Pelayanan Kontrasepsi untuk Dokter dan Bidan
Pelayanan Kontrasepsi untuk Dokter dan Bidan
MPI
3 PELAYANAN
KONTRASEPSI
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 83
M O D U L P E L AT I H A N
I. DESKRIPSI SINGKAT
Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mempercepat penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) yang disebabkan karena Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan
kehamilan 4 (empat) terlalu yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu
dekat. Program ini diselenggarakan melalui pelayanan kontrasepsi yang bertujuan untuk
memenuhi hak reproduksi setiap orang, membantu merencanakan kapan dan berapa jumlah
anak yang diinginkan, serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Penggunaan alat
kontrasepsi secara tepat juga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi, sehingga
pemenuhan akan akses dan kualitas pelayanan KB sudah seharusnya menjadi prioritas
dalam pelayanan kesehatan. Materi ini akan memberikan panduan tentang berbagai jenis
metode kontrasepsi, mulai dari cara kerja, efektivitas sampai prosedur klinis pelayanan
suatu metode KB.
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 85
M O D U L P E L AT I H A N
- Vasektomi
- Metode Amenore Laktasi (MAL)
- Sadar Masa Subur
- Sanggama Terputus
IV. METODE
1. Ceramah interaktif
2. Studi kasus
3. Simulasi
4. Praktik lapangan
5. Pemutaran video
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 87
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 1.
Pengkondisian
1. Fasilitator menyapa peserta dengan ramah dan hangat. Apabila belum pernah
menyampaikan sesi di kelas, mulailah dengan perkenalan. Perkenalkan diri dengan
menyebutkan nama lengkap, instansi tempat bekerja, dan materi yang akan
disampaikan.
2. Sampaikan tujuan pembelajaran materi Pelayanan Kontrasepsi yang akan disampaikan,
sebaiknya dengan menggunakan bahan tayang.
Langkah 2.
Diskusi singkat mengenai materi yang akan disampaikan
Fasilitator menjelaskan materi Pelayanan Kontrasepsi dengan metode ceramah interaktif
sehingga peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pendapatnya selama
pemaparan materi.
Langkah 3.
Ketua: mengkoordinasikan seluruh kegiatan, mencari ide pengembangan proses
pembuatan buku
Pembahasan per Materi
1. Fasilitator menyampaikan paparan materi sesuai urutan materi pokok dan sub
materi pokok dengan menggunakan bahan tayang. Kaitkan juga dengan pendapat/
pemahaman yang dikemukakan oleh peserta agar mereka merasa dihargai.
2. Fasilitator memutarkan video materi Pelayanan Kontrasepsi.
3. Fasilitator memandu diskusi mengenai materi Pelayanan Kontrasepsi.
Langkah 4.
Penugasan
1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok dan menjelaskan panduan studi
kasus materi pelayanan kontrasepsi. Kemudian, peserta melakukan diskusi kelompok
dan mengerjakan lembar kasus sesuai dengan panduan yang disampaikan.
2. Fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok dan memberikan penjelasan tentang
panduan simulasi mengenai pelayanan kontrasepsi dengan metode AKDR, implan,
suntik, pil, dan kondom.
3. Fasilitator melakukan simulasi pelayanan kontrasepsi kemudian peserta memperagakan
prosedur secara bergantian.
4. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok dan menjelaskan panduan praktik
lapangan tentang materi pelayanan kontrasepsi. Kemudian, peserta melakukan praktik
lapangan dengan pendampingan dari fasilitator.
Langkah 5.
Rangkuman Materi
1. Fasilitator memberikan rangkuman materi dengan tujuan untuk membantu peserta
memahami pokok-pokok isi pembelajaran dan mengingat materi yang sudah
disampaikan.
2. Fasilitator melakukan evaluasi menggunakan pre-post test dan daftar tilik untuk menilai
pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pembelajaran.
3. Fasilitator menutup sesi pembelajaran dengan mengucapkan terima kasih dan salam
perpisahan kepada peserta.
Materi Pokok 1.
METODE-METODE KONTRASEPSI
Penggunaan metode kontrasepsi ditujukan untuk mencegah dan membatasi kehamilan.
Penegakkan diagnosis kehamilan sebelum memulai metode sangat penting dilakukan
untuk mencegah komplikasi yang tidak diharapkan. Tenaga kesehatan perlu melakukan
identifikasi kondisi klien sebelum memberikan pelayanan KB dengan memastikan hal-hal
berikut:
1. Tidak melakukan hubungan seksual sejak haid terakhir
2. Menggunakan kontrasepsi dengan tepat dan konsisten
3. Berada pada siklus haid hari ke-7 setelah haid normal
4. Dalam masa 4 minggu pasca persalinan
5. Dalam masa 7 hari pasca keguguran
6. Menyusui sepenuhnya atau hampir sepenuhnya, amenorea, dan kurang dari 6 bulan
pasca persalinan
A. Klasifikasi
Metode KB diklasifikasikan berdasarkan 3 kategori yaitu kandungan, masa perlindungan,
dan modern/tradisional seperti yang terlihat pada tabel berikut ini:
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 89
M O D U L P E L AT I H A N
Keterangan:
0 - 0,9 Sangat Efektif
1-9 Efektif
10 - 19 Efektif Sedang
20 + Kurang Efektif
B. Metode-Metode Kontrasepsi
a. Tubektomi
1) Definisi
Prosedur bedah sukarela untuk menghentikan kesuburan secara permanen pada
perempuan yang tidak ingin anak lagi.
Terdapat 2 jenis tubektomi yaitu:
a) Mini laparotomi dengan membuat insisi kecil pada perut. Tuba fallopi ditarik ke
irisan untuk dipotong dan diikat. Terdapat dua jenis Mini laparotomi, yaitu:
- Mini laparotomi suprapubik: pada masa interval
- Mini laparotomi sub umbilikus: pada pasca persalinan
b) Laparoskopi dengan memasukkan pipa kecil panjang dengan lensa di dalamnya
ke dalam perut melalui insisi kecil. Laparoskopi memungkinkan dokter untuk
mencapai dan memblok atau memotong tuba falopi di dalam perut.
2) Cara Kerja
Mengoklusi tuba falopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin),
sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
5) Waktu Pengerjaan
Seorang perempuan dapat memulai prosedur tubektomi kapanpun ia menghendaki
selama yakin ia tidak akan hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 91
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
Komplikasi dan penanganan dari metode tubektomi dapat dilihat pada tabel
berikut.
Komplikasi Penanganan
Infeksi - Dapat diberikan antibiotik dan bila terdapat
abses dapat dilakukan drainase.
Demam pasca operasi - Obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan.
Luka pada kandung kemih atau intestinal - Dilakukan konsultasi dan penanganan luka.
Hematoma - Gunakan packs yang hangat dan lembab
Emboli gas - Resusitasi dan tatalaksana emboli
Nyeri pada lokasi pembedahan - Tatalaksana sesuai dengan derajat nyeri dan
pastikan apakah ada infeksi
Perdarahan superfisial - Mengontrol perdarahan dan obati berdasarkan
temuan.
Saat dilakukan anestesi
Reaksi hipersensitivitas. - Pemberian anestesi lokal secara perlahan-lahan
dengan dosis sesuai berat badan.
- Bila terjadi penyulit seperti diatas, lakukan
langkah tindakan:
● Hentikan pemberian anestesi
● Baringkan klien dalam posisi Trendelenburg
dengan sudut miring tidak melebihi 15°.
● Evaluasi tanda-tanda vital. Jaga agar saluran
nafas tetap terbuka, jika ada sumbatan
harus dibersihkan dan pasang spatel lidah,
beri oksigen dengan tekanan gas serendah
mungkin dan harus dimonitor dengan gas
meter.
- Reaksi alergi biasanya responsif terhadap
pemberian antihistamin. Reaksi yang lebih
hebat mungkin memerlukan glukokortikoid
sistemik seperti metilprednisolon atau
deksametason.
b. Vasektomi
1) Definisi
Prosedur bedah sukarela yang memiliki risiko rendah untuk menghentikan
kesuburan secara permanen pada pria yang tidak ingin anak lagi. Vasektomi
dilakukan dengan memotong dan mengikat vas (ductus) deferens tanpa
menggunakan pisau bedah, dengan tujuan memutuskan aliran sperma dari testis
sehingga terjadi azoospermia.
2) Cara Kerja
Mengikat dan memotong setiap saluran vas deferens sehingga sperma tidak
bercampur dengan semen. Semen dikeluarkan, tetapi tidak dapat menyebabkan
kehamilan
3) Keuntungan dan Keterbatasan
Keuntungan:
- Aman, dan nyaman
- Sangat efektif dengan sekali Tindakan
- Permanen
- Pria mengambil tanggung jawab untuk kontrasepsi, mengambil alih beban pada
perempuan
- Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual
Keterbatasan:
- Tidak segera efektif (WHO menyarankan kontrasepsi tambahan selama 3 bulan
setelah tindakan, kurang lebih 20 kali ejakulasi)
- Komplikasi minor seperti infeksi, perdarahan, nyeri pasca operasi. Teknik tanpa
pisau merupakan pilihan mengurangi perdarahan dan nyeri dibandingkan teknik
inisiasi
- Harus dilakukan oleh dokter umum terlatih atau Dokter Spesialis Bedah dan
Dokter Spesialis Urologi
4) Kriteria Kelayakan Medis
Dengan konseling dan informed consent yang tepat, semua pria dapat menjalani
vasektomi secara aman, termasuk pria dengan kriteria berikut:
- Sudah memiliki jumlah anak > 2
- Mempunyai istri usia reproduksi
- Menderita penyakit anemia sel sabit (sickle cell anemia)
- Berisiko tinggi terinfeksi HIV atau IMS lainnya
- Terinfeksi HIV, sedang dalam pengobatan antiretroviral atau tidak
5) Waktu Tindakan
Jika tidak ada alasan medis untuk menunda, seorang pria dapat menjalani prosedur
vasektomi kapanpun ia menghendaki. Klien disarankan untuk menunggu selama
3 bulan sebelum mengandalkan vasektomi. Selama periode ini, pengguna boleh
melakukan hubungan seksual dengan catatan:
- Istri menggunakan kontrasepsi: teruskan metode KB istri selama 3 bulan ke
depan, selanjutnya KB istri dapat dihentikan.
- Jika istri tidak menggunakan kontrasepsi: klien harus menggunakan kontrasepsi
pelindung selama 3 bulan setelah tindakan.
Setelah 3 bulan tindakan, klien perlu melakukan pemeriksaan cairan sperma
untuk memastikan tercapainya azoospermia atau cairan kosong sperma saat
ejakulasi.
6) Efek Samping dan Komplikasi
Tidak ada efek samping
Komplikasi
Komplikasi dan penanganan dari metode vasektomi dapat dilihat pada tabel berikut:
Komplikasi Penanganan
Pasca Tindakan
Penyumbatan pembuluh darah (blood clot) - Biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa
minggu.
- Jika penyumbatan besar akan membutuhkan
penanganan bedah, segera rujuk.
Abses - Lakukan prosedur antiseptik.
- Drainase abses.
- Berikan antibiotik selama 7-10 hari.
- Jika terjadi sepsis, segera dirujuk.
Nyeri yang berlangsung lebih dari 1 bulan - Disarankan untuk menggunakan pakaian dalam
yang dapat menyangga skrotum.
- Dikompres dengan air hangat.
- Boleh diberikan anti nyeri.
- Jika tidak ada perbaikan, segera Rujuk.
Jangka Panjang
Antibodi sperma - Terbentuk jika spermatozoa masuk ke dalam
jaringan. Sampai saat ini tidak ditemui penyulit
yang disebabkan antibodi sperma.
Rekanalisasi spontan - Melakukan kembali VTP, lakukan interposisi
yakni dibuat barier vasia antara puntung
testikuler dan puntung abdominal.
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 93
M O D U L P E L AT I H A N
- Tidak memberikan periode panjang tanpa menyusui, baik siang atau malam
- Bayi berusia kurang dari 6 bulan
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 95
M O D U L P E L AT I H A N
e. Sanggama Terputus
1) Definisi
Metode KB tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelamin (penis) nya dari
vagina sebelum mencapai ejakulasi. Disebut juga dengan koitus interuptus dan
“menarik keluar”.
2) Cara Kerja
Alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak
masuk ke dalam vagina akibatnya tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum
sehingga kehamilan dapat dicegah.
3) Keuntungan dan Keterbatasan
Keuntungan:
- Efektif bila dilaksanakan dengan benar
- Dapat digunakan setiap waktu
- Tidak memerlukan biaya
- Tidak ada efek samping
- Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya
- Meningkatkan keterlibatan suami dalam KB
Keterbatasan
- Efektivias sangat bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan
sanggama terputus
- Mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual
4) Kriteria Kelayakan Medis
Semua pria boleh melakukan metode sanggama terputus. Tidak ada kondisi
medis yang menghalangi penggunaan metode ini.
Sanggama terputus boleh untuk:
- Tidak mempunyai metode lain
- Jarang berhubungan seksual
- Keberatan menggunakan metode lain
- Pasangan yang memerlukan kontrasepsi dengan segera
- Pasangan yang memerlukan metode sementara sampai menunggu metode
yang lain
Sanggama terputus tidak boleh untuk:
- Pria dengan pengalaman ejakulasi dini
- Pria yang sulit melakukan sanggama terputus
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 97
M O D U L P E L AT I H A N
Materi Pokok 2.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE SUNTIK
Metode kontrasepsi suntik terdiri dari 2 jenis, yaitu Kontrasepsi Suntik Kombinasi (KSK)
dan Kontrasepsi Suntik Progestin (KSP).
1. Definisi
Kontrasepsi Suntik Kombinasi (KSK) yang mengandung 2 hormon yaitu progestin dan
estrogen seperti hormon progesterone dan estrogen alami pada tubuh perempuan.
Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KSK pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.
6. Waktu Pemberian
Seorang perempuan dapat memulai KSK kapanpun ia menghendaki selama ia yakin ia
tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.
PELAYANAN KON TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATA N 99
M O D U L P E L AT I H A N
100 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
Efek Samping Penanganan
Perdarahan pervaginam yang tidak dapat - Rujuk ke fasyankes tingkat lanjut atau evaluasi riwayat
dijelaskan penyebabnya sebelumnya dan lakukan pemeriksaan pelvis, diagnosis
dan obati dengan tepat.
- Jika penyebab perdarahan tidak dapat ditemukan, ganti
metode kontrasepsi (selain implan dan AKDR)
- Jika perdarahan disebabkan infeksi menular seksual
atau penyakit radang panggul, klien tetap dapat
melanjutkan metode ini.
Kondisi kesehatan yang serius seperti - Stop suntikan kontrasepsi.
penyempitan pembuluh darah, penyakit - Ganti metode kontrasepsi.
hati yang berat, hipertensi yang berat, - Rujuk ke Fasyankes tingkat lanjut.
penyumbatan vena di tungkai atau paru,
stroke, kanker payudara atau kerusakan
arteri penglihatan, ginjal atau sistem saraf
pusat karena diabetes
Curiga kehamilan - Evaluasi kehamilan.
- Stop suntikan jika kehamilan terkonfirmasi.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 101
M O D U L P E L AT I H A N
102 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
6. Waktu Pemberian
Klien dapat memulai KSP kapanpun dia menghendaki selama yakin tidak hamil dan
tidak ada kondisi yang menghambat.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 103
M O D U L P E L AT I H A N
104 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 105
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 1.
Menyiapkan satu dosis suntikan, jarum, dan syringe (alat suntik/spuit)
- 25 mg MPA/estradiol cypionate atau 50 mg NET-EN/estradiol valerate, suntikan
jarum intra muskular, dan syringe 2 ml atau 5 ml. NET-EN/estradiol valerate kadang
tersedia dalam bentuk syringe yang sudah terisi (prefilled syringe).
- Untuk setiap suntikan gunakan disposable auto-disable syringe dan jarum dari
kemasan baru bersegel (tidak melampaui tanggal kadaluarsa dan tidak rusak), jika
tersedia.
Langkah 2.
Cuci tangan menggunakan sabun dan air, jika memungkinkan.
Jika lokasi suntikan kotor, cuci dengan sabun dan air. Tidak perlu menyeka lokasi
suntikan dengan antiseptik.
Jika menggunakan “prefilled syringe”, lanjut ke Langkah 5.
Langkah 3.
Menyiapkan vial
- MPA/estradiol cypionate: kocok vial.
- NET-EN/estradiol valerate: tidak perlu mengocok vial.
- Tidak perlu menyeka bagian atas vial dengan antiseptik.
- Jika vial dingin, hangatkan dengan suhu kulit sebelum disuntikkan.
Langkah 4.
Mengisi syringe
Tusuk bagian atas vial dengan jarum steril dan isi syringe dengan dosis yang sesuai.
Langkah 5.
Menyuntikkan formula
Tusukkan jarum steril dalam-dalam ke pinggul (otot ventrogluteal), atau lengan atas
(otot deltoid), atau pantat (otot gluteal, bagian atas luar), atau paha luar (depan),
salah satu bagian yang dikehendaki oleh klien. Suntikan isi syringe.
Langkah 6.
Membuang syringe sekali pakai dan jarum secara aman.
- Jangan menutup kembali, membengkokkan, atau mematahkan jarum sebelum
dibuang.
- Letakkan pada tempat benda tajam
- Jangan menggunakan kembali syringe dan jarum sekali pakai.
Syringe dan jarum dihancurkan setelah sekali pakai karena bentuknya, alat-alat
tersebut sulit untuk didesinfeksi. Oleh karena itu, penggunaan kembali syringe atau
jarum yang sudah pernah dipakai dapat menyebarkan penyakit seperti HIV dan
hepatitis.
- Jika memakai syringe dan jarum yang dapat digunakan kembali, alat-alat tersebut
harus disterilkan kembali setelah digunakan dulu setelah pemakaian.
106 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 1.
Menyiapkan satu dosis suntikan, jarum, dan syringe
- DMPA 150 mg: syringe 3 ml
- NET-EN 200 mg: syringe 1 ml atau 3 ml
Langkah 2.
Cuci tangan menggunakan sabun dan air, jika memungkinkan.
- Jika lokasi suntikan kotor, cuci dengan sabun dan air. Tidak perlu menyeka lokasi
suntikan dengan antiseptik.
- Jika menggunakan “prefilled syringe”, lanjut ke Langkah 5.
Langkah 3.
Menyiapkan vial
- DMPA: Kocok vial pelan-pelan.
- NET-ET: Tidak perlu mengocok vial.
Tidak perlu menyeka bagian atas vial dengan antiseptik.
Jika vial dingin, hangatkan dengan suhu kulit sebelum disuntikkan.
Langkah 4.
Mengisi syringe
Tusuk bagian atas vial dengan jarum steril dan isi syringe dengan dosis yang sesuai.
Langkah 5.
Menyuntikkan formula
Tusukkan jarum steril dalam-dalam ke pinggul (otot ventrogluteal), atau lengan
atas (otot deltoid), atau pantat (otot gluteal, bagian atas luar), salah satu bagian
yang dikehendaki oleh klien. Suntikan isi syringe dan jangan memijat lokasi bekas
suntikan.
Langkah 6.
Membuang syringe sekali pakai dan jarum dengan aman
- Jangan menutup kembali, membengkokkan, atau mematahkan jarum sebelum
dibuang.
- Letakkan pada tempat benda tajam.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 107
M O D U L P E L AT I H A N
Materi Pokok 3.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE PIL
Kontrasepsi Pil Kombinasi (KPK)
1. Definisi
Pil yang mengandung 2 macam hormon berdosis rendah, yaitu progestin dan estrogen.
Seperti hormon progesteron dan estrogen alami pada tubuh perempuan yang harus
diminum setiap hari. Jenis KPK terdiri dari:
a. Monofasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen/ progestin dalam dosis yang sama. Jenis
monofasik yang beredar di pasaran yaitu:
- 21 pil mengandung 20 ug Ethinyl Estradiol (EE)/ 150 ug Levonorgestrel (LNG) dan
7 pil tanpa hormon
- 21 pil mengandung 30 ug EE/ 3000 ug Drospirenone dan 7 pil tanpa hormon
- 24 pil mengandung 30 ug EE/2000 ug Drospirenone dan 4 pil tanpa hormon
Estrogen
Progesteron
Hari 1 Hari 21
b. Bifasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen. progestin dalam dua dosis yang berbeda.
Jenis pil bifasik yang beredar dipasaran yaitu: 21 pil mengandung 0,02 mm EE/ 0,15
mg Desogestrel, 5 pil mengandung: 0,01 mg EE dan 2 pil tanpa hormon.
Estrogen
Progesteron
Hari 11
c. Trifasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen/ progestin dalam tiga dosisi yang berbeda.
Jenis pil trifasik yang beredar dipasaran yaitu: 7 pil mengandung 0,035 mg EE/0,5
mg Norethindrone, 7 pil mengandung 0,035 mg EE/0,75 mg Norethindrone, 7 pil
mengandung 0,035 mg EE/ 1 mg Norethindrone dan 7 pil tanpa hormon; dan 7 pil
mengandung 0,025 mg EE/0,100 mg Desogestrel, 7 pil mengandung 0,025 mg EE/
0,125 mg Desogestrel, 7 pil mengandung 0,025 mg EE/ 0,150 mg Desogestrel dan
7 pil tanpa hormon.
Estrogen
Progesteron
Hari 8 Hari 15
108 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
d. Kuadrafasik
Pil mengandung hormon aktif estrogen/ progestin dalam empat dosis yang berbeda.
Jenis pil kuadrifasik yang beredar di pasaran yaitu: 2 pil mengandung 3 mg
estradiol valerate, 5 pil mengandung 2 mg estradiol valerate/ 2 mg dienogest, 17
pil mengandung 2 mg Estradiol valerate. 3 mg dienogest, 2 pil mengandung 1 mg
estradiol valerate dan 2 pil tanpa homron.
Estrogen
Progesteron
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 109
M O D U L P E L AT I H A N
Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KPK pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.
6. Waktu Pemberian
110 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 111
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
Jarang ditemukan komplikasi
1. Definisi
Pil yang mengandung progestin saja (tidak ada estrogen) dengan dosis yang sangat
rendah seperti hormon progesteron alami pada tubuh perempuan. Terdapat 2 jenis
yaitu:
- Kemasan 28 pil berisi 75 ug norgestrel
- Kemasan 35 pil berisi 300 ug levonorgestrel atau 350 ug norethindrone.
112 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan KPP pada kondisi
di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien dan
kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 113
M O D U L P E L AT I H A N
6. Waktu Pemberian
Seorang perempuan dapat memulai KPP kapanpun ia menghendaki selama yakin ia
tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.
114 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 115
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
Komplikasi Penanganan
Amenorea Lakukan anamnesis dan pe riksaan untuk menentukan
kehamilan. Apabila klien hamil maka pil segera
dihentikan. Amenorea dapat terjadi karena efek
hormonal.
Mual, muntah dan pusing Apabila klien tidak hamil maka sarankan untuk minum pil
saat makan atau sebelum tidur.
Perdarahan pervaginam Dilakukan konseling untuk meminum pil pada waktu
yang sama dan jelaskan bahwa perdarahan umum
terjadi pada 3 bulan pertama dan akan segera berhenti.
Bila perdarahan tetap terjadi maka sarankan untuk
mengganti metode kontrasepsi.
Langkah 1.
Memberikan konseling kepada klien tentang kontrasepsi metode pil
- Bertanya pada klien apa yang dia ketahui tentang Pil Kombinasi. Memperbaiki mitos,
rumor, atau informasi yang salah yang mungkin dia ungkapkan
- Menanyakan apakah klien pernah menggunakan Pil Kombinasi di masa lalu. Apa
pengalamannya?
- Memberi klien paket Pil Kombinasi untuk dilihat dan ditangani
- Menjelaskan keuntungan Pil Kombinasi, termasuk manfaat non-kontrasepsi
- Menjelaskan secara singkat bagaimana pil bekerja dan pentingnya meminumnya
setiap hari
- Menjelaskan potensi efek samping umum Pil Kombinasi. Tekankan bahwa dia
mungkin mengalami beberapa (atau mungkin tidak sama sekali) dari ini dan bahwa
semuanya dapat dikelola:
● Perubahan pola perdarahan (lebih ringan, tidak teratur, jarang atau tidak ada periode
bulanan)
● Mual (sakit perut)
● Sakit kepala
● Perubahan mood
● Payudara nyeri/kencang
● Pusing
● Kenaikan berat badan atau penurunan berat badan
- Meyakinkan klien bahwa sebagian besar efek samping tidak serius dan akan
berkurang atau berhenti setelah beberapa bulan penggunaan
- Menanggapi setiap pertanyaan atau masalah yang mungkin dimiliki klien
- Menjelaskan bahwa ia akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada klien dan
melakukan pemeriksaan fisik minimal untuk memastikan bahwa Pil Kombinasi secara
medis sesuai
116 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 2.
Melakukan skrining terhadap kondisi klien untuk penggunaan KB pil
Langkah 3.
Menjelaskan cara mengkonsumsi KB pil
- Memberi klien paket pilnya untuk dipegang dan dilihat
- Menunjukkan padanya bagaimana mengikuti anak panah pada kemasan.
- Jika klien menggunakan paket 28 pil, perintahkan dia untuk memulai paket baru
sehari setelah dia menghabiskan semua pil dalam paket
- Jika klien menggunakan paket 21 hari, perintahkan dia untuk menunggu 7 hari
sebelum memulai paket baru.
- Anjurkan klien untuk memulai pil pada hari pertama dari periode menstruasi berikutnya
(atau pada hari kelima dari periode menstruasi, atau gunakan pedoman lokal untuk
instruksi ini). Jika klien memulai pil setelah hari kelima dari siklusnya, dia harus
menggunakan metode cadangan selama 7 hari pertama.
Langkah 4.
Menjelaskan prosedur penggunaan jika pil terlewat
- Jika dia melewatkan satu pil, klien harus meminumnya segera setelah dia ingat. Ambil
yang berikutnya pada waktu yang biasa.
- Jika dia melewatkan dua pil, klien harus minum dua pil segera setelah dia ingat. Dia
harus minum dua pil keesokan harinya, dan menggunakan metode cadangan untuk
minggu depan. Klien harus menyelesaikan paket secara normal.
- Jika dia melewatkan lebih dari dua pil, atau mulai terlambat 3 hari atau lebih, klien
minum pil sesegera mungkin, lanjutkan minum 1 pil setiap hari, menggunakan kondom
atau hindari seks selama 7 hari berikutnya. Jika pil ini terlewat di minggu ke-3, klien
JUGA harus melewatkan pil tidak aktif dalam kemasan 28 pil dan segera memulai
kemasan baru. Jika pil tidak aktif terlewat, klien harus membuang pil yang terlewat
dan terus minum pil, 1 setiap hari.
Materi Pokok 4.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE KONDOM
Kondom Pria
1. Definisi
Selubung atau sarung karet yang berbentuk silinder dengan muaranya berpinggir tebal,
yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu yang
dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Terbuat dari berbagai bahan, seperti
lateks (karet), polyurethane, polyisoprene, kulit domba, dan nitrile. Jenis kondom pria
ada 4 yaitu kondom biasa, kondom berkontur (bergerigi), kondom beraroma, dan
kondom tidak beraroma.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 117
M O D U L P E L AT I H A N
pada tahun pertama pemakaian. Kondom juga 80%-90% efektif mencegah infeksi HIV
pada klien.
5. Waktu Pemakaian
Kapan saja perempuan atau pasangan menginginkan perlindungan terhadap kehamilan
atau IMS
Komplikasi
Tidak ada komplikasi
Kondom Perempuan
1. Definisi
Sarung atau penutup yang lembut, transparan, dan tipis sesuai dengan vagina.
Mempunyai cincin lentur pada kedua ujung, satu cincin pada ujung tertutup membantu
untuk memasukkan kondom, cincin pada ujung terbuka untuk mempertahankan bagian
kondom tetap di luar vagina. Terbuat dari berbagai bahan, seperti lateks, polyurethane,
dan nitrile, di bagian dalam dan luar kondom dilapisi dengan lubrikan berbasis silikon.
118 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
5. Waktu Pemakaian
Kapan saja perempuan atau pasangan menginginkan perlindungan terhadap kehamilan
atau IMS.
Komplikasi
Tidak ada komplikasi
Langkah 1.
Menggunakan kondom baru setiap kali berhubungan seksual
- Cek kemasan kondom. Jangan digunakan jika robek atau rusak. Hindari menggunakan
kondom yang sudah melewati batas kadaluarsa. Hanya gunakan jika tidak ada kondom
yang lebih baru.
- Buka kemasan dengan hati-hati. Jangan gunakan kuku, gigi, atau apapun yang dapat
merusak kondom.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 119
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 2.
Memasang kondom di ujung penis yang ereksi dengan bagian yang tergulung di
sisi luar sebelum kontak fisik
- Untuk perlindungan terbaik, pasang kondom sebelum kontak alat kelamin
Langkah 3.
Membuka gulungan kondom sampai dasar penis yang ereksi
- Gulungan kondom seharusnya dapat dibuka dengan mudah. Membuka paksa akan
membuatnya robek ketika digunakan.
- Jika gulungan kondom tidak dapat dibuka dengan mudah, mungkin kondom tersebut
terbalik, rusak, atau sudah terlalu lama. Buanglah dan gunakan kondom baru.
- Jika kondom terbalik dan tidak ada kondom lain yang tersedia, balik kondom dan pasang
pada penis.
Langkah 4.
Memegang pinggiran kondom dan tarik penis ketika masih ereksi segera setelah
ejakulasi
- Tarik keluar penis.
- Lepaskan kondom, hindari semen tertumpah.
- Jika berhubungan seksual lagi atau berganti ke aktivitas seksual yang lain, gunakan
kondom baru.
Langkah 5.
Membuang kondom bekas secara aman
Bungkus kondom dalam kemasannya dan buang ke tempat sampah. Jangan buang ke
toilet karena akan menyumbat pipa.
Kondom Perempuan
Langkah 1.
Menggunakan kondom perempuan yang baru setiap kali berhubungan seksual
- Cek kemasan kondom. Jangan digunakan jika kemasan robek atau rusak. Hindari
menggunakan kondom yang sudah melewati batas kadaluarsa. Hanya gunakan jika
tidak ada kondom yang lebih baru.
- Jika memungkinkan, cuci tangan dengan sabun lembut dan air bersih sebelum memasang
kondom.
Langkah 2.
Memasang kondom ke dalam vagina sebelum kontak fisik
- Untuk perlindungan terbaik, pasang kondom sebelum penis kontak dengan vagina.
Dapat dipasang sampai dengan 8 jam sebelum hubungan seksual.
- Pilih satu posisi yang nyaman untuk memasang – jongkok, mengangkat satu kaki, duduk,
atau berbaring
- Gesekkan tepi kondom satu dengan lainnya agar lubrikan tersebar merata.
- Pegang cincin di ujung yang tertutup, dan tekan sehingga menjadi panjang dan sempit.
- Dengan tangan lainnya, buka bibir luar (labia) dan tempatkan kondom pada bukaan
vagina.
- Dengan hati-hati, tekan cincin bagian dalam ke dalam vagina sedalam mungkin.
Masukkan satu jari ke dalam kondom untuk mendorong kondom ke tempatnya. Sekitar
2 hingga 3 cm kondom dan cincin bagian luar akan tetap berada di luar vagina.
120 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 3.
Memastikan penis masuk dalam kondom dan tetap berada di dalam kondom
- Pria atau perempuan semestinya secara hati-hati memasukkan ujung penis ke dalam
kondom – bukan di antara kondom dan dinding vagina. Jika penis masuk di kondom,
segera tarik dan coba lagi.
- Jika saat berhubungan seksual, secara tidak sengaja kondom tertarik keluar dari vagina
atau cincin bagian luar terdorong saat berhubungan seksual, pasang kondom kembali
ke tempatnya.
Langkah 4.
Memegang cincin luar kondom, memutarnya untuk menutup rapat cairan di
dalamnya, dan menarik keluar vagina dengan hati-hati setelah penis dikeluarkan.
Kondom perempuan tidak harus segera dilepas setelah berhubungan seksual
- Lepas kondom sebelum berdiri, untuk menghindari tumpahnya semen.
- Jika berhubungan seksual lagi, gunakan kondom baru.
- Penggunaan kembali kondom perempuan tidak dianjurkan
Langkah 5.
Membuang kondom bekas dengan aman
- Bungkus kondom dalam kemasannya dan buang ke tempat sampah. Jangan buang ke
toilet karena akan menyumbat pipa
Materi Pokok 5.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE AKDR
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan suatu metode kontrasepsi yang
dipasang dalam rahim untuk mencegah terjadinya pertemuan antara sel telur dengan sel
sperma. Jenis AKDR ada 2 yaitu AKDR Cu (non hormonal) dan AKDR LNG (hormonal).
1. AKDR Copper
a. Definisi
AKDR Copper (AKDR Cu) adalah suatu rangka plastik yang lentur dan kecil dengan
lengan atau kawat Copper (tembaga) di sekitarnya.
Terdapat 2 jenis AKDR Cu yaitu AKDR Cu T-380A dan AKDR Nova T-380. AKDR-Cu ini
paling banyak beredar di Indonesia karena termasuk dalam program KB pemerintah.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 121
M O D U L P E L AT I H A N
Keterbatasan:
- Pemasangannya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih karena membutuhkan
prosedur medis termasuk pemeriksaan dalam
- Tidak ada perlindungan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS)/HIV
- Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering
berganti pasangan
- Pasangan mungkin merasakan benang ketika bersanggama
- Klien tidak bisa melepas AKDR sendiri
- AKDR mungkin keluar dari uterus tanpa diketahui
- Klien perlu memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Pada saat
melakukannya, klien harus memasukkan jarinya ke vagina yang seringkali membuat
rasa tidak nyaman
Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan AKDR-Cu pada
kondisi di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi
klien dan kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.
f. Waktu Pemasangan
Seorang perempuan dapat menjalani pemasangan AKDR Copper kapanpun
menghendaki selama ia yakin tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.
122 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
*Metode kontrasepsi tambahan mencakup abstinensia, kondom pria dan perempuan, spermisida, dan sanggama
terputus. Spermisida dan sanggama terputus merupakan metode kontrasepsi yang paling tidak efektif. Beri kondom jika
memungkinkan
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 123
M O D U L P E L AT I H A N
124 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
Komplikasi Penanganan
Nyeri hebat di perut bawah (curiga - Waspadai gejala kehamilan ektopik karena dapat
kehamilan ektopik) mengancam jiwa.
- Rujuk fasyankes tingkat lanjut.
Perforasi uteri - Jika perforasi dicurigai terjadi saat insersi, hentikan
prosedur secepatnya (keluarkan AKDR jika telah
dilakukan insersi). Observasi klien sebaik-baiknya:
● Satu jam pertama, klien harus bed rest dan cek
tanda vital tiap 5 sampai 10 menit.
● Jika klien tetap stabil setelah 1 jam, cek tanda
perdarahan intra-abdomen seperti hematokrit rendah
atau hemoglobin jika memungkinkan dan cek tanda
vital.
● Observasi beberapa jam lagi, jika tidak ada tanda
dan gejala, klien dapat pulang ke rumah tetapi
hindari seks selama 2 minggu. Bantu klien untuk
memilih metode lainnya.
● Jika didapatkan nadi cepat dan penurunan tekanan
darah, nyeri baru atau peningkatan intensitas nyeri
sekitar uterus, segera rujuk.
- Jika perforasi uterus dicurigai terjadi 6 minggu atau
lebih setelah insersi, segera rujuk ke fasyankes tingkat
lanjut
AKDR copper T keluar sebagian - Keluarkan AKDR dan diskusikan dengan klien apakah
(ekspulsi sebagian) tetap ingin menggunakan AKDR atau metode lainnya.
(AKDR yang baru dapat langsung dipasang saat itu)
AKDR copper T keluar sempurna - Diskusikan dengan klien apakah tetap ingin
(ekspulsi lengkap) menggunakan AKDR atau metode lainnya. (AKDR
yang baru dapat langsung dipasang saat itu)
- Jika klien curiga terjadi ekspulsi lengkap tapi tidak tau
kapan tepatnya terjadi, sarankan untuk melakukan
x-ray atau USG untuk menilainya. Sarankan metode
lain selama proses penilaian.
AKDR patah - Rujuk ke fasyankes tingkat lanjut
Benang hilang - Cek benang dengan prosedur medis yang aman.
Sekitar setengah dari kasus hilang benang dapat
ditemukan di kanalis servikalis.
- Jika benang tidak dapat ditemukan, pastikan tidak ada
kehamilan sebelum melakukan tindakan invasif. Segera
rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki
USG.
Perdarahan pervaginam yang tidak - Evaluasi riwayat sebelumnya dan lakukan pemeriksaan
dapat dijelaskan pelvis. Diagnosis dan obati dengan tepat. Bila tidak ada
perbaikan Rujuk ke Fasyankes Tingkat Lanjut.
- AKDR tetap dapat digunakan selama proses evaluasi.
- Jika penyebabnya adalah penyakit radang panggul
atau infeksi menular seksual, AKDR tetap dapat
digunakan selama pengobatan.
Kehamilan - Jelaskan bahwa AKDR dapat mengancam kehamilan
dan keluarkan AKDR segera selama benang AKDR
masih terlihat.
Pada wanita yang hamil saat AKDR - Rujuk ke Fasyankes Tingkat Lanjut.
copper T masih terpasang dapat mengalami
keguguran, kelahiran prematur atau infeksi
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 125
M O D U L P E L AT I H A N
2. AKDR LNG
a. Definisi
AKDR Levonorgestrel (LNG) adalah suatu alat berbahan plastik berbentuk T yang
secara terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon progestin (levonorgestrel)
setiap hari.
126 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Pada kondisi dimana tidak terdapat metode yang lebih sesuai maupun klien tidak bisa
menerima, penyedia layanan berkualifikasi yang bisa menilai kondisi dan situasi klien
secara hati-hati dapat memutuskan bahwa klien bisa menggunakan AKDR-LNG pada
kondisi di atas. Penyedia layanan perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi
klien dan kemampuan klien dalam mengakses tindak lanjut.
f. Waktu Pemasangan
Seorang perempuan dapat menjalani pemasangan AKDR LNG kapanpun ia
menghendaki selama yakin ia tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 127
M O D U L P E L AT I H A N
128 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
a. Pemasangan
Persiapan Alat
Alat-alat yang dipasang terdiri dari:
- Spekulum cocor bebek (ukuran kecil, sedang dan besar)
- Tenakulum
- Sonde uterus
- Forsep tampon (korentang) atau forsep cincin (ring forcep)
- Gunting
- Mangkok tempat larutan antiseptik
- Meja ginekologi (obsgyn bed)
Langkah 1.
- Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan mempersilahkan klien untuk
mengajukan pertanyaan
- Sampaikan kepada klien kemungkinan akan merasa sedikit sakit pada beberapa
langkah waktu pemasangan dan nanti akan diberitahu bila sampai pada langkah-
langkah tersebut
- Pastikan klien telah mengosongkan kandung kemihnya
- Bantu klien berbaring diatas meja ginekologi
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 129
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 2.
- Lakukan pemeriksaan genitalia eksterna
Untuk memeriksa adanya ulkus, pembengkakan kelenjar getah bening (bubo),
pembengkakan kelenjar bartholin dan kelenjar skene
- Lakukan pemeriksaan genitalia interna dengan spekulum (inspekulo)
Untuk memeriksa adanya cairan vagina, servisitis dan pemeriksaan mikroskopik bila
diperlukan
- Lakukan pemeriksaan bimanual dan pemeriksaan panggul
Untuk menentukan besar, posisi, konsistensi dan mobilitas uterus
Untuk memeriksa adanya nyeri goyang serviks dan tumor pada adneksa atau cavum
douglasi
Langkah 3.
Lakukan pemeriksaan mikroskopik bila tersedia dan ada indikasi
Langkah 4.
Masukkan sonde uterus
Untuk menentukan posisi uterus dan kedalaman kavum uteri
- Pakai sarung tangan steril atau DTT.
- Pasang spekulum.
- Bersihkan serviks dengan larutan antiseptik dua kali atau lebih.
- Jepit serviks dengan tenakulum yang steril/DTT pada posisi vertikal (pada jam 10 atau
jam 2) dengan pelan-pelan dan hati-hati untuk mengurangi rasa sakit.
- Masukkan ujung sonde yang steril/DTT ke dalam kanalis servikalis dengan hati-hati
tidak menyentuh spekulum maupun dinding vagina, sementara tangan yang satu tetap
mempertahankan tarikan pada tenakulum.
- Masukkan sonde secara hati-hati ke dalam kavum uteri sambil mempertahankan
tarikan tenakulum ke arah luar dan ke bawah. Bila terasa ada tahanan pada ostium
servikalis interna, gunakan sonde uterus yang kecil (bila tersedia). Jangan mencoba
untuk melakukan dilatasi serviks, kecuali oleh dokter spesialis.
- Memasukkan sonde uterus akan lebih mudah bila menggunakan tarikan secara hati-
hati pada tenakulum. Bila klien mulai menunjukkan tanda-tanda akan pingsan atau
pucat dengan denyut jantung menjadi lambat, maka tindakan harus segera dihentikan.
- Bila terasa tahanan yang ringan menandakan ujung sonde sudah mencapai fundus,
perhatikan arah kavum uteri dan cabut sonde.
- Tentukan kedalaman uterus dengan melihat batas lendir atau darah pada sonde.
Kedalaman uterus rata-rata antara 6 sampai 8 cm.
- Jangan mencoba untuk memasang AKDR bila kedalaman uterus kurang dari 6,5 cm.
- Apabila pada pemasangan masa interval kedalaman uterus > 8 cm, maka tindakan
harus dihentikan karena kemungkinan telah terjadi perforasi uterus
Langkah 5.
Masukkan lengan AKDR Copper
AKDR Reguler
Pastikan batang AKDR seluruhnya berada di dalam tabung inserter (sebagian batang
AKDR sering keluar dari tabung inserter meskipun kemasannya belum dibuka) dan ujung
tabung inserter yang berlawanan dengan ujung yang berisi AKDR berada di dekat tempat
membuka kemasan.
130 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
- Letakkan kemasan di atas permukaan datar, keras dan bersih, dengan kertas penutup
yang transparan berada di atas. Buka kertas penutup di bagian ujung yang berlawanan
dari tempat AKDR sampai kira-kira sepanjang setengah jarak dengan leher biru.
- Angkat kemasan dengan memegang bagian yang sudah dibuka (hati-hati jangan
sampai AKDR keluar dari tabung inserter). Kedua bagian kertas penutup yang sudah
terbuka dilipat ke masing-masing sisinya dan dipegang saat mengangkat sehingga
pendorong tetap steril waktu dimasukkan ke dalam tabung inserter. Dengan tangan
yang lain, masukkan pendorong ke dalam tabung inserter dan dorong hati-hati sampai
menyentuh ujung batang AKDR.
- Letakkan kembali kemasan pada tempat datar dengan bagian transparan menghadap
ke atas.
- Pegang dan tahan ke 2 ujung lengan AKDR dari atas penutup transparan dengan jari
telunjuk dan ibu jari tangan kiri. Tangan kanan mendorong kertas pengukur dari ujung
kemasan yang sudah dibuka sampai ke ujung kemasan yang masih tertutup sehingga
lengan AKDR berada di atas kertas pengukur.
- Sambil tetap memegang ujung ke 2 lengan, dorong inserter dengan tangan kanan
sampai ke pangkal lengan sehingga ke 2 lengan akan terlipat mendekati tabung inserter.
- Tahan ke 2 lengan yang sudah terlipat tersebut dengan menggunakan ibu jari dan jari
telunjuk tangan kiri. Tarik tabung inserter melewati ke 2 ujung lengan, kemudian dorong
kembali dan putar sampai ke 2 ujung lengan masuk ke dalam tabung inserter dan
terasa ada tahanan yaitu pada batas lempengan tembaga.
Bagian lengan yang mempunyai lempengan tembaga tidak bisa dimasukkan kedalam
tabung inserter, oleh karena itu tabung inserter jangan didorong terus kalau sudah
terasa ada tahanan.
Leher biru pada tabung inserter digunakan sebagai tanda kedalaman kavum uteri dan
penunjuk ke arah mana lengan akan membuka saat dikeluarkan dari tabung inserter.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 131
M O D U L P E L AT I H A N
Pegang leher biru dari atas penutup transparan dan dorong tabung inserter sampai
jarak antara ujung lengan yang terlipat dengan ujung leher biru bagian depan (dekat
batang AKDR) sama panjangnya dengan kedalaman kavum uteri yang telah diukur
dengan sonde.
Putar tabung inserter sampai sumbu panjang leher biru berada pada posisi horizontal
sebidang dengan lengan AKDR.
- AKDR sekarang siap untuk dipasang pada uterus. Buka seluruh penutup transparan
secara hati-hati. Pegang tabung inserter yang sudah berisi AKDR dalam posisi
horizontal agar AKDR maupun pendorong tidak jatuh. Jangan melepas AKDR sebelum
tabung inserter mencapai fundus.
Sebelum memasang, tabung inserter jangan sampai tersentuh permukaan yang tidak
steril agar tidak terkontaminasi
Masukkan lengan AKDR Copper T 380A SAFE LOAD di dalam kemasan sterilnya
Masukkan pendorong ke dalam tabung inserter dan dorong perlahan hingga ujung
pendorong hampir menyentuh bagian bawah T
132 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
- Pegang alat safe load dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Tarik perlahan tabung inserter dari lengan AKDR yang terlipat sampai keluar dari alat
safe load
- Dorong perlahan dan putar tabung inserter kembali ke ujung lengan T yang terlipat
sehingga kedua ujung berada di dalam tabung inserter
- Lepaskan AKDR dari alat safe load dengan memutar tabung inserter 90 derajat
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 133
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 6.
Pasang AKDR Copper T 380A
Tarik tenakulum (yang masih menjepit serviks sesudah melakukan sondase uterus)
sehingga kavum uteri, kanalis servikalis dan vagina berada dalam satu garis lurus.
Masukkan dengan pelan dan hati-hati tabung inserter yang sudah berisi AKDR ke dalam
kanalis servikalis dengan mempertahankan posisi leher biru ke arah horizontal. Sesuai
dengan arah dan posisi kavum uteri, dorong tabung inserter sampai leher biru menyentuh
serviks atau sampai terasa ada tahanan dari fundus uteri. Pastikan leher biru tetap dalam
posisi horizontal.
- Pegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan, sedang tangan
lain menarik tabung inserter sampai pangkal pendorong. Dengan cara ini lengan AKDR
akan berada tepat di fundus (puncak kavum uteri).
- Setelah pendorong keluar dari tabung inserter, dorong kembali tabung inserter dengan
pelan dan hati-hati sampai terasa ada tahanan dari fundus.
Langkah ini menjamin bahwa lengan AKDR akan berada pada tempat yang setinggi
mungkin dalam kavum uteri.
134 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
- Lepas tenakulum
Bila ada perdarahan banyak dari tempat bekas jepitan tenakulum, tekan dengan kasa
sampai pendarahan berhenti.
Langkah 7.
Bantu klien bangun dan turun dari meja ginekologi (hati-hati mungkin klien merasa pusing).
Beritahu klien kapan dan bagaimana cara memeriksa benang AKDR. Bila tidak melanggar
budaya dan pribadi klien, persilahkan klien untuk mencoba memeriksa sendiri benang
AKDR tersebut. Beri kesempatan klien untuk bertanya dan beritahu kapan untuk periksa
kembali. Setelah pemasangan, klien diminta menunggu di klinik selama 15 - 30 menit
sebelum diperbolehkan pulang.
Langkah 8.
Buang bahan-bahan habis pakai yang terkontaminasi sebelum melepas sarung tangan.
Bersihkan permukaan yang terkontaminasi.
Langkah 9.
Lakukan dekontaminasi alat-alat dan sarung tangan dengan segera setelah selesai
dipakai.
Langkah 10.
Ajarkan pada klien bagaimana memeriksa benang AKDR (dengan menggunakan model
bila tersedia).
Minta klien menunggu di klinik selama 15-30 menit setelah pemasangan AKDR.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 135
M O D U L P E L AT I H A N
AKDR NOVA T
Prosedur Pemasangan AKDR Nova T
Langkah 1.
Masukkan spekulum untuk memvisualisasikan ostium uteri eksternal dan desinfeksi
vagina dan serviks.
Langkah 2.
Gunakan tenakulum untuk menjepit serviks dan biarkan pada posisinya sampai Nova-T
telah dimasukkan.
Langkah 3.
Gunakan sonde untuk menentukan posisi dan panjangnya cavum uteri.
Langkah 4.
Buka sebagian tutup plastik untuk memaparkan ujung bawah tabung inserter, sambil
memegang tabung dengan satu tangan, tarik benang sampai lengan Nova-T masuk ke
dalam tabung inserter. Lakukan tidak lebih dari lima menit sebelum pemasangan.
Langkah 5.
Tahan cincin kuning dengan satu tangan, pindahkan tabung inserter sampai tepi bawah
cincin kuning sesuai dengan ukuran sonde sebelumnya. Sambil memegang benang sedikit
direnggangkan dengan satu tangan, masukkan pendorong ke dalam tabung inserter
dengan tangan yang bebas. Ini akan memastikan bahwa benang terbentang lurus dalam
tabung.
Langkah 6.
Keluarkan Nova-T dari penutup plastik. Masukkan Nova-T dengan lembut ke dalam kanalis
servikalis dan lanjutkan sampai cincin kuning menyentuh serviks. Sisi lebar cincin kuning
harus horizontal untuk memastikan pembukaan lengan yang benar berikutnya.
136 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 7.
Pegang pendorong dengan satu tangan dan tarik tabung inserter ke belakang sampai
mencapai bagian bergaris pada tabung inserter sehingga cincin kuning tertarik dari serviks
sekitar 1,5 cm dan lengan Nova-T terbuka.
Langkah 8.
Dorong tabung inserter sampai cincin kuning menyentuh serviks lagi. Lengan Nova-T
menyentuh fundus uteri.
Langkah 9.
Untuk melepaskan Nova-T seluruhnya dari tabung inserter, pegang pendorong dengan kuat
dan tarik tabung inserter ke belakang sampai penghalang (backstop). Untuk menghindari
terjeratnya benang antara tabung inserter dan pendorong, lepaskan pendorong dengan
hati-hati terlebih dahulu dan kemudian tabung inserter. Potong benang sekitar 3 cm dari
serviks.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 137
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 1.
Buka kemasan steril
Langkah 2.
Masukan AKDR LNG ke dalam tabung inserter.
Sambil memegang penggeser di posisi terjauh, tarik kedua benang untuk memasukkan
AKDR LNG ke dalam tabung inserter.
138 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 3.
Kencangkan benang
Langkah 4.
Mengatur tabung inserter
Atur tabung inserter sesuai kedalaman uterus yang telah diukur dengan sonde.
Langkah 5.
Pemasangan
- Pegang penggeser dengan ibu jari atau telunjuk dengan kuat di posisi paling jauh.
Pegang forcep tenakulum dengan tangan yang lain dan lakukan traksi dengan hati-hati
untuk menyelaraskan arah kanalis servikalis dengan rongga uterus.
- Sambil mempertahankan traksi pada leher rahim, perlahan-lahan memasukkan tabung
inserter melalui saluran serviks ke dalam rongga uterus sampai cincin pada tabung
inserter 1,5 hingga 2 cm dari ostium eksternal serviks.
Langkah 6.
Lepaskan lengan
- Sambil tetap memegang tabung inserter, lepaskan lengan AKDR LNG dengan menarik
penggeser ke belakang sampai bagian atas penggeser mencapai tanda.
- Tunggu sekitar 10 detik untuk memungkinkan lengan horizontal AKDR LNG untuk
membuka dan mendapatkan kembali bentuk T-nya.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 139
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 7.
Menempatkan pada fundus uteri
Perlahan memasukkan inserter ke dalam rongga uterus sampai cincin bertemu serviks
dan merasakan resistensi fundus.
Langkah 8.
Lepaskan AKDR LNG dan tarik inserter
- Sambil tetap memegang tabung inserter, tarik penggeser sepenuhnya ke bawah untuk
melepaskan AKDR LNG dari tabung inserter.
- Periksa apakah benang tergantung dengan bebas dan tarik perlahan inserter dari
uterus. Jangan menarik benang karena ini akan merubah posisi AKDR LNG
Langkah 9.
Potong benangnya
- Potong benang secara tegak lurus terhadap panjang benang, misalnya, dengan gunting
lengkung steril, menyisakan sekitar 3 cm terlihat di luar serviks.
Catatan: Memotong benang pada sudut tertentu dapat meninggalkan ujung yang tajam.
- Pemasangan selesai
140 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
b. Pencabutan
Langkah 1.
Menjelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan persilahkan klien untuk bertanya.
Langkah 2.
Melakukan persiapan alat dan bahan serta bantu klien untuk berbaring di meja ginekologi.
Langkah 3.
Memasukkan spekulum untuk melihat serviks dan benang AKDR.
Langkah 4.
Mengusap serviks dan vagina dengan larutan antiseptik 2-3 kali.
Langkah 5.
Menyampaikan pada klien bahwa sekarang akan dilakukan pencabutan. Meminta klien
untuk tenang dan menarik nafas panjang. Jika ada rasa sakit jelaskan pada klien bahwa
hal tersebut normal.
Pencabutan normal
Jepit benang di dekat serviks menggunakan klem lurus atau lengkung yang sudah
didisinfeksi tingkat tinggi atau steril, tarik benang pelan-pelan, tidak boleh menarik dengan
kuat. AKDR biasanya dapat dicabut dengan mudah.
Untuk mencegah benangnya putus, tarik dengan kekuatan tetap dan cabut AKDR dengan
pelan-pelan. Bila benang putus saat ditarik tetapi ujung AKDR masih dapat dilihat maka
jepit ujung AKDR tersebut dan tarik keluar.
Pencabutan sulit
Bila benang AKDR tidak tampak, periksa pada kanalis servikalis dengan menggunakan
klem lurus atau lengkung.
Bila tidak ditemukan pada kanalis servikalis, masukkan klem aligator ke dalam kavum uteri
untuk menjepit benang atau AKDR itu sendiri.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 141
M O D U L P E L AT I H A N
Bila tidak dapat dikeluarkan dengan klem aligator maka segera dirujuk untuk mendapatkan
penanganan lebih lanjut.
Bila sebagian AKDR sudah tertarik keluar tetapi kemudian mengalami kesulitan menarik
seluruhnya dari kanalis servikalis, putar klem 360° pelan-pelan sambil tetap menarik
selama klien tidak mengeluh sakit.
Bila dari pemeriksaan bimanual didapatkan sudut antara uterus dengan kanalis servikalis
sangat tajam, gunakan tenakulum untuk menjepit serviks dan lakukan tarikan ke bawah dan
ke atas dengan pelan-pelan dan hati-hati, sambil memutar klem. Jangan menggunakan
tenaga yang besar.
Langkah 6.
Setelah seluruh proses pencabutan selesai, maka tenaga kesehatan menunjukan hasil
pencabutan AKDR kepada klien.
Langkah 1.
Petugas melakukan pengkajian rekam medis untuk memastikan apakah klien tersebut
tepat untuk menggunakan metode AKDR.
Langkah 2.
Petugas sudah memastikan bahwa klien telah menerima konseling untuk menggunakan
AKDR PP.
Langkah 3.
Petugas memastikan bahwa klien telah melakukan persetujuan medis melalui tanda
tangan pada lembar informed consent.
142 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 4.
Petugas mengkonfirmasi bahwa tidak ada penyulit persalinan yang dapat menghalangi
insersi AKDR, seperti:
- Pecahnya ketuban lebih dari 18 jam
- Korioamnionitis
- Perdarahan pasca persalinan yang belum teratasi
Langkah 5.
Petugas menyiapkan perlengkapan dan tempat untuk insersi AKDR pasca plasenta.
Pemasangan menggunakan klem ovum atau forcep kelly, siapkan semua alat ini di atas
meja instrumen yang dialasi duk steril:
- AKDR dalam kemasan
- Forsep kelly
- Speculum sim
- Klem ovarium (2 buah untuk pemasangan dengan klem ovum & 1 buah untuk
pemasangan dengan forcep kelly)
- Mangkuk berisi larutan antiseptik
- Sarung tangan steril panjang
- Kassa
- Gunting
Pemasangan dengan cara manual, siapkan semua alat ini di atas meja instrumen yang
dialasi duk steril:
- AKDR dalam kemasan
- Klem ovum
- Speculum sim
- Mangkuk berisi larutan antiseptik
- Sarung tangan steril panjang
- Kassa
- Gunting
Langkah 6.
Petugas menyusun instrumen insersi AKDR dan perlengkapannya pada baki steril.
Langkah 7.
Petugas menjaga AKDR tetap dalam kemasan steril dan ditempatkan pada tempat
yang sesuai.
Langkah 8.
Petugas melakukan komunikasi kepada klien
- Beri salam kepada ibu dengan ramah dan dengan rasa hormat
- Jelaskan bahwa Anda akan memasang AKDR segera setelah kelahiran bayi dan
plasenta (jika perlu, ingatkan kembali kepada ibu bahwa waktu tersebut merupakan
waktu yang paling baik untuk pemasangan AKDR). Konfirmasi ulang apakah ibu
masih ingin melakukan pemasangan AKDR-PP.
- Menjawab semua pertanyaan yang mungkin diajukan oleh ibu, sesuai dengan
kebutuhan lakukan konseling sesuai kebutuhan).
2. Persiapan Pra-Insersi
Langkah 1.
Petugas mencuci tangan secara standar, keringkan dengan handuk bersih dan gunakan
sepasang sarung tangan steril atau DTT.
Langkah 2.
Petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD): Masker, goggle dan apron.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 143
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 3.
Petugas menerapkan manajemen aktif kala 3, meliputi:
- Pemberian suntikan oksitosin 10 unit secara intramuskular dalam waktu 1 menit
setelah bayi lahir
- Melahirkan plasenta dengan penegangan tali pusat terkendali
- Masase fundus uterus setelah plasenta lahir
- Memastikan bahwa plasenta telah lahir secara lengkap dan kala IV berlangsung
dengan baik
Langkah 4.
Petugas memeriksa laserasi perineum, labia, dan dinding vagina (jika laserasi tidak
menimbulkan perdarahan aktif, penjahitan laserasi dapat dilakukan setelah insersi
AKDR).
Langkah 1.
Lakukan palpasi uterus untuk mengevaluasi ketinggian fundus dan kontraksi, dan jika
perlu, pijat uterus untuk mendorong kontraksi yang stabil.
Langkah 2.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk tangan.
Langkah 3.
Pakai sarung tangan steril atau DTT.
Langkah 4.
Tempatkan duk steril di atas perut bagian bawah klien dan di bawah pantat.
Langkah 5.
Pastikan vulva klien berada di paling ujung meja (dengan atau tanpa penyangga kaki).
Langkah 6.
Memasukkan spekulum ke dalam vagina dan visualisasikan serviks, periksa laserasi
atau robekan jalan lahir.
144 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 7.
Petugas membersihkan serviks dan vagina sebanyak dua kali dengan menggunakan
kassa yang sudah dicelupkan dalam larutan antiseptik dan menunggu selama 2 menit.
Bisa dengan menggunakan betadine atau klorheksidin, bersihkan serviks dan tepi
vagina secara perlahan untuk mencegah infeksi.
Langkah 8.
Jepit porsio anterior menggunakan ringed forcep.
Langkah 9.
Pegang AKDR di dalam kemasan dengan Forsep Kelly atau dengan ringed forcep
kedua.
Langkah 10.
AKDR harus dipegang pada lengan vertikal. Sedangkan lengan horizontal AKDR harus
sedikit keluar dari ring.
Langkah 11.
Tempatkan AKDR ke arah lekukan dalam forsep dengan benang AKDR jauh dari forsep.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 145
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 12.
Tarik perlahan ringed forcep penjepit porsio.
Langkah 13.
Masukkan forsep kelly melalui vagina dan serviks.
Langkah 14.
Lakukan pemasangan sambil duduk. Bila berdiri akan membuat ringed forcep terlalu
banyak mengarah ke belakang.
Langkah 15.
Lepaskan forsep penjepit serviks.
Langkah 16.
Gerakkan forsep Kelly ke atas menuju fundus sambil tetap duduk. Petugas memasang
spekulum bagian bawah dan atas untuk menampilkan porsio.
146 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 17.
Berdiri dengan tangan di perut untuk memastikan ujung forsep telah mencapai fundus.
Langkah 18.
Setelah forsep mencapai fundus, putar 45° ke kanan untuk menempatkan lengan
horizontal di fundus.
Langkah 19.
Buka forsep untuk melepaskan AKDR. Lepaskan forsep secara perlahan dari rongga
rahim, biarkan sedikit terbuka dan arah ke samping, mengikuti dinding lateral rahim
saat menarik forsep keluar ke arah yang berlawanan.
Langkah 20.
Tarik perlahan introitus dengan dua jari dan visualisasikan bagian dalam vagina. Benang
terlihat melalui serviks
- Jika uterus-nya kecil dan berkontraksi dg baik, jangan lakukan apa pun.
- Jika uterus-nya besar, berarti AKDR tidak mencapai fundus, lepas AKDR dan pasang
kembali, menggunakan forsep steril baru dan AKDR steril baru.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 147
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 1.
Pasang spekulum vagina dan jepit porsio dengan ringed forcep.
Langkah 2.
Lepas spekulum.
Langkah 3.
Pegang AKDR dengan memegang batang vertikal di antara jari telunjuk dan jari tengah
tangan dominan.
Langkah 4.
Masukkan tangan yang memegang AKDR ke dalam vagina sampai ke fundus.
148 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 5.
Lepaskan ringed forcep dan letakkan tangan nondominan di perut untuk memastikan
tangan yang memegang AKDR telah mencapai fundus.
Langkah 6.
Setelah mencapai fundus, putar 45° tangan pemegang AKDR ke kanan untuk memposisikan
AKDR secara horizontal di fundus.
Langkah 7.
Lepas AKDR dan gerakkan tangan mendekati dinding lateral rahim.
Terdapat dua macam inserter, yaitu inserter untuk pemasangan AKDR yang standar
dan long inserter khusus untuk AKDR PP. Namun keduanya tetap bisa digunakan untuk
pemasangan AKDR PP.
Langkah 1.
Pasang spekulum vagina dan jepit porsio dengan ringed forcep.
Langkah 2.
Petugas memegang kemasan AKDR untuk memastikan AKDR dalam kemasan dan
mengeluarkan pendorong tabung inserter dari kemasan.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 149
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 3.
Pasang AKDR
Langkah 4.
Lepas Ringed Forcep.
Langkah 5.
Tekan fundus uteri dan dorong inserter ke arah fundus seperti terasa tahanan.
Langkah 6.
Tarik inserter.
Langkah 7.
Petugas mengeluarkan klem dengan perlahan sambil menjaga uterus tetap stabil dan
meletakkan klem ovum atau klem kelly pada meja instrumen.
Langkah 8.
Petugas memasang ulang spekulum kemudian memeriksa serviks untuk melihat ada
bagian dari AKDR atau benang keluar dari serviks.
- Jika AKDR atau benang nampak keluar dari serviks, keluarkan AKDR dan ambil
kemasan baru kemudian insersikan kembali
- Pastikan tidak ada perdarahan dari serviks
4. Prosedur Pasca-Insersi
Langkah 1.
Petugas memberikan waktu istirahat untuk klien selama 10 menit dan mendukung
inisiasi asuhan persalinan rutin, termasuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
150 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 2.
Petugas membuang limbah dengan benar
- Membuang air ketuban, darah ke lubang WC
- Membuang kain kasa ke dalam tempat sampah infeksius atau sampah medis
- Membuang pendorong dan tabung inserter serta pembungkus AKDR ke sampah non
medis
Langkah 3.
Petugas mencelup kedua tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam
larutan klorin 0,5% dan melepas sarung tangan secara terbalik dan membuang ke
dalam tempat sampah medis.
Langkah 4.
Petugas mencuci tangan secara standar dan mengeringkan tangan menggunakan
handuk pribadi atau tisu.
Langkah 5.
Petugas menyampaikan kepada klien bahwa AKDR sudah terpasang dengan baik dan
petugas melakukan tanya jawab dengan klien mengenai hal-hal berikut:
- Tinjau efek samping AKDR dan gejala pasca persalinan normal
- Tanggal kunjungan ulang untuk cek up AKDR/asuhan pasca natal/asuhan neonatal
- Tekankan bahwa klien harus kembali kapan saja dia mempunyai kekhawatiran atau
mengalami keluhan-keluhan
- Informasikan keluhan pasca pemasangan
- Jelaskan bagaimana cara mengetahui terjadinya ekspulsi dan apa yang harus
dilakukan jika hal tersebut terjadi
- Yakinkan klien bahwa AKDR tidak mempengaruhi produksi ASI
- Memastikan klien telah memahami instruksi pasca insersi
- Memberikan instruksi pasca insersi, jika memungkinkan
- Memberikan kartu yang menunjukkan tipe AKDR dan tanggal insersi
Langkah 6.
Petugas mencatat informasi pada catatan atau rekam medis klien dan menambahkan
kartu peserta KB dan rekam medis klien.
Materi Pokok 6.
PELAYANAN KONTRASEPSI DENGAN METODE IMPLAN
1. Definisi
Implan adalah batang plastik berukuran kecil yang lentur, seukuran batang korek api,
yang melepaskan hormon progestin yang menyerupai hormon progesterone alami
di tubuh perempuan. Implan dipasang di bawah kulit lengan kiri sebelah atas bagian
dalam. Jenis implan ada 2 yaitu:
a. Implan Dua Batang: terdiri dari 2 batang implan mengandung hormon levonorgestrel.
Efektif hingga 4 tahun penggunaan (studi terkini menunjukkan bahwa jenis ini
memiliki efektivitas tinggi hingga 5 tahun)
b. Implan Satu Batang: terdiri dari 1 batang implan mengandung hormon etonogestrel,
efektif hingga 3 tahun penggunaan (studi terkini menunjukkan bahwa jenis ini
memiliki efektivitas tinggi hingga 5 tahun)
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 151
M O D U L P E L AT I H A N
Efektivitasnya yaitu kurang dari 1 kehamilan per 100 perempuan yang menggunakan
implan pada tahun pertama (1 per 1.000 perempuan). Risiko Kecil kehamilan masih
berlanjut setelah tahun pertama pemakaian.
Namun, pada kondisi khusus, saat metode yang lebih sesuai tidak tersedia atau tidak
dapat diterima oleh klien, penyedia layanan berkualifikasi akan memutuskan bila
klien dapat menggunakan implan pada kondisi tersebut diatas. Penyedia layanan
perlu mempertimbangkan seberapa berat kondisi klien, dan pada kebanyakan kondisi
apakah klien mempunyai akses untuk tindak lanjut.
152 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
6. Waktu Pemasangan
Seorang perempuan dapat menjalani pemasangan implan kapanpun ia menghendaki
selama ia yakin ia tidak hamil dan tidak ada kondisi medis yang menghambat.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 153
M O D U L P E L AT I H A N
Setelah pemakaian Pil Kontrasepsi - Implan dapat dipasang pada hari yang sama dengan
Darurat (PKD) penggunaan PKD.
- Perlu metode kontrasepsi tambahan untuk 7 hari
pertama.
- Bila tidak segera memulai menggunakan implan, tetapi
klien masih ingin tetap menggunakannya, ia dapat
memulai kapan saja asalkan yakin tidak hamil. Setelah
menggunakan PKD ulipristal asetat:
- Implan dapat dipasang pada hari ke-6 setelah
menggunakan PKD UPA. Tidak perlu menunggu
menstruasi bulan berikutnya. Implan dan UPA
berinteraksi. Jika implan dipasang lebih dulu; sehingga
keduanya berada di dalam tubuh, salah satu atau
keduanya bisa menjadi kurang efektif
- Buat janji agar klien kembali pada hari ke-6 untuk
pemasangan implan, atau sesegera mungkin
setelahnya.
- Perlu metode kontrasepsi tambahan sejak dari minum
PKD UPA sampai dengan 7 hari setelah pemasangan
implan.
- Jika klien tidak memulai pada hari ke-6 namun kembali
sesudahnya untuk penggunaan implan, implan dapat
dipasang kapan saja jika yakin tidak hamil.
154 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Komplikasi
Kompilkasi Penanganan
Infeksi pada tempat insersi
- Jangan mencabut implan.
- Bersihkan area yang terinfeksi dengan sabun dan air
atau antiseptik.
- Berikan antibiotik oral selama 7-10 hari
minta klien kembali jika antibiotik telah habis, dan jika
tetap terjadi infeksi, cabut implan.
Ekspulsi - Tidak ada
Jika tidak ada infeksi, ganti batang implan melalui
insisi baru dekat dengan batang implan lainnya atau
sarankan untuk mengganti implan.
Nyeri hebat di perut bawah
- Biasanya diakibatkan berbagai hal seperti pembesaran
folikel ovarium atau kista.
- Klien dapat terus menggunakan implan selama
penilaian.
- Tidak ada pengobatan khusus, dan biasanya
menghilang dengan sendirinya.
- Jika dicurigai sebagai salah satu gejala kehamilan
ektopik, dengan gejala lain berupa:
● Perdarahan pervaginam yang tidak normal, atau
tidak menstruasi.
● Pusing.
● Lemas, pingsan.
- Segera dirujuk ke Fasyankes tingkat lanjut.
Sakit kepala hebat - Implan segera dicabut.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 155
M O D U L P E L AT I H A N
Alat dan bahan yang diperlukan untuk pemasangan batang implan meliputi:
- Kain penutup operasi steril (bersih) yang kering
- Dua mangkok steril atau DTT (satu untuk larutan antiseptik, satu tempat air mendidih
atau steril yang berisi kapas bulat untuk membersihkan bedak pada sarung tangan)
- Sepasang sarung tangan steril/DTT
- Tabung suntik (3 cc) dan jarum suntik dengan panjang 2,5 - 4 cm (nomor 22): 1 buah
- Trokar yang mempunyai tanda untuk pemasangan implan 2 batang dengan
pendorongnya
- Skalpel (pisau bedah) nomor 11
- Forsep jaringan (tambahan)
- Band aid (Tensoplast) atau kasa steril dengan plester
- Kasa dan kasa pembalut (verban)
- Epinefrin untuk syok anafilaktik (harus selalu tersedia untuk keadaan darurat)
a. Pemasangan
Prosedur Pemasangan Implan 2 Batang
Persiapan
Langkah 1.
Periksa untuk memastikan klien sudah mencuci seluruh lengan dengan sabun dan
air serta membilasnya. Pastikan tidak terdapat sisa sabun (sisa sabun menurunkan
efektifitas antiseptik tertentu). Langkah ini sangat penting bila klien kurang menjaga
kebersihan dirinya.
Langkah 2.
Bantu klien berbaring di meja periksa. Lengan harus disangga dengan baik dan
dapat digerakkan lurus atau sedikit bengkok dengan posisi yang memudahkan
untuk pemasangan dan nyaman untuk klien.
Langkah 3.
Letakkan kain bersih yang kering di bawah lengan klien.
Langkah 4.
Tentukan tempat pemasangan yang optimal, 8 cm di atas lipatan siku, gunakan pola
(template) dan spidol untuk menandai tempat insisi yang akan dibuat dan pada setiap
ujung atas batang implan (bila akan menggunakan antiseptik yang mengandung
alkohol, gunakan spidol dengan tinta permanen).
Langkah 5.
Siapkan alat-alat dan buka bungkus steril atau DTT tanpa menyentuh alat-alat di
dalamnya.
156 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 2.
Pakai sarung tangan steril atau DTT (ganti sarung tangan untuk setiap klien guna
mencegah kontaminasi silang).
Catatan: Jangan menggunakan bedak untuk memakai sarung tangan. Butir-butir
bedak yang halus dapat jatuh ke tempat insisi dan menyebabkan terjadinya jaringan
parut (reaksi jaringan ikat). Bila sarung tangan diberi bedak, bersihkan dengan kasa
steril yang direndam dengan air steril atau air mendidih.
Langkah 3.
Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai.
Langkah 4.
Usap tempat insisi dengan larutan antiseptik sebanyak dua kali. Gunakan klem steril
atau DTT untuk memegang kasa berantiseptik. Bila memegang kasa berantiseptik
hanya dengan tangan, hati-hati jangan sampai mengkontaminasi sarung tangan
dengan menyentuh kulit yang tidak steril. Mulai mengusap dari tempat yang akan
dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8 - 13 cm. Bila memakai
iodofor (misalnya Betadine) biarkan kering kurang lebih 2 menit sebelum memulai
tindakan. Iodofor memerlukan waktu 2 menit untuk melepaskan Iodin bebas. Hapus
antiseptik yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat tidak terlihat.
Langkah 5.
Bila ada, gunakan kain penutup (doek) yang mempunyai lubang untuk menutupi
lengan. Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan tempat yang akan
dipasang batang implan. Dapat juga dengan menutupi lengan di bawah tempat
pemasangan dengan kain steril (Pilihan lain adalah menggunakan kain yang telah
didekontaminasi, dicuci dan dikeringkan di udara atau dengan mesin pengering).
Langkah 2.
Masukkan jarum tepat di bawah kulit pada tempat insisi (yang terdekat dengan siku).
Suntikkan sedikit obat anestesi untuk membuat gelembung kecil (Skin Wheal) di
bawah kulit.
Lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah.
Tarik jarum pelan-pelan sehingga membentuk jalur sambil menyuntikkan obat
anestesi sebanyak 1 ml di antara kedua batang implan yang akan dipasang.
Letakkan alat suntik pada tempat yang aman untuk menghindari kecelakaan tertusuk
jarum.
Lakukan pemijatan pada tempat penyuntikan agar penyebaran obat anestesi merata,
hal ini akan meningkatkan efektivitas anestesi.
Catatan:
Untuk mencegah toksisitas, dosis total tidak boleh melebihi 10 ml (10 g/l) dari 1%
anestesi lokal tanpa epinefrin.
Langkah 1.
Sebelum membuat insisi, sentuh tempat insisi dengan ujung klem untuk memastikan
obat anestesi telah bekerja. Bila klien masih bisa merasakan sentuhan klem tersebut,
tunggu 2 menit dan ulangi lagi cara tersebut.
Langkah 2.
Pegang skalpel dengan sudut 45°, buat insisi kecil (2 mm), hanya untuk sekedar
menembus kulit. Jangan membuat insisi yang panjang atau dalam. Cara lain, dapat
langsung dimasukkan ke dalam kulit tanpa membuat insisi lebih dulu.
Langkah 3.
Masukkan trokar dengan atau tanpa pendorong di dalamnya (tergantung jenis
trokar) ke dalam luka insisi dengan sudut yang kecil dengan ujung trokar yang tajam
(bevel) menghadap ke atas. Tusukkan trokar sampai ujung tajam seluruhnya berada
di bawah kulit (2-3 mm dari ujung bevel). Jangan memasukkan trokar dengan
paksaan. Jika terdapat tahanan, coba dari sudut lainnya. Ada 2 tanda pada trokar,
tanda (1) dekat ujung menunjukkan batas trokar yang harus tetap di bawah kulit
setelah memasang setiap batang implan. Tanda (2) dekat pangkal menunjukkan
batas trokar dimasukkan ke bawah kulit sebelum memasukkan setiap batang implan.
158 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 4.
Untuk meletakkan batang implan tepat di bawah kulit, angkat trokar ke atas, sehingga
kulit terangkat. Masukkan trokar beserta pendorong di dalamnya secara perlahan-
lahan dan hati-hati ke arah tanda (2) dekat pangkal.
Trokar harus cukup dangkal sehingga dapat diraba dari luar dengan jari.
Trokar harus selalu terlihat mengangkat kulit selama pemasangan.
Masuknya trokar akan lancar bila berada di bidang yang tepat di bawah kulit.
Catatan: Jangan menyentuh trokar pada waktu memasukkan dan menarik keluar
terutama bagian tabung yang masuk ke bawah kulit untuk mencegah trokar
terkontaminasi.
Masukkan pendorong trokar sampai batas A dengan posisi tanda panah pada trokar
dan tanda panah pada pendorong trokar menghadap ke atas.
Trokar ditarik keluar dari kulit sampai batas I sambil menahan pendorong trokar
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 159
M O D U L P E L AT I H A N
Sambil menahan pendorong, trokar ditarik sampai batas I, Implan II masuk ke dalam
kulit.
Tangan kanan menahan pendorong hingga batas penahan sekaligus menarik trokar
hingga batas atas. Tangan kiri menahan implan agar tertinggal di bawah kulit.
160 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Raba ujung batang implan di daerah dekat bahu untuk memastikan batang implan
telah terpasang dengan benar.
Raba daerah insisi untuk memastikan ke 2 ujung batang implan berada 5 mm dari
luka insisi.
Belahan di pangkal trokar untuk tempat mematahkan sayap yang ada di tengah
pendorong.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 161
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah-langkah pemasangan:
4. Sesudah inserter masuk, arahkan ke satu titik menelusuri bawah kulit untuk
menjaga agar pemasangan implan benar-benar tepat di bawah kulit, datar, dan
dangkal.
7. Tarik trokar sambil menahan implan yang sudah di bawah kulit, tahan dengan jari
tengah atau salah satu jari.
8. Tarik trokar sampai tanda batas (lingkaran warna hitam) dekat ujung trokar,
sampai implan pertama keluar dan berada pada posisi yang benar di bawah kulit.
162 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
10. Dorong trokar sampai batas (lingkaran warna hitam) pada pangkal trokar.
11. Tahan dan putar pendorong ke kanan sampai sayap pada pendorong patah dan
terlepas.
12. Patahkan pegangan pendorong.
Implan kedua seluruhnya sudah terlepas dari trokar dan berada tepat di bawah kulit.
1) Implanon
Langkah 1.
- Regangkan kulit tempat insersi dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Tusukkan ujung jarum dengan membuat sudut 30º
- Lepaskan kulit
Langkah 2.
- Arahkan aplikator mendatar
- Angkat kulit dengan ujung jarum, tetapi tetap jaga jarum berada di subdermal
- Sewaktu mengangkat kulit masukkan jarum keseluruhan tanpa dipaksa (menjaga
tetap di subdermal)
- Pertahankan aplikator sejajar kulit.
Langkah 3.
- Lepas pengaman obturator
- Putar obturator 90º
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 163
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 4.
- Sejajarkan obturator dengan lengan atas menggunakan 1 tangan, tangan lainnya
menarik perlahan jarum keluar dari lengan
- Jangan mendorong obturator
Langkah 5.
- Periksa jarum dan pastikan implan tidak ada lagi. Setelah jarum dicabut, ujung
obturator yang berlekuk akan terlihat
- Selalu pastikan untuk meraba implanon dan mintalah pasien untuk merabanya
juga
2) Implanon NXT
Langkah 1.
- Tusuk kulit dengan aplikator pada sudut 30°. Masukkan hanya bagian miring dari
jarum.
- Angkat kulit dengan ujung jarum, tusuk jarum hingga seluruh panjang jarum,
aplikator dalam posisi yang sama dengan jarum yang sudah masuk seluruhnya.
Langkah 2.
- Buka penggeser ungu dengan mendorongnya sedikit ke bawah
164 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Merawat klien
- Buat catatan pada rekam medik tempat pemasangan batang implan dan kejadian
tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan (akan lebih baik bila di
gambar secara sederhana kira-kira tempat pemasangan kedua batang implan
pada lengan klien).
- Beri petunjuk untuk perawatan luka insisi setelah pemasangan dan buat jadwal
kunjungan ulang kalau diperlukan.
- Amati klien sekitar 15 sampai 20 menit. Sebelum memulangkan klien, periksa
apakah ada perdarahan dari luka insisi dan tanyakan apa yang dirasakan. Kalau
ada berikan kartu yang berisi cara-cara merawat luka insisi.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 165
M O D U L P E L AT I H A N
- Klien dapat segera bekerja secara rutin. Hindari benturan atau luka di daerah
tersebut atau menambahkan tekanan.
- Setelah luka insisi sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dibersihkan
dengan tekanan normal.
- Bila terdapat tanda-tanda infeksi seperti demam, daerah insisi kemerahan dan
panas atau sakit yang menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.
b. Pencabutan
Teknik Pencabutan
1. Teknik standar untuk pencabutan implan Norplant® (generasi pertama implan
yang tidak diproduksi lagi) telah dipublikasikan pada tahun 1990 oleh The
Population Council juga oleh WHO.
2. Teknik “pop out” diperkenalkan oleh Darney dan kawan-kawan pada tahun 1992
untuk mencabut kapsul implan Norplant® yang lebih keras, kurang praktis untuk
mencabut batang implan Jadena™ yang lebih lunak dan lebih lentur
3. Teknik U diperkenalkan oleh Untung Praptohardjo dan Wibowo pada tahun 1993,
melaporkan metode baru untuk pencabutan implan Norplant®
166 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Catatan:
Untuk teknik standar diperlukan 2 klem (mosquito atau crile) baik yang lengkung
ataupun lurus.
Isi alat suntik dengan 3 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin). Masukkan jarum tepat
di bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat. Suntikkan sedikit obat anestesi untuk
membuat gelembung kecil di bawah kulit.
Masukkan jarum secara hati-hati di bawah ujung batang implan pertama sampai lebih
kurang sepertiga panjang batang (1 cm). Lakukan aspirasi untuk memastikan jarum
tidak masuk ke dalam pembuluh darah. Tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikkan
obat anestesi (kira-kira 0,5 ml) untuk mengangkat ujung batang implan.
Ingat: Menyuntikkan obat anestesi lokal di bawah ujung dari batang implan sangat
menentukan kemudahan dan kecepatan proses pencabutan.
Tanpa mencabut jarum, geser ujung jarum dan masukkan ke bawah batang implan
berikutnya. Ulangi proses ini sampai seluruh ujung kedua batang implan terangkat.
Jangan menyuntikkan obat anestesi di atas batang implan karena akan membuat
jaringan menjadi edema sehingga batang implan sulit diraba. Bila perlu dapat
ditambahkan lagi anestesi, selama berlangsungnya proses pencabutan. Sebelum
memulai, sentuh tempat insisi dengan ujung jarum atau skalpel untuk memastikan
obat anestesi telah bekerja.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 167
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah Pencabutan
1. Teknik Standar
Langkah 1.
Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua
batang implan (dekat siku), kira-kira 5 mm dari ujung bawah batang implan bila
jarak tersebut sama maka insisi dibuat pada tempat insisi waktu pemasangan.
Sebelum menentukan lokasi, pastikan tidak ada ujung batang implan yang berada
di bawah insisi lama (hal ini untuk mencegah terpotongnya batang implan saat
melakukan insisi).
Langkah 2.
Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang (transversal) yang kecil
kurang lebih 4 mm dengan menggunakan skalpel. Jangan membuat insisi yang
besar.
Langkah 3.
Mulai dengan mencabut batang implan yang mudah diraba dari luar atau yang
terdekat tempat insisi.
Langkah 4.
Dorong ujung batang implan ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung
batang implan tampak pada luka insisi. Saat ujung batang implan tampak pada
luka insisi, masukkan klem lengkung (mosquito atau Crile) dengan lengkungan
jepitan mengarah ke atas, kemudian jepit ujung batang implan dengan klem
tersebut.
Catatan: Bila batang implan sulit digerakkan ke arah insisi, hal ini mungkin karena
jaringan fibrosa yang mengelilingi batang implan (Lihat: langkah 4A dan 4B
mengenai cara memotong jaringan parut tersebut).
Langkah 4a.
Masukkan klem lengkung melalui luka insisi dengan lengkungan jepitan mengarah
ke kulit, teruskan sampai berada di bawah ujung batang implan dekat siku. Buka
dan tutup jepitan klem untuk memotong secara tumpul jaringan parut yang
mengelilingi ujung batang implan. Ulangi sampai ujung kedua batang implan
seluruhnya bebas dari jaringan parut yang mengelilinginya (mudah digerakkan).
Langkah 4b.
Dorong ujung batang implan pertama sedekat mungkin pada luka insisi. Sambil
menekan (fiksasi) batang implan dengan jari telunjuk dan jari tengah, masukkan
168 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 5.
Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi batang implan dengan cara
menggosok-gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung bawah batang
implan.
Cara lain, bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan cara menggosok-gosok
pakai kasa steril, dapat dengan menggunakan skalpel secara hati-hati. Untuk
mencegah terpotongnya batang implan, gunakan sisi yang tidak tajam dari skalpel
waktu membersihkan jaringan ikat yang mengelilingi batang implan.
Langkah 6.
Jepit batang implan yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua.
Lepaskan klem pertama dan cabut batang implan secara pelan dan hati-hati
dengan klem kedua. Batang implan akan mudah dicabut karena jaringan ikat
yang mengelilinginya tidak melekat pada karet silikon. Bila batang implan sulit
dicabut, pisahkan secara hati-hati sisa jaringan ikat yang melekat pada batang
implan menggunakan kassa atau skalpel.
Langkah 7.
Pilih batang implan berikutnya. Gunakan teknik yang sama (Langkah 4 sampai 6)
untuk mencabut batang implan berikutnya.
Langkah 1.
Raba kedua ujung batang implan dengan jari telunjuk dan jari tengah. Letakkan
jari tengah pada ujung batang implan yang dekat bahu dan jari telunjuk pada
ujung batang implan yang dekat siku, kemudian dorong batang implan sedekat
mungkin ke arah insisi.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 169
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 2.
Masukkan klem lengkung ke dalam luka insisi sampai ujung jepitan klem berada
di bawah batang implan dengan kedua jari tetap menekan ujung-ujung batang
implan untuk memfiksasi.
Langkah 3.
Jepit batang implan dari bawah dengan klem lengkung.
Langkah 4.
Jangan mencoba untuk menarik batang implan keluar karena ujung klem yang
sekarang masuk kedalam luka insisi kurang lebih 1 sampai 2 cm. Dorong ujung
batang implan ke arah insisi, balikkan (flip) pegangan klem 180° ke arah bahu
klien dan kemudian pegang klem dengan tangan yang berlawanan.
Catatan: Bila setelah klem dibalikkan, batang implan belum terlihat (Langkah 4)
putar (twist) klem 180° ke arah sumbu utamanya. Tarik klem hati-hati sehingga
ujung batang implan terlihat pada luka insisi dari sisi yang berlawanan dengan
klem.
Langkah 5.
Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi batang implan dengan
menggosok-gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung batang implan.
Cara lain bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan menggosok-gosok pakai
kasa steril, dapat menggunakan skalpel.
Langkah 6.
Setelah jaringan ikat yang mengelilingi batang implan terbuka, gunakan klem
kedua untuk menjepit batang implan yang sudah terpapar. Lepaskan klem
pertama dan cabut batang implan dengan klem kedua.
Langkah 7.
Tutup luka insisi dengan hansaplast/band aid atau plester. Biasanya diperlukan
pemakaian bebat tekan karena metoda ini menyebabkan trauma pada jaringan
ikat bila menggunakan skalpel.
170 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 1.
Raba ujung batang implan di daerah dekat siku, dorong ujung bagian atas batang
implan (dekat bahu klien) dengan menggunakan jari. Pada saat ujung bagian
bawah batang implan (dekat siku) tampak jelas di bawah kulit, buat insisi kecil
(2 - 3 mm) di atas ujung batang implan dengan menggunakan skalpel.
Langkah 2.
Melakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya
pada ujung bagian bawah batang implan untuk membuat ujung batang implan
tersebut tepat berada di bawah tempat insisi.
Langkah 3.
Masukkan ujung tajam skalpel ke dalam luka insisi sampai terasa menyentuh
ujung batang implan. Bila perlu, potong jaringan ikat yang mengelilingi ujung
batang implan sambil tetap memegang batang implan dengan ibu jari dan jari
telunjuk.
Langkah 4.
Tekan jaringan ikat yang sudah dipotong tadi dengan ke dua ibu jari sehingga
ujung bawah batang implan terpapar keluar.
Langkah 5.
Tekan sedikit ujung atas batang implan (dekat bahu) sehingga batang implan
muncul (pop out) pada luka insisi dan dengan mudah dapat dipegang dan dicabut.
Setelah batang implan pertama berhasil dicabut, batang implan berikutnya akan
muncul dengan menggunakan teknik yang sama
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 171
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 6.
Luka insisi ditutup dengan band aid/plaster dan kasa steril. Pembalut tekan
biasanya tidak diperlukan karena teknik pop out ini tidak menyebabkan atau
hanya sedikit merusak jaringan (subkutan) ditempat pencabutan.
3. Teknik U
Langkah 1.
Raba kedua batang implan untuk menentukan lokasinya. Untuk menentukan
tempat insisi, raba (tanpa sarung tangan) ujung batang implan dekat lipatan siku.
Untuk memudahkan meraba batang implan, basahkan sedikit ujung jari dengan
air sabun atau larutan antiseptik. Dengan cara ini dapat menghilangkan gesekan
antara ujung jari klinisi dengan kulit klien sehingga batang implan lebih mudah
diraba.
Langkah 2.
Buat tanda pada kedua ujung setiap batang implan dengan menggunakan
spidol untuk memastikan posisi dari setiap batang implan. Bila akan memakai
antiseptik yang mengandung alkohol untuk mempersiapkan tempat insisi harus
menggunakan spidol permanen.
Langkah 3.
Usap tempat pencabutan dengan kasa berantiseptik sebanyak 2 kali. Gunakan
klem steril atau DTT untuk memegang kasa tersebut. Bila memegang kasa
berantiseptik hanya dengan tangan, hati-hati jangan sampai mengkontaminasi
sarung tangan dengan menyentuh kulit yang tidak steril. Mulai mengusap dari
tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar
8 - 13 cm. Bila memakai Iodoform biarkan kering selama 2 menit sebelum memulai
tindakan. Hapus antiseptik yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat
tidak terlihat.
172 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 4.
Bila ada, gunakan kain (doek) lubang steril untuk menutupi lengan. Lubang
tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan lokasi batang implan. Dapat
juga dengan menutupi lengan di bawah tempat batang implan dipasang dengan
menggunakan kain steril (Pilihan lain adalah menggunakan kain yang telah
didekontaminasi, dicuci dan dikeringkan di udara atau dengan mesin pengering).
Langkah 5.
Raba sekali lagi kedua batang implan untuk menentukan lokasinya
Langkah 6.
Isi alat suntik dengan 1 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin). Masukkan jarum
tepat di bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat di antara kedua batang implan
kurang lebih 5 mm dari ujung yang dekat lipatan siku. Suntikkan sedikit obat
anestesi untuk membuat gelembung kecil di bawah kulit. Masukkan jarum lebih
dalam secara hati-hati kurang lebih 1 cm di bawah ujung batang implan. Lakukan
aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah.
Suntikan 1 ml obat anestesi di bawah batang implan sambil menarik jarum pelan-
pelan. Letakkan alat suntik di tempat yang aman untuk mencegah kecelakaan
tertusuk jarum. Tekan daerah tempat penyuntikan untuk menyebarkan anestesi
ke sekitarnya sehingga aktivitasnya meningkat.
Langkah 7.
Tentukan lokasi insisi pada kulit di antara batang implan kurang lebih 5 mm dari
ujung batang implan dekat siku. Klinisi yang sudah berpengalaman membuat
insisi pada bekas luka insisi waktu pemasangan.
Langkah 8.
Buat insisi kecil (4 mm) memanjang (vertikal) sejajar di antara sumbu panjang
batang implan dengan menggunakan skalpel.
Langkah 9.
Masukkan ujung klem U secara hati-hati melalui luka insisi dengan sudut yang
tepat ke sumbu panjang batang implan yang terdekat.
Langkah 10.
Fiksasi batang implan yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk
sejajar panjang batang implan.
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 173
M O D U L P E L AT I H A N
Langkah 11.
Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh batang implan. Buka
klem dan pegang batang implan dengan sudut yang tepat pada sumbu panjangnya
kurang lebih 5 mm di atas ujung bawah batang implan.
Pastikan klem telah mengelilingi seluruh batang implan. Bila klem menjepit,
batang implan akan mudah patah. Setelah batang implan terpegang, tarik ke
arah insisi. Bila tidak bisa ditarik, balikkan pegangan klem 180° ke arah bahu
klien untuk memaparkan batang implan.
Langkah 12.
Bersihkan batang implan dari jaringan ikat yang mengelilinginya dengan
menggosok-gosok menggunakan kasa steril untuk memaparkan batang implan
sehingga mudah dicabut.
Langkah 13.
Gunakan klem lengkung (mosquito atau Crile) untuk menjepit kapsul yang sudah
terpapar. Lepaskan klem U dan cabut batang implan dengan pelan-pelan dan
hati-hati. Taruh batang implan yang telah dicabut dalam mangkuk kecil yang
berisi klorin 0,5% untuk dekontaminasi sebelum dibuang. Batang implan akan
keluar dengan mudah karena jaringan ikat tidak melekat pada batang implan. Bila
batang implan tidak bisa keluar dengan mudah, bersihkan kembali jaringan ikat
yang mengelilinginya dengan menggosok-gosok pakai kasa atau sisi yang tidak
tajam dari skalpel.
Langkah 14.
Cabut batang implan berikutnya dengan menggunakan teknik yang sama.
Tunjukkan kedua batang implan tersebut kepada klien. Hal ini sangat penting
untuk meyakinkan klien karena bekas tempat batang implan (berbentuk lorong
dari jaringan ikat) masih akan terasa sampai beberapa bulan sehingga klien
merasa batang implan masih berada didalam lengannya.
174 P E L A Y A N A N KONTRASEPSI BAGI DOKTER DAN BIDAN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN
M O D U L P E L AT I H A N
VIII. REFERENSI
1. Rekomendasi Praktik Terpilih pada Penggunaan Kontrasepsi, edisi ketiga 2016
2. Panduan Global Keluarga Berencana
3. Pedoman pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 tahun 2021, tentang Tentang Penyelenggaraan
Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa
Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual
5. Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan. Kementerian
Kesehatan RI. 2014
IX. LAMPIRAN
1. Daftar Tilik Pemasangan AKDR
2. Daftar Tilik Pemasangan AKDR Pasca Plasenta
3. Daftar Tilik Pencabutan AKDR
4. Daftar Tilik Pemasangan Implan 1 Batang
5. Daftar Tilik Pemasangan Implan 2 Batang
6. Daftar Tilik Pencabutan Implan
7. Daftar Tilik Pelayanan Kontrasepsi Kondom Pria
PELAYANAN KO N TRAS E P S I BAGI D OKTE R D AN BID AN D I FAS ILITAS P E LAY AN AN KE S E H ATAN 175