

Estrogen

Progesteron

Hari 11

c. Trifasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen/ progestin dalam tiga dosisi yang berbeda.
Jenis pil trifasik yang beredar dipasaran yaitu: 7 pil mengandung 0,035 mg EE/0,5
mg Norethindrone, 7 pil mengandung 0,035 mg EE/0,75 mg Norethindrone, 7 pil
mengandung 0,035 mg EE/ 1 mg Norethindrone dan 7 pil tanpa hormon; dan 7 pil
mengandung 0,025 mg EE/0,100 mg Desogestrel, 7 pil mengandung 0,025 mg EE/
0,125 mg Desogestrel, 7 pil mengandung 0,025 mg EE/ 0,150 mg Desogestrel dan
7 pil tanpa hormon.

Estrogen

Progesteron

Hari 8 Hari 15

108 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

d. Kuadrafasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen/ progestin dalam empat dosis yang berbeda.
Jenis pil kuadrifasik yang beredar di pasaran yaitu: 2 pil mengandung 3 mg
estradiol valerate, 5 pil mengandung 2 mg estradiol valerate/ 2 mg dienogest, 17
pil mengandung 2 mg Estradiol valerate. 3 mg dienogest, 2 pil mengandung 1 mg
estradiol valerate dan 2 pil tanpa homron.

Estrogen

Progesteron

Hari Hari Hari Hari


3 8 25 27

2. Cara Kerja dan Efektivitas


- Mencegah pelepasan sel telur dari ovarium (menekan ovulasi)
- Mengentalkan lendir serviks sehingga sulit dilalui oleh sperma
- Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan
terganggu

3. Jangka Waktu Pemakaian


- 21 hari baik dari jenis monofasik atau bifasik
- 28 hari yang mungkin tergolong dalam jenis monofasik, bifasik, atau trifasik

4. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan
- Dapat mengontrol pemakaian
- Mudah digunakan
- Mudah didapat, misalnya di apotek atau toko obat
- Penghentian dapat dilakukan kapanpun tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan •
Tidak mengganggu hubungan seksual
- Siklus haid menjadi teratur
- Banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia)
- Tidak terjadi nyeri haid,
- Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan
- Membantu mencegah Kanker Endometrium, Kanker Ovarium, Kista ovarium Penyakit
Radang Panggul, Anemia Defisiensi Besi
- Mengurangi nyeri haid, nyeri ovulasi, masalah perdarahan menstruasi dan jerawat
Keterbatasan
- Mahal
- Harus diminum setiap hari secara teratur
- Mengurangi ASI pada perempuan menyusui

5. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan
Hampir semua perempuan dapat menggunakan KPK secara aman dan efektif, termasuk
perempuan yang:
- Telah atau belum memiliki anak
- Perempuan usia reproduksi, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun
- Setelah melahirkan dan selama menyusui, setelah periode waktu tertentu.
- Baru saja mengalami keguguran, atau kehamilan ektopik
- Merokok – jika usia di bawah 35 tahun • Menderita anemia atau riwayat anemia

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 109
M O D U L P E L AT I H A N

- Menderita varises vena


- Terkena HIV, sedang atau tidak dalam terapi antiretroviral

Yang tidak boleh menggunakan


Perempuan tidak dianjurkan untuk memakai KPK apabila dalam kondisi sebagai berikut:
- Tidak menyusui dan kurang dari 3 minggu setelah melahirkan, tanpa resiko tambahan
kemungkinan terjadinya penggumpalan darah pada vena dalam (TVD)
- Tidak menyusui dan antara 3 hingga 6 minggu pasca persalinan dengan resiko
tambahan kemungkinan terjadinya TVD
- Terutama menyusui antara 6 minggu hingga 6 bulan setelah melahirkan
- Usia 35 tahun atau lebih yang merokok
- Tekanan darah tinggi (tekanan sistolik antara 140 dan 159 mmHg atau tekanan
diastolik antara 90 dan 99 mmHg)
- Tekanan darah tinggi terkontrol, dan memungkinkan untuk dilakukan evaluasi lanjutan
- Riwayat tekanan darah tinggi, dan tekanan darah tidak dapat diukur (termasuk
tekanan darah tinggi terkait kehamilan)
- Riwayat jaundis saat menggunakan KPK sebelumnya
- Penyakit kandung empedu (sedang atau diobati secara medis)
- Usia 35 tahun atau lebih dengan sakit kepala migrain tanpa aura 36
- Usia kurang dari 35 tahun dengan sakit kepala migrain tanpa aura yang muncul atau
memberat ketika menggunakan KPK
- Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu, dan tidak kambuh
- Diabetes selama lebih dari 20 tahun atau mengalami kerusakan pembuluh darah,
penglihatan, ginjal, atau sistem saraf karena diabetes
- Faktor risiko multipel untuk penyakit kardiovaskular arteri seperti usia tua, merokok,
diabetes, dan tekanan darah tinggi
- Sedang dalam terapi barbiturat, carbamazepine, oxcarbazepine, fenitoin, primidone,
topiramate, rifampisin, atau rifabutin. Sebaiknya memakai metode kontrasepsi
tambahan karena obat-obatan tersebut mengurangi efektivitas KPK.
- Sedang dalam terapi lamotrigin. KPK dapat mengurangi efektivitas lamotrigin.

Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KPK pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.

6. Waktu Pemberian

Kondisi Waktu Pemberian


Menstruasi atau berganti dari metode Kapan saja pada bulan tersebut
non hormonal - Jika mulai dari 5 hari setelah permulaan haid, tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan
- Jika mulai lebih dari 5 hari setelah permulaan haid,
klien dapat mulai menggunakan KPK kapan saja jika
yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi tambahan
untuk 7 hari pertama minum pil.
- jika berganti dari AKDR, klien dapat segera mulai
menggunakan KPK
Berganti dari metode hormonal - Jika telah menggunakan kontrasepsi hormonal secara
konsisten dan benar atau jika yakin tidak hamil,
KPK dapat segera digunakan. Tidak perlu metode
kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama minum pil
- Jika berganti dari kontrasepsi suntik, klien dapat mulai
menggunakan KPK saat suntik ulangan seharusnya
diberikan. Tidak diperlukan metode kontrasepsi
tambahan.

110 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemberian


ASI eksklusif atau hamil eksklusif Berikan KPK dan beritahu klien untuk memulai
Kurang dari 6 bulan setelah menggunakannya 6 bulan setelah melahirkan atau ketika
melahirkan ASI tidak lagi menjadi sumber nutrisi bayi. Mana saja
yang lebih dahulu
ASI eksklusif atau hamil eksklusif Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan
Lebih dari 6 bulan setelah KPK kapan saja dia yakin tidak hamil. Perlu metode
melahirkan kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama minum pil
ASI tidak eksklusif Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KPK
Kurang dari 6 minggu setelah seperti yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus
melahirkan haid
ASI tidak eksklusif - Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan
Lebih dari 6 minggu setelah KPK kapan saja dia yakin tidak hamil. Perlu metode
melahirkan kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama minum pil.
- Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KPK seperti
saran yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus haid.
Tidak menyusui Klien dapat mulai menggunakan KPK kapan saja antara
Kurang dari 4 minggu setelah hari ke 21-28 setelah melahirkan. Berikan KPK kapan
melahirkan saja untuk mulai digunakan dalam 7 hari ini. Tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan. Jika ada risiko
tambahan untuk TVD, tunggu hingga 6 minggu.
Tidak menyusui - Jika klien belum haid, klien dapat mulai menggunakan
Lebih dari 4 minggu setelah KPK kapan saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode
melahirkan kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama minum pil.
- Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KPK seperti
yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus haid.
Tidak menstruasi (tidak berhubungan Klien dapat mulai menggunakan KPK kapan saja jika
dengan melahirkan atau menyusui) yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi tambahan
untuk 7 hari pertama minum pil.
Pasca keguguran atau abortus - Segera. Jika klien mulai menggunakan KPK dalam 7 hari
pasca keguguran atau aborsi trimester 1 atau 2, tidak perlu
metode kontrasepsi tambahan.
- Jika klien mulai menggunakan KPK lebih dari 7 hari pasca
keguguran atau aborsi, dia dapat mulai menggunakan KPK
kapan saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi
tambahan untuk 7 hari pertama minum pil.
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi - Setelah menggunakan PKD, klien dapat segera mulai
Darurat (PKD) jenis progestin atau atau memulai kembali penggunaan KPK. Tidak perlu
kombinasi menunggu siklus haid selanjutnya. Pengguna rutin KPK
yang membutuhkan PKD karena keliru memakai KPK, dapat
melakukan pil yang tersisa dari kemasan yang sekarang.
- Bila tidak segera mulai menggunakan KPK, tetapi tetap ingin
menggunakannya, klien dapat mulai menggunakan kapan
saja jika yakin tidak hamil.
- Semua klien perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7
hari pertama minum pil.
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi - Klien dapat memulai atau memulai kembali KPK pada
Darurat (PKD) jenis ulipristal asetat hari ke-6 setelah selesai minum PKD UPA. Tidak perlu
(UPA) menunggu haid selanjutnya. Kontrasepsi Pil Kombinasi
(KPK) dan UPA dapat berinteraksi jika KPK dimulai lebih
dulu, maka keduanya akan berada di dalam tubuh, akibatnya
salah satu atau keduanya bisa menjadi kurang efektif.
- Berikan pasokan pil yang cukup dan informasikan untuk
mulai pil tersebut di hari ke-6 setelah pemakaian KPD UPA.
- Perlu metode kontrasepsi tambahan dari mulai saat klien
menggunakan PKD UPA sampai pemakaian KPK selama 7
hari.
- Jika klien tidak mulai KPK pada hari ke-6 tetapi kembali
menggunakan KPK sesudahnya, dia dapat mulai
menggunakan kapan saja jika yakin tidak hamil.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 111
M O D U L P E L AT I H A N

7. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Menstruasi tidak teratur atau perdarahan - Minum pil setiap hari pada jam yang sama.
pervaginam - Ibuprofen 3 x 800 mg selama 5 hari.
- NSAID.
- Bila perdarahan tidak berhenti sarankan menggunakan
metode kontrasepsi lain.
Tidak menstruasi - Lakukan konseling bahwa terkadang setelah
pemakaian kontrasepsi pil menstruasi menjadi tidak
teratur dan bahkan tidak menstruasi.
- Pastikan pil diminum setiap hari.
- Pastikan klien tidak hamil.
Sakit kepala biasa (bukan migraine) - Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.
- Bila sakit kepala berlanjut maka konseling untuk
memilih kontrasepsi jenis lain.
Mual atau pusing - Untuk mengatasi mual minum pil menjelang tidur atau
saat makan.
Payudara nyeri - Sarankan menggunakan bra yang sesuai baik saat
aktivitas ataupun
- Kompres hangat atau dingin.
- Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.
Perubahan berat badan - Evaluasi pola makan dan konsul gizi bila perlu.
Perubahan mood dan aktivitas seksual - Lakukan konseling bila keluhan berlanjut sarankan
memilih kontrasepsi lain.
Jerawat - Jerawat umumnya timbul bersamaan dengan
penggunaan pil.
- Bila klien telah menggunakan pil kombinasi selama
beberapa bulan dan jerawat tetap ada maka berikan pil
dengan kombinasi lain jika ada atau sarankan memilih
kontrasepsi jenis lain.
Gastritis - Pil diminum setelah makan
- Jika diperlukan dapat diberikan antasida.

Komplikasi
Jarang ditemukan komplikasi

Kontrasepsi Pil Progestin (KPP)

1. Definisi
Pil yang mengandung progestin saja (tidak ada estrogen) dengan dosis yang sangat
rendah seperti hormon progesteron alami pada tubuh perempuan. Terdapat 2 jenis
yaitu:
- Kemasan 28 pil berisi 75 ug norgestrel
- Kemasan 35 pil berisi 300 ug levonorgestrel atau 350 ug norethindrone.

2. Cara Kerja dan Efektivitas


- Mencegah ovulasi
- Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
- Menjadikan endometrium tipis dan atrofi

112 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

3. Jangka Waktu Pemakaian


Efektif jika diminum setiap hari pada waktu yang sama. Kesuburan akan segera kembali
jika klien menghentikan konsumsi pil.

4. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan
- Dapat diminum selama menyusui
- Dapat mengontrol pemakaian
- Penghentian dapat dilakukan kapan pun tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Kesuburan cepat Kembali
- Mengurangi nyeri haid
- Mengurangi jumlah perdarahan haid
Keterbatasan
- Harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama, bila lupa satu pil saja,
kegagalan menjadi lebih besar
- Peningkatan/penurunan berat badan

5. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan
Perempuan dengan kondisi berikut bisa dianjurkan untuk menggunakan KPP:
- Sedang menyusui (dapat mulai segera setelah 6 minggu melahirkan)
- Telah atau belum memiliki anak
- Menikah atau tidak menikah
- Semua usia, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun
- Baru saja mengalami keguguran, atau kehamilan ektopik
- Merokok, tanpa melihat usia perempuan maupun jumlah rokok yang dihisap
- Menderita anemia atau riwayat semian
- Menderita varises vena
- Terkena HIV, sedang atau tidak sedang dalam terapi antiretroviral

Yang tidak boleh menggunakan


Perempuan dengan kondisi berikut tidak dianjurkan untuk menggunakan KPP:
- Mengalami penggumpalan darah akut pada vena dalam (trombosis vena dalam) di
kaki atau perut
- Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu, dan tidak kambuh
- Menderita sirosis hati atau tumor hati berat
- Mencerita systemic lupus erythematosus (SLE) dengan antibodi antifosfolipid positif
(atau tidak diketahui)
- Sedang dalam terapi barbiturat, carbamazepine, oxcarbazepine, fenitoin, primidone,
topiramate rifampisin, atau rifabutin. Sebaiknya memakai metode kontrasepsi
tambahan karena obat-obat tersebut mengurangi efektivitas KPP.

Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KPP pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 113
M O D U L P E L AT I H A N

6. Waktu Pemberian
Seorang perempuan dapat memulai KPP kapanpun ia menghendaki selama yakin ia
tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.

Kondisi Waktu Pemberian


ASI eksklusif atau hamil eksklusif - Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan KPP
Kurang dari 6 bulan setelah melahirkan kapan saja antara sesudah melahirkan dan 6 bulan.
Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari
pertama minum pil
- Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KPP
seperti yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus
haid
ASI eksklusif atau hamil eksklusif - Jika belum haid, klien dapat mulai menggunakan KPP
Lebih dari 6 bulan setelah melahirkan kapan saja antara jika yakin tidak haid. Perlu metode
kontrasepsi tambahan untuk 2 hari pertama minum pil
- Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KPP
seperti yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus
haid
ASI tidak eksklusif Klien dapat mulai menggunakan KPP kapan saja jika
Bila belum haid yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi tambahan
untuk 2 hari pertama minum pil
ASI tidak eksklusif Klien dapat mulai menggunakan KPP seperti yang
Bila telah haid dianjurkan pada klien yang memiliki siklus haid
Tidak menyusui Klien dapat mulai menggunakan KPP kapan saja. Tidak
Kurang dari 4 minggu setelah melahirkan perlu metode kontrasepsi tambahan.
Tidak menyusui - Jika klien belum haid, klien dapat mulai menggunakan
Lebih dari 4 minggu setelah melahirkan KPP kapan saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode
kontrasepsi tambahan untuk 2 hari pertama minum pil.
- Jika telah haid, klien dapat mulai menggunakan KPP
seperti yang dianjurkan pada klien yang memiliki siklus
haid.
Berganti dari metode hormonal - Jika telah menggunakan metode hormonal secara
konsisten dan benar atau jika yakin tidak hamil, KPP
dapat segera digunakan. Tidak perlu menunggu
menstruasi bulan berikutnya. Tidak perlu metode
kontrasepsi tambahan.
- Jika berganti dari kontrasepsi suntik, ia dapat mulai
menggunakan KPP saat suntik ulangan seharusnya
diberikan. Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
Menstruasi teratur atau berganti dari Kapan saja pada bulan tersebut
metode non hormonal - Jika klien mulai dalam 5 hari setelah permulaan
menstruasi, tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika mulai lebih 5 hari setelah permulaan menstruasi,
ia dapat mulai menggunakan KPP kapan saja jika yakin
tidak hamil. perlu metode kontrasepsi tambahan untuk
2 hari pertama minum pil.
- Jika klien berganti dari AKDR, ia dapat segera mulai
menggunakan KPP
Tidak menstruasi (tidak berhubungan KLien dapat mulai menggunakan KPP kapan saja jika
dengan melahirkan atau menyusui) yakin tidak hamil. perlu metode kontrasepsi tambahan
untuk 2 hari pertama minum pil.
Pasca keguguran atau abortus - Segera. Jika klien mulai menggunakan dalam 7 hari
setelah keguguran atau aborsi trimester 1 atau 2, tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika klien mulai menggunakan KPP lebih dari 7 hari
setelah keguguran/aborsi trimester 1 atau trimester 2,
ia dapat mulai menggunakan KPP kapan saja jika yakin
tidak hamil. perlu metode kontrasepsi tambahan untuk
2 hari pertama minum pil.

114 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemberian


Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi Setelah memakai PKD jenis progestin atau kombinasi:
Darurat (PKD) jenis progestin atau - Setelah selesai menggunakan PKD, wanita dapat
kombinasi segera memulai atau memulai kembali penggunaan
KPP. Tidak perlu menunggu menstruasi berikutnya.
Pengguna rutin KPP yang membutuhkan PKD karena
keliru memakai KPP, dapat melanjutkan pil yang tersisa
dari kemasan saat ini.
- Bila tidak segera memulai KPP, tetapi tetap ingin
menggunakannya, klien dapat mulai menggunakan
kapan saja jika yakin tidak hamil.
- Semua klien perlu metode kontrasepsi tambahan untuk
2 hari pertama minum pil.
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi Darurat - Klien dapat memulai atau memulai kembali KPP pada
(PKD) jenis ulipristal asetat (UPA) hari ke-6 setelah selesai minum PKD UPA. Tidak
perlu menunggu menstruasi berikutnya. Kontrasepsi
Pil Progestin (KPP) dan UPA dapat berinteraksi: jika
KPP dimulai lebih dulu, maka keduanya akan berada
di dalam tubuh, akibatnya salah satu atau keduanya
dapat menjadi kurang efektif.
- Berikan pasokan pil yang cukup dan informasikan
untuk memulai pil tersebut di hari ke-6 setelah
pemakaian PKD UPA.
- Perlu metode kontrasepsi tambahan dari mulai saat
klien memakai PKD UPA sampai pemakaian KPP
selama 2 hari.
- Jika klien tidak mulai KPP hari ke-6 tetapi kembali
menggunakan KPP sesudahnya, klien dapat mulai
menggunakan kapan saja jika yakin tidak hamil.

7. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Menstruasi tidak teratur atau perdarahan - Minum pil setiap hari pada jam yang sama.
pervaginam - Ibuprofen 3 x 800 mg selama 5 hari.
- NSAID.
- Bila perdarahan tidak berhenti sarankan menggunakan
metode kontrasepsi lain.
Tidak menstruasi - Lakukan konseling bahwa terkadang setelah
pemakaian kontrasepsi pil menstruasi menjadi tidak
teratur dan bahkan tidak menstruasi.
- Pastikan pil diminum setiap hari.
- Pastikan klien tidak hamil.
Sakit kepala biasa (bukan migraine) - Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.
- Bila sakit kepala berlanjut maka konseling untuk
memilih kontrasepsi jenis lain.
Mual atau pusing - Untuk mengatasi mual minum pil menjelang tidur atau
saat makan.
Payudara nyeri - Sarankan menggunakan bra yang sesuai baik saat
aktivitas ataupun tidur.
- Kompres hangat atau dingin.
- Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.
Perubahan berat badan - Evaluasi pola makan dan konsul.
- gizi bila perlu.
Perubahan suasana hati (mood) dan Lakukan konseling bila keluhan berlanjut sarankan
aktivitas seksual memilih kontrasepsi lain.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 115
M O D U L P E L AT I H A N

Efek Samping Penanganan


Jerawat - Jerawat umumnya timbul bersamaan dengan
penggunaan pil.
- Bila klien telah menggunakan pil progestin selama
beberapa bulan dan jerawat tetap ada maka berikan pil
dengan kombinasi lain jika ada atau sarankan memilih
kontrasepsi jenis lain.
Gastritis - Pil diminum setelah makan.
- Jika diperlukan dapat diberikan antasida.

Komplikasi
Komplikasi Penanganan
Amenorea Lakukan anamnesis dan pe riksaan untuk menentukan
kehamilan. Apabila klien hamil maka pil segera
dihentikan. Amenorea dapat terjadi karena efek
hormonal.
Mual, muntah dan pusing Apabila klien tidak hamil maka sarankan untuk minum pil
saat makan atau sebelum tidur.
Perdarahan pervaginam Dilakukan konseling untuk meminum pil pada waktu
yang sama dan jelaskan bahwa perdarahan umum
terjadi pada 3 bulan pertama dan akan segera berhenti.
Bila perdarahan tetap terjadi maka sarankan untuk
mengganti metode kontrasepsi.

8. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Pil

Langkah 1.
Memberikan konseling kepada klien tentang kontrasepsi metode pil
- Bertanya pada klien apa yang dia ketahui tentang Pil Kombinasi. Memperbaiki mitos,
rumor, atau informasi yang salah yang mungkin dia ungkapkan
- Menanyakan apakah klien pernah menggunakan Pil Kombinasi di masa lalu. Apa
pengalamannya?
- Memberi klien paket Pil Kombinasi untuk dilihat dan ditangani
- Menjelaskan keuntungan Pil Kombinasi, termasuk manfaat non-kontrasepsi
- Menjelaskan secara singkat bagaimana pil bekerja dan pentingnya meminumnya
setiap hari
- Menjelaskan potensi efek samping umum Pil Kombinasi. Tekankan bahwa dia
mungkin mengalami beberapa (atau mungkin tidak sama sekali) dari ini dan bahwa
semuanya dapat dikelola:
● Perubahan pola perdarahan (lebih ringan, tidak teratur, jarang atau tidak ada periode
bulanan)
● Mual (sakit perut)
● Sakit kepala
● Perubahan mood
● Payudara nyeri/kencang
● Pusing
● Kenaikan berat badan atau penurunan berat badan
- Meyakinkan klien bahwa sebagian besar efek samping tidak serius dan akan
berkurang atau berhenti setelah beberapa bulan penggunaan
- Menanggapi setiap pertanyaan atau masalah yang mungkin dimiliki klien
- Menjelaskan bahwa ia akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada klien dan
melakukan pemeriksaan fisik minimal untuk memastikan bahwa Pil Kombinasi secara
medis sesuai

116 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 2.
Melakukan skrining terhadap kondisi klien untuk penggunaan KB pil

Langkah 3.
Menjelaskan cara mengkonsumsi KB pil
- Memberi klien paket pilnya untuk dipegang dan dilihat
- Menunjukkan padanya bagaimana mengikuti anak panah pada kemasan.
- Jika klien menggunakan paket 28 pil, perintahkan dia untuk memulai paket baru
sehari setelah dia menghabiskan semua pil dalam paket
- Jika klien menggunakan paket 21 hari, perintahkan dia untuk menunggu 7 hari
sebelum memulai paket baru.
- Anjurkan klien untuk memulai pil pada hari pertama dari periode menstruasi berikutnya
(atau pada hari kelima dari periode menstruasi, atau gunakan pedoman lokal untuk
instruksi ini). Jika klien memulai pil setelah hari kelima dari siklusnya, dia harus
menggunakan metode cadangan selama 7 hari pertama.

Langkah 4.
Menjelaskan prosedur penggunaan jika pil terlewat
- Jika dia melewatkan satu pil, klien harus meminumnya segera setelah dia ingat. Ambil
yang berikutnya pada waktu yang biasa.
- Jika dia melewatkan dua pil, klien harus minum dua pil segera setelah dia ingat. Dia
harus minum dua pil keesokan harinya, dan menggunakan metode cadangan untuk
minggu depan. Klien harus menyelesaikan paket secara normal.
- Jika dia melewatkan lebih dari dua pil, atau mulai terlambat 3 hari atau lebih, klien
minum pil sesegera mungkin, lanjutkan minum 1 pil setiap hari, menggunakan kondom
atau hindari seks selama 7 hari berikutnya. Jika pil ini terlewat di minggu ke-3, klien
JUGA harus melewatkan pil tidak aktif dalam kemasan 28 pil dan segera memulai
kemasan baru. Jika pil tidak aktif terlewat, klien harus membuang pil yang terlewat
dan terus minum pil, 1 setiap hari.

Materi Pokok 4.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE KONDOM
Kondom Pria

1. Definisi
Selubung atau sarung karet yang berbentuk silinder dengan muaranya berpinggir tebal,
yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu yang
dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Terbuat dari berbagai bahan, seperti
lateks (karet), polyurethane, polyisoprene, kulit domba, dan nitrile. Jenis kondom pria
ada 4 yaitu kondom biasa, kondom berkontur (bergerigi), kondom beraroma, dan
kondom tidak beraroma.

2. Cara Kerja dan Efektivitas


a. Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas
sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut
tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan
b. Khusus untuk kondom yang terbuat dari lateks dan vinil dapat mencegah penularan
mikoorogasniame (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS) dari satu pasangan kepada
pasangan yang lain.
Efektivitas metode kondom tergantung pada penggunanya. Jika digunakan dengan
benar ketika berhubungan seksual, kemungkinan hamil hanya 2 per 100 kehamilan

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 117
M O D U L P E L AT I H A N

pada tahun pertama pemakaian. Kondom juga 80%-90% efektif mencegah infeksi HIV
pada klien.

3. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan
- Murah dan dapat dibeli bebas
- Tidak memerlukan pemeriksaan kesehatan khusus
- Proteksi ganda (selain mencegah kehamilan tetapi juga mencegah IMS termasuk
HIV-AIDS)
- Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik
eksogen pada serviks)
Keterbatasan
- Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi
- Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
- Bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
- Malu membelinya di tempat umum

4. Kriteria Kelayakan Medis


Semua pria dapat secara aman menggunakan kondom pria kecuali mereka dengan
reaksi alergi berat terhadap karet lateks.

5. Waktu Pemakaian
Kapan saja perempuan atau pasangan menginginkan perlindungan terhadap kehamilan
atau IMS

6. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping
Efek Samping Penanganan
Kondom rusak atau diperkirakan bocor - Buang dan pakai kondom baru atau gunakan kondom
(sebelum berhubungan) dan spermisida.
Kondom bocor atau dicurigai ada curahan - Pertimbangkan penggunaan kontrasepsi darurat.
di vagina saat berhubungan
Reaksi alergi - Ganti metode kontrasepsi atau jika tersedia gunakan
kondom yang terbuat dari lambskin atau gut.
- Terapi alerginya jika mengganggu.
Mengurangi kenikmatan hubungan seksual - Gunakan kondom yang lebih tipis atau anjurkan
metode kontrasepsi lain.

Komplikasi
Tidak ada komplikasi

Kondom Perempuan
1. Definisi
Sarung atau penutup yang lembut, transparan, dan tipis sesuai dengan vagina.
Mempunyai cincin lentur pada kedua ujung, satu cincin pada ujung tertutup membantu
untuk memasukkan kondom, cincin pada ujung terbuka untuk mempertahankan bagian
kondom tetap di luar vagina. Terbuat dari berbagai bahan, seperti lateks, polyurethane,
dan nitrile, di bagian dalam dan luar kondom dilapisi dengan lubrikan berbasis silikon.

2. Cara Kerja dan Efektivitas


Membuat penghalang yang mempertahankan sperma tetap berada di luar vagina,
sehingga mencegah kehamilan. Juga dapat mencegah penularan infeksi semen, penis,
atau vagina ke pasangan lain.

118 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

3. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan
- Dapat memprakarsai penggunaannya
- Memiliki tekstur yang lembut dan lembab, yang terasa lebih alami dibandingkan
kondom lateks pria saat berhubungan seksual
- Membantu melindungi dari kehamilan dan IMS, termasuk HIV
- Pada sebagian perempuan, cincin di bagian luar meningkatkan stimulasi seksual
- Dapat digunakan tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan
- Dapat dimasukkan lebih dahulu sehingga tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak mengurangi sensasi seksual
- Tidak harus segera dilepas setelah ejakulasi
Keterbatasan
Memerlukan latihan untuk cara pemakaian yang benar.

4. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan kondom perempuan yaitu semua perempuan dapat
menggunakan kondom perempuan kecuali mereka dengan reaksi alergi berat terhadap
lateks semestinya tidak menggunakan kondom perempuan berbahan lateks.

5. Waktu Pemakaian
Kapan saja perempuan atau pasangan menginginkan perlindungan terhadap kehamilan
atau IMS.

6. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Kondom rusak atau diperkirakan bocor - Buang dan pakai kondom baru atau gunakan kondom
(sebelum berhubungan) dan spermisida.
Kondom bocor atau dicurigai ada curahan - Pertimbangkan penggunaan kontrasepsi darurat.
di vagina saat berhubungan
Reaksi alergi - Ganti metode kontrasepsi atau jika tersedia gunakan
kondom yang terbuat dari lambskin atau gut.
- Terapi alerginya jika mengganggu.
Mengurangi kenikmatan hubungan seksual - Gunakan kondom yang lebih tipis atau anjurkan
metode kontrasepsi lain.

Komplikasi
Tidak ada komplikasi

Prosedur klinis pelayanan kontrasepsi dengan metode kondom


Kondom Pria

Langkah 1.
Menggunakan kondom baru setiap kali berhubungan seksual
- Cek kemasan kondom. Jangan digunakan jika robek atau rusak. Hindari menggunakan
kondom yang sudah melewati batas kadaluarsa. Hanya gunakan jika tidak ada kondom
yang lebih baru.
- Buka kemasan dengan hati-hati. Jangan gunakan kuku, gigi, atau apapun yang dapat
merusak kondom.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 119
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 2.
Memasang kondom di ujung penis yang ereksi dengan bagian yang tergulung di
sisi luar sebelum kontak fisik
- Untuk perlindungan terbaik, pasang kondom sebelum kontak alat kelamin

Langkah 3.
Membuka gulungan kondom sampai dasar penis yang ereksi
- Gulungan kondom seharusnya dapat dibuka dengan mudah. Membuka paksa akan
membuatnya robek ketika digunakan.
- Jika gulungan kondom tidak dapat dibuka dengan mudah, mungkin kondom tersebut
terbalik, rusak, atau sudah terlalu lama. Buanglah dan gunakan kondom baru.
- Jika kondom terbalik dan tidak ada kondom lain yang tersedia, balik kondom dan pasang
pada penis.

Langkah 4.
Memegang pinggiran kondom dan tarik penis ketika masih ereksi segera setelah
ejakulasi
- Tarik keluar penis.
- Lepaskan kondom, hindari semen tertumpah.
- Jika berhubungan seksual lagi atau berganti ke aktivitas seksual yang lain, gunakan
kondom baru.

Langkah 5.
Membuang kondom bekas secara aman
Bungkus kondom dalam kemasannya dan buang ke tempat sampah. Jangan buang ke
toilet karena akan menyumbat pipa.

Kondom Perempuan

Langkah 1.
Menggunakan kondom perempuan yang baru setiap kali berhubungan seksual
- Cek kemasan kondom. Jangan digunakan jika kemasan robek atau rusak. Hindari
menggunakan kondom yang sudah melewati batas kadaluarsa. Hanya gunakan jika
tidak ada kondom yang lebih baru.
- Jika memungkinkan, cuci tangan dengan sabun lembut dan air bersih sebelum memasang
kondom.

Langkah 2.
Memasang kondom ke dalam vagina sebelum kontak fisik
- Untuk perlindungan terbaik, pasang kondom sebelum penis kontak dengan vagina.
Dapat dipasang sampai dengan 8 jam sebelum hubungan seksual.
- Pilih satu posisi yang nyaman untuk memasang – jongkok, mengangkat satu kaki, duduk,
atau berbaring
- Gesekkan tepi kondom satu dengan lainnya agar lubrikan tersebar merata.
- Pegang cincin di ujung yang tertutup, dan tekan sehingga menjadi panjang dan sempit.
- Dengan tangan lainnya, buka bibir luar (labia) dan tempatkan kondom pada bukaan
vagina.
- Dengan hati-hati, tekan cincin bagian dalam ke dalam vagina sedalam mungkin.
Masukkan satu jari ke dalam kondom untuk mendorong kondom ke tempatnya. Sekitar
2 hingga 3 cm kondom dan cincin bagian luar akan tetap berada di luar vagina.

120 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 3.
Memastikan penis masuk dalam kondom dan tetap berada di dalam kondom
- Pria atau perempuan semestinya secara hati-hati memasukkan ujung penis ke dalam
kondom – bukan di antara kondom dan dinding vagina. Jika penis masuk di kondom,
segera tarik dan coba lagi.
- Jika saat berhubungan seksual, secara tidak sengaja kondom tertarik keluar dari vagina
atau cincin bagian luar terdorong saat berhubungan seksual, pasang kondom kembali
ke tempatnya.

Langkah 4.
Memegang cincin luar kondom, memutarnya untuk menutup rapat cairan di
dalamnya, dan menarik keluar vagina dengan hati-hati setelah penis dikeluarkan.
Kondom perempuan tidak harus segera dilepas setelah berhubungan seksual
- Lepas kondom sebelum berdiri, untuk menghindari tumpahnya semen.
- Jika berhubungan seksual lagi, gunakan kondom baru.
- Penggunaan kembali kondom perempuan tidak dianjurkan

Langkah 5.
Membuang kondom bekas dengan aman
- Bungkus kondom dalam kemasannya dan buang ke tempat sampah. Jangan buang ke
toilet karena akan menyumbat pipa

Materi Pokok 5.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE AKDR
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan suatu metode kontrasepsi yang
dipasang dalam rahim untuk mencegah terjadinya pertemuan antara sel telur dengan sel
sperma. Jenis AKDR ada 2 yaitu AKDR Cu (non hormonal) dan AKDR LNG (hormonal).

1. AKDR Copper

a. Definisi
AKDR Copper (AKDR Cu) adalah suatu rangka plastik yang lentur dan kecil dengan
lengan atau kawat Copper (tembaga) di sekitarnya.
Terdapat 2 jenis AKDR Cu yaitu AKDR Cu T-380A dan AKDR Nova T-380. AKDR-Cu ini
paling banyak beredar di Indonesia karena termasuk dalam program KB pemerintah.

b. Cara Kerja dan Efektivitas


Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke saluran telur karena tembaga pada
AKDR menyebabkan reaksi inflamasi steril yang toksik terhadap sperma.
Memiliki efektivitas tinggi berkisar 0,6-0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun
pertama (1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan). AKDR Cu juga sangat efektif dan
bersifat reversibel. AKDR Cu dapat dipakai oleh perempuan selama usia reproduksi,
termasuk remaja.

c. Jangka Waktu Pemakaian


Hasil studi menunjukkan bahwa AKDR CuT-380A efektif hingga 12 tahun, namun ijin
edar berlaku untuk 5-10 tahun penggunaan

d. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan:
- Efektif segera setelah pemasangan
- Metode KB berjangka panjang

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 121
M O D U L P E L AT I H A N

- Tidak mempengaruhi hubungan seksual


- Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
- Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak
terjadi infeksi)
- Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
- Kesuburan segera kembali setelah AKDR dilepas

Keterbatasan:
- Pemasangannya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih karena membutuhkan
prosedur medis termasuk pemeriksaan dalam
- Tidak ada perlindungan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS)/HIV
- Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering
berganti pasangan
- Pasangan mungkin merasakan benang ketika bersanggama
- Klien tidak bisa melepas AKDR sendiri
- AKDR mungkin keluar dari uterus tanpa diketahui
- Klien perlu memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Pada saat
melakukannya, klien harus memasukkan jarinya ke vagina yang seringkali membuat
rasa tidak nyaman

e. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan AKDR Cu
AKDR-Cu aman dan efektif bagi hampir semua perempuan dengan kriteria berikut:
- Telah atau belum memiliki anak
- Perempuan usia reproduksi, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun
- Baru saja mengalami keguguran (jika tidak ada infeksi)
- Sedang menyusui
- Melakukan pekerjaan fisik yang berat
- Pernah mengalami kehamilan ektopik
- Pernah mengalami Penyakit Radang Panggul (PRP)
- Menderita infeksi vagina
- Menderita anemia
- Menderita penyakit klinis HIV ringan atau tanpa gejala baik sedang atau tidak dalam
terapi antiretroviral

Yang tidak boleh menggunakan AKDR Cu


AKDR-Cu sebaiknya tidak digunakan oleh perempuan dengan kriteria sebagai berikut:
- Antara 48 jam hingga 4 minggu setelah melahirkan
- Antara 48 jam dan 4 minggu pasca persalinan
- Penyakit trofoblas gestasional nonkanker (jinak)
- Menderita kanker ovarium
- Memiliki risiko individual sangat tinggi untuk IMS pada saat pemasangan
- Mengidap penyakit klinis HIV berat atau lanjut
- Menderita systemic lupus erythematosus dengan trombositopenia berat

Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan AKDR-Cu pada
kondisi di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi
klien dan kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.

f. Waktu Pemasangan
Seorang perempuan dapat menjalani pemasangan AKDR Copper kapanpun
menghendaki selama ia yakin tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.

122 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemasangan AKDR Copper


Menstruasi teratur Kapan saja pada bulan tersebut
- Jika mulai dalam 12 hari setelah permulaan menstruasi. tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan
- Jika mulai dari 12 hari setelah permulaan menstruasi, AKDR
dapat dipasang kapan saja jika yakin klien tidak hamil. Tidak perlu
metode kontrasepsi tambahan.
Berganti dari metode kontrasepsi lain - Jika telah memakai metode lain dengan benar/tidak berhubungan
sejak haid terakhir atau bisa juga segera dipasang setelah
memastikan klien tidak hamil, tanpa menunggu periode haid
selanjutnya.
- Jika berganti dari suntik, AKDR dapat dipasang saat jadwal
suntikan selanjutnya. Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
Segera setelah melahirkan (tanpa - Kapanpun dalam 48 jam setelah melahirkan, termasuk
memandang status menyusui) persalinan sesar (penyedia layanan memerlukan pelatihan khusus
untuk pemasangan pasca persalinan dengan tangan atau forsep).
- Jika lebih dari 48 jam, tunda hingga setidaknya 4 minggu pasca
persalinan.
ASI eksklusif atau hampir eksklusif - Jika AKDR tidak dipasang dalam 48 jam pertama pasca
Kurang dari 6 bulan setelah persalinan dan periode haid klien belum kembali, AKDR
melahirkan dapat dipasang kapan saja antara 4 minggu dan 6 bulan. Tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika telah menstruasi, AKDR dapat dipasang seperti saran yang
diberikan kepada wanita yang memiliki siklus haid.
ASI eksklusif atau hampir esklusif - Jika belum haid, AKDR dapat dipasang kapan saja jika
Lebih dari 6 bulan setelah yakin klien tidak hamil. Tidak perlu metode kontrasepsi
melahirkan tambahan.
- Jika telah haid, AKDR dapat dipasang seperti yang dianjurkan
pada perempuan yang memiliki siklus haid.
ASI tidak eksklusif atau tidak - Jika belum haid, AKDR dapat dipasang kapan saja jika
menyusui Lebih dari 4 minggu yakin klien tidak hamil. Tidak perlu metode kontrasepsi
setelah melahirkan tambahan.
- Jika telah haid, AKDR dapat dipasang seperti yang dianjurkan
pada perempuan yang memiliki siklus haid normal.
Tidak menstruasi (tidak berhubungan Kapan saja jika dapat dipastikan bahwa klien tidak hamil.
dengan melahirkan atau menyusui) Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan.
Tidak menstruasi setelah keguguran - Segera, jika AKDR dipasang dalam 12 hari setelah
atau aborsi keguguran atau aborsi trimester 1 atau trimester 2 dan jika tidak
terjadi infeksi. Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika lebih dari 12 hari setelah keguguran atau aborsi trimester 1
atau trimester 2 dan tidak terjadi infeksi, AKDR dapat dipasang
kapan saja jika yakin klien tidak hamil. Tidak diperlukan
kontrasepsi tambahan.
- Jika terjadi infeksi, obati atau rujuk dan bantu klien memilih
metode lain. Jika klien tetap ingin menggunakan AKDR, AKDR
dipasang setelah infeksi sembuh sempurna.
- Pemasangan AKDR setelah keguguran atau aborsi trimester 2
membutuhkan pelatihan khusus. Jika tidak terlatih secara khusus,
tunda pemasangan hingga setidaknya 4 minggu pasca keguguran
atau aborsi.
Setelah menggunakan Pil - AKDR dapat dipasang pada hari yang sama dengan
Kontrasepsi Darurat (PKD) hari minum PKD (PKD progestin, kombinasi, atau ulipristal
acetate). Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika tidak dipasang segera, namun klien kembali untuk
pemasangan AKDR, AKDR dapat dipasang kapan saja sepanjang
dapat ditegaskan bahwa klien tidak hamil
Sebagai kontrasepsi darurat - AKDR Cu bisa dipasang dalam 5 hari pasca berhubungan seksual
tanpa proteksi.
- Jika masa ovulasi bisa diperkirakan, AKDR Cu bisa dipasang lebih
dari 5 hari pasca berhubungan seksual, selama pemasangan tidak
lebih dari 5 hari pasca ovulasi.

*Metode kontrasepsi tambahan mencakup abstinensia, kondom pria dan perempuan, spermisida, dan sanggama
terputus. Spermisida dan sanggama terputus merupakan metode kontrasepsi yang paling tidak efektif. Beri kondom jika
memungkinkan
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 123
M O D U L P E L AT I H A N

g. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Menstruasi irregular/tidak teratur - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
beberapa bulan pertama penggunaan.
- Pengobatan jangka pendek, boleh diberikan NSAID
seperti Ibuprofen diberikan 2 x 400 mg selama 5 hari
atau indometasin diberikan 2x25 mg selama 5 hari,
dimulai sejak kondisi tersebut terjadi.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Menstruasi yang banyak dan lama - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
penggunaan beberapa bulan.
- Pengobatan jangka pendek, boleh diberikan:
• Asam traneksamat 3x500 mg selama 5 hari, dimulai
sejak perdarahan berlangsung.
• Asam mefenamat 3X500 mg selama 5 hari
• Anti inflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen
diberikan 2 x 400 mg selama 5 hari atau indometasin
diberikan 2x25 mg selama 5 hari. Anti inflamasi
lainnya – kecuali aspirin- boleh digunakan.
- Sarankan untuk meminum obat penambah zat besi
atau makanan yang mengandung zat besi untuk
mencegah anemia.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Kram dan nyeri perut - Kram dan nyeri perut dapat dirasakan beberapa hari
setelah insersi AKDR copper T.
- Kram perut biasa terjadi dalam 3 sampai 6 bulan
setelah penggunaan AKDR, khususnya saat
menstruasi. Kondisi ini tidak berbahaya.
- Aspirin 500 mg, ibuprofen 400 mg, paracetamol 500-
1000 mg atau penghilang nyeri lainnya. Aspirin tidak
dapat digunakan jika ada perdarahan hebat.
Anemia - Awasi klien dengan gejala anemia atau dengan Hb
kurang dari 9 g/dl atau hematokrit kurang dari 30.
- Berikan preparat zat besi jika dibutuhkan.
- Jelaskan pentingnya mengkonsumsi makanan yang
kaya zat besi.
Pasangan dapat merasakan benang - Jelaskan jika hal itu kadang terjadi jika benang
AKDR copper T saat sanggama dipotong kurang pendek.
- Jika pasangan tetap merasa terganggu, maka:
• Benang dapat dipotong lebih pendek sehingga
benang tidak keluar ke kanalis servikalis. Pasangan
tidak akan dapat merasakan benang tetapi klien tidak
akan bisa mengecek benang AKDR.
• Jika klien tetap ingin dapat mengecek benang AKDR,
disarankan untuk memasang AKDR yang baru.

124 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Komplikasi

Komplikasi Penanganan
Nyeri hebat di perut bawah (curiga - Waspadai gejala kehamilan ektopik karena dapat
kehamilan ektopik) mengancam jiwa.
- Rujuk fasyankes tingkat lanjut.
Perforasi uteri - Jika perforasi dicurigai terjadi saat insersi, hentikan
prosedur secepatnya (keluarkan AKDR jika telah
dilakukan insersi). Observasi klien sebaik-baiknya:
● Satu jam pertama, klien harus bed rest dan cek
tanda vital tiap 5 sampai 10 menit.
● Jika klien tetap stabil setelah 1 jam, cek tanda
perdarahan intra-abdomen seperti hematokrit rendah
atau hemoglobin jika memungkinkan dan cek tanda
vital.
● Observasi beberapa jam lagi, jika tidak ada tanda
dan gejala, klien dapat pulang ke rumah tetapi
hindari seks selama 2 minggu. Bantu klien untuk
memilih metode lainnya.
● Jika didapatkan nadi cepat dan penurunan tekanan
darah, nyeri baru atau peningkatan intensitas nyeri
sekitar uterus, segera rujuk.
- Jika perforasi uterus dicurigai terjadi 6 minggu atau
lebih setelah insersi, segera rujuk ke fasyankes tingkat
lanjut
AKDR copper T keluar sebagian - Keluarkan AKDR dan diskusikan dengan klien apakah
(ekspulsi sebagian) tetap ingin menggunakan AKDR atau metode lainnya.
(AKDR yang baru dapat langsung dipasang saat itu)
AKDR copper T keluar sempurna - Diskusikan dengan klien apakah tetap ingin
(ekspulsi lengkap) menggunakan AKDR atau metode lainnya. (AKDR
yang baru dapat langsung dipasang saat itu)
- Jika klien curiga terjadi ekspulsi lengkap tapi tidak tau
kapan tepatnya terjadi, sarankan untuk melakukan
x-ray atau USG untuk menilainya. Sarankan metode
lain selama proses penilaian.
AKDR patah - Rujuk ke fasyankes tingkat lanjut
Benang hilang - Cek benang dengan prosedur medis yang aman.
Sekitar setengah dari kasus hilang benang dapat
ditemukan di kanalis servikalis.
- Jika benang tidak dapat ditemukan, pastikan tidak ada
kehamilan sebelum melakukan tindakan invasif. Segera
rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki
USG.
Perdarahan pervaginam yang tidak - Evaluasi riwayat sebelumnya dan lakukan pemeriksaan
dapat dijelaskan pelvis. Diagnosis dan obati dengan tepat. Bila tidak ada
perbaikan Rujuk ke Fasyankes Tingkat Lanjut.
- AKDR tetap dapat digunakan selama proses evaluasi.
- Jika penyebabnya adalah penyakit radang panggul
atau infeksi menular seksual, AKDR tetap dapat
digunakan selama pengobatan.
Kehamilan - Jelaskan bahwa AKDR dapat mengancam kehamilan
dan keluarkan AKDR segera selama benang AKDR
masih terlihat.
Pada wanita yang hamil saat AKDR - Rujuk ke Fasyankes Tingkat Lanjut.
copper T masih terpasang dapat mengalami
keguguran, kelahiran prematur atau infeksi

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 125
M O D U L P E L AT I H A N

2. AKDR LNG

a. Definisi
AKDR Levonorgestrel (LNG) adalah suatu alat berbahan plastik berbentuk T yang
secara terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon progestin (levonorgestrel)
setiap hari.

b. Cara Kerja dan Efektivitas


Menghambat sperma membuahi sel telur telur.

c. Jangka Waktu Pemakaian


Jangka waktu pemakaian berjangka panjang, efektif untuk pemakaian 5 tahun dan
bersifat reversibel. AKDR LNG dapat dipakai oleh perempuan selama usia reproduksi.

d. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan:
- Mencegah Kehamilan dengan sangat efektif
Kurang dari 1 kehamilan per 100 perempuan yang menggunakan AKDR-LNG selama
tahun pertama (2 per 1.000 perempuan)
- Berjangka Panjang
- Studi menunjukkan bahwa AKDR LNG efektif hingga 7 tahun, namun ijin edar berlaku
untuk 5 tahun penggunaan.
- Tidak mempengaruhi hubungan seksual
- Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
- Kesuburan segera kembali setelah AKDR dilepas
- Mengurangi nyeri haid
- Mengurangi jumlah darah haid sehingga dapat mencegah anemia defisiensi besi
- Sebagai pengobatan alternatif pengganti operasi pada perdarahan uterus disfungsional
dan adenomiosis
Keterbatasan:
- Pemasangan dan pencabutan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih secara
khusus memasangnya pada uterus.
- Harganya relatif mahal

e. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan AKDR-LNG
AKDR-LNG aman dan efektif bagi hampir semua perempuan dengan kriteria berikut:
- Telah atau belum memiliki anak
- Perempuan usia reproduksi, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun
- Baru saja mengalami keguguran (jika tidak ada infeksi)
- Sedang menyusui
- Melakukan pekerjaan fisik yang berat
- Pernah mengalami kehamilan ektopik
- Pernah mengalami Penyakit Radang Panggul (PRP)
- Menderita infeksi vagina
- Menderita anemia
- Menderita penyakit klinis HIV ringan atau tanpa gejala baik sedang atau tidak dalam
terapi antiretroviral

Yang tidak boleh menggunakan AKDR-LNG


AKDR-LNG sebaiknya tidak digunakan oleh perempuan dengan kriteria sebagai berikut:
- Antara 48 jam hingga 4 minggu setelah melahirkan
- Penggumpalan daerah vena dalam di kaki atau paru akut
- Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu, dan tidak muncul kembali

126 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Sirosis berat atau tumor hepar berat


- Penyakit trofoblas gestasional nonkanker (jinak)
- Menderita kanker ovarium
- Memiliki risiko individual sangat tinggi untuk IMS pada saat pemasangan
- Menderita dan HIV berat atau lanjut
- Penderita systemic lupus erythematosus dengan antibodi antifosfolipid positif (atau
tidak diketahui), dan tidak dalam terapi imunosupresif.

Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan AKDR-LNG pada
kondisi di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi
klien dan kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.

f. Waktu Pemasangan
Seorang perempuan dapat menjalani pemasangan AKDR LNG kapanpun ia
menghendaki selama yakin ia tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.

Kondisi Waktu Pemberian


Segera setelah melahirkan (tanpa - Kapanpun dalam 48 jam pasca persalinan
memandang status menyusui) - Jika lebih dari 48 jam, tunda hingga setidaknya 4
minggu pasca persalinan
Menstruasi teratur atau berganti dari Kapanpun pada bulan tersebut
metode non hormonal - Jika ia memulai dalam 7 hari setelah permulaan
menstruasi, tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika lebih dari 7 hari setelah permulaan menstruasi,
AKDR-LNG dapat dipasang kapanpun selama
yakin ia tidak hamil. Klien akan memerlukan metode
kontrasepsi tambahan* untuk 7 hari pertama setelah
pemasangan.
Berganti dari metode hormonal - Segera, jika klien menggunakan metode secara
konsisten dan benar atau jika yakin klien tidak hamil.
Tidak perlu menunggu menstruasi berikutnya.
- Jika klien memulai dalam 7 hari setelah permulaan
menstruasi, tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika lebih dari 7 hari setelah permulaan menstruasi,
klien akan memerlukan metode kontrasepsi tambahan*
untuk 7 hari pertama setelah pemasangan.
- Jika klien berganti dari suntik, AKDR-LNG dapat
dipasang ketika suntik ulangan seharusnya diberikan.
Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan
ASI eksklusif atau hampir eksklusif - Jika AKDR-LNG tidak dipasang dalam 48 jam pertama
Kurang dari 6 bulan setelah melahirkan pasca persalinan dan menstruasi klien belum muncul
kembali, AKDR-LNG dapat dipasang kapanpun antara
4 minggu dan 6 bulan. Tidak perlu metode kontrasepsi
tambahan.
- Jika menstruasi klien telah muncul kembali, AKDR-LNG
dapat dipasang seperti saran yang diberikan kepada
klien dengan siklus menstruasi.
ASI eksklusif atau hampir eksklusif - Jika menstruasi klien belum muncul kembali, AKDR-
Lebih dari 6 bulan setelah melahirkan LNG dapat dipasang kapanpun sepanjang yakin
klien tidak hamil. Klien akan memerlukan metode
kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama setelah
pemasangan.
- Jika menstruasi klien telah muncul kembali, AKDR-
LNG dapat dipasang seperti saran yang diberikan
kepada klien dengan siklus menstruasi (lihat halaman
sebelumnya)
ASI tidak eksklusif atau tidak menyusui Jika AKDR-LNG tidak dipasang dalam 48 jam pertama
Kurang dari 4 minggu setelah melahirkan pasca persalinan, tunda hingga setidaknya 4 minggu
pasca persalinan

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 127
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemberian


ASI tidak eksklusif atau tidak menyusui - Jika menstruasi belum muncul kembali, AKDR- LNG
Lebih dari 4 minggu setelah melahirkan dapat dipasang kapanpun sepanjang dapat dipastikan
bahwa klien tidak hamil. Klien akan memerlukan
metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama
setelah pemasangan.
- Jika menstruasi telah muncul kembali, AKDR- LNG
dapat dipasang seperti saran yang diberikan kepada
klien dengan siklus menstruasi
Tidak menstruasi (tidak berhubungan Kapanpun jika dapat ditegaskan bahwa klien tidak hamil.
dengan melahirkan atau menyusui) Klien akan memerlukan metode kontrasepsi tambahan
untuk 7 hari pertama setelah pemasangan
Setelah keguguran atau aborsi Pemasangan AKDR-LNG setelah keguguran atau aborsi
trimester 2 membutuhkan pelatihan khusus. Jika tidak
terlatih secara khusus, tunda pemasangan hingga
setidaknya 4 minggu pasca keguguran atau abortus
Setelah menggunakan Pil Kontrasepsi - AKDR-LNG dapat dipasang sepanjang dapat
Darurat progestin, kombinasi, atau dipastikan bahwa klien tidak hamil, misal setelah
ulipristal acetate (UPA) menstruasi berikutnya mulai. Berikan metode
kontrasepsi tambahan atau pil untuk digunakan sampai
dengan AKDR dipasang.
- AKDR-LNG seharusnya tidak dipasang dalam 6 hari
pertama setelah minum PKD UPA. Obat- obat ini
berinteraksi: jika AKDR-LNG dipasang lebih awal, dan
keduanya ada di dalam tubuh, akibatnya satu atau
keduanya mungkin menjadi kurang efektif

g. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Tusukan (perforasi) pada dinding rahim - Jika perforasi dicurigai terjadi saat insersi, hentikan
oleh AKDR LNG yang digunakan pada prosedur secepatnya (keluarkan AKDR jika telah
pemasangan dilakukan insersi). Observasi klien sebaik-baiknya:
● Satu jam pertama, klien harus bed rest dan cek
tanda vital tiap 5 sampai 10 menit.
● Jika klien tetap stabil setelah 1 jam, cek tanda
perdarahan intra-abdomen seperti hematokrit rendah
atau hemoglobin jika memungkinkan dan tanda
vital. Observasi beberapa jam lagi, jika tidak ada
tanda dan gejala, klien dapat pulang ke rumah tetapi
hindari seks selama 2 minggu. Bantu klien untuk
memilih metode lainnya.
● Jika didapatkan nadi cepat dan penurunan tekanan
darah, nyeri baru atau peningkatan intensitas nyeri
sekitar uterus, segera rujuk.
- Jika perforasi uterus dicurigai terjadi 6 minggu atau
lebih setelah insersi, segera rujuk ke fasyankes tingkat
lanjut
Nyeri hebat pada perut bagian bawah - Bila dicurigai penyakit radang panggul, lakukan
pengobatan sesegera mungkin, tidak perlu melepas
AKDR jika klien tetap ingin menggunakannya. Jika
infeksi tidak membaik, pertimbangkan untuk melepas
AKDR dan sambil diberikan antibiotik. Lakukan
pengawasan.
- Bila curiga kista ovarium, klien dapat melanjutkan
menggunakan AKDR LNG selama evaluasi dan
pengobatan, dilakukan pengobatan atau rujuk bila kista
membesar dengan tidak normal, terpuntir atau pecah.
- Bila dicurigai kehamilan ektopik rujuk ke fasyankes
tingkat lanjut.

128 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Efek Samping Penanganan


AKDR keluar sebagian atau seluruhnya - Bila keluar sebagian, lepas AKDR, dapat dipasang
kembali bila klien tidak hamil. Jika klien tidak ingin
melanjutkan penggunaan AKDR, bantu memilih metode
lain.
- Bila keluar seluruhnya atau benang tidak ditemukan
sedangkan klien tidak tahu apakah AKDR keluar atau
tidak, rujuk untuk USG atau x-ray, sementara berikan
metode kontrasepsi tambahan untuk klien.
Sangat jarang Rujuk apabila fasilitas kesehatan tidak memungkinkan
- Keguguran melakukan penanganan sesuai prosedur.
- Kelahiran prematur atau infeksi pada
wanita hamil dengan AKDR LNG

3. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode AKDR

a. Pemasangan

AKDR Reguler AKDR Safe Load

Persiapan Alat
Alat-alat yang dipasang terdiri dari:
- Spekulum cocor bebek (ukuran kecil, sedang dan besar)
- Tenakulum
- Sonde uterus
- Forsep tampon (korentang) atau forsep cincin (ring forcep)
- Gunting
- Mangkok tempat larutan antiseptik
- Meja ginekologi (obsgyn bed)

Perlengkapan lain yang diperlukan:


- Sarung tangan (steril atau DTT atau baru)
- Larutan antiseptik untuk membersihkan serviks (sebaiknya pakai iodoform, seperti
povidone iodine)
- Kasa

Persiapan tenaga Kesehatan:


- Cuci tangan
- Pakai sarung tangan steril atau DTT
- Pakai masker

AKDR COPPER T 380A


Prosedur Pemasangan AKDR Copper T 380A

Langkah 1.
- Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan mempersilahkan klien untuk
mengajukan pertanyaan
- Sampaikan kepada klien kemungkinan akan merasa sedikit sakit pada beberapa
langkah waktu pemasangan dan nanti akan diberitahu bila sampai pada langkah-
langkah tersebut
- Pastikan klien telah mengosongkan kandung kemihnya
- Bantu klien berbaring diatas meja ginekologi

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 129
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 2.
- Lakukan pemeriksaan genitalia eksterna
Untuk memeriksa adanya ulkus, pembengkakan kelenjar getah bening (bubo),
pembengkakan kelenjar bartholin dan kelenjar skene
- Lakukan pemeriksaan genitalia interna dengan spekulum (inspekulo)
Untuk memeriksa adanya cairan vagina, servisitis dan pemeriksaan mikroskopik bila
diperlukan
- Lakukan pemeriksaan bimanual dan pemeriksaan panggul
Untuk menentukan besar, posisi, konsistensi dan mobilitas uterus
Untuk memeriksa adanya nyeri goyang serviks dan tumor pada adneksa atau cavum
douglasi

Langkah 3.
Lakukan pemeriksaan mikroskopik bila tersedia dan ada indikasi

Langkah 4.
Masukkan sonde uterus
Untuk menentukan posisi uterus dan kedalaman kavum uteri
- Pakai sarung tangan steril atau DTT.
- Pasang spekulum.
- Bersihkan serviks dengan larutan antiseptik dua kali atau lebih.
- Jepit serviks dengan tenakulum yang steril/DTT pada posisi vertikal (pada jam 10 atau
jam 2) dengan pelan-pelan dan hati-hati untuk mengurangi rasa sakit.
- Masukkan ujung sonde yang steril/DTT ke dalam kanalis servikalis dengan hati-hati
tidak menyentuh spekulum maupun dinding vagina, sementara tangan yang satu tetap
mempertahankan tarikan pada tenakulum.
- Masukkan sonde secara hati-hati ke dalam kavum uteri sambil mempertahankan
tarikan tenakulum ke arah luar dan ke bawah. Bila terasa ada tahanan pada ostium
servikalis interna, gunakan sonde uterus yang kecil (bila tersedia). Jangan mencoba
untuk melakukan dilatasi serviks, kecuali oleh dokter spesialis.
- Memasukkan sonde uterus akan lebih mudah bila menggunakan tarikan secara hati-
hati pada tenakulum. Bila klien mulai menunjukkan tanda-tanda akan pingsan atau
pucat dengan denyut jantung menjadi lambat, maka tindakan harus segera dihentikan.
- Bila terasa tahanan yang ringan menandakan ujung sonde sudah mencapai fundus,
perhatikan arah kavum uteri dan cabut sonde.
- Tentukan kedalaman uterus dengan melihat batas lendir atau darah pada sonde.
Kedalaman uterus rata-rata antara 6 sampai 8 cm.
- Jangan mencoba untuk memasang AKDR bila kedalaman uterus kurang dari 6,5 cm.
- Apabila pada pemasangan masa interval kedalaman uterus > 8 cm, maka tindakan
harus dihentikan karena kemungkinan telah terjadi perforasi uterus

Langkah 5.
Masukkan lengan AKDR Copper

AKDR Reguler

Pastikan batang AKDR seluruhnya berada di dalam tabung inserter (sebagian batang
AKDR sering keluar dari tabung inserter meskipun kemasannya belum dibuka) dan ujung
tabung inserter yang berlawanan dengan ujung yang berisi AKDR berada di dekat tempat
membuka kemasan.

130 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Letakkan kemasan di atas permukaan datar, keras dan bersih, dengan kertas penutup
yang transparan berada di atas. Buka kertas penutup di bagian ujung yang berlawanan
dari tempat AKDR sampai kira-kira sepanjang setengah jarak dengan leher biru.
- Angkat kemasan dengan memegang bagian yang sudah dibuka (hati-hati jangan
sampai AKDR keluar dari tabung inserter). Kedua bagian kertas penutup yang sudah
terbuka dilipat ke masing-masing sisinya dan dipegang saat mengangkat sehingga
pendorong tetap steril waktu dimasukkan ke dalam tabung inserter. Dengan tangan
yang lain, masukkan pendorong ke dalam tabung inserter dan dorong hati-hati sampai
menyentuh ujung batang AKDR.

Sumber: IUD Guideline JHPIEGO

- Letakkan kembali kemasan pada tempat datar dengan bagian transparan menghadap
ke atas.
- Pegang dan tahan ke 2 ujung lengan AKDR dari atas penutup transparan dengan jari
telunjuk dan ibu jari tangan kiri. Tangan kanan mendorong kertas pengukur dari ujung
kemasan yang sudah dibuka sampai ke ujung kemasan yang masih tertutup sehingga
lengan AKDR berada di atas kertas pengukur.
- Sambil tetap memegang ujung ke 2 lengan, dorong inserter dengan tangan kanan
sampai ke pangkal lengan sehingga ke 2 lengan akan terlipat mendekati tabung inserter.

Sumber: IUD Guideline JHPIEGO

- Tahan ke 2 lengan yang sudah terlipat tersebut dengan menggunakan ibu jari dan jari
telunjuk tangan kiri. Tarik tabung inserter melewati ke 2 ujung lengan, kemudian dorong
kembali dan putar sampai ke 2 ujung lengan masuk ke dalam tabung inserter dan
terasa ada tahanan yaitu pada batas lempengan tembaga.

Bagian lengan yang mempunyai lempengan tembaga tidak bisa dimasukkan kedalam
tabung inserter, oleh karena itu tabung inserter jangan didorong terus kalau sudah
terasa ada tahanan.

Leher biru pada tabung inserter digunakan sebagai tanda kedalaman kavum uteri dan
penunjuk ke arah mana lengan akan membuka saat dikeluarkan dari tabung inserter.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 131
M O D U L P E L AT I H A N

Pegang leher biru dari atas penutup transparan dan dorong tabung inserter sampai
jarak antara ujung lengan yang terlipat dengan ujung leher biru bagian depan (dekat
batang AKDR) sama panjangnya dengan kedalaman kavum uteri yang telah diukur
dengan sonde.

Putar tabung inserter sampai sumbu panjang leher biru berada pada posisi horizontal
sebidang dengan lengan AKDR.
- AKDR sekarang siap untuk dipasang pada uterus. Buka seluruh penutup transparan
secara hati-hati. Pegang tabung inserter yang sudah berisi AKDR dalam posisi
horizontal agar AKDR maupun pendorong tidak jatuh. Jangan melepas AKDR sebelum
tabung inserter mencapai fundus.

Sebelum memasang, tabung inserter jangan sampai tersentuh permukaan yang tidak
steril agar tidak terkontaminasi

Masukkan lengan AKDR Copper T 380A SAFE LOAD di dalam kemasan sterilnya

AKDR Safe Load

Masukkan pendorong ke dalam tabung inserter dan dorong perlahan hingga ujung
pendorong hampir menyentuh bagian bawah T

Sumber: IUD Guideline JHPIEGO

132 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Pegang alat safe load dengan ibu jari dan jari telunjuk

- Dorong Lengan T ke alat safe load

- Dorong sampai lengan T berada di dalam alat safe load

- Tarik perlahan tabung inserter dari lengan AKDR yang terlipat sampai keluar dari alat
safe load

- Dorong perlahan dan putar tabung inserter kembali ke ujung lengan T yang terlipat
sehingga kedua ujung berada di dalam tabung inserter

- Lepaskan AKDR dari alat safe load dengan memutar tabung inserter 90 derajat

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 133
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 6.
Pasang AKDR Copper T 380A

Tarik tenakulum (yang masih menjepit serviks sesudah melakukan sondase uterus)
sehingga kavum uteri, kanalis servikalis dan vagina berada dalam satu garis lurus.
Masukkan dengan pelan dan hati-hati tabung inserter yang sudah berisi AKDR ke dalam
kanalis servikalis dengan mempertahankan posisi leher biru ke arah horizontal. Sesuai
dengan arah dan posisi kavum uteri, dorong tabung inserter sampai leher biru menyentuh
serviks atau sampai terasa ada tahanan dari fundus uteri. Pastikan leher biru tetap dalam
posisi horizontal.

- Pegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan, sedang tangan
lain menarik tabung inserter sampai pangkal pendorong. Dengan cara ini lengan AKDR
akan berada tepat di fundus (puncak kavum uteri).

Memasukkan tabung inserter yang sudah


berisi AKDR sampai leher biru menyentuh
serviks

- Keluarkan pendorong dengan tetap memegang dan menahan tabung inserter.

Menarik keluar tabung inserter untuk


melepaskan lengan AKDR

- Setelah pendorong keluar dari tabung inserter, dorong kembali tabung inserter dengan
pelan dan hati-hati sampai terasa ada tahanan dari fundus.
Langkah ini menjamin bahwa lengan AKDR akan berada pada tempat yang setinggi
mungkin dalam kavum uteri.

Memasang AKDR setinggi mungkin sampai


puncak kavum uteri

134 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Keluarkan sebagian tabung inserter dari kanalis servikalis.


Pada waktu benang tampak keluar dari lubang serviks sepanjang 3-4 cm, potong
benang tersebut dengan menggunakan gunting mayo yang tajam. Dapat juga dilakukan
dengan cara lain yaitu keluarkan seluruh tabung inserter dari kanalis servikalis. Gunakan
forceps untuk menjepit benang AKDR kurang lebih 3 - 4 cm dari lubang serviks. Forsep
didorong ke arah uterus dan potong benang di depan jepitan forsep sehingga benang
yang tersembul hanya 3-4 cm. Memotong benang dengan menggunakan cara ini dapat
mengurangi risiko tercabutnya AKDR (bila gunting tumpul dan benang tidak terpotong
benar sehingga hanya terjepit).

- Lepas tenakulum
Bila ada perdarahan banyak dari tempat bekas jepitan tenakulum, tekan dengan kasa
sampai pendarahan berhenti.

Sumber: Training Resources Package

Langkah 7.
Bantu klien bangun dan turun dari meja ginekologi (hati-hati mungkin klien merasa pusing).
Beritahu klien kapan dan bagaimana cara memeriksa benang AKDR. Bila tidak melanggar
budaya dan pribadi klien, persilahkan klien untuk mencoba memeriksa sendiri benang
AKDR tersebut. Beri kesempatan klien untuk bertanya dan beritahu kapan untuk periksa
kembali. Setelah pemasangan, klien diminta menunggu di klinik selama 15 - 30 menit
sebelum diperbolehkan pulang.

Langkah 8.
Buang bahan-bahan habis pakai yang terkontaminasi sebelum melepas sarung tangan.
Bersihkan permukaan yang terkontaminasi.

Langkah 9.
Lakukan dekontaminasi alat-alat dan sarung tangan dengan segera setelah selesai
dipakai.

Langkah 10.
Ajarkan pada klien bagaimana memeriksa benang AKDR (dengan menggunakan model
bila tersedia).
Minta klien menunggu di klinik selama 15-30 menit setelah pemasangan AKDR.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 135
M O D U L P E L AT I H A N

AKDR NOVA T
Prosedur Pemasangan AKDR Nova T

Langkah 1.
Masukkan spekulum untuk memvisualisasikan ostium uteri eksternal dan desinfeksi
vagina dan serviks.

Langkah 2.
Gunakan tenakulum untuk menjepit serviks dan biarkan pada posisinya sampai Nova-T
telah dimasukkan.

Langkah 3.
Gunakan sonde untuk menentukan posisi dan panjangnya cavum uteri.

Langkah 4.
Buka sebagian tutup plastik untuk memaparkan ujung bawah tabung inserter, sambil
memegang tabung dengan satu tangan, tarik benang sampai lengan Nova-T masuk ke
dalam tabung inserter. Lakukan tidak lebih dari lima menit sebelum pemasangan.

Langkah 5.
Tahan cincin kuning dengan satu tangan, pindahkan tabung inserter sampai tepi bawah
cincin kuning sesuai dengan ukuran sonde sebelumnya. Sambil memegang benang sedikit
direnggangkan dengan satu tangan, masukkan pendorong ke dalam tabung inserter
dengan tangan yang bebas. Ini akan memastikan bahwa benang terbentang lurus dalam
tabung.

Langkah 6.
Keluarkan Nova-T dari penutup plastik. Masukkan Nova-T dengan lembut ke dalam kanalis
servikalis dan lanjutkan sampai cincin kuning menyentuh serviks. Sisi lebar cincin kuning
harus horizontal untuk memastikan pembukaan lengan yang benar berikutnya.

Sumber: Bayern Health Care (2011)

136 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 7.
Pegang pendorong dengan satu tangan dan tarik tabung inserter ke belakang sampai
mencapai bagian bergaris pada tabung inserter sehingga cincin kuning tertarik dari serviks
sekitar 1,5 cm dan lengan Nova-T terbuka.

Langkah 8.
Dorong tabung inserter sampai cincin kuning menyentuh serviks lagi. Lengan Nova-T
menyentuh fundus uteri.

Langkah 9.
Untuk melepaskan Nova-T seluruhnya dari tabung inserter, pegang pendorong dengan kuat
dan tarik tabung inserter ke belakang sampai penghalang (backstop). Untuk menghindari
terjeratnya benang antara tabung inserter dan pendorong, lepaskan pendorong dengan
hati-hati terlebih dahulu dan kemudian tabung inserter. Potong benang sekitar 3 cm dari
serviks.

AKDR LEVONORGESTREL (LNG)


Prosedur Pemasangan AKDR LNG

Sumber: Donald Angstetra (2017)

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 137
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 1.
Buka kemasan steril

- Pakai sarung tangan steril, buka kemasan steril sepenuhnya.


- Angkat gagang inserter yang berisi AKDR LNG dan lepaskan benang dengan hati-hati
agar menggantung dengan bebas.
- Tempatkan ibu jari atau jari telunjuk di penggeser (slider). Pastikan penggeser berada
pada posisi terjauh misalnya di bagian atas gagang ke arah tabung inserter.
- Dengan skala sentimeter tabung inserter menghadap ke atas, periksa apakah lengan
AKDR LNG dalam posisi horizontal. Jika tidak, sejajarkan pada permukaan yang datar
dan steril.

Langkah 2.
Masukan AKDR LNG ke dalam tabung inserter.
Sambil memegang penggeser di posisi terjauh, tarik kedua benang untuk memasukkan
AKDR LNG ke dalam tabung inserter.

138 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 3.
Kencangkan benang

Kencangkan benang pada celah di ujung bawah


pegangan untuk menjaga lengan AKDR LNG
tetap berada dalam tabung.

Langkah 4.
Mengatur tabung inserter
Atur tabung inserter sesuai kedalaman uterus yang telah diukur dengan sonde.

Langkah 5.
Pemasangan
- Pegang penggeser dengan ibu jari atau telunjuk dengan kuat di posisi paling jauh.
Pegang forcep tenakulum dengan tangan yang lain dan lakukan traksi dengan hati-hati
untuk menyelaraskan arah kanalis servikalis dengan rongga uterus.
- Sambil mempertahankan traksi pada leher rahim, perlahan-lahan memasukkan tabung
inserter melalui saluran serviks ke dalam rongga uterus sampai cincin pada tabung
inserter 1,5 hingga 2 cm dari ostium eksternal serviks.

Langkah 6.
Lepaskan lengan
- Sambil tetap memegang tabung inserter, lepaskan lengan AKDR LNG dengan menarik
penggeser ke belakang sampai bagian atas penggeser mencapai tanda.
- Tunggu sekitar 10 detik untuk memungkinkan lengan horizontal AKDR LNG untuk
membuka dan mendapatkan kembali bentuk T-nya.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 139
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 7.
Menempatkan pada fundus uteri
Perlahan memasukkan inserter ke dalam rongga uterus sampai cincin bertemu serviks
dan merasakan resistensi fundus.

Langkah 8.
Lepaskan AKDR LNG dan tarik inserter
- Sambil tetap memegang tabung inserter, tarik penggeser sepenuhnya ke bawah untuk
melepaskan AKDR LNG dari tabung inserter.

- Periksa apakah benang tergantung dengan bebas dan tarik perlahan inserter dari
uterus. Jangan menarik benang karena ini akan merubah posisi AKDR LNG

Langkah 9.
Potong benangnya
- Potong benang secara tegak lurus terhadap panjang benang, misalnya, dengan gunting
lengkung steril, menyisakan sekitar 3 cm terlihat di luar serviks.
Catatan: Memotong benang pada sudut tertentu dapat meninggalkan ujung yang tajam.
- Pemasangan selesai

140 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

b. Pencabutan

Langkah 1.
Menjelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan persilahkan klien untuk bertanya.

Langkah 2.
Melakukan persiapan alat dan bahan serta bantu klien untuk berbaring di meja ginekologi.

Langkah 3.
Memasukkan spekulum untuk melihat serviks dan benang AKDR.

Langkah 4.
Mengusap serviks dan vagina dengan larutan antiseptik 2-3 kali.

Langkah 5.
Menyampaikan pada klien bahwa sekarang akan dilakukan pencabutan. Meminta klien
untuk tenang dan menarik nafas panjang. Jika ada rasa sakit jelaskan pada klien bahwa
hal tersebut normal.

Pencabutan normal
Jepit benang di dekat serviks menggunakan klem lurus atau lengkung yang sudah
didisinfeksi tingkat tinggi atau steril, tarik benang pelan-pelan, tidak boleh menarik dengan
kuat. AKDR biasanya dapat dicabut dengan mudah.

Untuk mencegah benangnya putus, tarik dengan kekuatan tetap dan cabut AKDR dengan
pelan-pelan. Bila benang putus saat ditarik tetapi ujung AKDR masih dapat dilihat maka
jepit ujung AKDR tersebut dan tarik keluar.

Pencabutan sulit
Bila benang AKDR tidak tampak, periksa pada kanalis servikalis dengan menggunakan
klem lurus atau lengkung.
Bila tidak ditemukan pada kanalis servikalis, masukkan klem aligator ke dalam kavum uteri
untuk menjepit benang atau AKDR itu sendiri.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 141
M O D U L P E L AT I H A N

Bila tidak dapat dikeluarkan dengan klem aligator maka segera dirujuk untuk mendapatkan
penanganan lebih lanjut.
Bila sebagian AKDR sudah tertarik keluar tetapi kemudian mengalami kesulitan menarik
seluruhnya dari kanalis servikalis, putar klem 360° pelan-pelan sambil tetap menarik
selama klien tidak mengeluh sakit.

Klien dirujuk bila:


- Pada saat prosedur pencabutan AKDR klien merasa kesakitan
- Bila sebagian atau seluruh batang AKDR tidak dapat dikeluarkan dari rongga rahim

Bila dari pemeriksaan bimanual didapatkan sudut antara uterus dengan kanalis servikalis
sangat tajam, gunakan tenakulum untuk menjepit serviks dan lakukan tarikan ke bawah dan
ke atas dengan pelan-pelan dan hati-hati, sambil memutar klem. Jangan menggunakan
tenaga yang besar.

Langkah 6.
Setelah seluruh proses pencabutan selesai, maka tenaga kesehatan menunjukan hasil
pencabutan AKDR kepada klien.

AKDR PASCA PERSALINAN (AKDR PP)


Pemasangan AKDR pasca persalinan harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terlatih.
Berdasarkan waktu pemberian, pemasangan AKDR pasca persalinan dapat dibedakan
menjadi 3 jenis, yaitu:
1. AKDR Pasca Plasenta
Dilakukan maksimal dalam 10 menit plasenta lahir.
2. AKDR Pasca Persalinan Dini
Dilakukan pemasangan setelah 10 menit sampai 48 jam pasca persalinan.
3. AKDR transersia/saat operasi sesar
Dipasang saat operasi sesar setelah plasenta lahir.

Prosedur Klinis Pemasangan AKDR PP

1. Penapisan Pra-Insersi dan Penilaian Medis (dilakukan sebelum persalinan)

Langkah 1.
Petugas melakukan pengkajian rekam medis untuk memastikan apakah klien tersebut
tepat untuk menggunakan metode AKDR.

Langkah 2.
Petugas sudah memastikan bahwa klien telah menerima konseling untuk menggunakan
AKDR PP.

Langkah 3.
Petugas memastikan bahwa klien telah melakukan persetujuan medis melalui tanda
tangan pada lembar informed consent.

142 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 4.
Petugas mengkonfirmasi bahwa tidak ada penyulit persalinan yang dapat menghalangi
insersi AKDR, seperti:
- Pecahnya ketuban lebih dari 18 jam
- Korioamnionitis
- Perdarahan pasca persalinan yang belum teratasi

Langkah 5.
Petugas menyiapkan perlengkapan dan tempat untuk insersi AKDR pasca plasenta.
Pemasangan menggunakan klem ovum atau forcep kelly, siapkan semua alat ini di atas
meja instrumen yang dialasi duk steril:
- AKDR dalam kemasan
- Forsep kelly
- Speculum sim
- Klem ovarium (2 buah untuk pemasangan dengan klem ovum & 1 buah untuk
pemasangan dengan forcep kelly)
- Mangkuk berisi larutan antiseptik
- Sarung tangan steril panjang
- Kassa
- Gunting
Pemasangan dengan cara manual, siapkan semua alat ini di atas meja instrumen yang
dialasi duk steril:
- AKDR dalam kemasan
- Klem ovum
- Speculum sim
- Mangkuk berisi larutan antiseptik
- Sarung tangan steril panjang
- Kassa
- Gunting

Langkah 6.
Petugas menyusun instrumen insersi AKDR dan perlengkapannya pada baki steril.

Langkah 7.
Petugas menjaga AKDR tetap dalam kemasan steril dan ditempatkan pada tempat
yang sesuai.

Langkah 8.
Petugas melakukan komunikasi kepada klien
- Beri salam kepada ibu dengan ramah dan dengan rasa hormat
- Jelaskan bahwa Anda akan memasang AKDR segera setelah kelahiran bayi dan
plasenta (jika perlu, ingatkan kembali kepada ibu bahwa waktu tersebut merupakan
waktu yang paling baik untuk pemasangan AKDR). Konfirmasi ulang apakah ibu
masih ingin melakukan pemasangan AKDR-PP.
- Menjawab semua pertanyaan yang mungkin diajukan oleh ibu, sesuai dengan
kebutuhan lakukan konseling sesuai kebutuhan).

2. Persiapan Pra-Insersi

Langkah 1.
Petugas mencuci tangan secara standar, keringkan dengan handuk bersih dan gunakan
sepasang sarung tangan steril atau DTT.

Langkah 2.
Petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD): Masker, goggle dan apron.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 143
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 3.
Petugas menerapkan manajemen aktif kala 3, meliputi:
- Pemberian suntikan oksitosin 10 unit secara intramuskular dalam waktu 1 menit
setelah bayi lahir
- Melahirkan plasenta dengan penegangan tali pusat terkendali
- Masase fundus uterus setelah plasenta lahir
- Memastikan bahwa plasenta telah lahir secara lengkap dan kala IV berlangsung
dengan baik

Langkah 4.
Petugas memeriksa laserasi perineum, labia, dan dinding vagina (jika laserasi tidak
menimbulkan perdarahan aktif, penjahitan laserasi dapat dilakukan setelah insersi
AKDR).

3. Insersi AKDR Pasca Plasenta


Pemasangan AKDR Pasca Plasenta dengan Forsep Kelly

Langkah 1.
Lakukan palpasi uterus untuk mengevaluasi ketinggian fundus dan kontraksi, dan jika
perlu, pijat uterus untuk mendorong kontraksi yang stabil.

Langkah 2.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk tangan.

Langkah 3.
Pakai sarung tangan steril atau DTT.

Langkah 4.
Tempatkan duk steril di atas perut bagian bawah klien dan di bawah pantat.

Langkah 5.
Pastikan vulva klien berada di paling ujung meja (dengan atau tanpa penyangga kaki).

Langkah 6.
Memasukkan spekulum ke dalam vagina dan visualisasikan serviks, periksa laserasi
atau robekan jalan lahir.

144 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 7.
Petugas membersihkan serviks dan vagina sebanyak dua kali dengan menggunakan
kassa yang sudah dicelupkan dalam larutan antiseptik dan menunggu selama 2 menit.
Bisa dengan menggunakan betadine atau klorheksidin, bersihkan serviks dan tepi
vagina secara perlahan untuk mencegah infeksi.

Langkah 8.
Jepit porsio anterior menggunakan ringed forcep.

Langkah 9.
Pegang AKDR di dalam kemasan dengan Forsep Kelly atau dengan ringed forcep
kedua.

Langkah 10.
AKDR harus dipegang pada lengan vertikal. Sedangkan lengan horizontal AKDR harus
sedikit keluar dari ring.

Langkah 11.
Tempatkan AKDR ke arah lekukan dalam forsep dengan benang AKDR jauh dari forsep.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 145
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 12.
Tarik perlahan ringed forcep penjepit porsio.

Langkah 13.
Masukkan forsep kelly melalui vagina dan serviks.

Langkah 14.
Lakukan pemasangan sambil duduk. Bila berdiri akan membuat ringed forcep terlalu
banyak mengarah ke belakang.

Langkah 15.
Lepaskan forsep penjepit serviks.

Langkah 16.
Gerakkan forsep Kelly ke atas menuju fundus sambil tetap duduk. Petugas memasang
spekulum bagian bawah dan atas untuk menampilkan porsio.

146 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 17.
Berdiri dengan tangan di perut untuk memastikan ujung forsep telah mencapai fundus.

Langkah 18.
Setelah forsep mencapai fundus, putar 45° ke kanan untuk menempatkan lengan
horizontal di fundus.

Langkah 19.
Buka forsep untuk melepaskan AKDR. Lepaskan forsep secara perlahan dari rongga
rahim, biarkan sedikit terbuka dan arah ke samping, mengikuti dinding lateral rahim
saat menarik forsep keluar ke arah yang berlawanan.

Langkah 20.
Tarik perlahan introitus dengan dua jari dan visualisasikan bagian dalam vagina. Benang
terlihat melalui serviks
- Jika uterus-nya kecil dan berkontraksi dg baik, jangan lakukan apa pun.
- Jika uterus-nya besar, berarti AKDR tidak mencapai fundus, lepas AKDR dan pasang
kembali, menggunakan forsep steril baru dan AKDR steril baru.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 147
M O D U L P E L AT I H A N

Pemasangan AKDR Pasca Plasenta Menggunakan Tangan

Langkah 1.
Pasang spekulum vagina dan jepit porsio dengan ringed forcep.

Langkah 2.
Lepas spekulum.

Langkah 3.
Pegang AKDR dengan memegang batang vertikal di antara jari telunjuk dan jari tengah
tangan dominan.

Langkah 4.
Masukkan tangan yang memegang AKDR ke dalam vagina sampai ke fundus.

148 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 5.
Lepaskan ringed forcep dan letakkan tangan nondominan di perut untuk memastikan
tangan yang memegang AKDR telah mencapai fundus.

Langkah 6.
Setelah mencapai fundus, putar 45° tangan pemegang AKDR ke kanan untuk memposisikan
AKDR secara horizontal di fundus.

Langkah 7.
Lepas AKDR dan gerakkan tangan mendekati dinding lateral rahim.

Pemasangan AKDR Pasca Plasenta Menggunakan Inserter

Terdapat dua macam inserter, yaitu inserter untuk pemasangan AKDR yang standar
dan long inserter khusus untuk AKDR PP. Namun keduanya tetap bisa digunakan untuk
pemasangan AKDR PP.

Langkah 1.
Pasang spekulum vagina dan jepit porsio dengan ringed forcep.

Langkah 2.
Petugas memegang kemasan AKDR untuk memastikan AKDR dalam kemasan dan
mengeluarkan pendorong tabung inserter dari kemasan.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 149
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 3.
Pasang AKDR

Langkah 4.
Lepas Ringed Forcep.

Langkah 5.
Tekan fundus uteri dan dorong inserter ke arah fundus seperti terasa tahanan.

Langkah 6.
Tarik inserter.

Langkah 7.
Petugas mengeluarkan klem dengan perlahan sambil menjaga uterus tetap stabil dan
meletakkan klem ovum atau klem kelly pada meja instrumen.

Langkah 8.
Petugas memasang ulang spekulum kemudian memeriksa serviks untuk melihat ada
bagian dari AKDR atau benang keluar dari serviks.
- Jika AKDR atau benang nampak keluar dari serviks, keluarkan AKDR dan ambil
kemasan baru kemudian insersikan kembali
- Pastikan tidak ada perdarahan dari serviks

4. Prosedur Pasca-Insersi

Langkah 1.
Petugas memberikan waktu istirahat untuk klien selama 10 menit dan mendukung
inisiasi asuhan persalinan rutin, termasuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

150 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 2.
Petugas membuang limbah dengan benar
- Membuang air ketuban, darah ke lubang WC
- Membuang kain kasa ke dalam tempat sampah infeksius atau sampah medis
- Membuang pendorong dan tabung inserter serta pembungkus AKDR ke sampah non
medis

Langkah 3.
Petugas mencelup kedua tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam
larutan klorin 0,5% dan melepas sarung tangan secara terbalik dan membuang ke
dalam tempat sampah medis.

Langkah 4.
Petugas mencuci tangan secara standar dan mengeringkan tangan menggunakan
handuk pribadi atau tisu.

Langkah 5.
Petugas menyampaikan kepada klien bahwa AKDR sudah terpasang dengan baik dan
petugas melakukan tanya jawab dengan klien mengenai hal-hal berikut:
- Tinjau efek samping AKDR dan gejala pasca persalinan normal
- Tanggal kunjungan ulang untuk cek up AKDR/asuhan pasca natal/asuhan neonatal
- Tekankan bahwa klien harus kembali kapan saja dia mempunyai kekhawatiran atau
mengalami keluhan-keluhan
- Informasikan keluhan pasca pemasangan
- Jelaskan bagaimana cara mengetahui terjadinya ekspulsi dan apa yang harus
dilakukan jika hal tersebut terjadi
- Yakinkan klien bahwa AKDR tidak mempengaruhi produksi ASI
- Memastikan klien telah memahami instruksi pasca insersi
- Memberikan instruksi pasca insersi, jika memungkinkan
- Memberikan kartu yang menunjukkan tipe AKDR dan tanggal insersi

Langkah 6.
Petugas mencatat informasi pada catatan atau rekam medis klien dan menambahkan
kartu peserta KB dan rekam medis klien.

Materi Pokok 6.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE IMPLAN
1. Definisi
Implan adalah batang plastik berukuran kecil yang lentur, seukuran batang korek api,
yang melepaskan hormon progestin yang menyerupai hormon progesterone alami
di tubuh perempuan. Implan dipasang di bawah kulit lengan kiri sebelah atas bagian
dalam. Jenis implan ada 2 yaitu:
a. Implan Dua Batang: terdiri dari 2 batang implan mengandung hormon levonorgestrel.
Efektif hingga 4 tahun penggunaan (studi terkini menunjukkan bahwa jenis ini
memiliki efektivitas tinggi hingga 5 tahun)
b. Implan Satu Batang: terdiri dari 1 batang implan mengandung hormon etonogestrel,
efektif hingga 3 tahun penggunaan (studi terkini menunjukkan bahwa jenis ini
memiliki efektivitas tinggi hingga 5 tahun)

2. Cara Kerja dan Efektivitas


Cara kerjanya yaitu dengan mencegah pelepasan telur dari ovarium (menekan
ovulasi) dan mengentalkan lendir serviks (menghambat bertemunya sperma dan telur).

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 151
M O D U L P E L AT I H A N

Efektivitasnya yaitu kurang dari 1 kehamilan per 100 perempuan yang menggunakan
implan pada tahun pertama (1 per 1.000 perempuan). Risiko Kecil kehamilan masih
berlanjut setelah tahun pertama pemakaian.

3. Jangka Waktu Pemakaian


- Implan Dua Batang efektif hingga 4 tahun penggunaan (studi terkini menunjukkan
bahwa jenis ini memiliki efektivitas tinggi hingga 5 tahun).
- Implan Satu Batang efektif hingga 3 tahun penggunaan (studi terkini menunjukkan
bahan jenis ini memiliki efektivitas tinggi hingga 5 tahun).

4. Keuntungan dan Keterbatasan


Keuntungan:
- Klien tidak perlu melakukan apapun setelah implan terpasang
- Mencegah kehamilan dengan sangat efektif
- Merupakan metode kontrasepsi jangka panjang untuk 3-5 tahun, tergantung jenis
implan
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
- Kesuburan dapat kembali dengan segera setelah implan dilepas
- Mengurangi nyeri haid
- Mengurangi jumlah darah haid sehingga dapat mencegah anemia defisiensi besi
Keterbatasan:
- Tidak ada perlindungan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS)
- Membutuhkan tenaga kesehatan terlatih secara khusus untuk memasang dan
melepas.
- Klien tidak dapat memulai maupun melepas implan secara mandiri

5. Kriteria Kelayakan Medis


Yang boleh menggunakan
Implan aman dan efektif bagi hampir semua perempuan dengan kriteria berikut:
- Telah atau belum memiliki anak
- Perempuan usia reproduksi, termasuk perempuan yang berusia lebih dari 40 tahun
- Baru saja mengalami keguguran atau kehamilan ektopik
- Merokok, tanpa bergantung pada usia perempuan maupun jumlah rokok yang dihisap
- Sedang menyusui
- Menderita anemia atau riwayat anemia
- Menderita varises vena
- Terkena HIV, sedang atau tidak dalam terapi antiretroviral

Yang tidak boleh menggunakan


Implan sebaiknya tidak digunakan oleh perempuan dengan kriteria sebagai berikut:
- Penggumpalan darah akut pada vena dalam di kaki atau paru
- Perdarahan vaginal yang tidak dapat dijelaskan sebelum evaluasi terhadap
kemungkinan kondisi serius yang mendasari
- Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu dan tidak sembuh
- Sirosis hati atau tumor hati berat
- Systemic lupus erythematosus dengan antibodi antifosfolipid positif (atau tidak
diketahui), dan tidak dalam terapi imunosupresif

Namun, pada kondisi khusus, saat metode yang lebih sesuai tidak tersedia atau tidak
dapat diterima oleh klien, penyedia layanan berkualifikasi akan memutuskan bila
klien dapat menggunakan implan pada kondisi tersebut diatas. Penyedia layanan
perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien, dan pada kebanyakan kondisi
apakah klien mempunyai akses untuk tindak lanjut.

152 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

6. Waktu Pemasangan
Seorang perempuan dapat menjalani pemasangan implan kapanpun ia menghendaki
selama ia yakin ia tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.

Kondisi Waktu Pemberian


Menstruasi teratur atau berganti dari Kapan pun pada bulan tersebut
metode non hormonal - Jika mulai dalam 7 hari setelah permulaan
menstruasinya,, tidak perlu metode kontrasepsi
tambahan.
- Jika mulai dari 7 hari setelah permulaan
menstruasinya, implan dapat dipasang kapan saja jika
yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi tambahan*
untuk 7 hari pertama setelah pemasangan.
Berganti dari metode hormonal lainnya - Segera, jika klien menggunakan metode hormonal
secara konsisten dan benar atau jika klien yakin
tidak hamil. Tidak perlu menunggu menstruasi bulan
berikutnya. Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika klien berganti dari KSK atau KSP, implan dapat
dipasang ketika suntik ulangan seharusnya diberikan.
Tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
ASI eksklusif atau hampir eksklusif - Jika belum menstruasi, implan dapat dipasang pada
Kurang dari 6 bulan setelah melahirkan klien kapan saja di antara waktu melahirkan sampai
dengan 6 bulan. Tidak perlu metode kontrasepsi
tambahan.
- Jika telah menstruasi, implan dapat dipasang seperti
yang dianjurkan pada perempuan yang memiliki siklus
menstruasi
ASI eksklusif atau hampir eksklusif - Jika belum menstruasi, implan dapat dipasang pada
Lebih dari 6 bulan setelah melahirkan klien kapan saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode
kontrasepsi tambahan untuk 7 hari pertama setelah
pemasangan.
- Jika telah menstruasi, implan dapat dipasang seperti
yang dianjurkan pada perempuan yang memiliki siklus
menstruasi
ASI Tidak Eksklusif Jika belum menstruasi - Implan dapat dipasang kapan saja jika yakin tidak
hamil. Perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari
pertama setelah pemasangan
- Jika menstruasi klien telah kembali, implan dapat
dipasang seperti yang dianjurkan pada perempuan
yang memiliki siklus menstruasi normal
Tidak Menyusui Implan dapat dipasang kapan saja. Tidak perlu metode
Kurang dari 4 minggu setelah melahirkan kontrasepsi tambahan
Tidak Menyusui - Jika belum menstruasi, implan dapat dipasang kapan
Lebih dari 4 minggu setelah melahirkan saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi
tambahan untuk 7 hari pertama setelah pemasangan.
- Jika menstruasi telah kembali, implan dapat dipasang
seperti yang dianjurkan pada perempuan dengan siklus
menstruasi normal
Tidak menstruasi (tidak berhubungan Implan dapat dipasang kapan saja jika yakin tidak hamil.
dengan melahirkan atau menyusui) Perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari
pertama setelah pemasangan.
Setelah keguguran atau aborsi - Segera. Jika implan dipasang dalam 7 hari setelah
keguguran atau aborsi trimester 1 atau trimester 2,
tidak perlu metode kontrasepsi tambahan.
- Jika lebih dari 7 hari setelah keguguran atau aborsi
trimester 1 atau 2, implan dapat dipasang kapan
saja jika yakin tidak hamil. Perlu metode kontrasepsi
tambahan untuk 7 hari pertama setelah pemasangan

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 153
M O D U L P E L AT I H A N

Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi - Implan dapat dipasang pada hari yang sama dengan
Darurat (PKD) penggunaan PKD.
- Perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari
pertama.
- Bila tidak segera memulai menggunakan implan, tetapi
klien masih ingin tetap menggunakannya, ia dapat
memulai kapan saja asalkan yakin tidak hamil. Setelah
menggunakan PKD ulipristal asetat:
- Implan dapat dipasang pada hari ke-6 setelah
menggunakan PKD UPA. Tidak perlu menunggu
menstruasi bulan berikutnya. Implan dan UPA
berinteraksi. Jika implan dipasang lebih dulu; sehingga
keduanya berada di dalam tubuh, salah satu atau
keduanya bisa menjadi kurang efektif
- Buat janji agar klien kembali pada hari ke-6 untuk
pemasangan implan, atau sesegera mungkin
setelahnya.
- Perlu metode kontrasepsi tambahan sejak dari minum
PKD UPA sampai dengan 7 hari setelah pemasangan
implan.
- Jika klien tidak memulai pada hari ke-6 namun kembali
sesudahnya untuk penggunaan implan, implan dapat
dipasang kapan saja jika yakin tidak hamil.

7. Efek Samping dan Komplikasi


Efek Samping

Efek Samping Penanganan


Menstruasi irregular (tidak teratur)
- Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
setahun pemasangan.
- Pengobatan jangka pendek, Ibuprofen diberikan 3x800
mg selama 5 hari, atau asam mefenamat diberikan
3x500 mg, selama 5 hari, dimulai sejak kondisi tersebut
terjadi.
- Jika obat diatas tidak membantu, dapat diberikan:
● Kontrasepsi pil kombinasi yang mengandung
progestin levonorgestrel, diminum 1 pil sehari selama
21 hari.
● Ethinyl estradiol, diberikan 1 x50µg selama 21 hari.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Tidak ada menstruasi - Yakinkan klien jika kondisi ini tidak berbahaya
Menstruasi yang banyak dan lama - Yakinkan klien jika kondisi tersebut tidak berbahaya
dan biasanya akan berkurang atau berhenti setelah
beberapa bulan.
- Pengobatan jangka pendek, Ibuprofen diberikan 3x800
mg selama 5 hari, atau asam mefenamat diberikan
3x500mg selama 5 hari, dimulai sejak kondisi tersebut
terjadi. Kombinasi dengan kontrasepsi oral 50µg ethinyl
estradiol dapat memberikan hasil lebih baik.
- Sarankan untuk meminum obat penambah zat besi
untuk mencegah anemia.
- Jika kondisi ini terus berlangsung, pertimbangkan
penyebab lain yang tidak berhubungan dengan
kontrasepsi.
Nyeri perut - Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.
Jerawat - Jika klien ingin menghentikan implan karena
jerawat, dapat dipertimbangkan penggantian metode
kontrasepsi dengan kontrasepsi oral kombinasi.

154 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Kondisi Waktu Pemberian


Perubahan berat badan - Diet dan konsul gizi.
Nyeri payudara - Rekomendasikan menggunakan supportive bra (saat
aktivitas dan tidur)
- Kompres panas atau dingin.
- Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.
Perubahan mood dan hasrat seksual - Berikan dukungan yang sepantasnya jika perubahan
tersebut mempengaruhi hubungan dengan pasangan.
- Jika terjadi perubahan mood (suasana hati) yang
berat seperti depresi mayor, maka harus mendapatkan
perawatan segera.
Nyeri setelah pemasangan atau pencabutan - Cek balutan pada lengan apakah terlalu ketat.
- Aspirin 500 mg atau ibuprofen 400 mg atau
parasetamol 500-1000 mg atau penghilang nyeri
lainnya.

Komplikasi

Kompilkasi Penanganan
Infeksi pada tempat insersi
- Jangan mencabut implan.
- Bersihkan area yang terinfeksi dengan sabun dan air
atau antiseptik.
- Berikan antibiotik oral selama 7-10 hari
minta klien kembali jika antibiotik telah habis, dan jika
tetap terjadi infeksi, cabut implan.
Ekspulsi - Tidak ada
Jika tidak ada infeksi, ganti batang implan melalui
insisi baru dekat dengan batang implan lainnya atau
sarankan untuk mengganti implan.
Nyeri hebat di perut bawah
- Biasanya diakibatkan berbagai hal seperti pembesaran
folikel ovarium atau kista.
- Klien dapat terus menggunakan implan selama
penilaian.
- Tidak ada pengobatan khusus, dan biasanya
menghilang dengan sendirinya.
- Jika dicurigai sebagai salah satu gejala kehamilan
ektopik, dengan gejala lain berupa:
● Perdarahan pervaginam yang tidak normal, atau
tidak menstruasi.
● Pusing.
● Lemas, pingsan.
- Segera dirujuk ke Fasyankes tingkat lanjut.
Sakit kepala hebat - Implan segera dicabut.

8. Prosedur Klinis Pelayanan Kontrasepsi dengan Metode Implan


Peralatan yang diperlukan untuk setiap pemasangan adalah sebagai berikut:
- Meja periksa untuk tempat tidur klien
- Penyangga lengan atau meja samping
- Sabun untuk mencuci lengan
- Spidol untuk menggambar pola
- Pola terbuat dari plastik (template) untuk menandai posisi kapsul dalam bentuk seperti
kipas
- Dua batang implan dalam satu kemasan steril
- Larutan antiseptik
- Anestesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin)

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 155
M O D U L P E L AT I H A N

Alat dan bahan yang diperlukan untuk pemasangan batang implan meliputi:
- Kain penutup operasi steril (bersih) yang kering
- Dua mangkok steril atau DTT (satu untuk larutan antiseptik, satu tempat air mendidih
atau steril yang berisi kapas bulat untuk membersihkan bedak pada sarung tangan)
- Sepasang sarung tangan steril/DTT
- Tabung suntik (3 cc) dan jarum suntik dengan panjang 2,5 - 4 cm (nomor 22): 1 buah
- Trokar yang mempunyai tanda untuk pemasangan implan 2 batang dengan
pendorongnya
- Skalpel (pisau bedah) nomor 11
- Forsep jaringan (tambahan)
- Band aid (Tensoplast) atau kasa steril dengan plester
- Kasa dan kasa pembalut (verban)
- Epinefrin untuk syok anafilaktik (harus selalu tersedia untuk keadaan darurat)

a. Pemasangan
Prosedur Pemasangan Implan 2 Batang

Persiapan
Langkah 1.
Periksa untuk memastikan klien sudah mencuci seluruh lengan dengan sabun dan
air serta membilasnya. Pastikan tidak terdapat sisa sabun (sisa sabun menurunkan
efektifitas antiseptik tertentu). Langkah ini sangat penting bila klien kurang menjaga
kebersihan dirinya.

Langkah 2.
Bantu klien berbaring di meja periksa. Lengan harus disangga dengan baik dan
dapat digerakkan lurus atau sedikit bengkok dengan posisi yang memudahkan
untuk pemasangan dan nyaman untuk klien.

Langkah 3.
Letakkan kain bersih yang kering di bawah lengan klien.

Langkah 4.
Tentukan tempat pemasangan yang optimal, 8 cm di atas lipatan siku, gunakan pola
(template) dan spidol untuk menandai tempat insisi yang akan dibuat dan pada setiap
ujung atas batang implan (bila akan menggunakan antiseptik yang mengandung
alkohol, gunakan spidol dengan tinta permanen).

Langkah 5.
Siapkan alat-alat dan buka bungkus steril atau DTT tanpa menyentuh alat-alat di
dalamnya.

Tindakan Sebelum Pemasangan


Langkah 1.
Cuci tangan dengan sabun dan air, keringkan dengan kain bersih. Untuk pemasangan
atau pencabutan batang implan cukup dengan mencuci tangan memakai air dan
sabun biasa kurang lebih 10 - 15 detik dan kemudian dibilas dengan air mengalir.

156 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 2.
Pakai sarung tangan steril atau DTT (ganti sarung tangan untuk setiap klien guna
mencegah kontaminasi silang).
Catatan: Jangan menggunakan bedak untuk memakai sarung tangan. Butir-butir
bedak yang halus dapat jatuh ke tempat insisi dan menyebabkan terjadinya jaringan
parut (reaksi jaringan ikat). Bila sarung tangan diberi bedak, bersihkan dengan kasa
steril yang direndam dengan air steril atau air mendidih.

Langkah 3.
Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai.

Langkah 4.
Usap tempat insisi dengan larutan antiseptik sebanyak dua kali. Gunakan klem steril
atau DTT untuk memegang kasa berantiseptik. Bila memegang kasa berantiseptik
hanya dengan tangan, hati-hati jangan sampai mengkontaminasi sarung tangan
dengan menyentuh kulit yang tidak steril. Mulai mengusap dari tempat yang akan
dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8 - 13 cm. Bila memakai
iodofor (misalnya Betadine) biarkan kering kurang lebih 2 menit sebelum memulai
tindakan. Iodofor memerlukan waktu 2 menit untuk melepaskan Iodin bebas. Hapus
antiseptik yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat tidak terlihat.

Langkah 5.
Bila ada, gunakan kain penutup (doek) yang mempunyai lubang untuk menutupi
lengan. Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan tempat yang akan
dipasang batang implan. Dapat juga dengan menutupi lengan di bawah tempat
pemasangan dengan kain steril (Pilihan lain adalah menggunakan kain yang telah
didekontaminasi, dicuci dan dikeringkan di udara atau dengan mesin pengering).

Pemberian Anestesi Lokal


Langkah 1.
Setelah memastikan kembali bahwa klien tidak alergi terhadap obat anestesi, isi alat
suntik dengan 2 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin). Dosis ini sudah cukup untuk
menghilangkan rasa sakit selama memasang kedua batang implan. Jelaskan pada
klien bahwa pada waktu penyuntikan obat anestesi akan terasa sedikit sakit tetapi
pada waktu pemasangan kedua batang implan tidak akan terasa sakit.

Langkah 2.
Masukkan jarum tepat di bawah kulit pada tempat insisi (yang terdekat dengan siku).
Suntikkan sedikit obat anestesi untuk membuat gelembung kecil (Skin Wheal) di
bawah kulit.

Tanpa memindahkan jarum, masukkan ke bawah kulit (subdermis) sekitar 5 cm


di antara kedua batang implan yang akan dipasang. Hal ini akan membuat kulit
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 157
M O D U L P E L AT I H A N

(dermis) terangkat dari jaringan lunak di bawahnya.


Bila panjang jarum kurang dari 5 cm, dorong kembali pangkal jarum sehingga Ujung
jarum mencapai setinggi kedua tanda (telah dibuat sebelumnya) pada kulit yang
mengarah ke bahu.

Lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah.
Tarik jarum pelan-pelan sehingga membentuk jalur sambil menyuntikkan obat
anestesi sebanyak 1 ml di antara kedua batang implan yang akan dipasang.

Letakkan alat suntik pada tempat yang aman untuk menghindari kecelakaan tertusuk
jarum.

Lakukan pemijatan pada tempat penyuntikan agar penyebaran obat anestesi merata,
hal ini akan meningkatkan efektivitas anestesi.

Catatan:
Untuk mencegah toksisitas, dosis total tidak boleh melebihi 10 ml (10 g/l) dari 1%
anestesi lokal tanpa epinefrin.

Pemasangan Batang Implan

Langkah 1.
Sebelum membuat insisi, sentuh tempat insisi dengan ujung klem untuk memastikan
obat anestesi telah bekerja. Bila klien masih bisa merasakan sentuhan klem tersebut,
tunggu 2 menit dan ulangi lagi cara tersebut.

Langkah 2.
Pegang skalpel dengan sudut 45°, buat insisi kecil (2 mm), hanya untuk sekedar
menembus kulit. Jangan membuat insisi yang panjang atau dalam. Cara lain, dapat
langsung dimasukkan ke dalam kulit tanpa membuat insisi lebih dulu.

Langkah 3.
Masukkan trokar dengan atau tanpa pendorong di dalamnya (tergantung jenis
trokar) ke dalam luka insisi dengan sudut yang kecil dengan ujung trokar yang tajam
(bevel) menghadap ke atas. Tusukkan trokar sampai ujung tajam seluruhnya berada
di bawah kulit (2-3 mm dari ujung bevel). Jangan memasukkan trokar dengan
paksaan. Jika terdapat tahanan, coba dari sudut lainnya. Ada 2 tanda pada trokar,
tanda (1) dekat ujung menunjukkan batas trokar yang harus tetap di bawah kulit
setelah memasang setiap batang implan. Tanda (2) dekat pangkal menunjukkan
batas trokar dimasukkan ke bawah kulit sebelum memasukkan setiap batang implan.

158 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 4.
Untuk meletakkan batang implan tepat di bawah kulit, angkat trokar ke atas, sehingga
kulit terangkat. Masukkan trokar beserta pendorong di dalamnya secara perlahan-
lahan dan hati-hati ke arah tanda (2) dekat pangkal.

Trokar harus cukup dangkal sehingga dapat diraba dari luar dengan jari.
Trokar harus selalu terlihat mengangkat kulit selama pemasangan.
Masuknya trokar akan lancar bila berada di bidang yang tepat di bawah kulit.

Catatan: Jangan menyentuh trokar pada waktu memasukkan dan menarik keluar
terutama bagian tabung yang masuk ke bawah kulit untuk mencegah trokar
terkontaminasi.

Pemasangan 2 Batang Implan dengan Memutar Trokar

Masukkan pendorong trokar sampai batas A dengan posisi tanda panah pada trokar
dan tanda panah pada pendorong trokar menghadap ke atas.

Masukkan trokar sampai tanda II


Pendorong trokar diputar 180⁰ sampai tanda panah menghadap ke bawah saat akan
mengeluarkan implan pertama.

Trokar ditarik keluar dari kulit sampai batas I sambil menahan pendorong trokar

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 159
M O D U L P E L AT I H A N

Trokar digerakkan ke samping 15⁰

Trokar kembali dimasukkan ke kulit sampai batas II

Pendorong trokar diputar 180⁰ sampai tanda panah menghadap ke atas

Sambil menahan pendorong, trokar ditarik sampai batas I, Implan II masuk ke dalam
kulit.

Trokar langsung dikeluarkan dari kulit.

Pemasangan 2 Batang Implan dengan Mematahkan Batas Penahan Pendorong

Masukkan trokar sampai batas bawah.

Tangan kanan menahan pendorong hingga batas penahan sekaligus menarik trokar
hingga batas atas. Tangan kiri menahan implan agar tertinggal di bawah kulit.

160 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Pastikan implan sudah keluar dari trokar.


Arahkan implan ke sisi yg lain (pola V), masukkan tokar sampai batas bawah.

Patahkan batasan penahan pendorong.

Tarik trokar hingga berbunyi “klik”.


Tangan kanan menarik trokar hingga keluar, tangan kiri menahan implan.

Raba ujung batang implan di daerah dekat bahu untuk memastikan batang implan
telah terpasang dengan benar.
Raba daerah insisi untuk memastikan ke 2 ujung batang implan berada 5 mm dari
luka insisi.

Pemasangan 2 Batang Implan dengan Mematahkan dan Memutar Pendorong

Kedua batang implan berada di dalam trokar

Belahan di pangkal trokar untuk tempat mematahkan sayap yang ada di tengah
pendorong.

Sayap yang berada di tengah pendorong berfungsi sebagai penahan implan.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 161
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah-langkah pemasangan:

Pemasangan Implan Pertama


1. Tusukkan trokar pada titik pertama yang dengan siku.
2. Posisikan trokar menghadap ke atas ke arah jam 12 dan perhatikan tanda
batasnya yang berwarna hitam.
3. Tusukan trokar, jungkitkan, kemudian dorong secara perlahan.

4. Sesudah inserter masuk, arahkan ke satu titik menelusuri bawah kulit untuk
menjaga agar pemasangan implan benar-benar tepat di bawah kulit, datar, dan
dangkal.

5. Masukkan pendorong yang ada sayap di tengahnya, posisikan sayap berada di


bawah (arah jam 6).
6. Tarik trokar secara perlahan. Sementara itu tahan pendorong sampai sayap pada
pendorong masuk tepat pada belahan di pangkal trokar.

7. Tarik trokar sambil menahan implan yang sudah di bawah kulit, tahan dengan jari
tengah atau salah satu jari.
8. Tarik trokar sampai tanda batas (lingkaran warna hitam) dekat ujung trokar,
sampai implan pertama keluar dan berada pada posisi yang benar di bawah kulit.

Pemasangan Implan Kedua


9. Pada titik yang sama saat pemasangan implan pertama, arahkan trokar sesuai
dengan titik gambar pola yang sudah dibuat seperti huruf V, di mana kedua
ujungnya berjarak lebih kurang 1,5 cm.

162 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

10. Dorong trokar sampai batas (lingkaran warna hitam) pada pangkal trokar.
11. Tahan dan putar pendorong ke kanan sampai sayap pada pendorong patah dan
terlepas.
12. Patahkan pegangan pendorong.

Implan kedua seluruhnya sudah terlepas dari trokar dan berada tepat di bawah kulit.

Prosedur Pemasangan Implan 1 Batang

1) Implanon

Langkah 1.
- Regangkan kulit tempat insersi dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Tusukkan ujung jarum dengan membuat sudut 30º
- Lepaskan kulit

Langkah 2.
- Arahkan aplikator mendatar
- Angkat kulit dengan ujung jarum, tetapi tetap jaga jarum berada di subdermal
- Sewaktu mengangkat kulit masukkan jarum keseluruhan tanpa dipaksa (menjaga
tetap di subdermal)
- Pertahankan aplikator sejajar kulit.

Langkah 3.
- Lepas pengaman obturator
- Putar obturator 90º

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 163
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 4.
- Sejajarkan obturator dengan lengan atas menggunakan 1 tangan, tangan lainnya
menarik perlahan jarum keluar dari lengan
- Jangan mendorong obturator

Langkah 5.
- Periksa jarum dan pastikan implan tidak ada lagi. Setelah jarum dicabut, ujung
obturator yang berlekuk akan terlihat
- Selalu pastikan untuk meraba implanon dan mintalah pasien untuk merabanya
juga

2) Implanon NXT

Langkah 1.
- Tusuk kulit dengan aplikator pada sudut 30°. Masukkan hanya bagian miring dari
jarum.

- Turunkan aplikator ke posisi horizontal.

- Angkat kulit dengan ujung jarum, tusuk jarum hingga seluruh panjang jarum,
aplikator dalam posisi yang sama dengan jarum yang sudah masuk seluruhnya.

Sumber : Implanon NXT Global Training Package

Langkah 2.
- Buka penggeser ungu dengan mendorongnya sedikit ke bawah

164 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Geser penggeser ungu sepenuhnya ke belakang sampai berhenti, biarkan implan


pada posisi terakhirnya dan kunci jarum di dalam badan aplikator
- Lepaskan aplikator dengan hati-hati dan biarkan implan tetap di tempatnya

Menutup Luka Insisi


- Dekatkan kedua tepi luka insisi kemudian tutup dengan band aid (plester untuk
luka ringan) atau kasa steril dan plester. Luka insisi tidak perlu dijahit karena
dapat menimbulkan jaringan parut.
- Periksa adanya perdarahan. Tutup daerah pemasangan dengan pembalut untuk
hemostasis dan mengurangi memar (perdarahan subkutan).

Membuang sampah dan dekontaminasi


- Sebelum melepas sarung tangan, masukkan alat-alat ke tempat berisi larutan
enzimatik atau deterjen untuk dekontaminasi. Rendam selama 10 menit,
kemudian segera bilas dengan air bersih sebelum di sterilisasi/DTT.
- Buang alat suntik (jangan lepaskan jarum dari tabungnya) dan skalpel ke dalam
kontainer yang tahan/anti tusukan.
- Kain penutup (bila digunakan) harus dicuci sebelum dipakai lagi. Taruh di dalam
kontainer yang kering dan tertutup kemudian bawa ke tempat cucian.
- Dengan masih memakai sarung tangan, buang bahan-bahan yang terkontaminasi
(kasa, kapas dan lain-lain) dalam kontainer yang anti bocor dan diberi tanda, atau
dalam kantong plastik.
- Celupkan sebentar tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan
enzimatik untuk dekontaminasi bagian luar sarung tangan kemudian hati-hati
lepas dengan cara membalik sehingga bagian dalam menjadi bagian luar.
- Bila menggunakan sarung tangan sekali pakai, buang sarung tangan tersebut ke
dalam kontainer untuk sampah.
- Semua sampah harus dibakar atau ditanam.

Merawat klien
- Buat catatan pada rekam medik tempat pemasangan batang implan dan kejadian
tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan (akan lebih baik bila di
gambar secara sederhana kira-kira tempat pemasangan kedua batang implan
pada lengan klien).
- Beri petunjuk untuk perawatan luka insisi setelah pemasangan dan buat jadwal
kunjungan ulang kalau diperlukan.
- Amati klien sekitar 15 sampai 20 menit. Sebelum memulangkan klien, periksa
apakah ada perdarahan dari luka insisi dan tanyakan apa yang dirasakan. Kalau
ada berikan kartu yang berisi cara-cara merawat luka insisi.

Petunjuk perawatan luka insisi di rumah


- Jaga luka insisi tetap kering dan bersih selama paling sedikit 48 jam. Luka insisi
dapat mengalami infeksi bila basah saat mandi atau mencuci pakaian.
- Jangan membuka pembalut tekan selama 48 jam dan biarkan band aid di
tempatnya sampai luka insisi sembuh (umumnya 3-5 hari).
- Mungkin akan terdapat memar, bengkak atau sakit di daerah insisi selama
beberapa hari. Hal ini normal.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 165
M O D U L P E L AT I H A N

- Klien dapat segera bekerja secara rutin. Hindari benturan atau luka di daerah
tersebut atau menambahkan tekanan.
- Setelah luka insisi sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dibersihkan
dengan tekanan normal.
- Bila terdapat tanda-tanda infeksi seperti demam, daerah insisi kemerahan dan
panas atau sakit yang menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.

Bila terjadi infeksi


- Obati dengan pengobatan yang sesuai untuk infeksi lokal
- Bila terjadi abses (dengan atau tanpa ekspulsi kapsul) cabut kedua batang implan

Kunci keberhasilan pemasangan


- Untuk tempat pemasangan batang implan, pilihlah lengan klien yang jarang
digunakan.
- Gunakan cara pencegahan infeksi yang dianjurkan.
- Insisi untuk pemasangan harus kecil, hanya sekedar menembus kulit. Gunakan
skalpel atau trokar tajam untuk membuat insisi.
- Pastikan batang implan tersebut dipasang paling sedikit 8 cm (3 inci) di atas lipat
siku, di daerah medial lengan.
- Memasukkan trokar dengan pendorong di dalamnya melalui luka insisi dengan
sudut yang kecil, tepat di bawah kulit. Jangan memasukkan trokar dengan paksa.
- Trokar harus terlihat mengangkat kulit selama memasukkannya untuk memastikan
pemasangan tepat di bawah kulit.
- Pastikan batang implan pertama benar-benar keluar dari trokar sebelum batang
implan yang kedua dipasang (untuk mencegah kerusakan batang implan pertama,
pegang batang implan tersebut dengan jari tengah dan masukkan trokar pelan-
pelan di sepanjang tepi jari tersebut).
- Setelah selesai memasang, bila sebuah ujung batang implan menonjol keluar
atau terlalu dekat dengan luka insisi, harus dicabut dengan hati-hati dan dipasang
kembali dalam posisi yang tepat (sekitar 5 mm dari luka insisi).
- Jangan mencabut ujung trokar dari tempat insisi sebelum kedua batang implan
dipasang dan diperiksa posisinya. Hal ini untuk memastikan bahwa kedua batang
implan dipasang dengan posisi yang benar dan pada bidang yang sama di bawah
kulit.
- Kedua batang implan harus membentuk sudut sekitar 15°.
- Gambar tempat batang implan tersebut pada rekam medik dan buat catatan bila
ada kejadian tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan

b. Pencabutan

Teknik Pencabutan
1. Teknik standar untuk pencabutan implan Norplant® (generasi pertama implan
yang tidak diproduksi lagi) telah dipublikasikan pada tahun 1990 oleh The
Population Council juga oleh WHO.
2. Teknik “pop out” diperkenalkan oleh Darney dan kawan-kawan pada tahun 1992
untuk mencabut kapsul implan Norplant® yang lebih keras, kurang praktis untuk
mencabut batang implan Jadena™ yang lebih lunak dan lebih lentur
3. Teknik U diperkenalkan oleh Untung Praptohardjo dan Wibowo pada tahun 1993,
melaporkan metode baru untuk pencabutan implan Norplant®

Peralatan yang diperlukan untuk setiap pencabutan implan:


- Meja periksa untuk tempat tidur klien
- Penyangga lengan atau meja samping

166 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

- Sabun untuk mencuci lengan


- Spidol
- Kain penutup operasi steril, bersih, dan kering
- Tiga mangkok steril atau DTT (satu untuk larutan antiseptik, satu tempat air
mendidih atau steril yang berisi kapas bulat untuk membersihkan bedak pada
sarung tangan dan satu lagi berisi larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi batang
implan yang telah dicabut)
- Sepasang sarung tangan steril/DTT
- Larutan antiseptik
- Anestesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin)
- Tabung suntik (3 cc) dan jarum suntik dengan panjang 2,5 - 4 cm (nomor 22): 1
buah
- Skalpel (pisau bedah) nomor 11
- Klem pemegang batang implan (gambar 2)
- Klem lengkung dan lurus (mosquito dan Crile)
- Band aid atau plester
- Kasa steril
- Kasa pembalut epinefrin untuk syok anafilaktik (harus selalu tersedia untuk
keadaan darurat)

Catatan:
Untuk teknik standar diperlukan 2 klem (mosquito atau crile) baik yang lengkung
ataupun lurus.

Menyuntikkan Obat Anestesi

Isi alat suntik dengan 3 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin). Masukkan jarum tepat
di bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat. Suntikkan sedikit obat anestesi untuk
membuat gelembung kecil di bawah kulit.

Masukkan jarum secara hati-hati di bawah ujung batang implan pertama sampai lebih
kurang sepertiga panjang batang (1 cm). Lakukan aspirasi untuk memastikan jarum
tidak masuk ke dalam pembuluh darah. Tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikkan
obat anestesi (kira-kira 0,5 ml) untuk mengangkat ujung batang implan.

Ingat: Menyuntikkan obat anestesi lokal di bawah ujung dari batang implan sangat
menentukan kemudahan dan kecepatan proses pencabutan.

Tanpa mencabut jarum, geser ujung jarum dan masukkan ke bawah batang implan
berikutnya. Ulangi proses ini sampai seluruh ujung kedua batang implan terangkat.
Jangan menyuntikkan obat anestesi di atas batang implan karena akan membuat
jaringan menjadi edema sehingga batang implan sulit diraba. Bila perlu dapat
ditambahkan lagi anestesi, selama berlangsungnya proses pencabutan. Sebelum
memulai, sentuh tempat insisi dengan ujung jarum atau skalpel untuk memastikan
obat anestesi telah bekerja.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 167
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah Pencabutan

1. Teknik Standar

Langkah 1.
Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua
batang implan (dekat siku), kira-kira 5 mm dari ujung bawah batang implan bila
jarak tersebut sama maka insisi dibuat pada tempat insisi waktu pemasangan.
Sebelum menentukan lokasi, pastikan tidak ada ujung batang implan yang berada
di bawah insisi lama (hal ini untuk mencegah terpotongnya batang implan saat
melakukan insisi).

Langkah 2.
Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang (transversal) yang kecil
kurang lebih 4 mm dengan menggunakan skalpel. Jangan membuat insisi yang
besar.

Langkah 3.
Mulai dengan mencabut batang implan yang mudah diraba dari luar atau yang
terdekat tempat insisi.

Langkah 4.
Dorong ujung batang implan ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung
batang implan tampak pada luka insisi. Saat ujung batang implan tampak pada
luka insisi, masukkan klem lengkung (mosquito atau Crile) dengan lengkungan
jepitan mengarah ke atas, kemudian jepit ujung batang implan dengan klem
tersebut.
Catatan: Bila batang implan sulit digerakkan ke arah insisi, hal ini mungkin karena
jaringan fibrosa yang mengelilingi batang implan (Lihat: langkah 4A dan 4B
mengenai cara memotong jaringan parut tersebut).

Langkah 4a.
Masukkan klem lengkung melalui luka insisi dengan lengkungan jepitan mengarah
ke kulit, teruskan sampai berada di bawah ujung batang implan dekat siku. Buka
dan tutup jepitan klem untuk memotong secara tumpul jaringan parut yang
mengelilingi ujung batang implan. Ulangi sampai ujung kedua batang implan
seluruhnya bebas dari jaringan parut yang mengelilinginya (mudah digerakkan).

Langkah 4b.
Dorong ujung batang implan pertama sedekat mungkin pada luka insisi. Sambil
menekan (fiksasi) batang implan dengan jari telunjuk dan jari tengah, masukkan
168 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

lagi klem lengkung (lengkungan jepitan mengarah ke kulit), sampai berada di


bawah ujung batang implan, jepit batang di dekat ujungnya (5 sampai 10 mm)
dan secara hati-hati tarik keluar melalui luka insisi.

Langkah 5.
Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi batang implan dengan cara
menggosok-gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung bawah batang
implan.

Cara lain, bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan cara menggosok-gosok
pakai kasa steril, dapat dengan menggunakan skalpel secara hati-hati. Untuk
mencegah terpotongnya batang implan, gunakan sisi yang tidak tajam dari skalpel
waktu membersihkan jaringan ikat yang mengelilingi batang implan.

Langkah 6.
Jepit batang implan yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua.
Lepaskan klem pertama dan cabut batang implan secara pelan dan hati-hati
dengan klem kedua. Batang implan akan mudah dicabut karena jaringan ikat
yang mengelilinginya tidak melekat pada karet silikon. Bila batang implan sulit
dicabut, pisahkan secara hati-hati sisa jaringan ikat yang melekat pada batang
implan menggunakan kassa atau skalpel.

Langkah 7.
Pilih batang implan berikutnya. Gunakan teknik yang sama (Langkah 4 sampai 6)
untuk mencabut batang implan berikutnya.

Batang yang sulit dicabut

Langkah 1.
Raba kedua ujung batang implan dengan jari telunjuk dan jari tengah. Letakkan
jari tengah pada ujung batang implan yang dekat bahu dan jari telunjuk pada
ujung batang implan yang dekat siku, kemudian dorong batang implan sedekat
mungkin ke arah insisi.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 169
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 2.
Masukkan klem lengkung ke dalam luka insisi sampai ujung jepitan klem berada
di bawah batang implan dengan kedua jari tetap menekan ujung-ujung batang
implan untuk memfiksasi.

Langkah 3.
Jepit batang implan dari bawah dengan klem lengkung.

Langkah 4.
Jangan mencoba untuk menarik batang implan keluar karena ujung klem yang
sekarang masuk kedalam luka insisi kurang lebih 1 sampai 2 cm. Dorong ujung
batang implan ke arah insisi, balikkan (flip) pegangan klem 180° ke arah bahu
klien dan kemudian pegang klem dengan tangan yang berlawanan.

Catatan: Bila setelah klem dibalikkan, batang implan belum terlihat (Langkah 4)
putar (twist) klem 180° ke arah sumbu utamanya. Tarik klem hati-hati sehingga
ujung batang implan terlihat pada luka insisi dari sisi yang berlawanan dengan
klem.

Langkah 5.
Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi batang implan dengan
menggosok-gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung batang implan.
Cara lain bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan menggosok-gosok pakai
kasa steril, dapat menggunakan skalpel.

Langkah 6.
Setelah jaringan ikat yang mengelilingi batang implan terbuka, gunakan klem
kedua untuk menjepit batang implan yang sudah terpapar. Lepaskan klem
pertama dan cabut batang implan dengan klem kedua.

Langkah 7.
Tutup luka insisi dengan hansaplast/band aid atau plester. Biasanya diperlukan
pemakaian bebat tekan karena metoda ini menyebabkan trauma pada jaringan
ikat bila menggunakan skalpel.

170 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

2. Teknik Pop Out

Langkah 1.
Raba ujung batang implan di daerah dekat siku, dorong ujung bagian atas batang
implan (dekat bahu klien) dengan menggunakan jari. Pada saat ujung bagian
bawah batang implan (dekat siku) tampak jelas di bawah kulit, buat insisi kecil
(2 - 3 mm) di atas ujung batang implan dengan menggunakan skalpel.

Langkah 2.
Melakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya
pada ujung bagian bawah batang implan untuk membuat ujung batang implan
tersebut tepat berada di bawah tempat insisi.

Langkah 3.
Masukkan ujung tajam skalpel ke dalam luka insisi sampai terasa menyentuh
ujung batang implan. Bila perlu, potong jaringan ikat yang mengelilingi ujung
batang implan sambil tetap memegang batang implan dengan ibu jari dan jari
telunjuk.

Langkah 4.
Tekan jaringan ikat yang sudah dipotong tadi dengan ke dua ibu jari sehingga
ujung bawah batang implan terpapar keluar.

Langkah 5.
Tekan sedikit ujung atas batang implan (dekat bahu) sehingga batang implan
muncul (pop out) pada luka insisi dan dengan mudah dapat dipegang dan dicabut.
Setelah batang implan pertama berhasil dicabut, batang implan berikutnya akan
muncul dengan menggunakan teknik yang sama

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 171
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 6.
Luka insisi ditutup dengan band aid/plaster dan kasa steril. Pembalut tekan
biasanya tidak diperlukan karena teknik pop out ini tidak menyebabkan atau
hanya sedikit merusak jaringan (subkutan) ditempat pencabutan.

3. Teknik U

Langkah 1.
Raba kedua batang implan untuk menentukan lokasinya. Untuk menentukan
tempat insisi, raba (tanpa sarung tangan) ujung batang implan dekat lipatan siku.
Untuk memudahkan meraba batang implan, basahkan sedikit ujung jari dengan
air sabun atau larutan antiseptik. Dengan cara ini dapat menghilangkan gesekan
antara ujung jari klinisi dengan kulit klien sehingga batang implan lebih mudah
diraba.

Langkah 2.
Buat tanda pada kedua ujung setiap batang implan dengan menggunakan
spidol untuk memastikan posisi dari setiap batang implan. Bila akan memakai
antiseptik yang mengandung alkohol untuk mempersiapkan tempat insisi harus
menggunakan spidol permanen.

Langkah 3.
Usap tempat pencabutan dengan kasa berantiseptik sebanyak 2 kali. Gunakan
klem steril atau DTT untuk memegang kasa tersebut. Bila memegang kasa
berantiseptik hanya dengan tangan, hati-hati jangan sampai mengkontaminasi
sarung tangan dengan menyentuh kulit yang tidak steril. Mulai mengusap dari
tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar
8 - 13 cm. Bila memakai Iodoform biarkan kering selama 2 menit sebelum memulai
tindakan. Hapus antiseptik yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat
tidak terlihat.

172 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 4.
Bila ada, gunakan kain (doek) lubang steril untuk menutupi lengan. Lubang
tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan lokasi batang implan. Dapat
juga dengan menutupi lengan di bawah tempat batang implan dipasang dengan
menggunakan kain steril (Pilihan lain adalah menggunakan kain yang telah
didekontaminasi, dicuci dan dikeringkan di udara atau dengan mesin pengering).

Langkah 5.
Raba sekali lagi kedua batang implan untuk menentukan lokasinya

Langkah 6.
Isi alat suntik dengan 1 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin). Masukkan jarum
tepat di bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat di antara kedua batang implan
kurang lebih 5 mm dari ujung yang dekat lipatan siku. Suntikkan sedikit obat
anestesi untuk membuat gelembung kecil di bawah kulit. Masukkan jarum lebih
dalam secara hati-hati kurang lebih 1 cm di bawah ujung batang implan. Lakukan
aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah.
Suntikan 1 ml obat anestesi di bawah batang implan sambil menarik jarum pelan-
pelan. Letakkan alat suntik di tempat yang aman untuk mencegah kecelakaan
tertusuk jarum. Tekan daerah tempat penyuntikan untuk menyebarkan anestesi
ke sekitarnya sehingga aktivitasnya meningkat.

Langkah 7.
Tentukan lokasi insisi pada kulit di antara batang implan kurang lebih 5 mm dari
ujung batang implan dekat siku. Klinisi yang sudah berpengalaman membuat
insisi pada bekas luka insisi waktu pemasangan.

Langkah 8.
Buat insisi kecil (4 mm) memanjang (vertikal) sejajar di antara sumbu panjang
batang implan dengan menggunakan skalpel.

Langkah 9.
Masukkan ujung klem U secara hati-hati melalui luka insisi dengan sudut yang
tepat ke sumbu panjang batang implan yang terdekat.

Langkah 10.
Fiksasi batang implan yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk
sejajar panjang batang implan.

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 173
M O D U L P E L AT I H A N

Langkah 11.
Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh batang implan. Buka
klem dan pegang batang implan dengan sudut yang tepat pada sumbu panjangnya
kurang lebih 5 mm di atas ujung bawah batang implan.

Pastikan klem telah mengelilingi seluruh batang implan. Bila klem menjepit,
batang implan akan mudah patah. Setelah batang implan terpegang, tarik ke
arah insisi. Bila tidak bisa ditarik, balikkan pegangan klem 180° ke arah bahu
klien untuk memaparkan batang implan.

Langkah 12.
Bersihkan batang implan dari jaringan ikat yang mengelilinginya dengan
menggosok-gosok menggunakan kasa steril untuk memaparkan batang implan
sehingga mudah dicabut.

Langkah 13.
Gunakan klem lengkung (mosquito atau Crile) untuk menjepit kapsul yang sudah
terpapar. Lepaskan klem U dan cabut batang implan dengan pelan-pelan dan
hati-hati. Taruh batang implan yang telah dicabut dalam mangkuk kecil yang
berisi klorin 0,5% untuk dekontaminasi sebelum dibuang. Batang implan akan
keluar dengan mudah karena jaringan ikat tidak melekat pada batang implan. Bila
batang implan tidak bisa keluar dengan mudah, bersihkan kembali jaringan ikat
yang mengelilinginya dengan menggosok-gosok pakai kasa atau sisi yang tidak
tajam dari skalpel.

Langkah 14.
Cabut batang implan berikutnya dengan menggunakan teknik yang sama.
Tunjukkan kedua batang implan tersebut kepada klien. Hal ini sangat penting
untuk meyakinkan klien karena bekas tempat batang implan (berbentuk lorong
dari jaringan ikat) masih akan terasa sampai beberapa bulan sehingga klien
merasa batang implan masih berada didalam lengannya.

174 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N

VIII. REFERENSI
1. Rekomendasi Praktik Terpilih pada Penggunaan Kontrasepsi, edisi ketiga 2016
2. Panduan Global Keluarga Berencana
3. Pedoman pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 tahun 2021, tentang Tentang Penyelenggaraan
Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa
Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual
5. Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan. Kementerian
Kesehatan RI. 2014

IX. LAMPIRAN
1. Daftar Tilik Pemasangan AKDR
2. Daftar Tilik Pemasangan AKDR Pasca Plasenta
3. Daftar Tilik Pencabutan AKDR
4. Daftar Tilik Pemasangan Implan 1 Batang
5. Daftar Tilik Pemasangan Implan 2 Batang
6. Daftar Tilik Pencabutan Implan
7. Daftar Tilik Pelayanan Kontrasepsi Kondom Pria

PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 175

Anda mungkin juga menyukai